Anda di halaman 1dari 13

BREAST 1.

Makanan, nutrisi, aktivitas fisik, dan kanker payudara (premenopuase) Pada penilaiannya, faktor faktor dibawah ini mempengaruhi risiko kanker payudara (premenopause). Penilaiannya diklasifikasikan berdasarkan kekuatan berdasarkan penelitian lebih lanjut.

meyakinkan

Menurunkan Risiko Menyusui

Meningkatkan risiko Minum alkohol Orang dewasa yang tinggi Berat badan lahir tinggi

Kemungkinan Lemak tubuh Sugestif terbatas Kesimpulan terbatas Aktivitas fisik

Sereal dan produknya, diet serat, kentang, sayuran, buah, susu kedelai, daging, dan minyak, lemak total, lemak sayuran, asam lemak, asam lemak trans, kolesterol, gula, gula makanan dan minuman, kopi, the, karbohidrat, indeks glikemik,protein, vitamin A, riboflavin, vitamin B6, folat, vitamin B12, vitamin C, vitamin D, vitamin E, kalsium, zat besi, selenium, karoten, isoflavon, dikloropenildikloroetilen,diklorodifeniltrikloroetan, dieldrin, heksaklorobenzen, trans-non achlor, polyklorinat bifenil, peningkatan berat badan dewasa, pemasukan energy, sedang menyusui Tidak teridentifikasi

Efek Substansi pada risiko

Kanker payudara adalah kanker tersering yang terjadi pada wanita di seluruh dunia. Sekitar 1,15 juta kasus tercatat pada tahun 2002, Terhitung sekitar 23 persen dari seluruh kanker pada wanita (11 persen keseluruhan). Tingkat observasi dari kanker meningkat dengan industrilisasi dan urbanisasi, dan juga dengan fasilitas untuk deteksi dini. Hal tersebut sering terjadi pada negara maju tetapi sekarang meningkat dengan cepat pada Negara dengan pendapatan menengah dan pendapatan rendah, termasuk Afrika, Asia, dan Amerika Latin. Sekitar setengah dari seluruh kasus kanker payudara dapat mengakibatkan kematian dari seluruh penyakit kanker pada wanita, terhitung 14% dari seluruh kematian kanker di seluruh dunia. Kanker payudara berhubungan dengan hormonal, dan faktor-faktor yang memodifikasi risiko dari kanker ketika didiagnosis saat premenopause dan ketika didiagnosis saat postmenopause tidaklah sama. Secara keseluruhan, kesan panel menunjukkan bahwa kejadian pada kehidupan lebih awal sangat penting, termasuk makanan dan nutrisi dan faktor yang mempengaruhi status hormonal, dalam modifikasi dari resiko kanker payudara

