Anda di halaman 1dari 11

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Tujuan Untuk mengawetkan hewan-hewan dengan menggunakan potassium hydroxide. 1.

2 Dasar Teori Insecta sering disebut serangga atau heksapoda. Heksapoda berasal dari kata heksa berarti 6 (enam) dan kata podos berarti kaki. Heksapoda berarti hewan berkaki enam. Diperkirakan jumlah insekta lebih dari 900.000 jenis yang terbagi dalam 25 ordo. Hal ini menunjukkan bahwa banyak sekali variasi dalam kelas insecta baik bentuk maupun sifat dan kebiasaannya (Yahya, 2008). Ciri-ciri khusus Anthropoda adalah tubuh dan tungkainya beruas-ruas, eksoskeleton (dinding tubuh) berkitin dan beruas-ruas, alat mulut beruas dan dapat beradaptasi untuk cara makan, rongga tubuh merupakan rongga darah (haemocoele), bernafas dengan permukaan tubuh, insang, trachea atau paruparu, alat pencernaan makanan berbentuk tabung terletak di sepanjang tubuh, alat pembuang melalui pipa panjang di rongga tubuh. Sub phylum Mandibulata bercirikan perubahan kaki dekat mulut menjadi sepasang alat mulut atau mandibula seperti rahang. Kelas insekta mempunyai ciri-ciri : tubuh terbagi menjadi 3 bagian (kelapa-thoraks-abdomen), mempunyai sepasang antenna, tungkainya berjumlah 3 pasang, mempunyai sayap 1-2 pasang, dan alat mulutnya terdiri atas : 1 pasang mandibula (rahang), 1 pasang maxilla (letaknya di belakang rahang), labium (bibir) dan hypopharink (lidah). Sub kelas Pterygota umumnya bersayap, adapula yang tidak bersayap tetapi tidak sejak dari nenek moyang, tidak mempunyai alat tambahan seperti style, mengalami metamorfosa sederhana sederhana (metabola). Ordo-ordo yang termasuk ke dalam kelas Insekta, sub kelas Pterygota antara lain Ephemeroptera, Odonata, Grylloblattaria, Phasmidia, Orthoptera, Mantodea, Blattaria, Isoptera, Dermaptera, Embiidina, Plecoptera, Zoraptera, Psocoptera, phthiraptera, Hemiptera, Homoptera, thysanoptera, Neuroptera, Coleoptera,

Strepsiptera, Mecoptera, Siphonaptera, Diptera, Trichoptera, Lepidoptera, Hymenoptera (Rahayu, 2004). Dari beberapa ordo di atas, akan di bahas lebih dalam mengenai ordo Coleoptera. Ordo Coleoptera termasuk ke dalam golongan Animalia, phylum Arthropoda, sub phylum Mandibulata, kelas Insekta, Sub kelas Pterygota, dan termasuk Endopterygota. Ordo Coleoptera merupakan otdo yang terbesar dari serangga-serangga dan menggandung kira-kira 40 % yang terkenal dalam hexapoda (Rahayu, 2004). Ordo Coleoptera di Indonesia dinamakan kumbang. Kumbang adalah salah satu binatang yang memiliki penampilan seperti kebanyakan spesies serangga. Ordo Coleoptera, diambil dari kata coeleos yang berarti seludang dan pteron yang berarti sayap, maka dapat disimpulkan Coleoptera adalah serangga yang memiliki seludang pada sayapnya. Empat puluh persen dari seluruh spesies serangga adalah kumbang (sekitar 350,000 spesies), dan spesies baru masih sering ditemukan. Perkiraan memperkirkan total jumlah spesies, yang diuraikan dan tidak diuraikan, antara 5 dan 8 juta (Rahayu, 2004). Coleoptera berasal dari bahasa Latin coleos = perisai, pteron = sayap, berarti insekta bersayap perisai. Anggota-anggotanya ada yang bertindak sebagai hama tanaman, namun ada juga yang bertindak sebagai predator (pemangsa) bagi serangga lain (Rahayu, 2004). Ordo Coleoptera memiliki cirri-ciri yaitu : Memiliki dua pasang sayap, yaitu sayap depan dan sayap belakang. Sayap

depan tebal dan permukaan luarnya halus yang mengandung zat tanduk sehingga disebut elytra, sedangkan sayap belakang tipis seperti selaput. Apabila istirahat, elytra seolah-olah terbagi menjadi dua (terbelah tepat di

tengah-tengah bagian dorsal). Sayap belakang membranus dan jika sedang istirahat melipat di bawah sayap depan. Mengalami metamorfosis sempurna. Metamorfose bertipe sempurna (holometabola) yang perkembangannya

melalui stadia : telur > larva > kepompong (pupa) > dewasa (imago). Larva umumnya memiliki kaki thoracal (tipe oligopoda), namun ada beberapa

yang tidak berkaki (apoda). Kepompong tidak memerlukan pakan dari luar (istirahat) dan bertipe bebas/libera.

