Anda di halaman 1dari 12

I. PENDAHULUAN A.

Latar Belakang Hidrologi merupakan salah satu mata kuliah yang dipelajari oleh mahasiswa teknik, khususnya jurusan teknik sipil, karena mata kuliah ini akan membantu di dalam penjurusan mata kuliah konsentrasi pada semester-semester akhir perkuliahan. Oleh karena itu Dosen mata kuliah Hidrologi memberikan tugas Hidrologi ini. Hidrologi adalah ilmu yang mempelajari air dalam segala bentuknya (cairan,gas,padat) pada, dalam dan di atas permukaan tanah. Di bumi terdapat kurang lebih 1, ! 1," milyar km yaitu #$,% & adalah air laut, 1,$% & dalambentuk es dan 1,$ & berada di daratan sebagai air sungai, air danau, air tanah dan sebagainya. Hanya ',''1 & berbentuk uap di udara. (ir di bumi mengalami terus menerus siklus hidrologi yaitu ) penguapan (e*aporasi), kondensasi, presipitasi (hujan), dan pengaliran keluar. Daerah (liran +ungai (D(+) adalah daerah yang dibatasi punggungpunggung gunung dimana air hujan yang jatuh pada daerah tersebut akan ditampung oleh punggung gunung tersebut dan dialirkan melalui sungaisungai kecil ke sungai-sungai utama. ,emahaman proses-proses hidrologi menjadi penting dalam perencanaan konser*asi tanah dan air (kegiatan utama dalam pengolahan D(+) untuk menentukan) ,erilaku hujan dalam kaitannya dengan proses terjadinya erosi dan sedimentasi. Hubungan curah hujan dan air larian.

Debit puncak (peak -low) untuk keperluan merancang bangunanbangunan banjir. Hubungan karakteristik suatu D(+ dengan debit puncak yang terjadi di daerah tersebut. Dengan demikian, dapat diambil langkah pengendalian terhadap perilaku arus debit tersebut.

B. Batasan Masalah Dalam penyelesaian tugas ini diberikan batasan-batasan masalah yaitu ) 1. .. . ". %. /. $. 0. ,erhitungan peta poligon thiessen. ,erhitungan distribusi hujan daerah. ,erhitungan analisis -rekuensi. ,erhitungan debit sungai. ,erhitungan dimensi sungai dengan menggunakan data debit sungai. ,erhitungan intensitas curah hujan dengan menggunakan data curah hujan. ,erhitungan dimensi sungai dengan menggunakan data curah hujan. ,erbandingan dimensi saluran hasil perhitungan dengan menggunakan data debit sungai dan data curah hujan.

C. Tujuan 1. Dalam perencanaan pengendalian banjir in-ormasi hidrologi diperlukan untuk menetapkan letak, bentuk dan ukuran penampang sungai, ukuran dari sebuah tanggul dan sebagainya. .. 1ntuk pengembangan daerah irigasi, penetapan luas irigasi dan berbagai pilihan (alternative) cara-cara pengambilan air yang ditentukan oleh ketersediaan air sungai (depenable flow). Dengan demikian analisis hidrologi yang dilakukan harus secermat mungkin agar keseluruhan analisis lanjutannya dapat mempunyai keandalan yang lebih tinggi. . Dalam bidang transportasi, penetapan ukuran gorong-gorong dan penetapan tinggi lantai jembatan seharusnya juga berdasarkan atas in-ormasi hidrologi yang bersangkutan. jembatan. 2arena hal ini akan dapat mengurangi resiko tergenangnya badan jalan atau tergenangnya lantai

II. TINJAUAN PU TA!A

Hidrologi adalah ilmu yang mempelajari tentang seluk beluk air, kejadian dan distribusinya, si-at -isik dan si-at kimianya serta tanggapan terhadap perilaku manusia. Dengan pengertian seperti itu berarti ilmu hidrologi mencakup hampir semua masalah yang terkait dengan air meskipun kemudian dalam pengembangannya ilmu hidrologi berorientasi pada suatu bidang tertentu saja. 3amun de-inisi diatas dapat menunjukkan keterkaitan semua sistem badan air (water body) yang ada dibumi. 2onsep dasar yang digunakan dalam hidrologi ada . yaitu ) 1. +iklus Hidrologi (hidrologic cycle) +iklus hidrologi adalah proses perputaran air di permukaan bumi. +iklus hidrologi dapat dimulai dari penguapan (e*aporasi) yang terjadi dari semua permukaan yang lembab baik dari permukaan tanah, permukaan tanaman (transpiration) maupun dari permukaan air. (kibat dari penguapan terkumpul massa uap air yang dalam kondisi tertentu membentuk awan (kondensasi). 2arena danya penyebab klimatologis butirbutir air yang berasal dari awan jatuh ke permukaan bumi yang disebut sebagai hujan. (ir hujan yang jatuh kepermukaan bumi dibagi menjadi . yaitu aliran limpasan (o*erland -low) dan air yang terin-iltrasi. 4umlah air yang mengalir sebagai limpasan dan yang terin-iltrasi tergantung dari banyak -aktor. 5akin besar air hujan yang mengalir wsebagai aliran limpasan maka bagian air yang berin-iltrasi akan menjadi semakin kecil demikianb pula sebaliknya. (liran limpasan selanjutnya dapat mengisi tampungan cekungan (depression storage). (pabila tampungan ini telah terpenuhi air akan menjadi limpasan permukaan (sur-ace run o--) yang selanjutnya ke laut. (ir yang terin-iltrasi bila keadaan -ormasi geologi memungkinkan sebagian dapat mengalir lateral dilapisan tidak kenyang air (unsaturated 6one) sebagai aliran antara (sub sur-ace -low7 inter-low). +edangkan yang lain mengalir *ertikal perkolasi