Panel menilai seperti berikut. Bukti bahwa laktasi dapat melindungi seseorang dari kanker payudara pada semua usia adalah meyakinkan. Aktivitas fisik mungkin dapat melindungi seseorang yang sudah menopause dari kanker payudara, dan namun belum banyak bukti yang menunjukkan hal yang sama untuk seseorang yang premenopause. Bukti lain menunjukkan seorang peminum alcohol sangat berisiko untuk terjadi kanker payudara pada semua usia. Pada seorang dewasa yang tinggi, sebagai konsekuensi adalah penyebab kanker payudara pada postmenopause, dan hal tersebut kemungkinan juga menjadi penyebab diagnose pada premenopause. Faktor-faktor yang menyebabkan berat badan lahir tinggi, atau konsekuensinya adalah juga kemungkinan menjadi penyebab dari kanker payudara. Peningkatan berat badan pada dewasa adalah juga kemungkinan penyebab dari kanker payudara postmenopause. Bukti lain menunjukkan bahwa lemak tubuh juga menyebabkan kanker payudara postmenopause, terutama lemak tubuh di bagian abdominal. Sementara itu, lemak pada tubuh kemungkinan merupakan perlindungan bagi tubuh dari kanker payudara pada premenopause.Bukti terbatas lain menunjukkan diet lemak total yang dapat menyebabkan kanker payudara pada postmenopause . Menars yang terlambat, kehamilan di usia muda, menopause yang cepat, dan semua faktor yang memiliki efek menurunkan jumlh siklus menstruasi, dan juga ekspos estrogen selama masa hidup. begitu pula sebaliknya. Lihat BAB 8 untuk bukti dan penilaian pada faktor yang memodifikasi risiko lemak tubuh dan abdomen, termasuk aktivitas fisik, dan cara menetap dalam hidup, energy pada makanan dan minuman, serta menyusui. Dalam ringkasan akhir, bukti yang terkuat, korespondensi penilaian pada meyakinkan dan memungkinkan menunjukkan bahwa laktasi melindungi seseorang dari kanker payudara, bahwa peminum alcohol adalah penyebab kanker payudara, bahwa faktor yang menyebabkan atau orang dewasa yang tinggi adalah penyebab postmenopause dan kemungkinan juga premenopause kanker payudara. Faktor-faktor yang menyebabkan berat badan lahir besar, atau konsekuensinya, adalah juga kemungkinan penyebab kanker payudara premenopausal, dan lemak tubuh dan peningkatan berat bdan dewasa juga merupakan penyebab kanker payudara postmenopausal. Lemak tubuh merupakan penyebab kanker payudara postmenpausal akan tetapi juga merupakan perlindungan dari kanker payudara premenopausal. Jaringan payudara terdiri dari lemak, kelenjar, duktus, dan jaringan ikat. Jaringan payudara berkembang dalam respon dari hormone seperti estrogen, progesterone, insulin, dan hormone pertumbuhan. Periode utama dari perkembangannya adalah saat pubertas, kehamilan, dan menyusui. Kelenjar payudara mengalami atrofi setelah menopause. Kanker payudara kebanyakan adalaah karsinoma dari sel epitel dari duktus ( penghubung dari payudara yang membawa air susu menuju putting susu). kanker payudara premenopause dan postmenopause dipisahkan dalam laporan ini. Walaupun jarang, kanker payudara dapat terjadi pada laki-laki, tapi tidak termasuk disini.

Gejala, insidensi, dan kelangsungan hidup. Tingkat usia yang disesuaikan dari kanker payudara pada wanita meningkat pada beberapa Negara, terutama di area yang insidensi sebelumnya rendah, seperti Jepang, Cina, dan selatan timur Eropa. Hal ini secara predominan suatu penyakit pada negara dengan pendapatan tinggi, dimana tingkat nya tiga kali lebih lebih tinggi daripada negara menengah dan pendapatan rendah. Diseluruh dunia, tingkat insidensi usia dari 75-100 per 100.000 wanita di Amerika utara, eropa utara, dan Australia. kurang dari 20 per 100.000 pada bagian Afrika dan Asia. Di Amerika Serikat, tingkat lebih tinggi yakni pada wanita berkulit putih daripada mereka yang dari etnis lain. walaupun mortalitas tertinggi terjadi pada wanita berkulit hitam. Secara keseluruhan resiko berlipatganda pada setiap decade sampai menopause, ketika peningkatan secara lambat atau stabil. Bagaimanapun juga, kanker payudara adalah yang paling sering setelah menopause. Penelitian pada wanita yang migrasi dari area risiko rendah ke area risiko tinggi menunjukkan bahwa tingkat kanker payudara pada migrant menganggap bahwa tingkat pada negara tersebut dalam 1 atau 2 generasi. Hal ini menunjukkan bahwa lingkungan juga sangat penting dalam progresivitas suatu penyakit. Kanker payudara juga dapat di deteksi secara relative pada stadium awal. Dalam beberapa Negara yang ada sarana screening, sebagian besar kanker ini dapat didiagnosa ketika penyakit masih pada stadium localized. Angka kelangsungan hidup dari lebih 90% sampai 50 %, tergantung dari karakteristik tumor, ukuran, dan penyebaran, serta ketersediaan pengobatan. Angka kelangsungan hidup pada pertengahan 5 tahun lebih tinggi pada negara denga pendapatan tinggi sekitar 73%. dibandingkan dengan 57% di negara dengan pendapatan menengah hingga rendah. Kanker payudara terhitung 23 % dari seluruh insidensi kanker pada wanita dan 14 % dari seluruh kematiankanker. Patogenesis Jaringan payudara, seperti status hormonal, bervariasi pada stadium yang berbeda dalam kehidupan. Hal ini memungkinkan bahwa seorang individu dengan faktor risiko akan memiliki efek berbeda dalam stadium yang berbeda pula. Menars yang terlalu dini, menopause yang terlambat, tidak memiliki anak, dan kehamilan yang terlambat dapat meningkatakanrisiko kanker payudara. Usia dimana payudara berkembang, dan menopause, keduanya dipengaruhi oleh nutrisi, dengan kelebihan nutrisi menyebabkan pubertas dini dan menopause terlambat. kekurangan nutrisi menunda pubertas dan memperlambat menopause. Hormonal mempainkan peran penting dalam prekembangan kanker payudara karena mereka memodulasi struktu dan pertumbuhan dari sel epitel tumor. Kankeryang berbeda bervariasi dalam sensitivitas hormonal. Banyak kanker payudara yang juga memproduksi hormone, seperti hormone pertumbuhan, mereka bekerja secara local, dan hal tersebut dapat menjadi stimulus dan menghambatpertumbuhan tumor. Antara 4 dan 9 persen dari kasus kanker payudara adalah keturunan. dan biasanya disebabkan oleh mutasi genetic dalam BRCA1 atau BRCA2 gen. Sebagai tambahan, reseptor gen faktor pertumbuhan dan beberapak onkogen berekspresi berlebihan dalam kanker payudara.

