Anda di halaman 1dari 27

OBAT ANTI-VIRUS SISTEMIK Empat golongan antivirus yang akan dibahas dalam dua bagian besar pembahasan yaitu

mengenai anti non-retrovirus dan anti retrovirus. Klasifikasi penggolongan obat anti virus adalah 1. Anti non-retovirus - Antivirus untuk herpers - Antivirus untuk influenza - Antivirus untuk HBV dan H V !. Antiretrovirus - "ukleuside reverse trans#riptase inhhibiror $"%&'( - "ukleuside reverse trans#riptase inhhibiror $"t%&'( - ""%&' $non neokleoside reverse trans#riptase inhibitor( - )rotease inhibitor $)'( - Viral entry inhibitor. GOLONGAN OBAT ANTI NONRETROVIRUS 1. ANTIVIRUS UNTUK HERPES *bat-obat yang efektif terhadap virus ini beker+a selama fase akut infeksi virus dan tidak memberikan efek pada fase laten. Ke#uali foskarnet, obat-obat tersebut adalah analokpurin atau pirimidin yang menghambat sintesis virus -"A. A. Asiklovir Asiklovir merupakan obat antivirus yang paling banyak digunakan karena efektif terhadap virus herpers. 1. .ekanisme ker+a / Asiklovir, suatu analog guanosin yang tidak mempunyai gugus glukosa, mengalami monofosforilasi dalam sel oleh enzim yang di kode herpers virus, timidin kinase. Karena itu, sel-sel yang di infeksi virus sangat rentan. Analog monofofat diubah ke bentuk difosfat dan trifosfat oleh sel pe+amu. &rifosfat asiklovir berpa#u dengan deoksiguanosin trifosfat $d0&)( sebagai suatu subsrat untuk -"A polymerase dan masuk ke dalam -"A virus yang

menyebabkan terminasi rantai -"A yang premature. 'katan yang irrevelsibel dari template primer yang mengandung aseklovir ke -"A polymerase melumpuhkan enzim. 1at ini kurang efektif terhadap enzim pen+amu. !. %esistensi/ &imidin kinase yang sudah berubah atau berkurang dan polymerase -"A telah ditemukan dalam beberapa strain virus yang resisten. %esistensi terhadap asiklovir disebabkan oleh mutasi pada gen timidin kinase virus atau pada gen -"A polymerase. .ekanisme ker+a analog purin dan pirimidin / asiklovir dimetabolisme oleh enzim kinase virus men+adi senya2a intermediet. 3enya2a intermediet asiklovir $dan obat obat seperti idosuridin, sitarabin,vidaradin, dan zidovudin( dimetabolisme lebih lan+ut oleh enzim kinase sel hospes men+adi analog nukleotida, yang beker+a menghambat replikasi virus. 4. 'ndikasi / infeksi H3V-1 dan H3V-! baik lo#al maupun sistemik $termasuk keratitis herpeti#, herpeti# ensefalitis, herpes genitalia, herpes neonatal, dan herpes labialis.( dan infeksi V1V$varisela dan herpes zoster(. Karena kepekaan asiklovir terhadap V1V kurang dibandingkan dengan H3V, dosis yang diperlukan untuk terapi kasus varisela dan zoster lebih tinggi daripada terapi infeksi H3V. 5. -osis / untuk herpes genital / 67sehari !88mg tablet, sedangkan untuk herpes zoster ialah 59588mg sehari.penggunaan topi#al untuk keratitis herpeti# adalah dalam bentuk krim ophthalmi# 4: dank rim 6: untuk herpes labialis. ;ntuk herpes ensefalitis, H3V berat lain nya dan infeksi V1V digunakan asiklovir intravena 48mg<kgBB perhari. 6. =armakokinetik / pemberian obat bisa se#ara intravena, oral atau topi#al. Efektivitas pemberian topi#al diragukan.obat tersebar keseluruh tubuh,termaksuk #airan serebrospinal.asiklovir sebagian dimetabolisme men+adi produk yang tidak aktif.Ekskresi kedalam urine ter+adi melalui filtrasi glomerular dan sekresi tubular. >. Efek samping / Efek samping tergantung pada #ara pemberian. .isalnya, iritasi lo#al dapat ter+adi dari pemberian topi#al? sakit kepala? diare? mual ?dan muntah merupakan hasil pemberian oral , gangguan fungsi gin+al dapat timbul pada dosis tinggi atau pasien dehidrasi yang menerima obat se#ara intravena.

B. 0ansiklovir 0ansiklovir berbeda dari asiklovir dengan adanya penambahan gugus hidroksimetil padaposisi 4@ rantai samping asikliknya.metabolisme dan mekanisme ker+anya sama dengan asiklovir. Aang sedikit berbeda adalah pada gansiklovir terdapat karbon 4@ dengan gugus hidroksil, sehingga masih memungkinkan adanya perpan+angan primer dengan template +adi gansiklovir bukanlah -"A #hain terminator yang absolute seperti asklovir. 1. .ekanisme ker+a / 0ansiklovir diubah men+adi ansiklovir monofosfat oleh enzim fospotranverase yang dihasilkan oleh sel yang terinfeksi sitomegalovirus.0ansiklovirmonofospat merupakan substrat fospotranverase yang lebih baik dibandingkan dengan asiklovir. Baktu paruh eliminasi gansiklovir trifospat sedikitnya 1! +am, sedangkan asiklovir hanya 1-! +am.)erbedaan inilah yang men+elaskan mengapa gansiklovir lebih superior dibandingkan dengan asiklovir untuk terapi penyakit yang disebabkan oleh sitomegalovirus. !. %esistensi / 3itomegalovirus dapat men+adi resisten terhadap gansiklovir oleh salah satu dari dua mekanisme.penurunan fosporilasi gansiklovir karena mutasi pada fospotranverase virus yang dikode oleh gen ;CDE atau karena mutasi pada -"A polymerase virus.Varian virus yang sangat resisten pada gansiklovir disebabkan karena mutasi pada keduanya$ 0en ;CDE dan -"A polymerase ( dan dapat ter+adi resistensi silang terhadap sidofovir atau foskarnet. 4. 'ndikasi / 'nfeksi .V, terutama .V retinitis pada pasien immuno#ompromised

$ misalnya / A'-3 (, baik untuk terapi atau pen#egahan. 5. 3ediaan dan -osis / ;ntuk induksi diberikan 'V 18 mg<kg per hari $ ! 7 6 mg<kg, setiap 1! +am( selama 15-!1 hari,dilan+utkan dengan pemberian maintenan#e peroral 4888mg per hari $ 4 7 sehari 5 kapsul F !68 mg (. 'mplantsi intrao#ular $ intravitreal( 5,6 mg gansiklovir sebagai terapi lo#al .V retinitis.

