Anda di halaman 1dari 19

LAPORAN KASUS

ASUHAN KEPERAWATAN PASIEN TN. S. DENGAN SIROSIS HEPATIS DI RUANG INTERNE 1 LAKI, RSUD DR. SOETOMO SURABAYA TANGGAL 11 13 FEBRUARI 2002

( DISUSUN SEBAGAI BAHAN LAPORAN KASUS PRAKTEK KEPERAWATAN PROFESI DI RUANG INTERNE 1 LAKI, RSUD DR. SOETOMO SURABAYA)

OLEH: SUBHAN NIM 010030170 B

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS AIRLANGGA SURABAYA 2002

LEMBAR PENGESAHAN

LAPORAN KASUS DENGAN UDUL:

ASUHAN KEPERAWATAN PASIEN TN.S. DENGAN SIROSIS HEPATIS DI RUANG INTERNE 1 LAKI, RSUD DR. SOETOMO SURABAYA TANGGAL 11! 13 FEBRUARI 2002

DISAHKAN SEBAGAI BAHAN LAPORAN KASUS

DI RUANG INTERNE 1 LAKI, RSUD DR. SOETOMO SURABAYA TANGGAL 1" FEBRUARI 2002

PEMBIMBING AKADEMIK,

PEMBIMBING RUANGAN,

KUSNANTO, S.KP NIP.

NI MADE SUKERTHI, S.ST NIP.

ASUHAN KEPERAWATAN PASIEN DENGAN SIROSIS HEPATIS

A. 1.

LANDASAN TEORI KONSEP PENYAKIT #. P$%&$'()#% Sirosis hepatis adalah stadium akhir penyakit hati menahun dimana secara anatomis didapatkan proses fibrosis dengan pembentukan nodul regenerasi dan nekrosis. *. 1) 2) a) b) !) ,. P$%+$*#* Beberapa penyebab dari sirosis hepatic yang sering adalah: Post nekrotic cirrhosis (viral hepatits) Proses autoimmune: ronic active hepatitis. Biliary cirhosis "lkoholisme P#(-.)/)-0-&) #epatitis virus "lkoholisme

$ekrosis parenkhim hati

Pembentukan %aringan ikat

&egagalan parenkhim hati

#ipertensi portal

"sites

'nsefalopati

(ual)mual &elemahan otot epat lelah

*arises esophagus

Penekanan diafragma

&esadaran turun

$afsu makan turun +ekanan meningkat ,uang paru menyempit K$'1/#2#

% 2-31%)2#/) R$/)2()%&&) ,$4$'# P$'1*. N1(')/) I%(-0$'#%/ #2().)(#/ 2$'1/#2#% 3-*)0)(#/ .)/)2 G&% P-0# %#.#/ 4$.)/)( 5$'#6#(#% 4)') #ematemisis (elena pembuluh darah pecah Sesak nafas

G&% 2$/$)3*#%&#% ,#)'#% 4#% $0$2('-0)( G&% 5$'.1/) 7#')%&#% 8$3#/

4. 1) 2) !) .) /) 1) 2) 4) 5) 16) $. 1) 7rine 2) 8eses !) :arah

G#3*#'#% K0)%)/ (ual)mual- nafsu makan menurun epat lelah &elemahan otot Penurunan berat badan "ir kencing ber0arna gelap &adang)kadang hati teraba keras 3kterus- spider naevi- erytema palmaris "sites #ematemesis- melena 'nsefalopati P$3$')2/##% L#*-'#(-')13 : bila ada ikterus- urobilin dan bilirubin men%adi positif. : ada perdarahan maka test ben9idin positif. : dapat timbul anemia- hipoalbumin- hiponatrium.

.) +est faal hati. .. 1) 2) P'-&%-/)/ Y#%& $0$2 "danya ikterus yang %elek. Pengobatan sudah satu bulan tanpa perbaikan.