(percollation) yang akan mencapai lapisan kenyang air (saturated 6one 7 a8ui-er). (ir dalam agui-er ini akan mengalir sebagai aliran tanah (groundwater -low7base -low), sungai atau tampungan dalam (deep storage). +iklus ini akan terus menerus terjadi dan tidak akan terputus. 1. 2eseimbangan air (water balance) 9ara ini terbaik untuk menghitung besarnya penguapan karena semua unsur yang perlu diukur batasannya tidak jelas. +ecara teoritis persamaan keseimbangan air yaitu) MA U!AN

I TEM
I#$%&

!ELUA"AN

2eterangan ) : ; masukan (in-low)

O ; keluaran (out-low) <+ ; perubahan tampungan (change instorage)

Dalam analisa yang dilakukan untuk menyiapkan in-ormasi hidrologi sistem yang ditinjau harus dalam lingkup tertentu kecuali untuk kepentingan khusus maka umumnya analisis hidrologi dibatasi dalam suatu sistem sungai yang disebut Daerah (liran +ungai (D(+). +istem ini merupakan daerah disekitar sungai yang mengalirkan semua air (permukaannya) kedalam satu sunmgai tertentu. +istem ini dibatasi oleh batas topogra-i dan dibatas hilir ditandaisebagai titik kontrol yang berupa stasiun hidrometri. 1nuk berbagai kepentingan penyiapan in-ormasi tertentu dituntut sistematika analisis tertentu yang tid-ak selalu sama satu dengan yang lainnya. 5isalnya in-ormasi yang diperlukan untuk pekerjaan perancangan irigasi berbeda dengan pengendalian banjir demikian pula akan berbeda untuk perancangan bendungan perlu

dipahami bahwa derajat ketelitian yang diperlukan dalam setiap analisis sebenarnya sama untuk semua tujuan. 1ntuk menjamin derajat ketinggian yang tinggi sumber ketelitian data (sumber kesalahan data) harus dikenali dan kesalahan yang mungkin terjadi dapat dikurangi semaksimal mungkin.

1rutan analisis lengkap yang dapat di ikuti adalah sebagai berikut)

(nalisis kesalahan ,ada dasarnya sumber kesalahan dapat diakibatkan oleh alat ukur atau oleh pengukur (obser*er) atau karena analisis yang belum benar. 2esalahan dalam data hidrologi tidak dapat dihindarkan baik yang bersumber dari data maupun bersumber dari analisis itu sendiri.. Oleh sebeb itu, dalam analisis harus dapat diterima adanya kesalahan-kesalahan yang terbawa meskipun upaya maksimum untuk menguranginya telah dilakukan. =eberapa kesalahan yang sering dijumpai dalam data hidrologi diantaranya jaringan stasiun hujan , kelengkapan data hujan, panjang data hujan, kepanggahan7konsistensi data,data hidrometri dan cara analisis. (nalisis hujan =eberapa cara yang digunakan dalam menganalisis untuk memperoleh data hujan rata-rata D(+ (catchment rain-all) yaitu ) 1. Hujan rata-rata terdiri dari ) >ata-rata aljabar ?aitu dengan merata-ratakan data hujan dari semua stasiun tang berada dalam D(+ 9ara ini paling mudah akan tetapi hasilnya dipandang paling tidak teliti khususnya untuk daerah dengan *ariabilitas yang tinggi seperti di :ndonesia ini

karena cara ini samasekaliu tidak memberikan bobot yang berbeda pada setiap stasiun. Hd # '(N )Hi Dengan) Hd ; hujan D(+, dalam mm Hi ; hujan masing-masing stasiun, dalam mm 3 ; jumlah stasiun :shoyet 9ara isohyet dengan menentukan besaran hujan D(+ dengan garis isohyet yaitu garis yang menghubungkan titik-titik dalam suatu D(+ yang mempunyai kedalaman hujan yang sama yang biasanya diperoleh dengan cara menginterpolasio data antar stasiun. 9ara ishoyet sangat subjekti- karena penarikan garios setiap orang berbeda. .. :ntersepsi yaitu proses yang merupakan bagian dari siklus hidrologi dimana air hujan tertahan oleh bangunan, dedaunan, cabang dan batang pohon yang selanjutnya diuapkan kembali. . @ampungan cekungan yaitu kehilangan air yang sering dikaitkan pula dengan intersepsi atau lebih spesi-ik sehingga kehilangan awal (initial loss). @ampungan ini merupakan bagian air hujan yang tertampung semwentara di cekungan-cekungan sebagian akan diuapkan sebelum menjadi bagian dari aliran limpasan (o*erland -low) dan sebagian terin-iltrasi. ,oligon @hiessen 9ara ini dipandang lebih baik karen atelah mengandai bobot tertentu pada masing-masing stasiun hujan sebagai -ungsi jarak antar stasiun meski belum dapat memberikan bobot yang tepat. 2elemahannya yaitu )