Penyebab lainnya Siklus hidup. Seperti yang telah disebutkan, masa hidup yang terpapar estrogen, dipengaruhi oleh menars yang dini, menopause yang terlambat, tidak memiliki anak, dan hamil di usia tua dapat meningkatkan risiko dan mungkin menjadi penyebab terjadinya kanker payudara. Begitu juga sebaliknya, menars yang terlambat, menopause yang terlalu dini, memiliki banyak anak dan kehamilan yang terlalu dini dapat mengurangi risko dan memungkin kan sebagai perlindungan dari kanker payudara. Radiasi ionisasi radiasi memaparkan dari penatalaksanaanseperti sinar X, secara partikuler selama pubertas meningkatkanrisiko bahkan pada dosis kecil. Medikasi terapi pergantian hormone dapat menyebabkankanker payudara. Peningkatan risiko muncul danhilang dalam beberapa tahun setelahnya. alat kontrasepsi baik estrogen dan progesterone menyebabkan peningkatan risiko yang kecil dari kanker payudara. dan peningkatan tersebut hilang setelah penghentian Interpretasi dari penelitian Secara umum untuk konsiderasi secara umum yang mungkin mempengaruhi interpretasi hasil penelitian lihat bab 3.3 dan 3.5 dan kotak 3.1, 3.2, 3.6 dan 3.7 Risiko relative digunakanpada laporan ini untuk menunjukkan ratio yang terdiri dari efek, termasuk rasio risiko, tingkat rasio, bahaya rasio, dan rasio yang aneh. Spesifik pertimbangan yang spesifik dari kanker payudara termasuk : 1. Pola. Data yang lebih besar dari negara berpendapatan tinggi terhadap kejadian kanker payudara. Kanker payudara dipengaruhi hormone dan faktor yang mempengaruhi risiko mempunyai perbedaan efek pada kanker yang didiagnosis pre dan postmenopause. 2. Klasifikasi. Karena kepentingan menopause sebagai efek yang memodifikasi, penelitian seharusnya menstratifikasi untuk statu menopause. 3. Pembauran. Terapi sulih hormone adalah kemungkinan pembauran yang penting dama kejadian kanker payudara postmenopause. Penelitian lainnya juga melaporkan hasil yang berbeda dari reseptor hormone dengan kanker. Penelitian dengan kualitas tinggi menunjukkan untuk umur, angka siklus reproduksi, usia saat kelahiran anak, dan menggunakan medikasi hormonal. Bukti dan penilaian

