Anda di halaman 1dari 5

Makalah Kasus 9.

Seminar Akuntansi
Tentang
Banking Group Attack IFRS With Dou le Set !" Accounts

PROGRAM INTEK D-III AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS ANDALAS 20 ! M

Banking Group Attack IFRS With Dou le Set !" Accounts

A. Gam"aran Kasus

HBOS merupakan induk perusahaan yang bergerak di bidang perbankan dan asuransi. Dalam dalam menyajikan laporan keuangan, HBOS menggunakan embedded value (EV) sebagai tambahan dari standar !"S. Embedded value (EV) merupakan sebuah ukuran #aluasi yang umum digunakan di luar $merika %tara, khususnya di industri asuransi. Hal ini dihitung dengan menambahkan nilai akti#a bersih disesuaikan dan nilai sekarang dari keuntungan masa depan perusahaan. &ilai sekarang keuntungan masa depan mempertimbangkan potensi keuntungan bah'a para pemegang saham akan menerima di masa depan. Embedded value (EV) menyediakan in(ormasi lebih rin)i mengenai nilai kontrak dan pendapatan yang diharapkan di masa datang. Dalam $S *+, re#enue itu sendiri dide(inisikan sebagi pendapatan yang timbul dari akti#itas normal suatu entitas (baik perseorang atau badan usaha yang melakukan akti#itas usaha) dalam berbagai #arian, (penjualan, (ee, bunga, di#idend dan royalti). ,engenai besarnya pendapatan yang diakui, $S *+ menyatakan bah'a, pendaatan diukur pada nilai 'ajar piutang atau kemungkinan pendapatan yang diterima, setelah dikurangi diskon maupun potongan (rebate) yangl diberikan kepada pembeli atau pelanggan. ,enurut $S *+, pendaptan diakui saat risiko yang melekat pada barang-jasa (yang diperjualbelikan) berpindah ke pembeli atau pengguna jasa. $pabila HBOS terpaku kepada standar tersebut maka akan berdampak negati( bagi HBOS karena ada kontrak jangka panjang yang belum bisa dijadikan pendapatan karena kontrak itu belum selesai. $kibatnya keuntungan perusahaan tersebut akan lebih ke)il sedangkan kontrak tersebut sudah berjalan dalam satu periode akuntansi tetapi belum bisa dijadikan pendapatan. Hal ini akan membuat perusahaan yang akan baru berkembang berkerja keras untuk men)ari kontrak jangka pendek dan mengabaikan kontrak jangka panjang. .ika perusahaan baru tersebut banyak mendapatkan kontrak jangka panjang, maka pendapatan perusahaan itu pada a'al berdirinya akan mengalami pendapatan yang ke)il dan in#estor tidak tertarik untuk berin(estasi ke perusahaan tersebut. $kibat lainnya adalah in#estor kurang tertarik untuk berin#estasi kepada perusahaan tersebut terutama untuk perusahaan baru yang akan berkembang karena pengembalian pendapatan rendah, dengan adanya embeded value (EV) perusahaan mampu menyajikan in(ormasi terkait dengan pendapatan yang diharapkan yang akan diperoleh oleh in#estor di masa yang akan datang. Dengan menggunakan embedded value (EV), EB/ HBOS adalah 0 121 juta, nilai ini lebih tinggi dari pada yang dilaporkan menurut !"S. $dapuan perusahaan baru di nggris
2

dengan menggunakan embedded value (EV), EB/ adalah 0 343 juta lebih tinggi daripada yang dilaporkan menurut !"S, kontribusi embedded value (EV) sebesar 0 135 juta sedangkan dengan menggunakan !"S, EB/ perusahaan baru tersebut sebesar 0 116 juta.

