Anda di halaman 1dari 24

Laporan Kasus

STROKE HEMORAGIK

Oleh Fiqih Fakhriana K I1A008028

Pembimbing Dr. Oscar Nurhadi, Sp. S

BAGIAN/SMF ILMU PENYAKIT SARAF FK UNLAM-RSUD PENDIDIKAN ULIN BANJARMASIN Juni, 2012

STATUS PENDERITA
I. DATA PRIBADI Nama Jenis Kelamin Umur Bangsa Suku Agama Pendidikan Pekerjaan Status Alamat MRS II. ANAMNESIS Heteroanamnesis dengan istri pasien tanggal 22 Juni 2012 Keluhan Utama : Penurunan Kesadaran Keluhan yang Berhubungan dengan Keluhan Utama : Kelemahan pada ekstemitas kanan dan tidak bisa bicara. Perjalanan Penyakit : Sejak 3 hari sebelum masuk rumah sakit pasien mengeluhkan sakit kepala yang sangat sakit sekali, selain itu pasien juga mengeluhkan mual-mual dan muntah. Pasien juga mengeluhkan sesak dalam bernafas. Pasien tidak bisa bicara dan secara bersamaan kaki dan tangan kanan pasien tidak bisa digerakkan. Setelah itu pasien tidak sadarkan diri. Kejang (-), Demam (-), Trauma Kepala (-). Kemudian oleh keluarga pasien dibawa ke Rumah Sakit di Pleihari lalu dirujuk ke RS Ulin : Tn. MD : Laki-laki : 65 tahun : Indonesia : Banjar : Islam : SMA : Tidak bekerja : Kawin : Datuk Salingsing no. 7 RW.2 Desa Bati-Bati : 22 Juni 2012

Banjarmasin.

Riwayat Penyakit Dahulu : Penderita memiliki riwayat hipertensi dengan dengan pengobatan yang teratur. Pasien belum pernah mengalami sakit seperti ini. Tidak ada riwayat kencing manis, dan epilepsi. Intoksikasi : Tidak ditemukan riwayat keracunan obat, zat kimia, makanan dan minuman. Riwayat Penyakit Keluarga : Adanya riwayat penyakit hipertensi pada orang tua pasien dan tidak adanya kencing manis pada keluarga penderita. Keadaan Psikososial : Penderita tinggal berdua bersama istri. Penderita tidak merokok.

III. STATUS INTERNE SINGKAT Keadaan Umum : Tensi Nadi Respirasi Suhu Kepala/Leher : - Mata - Mulut - Leher Thoraks - Pulmo : Bentuk dan pergerakan simetris, suara napas vesikuler, wheezing dan ronki tidak ada. - Cor : BJ I/II tunggal, tidak ada bising. : Konjungtiva tidak anemis, sclera tidak ikterik : Mukosa bibir basah : JVP tidak meningkat, KGB tidak membesar : 190/110 mmHg : 120 kali /menit : 36 kali/menit : 38,2 oC

Abdomen

: Tampak datar, hepar dan lien tidak teraba, perkusi timpani, bising usus normal

Ekstremitas

: Atrofi (-), edema(-), parase (+)

IV. STATUS PSIKIATRI SINGKAT Emosi dan Afek Proses Berfikir Kecerdasan Penyerapan Kemauan Psikomotor : sde : sde : sde : sde : sde : sde

V.

NEUROLOGIS A. Kesan Umum: Kesadaran : GCS 3-1-5 : (sde)

Pembicaraan : Disartri

Monoton : (sde) Scanning : (sde) Afasia : Motorik Sensorik Anomik Kepala: Besar Asimetri : Normal : (-) : (+) : (+) : (+)

Sikap paksa : (-) Tortikolis Muka: Mask/topeng Miophatik Fullmoon : (-) : (-) : (-) : (-)

B. Pemeriksaan Khusus 1. Rangsangan Selaput Otak Kaku Tengkuk Kernig Laseque Bruzinski I Bruzinski II : (-) : (-)/(-) : (-)/(-) : (-) : (-)/(-)

2. Saraf Otak Kanan N. Olfaktorius Hyposmia Parosmia Halusinasi N. Optikus Visus Yojana Penglihatan Funduskopi (sde) (sde) (sde) Kanan sde sde tdl (sde) (sde) (sde) Kiri sde sde tdl Kiri