hujan dalam satu poligon masih dianggap merata sedangkan sebenarnya setiap stasiun hujan mempunyai lingkaran pengaruh tertentu yang besarnya tidak selalu sama dengan luas poligon. jika data hujan disalah satu stasiun hilang maka poligon harus disesuaikan dengan menganggap stasiun tersebut tidak ada maka poligon harus digambar lagi sehingga apabila banyak data yang hilang memerlukan waktu yang lama untuk menganalisis.

,enguapan =esarnya laju penguapan dipengaruhi oleh peran berbeda untuk berbagai kepentingan analisis hidrologi. 1ntuk satu kasus tertentu penguapan dapat mempunyai nilai yang sangat penting, sehingga besarannya sama sekali tidak dapat diabaikan karena pengaruhnya sangat kecil. 5eskipun demikian berbagai cara pendekatan untuk mengukur dan memperkirakan nilai penguapan perlu dicermati dengan benar.

:n-iltrasi +ecara teoritik sudah cukup banyak pendekatan yang dilakukan untuk menghitung laju in-iltrasi ini. Dengan demikian cara-cara untuk mengukur besaran tersebut dilapangan dapat mengacu pada teori yang telah tersedia atau melakukan pengukuran lansung. 5eskipun demikian masih memerlukan kecermasan untuk menggunakan in-ormasi ini dalam analisis terutama sekali ketelitian yang terkait dengan *ariabilitas ruangnya.

Hidrometri

Hidrometri merupakan kegiatan yang sangat penting unuk menyiapkan in-ormasi mengenai berbagai unsur aliran. Oleh sebab itu, maka semua prosedur, syarat dan cara-cara analisis harus diikuti secermat mungkin.

HidrograAariabilitas unsur-unsur aliran disajikan dalam hidrogra- ini. +emua analisis kuantitati- mengenai aliran sungai mengacu pada hidrogra-. 5eskipun demikian perlu disadari bahwa hidrometri dan hidrogra- mempunyai sumber ketidakpastian yang cukup banyak dan cukup besar.=eberapa karakteristik D,+ secara awal dapat diturunkan dengan pencermatan terhadap hidrogra- ini. (nalisis Brekuensi (nalisis -rekuensi memegang peranan cukup penting untuk beberapa kepentingan perencanaan dan perancangan. 5eskipun demikian perlu disadari bahwa analisis ini masih mengandung ketidakpastian yang sangat besar meskipun berbagai syarat yang diperlukan untuk analisis ini telah terpenuhi. (nalisis >ancangan =erbagai jenis bangunan hidraulik mempunyai patokan rancangan yang berbedabeda.,erbedaan ini tidak hanya ditetapkan berdasarkan patokan teknis saja akan tetapi banyak ditentukan oleh -aktor nonteknis. Oleh karena itu penetapan patokan ranmcangan ini tidak sederhana dan memerlukan pertimbangan menyeluruh dan cermat.

I*. PENUTUP A. !esi+,ulan 2esimpulan yang dapat diambil dari penyelesaian soal hidrologi yaitu ) (nalisis -rekuensi berdasarkan data debit in-low sungai diperlukan menghitung debit sungai dengan kala ulang tertentu ( metode Cumble ). 9urah hujan dengan kala ulang tertentu juga dapat diperkirakan dengan mengamati kertas probabilitas. =erdasarkan data debit sungai, maka dapat ditentukan dimensi sungai. +elanjutnya, dari data debit sungai berdasarkan curah hujan dapat ditentukan dimensi sungai. Dari tabel perbandingan dimensi sungai berdasarkan data curah hujan dan data debit sungai, maka dapat dibuat perencanaan bendungan yang baik dengan membandingkan kedua hasil perhitungan dari data yang berneda tersebut.

B. aran +ebaiknya asisten memperbanyak waktu pelaksanaan responsi, supaya mahasiswa dapat lebih mengerti materi hidrologi yang dipelajari. +ebaiknya jangka waktu untuk setiap asistensi dibatasi pada setiap materi, agar tidak ada mahasiswa yang tertinggal materi.

DA-TA" PU TA!A

Harto, +ri.1## . Analisis Hidrologi . Cramedia ,ustaka 1tama . 4akarta . ' hlm. +osrodarsono, +uyono . 1#$0 . Hidrologi Untuk Pengairan . ,radnya ,aramita . 4akarta . ../ hlm. +oemarto, 9D. 1##% . Hirologi Teknik . Drlangga. 4akarta . %1% hlm.

Anda mungkin juga menyukai