B. Pertan#aan $an %a&a"an Kasus

S'a( )
a. Pertan#aan

,engapa HBOS menyediakan perangkat kedua dari penyajian hasil atau in(ormasi keuanganya7 b. %a&a"an 8arena aturan !"S mensyaratkan agar perusahaan menunda pengakuan pro(it dari kontrak in#estasi. 9 !"S hanya mengijinkan untuk pen)atatan re#enue setelah re#enue tersebut telah terjadi:. .ika diterapkan !"S akan berdampak bagi HBOS kepada ke)ilnya re#enue- nilai in#estasi bisnis, yang mana nilai in#estasi bisnis ini merupakan a)uan bagi in#estor untuk melakukan in#estasi. ;ang mana in#estasi bisnis bagi HBOS merupakan bagian dari operasi yang sedang tumbuh pesat. <emenuhan pada standar !"S akan menyebabkan pro(it HBOS understated sehingga berpotensi merugikan. Dengan tujuan agar nilai in#estasi barunya ini dapat dipahami oleh in#estor, HBOS menambah in(ormasi yang disajikan bagi in#estor berupa penilaian dengan EV yang mampu menyajikan in(ormasi nilai kontrak yang lebih rin)i terutama terkait dengan pendapatan yang diharapkan diperoleh di masa yang akan datang dari kontrak tersebut.

S'a( 2 ) a. Pertan#aan Berdasarkan artikel ini, bagaimana aturan pengakuan re#enue menurut !"S 7 $pa perbeaan=perbedaan yang terjadi pada pro(it HBOS menurut !"S dan EV 7
b. %a&a"an

!"S menghendaki adanya penundaan pengakuan pro(it dari kontrak in#estasi karena pengakuan re#eneu menurut !"S salah satunya adalah saat perpindahan risiko yang melekat pada barang-jasa (yang diperjualbelikan) beralih ke pembeli atau pengguna jasa. <erbeaan yang terjadi pada pro(it HBOS menurut !"S dan EV adalah dengan menggunakan embedded value (EV), EB/ HBOS adalah 0 121 juta, nilai ini lebih tinggi

dari pada yang dilaporkan menurut !"S. $dapuan perusahaan baru di nggris dengan menggunakan embedded value (EV), EB/ adalah 0 343 juta lebih tinggi daripada yang dilaporkan menurut !"S, kontribusi embedded value (EV) sebesar 0 135 juta sedangkan dengan menggunakan !"S, EB/ perusahaan baru tersebut sebesar 0 116 juta. Sehingga pro(it dengan menggunakan embedded value (EV) lebih tinggi dibandingkan dengan pro(it menurut !"S, karena ada pendapatan yang ditunda pengakuanna oleh !"S.

S'a( ! ) a. Pertan#aan ,enurut anda, apa insenti( perusahaan untuk melaporkan Embedded Value pada in(ormasi keuangannya7 Dan untuk tujuan apakah manajemen )enderung memanipulasi hasil Embedded Value7
b. %a&a"an

Dengan menggunakan embedded value, <engungkapan kinerja keuangan atau pro(itabilitas perusahaan akan lebih baik. Sehingga in(ormasi yang diberikan oleh HBOS lebih rin)i terutama tentang nilai kontrak, dengan hal tersebut pemenuhan kebutuhan akan in(ormasi bagi in#estor terpenuhi dan in#estor akan tertarik untuk berin#estasi pada perusahaan tersebut. ,anajer )enderung memanipulasi hasil dari embedded value tergantung kepada intensi( atau kepentingan dari manajemen tersebut. ,emanipulasi hasil dari embedded value tentunya akan mengurangi kualitas in(ormasi terhadap laporan keuangan perusahaan karena tidak sesuai terhadap realitas usaha yang sebenarnya. ,emanipulasi laba bisa kita sebut juga dengan manajemen laba dimana manajemen menggunakan kebebasannya untuk menggubah angka akuntansi terutama angka laba dengan beberapa tujuan seperti untuk meningkatkan kompensasi, mempengaruhi harga saham, dan usaha untuk mendapatkan subsidi pemerintah. ,eningkatkan kompensasi biasanya men)akup bonus berdasarkan laba, maksudnya diukur berdasarkan kemampuan manajemen untuk meningkatkan pro(itabilitas perusahaan, maka manajemen )enderung meningkatkan pro(it yang dilaporkan.

Dalam mempengaruhi harga saham biasanya manajer dapat meningkatkan laba untuk menaikkan harga saham perusahaan untuk membuat perusahaan dipandang lebih baik bagi in#estor. nsenti( lainnya ialah perusahaan )enderung menurunkan laba perusahaan untuk mendapatkan subsidi pemerintah.