N. Occulomotorius, N. Trochlearis, N. Abducens Kanan Kedudukan bola mata Pergerakan bola mata ke Nasal : tdl tdl tdl tdl tdl tdl tdl tdl tdl tdl tengah Kiri tengah

Temporal : Atas Bawah : :

Temporal bawah : Eksopthalmus :

Celah mata (Ptosis) : Pupil

Bentuk Lebar Perbedaan lebar Reaksi cahaya langsung Reaksi cahaya konsensuil Reaksi akomodasi Reaksi konvergensi

bulat 2mm isokor (+) (-) sde sde

bulat 2mm isokor (+) (-) sde sde

N. Trigeminus Kanan Cabang Motorik Otot Maseter Otot Temporal Otot Pterygoideus Int/Ext Cabang Sensorik I. N. Oftalmicus sde sde sde + sde sde sde + sde sde sde sde sde sde Kiri

II. N. Maxillaris III. N. Mandibularis Refleks kornea langsung Refleks kornea konsensuil N. Facialis Kanan Waktu Diam Kerutan dahi Tinggi alis Sudut mata Lipatan nasolabial Waktu Gerak Mengerutkan dahi Menutup mata

Kiri

sama tinggi sama tinggi sama tinggi lebih rendah lebih tinggi

tdl tdl

Bersiul Memperlihatkan gigi Pengecapan 2/3 depan lidah Sekresi air mata Hyperakusis tdl

tdl tdl tdl tdl tdl

N. Vestibulocochlearis Vestibuler Vertigo Nystagmus : : tdl tdl Kiri : (tdl) tdl

Tinitus aureum : Kanan: (tdl) Cochlearis :

N. Glossopharyngeus dan N. Vagus Bagian Motorik: Suara Menelan Kedudukan arcus pharynx Kedudukan uvula Pergerakan arcus pharynx Detak jantung Bising usus Bagian Sensorik: Pengecapan 1/3 belakakang lidah : sde Refleks muntah : (-) : bicara (-) : : sde : sde : sde : reguler : Normal

Refleks palatum mole: (-) N. Accesorius Kanan Mengangkat bahu Memalingkan kepala sde sde Kiri sde sde

N. Hypoglossus Kedudukan lidah waktu istirahat Kedudukan lidah waktu bergerak Atrofi Kekuatan lidah menekan pada bagian Fasikulasi/Tremor pipi (kanan/kiri) 3. Sistem Motorik Kekuatan Otot Tubuh : Otot perut Otot pinggang : tdl : tdl : normal : normal :::: tdl : -/-

Kedudukan diafragma : Gerak Istirahat Lengan (Kanan/Kiri) M. Deltoid M. Biceps M. Triceps : sde : sde : sde : sde

Fleksi sendi pergelangan tangan

Ekstensi sendi pergelangan tangan : sde Membuka jari-jari tangan Menutup jari-jari tangan Tungkai (Kanan/Kiri) Fleksi artikulasio coxae Ekstensi artikulatio coxae Fleksi sendi lutut Ekstensi sendi lutut Fleksi plantar kaki Ekstensi dorsal kaki Gerakan jari-jari kaki Besar Otot : Atrofi :: sde : sde : sde : sde : sde : sde : sde : sde : sde

Pseudohypertrofi Respon terhadap perkusi Palpasi Otot : Nyeri Kontraktur Konsistensi Tonus Otot : Lengan Kanan Hipotoni Spastik Rigid Rebound phenomen Gerakan Involunter Tremor : Waktu Istirahat Waktu bergerak Chorea Athetose : -/: -/+

::-

: sde :: Normal

Tungkai Kiri
-

Kanan
+

Kiri
-

: -/: -/-

Balismus : -/Torsion spasme Fasikulasi Myokimia Koordinasi : tdl Gait dan station : tdl 4. Sistem Sensorik Rasa Eksteroseptik

