Anda di halaman 1dari 32

ASKEP DERMATITIS Kasus Seorang remaja putra datang ke klinik dengan keluhan gatal dan merah dan terdapat

krusta pada daerah kulit yang kemerahan. Pasien didiagnosa dermatitis dan oleh dokter ia hanya diberi zalf kortikosteroid. 1. Bagaimana manifestasi klinis pasien dermatitis ? 2. Bagaimana managemen pasien dengan dermatitis ? 3. pa tindakan yang harus dilakukan untuk men!egah infeksi sekunder ? ". Berapa lama pasien dapat pulih dari penyakitnya ?

S#$ % K&P&' ( ) % . Pengertian *ermatitis kontak + dermatitis ,enenata - merupakan reaksi inflamasi kulit terhadap unsur. unsur fisik/ kimia atau biologi. Penyakit ini adalah kelainan inflamasi yang sering bersifat ekzematosoa dan disebabkan oleh reaksi kulit terhadap sejumlah bahan yang iritatif atau alergenik. *ermatitis kontak adalah peradangan oleh kontak dengan suatu zat tertentu/ ruamnya terbatas pada daerah tertentu dan seringkali memiliki batas yang tegas. B. &tiologi 0at . zat yang dapat menyebabkan dermatitis kontak melalui 2 !ara yaitu 1 2ritasi + dermatitis iritan 'eaksi alergi + dermatitis kontak alergika - Sabun detergen dan logam . logam tertentu bisa mengiritasi kulit setelah beberapa kali digunakan. Penyebab dermatitis kontak alergika o Kosmetika 1 3at kuku/ penghapus !at kuku/ deodorant/ pelemban lotion sehabis ber!ukur/ parfum/ tabir surya. o Senya4a kimia + dalam perhiasan - 1 nikel o )anaman 1 'a!un 256 + tanaman merambat - ra!un pohon ek/ sejenis rumput liar/ primros.

o 7bat . obat yang terkandung dalam kritim kulit 1 antibioti! + penisilin/ sulfonagnid/ neomisin -/ autihistamin + defenhidramin o 0at kimia yang digunakan dalam pengelolaan pakaian. 3. 8anifestasi Klinik 9ejala dermatitis kontak men!akup keluhan 1 9atal . gatal 'asa terbakar :esi kulit + ,esikel &dema yang diikuti oleh pengeluaran se!ret Pembentukan krusta serta akhirnya mengering dan mengelupas kulit. 'eaksi yang berulang . ulang dapat disertai penebalan kulit dan perubahan pigmentasi. 2n,asi sekunder oleh bakteri dapat terjadi pada kulit yang mengalami ekskoriasis karena digosok atau digaruk. Biasanya tidak terdapat gejala sistemik ke!uali jika erupsinya tersebar luas. Penderita umumnya mengeluh gatal. Kelainan bergantung pada keparahan dermatitis. *ermatitis kontak umumnya mempunyai gambaran klinis dermatitis/ yaitu terdapat efloresen si kulit yang bersifat polimorf dan berbatas tegas. *ermatitis kontak iritan umunya mempuny ai ruam kulit yang lebih bersifat monomorf dan berbatas lebih tegas dibandingkan dermatitis kontak alergik. 1. ;ase akut. Kelainan kulit umumnya mun!ul 2"<"= jam pada tempat terjadinya kontak dengan bahan penyebab. *erajat kelainan kulit yang timbul ber,ariasi ada yang ringan ada pula yang berat. Pada yang ringan mungkin hanya berupa eritema dan edema/ sedang pada yang berat selain eritema dan edema yang lebih hebat disertai pula ,esikel atau bula yang bila pe!ah akan terjadi erosi dan eksudasi. :esi !enderung menyebar dan batasnya kurang jelas. Keluhan subyektif berupa gatal. 2. ;ase Sub kut >ika tidak diberi pengobatan dan kontak dengan alergen sudah tidak ada maka proses akut akan menjadi subakut atau kronis. Pada fase ini akan terlihat eritema/ edema ringan/ ,esikula/ krusta dan pembentukan papul<papul.

3.;ase Kronis *ermatitis jenis ini dapat primer atau merupakan kelanjutan dari fase akut yang hilang timbul karena kontak yang berulang<ulang. :esi !enderung simetris/ batasnya kabur/ kelainan kulit berupa likenifikasi/ papula/ skuama/ terlihat pula bekas garukan berupa erosi atau ekskoriasi/ krusta serta eritema ringan. (alaupun bahan yang di!urigai telah dapat dihindari/ bentuk kronis ini sulit sembuh spontan oleh karena umumnya terjadi kontak dengan bahan lain yang tidak dikenal. *ermatitis Kontak lergi *ermatitis kontak iritan juga ada dua ma!am yaitu 1 a. *ermatititis kontak iritan akut. Penyebabnya iritan kuat/ biasanya karena ke!elakaan. Kulit terasa pedih atau panas/ eritema/ ,esikel/ atau bula. :uas kelainan umumnya sebatas daerah yang terkena/ berbata s tegas. Pada umumnya kelainan kulit mun!ul segera/ tetapi ada sejumlah bahan kimia yang menimbulkan reaksi akut lambat misalnya podofilin/ antralin/ asam fluorohidrogena t/ sehingga dermatitis kontak iritan akut lambat. Kelainan kulit baru terlihat setelah 12<2" jam atau lebih. 3ontohnya ialah dermatitis yang disebabkan oleh bulu serangga yang terbang pada malam hari +dermatitis ,enenata-? penderita baru merasa pedih setelah esok harinya/ pada a4alnya terlihat eritema dan sorenya sudah menjadi ,esikel atau bahkan nekrosis. *ermatitis kontak iritan kronis atau dermatitis iritan kumulatif/ disebabkan oleh kontak dengan iritan lembah yang berulang<ulang +oleh faktor fisik/ misalnya gesekan/ trauma mikro/ kelembaban rendah/ panas atau dingin? juga bahan !ontohnya detergen/ sabun/ pelarut/ tanah/ bahkan juga air-. *ermatitis kontak iritan kronis mungkin terjadi oleh karena kerjasama berbagai faktor. Bisa jadi suatu bahan se!ara sendiri tidak !ukup kuat menyebabkan dermatitis iritan/ tetapi bila bergabung dengan faktor lain baru mampu. Kelainan baru nyata setelah berhari<hari/ berminggu atau bulan/ bahkan bisa bertahun< tahun kemudian. Sehingga 4aktu dan rentetan kontak merupakan faktor paling penting. *ermatitis iritan kumulatif ini merupakan dermatitis kontak iritan yang paling sering ditemukan. 9ejala klasik berupa kulit kering/ eritema/ skuama/ lambat laun kulit tebal +hiperkeratosis- dan likenifikasi/ batas kelainan tidak tegas. Bila kontak terus berlangsung