!) .) /) 1) 2) &. 1) 2) !) .) 2. #. 19 a)

"sites. #ati yang mengecil. "da komplikasi yang neurologist. 'nsefalopati. Perdarahan. P$%&-*#(#% 3stirahat yang cukup. (akanan tinggi kalori dan protein. *itamin yang cukup. Pengobatan terhadap penyulit. KONSEP ASUHAN KEPERAWATAN D#(# F-21/ D#(# S1*+$2(). &eluhan perut tidak enak- mual dan nafsu makan menurun. b) c) (engeluh cepat lelah. (engeluh sesak nafas D#(# O*+$2(). a) b) c) d) e) f) g) Penurunan berat badan 3kterus. Spider naevi. "nemia."ir kencing ber0arna gelap. &adang)kadang hati teraba keras. &adar cholesterol rendah- albumin rendah. #ematemesis dan melena. D)#&%-/# K$5$'#6#(#% :iagnosa kepera0atan yang mungkin timbul adalah:

29

*. 1)

Perubahan nutrisi: kurang dari kebutuhan tubuh b;d anoreksia. 3ntolerans aktifitas b;d kelemahan otot. <angguan keseimbangan cairan dan elektrolit b;d hipertensi portal. <angguan perfusi %aringan b;d hematemesis dan melena. emas b;d hematemesis dan melena. <angguan pola nafas b;d asites.

2) !) .) /) 1)

2) 4) 5) 16) ,. 19

&erusakan persarafan bicara.

komunikasi

verbal

b;d

gangguan

,esiko tinggi cedera b;d gerakan yang tidak terkontrol. &erusakan mobilitas fisik b;d efek kekakuan otot. :efisit pera0atan diri b;d keadaan koma. R$%,#%# T)%4#2#% P$'1*#:#% %1(')/): 21'#%& 4#') 2$*1(1:#% (1*1: *;4 #%-'$2/)#. Tujuan: kebutuhan nutrisi terpenuhi. Kriteria hasil: menun%ukkan peningkatan nafsu makan. Rencana tindakan: 1. 2. I%($'<$%/) :iskusikan tentang $utrisi R#/)-%#0 yang baik dapat proses tekanan akibat saluran <3 intra asites dan

pentingnya nutrisi bagi klien. sering.

mempercepat Peningkatan abdominal menekan

"n%urkan makan sedikit tapi penyembuhan.

menurunkan kapasitasnya. !. .. Batasi cairan 1 %am sebelum dan sesudah makan. Pertahankan mulut. airan dapat menurunkan kebersihan nafsu makan dan masukan. "kumulasi partikel makanan di mulut dapat menambah bau dan rasa tak sedap yang menurunkan nafsu makan. /. 1. Batasi makanan dan cairan &erusakan yang tinggi lemak. pantau dengan disediakan. diet intake yang sesuai lemak. telah 7ntuk mencukupi nutrisi intake harus adekuat. aliran empedu mengakibatkan malabsorbsi

29

I%(-0$'#%/ #2().)(#/ *;4 2$0$3#:#% -(-(. Tujuan: &lien dapat beraktifitas sesuai dengan batas toleransi. Kriteria hasil: menun%ukkan peningkatan dalam beraktifitas. Rencana tindakan: 1. I%($'<$%/) &a%i kesiapan R#/)-%#0 untuk Stabilitas fisiologis menun%ukkan penting tingkat

meningkatkan aktifitas contoh: untuk

apakah tekanan darah stabil- aktifitas individu.

perhatian terhadap aktifitas dan pera0atan diri. 2. &ema%uan aktifitas bertahap %elaskan pola peningkatan mencegah peningkatan tiba) bertahap dari aktifitas contoh: tiba pada ker%a %antung. posisi duduk di tempat tidurbangun dari tempat tidur- bela%ar berdiri dst. !. Berikan dengan eleminasi). bantuan kebutuhan (makan+eknik penghematan energi menurunkan sesuai energi. penggunaan

minum- mandi- berpakaian dan

B.