: -/: -/: -/-

Kanan/kiri

Rasa nyeri superfisial Rasa suhu Rasa raba ringan

: sde/sde : sde/sde : sde/sde

Rasa Proprioseptik

Rasa getar Rasa tekan Rasa nyeri tekan Rasa gerak posisi

: tdl : tdl : tdl : tdl

Rasa Enteroseptik

Refered pain

: tdl

Rasa Kombinasi

Streognosis Barognosis Grapestesia Two point tactil discrimination Sensory extimination Loose of Body Image

: tdl : tdl : tdl : tdl : tdl : tdl

Fungsi luhur

Apraxia Alexia Agraphia Fingerognosis Membedakan kanan-kiri Acalculia

: tdl : tdl : tdl : tdl : tdl : tdl

5. Refleks-refleks Reflek kulit Refleks kulit dinding perut : Refleks cremaster Refleks gluteal Refleks anal : Tdl : Tdl : Tdl

Refleks Tendon/Periosteum (Kanan/Kiri):


Refleks Biceps Refleks Triceps

: + menurun /+ : + menurun /+

Refleks Patella Refleks Achiles

: + menurun /+ : + menurun /+

Refleks Patologis : Tungkai Babinski Oppenheim Gordon Lengan Hoffmann-Tromner : -/Reflek Primitif : Grasp Snout Sucking Palmomental 6. Susunan Saraf Otonom

: -/: -/: -/-

Chaddock Rossolimo Schaffer

: -/: -/: -/-

(-) (-) (-) (-)

Miksi Defekasi

: inkontinensi (-) : inkontinensi (-)

Sekresi keringat : normal Salivasi Ggn tropik : (+) : Kulit, rambut, kuku : (-)

7. Columna Vertebralis Kelainan Lokal


Skoliosis Khypose Khyposkloliosis Gibbus Nyeri tekan/ketuk

: tidak ada : tidak ada : tidak ada : tidak ada : sde

Gerakan Servikal Vertebra


Fleksi Ekstensi Lateral deviation

: tdl : tdl : tdl

Rotasi

: tdl

Gerak Tubuh : tdl Keterangan : Sde : Sulit dievaluasi Tdl : tidak dilakukan

8. Pemeriksaan Tambahan Hasil CT-Scan Kepala Hasil foto Thorax Hasil laboratorium DARAH RUTIN Hasil Nilai Normal Pria Pemeriksaan 17,2 12,0-16,0 g/dl 18,8* 4,0-10,5 Ribu/ul 6,15* 3,90-5,50 juta/ul 51,4 35-45% 218 150-450 ribu/ul 14,0 11.5-14.7% 83,7 80,0-97,0 fL 27,9 27.0-32.0 pg 33,4 32,0-38,0 % 66,1 50,0-70,0% 13,0* 25,0-40,0% 20,9* 4,0-11,0% 12,50* 2,50-7,00 ribu/ul 2,4 1,25-4,00 ribu/ul 3,9 115 <200 mg/dl 136* 16-40U/L 54* 8-45 U/L 99* 10-45 1,6* 0,4-1,4 mg/dl : Perdarahan di hemisfer sinistra : Paru dan jantung normal

Parameter Hemoglobin Leukosit Eritrosit Hematokrit Trombosit RDW-CV MCV MCH MCHC Neutrofil% Limfosit% MID% Neutrofil# Limfosit# MID# GDS SGOT SGPT Ureum Creatinin

RESUME
1. ANAMNESIS :

3 hari sebelum SMRS sakit kepala yang sangat sakit sekali, mual-mual dan muntah yang sering, sesak dalam bernafas. 1 hari SMRS tidak bisa bicara dan kelemahan anggota badan sebelah kanan secara mendadak,Setelah itu pasien tidak sadarkan diri. Kejang (-), Demam (-), Trauma Kepala (-),merokok (-), minuman beralkohol (-), Riwayat hipertensi, berobat teratur. Ini merupakan serangan stroke pertama.