6. Efek samping / mielosupresi dapat ter+adi pada terapi dengan gansiklovir. "eotropenia ter+adi pada 16-58 : pasien dan trombositopenia ter+adi pada 6-!8 :. 1idovudin dan obat sitotoksik lain dapat meningkatkan resiko mielotoksisitas gansiklovir. *bat-obat nefrotoksik dapat mengganggu ekskresi gansiklovir. )robenesit dan asiklovir dapat mengurangi klirens renal gansiklovir. %ekombinan koloni stimulating fa#tor $ 0- 3=, filgastrim, lenogastrim( dapat menolong dalam penanganan neutropenia yang disebabkan oleh gansiklovir. . =amsiklovir 3uatu analog asiklik dari !@ deoksiguanosin, merupakan prodruk yang dimetabolisme men+adi siklovir aktif. 3pe#trum antivirus sama dengan gansiklovir tetapi 2aktu ini disetu+ui hanya untuk pengobatan herpes zoster akut. *bat efektif peroral. Efek samping termasuk sakit kepala dan mual.. -. =oskarnet &idak seperti kebanyakan obat antivirus lainnya, foskarnet bukan analog purin atau pirimidin, obat ini adalah fosfonoformat, suatu derivate pirofosfat. .eskipun aktivitas antivirus in vitro #ukup luas, disetu+ui hanya sebagai pengobatan retinitis sitomegali# pada pasien penderita H'V dengan tanggap imun yang lemah terutama +ika infeksi tersebut resisiten terhadap gansiklovir. =oskarnet beker+a dengan menghambat polimerese -"A G %"A se#ara reversible, yang mengakhiri elongasi rantai. .utasi struktur polymerase menyebabkan resistensi virus. =oskarnet sukar diabsorpsi peroral harus disuntikan intravena, dan perlu diberikan berulang untuk menghindari relaps +ika kadarnya turun. Efek samping termasuk nefrotoksisitas,anemia,mual dan demam. 2. ANTIVIRUS UNTUK INFLUENZA )engobatan untuk infekksi antivirus pada saluran pernapasan termasuk influenza tipe A G B, virus sinsitial pernapasan $%3V(.

A. Amantadin dan %imantadin Amantadin G rimantadin memiliki mekanisme ker+a yang sama. Efikasi keduanya terbatas hanya pada influenza A sa+a. 1. .ekanisme ker+a / Amanatadin dan rimantadin merupakan antivirus yang beker+a pada protein .! virus, suatu kanal ion transmembran yang diaktivasi oleh pH. Kanal .! merupakan pintu masuk ion ke virion selama proses un#oating. Hal ini menyebabkan destabilisasi ikatan protein serta proses transport -"A virus ke nu#leus. 3elain itu, fluks kanal ion .! mengatur pH kompartemen intraseluler, terutama aparatus 0olgi. !. %esistensi / 'nfluenza A yang resisten terhadap amantadin dan rimantidin belum merupakan masalah klinik, meskipun beberapa isolate virus telah menun+ukkan tingginya angka ter+adinya resistensi tersebut. %esistensi ini disebabkan perubahan satu asam amino dari matriks protein .!, resistensi silang ter+adi antara kedua obat. 4. 'ndikasi / )en#egahan dan terapi a2al infeksi virus influenza A $ Amantadin +uga diindikasi untuk terapi penyakit )arkinson (. 5. =armakokinetik / Kedua obat mudah diabsorbsi oral. Amantadin tersebar ke seluruh tubuh dan mudah menembus ke 33). %imantadin tidak dapat melintasi sa2ar darah-otak se+umlah yang sama. Amantadin tidak dimetabolisme se#ara luas. -ikeluarkan melalui urine dan dapat menumpuk sampai batas toksik pada pasien gagal gin+al. %imantadin dimetabolisme seluruhnya oleh hati. .etabolit dan dieksresikan oleh gin+al. 6. -osis / Amantadin dan rimantadin tersedia dalam bentuk tablet dan sirup untuk penggunaan oral. Amantadin diberikan dalam dosis !88 mg per hari $ ! 9 188 mg kapsul (. %imantadin diberikan dalam dosis 488 mg per hari $! 9 sehari 168 mg tablet(. -osis amantadin harus diturunkan pada pasien dengan insufisiensi renal, namun rimantadin hanya perlu diturunkan pada pasien dengan klirens kreatinin H 18 ml<menit. >. Efek samping / Efek samping 33) seperti kegelisahan, kesulitan berkonsentrasi, insomnia, hilang nafsu makan. %imantadin menyebabkan reaksi 33) lebih sedikit karena tidak banyak