secara total, 873 publikasi termasuk SLR untuk kanker payudara. Ringkasan dari epidemiologi, eksperimental, dan bukti mekanistik dapat dilihat pada bab 4.6 SLR yang lengkap terdapat pada CD termasuk dalam laporan ini. Peminum alkohol. 11 peneilitan kohor, 31 kontrol kasus, dan 2 penelitian ekologikal menginvestigasi peminum alcohol, 25 penelitian kohor, 29 penelitian control kasus, dan 4 penelitian ekologikal mengivestigasi pemasukan ethanol dan kanker payudara pada seluruh usia. Penelitian lebih lanjut menginvestigasi hubungan antara alkoholik pada pre atau postmenopausal kanker payudara. Kebanyakan penelitian menunjukkan peningkatan risiko dengan pemasukan yang meningkat juga. metaanalisis pada data kohor menunjukkan data 10% meningkat risiko 10 g ethanol perhari. metaanalisis dari control kasus dan data menunjukkan 5 % peningkatan risiko pe 5 minum / minggu, dan 6 persen peningkatan risiko per 10 g ethanol/hari.Status menopausal secara tidak signifikan mengubah perkumpulan. Dua analisa penggabungan juga menunjukkan secara statistic signifikan meningkatkan risiko dari 9 dan 7 persen per 10 g ethanol/day . AWalnya berdasarkan 6 penelitian kohor dengan lebih dari 320.000 peserta, di ikuti selama 11 tahun, dengan lebih dari 4300 kasus kanker payudara. analisa lainya pada penelitian 53 kasus control, lebih dari 58000 kasus dan lebih dari 95.000 kontrol. metamolit reaktif pada alcohol, seperti asetaldehid dapat menjadi karsinogenik. Sebagai tambahan, efek dari alcohol dapat menjadi mediasi selama produksi prostaglandin, peroksidasi lemak, dan generasi oksigen radikal bebas. alcohol juga beraksi sebagai pelarut, meningkatkan penetrasi dari karsinogen pada sel. konsumsi tinggi alcohol dapat menjadi diet yang tidak mencukupi nutrisi esensial, membuat jaringan rentan untuk terjadi karsinoma. Sebagai tambahan, kebanyakan penelitian eksperimental pada animal menunjukkan bahwa alcohol diikuti dengan peningkatan risiko kanker payudara. alcohol dengan metabolism estrogen dan aksi pada cara multiple. pengaruh level hormonal dan reseptor estrogen. Ada interaksi antara folat dan alcohol mempengarhi risiko dari peningkatan konsumsi alcohol. Secara umum, bukti consistent dari kasus control dan penelitian kohort lebih dari cukup. sebuah hubungan dosis respon jelas terlihat. Bukti kuat untuk mekanisme operasi pada manusia. Bukti bahwa peminum alcohol adalah penyebab dari premenopausal dan postmenopausal kanker payudara. Tidak ada permulaan yang teridentifikasi. Panel mengetahui bahwa sejak kesimpulan dari SLR, sebuah penelitian kasus control publikasikan. Informasi baru ini tidak mengubah penilaian panel. Lihat juga kotak 3.8. sudah di

Laktasi
Suatu study kohort dan 37 case control pernah meneliti tentang pemberian asi dibandingkan dengan tanpa pemberian asi, dan 5 study kohort dan 55 case control meneliti tentang lama laktasi. Pada suatu study kohort dan kebanyakan case control memperlihatkan penurunan resiko dari ca mammae pada wanita dengan pemberian asi dibandingkan dengan tidak. Kebanyakan study lain menunjukkan penurunan resiko dengan peningkatan durasi pemberian asi. Suatu

metaanalisis dari data case control menunjukkan penurunan resiko 3% per 5 bulan dari total pemberian asi, data metaanalisis dari studi kohort menunjukkan penurunan resiko yang tidak signifikan.analisis dari 47 study epidemiologi di 40 negara menunjukkan penurunan resiko dari ca mammae secara signifikan sebanyak 4,3% per 12 bulan pemberian asi. Laktasi dihubungkan dengan peningkatan diferensiasi sel payudara dan dengan rendahnya paparan terhadap hormone sex endogen selama amenore yang disebabkan laktasi. Ada banyak bukti epidemiologi dari studi prospektif dan case control yang mana konsisten menunjukkan adanya hubungan. Bukti bahwa laktasi dapat melindungi terhadap ca mammae pre menopause dan pre menopause sangat meyakinkan.