2. PEMERIKSAAN Interna Kesadaran Tekanan darah Nadi Respirasi Suhu Kepala/Leher Thorax Abdomen Ekstremitas Status psikiatri Status Neurologis

: GCS 3-1-5 : 190/110 mmHg : 120 kali/menit : 36 kali/menit : 38,2 o C : tidak ada kelainan : tidak ada kelainan : tidak ada kelainan : hemiparese (+) ekstremitas kanan : sde

Kesadaran : GCS 3-1-5 Pupil isokor, diameter 2/2mm, refleks cahaya +/+, gerak mata sde

Rangsang selaput otak; normal, tak ada kelainan Saraf kranialis : Hemiparese (+) Motorik : sde , tungkai sde Tonus : Lengan :menurun/+ Tungkai : menurun/+ Sensorik : Lengan :sde, Tungkai : sde Reflek fisiologis BPR : + menurun /+, TPR: + menurun /+, KPR : + menurun /+, APR : + menurun /+

Refleks patologis: (-) Susunan saraf otonom : tidak ada kelainan Columna Vertebralis tidak ada kelainan

3. DIAGNOSIS Diagnosis Klinis Diagnosis Etiologis Diagnosis Topis Diagnosis Banding : penurunan kesadaran, hemiparese dekstra : Stroke Hemoragik : Hemisfer sinistra : Stroke non hemoragik

4. PENATALAKSANAAN IVFD RL 20 tts/menit Injeksi Citicolin amp 2x250 mg Injeksi Antrain 3x1 gram Injeksi Ranitidin 2x1 amp Injeksi Ceftriakson 2x1 gram PO: Captopril 2xx25 mg

5. PROGNOSIS Dubia ad malam

Follow Up : 23 Juni 2012 Hari perawatan II S/ kelemahan bagian tubuh sebelah kanan O/ Status Internus TD = 190/110 mmHg RR = 36 x/menit N = 120x/menit T = 37oC K/L : Konjungtiva anemis (-/-) Sklera ikterik (-/-) Peningkatan JVP (-) Pembesaran KGB (-) Thorax : Cor : S1 & S2 tunggal, bisisng (-), murmur (-) Pulmo : Sn. Vesikuler, wheezing (-/-), rhonki (-/-) Abdomen : Bising usus (+) normal, H/L/M tidak teraba Ekstremitas : Edema Parese akral hangat + + - + + + +

Status Neurologis : Kesadaran : stupor, GCS : 3-1-4 Pupil : Bulat, isokor, 2 mm/2 mm, reflek cahaya (+/+) MS : KK (-), L (-), K (-), Br I (-), Br II (-) NC : Dalam batas normal Motorik : Kekuatan otot: sulit dievaluasi Tonus : + +

: BPR (+ menurun /+) TPR (+ menurun /+), KPR (+ menurun /+), APR (+ menurun /+) RP : Babs (-/-), chad (-/-), hoffman (-/-) tromner (-/-) SSO : BAB (-) BAK (+) salivasi (+) keringat (-) A/ Dx klinis : hemiparese dextra + parese n.VII dextra Dx Etiologis : Stroke hemoragik Dx Topis : Hemisffer Sinistra

RF

P/ IVFD RL 20 tetes/menit Inj Citicolin 2 x 250 mg IV Inj Antrain amp 3 x 1 gr Inj Ranitidin amp 2x1 Inj Ceftriakson 2x1 gr 24 Juni 2012 Hari perawatan III S/ kelemahan bagian tubuh sebelah kanan O/ Status Internus TD = 180/110 mmHg RR = 24 x/menit N = 84x/menit T = 38,2oC K/L : Konjungtiva anemis (-/-) Sklera ikterik (-/-) Peningkatan JVP (-) Pembesaran KGB (-) Thorax : Cor : S1 & S2 tunggal, bisisng (-), murmur (-) Pulmo : Sn. Vesikuler, wheezing (-/-), rhonki (-/-) Abdomen : Bising usus (+) normal, H/L/M tidak teraba Ekstremitas : Edema Parese akral hangat + + - + + + +

Status Neurologis : Kesadaran : stupor, GCS : 3-1-4 Pupil : Bulat, isokor, 2 mm/2 mm, reflek cahaya (+/+) MS : KK (-), L (-), K (-), Br I (-), Br II (-) NC : Dalam batas normal Motorik : Kekuatan otot: sulit dievaluasi Tonus : + +

: BPR (+ menurun /+) TPR (+ menurun /+), KPR (+ menurun /+), APR (+ menurun /+) RP : Babs (-/-), chad (-/-), hoffman (-/-) tromner (-/-) SSO : BAB (-) BAK (+) salivasi (+) keringat (-) A/ Dx klinis : hemiparese dextra + parese n.VII dextra Dx Etiologis : Stroke hemoragik Dx Topis : Hemisffer Sinistra P/ IVFD RL 20 tetes/menit Inj Citicolin 2 x 250 mg IV