ASUHAN KEPERAWATAN

ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN TN. S. DENGAN SIROSIS HEPATIS DI RUANG INTERNE LAKI I, RSUD DR. SOETOMO SURABAYA TANGGAL 11 13 FEBRUARI 2002

PENGKAJIAN
Pengka%ian dilaksanakan pada tanggal 11 8ebruari 2662 pada pukul 16.66 =3B. 1. I4$%()(#/ $ama 7mur Jenis kelamin encefalopaty Suku Bangsa Agama Peker aan Pen#i#ikan Alamat Keluh ! u" # : Jawa : Islam : Pensiun AB!I" : S$A :Jl" %a ah $agersari III&'( Si#oar o" : )i#ak sa#ar" hepatik II - III : +n. S. : 12 tahun : Laki-laki +gl (,S ,egister Diagnose : 65 ) 2 ) 2662 : 161!125. : sirosis hepatis+ sepsis

II R$% & " Ke'e( % " ! ).1 R$% & " 'e!& *$" +e,elu#!& : Pen#erita pernah sakit kuning * +ulan yang lalu #an $!S #i !S, Si#oar o selama * minggu" ).) R$% & " 'e!& *$" +e* ( !).. R$% & " *e+eh " ! *elu (: Pen#erita muntah-muntah - hari se+elum $!S. : /eluarga ti#ak a#a yang sakit seperti ini. hanya : (enurut keluarga- lingkunagn rumah mual-mual. perut kem+ung. +a#an lemah se ak - hari yang lalu" istrinya mempunyai riwayat penyakit D$" 2.= K$#4##% 2$/$:#(#% 0)%&21%&#% cukup bersih karena kebiasaan keluarga dan masyarakat sekitar membersihkan rumah dan lingkunagn sekitar setiap minggu sekali. 2." R)6#+#( 2$/$:#(#% 0#)%%+# 2.> A0#( *#%(1 +#%& 4)5#2#) <igi palsu &aca mata >ain)lain : )) :)) :taa :taa : taa

Pendengaran

III. O*/$'<#/) 4#% P$3$')2/##% F)/)2 1. K$#4##% 1313 :kondisi umum terlihat lemah. 2. T#%4# <)(#0 3. B-4+ S+/($3 3.1 P$'%#.#/#% #idung +rachea :ada ) Bentuk ) <erakan Aenis nafas Batuk Sputum yanosis 8rek0ensi nafas 3.2 K#'4)-<#/210$' $yeri dada Pusing &ram kaki : taa : taa. : taa : taa. : taa : : simetris : simetris- nyeri dada ()). : vesikuler @;@ : hidung : ()). : taa : taa : 26 ?;mnt. :S: !1-/
6

a?illa- $: 44 ?;mnt teratur dan kuat- +:: 116;26

mm#g lengan kiri dalam posisi berbaring- ,,: 26 ?;mnt.

Suara nafas dan lokasi

Sakit kepala Palpitasi lubing finger Suara %antung 'dema &apilari refill >ainnya 3.3 P$'/#'#.#% &esadaran < S &epala dan 0a%ah (ata Sklera &on%unctiva

: )) : )) :)) : S1 S2 tunggal. : asites : 2 dtk. : ))

: ( : '.*/(1 : dbn : anemis ())- sianosis ()). : ikterus : merah muda.

Pupil >eher ,eflek fisiologis ,eflek patologis Pendengaran Penciuman Pengecapan Penglihatan Perabaan >ainnya

: isokor : :*A ()). : dbn : taa : dbn : dbn : dbn : dbn : dbn : ))

3.= P$'2$3):#% E0)3)%#/) U')%$ Produksi urine =arna urine . >ainnya (ulut +enggorokan "bdomen ,ectum Bab >avement >ain)lain : 166 B 466 cc ;hari. : seperti teh. : )) : bersih- gigi lengkap- mukosa bibir lembab. : sakit menelan ()). : distensi ())- peristaltik usus baik. : dbn : )) : )) : ))

<angguan saat kencing : taa. 3." P$%,$'%##% ! E0)3)%#/) A0<)

Cbat pencahar : ))

3.> T10#%& O(-( I%($&13$% &emampuan pergerakan sendi: /// // / '?tremitas ) "tas ) Ba0ah &ulit: ) =arna kulit ) "kral ) +urgor :sa0o matang- agak ikterik. :hangat- oedem ())) : baik : : pergerakan baik- kekuatan otot baik. : pergerakan baik- kekuatan otot baik. :dbn /// ///