akhirnya kulit dapat retak seperti luka iris +fisur-/ misalnya pada kulit tumit tukang !u!i yang mengalami kontak terus menerus dengan deterjen. da kalanya kelainan hanya berupa kulit kering atau skuama tanpa eritema/ sehingga diabaikan oleh penderita. Setelah kelainan dirasakan mengganggu/ baru mendapat perhatian. Banyak pekerjaan yang beresiko tinggi yang memungkinkan terjadinya dermatitis kontak iritan kumulatif/ misalnya 1 men!u!i/ memasak/ membersihkan lantai/ kerja bangunan/ kerja di bengkel dan berkebun. *ermatitis Kontak lergi Selain berdasarkan fase respon peradangannya/ gambaran klinis dermatitis kontak alergi juga dapat dilihat menurut predileksi regionalnya. $al ini akan memudahkan untuk men!ari bahan penyebabnya. 1. )angan Kejadian dermatitis kontak baik iritan maupun alergik paling sering di tangan/ misalnya pada ibu rumah tangga. *emikian pula dermatitis kontak akibat kerja paling banyak ditemukan di tangan. Sebagian besar memang disebabkan oleh bahan iritan. Bahan penyebabnya misalnya deterjen/ antiseptik/ getah sayuran@tanaman/ semen dan pestisida. 2.:engan lergen umumnya sama dengan pada tangan/ misalnya oleh jam tangan +nikel-/ sarung tangan karet/ debu semen dan tanaman. *i aksila umumnya oleh bahan pengharum. 3.(ajah *ermatitis kontak pada 4ajah dapat disebabkan bahan kosmetik/ obat topikal/ alergen yang ada di udara/ nikel +tangkai ka!a mata-. Bila di bibir atau sekitarnya mungkun disebabkan oleh lipstik/ pasta gigi dan getah buah<buahan. *ermatitis di kelopak mata dapat disebabkan oleh !at kuku/ !at rambut/ perona mata dan obat mata. ".)elinga nting atau jepit telinga terbuat dari nikel/ penyebab lainnya seperti obat topikal/ tangkai ka!a mata/ !at rambut dan alat bantu pendengaran. A.:eher dan Kepala Pada leher penyebabnya adalah kalung dari nikel/ !at kuku +yang berasal dari ujung jari-/ parfum/ alergen di udara dan zat 4arna pakaian. Kulit kepala relati,e tahan terhadap alergen kontak/ namun dapat juga terkena oleh !at rambut/ semprotan rambut/ sampo atau

larutan pengeriting rambut. B.Badan *apat disebabkan oleh pakaian/ zat 4arna/ kan!ing logam/ karet +elastis/ busa -/ plastik dan deterjen. C.9enitalia Penyebabnya dapat antiseptik/ obat topikal/ nilon/ kondom/ pembalut 4anita dan alergen yang berada di tangan. =.Paha dan tungkai ba4ah *isebabkan oleh pakaian/ dompet/ kun!i +nikel- di saku/ kaos kaki nilon/ obat topikal +anestesi lokal/ neomisin/ etilendiamin-/ semen/ sandal dan sepatu. *. Klasifikasi dermatitis a. *ermatitis foto kontak *ermatitis ini merupakan reaksi iritasi @ alergi yang terjadi pada daerah yang terpajan sinar matahari. Keluhan pasien yang mengalami inflamasi ini adalah rasa gatal dan pedih. Biasanya terjadi di 4ajah/ lengan dan tempat lain yang terkena sinar matahari. Pada pemeriksaan fisik/ nampak lesi eksematosa/esikel/ bulla/ skuama/ krusta/ eksimatosa/ dan lesi kronik + likenifikasi -. b. *ermatitis atopik *ermatitis atopik adalah penyakit yang sangat spesifik yang diakibatkan oleh ambang rendah yang ditetapkan se!ara genetik terhadap pruritus dan dikarakteristikkan oleh gatal yang intens. Peradangan kulit dengan penyebab endapan endogen.)erdapat pada indi,idu yang mempunyai 2g & dalam darah dengan kadar tinggi. $al ini disebabkan oleh hipersensiti,itas ba4aan. Bentuk dermatitis atopik a- *ermatitis atopik @ infantil #mur 2 bulan . 2 tahun + 2 minggu -

:esi 1 eritema/ ,esikel/ papul bergerombol yang terdapat pada pipi/ lengan/ dahi/ dan terdapat se!ara simetris Sifat hhilang timbul + kambuhan b- *ermatitis atopik pada anak . anak Sebagai lanjutan dari dermatitis infantil diselingi ehat beberapa tahun #mur 1 3 tahun . 1D tahun :esi 1 gerombolan papul/ eritema/ kadang . kadang sudah terjadi ekskoriasis + likenifikasi Keluhan gatal yang digaruk dan hilang timbul !- *ermatitis atopik de4asa :anjutan dari anak . anak )empat lesi 1 4ajah/ leher/ dada/ tengkuk/ lengan :esi berupa gerombolan papul/ likenifikasi )anda khas berupa 4hile dermografisme !. *ermatitis numularis dalah suatu dermatitis yang bentuknya seperti uang logam yang lokasinya di tempat tertentu dengan penyebab yang belum jellas.sinonim untuknya adalah neurodermatitis numular.karena dalam bahasa latin numular berarti bundar seperti uang logam. d. *ermatitis statis *ermatitis statis atau dermatitis hipostatik ialah salah satu jenis dermatitis sirkulatorius. Biasanya dermatitis statis merupakan dermatitis ,arikosum. Sebab kausa utamanya ialah insufisiensi ,ena.

e. *ermatitis seboroik Seborrhea atau *ermatitis seboroik yaitu kelainan kulit berupa peradangan superfisial dengan papuloskuamosa yang kronik dengan tempat predileksi di daerah<daerah seboroik yakni daerah yang kaya akan kelenjar sebasea/ seperti pada kulit kepala/ alis/ kelopak mata/ naso labial/ bibir/ telinga/ dada/ aEilla/ umbilikus/ selangkangan dan glutea. Pada dermatitis seboroik didapatkan kelainan kulit yang berupa eritem/ edema/ serta skuama yang kering atau berminyak dan ber4arna kuning ke!oklatan dalam berbagai ukuran disertai adanya krusta. 3. Patofisiologi Dermatitis Kontak Iritan Pada dermatitis kontak iritan kelainan kulit timbul akibat kerusakan sel yang disebabkan oleh bahan iritan melalui kerja kimia4i maupun fisik. Bahan iritan merusak lapisan tanduk/ dalam beberapa menit atau beberapa jam bahan<bahan iritan tersebut akan berdifusi melalui membran untuk merusak lisosom/ mitokondria dan komponen<komponen inti sel. *engan rusaknya membran lipid keratinosit maka fosfolipase akan diaktifkan dan membebaskan asam arakidonik akan membebaskan prostaglandin dan leukotrin yang akan menyebabkan dilatasi pembuluh darah dan transudasi dari faktor sirkulasi dari komplemen dan system kinin. >uga akan menarik neutrofil dan limfosit serta mengaktifkan sel mast yang akan membebaskan histamin/ prostaglandin dan leukotrin. P ; akan mengakti,asi platelets yang akan menyebabkan perubahan ,askuler. *ia!il gliserida akan merangsang ekspresi gen dan sintesis protein. Pada dermatitis kontak iritan terjadi kerusakan keratisonit dan keluarnya mediator< mediator. Sehingga perbedaan mekanismenya dengan dermatis kontak alergik sangat tipis yaitu dermatitis kontak iritan tidak melalui fase sensitisasi. da dua jenis bahan iritan yaitu 1 2ritan kuat akan menimbulkan kelainan kulit pada pajanan pertama pada hampir semua orang/