RF

Inj Antrain amp 3 x 1 gr Inj Ranitidin amp 2x1 Inj Ceftriakson 2x1 gr 25 Juni 2012 Hari perawatan IV S/ kelemahan bagian tubuh sebelah kanan O/ Status Internus TD = 190/110 mmHg RR = 28 x/menit N = 102x/menit T = 37,5oC K/L : Konjungtiva anemis (-/-) Sklera ikterik (-/-) Peningkatan JVP (-) Pembesaran KGB (-) Thorax : Cor : S1 & S2 tunggal, bisisng (-), murmur (-) Pulmo : Sn. Vesikuler, wheezing (-/-), rhonki (-/-) Abdomen : Bising usus (+) normal, H/L/M tidak teraba Ekstremitas : Edema Parese akral hangat + + - + + + +

Status Neurologis : Kesadaran : stupor, GCS : 3-1-4 Pupil : Bulat, isokor, 2 mm/2 mm, reflek cahaya (+/+) MS : KK (-), L (-), K (-), Br I (-), Br II (-) NC : Dalam batas normal Motorik : Kekuatan otot: sulit dievaluasi Tonus : + +

: BPR (+ menurun /+) TPR (+ menurun /+), KPR (+ menurun /+), APR (+ menurun /+) RP : Babs (-/-), chad (-/-), hoffman (-/-) tromner (-/-) SSO : BAB (+) BAK (+) salivasi (+) keringat (-) A/ Dx klinis : hemiparese dextra + parese n.VII dextra Dx Etiologis : Stroke hemoragik Dx Topis : Hemisffer Sinistra P/ IVFD RL 20 tetes/menit Inj Citicolin 2 x 250 mg IV Inj Antrain amp 3 x 1 gr Inj Ranitidin amp 2x1

RF

Inj Ceftriakson 2x1 gr PO Captopril 2 x 25 mg 26 Juni 2012 Hari perawatan V S/ kelemahan bagian tubuh sebelah kanan O/ Status Internus TD = 160/110 mmHg RR = 24 x/menit N = 118x/menit T = 37,3oC K/L : Konjungtiva anemis (-/-) Sklera ikterik (-/-) Peningkatan JVP (-) Pembesaran KGB (-) Thorax : Cor : S1 & S2 tunggal, bisisng (-), murmur (-) Pulmo : Sn. Vesikuler, wheezing (-/-), rhonki (-/-) Abdomen : Bising usus (+) normal, H/L/M tidak teraba Ekstremitas : Edema Parese akral hangat + + - + + + +

Status Neurologis : Kesadaran : stupor, GCS : 3-1-5 Pupil : Bulat, isokor, 2 mm/2 mm, reflek cahaya (+/+) MS : KK (-), L (-), K (-), Br I (-), Br II (-) NC : Dalam batas normal Motorik : Kekuatan otot: sulit dievaluasi Tonus : + +

: BPR (+ menurun /+) TPR (+ menurun /+), KPR (+ menurun /+), APR (+ menurun /+) RP : Babs (-/-), chad (-/-), hoffman (-/-) tromner (-/-) SSO : BAB (-) BAK (+) salivasi (+) keringat (-) A/ Dx klinis : hemiparese dextra + parese n.VII dextra Dx Etiologis : Stroke hemoragik Dx Topis : Hemisffer Sinistra P/ IVFD RL 20 tetes/menit Inj Citicolin 2 x 250 mg IV Inj Antrain amp 3 x 1 gr Inj Ranitidin amp 2x1 Inj Ceftriakson 2x1 gr

RF

PO Captopril 2 x 25 mg 27 Juni 2012 Hari perawatan VI S/ kelemahan bagian tubuh sebelah kanan O/ Status Internus TD = 150/100 mmHg RR = 28 x/menit N = 118x/menit T = 36,9oC K/L : Konjungtiva anemis (-/-) Sklera ikterik (-/-) Peningkatan JVP (-) Pembesaran KGB (-) Thorax : Cor : S1 & S2 tunggal, bisisng (-), murmur (-) Pulmo : Sn. Vesikuler, wheezing (-/-), rhonki (-/-) Abdomen : Bising usus (+) normal, H/L/M tidak teraba Ekstremitas : Edema Parese akral hangat + + - + + + +