Aktifitas fisik
6 studi kohort dan 8 case control meneliti tentang aktivitas fisik total ; 5 studi kohort dan 7 case control meneliti tentang aktivitas pekerjaan ; dan 14 studi kohort dan 11 case control meneliti aktivitas liburan. Menopose pada usia yang tidak khusus Banyak studi menunjukkan penurunan resiko dengan peningkatan aktivitas fisik. Data metaanalisis dari case control menunjukkan penurunan resiko 10% per 7 jam aktivitas liburan per minggu. Pre menopose Data tidak konnsisten untuk banyak kategori tetapi pada aktivitas pekerjaan cenderung terjadi penurunan resiko. Post menopose Hamper semua dari studi kohort dan kebanyakan dari case control menunjukkan penurunan resiko dengan penigkatan aktivitas fisik. Aktivitas fisik yang sedang dapat meningkatkan tingkat metabolic and menigkatkan aptek oksigen maksimal pada jangka panjang aktivitas secara teratur meningkatkan efisiensi dan kapasitas metabolic tubuh, menurunkan tekanan darah dan mencegah resistensi insulin. Selain itu

juga dapat menurunkan level estrogen dan androgen pada wanita post menopause.beberapa percobaan juga menunjukkan penurunan pada estrogen yang bersirkulasi, memperpanjang siklus menstruasi dan menurunkan proses ovulasi pada wanita pre menopause. Pre menopose : terdapat beberapa bukti dari studi prospektif, tapi tidak konsisten. Ada bukti terbatas yang menunjukkan bahwa aktivitas fisik dapat melindungi dari ca mammae pre menopose. Post menopose : ditemukian bukti dari studi prospektif yang menunjukkan rendahnya resiko ca mammae post menopause dengan aktifitas fisik yang tinggi, walaupun ada beberapa ketidaksamaan. Ada sedikit bukti dari frekuensi, durasi atau intensitas aktivitas. Aktivitas fisik kemungkinan melindungi dari ca mammae post menopose.

Lemak Tubuh
43 dari studi kohort, lebih dari 100 case control dan 2 penilitian ekologi meneliti tentang lemak tubuh yang diukur sebagai IMT. Ketika dibagi berdasarkan umur, datanya tidak konsisten. Meskipun, ada efekk yang tetap ketika penelitian tersebut dibagi berdasarkan status menopause. Kebanyakan studi menunjukkan adanya penurunan resiko pada ca mammae pre menopose dan peningkatan resiko pada ca mammae post menopose terhadap penigkatan lemak tubuh. Untuk diagnosis kanker pre menopose data metaanalisis dari studi kohort menunjukkan penurunan resiko 15% per 5 kg/m2 ; data metaanalisis dari studi analisis case control menunjukkan peningkatan resiko 15% per 5 kg/m2. Untuk diagnosis kanker post menopose data metaanalisis dari kohort menunjukkan peningkatan resiko 8% per 5 kg/m2 ; data metaanalisis dari case control menunjukkan peningkatan resiko 13% per 5 kg/m2. 2 kelompok analisis tadi menunjukkan peningkatan resiko yang signifikan secara statistic untuk kanker post menopose. Salah satunya juga menunjukkan penurunan resiko yang signifikan secara statistic untuk ca mammae pre menopause. Satu kelompok analisis berdasarkan dari 7 studi kohort dengan lebih dari 337.000 peserta, diikuti selama 11 tahun dengan lebih dari 4300 kasus ca mammae. Penelitian tersebut menunjukkan 14% penurunan resiko per 5 kg/m2 untuk kanker yang didiagnosis pada pre menopose dan peningkatan resiko 9% per 5 kg/m2 untuk kanker yang didiagnosis pada masa post menopose. Lemak tubuh secara langsung mempengaruhi tingkat hormone yang bersirkulasi seperti insulinlike growth factors, dan estrogen, menciptakan lingkungan yang merangsang proses