2ritan lemah hanya pada mereka yang paling ra4an atau mengalami kontak berulang<ulang. ;aktor kontribusi/ misalnya kelembaban udara/ tekanan/ gesekan dan oklusi/ mempunyai andil pada terjadinya kerusakan tersebut. Dermatitis Kontak Alergi Pada dermatitis kontak alergi/ ada dua fase terjadinya respon imun tipe 25 yang menyebabkan timbulnya lesi dermatitis ini yaitu 1 1. ;ase Sensitisasi ;ase sensitisasi disebut juga fase induksi atau fase aferen. Pada fase ini terjadi sensitisasi terhadap indi,idu yang semula belum peka/ oleh bahan kontaktan yang disebut alergen kontak atau pemeka. )erjadi bila hapten menempel pada kulit selama 1=<2" jam kemudian hapten diproses dengan jalan pinositosis atau endositosis oleh sel :& +:angerhans &pidermal-/ untuk mengadakan ikatan ko,alen dengan protein karier yang berada di epidermis/ menjadi komplek hapten protein. Protein ini terletak pada membran sel :angerhans dan berhubungan dengan produk gen $: <*' +$uman :euko!yte *'-. Pada sel penyaji antigen +antigen presenting !ell-. Kemudian sel :& menuju duktus :imfatikus dan ke parakorteks :imfonodus regional dan terjadilah proses penyajian antigen kepada molekul 3*"F +3luster of *iferantiation "Fdan molekul 3*3. 3*"Fberfungsi sebagai pengenal komplek $: *' dari sel :angerhans/ sedangkan molekul 3*3 yang berkaitan dengan protein heterodimerik )i +3*3<)i-/ merupakan pengenal antigen yang lebih spesifik/ misalnya untuk ion nikel saja atau ion kromium saja. Kedua reseptor antigen tersebut terdapat pada permukaan sel ). Pada saat ini telah terjadi pengenalan antigen +antigen re!ognition-. Selanjutnya sel :angerhans dirangsang untuk mengeluarkan 2:<1 +interleukin<1- yang akan merangsang sel ) untuk mengeluarkan 2:<2. Kemudian 2:<2 akan mengakibatkan proliferasi sel ) sehingga terbentuk primed me mory ) !ells/ yang akan bersirkulasi ke seluruh tubuh meninggalkan limfonodi dan akan memasuki fase elisitasi bila kontak berikut dengan alergen yang sama. Proses ini pada manusia berlangsung selama 1"<21 hari/ dan belum terdapat ruam pada kulit. Pada saat ini indi,idu tersebut telah tersensitisasi yang berarti mempunyai resiko untuk mengalami dermatitis kontak alergik. 2. ;ase elisitasi ntigen<

;ase elisitasi atau fase eferen terjadi apabila timbul pajanan kedua dari antigen yang sama dan sel yang telah tersensitisasi telah tersedia di dalam kompartemen dermis. Sel :angerhans akan mensekresi 2:<1 yang akan merangsang sel ) untuk mensekresi 2l<2. Selanjutnya 2:<2 akan merangsang 2%; +interferon- gamma. 2:<1 dan 2%; gamma akan merangsang keratinosit memproduksi 23 8<1 +inter!ellular adhesion mole!ule<1- yang langsung beraksi dengan limfosit ) dan lekosit/ serta sekresi eikosanoid. &ikosanoid akan mengaktifkan sel mast dan makrofag untuk melepaskan histamin sehingga terjadi ,asodilatasi dan permeabilitas yang meningkat. kibatnya timbul berbagai ma!am kelainan kulit seperti eritema/ edema dan ,esikula yang akan tampak sebagai dermatitis. Proses peredaan atau penyusutan peradangan terjadi melalui beberapa mekanisme yaitu proses skuamasi/ degradasi antigen oleh enzim dan sel/ kerusakan sel :angerhans dan sel keratinosit serta pelepasan Prostaglandin &<1dan 2 +P9&<1/2- oleh sel makrofag akibat stimulasi 2%; gamma. P9&<1/2 berfungsi menekan produksi 2:<2' sel ) serta men!egah kontak sel ) dengan keratisonit. Selain itu sel mast dan basofil juga ikut berperan dengan memperlambat pun!ak degranulasi setelah "= jam paparan antigen/ diduga histamin berefek merangsang molekul 3*= +F- yang bersifat sitotoksik. *engan beberapa mekanisme lain/ seperti sel B dan sel ) terhadap antigen spesifik/ dan akhirnya menekan atau meredakan peradangan. Penyimpangan KDM Bahan iritan merusak lapisan tanduk

lisosom/ mitokondria dan komponen<komponen inti sel mengalami kerusakan

rusaknya membran lipid keratinosit pengaktifan fosfolipase

pembebasan asam arakidonik

Pembebasan histamin/ prostaglandin dan leukotrin. pruritus perubahan pola tidur

,asodilatasi dan permeabilitas yang meningkat.

