Anda di halaman 1dari 8

KEBAHAGIAAN DAN MANUSIA INDONESIA

KELOMPOK IX

03008107 03008108 0300810% 03008110 03008111 030081103008113 03008110

Gabriel Geral a P!"ri Gerar M&A Gi$'ann$ (&M Gi"a M!"iara )& Hana Hana A.alia Hani A.alia

03008115 0300811# 03008117 03008118 0300811% 030081-0 03008305 0300830#

Hasnan Habib Hen ian"$ Hen ra S!san"$ Hen ri An"$ni!s Henn* +i,a*a Herliana +i *an"ari S$/i! in bin N$r in S!bbi1a1

2a3ar"a 3 N$'e.ber -008

PENDAHULUAN
Ada sebuah fenomena yang sangat menarik: pada awal bulan Mei tahun 2007 beberapa media penting di Barat membahas nilai kebahagiaan. Anehnya media kita di !ndonesia sama sekali tidak tergelitik untuk ikut membahasnya. Apakah kebahagiaan masih penting bagi manusia !ndonesia" Apakah kita pun sebenarnya sedang men#arinya sebagaimana orang$orang di Barat dan belahan dunia lainnya" %angan$&angan kita tidak memahami makna kebahagiaan. Atau barangkali kita memang belum membutuhkannya. Mungkin yang kita ke&ar masih sebatas kenyamanan: Mungkin kenyamanan itu kita anggap sudah #ukup untuk membahagiakan. Barangkali kenyamanan itu kita anggap kebahagiaan. 'amun kebahagiaan seperti apa yang sebenarnya di#ari oleh manusia !ndonesia" (ukses duniawi ataukah sukses surgawi" )ooling BB* dan 'ewsweek pada awal 2007 menun&ukan bahwa yang membuat bahagia +manusia barat, adalah: -elasi atau hubungan keluarga dan persahabatan adalah .A/01- 20AMA yang membahagiakan /esehatan merupakan .A/01- /342A yang membahagiakan .A/01- /30!5A dan yang terakhir adalah ketenangan batin dan kepuasan.

0erlambat setahun penuh akhirnya salah satu media lokal menurunkan berita tentang apa sa&a yang membuat manusia !ndonesia bahagia yaitu 0uhan dan uang. /oran itu pun menyamakan 0uhan dengan agama. %adi berdoa dan men#ari uang ialah kebahagiaan manusia !ndonesia+6,.

PEMBAHASAN

0uhan dan uang keduanya itulah yang membahagiakan manusia !ndonesia. Berdoa dan men#ari uang ruh dan kebendaan. Bila menggunakan bahasa 3instein energi dan materi. 'amun pertanyaan di balik itu semua adalah: Apa urusan kita dengan 0uhan sehingga !a dapat membahagiakan kita" Apa dari 0uhan yang membahagiakan kita" Atau 0uhan yang bagaimana yang membahagiakan manusia" Menurut pendapat kelompok kami, yang membahagiakan dari Tuhan antara lain: *inta dan kasih$'ya Anugerah$'ya 0uhan yang Maha Memberi Maha Mendengar Maha Memaafkan.

0uhan selalu mengasihi kita semua: baik maupun &ahat kaya maupun miskin. /asih$'ya tak membeda$bedakan. !a men#iptakan matahari untuk menerangi kita tidak hanya untuk orang baik tetapi untuk semuanya tanpa membeda$bedakan. /asih$'ya tak terbatas. 0uhan selalu memberikan anugerah$'ya kepada kita. (audara masih bisa memba#a makalah ini adalah karena Anugerah 0uhan. /ita akan merasa bahagia bila mendapat berkat karunia dan keselamatannya. !a memberi kepada kita segala yang kita butuhkan mendengar segala ma#am keluhan kita memenuhi segala ma#am keinginan kita menyelesaikan segala ma#am perkara kita dan memaafkan segala perbuatan kita yang bersalah kepada$'ya.

Banyak yang menganggap bahwa sukses duniawi membahagiakan. Namun, apakah benar sukses duniawi benar-benar membahagiakan kita? (ukses duniawi hanya bersifat sementara tidak kekal hilang &ika kita telah meninggal. (ukses duniawi biasanya hanya membahagiakan orang$orang tertentu sa&a. 4an kebahagiaannya itu belum tentu men&adi kebahagiaan untuk orang lain bahkan dapat men&adi penderitaan bagi banyak orang. 1leh karena itu banyak yang menganggap sukses surgawi$lah yang paling membahagiakan karena bersifat kekal dan uni7ersal. 0idak perlu men&adi orang kaya untuk dapat meraih sukses surgawi. (emua orang bisa mendapatkan kebahagiaan surgawi namun itu semua tergantung dari amal dan perbuatan kita di dunia. (ukses duniawi sering kali meninggalkan &e&ak kesengsaraan untuk orang lain. Bagaimana alam dieksploitasi atas nama bisnis seluas$luasnya sehingga menimbulkan polusi kerusakan

lingkungan. Atau bagaimana melakukan pen&ualan dengan segala #ara kalau perlu perang pemasaran agar barang laku ter&ual dan tak peduli apakah konsumen diuntungkan atau dirugikan. Atau sebaliknya ketika hanya menge&ar sukses surgawi dengan #ara meninggalkan kehidupan duniawi mempunyai sikap tidak terbelenggu oleh hidup kebendaan. )adahal mungkin memiliki keahlian yang sangat berguna buat orang banyak tapi sikap ini bisa sa&a dipakai alasan pembenaran untuk tidak berker&a. (ehingga kemampuan yang diberikan 0uhan padanya men&adi muba8ir. 1leh karena itu dalam menge&ar sukses duniawi seharusnya dibarengi dengan sukses surgawi dan dalam menge&ar sukses surgawi seharusnya tidak meninggalkan kehidupan duniawi.