melintasi sa2ar otak darah. Efek neurotoksik amantadin meningkat +ika diberikan bersamaan dengan antihistamin dan obat antikolinergik<psikotropik, terutama pada usia lan+ut. B. 'nhibitor "euraminidase $ *seltamivir, 1anamivir ( .erupakan obat amtivirus dengan mekanisme ker+a yang sam terhadap virus influenza A dan B. Keduanya merupakan inhibitor neuraminidase? yaitu analog asam "-asetilneuraminat $ reseptor permukaan sel virus influenza (, dan desain struktur keduanya didasarkan pada struktur neuraminidase virion. 1. .ekanisme ker+a / Asam "-asetilneuraminat merupakan komponen mukoprotein pada sekresi respirasi, virus berikatan pada mu#us, namun yang menyebabkan penetrasi virus ke permukaan sel adalah aktivitas enzim neuraminidase. Hambatan terhadap neuraminidase men#egah ter+adinya infeksi. "euraminidase +uga untuk pelepasan virus yang optimal dari sel yang terinfeksi, yang meningkatkan penyebaran virus dan intensitas infeksi. Hambatan neuraminidase menurunkan kemungkinan berkembangnya influenza dan menurunkan tingkat keparahan, +ika penyakitnya berkembang. !. %esistensi / -isebabkan adanya hambatan ikatan pada obat dan pada hambatan aktivitas enzim neuraminidase. -apat +uga disebabkan oleh penurunan afinitas ikatan reseptor hemagglutinin sehingga aktivitas neuraminidase tidak memiliki efek pada penglepasan virus pada sel yang terinfeksi. 4. 'ndikasi / &erapi dan pen#egahan infeksi virus influenza A dan B. 5. -osis / 1anamivir diberikan per inhalasi dengan dosis !8 mg per hari $ ! 9 6 mg, setiap 1! +am( selama 6 hari. *seltamivir diberikan per oral dengan dosis 168 mg per hari $ ! 9 E6 mg kapsul, setiap 1! +am ( selama 16 hari. &erapi dengan zanamivir <oseltamivir dapat diberikan sea2al mungkin, dalam 2aktu 5I +am, setelah onset ge+ala. 6. Efek samping / &erapi zanamivir / ge+ala saluran nafas dan ge+ala saluran #erna., dapat menimbulkan batuk, bronkospasme dan penurunan fungsi paru reversibel pada beberapa pasien. &erapi oseltamivir / mual, muntah, nyeri abdomen , sakit kepala.

. %ibavirin %ibavirin merupakan analog sintetik guanosin, efektif terhadap virus %"A dan -"A. 1. .ekanisme ker+a / %ibavirin merupakan analog guanosin yang #in#in purinnya tidak lengkap. 3etelah mengalami fosforilasi intrasel , ribavirin trifosfat mengganggu tahap a2al transkripsi virus, seperti proses #apping dan elongasi m%"A serta menghambat sintesis ribonukleoprotein. !. %esistensi / Hingga saat ini belum ada #atatan mengenai resistensi terhadap ribavirin, namun pada per#obaan diCaboratorium menggunakan sel, terdapat sel-sel yang tidak dapat mengubah ribavirin men+adi bentuk aktifnya. 4. 3pektrum aktivitas / Virus -"A dan %"A, khusunya orthomy9ovirus $ influenza A dan B (, para my9ovirus $ #a#ar air, respiratory syn#ytialvirus $%3V( dan arenavirus $ Cassa, Junin,dll (. 5. 'ndikasi / &erapi infeksi %3V pada bayi dengan resiko tinggi. %ibavirin digunakan dalam kombinasi dengan interferon-K< pegylated interferon L K untuk terapi infeksi hepatitis . 6. =armakokinetik / %ibavirin rfektif diberikan per oral dan intravena. &erakhir digunakan sebagai aerosol untuk kondisi infeksivirus pernapasan tertemtu, seperti pengobatan infeksi %3V. )enelitian distribusi obat pada primate menun+ukkan retensi dalam semua +aringan otak. *bat dan metabolitnya dikeluarkan dalam urine. >. -osis / )er oral dalam dosis I88-1!88 mg per hari untuk terapi infeksi H V< dalam bentuk aerosol $ larutan !8 mg<ml (. E. Efek samping / )ada penggunaan oral < suntikan ribavirin termasuk anemia tergantung dosis pada penderita demam Cassa. )eningkatan bilirubin +uga telah dilaporkan Aerosol dapat lebih aman meskipun fungsi pernapasan pada bayi dapat memburuk #epat setelah permulaan

pengobatan aerosoldan karena itu monitoring sangat perlu. Karena terdapat efek teratogenikpada he2an per#obaan, ribavirin dikontraindikasikan pada kehamilan. 3. ANTIVIRUS UNTUK HBV DAN HCV A. Camivudin 1. .ekanisme ker+a / .erupakan C-enantiomer analog deoksisitidin. Camivudin dimetabolisme di hepatositmen+adi bentuk triposfat yang aktif. Camivudin beker+a dengan #ara menghentikan sintesis -"A, se#ara kompetitif menghambat polymerase virus. Camivudin tidak hanya aktif terhadao HBV 2ild-type sa+a, namun +uga terhadap varian pre#orel #ore promoter dan dapat mengatasi hiperresponsivitas sel & sitotoksik pada pasien yang terinfeksi kronik. 4. %esistensi / disebabkan oleh mutasi pada -"A polymerase virus. 5. 'ndikasi / 'nfeksi HBV $ 2ild-type dan pre#ore variants(. 6. =armakokinetik / Bioavailabilitas oral lamivudin adalah I8: ma9 ter#apai dalam 8,6-1,6

+am setelah pemberian dosis. Camivudin didistribusikan se#ara luas dengan Vd setara dengan volume #airan tubuh. Baktu paruh plasmanya sekitar D +am dan sekitar E8: dosis diekskresikan dalam bentuk utuh di urine. 3ekitar 6: lamivudin dimetabolisme men+adi bentuk tidak aktif. -ibutuhkan penurunan dosis untuk insufisiensi gin+al sedang $ &rimetoprim menurunkan klirens renal lamivudin. >. -osis / )er oral 188 mg per hari $ de2asa (, untuk anak-anak 1mg<kg yang bila perlu ditingkatkan hingga 188mg<hari. Cama terapi yang dian+urkanadalah 1 tahun pada pasien HBeAg $-( dan lebih dari 1 tahun pada pasien yang HBe$N(. E. Efek 3amping / mual, muntah, sakit kepala, peningkatan kadar AC& dan A3& dapat ter+adi pada 48-58: pasien. B. Adefovir C#r M68 ml <menit (.