)imbul eritema/ edema dan ,esikula

Perubahan status kesehatan )idak mengenal informasi Kurang pengetahuan

Kerusakan integritas kulit

8erangsang pusat saraf *itrasmisikan ke korteks Serebri melalui thalamus nyeri dan gatal

Penampakan kulit yang tidak baik Koping tidak efektif

Perubahan citra tubuh *. Pemeriksaan Penunjang Pemeriksaan yang dapat dilakukan untuk menegakkan diagnosis gangguan integument yaitu 1 Biopsi kulit adalah pemeriksaan dengan !ara mengambil !intih jaringan dari kulit yang terdapat lesi. Biopsi kulit digunakan untuk menentukan apakah ada keganasan atau infeksi yang disebabkan oleh bakteri dan jamur. !"i kultur dan sensiti#itas/ #ji ini perlu dilakukan untuk mengetahui adanya ,irus/ bakteri/ dan jamur pada kulit. Kegunaan lain adalah untuk mengetahui apakah mikroorganisme tersebut resisten pada obat . obat tertentu. 3ara pengambilan bahan untuk uji kultur adalah dengan mengambil eksudat pada lesi kulit. Pemeriksaan dengan menggunakan pencahayaan khusus/ Pemeriksaan kulit perlu mempersiapkam pen!ahayaan khusus sesuai kasus. ;a!tor pen!ahayaan memegang peranan penting. !"i temple lergi kontak dapat dibuktikan dengan tes in ,i,o dan tes in ,itro. )es in ,i,o dapat dilakukan dengan uji tempel. Berdasarkan tehnik pelaksanaannya dibagi tiga jenis tes temple yaitu 1 1. )es )empel )erbuka Pada uji terbuka bahan yang di!urigai ditempelkan pada daerah belakang telinga karena daerah tersebut sukar dihapus selama 2" jam. Setelah itu diba!a dan die,aluasi hasilnya. 2ndi kasi uji temple terbuka adalah allergen yang menguap. 2. )es )empel )ertutup #ntuk uji tertutup diperlukan #nit #ji )empel yang berbentuk sema!am plester yang pada bagian tengahnya terdapat lokasi dimana bahan tersebut diletakkan. Bahan yang di!urigai ditempelkan dipunggung atau lengan atas penderita selama "= jam setelah itu hasilnya die,aluasi. 3.)es temple dengan Sinar #ji tempel sinar dilakukan untuk bahan<bahan yang bersifat sebagai fotosensitisir yaitu bahan<bahan yang bersifat sebagai fotosensitisir yaitu bahan yang dengan sinar ultra ,iolet baru akan bersifat sebagai alergen. )ehnik sama dengan uji tempel tertutup/ hanya dilakukan

se!ara duplo. *ua baris dimana satu baris bersifat sebagai kontrol. Setelah 2" jam ditempelkan pada kulit salah satu baris dibuka dan disinari dengan sinar ultra,iolet dan 2" jam berikutnya die,aluasi hasilnya. #ntuk menghindari efek daripada sinar/ maka punggung atau bahan test tersebut dilindungi dengan se!arik kain hitam atau plester hitam agar sinar tidak bisa menembus bahan tersebut. #ntuk dapat melaksanakan uji tempel ini sebaiknya penderita sudah dalam keadaan tenang penyakitnya/ karena bila masih dalam keadaan akut kemungkinan salah satu bahan uji tempel merupakan penyebab dermatitis sehingga akan menjadi lebih berat. )idak perlu sembuh tapi dalam keadaan tenang. *isamping itu berbagai ma!am obat dapat mempengaruhi uji tempel sebaiknya juga dihindari paling tidak 2" jam sebelum melakukan uji tempel misalnya obat antihistamin dan kortikosteroid. *alam melaksanakan uji tempel diperlukan bahan standar yang umumnya telah disediakan oleh 2nternational 3onta!t dermatitis risert group/ unit uji tempel dan penderita maka dengan mudah dilihat perubahan pada kulit penderita. #ntuk mengambil kesimpulan dari hasil yang didapat dari penderita diperlukan keterampilan khusus karena bila gegabah mungkin akan merugikan penderita sendiri. Kadang<kadang hasil ini merupakan ,onis penderita dimana misalnya hasilnya positif maka penderita diminta untuk menghindari bahan itu. Penderita harus hidup dengan menghindari ini itu/ tidak boleh ini dan itu sehingga berdampak negatif dan penderita dapat jatuh ke dalam neurosis misalnya. Karenanya dalam menge,aluasi hasil uji temple dilakukan oleh seorang yang sudah mendapat latihan dan berpengalaman di bidang itu. )es in ,itro menggunakan transformasi limfosit atau inhibisi migrasi makrofag untuk pengukuran dermatitis kontak alergik pada manusia dan he4an. %amun hal tersebut belum standar dan se!ara klinis belum bernilai diagnosis. #ji ini dilakukan pada klien yang diduga menderita alergi. #ntuk mengetahui apakah lesi tersebut ada kaitannya dengan fa!tor imunologis. #ntuk mengidentifikasi respon alergi #ji ini menggunakan bahan kimia yang ditempelkan pada kulit/ selanjutnya dilihat bagaimana reaksi lo!al yang ditimbulkan. pabila ditemukan kelainan pada kulit/ maka hasil nya positif. &. Pen!egahan Pen!egahan dermatitis kontak berarti menghindari berkontak dengan bahan yang telah disebutkan di atas. Strategi pen!egahan meliputi1

o Bersihkan kulit yang terkena bahan iritan dengan air dan sabun. Bila dilakukan se!epatnya/ dapat menghilangkan banyak iritan dan alergen dari kulit. o 9unakan sarung tangan saat mengerjakan pekerjaan rumah tangga untuk menghindari kontak dengan bahan pembersih. o Bila sedang bekerja/ gunakan pakaian pelindung atau sarung tangan untuk menghindari kontak dengan bahan alergen atau iritan.

S#$ % K&P&' ( ) % . Pengkajian a. Biodata Biodara terdiri dari nama/ jenis kelamin. #mur/ agama/ suku bangsa/ pendidkan pendapatan pekerjaan/nomor akses/ alamat dan lain< lain *ermatitis kontak dapat terjadi pada semua orang di semua umur sering terjadi pada remaja dan de4asa muda dapat terjadi pada pria dan 4anita. Bila dibandingkan dengan dermatitis kontak iritan/ jumlah penderita dermatitis kontak alergik lebih sedikit/ karena hanya mengenai orang yang kulitnya sangat peka +hipersensitif-. *ermatitis kontak iritan timbul pada =DG dari seluruh penderita dermatitis kontak sedangkan dermatitis kontak alergik kira<kira hanya 2DG. Sedangkan insiden dermatitis kontak alergik terjadi pada 3<"G dari populasi penduduk. #sia tidak mempengaruhi timbulnya sensitisasi namun dermatitis kontak alergik lebih jarang dijumpai pada anak<anak. :ebih sering timbul pada usia de4asa tapi dapat mengenai segala usia. Pre,alensi pada 4anita dua kali lipat dari pada laki<laki. Bangsa kaukasian lebih sering terkena dari pada ras bangsa lain. %ampaknya banyak juga timbul pada bangsa B. 'i4ayat Kesehatan a. 'i4ayat Kesehatan Sekarang 1. Keluhan #tama frika< merika namun lebih sulit dideteksi. >enis pekerjaan merupakan hal penting terhadap tingginya insiden dermatitis kontak.

