Anda di halaman 1dari 3

Pada ibu hamil, secara fisiologis akan terjadi peningkatan berat badan sebagai akibat terjadinya pertumbuhan janin

dalam kandungan serta pembesaran organ tubuh terkait proses kehamilan seperti pembesaran rahim dan payudara. 1
Pertambahan volume plasma berkisar 50% dan 20% peningkatan kadar hemoglobin ibu. Rata-rata pertambahan berat badan ibu hamil selama kehamilan berkisar 11,5kg, 25% untuk janin, selebihnya volume darah ibu yang meningkat, rahim dan jaringan kelenjar susu, cairan amnion dan plasenta. Oleh sebab itu, perlu dilakukan Ante natal care untuk mengikuti pertumbuhan dan perkembangan janin, sehingga wanita dan keluarga perlu melakukan persiapan tugas-tugas kehamilan (Tomy, 2008: ). Chapter1(1) Kenaikan berat badan selama kehamilan bervariasi untuk setiap wanita hamil, tergantung dari beberapa faktor. Hal yang harus diingat adalah kehamilan bukanlah saat untuk berdiet menurunkan berat badan atau makan secara berlebihan. Seperti apa yang dikemukakan oleh Suririnah (2008:51),

Peningkatan berat badan pada ibu hamil yang direkomendasikan adalah berdasarkan Guidelines tahun 2009 yang telah ditetapkan WHO disesuaikan dengan BMI. BMI digunakan secara luas sebagai baku emas perhitungan berat badan. Pada saat kehamilan, perhitungan BMI yang digunakan menggunakan berat badan sebelum kehamilan atau pengukuran berat badan awal saat kunjungan pertama ke dokter.2 Pedoman peningkatan berat badan saat hamil menurut WHO, yaitu BMI <18.5 kg/m2 dengan penambahan berat badan 28-40 pound (setara dengan 12.6-18 kg), BMI 18.5-24.9 kg/m2 dengan penambahan berat badan 25-35 pound (11.25-15.75 kg), BMI 25-29.9 kg/m2 dengan penambahan berat badan 15-25 pound (6.7511.25 kg), dan BMI 30 kg/m2 dengan penambahan berat badan 11-20 pound (4.95-9 kg).18 Peningkatan berat badan lebih dari yang telah direkomendasikan ternyata dihubungkan dengan beberapa luaran dan komplikasi kehamilan baik bagi ibu maupun bayi. Pada bayi, peningkatan berat badan ibu hamil yang berlebih dapat menyebabkan berat badan lahir bayi yang besar menyebabkan persalinan yang lama. Selain itu, obesitas pada ibu hamil dihubungkan dengan peningkatan kejadian gawat janin pada proses persalinan.5
SKRIPSI

Salah satu kasus dari komplikasi kehamilan sebagai penyumbang AKI di Indonesia adalah hipertensi dalam kehamilan yang dapat menyebabkan terjadinya preeklampsia MenurutWHOangkakejadianpreeklampsiapadatahun2005berkisarantara 0,51%-38,4%.Dinegaramajuangkakejadianpreeklampsiaberkisar6%-7%sedangkan angkakejadiandiIndonesiaadalahsekitar3,4-8,5%(Artikasari,2009).Tingginyaangka kejadianpreeklampsiamerupakanfaktorutamapenyebabtimbulnyaeklampsiayangdapat mengancamkehidupanibuhamil.Tingginyaangkakejadianeklampsiasebagaiakibat perkembangandaripreeklampsiayangtidakterkontrolmemberikankontribusiyangsangat

besarterhadaptingginyaangkakematianibu(Mayes,2007). Faktor2 Faktor predisposisi yang berhubungan dengan kejadian pre-eklampsia diantaranya adalah primigravida, obesitas, dan kenaikan berat badan yang berlebihan. Menurut Husaini (1992) kenaikan berat badan yang dianggap baik untuk orang Indonesia ialah 9 kg. Kenaikan berat badan ibu tidak sama, tetapi pada umumnya

kenaikan berat badan tertinggi adalah pada umur kehamilan 16 20 minggu, dan kenaikan yang paling rendah pada 10 minggu pertama kehamilan. Kegemukan disamping menyebabkan kolesterol tinggi dalam darah juga menyebabkan kerja jantung lebih berat, oleh karena jumlah darah yang berada dalam badan sekitar 15% dari berat badan, maka makin gemuk seorang makin banyak pula jumlah darah yang terdapat di dalam tubuh yang berarti makin berat pula fungsi pemompaan jantung, sehingga dapat menyumbangkan terjadinya pre-eklampsia (Rozikhan, 2007). Faktor2

Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia pada tahun 2007 masih tertinggi di negara negara ASEAN (Soejoenoes, 2007; Supari, 2007). Data hasil Survei Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) pada tahun 2003. AKI di Indonesia mencapai 109 per 100.000 kelahiran hidup (Ariadi, Rahayu, & Sudarso, 2004 ; Utomo, 2007). Penyebab kematian ibu karena komplikasi kehamilan dan persalinan di seluruh dunia adalah perdarahan sebanyak 25%, karena penyakit yang memperberat kehamilannya sebanyak 20%, infeksi 15%, aborsi yang tidak aman 13%, eklampsia 12%, pre eklampsia 1.7%, sepsis 1.3%, perdarahan post partum 1%, persalinan lama 0.7% (WHO, 2005 dalam Adriaansz (2007). Penyebab langsung kematian maternal yang paling umum di indonesia adalah perdarahan 28%, eklamsi 24%, dan infeksi 11%.