Selain itu, manusia juga sering mengartikan bahwa kenyamanan itu sama dengan kebahagiaan. )adahal dalam kenyataanya terdapat perbedaan mendasar diantara keduanya. Keba1a4iaan: kesenangan dan ketenteraman hidup +lahir batin,9 keberuntungan9 kemu&uran yg bersifat lahir batin: kehadiran bayi itu mendatangkan - dl rumah tangganya saling pengertian antara suami dan istri akan membawa - dl rumah tangganya +2, 3en*a.anan: keadaan nyaman9 kesegaran9 kese&ukan+2, 4ari 2 pernyataan diatas terlihat perbedaan yang tampak &elas berdasarkan #ara merasakannya. /ebahagiaan lebih dirasakan oleh lahir dan batin sedangkan kenyamanan lebih dirasakan oleh fisik atau persepsi kita yang dipengaruhi oleh suasana hati dan pikiran kita. /ebahagiaan merupakan kepuasan yang dirasakan oleh baik &asmani maupun rohani

'amun terlepas dari hal itu semua terdapat beberapa tokoh-tokoh ternama baik yang terdahulu maupun yang masa kini yang mempunyai opini masing-masing mengenai de!inisi kebahagiaan. (ebagai #ontohnya adalah 0en8in 5yatso +4alai :ama, Aristoteles Budha (opho#les dan Mario 0eguh +!ndonesia,. 6. 5en6in G*a"s$ peraih nobel perdamaian pemimpin spiritual Buddhis yang lebih dikenal

dengan nama 4alai :ama mengatakan bahwa kebahagiaan lebih merupakan hasil dari sikap +attitude, dibandingkan faktor eksternal. ;al ini mengingatkan penulis pada pernyataan (hakespeare <there is nothing good or bad but thinking make it so=. 0idak ada muatan baik atau buruk senang atau sedih pada ke&adian tertentu. 'amun sikap manusialah yang memberikan muatan$muatan penilaian itu. /etika seseorang memper#ayai bahwa faktor eksternal adalah penentu kebahagiaannya maka ia telah melalaikan suatu kenyataan penting dan mendasar bahwa

diri sendirilah yang sebenarnya bertanggung &awab atas semua pemikiran perasaan dan tindakan yang dilakukan bukan orang lain ataupun hal lain.+>, 2. Aris"$"eles mangatakan /ebahagiaan dimilik orang yang berpuas diri. /epuasan yang

dimaksud adalah kepuasan yang datang dari ker&a keras dari pikiran yang &ernih dan dari penerimaan terhadap apa yang kita peroleh sebagai hasil dari &erih payah kita.+6, >. B! 1a mengatakan /ebahagiaan datang ketika perbuatan dan u#apanmu membawa

berkah bagimu dan orang lain. Maksudnya adalah kebahagiaan harus berawal dari diri kita sendiri. /alau diri kita tidak bahagia kita tidak dapat membahagiakan orang lain.+6, ?. Helen Keller menagatkan kebahagiaan tidak datang dari luar diri. !a berasal dari dalam

diri. Maksudnya adalah kebahagiaan tidak dapat diperoleh dari benda$benda di luar diri. /ebahagiaan merupakan keadaan didalam diri keadaan batiniah dan keadaan &iwa. %adi ingin bahagia atau tidak itu tergantung pada diri kita sendiri.+6, @. 7$l"aire menagatakan kebahagiaan adalah sesuatu yang di&a&akan oleh Alam kepada

kita. Maksudnya adalah Alam menawarkan kebahagiaan kepada kita tergantung kita sendiri memilih kebahagiaan atau keben#ian9 memilih kedamaian atau kegelisahan.+6,

KESIMPULAN
)ada hakikatnya manusia akan terus men#ari kebahagiaan dalam hidupnya. Bahagia dan derita adalah pilihan bebas kita. )ilihlah bahagia dan singkirkan penghalangnya maka hidup Anda akan men&adi sebuah perayaan dan diri Anda pun akan men&adi berkah bagi dunia. /arena bahagia sesungguhnya merupakan *inta dan kasih$'ya Anugerah$'ya serta 0uhan yang Maha Memberi Maha Mendengar Maha Memaafkan. 0uhan selalu mengasihi kita semua dan tidak pernah membeda$bedakan umatnya.

DA)5A( PUS5AKA

6. /rishna Anand. 200A. Be "appy. %akarta: 5ramedia )ustaka 2. http:##pusatbahasa.diknas.go.id#kbbi#inde$.php


>. http:##iamlora.blogspot.%om#&''(#')#perjalanan-menuju-kebahagiaan.html