Pada kasus dermatitis kontak biasanya klien mengeluh kulitnya adalah nyeri pada lesi yang timbul. 2. 'i4ayat keluhan utama

terasa gatal serta

nyeri.9ejala yang sering menyebabkan penderita datang ke tempat pelayanan kesehatan

Pro,oking 2n!iden/ yang menjadi faktor presipitasi dari keluhan utama. Pada beberapa kasus dematitis kontak timbul :esi kulit + ,esikel -/terasa panas pada kulit dan kulit akan ber4arna merah/ edema yang diikuti oleh pengeluaran se!ret. Kembangkan pola PH'S) pada setiap keluhan klien o Pro,o!ati,e@palliati,e pa penyebab keluhan pakah sebelumnya klien melakukan kontak dengan bahan<bahan tertentu yang menyebabkan kerusakan pada kulit pa yang membuat keluhan bertambah baik@ringan atau bertambah berat. *engan menjauhi sumber dermatitis kontak maka keluhan yang dirasakan akan berkurang o Huality@Iuantity Bagaimana keluhan dirasakan/ dilihat/ didengar Pada beberapa kasus dermatitis kontak biasanya klien akan merasakan gatal dan nyeri pada daerah yang terkena bahan tertentu yang dapat menyebabkan keluhan Sejauh mana sakit dirasakan 'asa sakit yang dirasakan mulai dari tingkat ringan sampai berat. )ergantung dari lama kontak zat dengan kulit/ konsentrasi zat serta tingkat sensitifitas kulit o 'egion@radiation *imana letak sakit )ergantung dari daerah yang kontak dengan penyebab rea penyebarannya rea penyebarannya misalnya kaki/ luka pada tungkai/ jari

manis/ tempat !edera/ dibalik perhiasan. o Se,eritty s!ale pakah mempengaruhi aktifitas )erganggunya aktifitas tergantung dari letak/tingkat keparahan penyakit Seberapa jauh skala ringan@berat )ergantung dari tingkat keparahan penyakitnya

o )iming Kapan mulai terjadi Kapan sering terjadi

pakah terjadinya mendadak atau perlahan<lahan Seperti apakah klien pernah dira4at di rumah sakit sebelumnya/ apakah pernah

b. 'i4ayat Kesehatan masa :alu menderita alergi serta tindakan yang dilakukan untuk mengatasinya selain itu perlu juga dikaji kebiasaan klien. !. 'i4ayat Kesehatan keluarga pakah ada salah seorang anggota keluarganya yang mengalami penyakit yang sama/ tapi tidak pernah ditanggulangi dengan tim medis. *ermatitis pada sanak saudara khususnya pada masa kanak<kanak dapat berarti penderita tersebut juga mudah menderita dermatitis atopi! 3. Pemeriksaan fisik 1. Keadaan umum 'ingan/ sedang/ berat. 2. )ingkat Kesadaran Kompos mentis patis Samnolen/ letergi@hypersomnia *elirium Stupor atau semi koma Koma )ingkat Kesadaran dermatitis kontak biasanya tidak terganggu *ermatitis kontak termasuk tidak berbahaya/ dalam arti tidak membahayakan hidup dan tidak menular. (alaupun demikian/ penyakit ini jelas menyebabkan rasa tidak nyaman dan amat mengganggu. 3. ". A. B. )anda<tanda ,ital )ekanan darah *enyut nadi Suhu tubuh Pernafasan Berat Badan )inggi Badan Kulit 2nspeksi

C. =.

radang akut terutama priritus + sebagai pengganti dolor-. kemerahan +rubor-/ gangguan fungsi kulit +fun!tion laisa-. biasanya batas kelainan tidak tegas an terdapat lesi polimorfi yang dapat timbul se!ara serentak atau beturut<turut. terdapat 5esikel<,eikel fungtiformis yang berkelompok yang kemudian membesar. )erdapat bula atau pustule/ ekskoriasi dengan krusta. $al ini berarti dermatitis menjadi kering disebut ematiti sika. terjadi deskuamasi/ artinya timbul sisik. Bila proses menjadi kronis tapak likenifikasi dan sebagai sekuele telihat hiperpigmentai tau hipopigmentasi. Palpasi %yeri tekan edema atau pembengkakan Kulit bersisik Keadaan Kepala 2nspeksi tekstur rambut klien halus dan jarang/ kulit kepala nampak kotor. Palpasi Periksa apakah ada pembengkakan@ benjolan nyeri tekan atau adanya massa. Bi Keadaan mata 2nspeksi 1 tidak edema/ tidak radang )idak i!tertus 1 )idak terjadi peradangan 2sokor 1 simertis 1 %ormal 1 1

a. Palpebrae b. S!lera d. Pupil !. 3onju!ti,a e. Posisi mata Simetris@tidak

9erakan bola mata 1 )idak mengalam gangguan

k mata

Keadaan ,isus Penglihatan Palpasi

1 %ormal 1 %ormal +tidak kabur )idak ada nyeri tekan )ekanan 2ntra 7kuler + )27 - tidak ada

. < < < < < 1D. < <

Keadaan hidung inspeksi simetris kiri dan kanan )idak ada pembengkakan dan sekresi )idak ada kemerahan pada selaput lendir Palpasi )idak ada nyeri tekan )idak ada benjolan@tumor Keadaan telinga inspeksi telinga bagian luar simetris tidak ada serumen@!airan/ nanah 2nspeksi

11. 8ulut a. < < < b. !. d. < < < 9igi Keadaan gigi 1 bersih da karang gigi@karies )idak ada pemakaian gigi palsu 9usi )idak ada merah radang pada gusi :idah :idah bersih Bibir )ampak pu!at Kering pe!ah 8ulut tidak berbau

< 12. a. b. !. 13. a. b. !. a. b. !. d. e. 1". a. b. !. d. e. f. a. b. !.

Kemampuan bi!ara normal )enggorokan (arna mukosa %yeri tekan :eher m2nspeksi Kelenjar )hyroid 1 )idak membesar )idak ada pembengkakan atau benjolan )idak ada distensi ,ena jugularis Palpasi Kelenjar )hyroid Kaku kuduk@tidak Kelenjar limfe 8obilisasi leher normal )horaE dan pernafasan J 2nspeksi Bentuk dada Pernafasan *ada simetris )idak ada retraksi )idak ada batuk J Palpasi )idak ada nyeri tekan/ massa/ adanya ,o!al premitus #ntuk mengetahui adanya massa 2nadekuat ekspansi dada J Perkusi sonor 1 Suara perkusi jaringan paru yang normal J skultasi 1 Pigion !hest 1 2nspirasi@ekspirasi/ ;rekuensi pernafasan/ irama pernafasan 1< 1 tidak membesar 1 )idak terabah 1 Kemerahan tidak ada

%yeri menelan tidak ada

)idak ada benjolan atau massa

Pengembangan di4aktu bernafas normal

a. b. K 5esikuler !. d. 1A.