( Suhara, 2008) Tipe mulut menggigit. Alat mulut bertipe penggigit-pengunyah, umumnya

mandibula berkembang dengan baik. Pada beberapa jenis, khususnya dari suku Curculionidae alat mulutnya terbentuk pada moncong yang terbentuk di depan kepala (Aryulina, 2004). Kumbang beras atau kutu adalah serangga yang tidak bersayap dan berukuran kecil, yang dalam bahasa Inggris mencakup flea (kutu yang melompat, ordo Siphonaptera) dan louse (kutu yang lebih suka merayap, kebanyakan ordo Phtiraptera yangn semuanya adalah parasit). Dalam bahasa Indonesia keduanya tidak dibedakan, malah mencakup juga sebagian dari kerabat wereng (ordo Hemiptera) dan beberapa anggota ordo Coleoptera (Winarno, 1993). Kutu mengacu pada berbagai artropoda berukuran kecil hingga sangat kecil. Nama ini dipakai untuk sejumlah krustasea air kecil (seperti kutu air), serangga (seperti kutu daun). Semua disebut "kutu" karena ukurannya yang kecil. Dalam arti lebih sempit, kutu adalah serangga yang tidak bersayap dan berukuran kecil, kutu yang melompat (ordo Siphonaptera) dan kutu yang lebih suka merayap, kebanyakan ordo Phtiraptera yang semuanya

adalah parasit) (Pracaya, 2008). Kumbang beras (atau lebih dikenal sebagai kutu beras) adalah nama umum bagi`sekelompok serangga kecil`anggota marga Tenebrio dan Tribolium (ordo Coleoptera) yang dikenal gemar menghuni biji-bijian/serealia yang disimpan. Kumbang beras adalah hama gudang yang sangat merugikan dan sulit

dikendalikan

bila

telah

menyerang

dan

tidak

hanya

menyerang

gabah/beras tetapi juga bulir jagung, berbagai jenis gandum, jewawut, sorgum, serta biji kacang-kacangan. Larvanya bersarang di dalam bulir/biji,

sedangkan imagonya memakan tepung yang ada. Tenebrio molitor lebih dikenal sebagai ulat hongkong, yang larvanya biasa dijadikan

pakan burung peliharaan. T. obscurus juga kerabat T. molitor yang menjadi hama gudang. Tribolium castaneum adalah serangga model yang biasa dipakai untuk penelitian genetika sekaligus hama. Kerabatnya yang lebih

gelap, Tribolium confusum, lebih umum dikenal dan luas tersebar. Tribolium destructorberwarna hitam kelam dan hanya dijumpai di Eropa, Amerika, dan Afrika (Pracaya, 2008).

BAB II METODE 2.1 Alat dan Bahan No Alat 1. Mikroskop Fungsi Mengamati makhluk hidup ukuran mikro Bahan Larutan KOH 10% Fungsi Mengawetkan dan menjernihkan pigmen 2. Watch glass Tempat penyimpanan objek 3. 4. Kaca Object Cover glass Meletakkan spesimen Penutup object glass Alkohol 95% Alkohol Absolute 5. Medicine dropper 6. Jarum Pentul Mengatur bagian specimen seperti kaki, antenna dan sayapnya 7. 8. 9. Baki Pipet tetes Penangas spirtus 10. Gelas kimia Menyimpan preparat Mengambil larutan Mengencerkan vaseline Media penyimpanan vaseline Menghisap alkohol Xylol Fiksasi Memperkeras jaringan Penjernihan, menarik alkohol Entelan/Canada pengawet Balsem Air

2.2 Cara Kerja INSECT dididihkan di dalam laruran KOH 10% selama 30 menit dicuci didalam air diurut sehingga bagian dalamnya dapat keluar INSECT dimasukkan kedalam gelas arloji yang berisi Alkohol 70% disimpan dikaca object diatur (kaki direntangkan, antena dan sayap diluruskan) dihisap alkohol dengan menggunakan tissue (setelah 30 menit) ditambahkan Alkohol 95% secara perlahan dibiarkan selama 1 jam (diganti dengan Alkohol 95% yang baru setelah 1 jam) dipindahkan ke Alkohol 100% selama 5-10 menit ditetesi xylol selama 2-3 menit ditetesi entelan tepat ditengah spesimen ditutup cover glass disimpan selama 3-7 hari didalam baki dibersihkan dan diberikan label

HASIL

BAB III HASIL DAN PEMBAHASAN 3.1. Hasil Pengamatan No. 1. Gambar Pribadi Gambar Literature

c Keterangan: Antenna Dada Sayap Kaki (Suhara, 2008)

a. b. c. d. d

Pembesaran 10x

Ket: a. Kaki depan b. Antenna c. Sayap d. Kaki belakang (Pribadi)