1..ekanisme ker+a dan resistensi / adefovir merupakan analog nukleotida asiklik. Adefovir telah memiliki satu gugus fosfat dan hanya membutuhkan satu langkah fosforilasi sa+a sebelum obat men+adi aktif. Adefovir merupakan penghambat replikasi HBV sangat kuat yang beker+a tidak hanya sebagai -"A #hain terminator, namun +uga meningkatkan aktivitas sel "K dan menginduksi produksi interferon endogen. !.3pektrum aktivitas / HBV, H'V, dan retrovirus lain. Adefovir +uga aktif terhadap virus herpes. 4.'ndikasi / Adefovir terbukti efektif dalam terapi infeksi HBV yang resisten terhadap lamivudin. 5.=armakokinetik / Adefovir sulit diabsorbsi, namun bentuk dipivo9il prodrugnya diabsorbsi se#ara #epat dan metabolisme oleh esterase di mukosa usus men+adi adefovir dengan bioavailibilitas sebesar 68:. 'katan protein plasma dapat diabaikan, Vd setara dengan #airan tubuh total. Baktu paruh eliminasi setelah pemberian oral adefovir dipivo9il sekitar 6-E +am. Adefovir dieliminasi dalam keadaan tidak berubah oleh gin+al melalui sekresi tubulus aktif. 6.-osis / )er oral dosis tinggal 18 mg per hari. >.Efek samping / Adefovir 18mg<hari dapat ditoleransi dengan baik. 3etelah terapi selama 5I minggu ter+adi peningkatan kreatinin serum O 8,6 mg<dC di atas baseline pada 14: pasien yang umumnya memiliki fa#tor resiko disfungsi renal se+ak a2al terapi. . Entekavir 1..ekanisme ker+a dan resistensi / Entekavir merupakan analog deoksiguanosin yang memiliki aktivitas anti-hepadnavirus yang kuat. Entekavir mengalami fosforilasi men+adi bentuk trifosfat yang aktif, yang berperan sebagai kompetitorsubstrat natural $deoksiguanosin trifosfat( serta menghambat HBV polymerase. !.3pektrum aktivitas / Entekavir aktif terhadap .V, H3V1 dan ! serta HBV. 4.'ndikasi / 'nfeksi HBV.

5.=armakokinetik /Entekavir diabsorbi baik per oral.

ma9 ter#apai antara 8,6-1,6 +am setelah

pemberian, tergantung dosis. Entekavir dimetabolisme dalam +umlah ke#il dan bukan merupakan substrat system sitokrom )568. &Pnya pada pasien dengan fungi gin+al normal adalah EE-15D +am. Entekavir dieliminasi terutama le2at filtrasi glomerulus dan sekresi tubulus. &idak perlu dilakukan penyesuaian dosis pada pasien dengan penyakit hati sedang hingga berat. 6.-osis / )er oral 8,6 mg<hari dalam keadaan perut kosong, pada pasien yang gagal terapi dengan lamivudin, pemberian entekavir ditingkatkan hingga 1 mg<hari. >.Efek samping / 3akit kepala, infeksi saluran nafas atas, batuk, nasofaringitis, fatigue, pusing, nyeri abdomen atas dan mual. -. 'nterferon .erupakan glikoprotein yang ter+adi alamiah +ika ada perangsangan dan menggangugu kemampuan virus menginfeksi sel. .eskipun interferon menghambat pertumbuhan berbagai virus in vitro, aktivitas in vivo pada virus menge#e2akan. )ada 2aktu ini, interferon disintesis dengan teknologi -"A rekombinan. 3etidaknya terdapat 4 +enis interferon? alfa, beta, gama. 3atu dari 16 +enis K-interferon, K-!b telah disetu+ui untuk pengobatan hepatitis B dan . -an terhadap kanker seperti leukemia sel berambutdan sar#oma Kaposi. .ekanisme ker+a antivirus belum diketahui seluruhnya tetapi menyangkut induksi enzim sel pe+amu yang menghambat translasi %"A virus dan akhirnya menyebabkan degadrasi m%"A dan t%"A virus. 'nterferon diberikan i.v dan masuk ke #airan sum-sum tulang Efek samping / demam, alergi, depresi sum-sum tulang, gangguan kardiovaskular seperti gagal +antung kongestif dan reaksi hipersensitif akut, gagal hati infiltrasi paru +arang. GOLONGAN OBAT ANTIRETROVIRUS 1. NUCLEOSIDE REVERSE TRANSCRIPTASE INHIBITOR ( NRTI ) %everse transkripstase $%& ( mengubah %"A virus men+adi -"A proviral sebelum bergabung dengan kromosom hospes. Karena antivirus golongan ini beker+a pada tahap a2al replikasi H'V, obat obat golongan ini menghambat ter+adinya infeksi akut sel yang rentan, tapi hanya sedikit

berefek pada sel yang telah terinfeksi H'V. ;ntuk dapat beker+a, semua obat golongan "%&' harus mengalami fosforilasi oleh enzim sel hospes di sitoplasma. Aang termasuk komplikasi oleh obat obat ini adalah asidosilaktat dan hepatomegali berat dengan steatosis. A. 1idovudin 1. .ekanisme ker+a / target zidovudin adalah enzim reverse trans#riptase $%&( H'V. 1idovudin beker+a dengan #ara menghambat enzim reverse trans#riptase virus, setelah gugus asidotimidin $A1&( pada zidovudin mengalami fosforilasi. 0ugus A1& 6@- mono fosfat akan bergabung pada u+ung 4@ rantai -"A virus dan menghambat reaksi reverse trans#riptase. !. %esistensi / %esistensi terhadap zidovudin disebabkan oleh mutasi pada enzim reverse trans#riptase. &erdapat laporan resisitensi silang dengan analog nukleosida lainnya. 4. 3pektrum aktivitas / H'V$1G!( 5. 'ndikasi / infeksi H'V, dalam kombinasi dengan anti H'V lainnya$seperti lamivudin dan abakafir( 6. =armakokinetik / obat mudah diabsorpsi setelah pemasukan oral dan +ika diminum bersama makanan, kadar pun#ak lebih lambat, tetapi +umlah total obat yang diabsorpsi tidak terpengaruh. )enetrasi mele2ati sa2ar otak darah sangat baik dan obat mempunyai 2aktu paruh 1+am. 3ebagian besar A1& mengalami glukuronidasi dalam hati dan kemudian dikeluarkan dalam urine. >. -osis / 1idovudin tersedia dalam bentuk kapsul 188 mg, tablet 488 mg dan sirup 6 mg <6ml disi peroral >88 mg < hari E. Efek samping / anemia, neotropenia, sakit kepala, mual. B. -idanosin 1. .ekanisme ker+a / *bat ini beker+a pada H'V %& dengan #ara menghentikan pembentukan rantai -"A virus.