8endengarkan suara pada dinding thoraks Suara nafas 1 Suara tambahan 1 < Suara #!apan

Suara normal >antung ditemukan pada 23S A linea medio !la,i!ularis kiri. J Palpasi 1 %ormal J Perkusi >antung dalam keadaan normal J uskultasi )idak ada murmur 1B. Pengkajian payudara dan ketiak 2nspeksi 1 J 2nspeksi 1 2!tus 3ordis 1 *enyutan dinding toraks oleh karena kontraksi ,entrikel kiri

Payudara melingkar dan agak simetris dan ukuran sedang )idak terdapat udema/ tidak terdapat kemerahan atau lesi serta ,askularisasi normal reola mamma agak ke!oklatan )idak adanya penonjolan atau retraksi akibat adanya skar atau lesi. )idak ada keluaran/ ulkus / pergerakan atau pembengkakan. Posisi kedua puting susu mempunyai arah yang sama. ketiak dan kla,ikula tidak ada pembengkakan atau tanda kemerah<merahan. 1C. Palpasi bdomen 2nspeksi 1 )idak adanya keluaran serta nyeri tekan.

umbilikus tidak menonjol )idak ada pembendungan pembuluh darah ,ena )idak ada benjolan

4arna kemerahan Palpasi 1 )idak ada rasa nyeri )idak ada benjolan@ massa )idak ada pembesaran pada organ hepar Perkusi 1 )ympani 1 Peristaltik normal uskultasi

1=. 9enetalia dan nus 9enetalia 1 2nspeksi 1 )idak ada prolapsus uteri/ benjolan kelenjar bartolini/ sekret ,agina jernih 1L. a. < < < < b. < < !. < < < Palpasi 1 )idak ada nyeri tekan nus 1 Keadaan anus normal/ tidak ada haemoroid/ fissura/ fistula. &kstremitas &kstremitas atas 8otorik Pergerakan kanan@kiri kiri. Kekuatan otot kiri@kanan lemah Koordinasi gerak 'efleks Bi!eps kanan@kiri )ri!eps kana@kiri Sensori %yeri 'angsang suhu 'asa raba &kstremitas ba4ah 1F 1F 1F 1 %ormal 1 %ormal 1 ada gangguan 1 kekuatan otot kanan dan kiri 1 lemah Pergerakan abnormal1 seimbang antara kanan dan

a. < < < b. < < < !. < < < 2D

8otorik 9aya berjalan Kekuatan kanan@kiri )onus otot kanan@kiri 'efleks KP' kanan@kiri P' kanan@kiri Bebinski kanan@kiri 1 F@F Sensori %yeri 'angsang suhu 'asa raba Status %eurologi Saraf<saraf !ranial N I (Olfaktorius) Klien mampu membedakan bau minyak kayu putih dan al!ohol. N II (Optikus) Klien tidak dapat melihat tulisan atau objek dari jarak yang jauh. N III,IV,VI (Okulomotorius, Cochlearis, Abdusen) 8ata dapat berkontraksi/ pupil isokor/ klien mampu menggerakkan bola mata kesegala arah. N V (Trigeminus) 1 F 1 F 1 F 1 <@< 1 <@< 1 %ormal 1 kekuatan kanan A@kiri A 1 menurun

;ungsi sensorik 1 Klien mengedipkan matanya bila ada rangsangan. ;ungsi motorik 1 Klien dapat menahan tarikan pulpen dengan gigitannya. N VII (Fasialis) Klien dapat mengerutkan dahinya/ tersenyum dan dapat mengangkat alis. N VIII (Akustikus)

Klien dapat mendengar dan berkomunikasi dengan baik/ tidak ditemukan adanya tuli konduktif dan tuli persepsi. N I (!losofaringeus) Klien dapat merasakan rasa manis/ pahit/ pedas. N (Fagus)

Klien tidak ada kesulitan mengunyah/ klien tidak ada kesulitan menelan. N I (Assessoris) Klien dapat mengangkat kedua bahu/ tidak ada atropi otot sternokleidomastoideus dan trapezius. N II ("ipoglosus) 9erakan lidah simetris/ dapat bergerak kesegala arah/ tidak ada de,iasi pada satu sisi dan tidak ada fasikulasi/ indra penge!apan normal. )anda<tanda perangsangan selaput otak 2. 22. 222. 25. *. a. b. !. d. 1. P&8&'2KS Biopsi kulit #ji temple Pemeriksaan dengan menggunakan pen!ahayaan khusus #ji kultur dan sensiti,itas &. Pola Kegiatan Sehari<hari %utrisi 6ang perlu dikaji adalah bagaimana kebiasaan klien dalam hal pola makan/ frek4ensi maka@hari/ nafsu makan/ makanan pantang/ makanan yang disukai banyak minuman dlm sehari apakah ada perubahan Perubahan selama sakit 2. &liminasi serta % *2 9%7S)2K Kaku kuduk Kerning sign 'efleks Brudzinski 'efleks :asegu 1 < 1 < 1 < 1 <

Pada eliminasi yang perlu dikaji adalah Kebiasaan B K dan B B seperti frekuensi/4arna dan konsistensi baik sebelum dan sesudah sakit 3. kti,itas Pada penderita penyakit dermatitis kontak biasanya akan mengalami gangguan dalam aktifitas karena adanya rasa gatal dan apabila mengalami infeksi maka akan mengalami gangguan dalam pemenuhan aktifitas sehari<hari. ". 2stirahat klien biasanya mengeluh susah tidur dimalam hari karena gatal serta adanya nyeri. gangguan pola tidur akibat gelisah/ !emas. ;. Pola 2nteraksi so!ial Se!ara umum klien yang mengalami dermatitis kontak biasanya pola interaksi sosialnya terganggu biasanya akan merasa malu dengan penyakitnya. 9. Keadaan Psikologis Biasanya klien mengalami perubahan dalam berinteraksi dengan orang lain dan biasanya klien lebih suka menyendiri dan sering !emas dengan penyakit yang diderita. Pada keadaaan psikologis ada beberapa hal yang perlu dikaji seperti bagaimana persepsi klien terhadap penyakit yang diderita sekarang/ bagaimana harapan klien terhadap keadaan kesehatannyaserta bagaimana pola interaksi dengan tenaga kesehatan M lingkungan. $. Kegiatan Keagamaan Biasanya klien beranggapan bah4a penyakit yang dideritanya merupakan !obaan untuknya dan pasti terdapat hikmah untuknya.yang perlu dikaji pada kegiatan keagamaan seperti klien menganut agama apa selama sakit klien sering berdoa. 2. Pengelompokan data *ata Subjektif *ata 7bjektif Klien mengatakan le!et pada kulit jika Kulit klien tampak kering digaruk Klien mengatakan nyeri pada kulit Kulit klien tampak bersisik )ampak adanya peradangan Klien nampak sering menggaruk Kulit klien tampak le!et Klien tampak gelisah B. 1. *iagnosa kepera4atan Kerusakan integritas kulit yang berhubungan dengan perubahan fungsi barier kulit danya

2. 3. ". A. B. 3.