3.2 Pembahasan Pengamatan pada praktikum kali ini menggunakan kutu sebagai specimen pengamatan, kutu yang dipakai bermacam-macam, ada kutu rambut, kutu busuk, dan kutu beras. Pengamatan yang dilakukan menggunakan kutu beras. Kutu beras adalah sejenis kutu atau biasa disebut kumbang beras yang biasa ditemukan pada beras. Morfologi kutu beras ini ialah memiliki antena, berkaki 6, memiliki moncong, dan elytron. kutu atau insect ini dibagi atas tiga bagian yaitu, kepala, dada, dan abdomen. Pada bagian kepala terdapat dua antena dan satu moncong pada bagian depannya. Ke tiga pasang kakinya terdapat pada bagian abdomen. Warna pada tubuhnya yaitu cokelat dan bahkan untuk umur yang sudah tua berwarna hitam. Setelah dibandingkan dengan literature ternyata sama bahwa bagian kutu dibagi atas tiga bagian kepala, dada dan abdomen. Klasifikasi dari kutu beras adalah: Kingdom : Animalia Phylum : Arthropoda Class : Insecta Ordo : Coleoptera Family : Curculionidae Genus : Sitophylus Species : Sitophylus oryzae L S. oryzae berukuran kecil sekitar 2 3 mm dan berpenampilan kuat atau kokoh. Serangga ini berwarna coklat kemerahan agak hitam dengan empat garis kuning atau bintik kemerahan pada ujung elitranya. Moncongnya memiliki panjang 1 mm hampir sepertiga panjang tubuhnya. Kepala dengan moncongnya memiliki panjang yang sama dengan protoraks atau elitra. Protoraksnya sangat kuat dan elitranya memiliki kolom cekungan. Larva tidak berkaki dan bertahan di dalam buah (Koehler, 2012). S. oryzae betina dewasa dapat bertelur rata rata empat telur per hari dan dapat hidup empat hingga lima bulan. Siklus hidup penuh S. oryzae berkisar antara 26 hingga 32 hari selama musim panas. Pada musim dingin siklus hidup ini

akan semkain panjang. Telus akan menetas setelah berumur tiga hari. Larva menggerogoti bagian dalam biji atau buah selama 18 hari. Pupa S. oryzae tergolong dalam pupa telanjang. Fase pupa terjadi selama enam hari. Serangga dewasa akan tinggal didalam buah selama buah mengeras dan mulai matang (Koehler, 2012). Beras yang terkena hama kutu beras ini akan mudah pecah dan remuk karena biji berasnya menjadi berlubang. Faktor yang menyebabkan pertumbuhan dan perkembangan kutu beras ini adalh factor kebersihan, factor kelembapan dan factor suhu. Menurut Pracaya ( 2008 ) pengendalian hama ini dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut : 1. Kelembaban tempat penyimpanan beras diusahakan kurang dari 80% Kumbang bubuk tak dapat hidup dalam kelembaban yang serendah itu 2. Gudang beras disemprot dengan melathiaon 12ppm atau fumigasi dengan methil bromidae 10g/m3 selama 24jam 3. Beras disimpan dalam kantung plastik atau kaleng ditutup rapat.

Kesimpulan Insect adalah hewan yang biasa disebut sebagai serangga atau heksapoda karena kaki yang menyusun hewan ini terdapat 6 kaki. Kutu adalah serangga yang termasuk kedalam ordo coleoptera. Kutu beras ini memiliki antena satu pasang dan sayap dua pasang yang tebal. Pengawetan kutu beras menggunakan potassium hydroxide 10% yang dipanaskan selama 8 menit. Penambahan potassium hydroxide tujuannya agar pigmen yang terdapat pada serangga dapat terlihat atau dalam artian lain digunakan untuk menjernihkan pigmen. Perlu dilakukan penjernihan karena pada kutu beras pigmennya gelap dan tidak terlihat.

Daftar Pustaka Aryulina, Diah. 2004. Biologi Makhluk Hidup dan Lingkungannya. Erlangga: Jakarta Koehler. 2012. S. Oryzae. [http://edis.ifas.ufl.edu.] diakses 19 April 2013 Pukul 9:25 Pracaya. 2008. Praktis Belajar Biologi. Sinar Grafika: Jakarta. Rahayu, Putri. 2004. Mudah dan Aktif Belajar Biologi. Erlangga: Jakarta Suhara, 2008. Kumbang beras ( Sitophylus oryzae ). [repository.usu.ac.id]. diakses tanggal 17 April 2013 pukul 17:25 Winarno, Cahya. 1993. Biologi. Bumi Aksara: Jakarta.