!. %esistensi / %esistensi terhadap didanosin disebabkan oleh mutasi pada reverse trans#riptase. 4. 3pektrum aktivitas / H'V $1 G !( 5. 'ndikasi / 'nfeksi H'V, terutama infeksi H'V tingkat lan+ut, dalam kombinasi anti H'V lainnya. 6. =armakokinetik / Karena sifat asamnya, didanosin diberikan sebagai tablet kunyah, buffer atau dalam larutan buffer. Absorpsi #ukup baik +ika diminum dalam keadaan puasa? makanan menyebabkan absorpsi kurang. *bat masuk system saraf pusat tetapi kurang dari A1&. 3ekitar 66: obat diekskresi dalam urin. >. -osis / tablet G kapsul salut enteri# peroral 588 mg < hari dalam dosis tunngal atau terbagi. E. Efek samping / diare, pan#reatitis, neuripati perifer. . 1alsitabin 1. .ekanisme ker+a / *bat ini beker+a pada H'V %& dengan #ara menghentikan pembentukan rantai -"A virus. !. %esistensi / %esistensi terhadap zalsitabin disebakan oleh mutasi pada reverse trans#riptase. -ilaporkan ada resisitensi silang dengan lamivudin. 4. 3pektrum aktivitas / H'V $1 G !( 5. 'ndikasi / 'nfeksi H'V, terutama pada pasien H'V de2asa tingkat lan+ut yang tidak responsive terhadap zidovudin dalam kombinasi dengan anti H'V lainnya $bukan zidanudin(. 6. =armakokinetik / 1alsitabin mudah diabsorpsi oral, tetapi makanan atau .AC*7 & akan

menghambat absorpsi didistribusi obat ke seluruh tubuh tetapi penetrasi ke ssp lebih rendah dari yang diperoleh dari A1&. 3ebagai obat dimetabolisme men+adi -'&E*K3';%'-'" yang inaktif. ;rin adalah +alan ekskresi utama meskipun eliminasi pekal bersama metabolitnya. >. -osis / -iberikan peroral !,!6 mg < hari$1 tablet 8,E6 mg tiap I +am(

E.Efek samping / "europati perifer, stomatitis, ruam dan pan#reatitis. -. 3tavudin 1. .ekanisme ker+a / *bat ini beker+a pada H'V %& dengan #ara menghentikan pembentukkan rantai -"A virus. !. %esistensi / -isebabkan oleh mutasi pada %& kodon E6 dan kodon 68. 4. 3pektrum aktivitas / H'V tipe 1 dan ! 5.'ndikasi / 'nfeksi H'V terutama H'V tingkat lan+ut, dikombinasikan dengan antiH'V lainnya. 6. =armakokinetik / 3tavudin adalah analog timidin dengan ikatan rangkap antara karbon !@ dan 4@ dari gula.3tavudin harus diubah oleh kinase intraselular men+adi triposfat yang menghambat trans#riptase reverse dan menghentikan rantai -"A. >. -osis / )er oral I8 mg<hari $1 kapsul 58 mg, setiap 1! +am(. E. Efek samping / "europati periver, sakit kepala, mual, ruam. E. Camivudin 1. .ekanisme ker+a / *bat ini beker+a pada H'V %& dan HBV %& dengan #ara menghentikan pembentukan rantai -"A virus. !. %esistensi / -isebabkan pada %& kodon 1I5. &erdapat laporan adanya resistensi silang dengan didanosin dan zalsitabin. 4. 3pektrum aktivitas / H'V $ tipe 1 dan ! ( dan HBV. 5. 'ndikasi / 'nfeksi H'V dan HBV, untuk infeksi H'V, dalam kombinasi dengan anti H'V lainnya $seperti zidovudin,abakavir(. 6. =armakokinetik / Ketersediaan hayati lamivudin per oral #ukup baik dan bergantung pada ekskresi gin+al.

>. -osis / )er oral 488 mg< hari $ 1 tablet 168 mg, !9 sehari atau 1 tablet 488 mg 19 sehari (. ;ntuk terapi H'V lamivudin, dapat dikombinasikan dengan zidovudin atau abakavir. E.Efek samping / 3akit kepala dan mual. =. Emtrisitabin 1. .ekanisme ker+a / .erupakan derivate 6-fluorinatedlamivudin. *bat ini diubah kebentuk triposfat oleh ensim selular. .ekanisme ker+a selan+utnya sama dengan lamivudin. !. %esistensi / %esistensi silang antara lamivudin dan emtrisitabin. 4. 'ndikasi / 'nfeksi H'V dan HBV. 5. -osis / )er oral 19 sehari !88 mg kapsul. 6.Efek samping / "yeri abdomen, diare, sakit kepala, mual dan ruam . 0. Abakavir 1. .ekanisme ker+a / beker+a pada H'V %& dengan #ara menghentikan pembentukan rantai -"A virus !. %esistensi / -isebabkan oleh mutasi pada %& kodon 1I5,>6,E5 dan 116. 4. 3pektrum aktivitas / H'V $ tipe 1 dan ! (. 5. 'ndikasi / 'nfeksi H'V. >. -osis / )er oral >88mg < hari $ ! tablet 488 mg (. E. Efek samping / .ual ,muntah, diare,reaksi hipersensitif $ demam,malaise,ruam(, ganguan gastro intestinal.