%yeri dan gatal yang berhubungan dengan lesi kulit perubahan pola tidur yang berhubungan dengan pruritus Perubahan !itra tubuh yang berhubungan dengan penampakan kulit yang tidak baik. Kurang pengetahuan tentang pera4atan kulit dan !ara . !ara menangani kelainan kulit. 'esiko infeksi berhubungan dengan lesi/ ber!ak . ber!ak merah pada kulit 'asional *N 2 2nter,ensi #andiri$ 1. 2. pantau keadaan kulit pasien >aga dengan !ermat terhadap resiko terjadinya !edera termal akibat penggunaan kompres hangat dengan suhu yang terlalu tinggi dan akibat !idera panas yang tidak terasa + bantalan pemanasan/ radiator 3. njurkan pasien untuk menggunakan kosmetik dan preparat tabir surya. %olaborasi ". Kolaborasi kulit dengan dokter dalam 3. Banyak masalah kulit kosmetika dapat pada pemberian obat anti histamine dan salep hakekatnya malignitas semua kelainan dikaitkan 1. 8engetahui kondisi kulit untuk dilakukan pilihan inter,ensi yang tepat 2. Penderita mengalami terhadap panas. dermatosis penurunan dapat sensiti,itas 'asional #andiri

dengan kerusakan kulit kronik. ". Penggunaan anti histamine dapat mengurangi respon gatal serta memper!epat proses pemulihan

*N 2

2nter,ensi #andiri$ 1. Periksa daerah yang terlibat

'asional #andiri 1. Pemahaman tentang luas dan

karakteristik kulit meliputi bantuan 2. #paya untuk menemukan penyebab gangguan rasa nyaman dalam menyusun ren!ana inter,ensi. 2. 8embantu mengidentifikasi tindakan yang tepat untuk memberikan kenyamanan. 3. 8en!atat hasil . hasil obser,asi se!ara rin!i dengan memakai terminology deskriptif 3. *eskripsi yang akurat tentang erupsi kulit diperlukan untuk diagnosisi dan pengobatan. Banyak kondisi kulit tampak serupa tetapi mempunyai etiologi ". 8engantisipasi pemakaian obat. A. B. C. =. Kendalikan fa!tor . fa!tor iritan Pertahankan kelembaban kira . kira BD G ? gunakan alat pelembab. Pertahankan lingkungan dingin 9unakan sabun ringan + *o,e - atau sabun yang dibuat untuk kulit sensiti,e + %eutrogena/ ,,eno -. L. :epaskan kelebihan pakaian atau peralatan di tempat tidur. 1D. 3u!i linen tempat tidur dan pakaian dengan sabun ringan B. *engan kelembaban yang rendah/ kulit akan kehilangan air C. Kesejukan mengurangi gatal =. #paya ini men!akup tidak adanya larutan detegen/ zat pe4arna atau bahan pengeras. reaksi alergi yang yang berbeda. 'espons inflamasi kutan mungkin mati pada pasien lansia. ". 'uam menyeluruh terutama dengan aeitan obat. A. 'asa gatal diperburuk oleh panas/ kimia/ dan fisik. yang mendadak dapat mennjukkan reaksi alergi terhadap mungkin terjadi ? mendapatkan ri4ayat

11. $entikan pemajanan berulang terhadap detergen/ pembersih/ dan pelarut. 12. 9unakan tindakan pera4atan kulit untuk mempertahankan integritas kulit dan meningkatkan kenyamanan pasien. 13. lakukan kompres penyejuk dengan air suam . suam kuku ataukompres dingin guna meredakan rasa gatal. 1". tasi kekeringan + serosis - sebagaimana dipreskripsikan.

L. 8eningkatkan lingkungan yang sejuk 1D. Sabun yang keras dapat menimbulkan iritasi kulit. 11. Setiap substansi yang mneghilangkan air/ lipid atau protein dari epidermis akan mengubah fungsi barier kulit. 12. Kulit merupakan barier yang penting yang harus dipertahankan keutuhannya agar dapat berfungsi dengan benar. 13. Penghisapan air yang bertahap dari kasa kompres akan menyejukkan kulit dan meredakan pruritus. 1". Kulit yang kering dapat menimbulkan daerah dermatitis dengan kemerahan/ gatal/ deskuamasi dan pada bentuk yang lebih berat/ pembengkakan/ pembentukan lepuh/ keretakan dan eksudat. %olaborasi 1A. $idrasi yang efektif pada stratum korneum men!egah gangguan lapisan barier pada kulit. 1B. )indakan ini membantu meredakan gejala 1C. 8asalah pasien dapat disebabkan oleh iritasi atau sensitisasi karena

%olaborasi$ &'( 7leskan lotion dan krim kulit segera setelah mandi &)( 9unakan terapi topi!al seperti yang dipreskripsikan. &*( njurkan pasien untuk menghindari

pemakaian salep ayau lotion yang dibeli tanpa resep dokter. &+( >aga agar kuku selalu terpangkas.

pengobatan sendiri. 1=. 8emotongan kuku akan mengurangi kerusakan kulit karena garukan. *N 3 2nter,ensi #andiri 1 1. Bantu pasien melakukan gerak badan se!ara teratur 'asional #andiri 1 1. 9erak badan memberikan efek yang menguntungkan untuk tidur jika dilaksanakan pada sore hari. 2. #dara yang kering membuat kulit terasa 2. jaga kamar tidur agar tetap memiliki ,entilasi dan kelembaban yang baik. gatal. :ingkungan yang nyaman meningkatkan relaksasi.

%olaborasi$

3.

Pruritus noeturnal mengganggu tidur yang normal.

3. 3egah dan obati kulit yang kering

". ".

)indakan ini men!egah kehilangan air. Kulit yang kering dan gatal biasanya tidak

njurkan kepada klien menjaga kulit dapat disembuhkan tetapi bisa dikendalikan. selalu lembab A. Kafein memiliki efek pun!ak 2 . " jam sesudah dikonsumsi.

B. A. njurkan klien 8enghindari

)indakan ini memudahkan peralihan dari keadaan terjaga menjadi keadaan tertidur.

minuman yang mengandung kafein

menjelang tidur di malam hari. B. njurkan klien 8engerjakan hal . hal yang ritual dan rutin menjelang tidur.

