Anda di halaman 1dari 1

Edukasi Pembatasan hubungan seksual dan aktivitas fisik lainnya, dan bila perlu istirahat di tempat tidur atau

di rumah sakit agar lebih aman Evaluasi pada wanita yang sebelumnya pernah satukali bersalin / melahirkan kurang bulan, maka sebaiknya: o Skrining bekteriuria asimtomatik satu bulan sekali o Menjaga agar nutrisi tetap terpenuhi o Konseling jika perlu tentang kebiasaan merokok, penggunaan obat dan alkohol o Apabila memiliki stress, pasien dianjurkan untuk mengutarakan stress pribadi,agar mendapat bantuan yang tepat melalui penurunan stres Obat-obatan Obat yang diberikan kepada wanita hamil yang mengalami gejala kelahiran prematur di antaranya adalah terbutaline, ritodrine, magnesium sulfate, indomethacin, keterolac, dan sulindac. Obat-obatan ini berfungsi menghentikan kontraksi dan mampu menunda kelahiran sampai 2 7 hari. Selama penundaan tersebut, wanita hamil akan diberikan steroid seperti betamethasone dan dexamethasone yang mempercepat pertumbuhan paruparu dan organ lain pada bayi dalam kandungan. Steroid ini membantu mengurangi tingkat kematian bayi yang terlahir prematur sampai lebih dari 30%. Pemberian obatobatan ini harus dalam pengawasan dokter kandungan.

Prognosis Dengan penanganan yang baik, bayi dapat tumbuh dewasa walaupun tidak seperti pertumbuhan bayi lahir normal. Bayi yang lahir premature lebih rentan mengalami mental yang buruk dan perkembangan bayi premature biasanya lebih lambat dibandingkan bayi normal. Penanganan yang baik misalnya pada ibu yang mengalami gejala kelahiran premature dapat diberikan obat untuk menghentikan kontraksi dan diberikan steroid untuk mempercepat pertumbuhan paru-paru dan organ lain pada bayi dan dapat mengurangi kematian bayi yang lahir. Apabila kelahiran sudah tidak dapat ditunda dan bayi lahir premature, maka bayi diberikan perawatan khusus dalam inkubator di mana temperatur lingkungan dapat dikendalikan dan persediaan oksigen dapat disesuaikan dengan kebutuhan bayi. Selain itu, bayi yang terlahir prematur juga lebih rentan terhadap infeksi karena daya tahannya terhadap infeksi masih lemah. Apabila penanganan tidak dilakukan dengan baik, bayi dapat beresiko mengalami sejumlah masalah kesehatan seperti kesulitan bernapas, buta, cacat jantung, pendarahan di otak, gangguan mental dan bahkan kematian Pada ibu setelah persalinan prematur, infeksi endometrium lebih sering terjadi yang dapat mengakibatkan sepsis dan lambatnya penyembuhan luka episiotomi