2.NUCLEOTIDE REVERSE TRANSCRIPTASE INHIBITOR ( NtRTI ) &enofovir disoproksil fumarat merupakan nukleutida reverse trans#riptase inhibitor pertama yang ada untuk terapi infeksi H'V-1. *bat ini digunakan dalam kombinasi dengan obat anti retrovirus lainnya. &idak seperti "%&' yang harus melalui tiga tahap fosforilase intraselular untuk men+adi bentuk aktif, "t%&i hanya membutuhkan dua tahap fosforilase sa+a. -iharapkan berkurangnya satu tahap fosforilase obat dapat beker+a lebih #epat dan konversinya men+adi bentuk aktif lebih sempurna. &enofovir -isoproksil 1. .ekanisme ker+a / Beker+a pada H'V %& $ dan HBV %& ( dengan #ara menghentikan pembentukan rantai -"A virus. !. %esistensi / -isebabkan oleh mutasi pada %& kodon >6. 4. 3pektrum aktivitas / H'V $ tipe 1 dan ! (, serta berbagai retrovirus lainnya dan HBV. 5.'ndikasi / 'nfeksi H'V dalam kombinasi dengan evafirens, tidak boleh dikombinasi dengan lamifudin dan abakafir. 6. -osis / )er oral sehari 488 mg tablet. >.Efek samping / .ual, muntah, =latulens, dan diare. 3. NON- NUCLEOSIDE REVERSE TRANSCRIPTASE INHIBITOR (NNRTI) .erupakan kelas obat yang menghambat aktivitas enzim revers trans#riptase dengan #ara berikatan ditempat yang dekat dengan tempat aktif enzim dan menginduksi perubahan konformasi pada situs akif ini. 3emuasenya2a ""%&' dimetabolisme oleh sitokrom )568 sehingga #endrung untuk berinteraksi dengan obat lain. A. "evirapin 1. .ekanisme ker+a / Beker+a pada situs alosterik tempat ikatan non subtra#t H'V-1 %&.

!. %esistensi / -isebabkan oleh mutasi pada %&. 4. 3pektrum aktivitas / H'V $ tipe 1 (. 5. 'ndikasi / 'nfeksi H'V-1 dalam kombinasi dengan anti-H'V,lainnya terutama "%&'. 6. -osis / )er oral !88mg <hari selama 15 hari pertama $ satu tablet !88mg per hari (, kemudian 588mg < hari $ ! 9 !88 mg tablet (. >. Efek samping / %uam, demam, fatigue, sakit kepala, somnolens dan peningkatan enzim hati. B. -elavirdin 1. .ekanisme ker+a / 3ama dengan devirapin. !. %esistensi / -isebabkan oleh mutasi pada %&. &idak ada resistensi silang dengan nefirapin dan efavirens. 4. 3pektrum aktivitas / H'V tipe 1. 5. 'ndikasi / 'nfeksi H'V-1, dikombinasi dengan anti H'V lainnya terutama "%&'. 6. -osis / )er oral 1!88mg < hari $ ! tablet !88mg 4 9 sehari ( dan tersedia dalam bentuk tablet 188mg. >. Efek samping / %uam, penningkatan tes fungsi hati, menyebabkan neutropenia. .Efavirenz 1. .ekanisme ker+a / 3ama dengan neviravin !. %esistensi / -isebabkan oleh mutasi pada %& kodon 188,1ED,1I1. 4. 3pektrum aktivitas / H'V 1

5. 'ndikasi / 'nfeksi H'V- 1, dalam kombinasi dengan antiH'V lainnya terutama "%&' dan "t%&'. 6. -osis / )eroral >88mg<hari $17sehari tablet >88mg(, sebaiknya sebelum tidur untuk mengurangi efek samping 33) nya. >.Efek samping / 3akit kepala, pusing, mimpi buruk, sulit berkonsentrasi dan ruam . 4.PROTEASE INHIBITOR ( PI ) 3emua )' beker+a dengan #ara berikatan se#ara reversible dengan situs aktif H'V L protease.H'V-protease sangat penting untuk infektivitas virus dan penglepasan poliprotein virus. Hal ini menyebabkan terhambatnya penglepasan polipeptida prekusor virus oleh enzim protease sehingga dapat menghambat maturasi virus, maka sel akan menghasilkan partikel virus yang imatur dan tidak virulen. A. 3akuinavir 1. .ekanisme ker+a / 3akuinavir beker+a pada tahap transisi merupakan H'V protease peptidomimeti# inhibitor. !. %esistensi /&erhadap sakuinavir disebabkan oleh mutasi pada enzim protease ter+adi resistensi silang dengan )' lainnya. 4. 3pektrum aktivitas / H'V $1 G !( 5. 'ndikasi / 'nfeksi H'V, dalam kombinasi dengan anti H'V lain $ "%&' dan beberapa )' seperti ritonavir(. 6. -osis / )er oral 4>88mg < hari $> kapsul !88mg soft kapsul 4 7 sehari ( atau 1I88mg < hari $4 hard gel #apsule 4 7 sehari(, diberikan bersama dengan makanan atau sampai dengan ! +am setelah makan lengkap. >.Efek samping diare, mual, nyeri abdomen.

B. %itonavir 1. .ekanisme ker+a / 3ama dengan sakuinavir. !. %esistensi / &erhadap ritonavir disebabkan oleh mutasi a2al pada protease kodon I!. 4. 3pektrum aktivitas / H'V $1 G ! ( 5. 'ndikasi /'nfeksi H'V, dalam kombinasi dengan anti H'V lainnya $"%&' dan )' seperti sakuinavir (. 6. -osis / )er oral 1!88mg < hari $> kapsul 188mg, ! 7 sehari bersama dengan makanan ( >.Efek samping / .ual, muntah , diare. . 'ndinavir 1. .ekanisme ker+a /3ama dengan sakuinavir. !. 3pektrum aktivitas / H'V $1 G ! ( 4. 'ndikasi / 'nfeksi H'V, dalam kombinasi dengan anti H'V lainya seperti "%&'. 5. -osis / )eroral !588mg < hari $! kapsul 588mg setiap I+am, dimakan dalam keadaan perut kosong, ditambah dengan hidrasi$sedikitnya 1.6C air < hari(. *bat ini tersedia dalam kapsul 188,!88, 444,dan 588mg. 6. Efek samping / .ual, hiperbilirubinemia, batu gin+al. -. "elfinavir 1. .ekanisme ker+a / 3ama dengan sakuinavir. !. %esistensi / &erhadap nelfinavir disebabkan terutama oleh mutasi. 4. 3pektrum aktivitas / H'V $1 G ! (