*N " 2nter,ensi #andiri$ &( Kaji adanya gangguan pada !itra diri 1. 'asional #andiri$ 9angguan !itra diri akan menyertai setiap

pasien + menghindari kontak mata/ u!apan penyakit atau keadaan yang tampak nyata yang merendahkan diri sendiri/ ekpresi bagi pasien. Kesan sesorang terhadap dirinya keadaan muak terhadap kondisi kulitnya -. ,( 2dentifikasi stadium psikososial tahap 2. perkembangan. sendiri akan berpengaruh pada konsep diri )erhadap hubungan antara stadium

perkembangan/ !itra diri dan reaksi serta pemahaman pasien terhadap kondisi kulitnya

-(

Berikan kesempatan untuk pengungkapan. 3. *engarkan + dengan !ara yang terbuka/ tidak menghakimi tubuh. untuk mengekspresikan berduka @ ansietas tentang perubahan !itra

Pasien membutuhkan pengalaman yang harus didengarkan dan dipahami.

.(

%ilai rasa keprihatinan dan ketakutan pasien. Bantu pasien yang !emas dalam ". mengembangkan kemampuan untuk menilai diri dan mengenali serta mengatasi masalah. )indakan ini memberikan kesempatan pada petugas kesehatan untuk menetralkan ke!emasan yang tidak perlu terjadi dan memulihkan realitas situasi. Ketakutan

'(

dorong sosialisasi dengan orang lain A.

merupakan unsure yang merusak adaptasi pasien. 8eningkatkan sosialisasi. penerimaan diri dan

*N A 2nter,ensi 'asional 1. )entukan apakah pasien mnegetahui 1. 8emberikan kondisi dirinya. 2. 2. yang benar ? memperbaiki Pasien harus memiliki perasaan bah4a ada yang dapat mereka perbuat. data dasar untuk

+ memahami dan salah mengerti - tentang mengembangkan ren!ana penyuluhan

>aga agar pasien mendapatkan informasi sesuatu konsepsi @ informasi

kesalahan Kebanyakan pasien merasakan manfaatnya.

3. ".

Peragakan

penerapan

terapi

yang 3.

8emungkinkan

pasien

memperoleh

diprogramkan + kompres basah ? obat topi!al kesempatan untuk menunjukkan !ara yang tepat unutk melakukan terapi. Berikan nasihat kepada pasien untuk ". fleksibel dengan tindakan hidrasi Stratum korneum memerlukan air agar

menjaga agar kulit tetap lembab dan fleksibilitas kulit tetap terjaga. Pengolesan dan krim atau lotion untuk melembabkan kulit akan mem!egah agar kulit tidak menjadi kering/ kasar/ retak/ dan bersisik. A. Penampakan kulit men!erminkan pengolesan krim serta lotion kulit.

kesehatan umum seseorang. Perubahan pada A. kulit dapat menandakan status nutrisi yang *orong pasien untuk mendapatkan status abnormal. nutrisi yang sehat

*N B 2nter,ensi 'asional 1. 8iliki indeksi ke!urigaan yang tinggi 1. Setiap keadaan yang mneggangu status terhadap suatu infeksi pada pasien yang imun akan memperbesar resiko terjadinya system kekebalannya teganggu. 2. Berikan petunjuk yagn jelas dan rin!i kepada pasien mengenai program terapi 2. Pendidikan pasien yang efektif bergantung pada ketrampilan . ketrampilan interpersonal professional kesehatan dan 3. :aksanakan pemakaian kompres basah seperti yang diprogramkan mengurangi intensitas inflamasi untuk 3. pada pemberian instruksi yang jelas yang diperkuat dengan instruksi tertulis. Kompres pendinginan basah le4at akan menghasilkan yang infeksi kulit.

pengisatan

menimbulkan ,asokontriksi pembuluh drah kulit dan dengan demikian mengurangi eritema serta produksi serum.

*. 1. 2. 3. ". 1. 2. 3. ". A.

&,aluasi )idak adanya maserasi. )idak ada tanda . tanda !edara termal. )idak ada infeksi. 8emberikan obat topikal yang diprogramkan 8en!apai peredaran gangguan rasa. 8engutarakan dengan kata . kata bah4a gatal telah reda. 8emeperlihatkan tidak adanya gejala ekskoriasi kulit karena garukan. 8ematuhi terapi yang diprogramkan. Pertahankan keadekuatan hidrasi dan lubrikasi kulit.

*iagnosa 2

*iangnosa 22

B. 1. 2. 3. ". A. 1. 2. 3. ". A. B. C.

8enunjukan kulit utuh? kulit menunjukan kemajuan dalam penampilan yang sehat. 8en!apai tidur yang nyenyak. 8elaporkan peredaran rasa gatal. 8empertahankan kondisi lingkungan yang tepat. 8enghindari konsumsi kafein pada sore hari dan menjelang tidur malam hari. 8engenali tindakan untuk meningkatkan tidur. 8engalami 8engembangkan peningkatan kemampuan untuk menerima diri sendiri. 8engikuti dan turut berpartisipasi dalam tindakan pera4atan mandiri. 8elaporkan perasaan dalam mengendalikan situasi. 8enguatkan kembali dukungan positif dari diri sendiri 8engutarakan perhatian terhadap diri sendiri yang sehat. )ampak tidak begitu memperhatikan kondisi. 8enggunakan tekhnik menyembunyikan kekurangan dan menekankan teknik untuk meningkatkan penampilan.

*iagnosa 222

*iagnosa 25

*iagnosa 5 1. 2. 3. ". A. B. C. 1. 2. 3. pola tidur @ istirahat yang memuaskan Perubahan !itra tubuh yang berhubungan dengan penampakan kulit yang tidak baik. Kurang pengetahuan tentang pera4atan kulit dan !ara . !ara menangani kelainan kulit. 8emiliki pemahaman terhadap pera4atan kulit. 8engikuti terapi seperti yang diprogramkan dan dapat mengungkapkan rasional tindakan yang dilakukan. 8enjalankan mandi/ pen!u!ian/ barutan basah sesuai yang diprogramkan. 9unakan obat tropikal dengan tepat. 8emahami pentingnya nutrisi untuk kesehatan kulit. )etap bebas dari infeksi. 8engungkapkan tindakan pera4atan kulit yang meningkatkan kebersihan dan men!egah kerusakan. 8engidentifikasikan tanda dan gejala infeksi untuk dilaporkan.

*iagnosa 52

". A.

8engidentifikasi efek merugikan dari obat yang harus dilaporkan ke petugas pera4atan kesehatan. Berpartisipasi dalam tindakan pera4atan kulit + misalnya mandi/ dan penggantian balut -. * ;) ' P#S) K

Brunner and Suddarth.2DD1.Kepera4atan 8edikal Bedah. >akarta 1 &93 $arahap/ 8ar4ali/ dkk. 2DDD. Pedoman Pengobatan Penyakit Kulit. Bandung1 lumni <<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<.2DDB. 2lmu Penyakit Kulit. >akarta1 $ipokrates 8ansjoer/ rif/ dkk. 2DDD. Kapita Selekta Kedokteran. >il. 2. >akarta1 8edia es!ulapius. % %* .2DDB.Pedoman *iagnosa Kepera4atan % %* 2DDA . 2DDB. Primamedika.