Anda di halaman 1dari 3

TUGAS TERSTRUKTUR STATISTIKA FARMASI RINGKASAN JURNAL

Penilaian Kualitas Hidup Pasien Pasca Bedah Pintas Koroner Yang Menjalani Rehabilitasi Fase III

Disusun oleh :

1.

Intan Hanifiani

G1F011068

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU-ILMU KESEHATAN JURUSAN FARMASI PURWOKERTO 2013

Penilaian Kualitas Hidup Pasien Pasca Bedah Pintas Koroner Yang Menjalani Rehabilitasi Fase III

Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian (jurnal) ini adalah teknik Consecutive Sampling yang merupakan salah satu teknik dalam Non Probability Sampling. Sampel diambil dengan cara penarikan berdasarkan Consecutive Sampling. Consecutive Sampling yaitu pemilihan sampel dengan menetapkan subjek yang memenuhi kriteria penelitian dimasukkan dalam penelitian sampai kurun waktu tertentu, sehingga jumlah responden dapat terpenuhi. Agar Consecutive Sampling dapat menyerupai Probability Sampling, maka jangka waktu pemilihan pasien tidak terlalu pendek (Nursalam, 2003). Penelitian ini merupakan penelitian potong lintang pada pasien pasca BPK yang melakukan rehabilitasi kardiovaskular fase III di Divisi Rehabilitasi Pusat Jantung Nasional-Harapan Kita (PJNHK), Jakarta selama periode Januari 2006 sampai dengan April 2006. Dari hasil perhitungan sesuai rumus, diperlukan sampel sebanyak 97. Kriteria sampel yang digunakan terdiri dari kriteria Inklusi dan kriteria Eksklusi. Kriteria Inklusi yaitu karakteristik umum subjek penelitian dari suatu populasi target yang terjangkau yang akan diteliti. Kriteria Eksklusi yaitu menghilangkan atau mengeluarkan subjek yang memenuhi kriteria inklusi dari studi karena berbagai sebab (Nursalam, 2003). Kriteria Inklusi dalam penelitian antara lain: 1. Pasien pasca BPK yang telah menyelesaikan rehabilitasi fase II 2. Kapasitas aerobik minimal 6 mets 3. Pasien pasca BPK yang sedang melakukan rehabilitasi fase III minimal 3 bulan setelah selesai dari fase II 4. Bersedia berpartisipasi dengan menyetujui informed consent. Kriteria Eksklusi dalam penelitian antara lain: 1. Pasien pasca BPK disertai bedah katup 2. Penyakit stroke dan perempuan. Dilakukan pendataan untuk semua pasien yang bertempat tinggal di wilayah Jakarta dan sekitarnya yang memenuhi kriteria inklusi. Untuk pasien yang menjalani rehabilitasi di divisi rehabilitasi PJNHK, kuesioner SF-36 diberikan langsung. Untuk pasien yang menjalani rehabilitasi di rumah, kuesioner dikirim melalui pos. Kuesioner yang telah diisi dikirim kembali paling lambat 3 minggu setelah diterima oleh pasien. Kuesioner ini merupakan kuesioner generik, terdiri dari 36 pertanyaan dan mencakup 8 bidang (domain) yaitu fungsi fisik (FF), fungsi sosial (FS), peran fisik (PF), peran emosi (PE), kesehatan mental (KM), vitalitas (V), rasa nyeri (RN) dan kesehatan umum (KU). Disamping itu, juga disertai dua ringkasan componen yaitu: ringkasan komponen fisik (RKF) dan ringkasan komponen mental (RKM). Alasan peneliti menggunaan teknik Consecutive Sampling yaitu karena populasi pasien pasca BPK di Divisi Rehabilitasi PJNHK, Jakarta dan sekitarnya belum diketahui pasti jumlahnya. Teknik Consecutive Sampling merupakan teknik terbaik diantara teknik

lainnya dalam Non Probability Sampling. Merupakan teknik yang mudah digunakan. Teknik yang tidak medapatkan kerangka sampel yaitu dengan cara mengambil sampel yang memenuhi kriteria tertentu sampai diperoleh sejumlah sampel. Menurut teori, alasan penggunaan teknik Consecutive Sampling yaitu teknik ini dipilih karena semua anggota populasi tidak memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi responden (Simamora, 2004). Teknik ini dipilih karena sampling frame (kerangka sampel) yang menjadi dasar pengambilan sampel tidak tersedia atau tidak lengkap. Penetapan waktu tersebut tidak mutlak dan bersifat fleksibel. Jenis teknik ini merupakan Non Probability Sampling yang paling baik dan sering merupakan cara termudah (Sastroasmoro dan Ismael, 2008). Penentu kriteria sampel sangat membantu penelitian untuk mengurangi bias hasil penelitian, khususnya jika terdapat variabelvariabel (control atau perancu) yang ternyata mempunyai pengaruh variabel yang kita teliti. Non Probability Sampling berkaitan dengan pengurangan biaya dan permasalahan yang mungkin timbul dalam pembuatan kerangka sampel. Hal ini dapat dimungkinkan karena kerangka sampel tidak diperlukan dalam pengambilan sampel secara non probability. Sayangnya, ketepatan dari informasi yang dapat diperoleh juga akan terpengaruh. Hasil dari non probability sampling ini seringkali mengandung bias dan ketidak-tentuan yang bias berakibat lebih buruk (Nursalam, 2003).

DAFTAR PUSTAKA Nursalam, 2003, Konsep Penerapan Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan: Pedoman Skripsi, Tesis, dan Instrumen Penelitian Keperawatan Edisi 1, Jakarta, Salemba Medika. Sastroasmoro, S. dan Ismael, S, 2008, Dasar-Dasar Metodologi Penelitian Klinis Edisi 3, Jakarta, Sagung Seto. Simamora, Henry, 2004, Manajemen Sumber Daya Manusia, Yogyakarta, STIE YKPN.