Status Neurologis : Kesadaran : stupor, GCS : 3-1-5 Pupil : Bulat, isokor, 2 mm/2 mm, reflek cahaya (+/+) MS : KK (-), L (-), K (-), Br I (-), Br II (-) NC : Dalam batas normal Motorik : Kekuatan otot: sulit dievaluasi Tonus : + +

: BPR (+ menurun /+) TPR (+ menurun /+), KPR (+ menurun /+), APR (+ menurun /+) RP : Babs (-/-), chad (-/-), hoffman (-/-) tromner (-/-) SSO : BAB (-) BAK (+) salivasi (+) keringat (-) A/ Dx klinis : hemiparese dextra + parese n.VII dextra Dx Etiologis : Stroke hemoragik Dx Topis : Hemisffer Sinistra P/ IVFD RL 20 tetes/menit Inj Citicolin 2 x 250 mg IV Inj Antrain amp 3 x 1 gr Inj Ranitidin amp 2x1 Inj Ceftriakson 2x1 gr PO Captopril 2 x 25 mg

RF

PEMBAHASAN Telah dilakukan pemeriksaan pada seorang laki-laki berusia 65 tahun dengan heteroanamnesa didapatkan penurunan kesadaran secara tiba-tiba sebelumnya muntah (+), kejang (-), tidak bisa bicara (+), sakit kepala (+), dan kelemahan badan sebelah kanan secara tiba-tiba. Penderita terdapat riwayat hipertensi. Pada hasil pemeriksaan fisik didapatkan hipertensi grade II yaitu 190/110 mmHg, penderita berada pada tingkat kesadaran (GCS 3-1-5), kelemahan ekstremitas kanan, sensorik sulit dievaluasi. Reflek fisiologis menurun pada ekstremitas sebelah kanan. Berdasarkan hasil diatas, maka pada penderita ini didapatkan defisit neurologik yang mendadak tanpa adanya trauma kepala sebelumnya. Hal ini menunjukkan bahwa penderita mengalami serangan stroke hemoragik. Stroke adalah kerusakan sebagian dari otak yang timbul mendadak atau cepat akibat terganggu atau cepat sebagai akibat terganggunya peredaaraan darah otak
(1)

. Penyakit ini timbul akibat lesi vaskular di susunan saraf merupakan

penyebab kematian nomor tiga dalam urutan daftar penyebab kematian di Amerika serikat. Sebagai masalah kesehatan (2). Stroke hemoragik menurut WHO, dibagi atas Perdarahan intaserebral (PIS) dan Perdarahan Subarakhnoidal (PSA). Diagnosis banding PIS dan PSA, sebagai berikut : Gejala klinis Gejala defisit fokal SIS sebelumnya Onset Nyeri kepala Muntah pada awalnya Hipertensi Kesadaran Hemiparese PIS Berat Amat jarang Menit/jam Hebat Sering Hampir selalu Biasa hilang Sering sejak awal PSA Ringan 1-2 menit Sangat hebat Sering Biasanya tidak Bisa hilang sebentar Permulaan tidak ada

Gangguan bicara Likuor Perdarahan subhialoid Parese N.III

Bisa ada Sering Sering Tak ada

Jarang Selalu Berdarah Mungkin (+)

Berdasarkan klasifikasi di atas, penderita dalam kasus ini digolongkan sebagi strok hemoragik tipe PSA. Berdasarkan onsetnya yang mendadak, kecurigaan pertama kali adalah bahwa pasien ini mengalami gangguan peredaran darah otak (GPDO)/stroke. Dari segi klinis, GPDO (Gangguan Peredaran Darah Otak) dibagi atas(3) a. Serangan Iskemia Sepintas (Transient Ischaemic Attack/TIA) b. Stroke Iskemik (Stroke Non Hemoragik) c. Stroke Hemoragik d. GPDO lainnya Tabel dibawah ini menunjukkan perbedaan gejala umum pada GPDO : (3) Gejala Permulaan Waktu serangan Peringatan sebelumnya Nyeri kepala Muntah Kejang-kejang Kesadaran menurun Bradikardi Perdarahan di retina Papil edema Kaku kuduk, Perdarahan Sangat akut Aktif ++ ++ ++ ++ +++ (dari hari 1) ++ + Kernig, ++ Infark Sub akut Bangun pagi ++ ++ +/+ (terjadi hari ke-4) -