5. 'ndikasi / 'nfeksi H'V, dalam kombinasi dengan anti H'V lainya seperti "%&'. 6. -osis / )er oral !!68 mg < hari $4 tablet !68mg 4 7 sehari( atau !688mg < hari $6 tablet !68mg ! 7 sehari (bersama dengan makanan. >. Efek samping / -iare, mual, muntah. E. Amprenavir 1. .ekanisme ker+a / 3ama dengan sakuinavir. !. %esistensi / &erhadap amprenavir terutama disebabkan oleh mutasi pada protease kodon 68. 4. 3pektrum aktivitas / H'V $1 G ! ( 5. 'ndikasi / 'nfeksi H'V, dalam kombinasi dengan anti H'V lainnya seperti "%&'. 6.-osis / )er oral !588mg< hari $Ikapsul 168 mg ! 7 sehari, diberikan bersama atau tanpa makanan, tapi tidak boleh bersama dengan makanan. >. Efek samping / .ual, diare, ruam, parestesia per oral < oral. =. Copinavir 1. .ekanisme ker+a / 3ama dengan sakuanavir. !. %esistensi / .utasi yang menyebabkan resistensi terhdap lopinavir belum diketahui hingga saat ini. 4. 3pektrum aktivitas / H'V $tipe 1dan !( 5. 'ndikasi / 'nfeksi H'V dalam kombinasi dengan anti H'V lainnya seperti "%&'. 6. -osis / )er oral 1888mg < hari$4kapsul 1>>.>mg ! 7 sehari, setiap kapsul mengandung 144.4mg lopinavir N 44.4mg ritonavir(, diberikan bersamaan dengan makanan.

>. Efek samping / .ual, muntah, peningkatan kadar koleterol dan trigliserida,peningkatan y-0&. 0. Atazanavir 1. .ekanisme Ker+a / 3ama dengan sakuinavir. !. 3pe#trum Aktivitas / H'V tipe 1 dan !. 4. 'ndikasi / 'nfeksi H'V, dalam kombinasi dengan H'V lainnya seperti "%&'. 5. -osis / )er oral 588 mg per hari $sekali sehari ! kapsul !88 mg(, diberikan bersama dengan makanan. 6. Efek samping / Hiperbilirubinemia, mual, perubahan EK0 atau +arang. .VIRAL ENTR! INHIBITOR Enfuvirtid merupakan obat pertama yang masuk ke dalam golongan V'%AC E"&%A '"H'B'&*%. *bat ini bekar+a dengan #ara menghambat fusi virus ke sel. 3elain enfuvitid ? bisiklam saat ini sedang berada dalam study klinis. *bat ini bekerr+a dengan #ara menghambat masukan H'V ke sel melalui reseptor 7 %5. Enfurtid 1..ekanisme ker+a / .enghambat masuknya H'V-1 ke dalam sel dengan #ara menghanbat fusi virus ke membrane sel. !. %esistensi / )erubahan genotif pada gp51 asam amino 4>-56 menyebabkan resistensi terhadap enfuvirtid, tidak ada resistensi silang dengan anti H'V golongan lain. 4.'ndikasi /&erapi infeksi H'V-1 dalam kombinasi dengan antiH'V-lainnya. 5.-osis / Enfurtid D8 mg $1ml( ! kali ssehari diin+eksikan subkutan dengan lengan atas bagian paha enterior atau abdomen. 6.Efek samping / Adanya reaksi lo#al seperti nyeri, eritema, proritus, iritasi dan nodul atau kista.

)E"00;"AA" *BA& A"&'V'%;3 &u+uan utama terapi antivirus pada pasien imonnukompeten adalah menurunkan tingkat keparahan pennyakit dan komplikasinya, serta menurunkan ke#epatan transmisi virus, sedangkan paa pasien dengan infeksi virus kronik, tu+uan terapinya adalah men#egah kerusakan oleh virus orga vis#eral, terutama hati, paru, saluran #erna dan 33). Antivirus dapat di gunakn untuk prapilaksis, supresi $untuk men+aga agar replikasi virus berada di ba2ah ke#apatan yang dapat menyebabkan kerusakan +aringan pada pasien terinfeksi yang asimtomatik(. Beberapa Hal yang perlu dipertimbangkan dalam penggunaan obat terapi antivirus / 1. Camanya terapi !. )eemberian terapi tunggal atau kombinasi 4. 'nteraksi obat 5. Kemungkinan ter+adinya resistensi H'V-A'-3 &erapi H'V-A'-3 dilakukan dengan #ara mengkombinasikan beberapa obat untuk mengurangi viral loat atau $+umlah virus dalam darah(. Agar men+adi sangat rendah atau diba2ah tingkat yang terdeteksi untuk +angka 2aktu yang lama. 3e#ara teoritis terapi kombinasi untuk H'V lebih baik dari pada mono terapi karena / - .enghidari atau menunda resistensi obat atau meluasnya #akupan terhadap virus dan memperlama efek - )eningkatan efikasi karena adanya efek adiktif atau sinergis. - )eningkatan target reserpoir +aringan atau sellular$#ontoh / limposit, makrofak( virus. - 0angguan pada lebih dari satu fase hidup virus - )enurunan to9isitas karena dosis yang digunakan lebih rendah. Balaupun obat retro-virus sudah menn+adi kun#i penatalaksanaan H'V-A'-3 , ada beberapa keterbataasan, yaitu / 1. Anti-retrovirus tidak mampu sepenuhnya memberantas virus.

!. Jenis H'V yang resisten sering mun#ul, terutama +ika keputusan pasien pada terapi tidak hamper sempurna. 4. )enularan H'V melalui perilaku yang beresiko dapat terus ter+adi 2alaupun viral load tidak terdeteksi. 5. Efeksamping +angka pendek akibat pengobatan sering ter+adi mual ringan termasuk anemia, neutropenia, mual, sakit kepala sampai yang berat missal hepatitis akut. DAFTAR PUSTAKA 1. =armakologi dan terapi ed.6 =K;' !88E +akarta. !. -rs.&an Hoan &+ay dan -rs. Kirana %ahard+a. !88E. *bat-obat )enting ed. > depkes %'. Jakarta. 4. .ary J. .y#ek, )h.-. dkk. 1DD6. Ed. !. =armakologi ;lasan bergambar. Jakarta.