karsinogenesisdan mempengaruhi apoptosis. Lemak tubuh juga menstimulasi respon inflamasi tubuh yang dapat berpengaruh kepada progresi dan inisiasi dari beberapa kanker. Pengaturan level serum dari estradiol tidak berhubungan dengan indeks masa tubuh, hal ini menunjukkan bahwa hormone adalah mekanisme yang kurang dominan. Tidak ada satu mekanisme tunggal yang dapat di jadikan dasar bahwa lemak tubuh dapat mencegah ca mammae pre menopose. berdasarkan teori estrogen dan progesteron, wanita pre menopose dengan overweight akan terlindungi karena mereka akan lebih sering tidak dibuahi dan olehkarna itu lebih sedikit terpapar progesterone endogen. Meskipun , teori ini tidak didukung oleh beberapa penelitian terakhir yang menunjukkan bahwa progesterone alami dapat melindungi. Level normal dari progesterone alami spertinya mempunyai efek protektif pada wanita yang overweight pada masa remaja dan melindungi dengan kondisi kesuburan mereka. Mekanisme lain yang mungkin adalah jaringan adiposa derivat level estrogen pada anak overweight dapat memicu diferensiasi dini sel payudara dan mengeliminasi beberapa target untuk transformasi maligna. Anovulasi dan hormone yang abnormal adalah hubungan yang paling sering berkaitan dengan obesitas. Pola khusus usia terhadap hubungan ca mammae dengan IMT secara luas dijelaskan oleh hubungannya dengan tingkat hoormon sex endogen. Premenopose : terdapat beberapa bukti epidemiologi yang penting, tetapi mekanisme bukti tersebut masih spekulatif. lemak tubuh yang lebih banyak kemungkinan melindungi tubuh untuk melawan ca mammae pre menopose. Post menopose : terdapat banyak bukti epidemiologi yang konsisten. Bukti tersebut menjelaskan lebih banyak lemak tubuh dapat menyebabkan ca mammae post menopose.

Tinggi badan orang dewasa


33 studi kohort, 56 case control dan 3 studi ekologi meneliti tentang tinggi badan orang dewasa.

Umur tidak terinci


20 studi kohort dan 29 case control meneliti tentang tinggi badan orang dewasa dan ca mammae pada semua usia atau status menopose yang tidak diketahui. Banyak dari studi tersebut

menunjukkan peningkatan resiko. Data metaanalisis dari studi kohort menunjukkan penigkatan resiko 9% per 5 cm tinggi tubuh ; data metaanalisis dari case control menunjukkan peningkatan resiko 3% per 5 cm tinggi tubuh.

Pre menopose
17 studi kohort dan 38 case control meneliti hubungan tinggi badan dan ca mammae pre menopose. Banyak diantara studi tersebut menunjukkan peningkatan resiko. Data metaanalisis dari studi kohort menunjukkan peningkatan resiko 9% per 5 cm tinggi tubuh ; data metanalalisis dari case control menunjukkan peningkatan resiko 4% per 5cm tinggi tubuh. Analisis kelompok dari 7 studi kohort menunjukkan peningkatan resiko yang tidak signifikan pada orang dewasa yang lebih tinggi. Terdapat sedikit data untuk ca mammae pre menopose dibandingkan dengan post menopose. faktor penyebab kemungkinan berasal dari tinggi badan itu sendiri.

Post menopose
24 studi kohort dan 34 case control meneliti tentang tinggi badan dan ca mammae post menopose hamper semua dari studi kohort dan sebagian besar case control menunjukkan peningkatan resiko, tidak ada studi yang menunjukkan hasil yang berlawanan secara signifikan. Data metaanalisis dari studi kohort menunjukkan peningkatan resiko 11% per 5 cm tinggi badan ; data metaanalisis dari case control menunjukkan peningkatan resiko 2% per 5 cm tinggi badan. Mekanisme umum yang dilalui dimana suatu faktor dapat mengahsilkan tinggi badan pada orang dewasa, atau konsekuensinya, dapat secara logis mempengaruhi resiko kanker. Diantaranya, nutrisi pada masa awal pertumbuhan, perubahan hormon, tingkat maturasi seksual, dapat meningkatkan resiko kanker.