Brudzinsky Ptosis Lokasi ++ subkortikal kortikal/subkortikal

Berdasarkan tabel diatas dapat diperjelas lagi bahwa pasien mengalami serangan stroke perdarahan dimana terdapat penurunan kesadaran yang tiba-tiba, keluhan nyeri kepala,dan muntah. Dari hasil CT-Scan didapatkan perdarahan intracerebral pada hemisfer sinistra. Dari hasil pemeriksaan laboratorium didaptakan jumlah leukosit dan ureum serta kreatinin yang meningkat. Berdasarkan usia, pasien berumur 65 tahun, memiliki riwayat hipertensi. Menurut literatur disebutkan bahwa faktor risiko GPDO adalah hipertensi arterial, diabetes mellitus, penyakit jantung, TIA (Transient Ischemic Attack) dan completed stroke, merokok, usia tua , hiperkoleserol, hiperurisemia, alkoholisme, infeksi genetik, pil kontrasepsi estrogen tinggi, anemia berat, obesitas, dan
(3)

hiperagregasi platelet, hiperlipidemia dan kurang gerak

. Dari sini diketahui

bahwa penderita termasuk golongan beresiko tinggi untuk mengalami GPDO. Semakin banyak faktor risiko dipunyai seseorang semakin besar kemungkinannya mendapat serangan stroke dikemudian hari (3,4). Pada pasien ini diberikan pengobatan IVFD RL, Inj. Citicolin, Inj. Antrain, Inj. Ranitidin, Inj. Ceftriakson, dan Captopril peroral. Infus RL digunakan untuk menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit. Citicolin berfungsi sebagai metabolik aktivator (metabolik agent) jaringan otak yang iskemik (infark serebral). Ranidine digunakan untuk mengurangi keasaman lambung pasien. Antrain digunakan sebagai antipiretik karena pada pasien didapatkan demam (38,2 oC). Pada pasien ini juga diberikan injeksi ceftriakson karena pada pasien didapatkan tanda-tanda infeksi yaitu demam dan leukositosis. Pasien juga mendapatkan Captopril peroral sebagai antihipertensi Pada penderita, usia tua disertai kesadaran yang menurun dan riwayat hipertensi akan memperburuk keadaan. Menurut teori, prognosis dari stroke tergantung dari
(3)

1. Etiologi : lebih buruk pada aneurisma 2. Lesi tunggal atau multiple : aneurisma multiple lebih buruk 3. Lokasi aneurisma/lesi : pada a. komunikans anterior dan a. cerebri anterior lebih buruk, karena sering perdarahan masuk ke intraserebral atau ke ventrikel.

4. Umur : prognosis lebih jelek pada usia lanjut 5. Kesadaran : bila koma lebih dari 24 jam, buruk hasil akhirnya 6. Gejala : bila kejang memperburuk prognosis 7. Spasme, hipertensi dan perdarahan ulang semuanya merugikan bagi prognosis. Dengan demikian diketahui bahwa prognosis penderita jelek (dubia ad malam).

Daftar Pustaka

1. Widjaja, Linardi . Stroke : Patofisiologi dan Penatalaksanaan . Surabaya : FK UNAIR, 1993; 1-51 2. Mardjono, Marah dan Priguna Sidartha, Mekanisme Gangguan Vaskular Susunan Saraf dalam Neurologi Klinis Dasar. Jakarta: Dian Rakyat, 1997; 268-301 3. Aliah A, Kuswara F.F, Limoa R.A, Wuysang G. Gambaran Umum tentang GPDO. Dalam : Harsono ed. Kapita Selekta Neurologi. Yogjakarta: UGM Press, 2000; 81-100 4. Chandra, B. Stroke. Dalam : Neurologi Klinik. Surabaya : FK UNAIR, 1994; 28-32