OBAT KOMRESS )rinsip obat topikal se#ara umum terdiri atas ! bagian/ 1. Bahan dasar $vehikulum( !. Bahan aktif

BAHA" -A3A% $VEH'K;C;. )ada umumnya sebagai pegangan ialah pada keadaan dermatosis yang membasah dipakai bahan dasar yang #air<basah, misalnya kompres, dan pada keadaan kering dipakai bahan dasar kering<padat misalnya salap. Bahan dasar se#ara sederhana dibagi men+adi/ a. airan airan terdiri atas / 3olusio/ larutan dalam air 3olusio dibagi men+adi kompres? rendam $bath(, misalnya rendam kaki<tangan? dan mandi $full bath(. -ikenal ! ma#am #ara kompres, yaitu/ Kompres terbuka

-asar/ )enguapan #airan kompres disusul absorpsi eksudat atau pus 'ndikasi/ - dermatitis madidans - infeksi kulit dengan eritema yang men#olok, misalnya erispelas. - ulkus kotor yang mengandung pus dan krusta Efek pada kulit/ - kulit yang semula eksudatif men+adi kering - permukaan kering men+adi dingin - vasokonstriksi

- eritema berkurang ara/ Kain kasa yang bersifat absorben dan non-iritasi serta tidak terlalu tebal di#elupkan ke dalam #airan kompres, diperas, lalu dibalutkan dan didiamkan, biasanya sehari dua kali selama 4 +am. -aerah yang dikompres luasnya 1<4 bagian tubuh agar tidak ter+adi pendinginan. Kompres tertutup $kompres impermeabel( -asar/ vasodilatasi $bukan penguapan( 'ndikasi/ kelainan yang dalam, misalnya limfogranuloma venerium. ara/ digunakan pembalut tebal dan ditutup dengan bahan impermeabel, misalnya selofan atau plasti#. &ingtura/ larutan dalam alkohol

)rinsip pengobatan #airan/ membersihkan kulit yang sakit dari debris $pus, krusta, dan sebagainya( dan sisa-sisa obat topikal yang pernah dipakai. )engobatan #airan berguna +uga untuk menghilangkan ge+ala, misalnya rasa gatal, rasa terbakar, parestesi oleh berma#am-ma#am dermatosis. Hasil akhir pengobatan adalah keadaan yang membasah men+adi kering, permukaan men+adi bersih sehingga mikroorganisme tidak dapat tumbuh dan mulai proses epitelisasi. b. Bedak Bahan dasarnya adalah talkum venetum. Biasanya bedak di#ampur dengan seng oksida, sebab zat ini bersifat mengabsorpsi air dan sebum, astringen, antiseptik lemah dan antipruritus lemah. Bedak yang dioleskan di atas kulit membuat lapisan tipis di kulit yang tidak melekat erat sehingga penetrasinya sedikit sekali. Efek/ - mendinginkan - antiinflamasi ringan karena ada sedikit efek vasokonstriksi - antipruritus lemah - mengurangi pergeseran pada kulit yang berlipat $intertrigo( - proteksi mekanis

'ndikasi/ -ermatosis yang kering dan superfisial .empertahankan vesikel<bula agar tidak pe#ah , misalnya pada varisela dan herpes zooster Kontraindikasi/ -ermatitis yang basah, terutama bila disertai dengan infeksi sekunder. #. 3alap 3alap merupakan bahan berlemak atau seperti lemak, yang pada suhu kamar berkonsistensi seperti mentega. Bahan dasar biasanya vaselin, dapat pula lanolin atau minyak. 'ndikasi/ -ermatosis yang kering dan kronik -ermatosis yang dalam dan kronik, karena daya penetrasi salap paling kuat +ika dibandingkan dengan bahan dasar lainnya. -ermatosis yang bersisik dan berrkrusta.

Kontraindikasi/ -ermatitis madidans Bedak ko#ok terdiri atas #ampuran air dan bedak, biasanya ditambah dengan gliserin sebagai bahan perekat. 'ndikasi/ -ermatosis yang kering, superfisial, dan agak luas, yang diinginkan adalah sedikit penetrasi )ada keadaan subakut

d. Bedak ko#ok

Kontraindikasi/

-ermatitis madidans -aerah badan yang berambut Krim adalah #ampuran air $2ater(, minyak $oil(, dan emulgator.

d. Krim

Krim ada ! +enis/ Krim B<*/ fase dalam adalah air, sedangkan fase luar adalah minyak Krim *<B/ fase dalam adalah minyak, sedangkan fase luar adalah air

3elain emulgator, ditambahkan +uga bahan penga2et, misalnya paraben dan +uga di#ampur parfum. 'ndikasi/ 'ndikasi kosmetik -ermatosis yang subakut dan luas, yang dikehendaki ialah penetrasi yang lebih besar daripada bedak ko#ok. Krim boleh digunakan di daerah yang berambut.

Kontraindikasi/ e. )asta .erupakan #ampuran homogen bedak dan vaselin. )asta bersifat protektif dan mengeringkan. 'ndikasi/ penggunaan pasta ialah dermatosis yang agak basah Kontraindikasi/ dermatosis yang eksudatif dan daerah yang berambut. ;ntuk daerah genital eksterna dan lipatan-lipatan badan, pasta tidak dian+urkan karena terlalu melekat. f. Cinimen Cinimen atau pasta pendingin merupakan #ampuran #airan, bedak, dan salap. 'ndikasi/ dermatosis yang subakut -ermatitis madidans

Kontraindikasi/ dermatosis madidans.

g. 0el 0el ialah sediaan hidrokoloid atau hidrofilik berupa suspensi yang dibuat dari senya2a organik. 1at untuk membuat gel di antaranya ialah karbomer, metilselulosa, dan tragakan. 0el akan segera men#air +ika berkontak dengan kulit dan membentuk satu lapisan.