Lemak abdomen
8 studi kohort dan 3 case control meneliti tentang lingkar pinggang dan ca mammae post menopose ; 8 studi kohort dan 8 case control meneliti rasio pinggang : panggul. Semua studi lingkar pinggang dan sebagian besar dari studi rassio pinggang : panggul menunjukkan

peningkatan resiko dengan peningkatan pengukuran lemak abdomen. Data metaanalisis studi kohort menunjukan peningkatan resiko 19% per 0,1 per kenaikan rasio pinggang : panggul. Efek hormonal dan biologikal lain dari overweight atau obesitas dijelaskan di bagian 8. Terdapat banyak bukti epidemiologi penting namun beberapa diantaranya inkonsisten. Ada bukti yang kuat untuk mekanisme yang terjadi pada manusia. Lemak abdomen mungkin menyebabkan ca mammae post menopause.

Peningkatan BB dewasa ( post menopose)


7 studi kohort dan 17 case control meneliti peningkatan bb dewasa dan ca mammae post menopose. hampir semua studi menunjukkan peningkatan resiko terhadap peningkatan BB pada masa remaja. Hasil data metaanalisis dari case control menunjukkan peningkatan resiko 5% per kenaikan 5 kg. keberagaman mungkin dapat dijelaskan dengan kegagalan pasien yang melakukan terapi pengganti hormone. Lemak tubuh secara langsung mempengaruhi tingkat hormone yang bersirkulasi seperti insulin-like growth factors, dan estrogen, menciptakan lingkungan yang merangsang proses karsinogenesisdan mempengaruhi apoptosis. Lemak tubuh juga menstimulasi respon inflamasi tubuh yang dapat berpengaruh kepada progresi dan inisiasi dari beberapa kanker.

Berat badan lahir besar


6 studi kohort dan 4 case control meneliti tentang berat lahir. Semua studi kohort dan sebagian besar case control menunjukkan peningkatan resiko pada berat lahir besar. Hasil data metaanalisis studi kohort menunjukkan peningkatan resiko 8% per kg. Berat lahir besar meningkatkan level sirkulasi estrogen maternal dan meningkatkan aktifitas insulin like growth factor ( IGF) -1 ; berat lahir rendah meningkatkan level IGF 1 yang berikatan dengan protein pada fetal maupun maternal. Pengaruh dari estrogen dan IGF 1 kemungkinan penting dalam pertumbuhan fetal dan perkembangan kelenjar mammae dan peran sinergis dalam inisiasi dan promosi dari ca mammae. Percobaan pada binatang juga memberikan bukti bahwa paparan estrogen selama masa perkembangan fetal dan post natal dini dapat meningkatkan resiko terhadap ca mammae.

Faktor-faktor yang mempengaruhi berat lahir besar kemungkinan dapat menyebabkan terjadinya ca mammae pre menopose.

Lemak total
9 studi kohort dan 16 case control meneliti tentang asupan lemak total dan ca mammae post menopose. sebagian besar studi menunjukan peningkatan resiko dengan penigkatan asupan lemak. Data metaanlanilisis studi kohort menunjukkan peningkatan resiko yang tidak signifikan ; data metaanalisis dari case control menunjukkan peningkatan resiko yang signifikan. Analisis kelompok (lebih dari 350000 peserta dan lebih dari 7300 kasus ca mammae) menunjukkan penurunan resiko yang tidak signifikan terhadap asupan lemak. Peningkatan level estrogen endogen setelah menopose adalah penyebab yang telah diketahui dari ca mammae. Diet lemak juga dapat meningkatkan produksi estrogen endogen . Secara keseluruhan terdapat bukti yang terbatas yang menunjukkan bahwa asupan lemak total dapa menyebabkan ca mammae post menopose.

Paparan lain
Untuk ca mammae pre menopose dilakukan paparan lain. Meskipun data yang dikumpulkan kualitasnya rendah, tidak konsisten, atau penelitian yang terlalu sedikit sehingga kesimpulan tidak didapat. Termasuk didalamnya : sereal dan produknya ; kentang ; sayur-sayuran; buahbuahan ; kedelai dan produknya ; daging ; ikan ; telor ; lemak dan minyak ; lemak sayur ; gula ; susu dan produknya ; kopi the dan karbohidrat, serat , asam lemak, kolesterol, protein, vitamin A, karoten, folat, riboflavin, vitamin B6, vitamin C,D,E, zat besi, kalsium, isoflavon, diklorodifeniltrikloroetan, diklorodifenildikloroetilen, policlorinat bifenil, hexaklorosiklohexan, hexanklorobenzen, intekinergi, peningkatan BB, tinggi badan, pola diet, indeks glikemik. Untuk ca mammae psot menopose dilakukan evaluasi terhadap paparan lain. Meskipun data yang dikumpulkan kualitasnya rendah, tidak konsisten, atau penelitian yang terlalu sedikit sehingga kesimpulan tidak didapat. Termasuk didalamnya : sereal dan produknya ; kentang ; sayursayuran; buah-buahan ; kedelai dan produknya ; daging ; ikan ; telor ; lemak dan minyak ; lemak

sayur ; gula ; susu dan produknya ; kopi the dan karbohidrat, serat , asam lemak, kolesterol, protein, vitamin A, karoten, folat, riboflavin, vitamin B6, vitamin C,D,E, zat besi, kalsium, isoflavon, diklorodifeniltrikloroetan, diklorodifenildikloroetilen, policlorinat bifenil, hexaklorosiklohexan, hexanklorobenzen, intekinergi, peningkatan BB, tinggi badan, pola diet, indeks glikemik. Terdapat spekulasi yang dapat dipertimbangkan mengenai interaksi dari kedelai dan produknya dengan perkembangan ca mammae, hal ini karena mereka mempunyai fitoestrogen yang tinggi.

Perbandingan dengan laporan sebelumnya Umum Khusus


Salah satu dari perbedaan penting pada laporan ini adalah laktasi. Pada laporan sebelumnya menyatakan bahwa penelitian menunjukkan pemberian asi dapat melindungi dari ca mammae tetapi tidak dijelaskan mengenai buktinya. Laporan sebelumnya menemukan bahwa masa tubuh yang tinggi kemungkinan meningkatkan resiko ca mammae yang didiagnosis setelah menopose, sementara pada studi ini ditemukan bahwa bukti dari lemak tubuh telah diperkuat. Sementara pada laporan sebelumnya tidak membuat penilaian mengenai masa tubuh yang tinggi dan ca mammae pre menopose, laporan ini menemukan bahwa lemak tubuh yang besar kemungkinan menurunkan resiko. Studi sebelumnya menilai bukti yang diperkuat adalah pertumbuhan, bersama tinggi badan yang dapat menyebabkan ca mammae. Pada laporan ini tidak membuat penilaian mengenai tingkat pertumbuhan. Laporan sebelumnya tidak membuat tentang berat badan lahir Studi sebelumnya juga menilai bahwa sayuran dan buahan mungkin dapat mengurangi resiko ca mammae.

Kesimpulan

Panel menyimpulkan :
Bukti bahwa laktasi melindungi dari ca mammae pada semua usia adalah meyakinkan. Aktivitas fisik mungkin melindungi dari ca mammae post menopose dan terdapat bukti terbatas yang menunjukkan hal tersebut. Bukti bahwa minuman alcohol dapat meenyebabkan ca mammae pada semua usia adalah meyakinkan. Bukti bahwa faktor yang dapat menyebabkan peningkatan tinggi badan dapat menyebabkan ca mammae psot menopose adalah meyakinkan ; hal ini juga kemungkinan menyebabkan ca mammae pre menopose. Faktor yang mengakibatkan berat lahir besar kemungkinan menjadi penyebab ca mammae pre menopose. peningkatan BB dewasa mungkin menyebabkan ca mammae post menopose. bukti bahwa lemak tubuh dapat menyebabkan ca mammae post menopose adalah meyakinkan, dan lemak perut mungkin adalah peyebab dari kanker. Disisi lain , lemak tubuh mungkin dapat melindungi dari ca mammae pre menopose. terdapat bukti terbatas yang menunjukkan bahwa diet lemak total adalah penyebab dari ca mammae post menopose.