) +ulang belakang

3.7 S)/($3 E%4-2')%

+erapi hormon : )) &arakteristik seks sekunder: dbn ,i0ayat pertumbuhan dan perkembnagan fisik: taa 3.? S)/($3 H$3#(-5-)$()2 :iagnosis penyakit hematopoietik yang lalu: )) +ype darah: C 3.@ R$5'-412/) >aki B laki: taa. =.0 P/)2-/-/)#0 K-%/$5 4)'): !! 8)('# 4)'): +anggapan tentang tubuh: taa Bagian tubuh yang disukai: taa Bagian tubuh yang tidak disukai: taa Persepsi thd kehilangan bagian tubuh: taa >ainnya- sebutkan: taa Status klien dalam keluarga: ayah- seorang suami- kepala rumah tangga &epuasan klien thd status dan posisi dlm keluarga: puas &epuasan klie thd %enis kelamin: puas >ainnya- sebutkan: taa tanggapan klien thd perannya: cukup puas. &emampuan;kesanggupan melaksanakan peran. &epuasan klien melaksanakan perannya: puas. harapan klien thd: D +ubuh: suapaya cepat sembuh. D Posisi (dlm peker%aan): taa D Status dlm keluarga: taa 0 )ugas&peker aan:taa" #arapan klien thd lingkungan: taa #arapan klien thd penyakit yg diderita: penyakitnya dapat segera disembuhkan. H#'&# 4)'): +anggapan klien thd harga dirinya: tinggi I4$#0 4)');:#'#5#%: klien melaksanakan perannya: sanggup

I4$%()(#/:

P$'#%:

>ainnya- sebutkan: taa #ubungan dengan klien:kenal baik. :ukungan keluarga: aktif :ukungan kelompok;teman;masyarakat: aktif. ,eaksi saat interaksi: kooperatif- komunikasi lancar dan %elas. &onflik yang ter%adi terhadap: taa

S-/)#0;)%($'#2/):

3.11 S5)')(1#0: &onsep tentang penguasa kehidupan: "llah S=+. Sumber kekuatan;harapan saat sakit: "llah S=+- tenaga dokter dan pera0at serta dukungan keluarga. ,itual agama yg berarti;diharapkan saat ini: dapat melaksanakan sholat dengan baik (selama dira0at klien sholat di ++). Sarana;peralatan;orang yg diperlukan dlm melaksanakan ritual agama yg diharapkan saat ini: le0at ibadah. 7paya kesehatan yang bertentangan dgn keyakinan agama: taa &eyakinan;kepercayaan bah0a +uhan akan menolong dlm menghadapi situasi sakit saat ini: sangat yakin +uhan akan membantu kesembuhan. &eyakinan;kepercayaan bah0a penyakit dapat disembuhkan: sangat yakin. Persepsi thd penyebab penyakit: karena kelelahan.

P$3$')2/##% 5$%1%7#%&: 1. a. b. c. d. e. f. g. h. +gl 5)2)2662 #b <:" B7$ S &@ $a@ l


)

: 11-2 grE : 25 mg;dl : 11 mg;dl : 6-15 mg;dl : .-22 m'g;dl : 51 m'g;dl : 21 m'g;dl

B<"

: P#

: 2-/! PC2 : 22-1

P C2 : 12-. # C! : 1.-2 B' "lbumin <lobulin : )4-/ : 2-16 : .-12

S<C+ : 41 7;>

2. a. b. c. d.

+gl 16)2)2662 #:> Bil total Bil terikat 8osfatase alkali : 25 mg;dl : 5-14 mg;dl : 1-.5 mg;dl : !61

!.

+gl 5)2)2662 8oto thoraks : normal

..

+gl 12)2)2662 7S< abdomen : sirosis hepatis dengan splenomegali asites.

T$'#5): 1. a. b. c. d. e. f. 2. a. b. c. d. +gl 5)2)2662 +&,P ,< 3nfus :16E: aminoleban eftria?one 2?1 gr. >actulose .?2 sendok >avament setiap 12 %am. &oreksi hipoalbumin +gl 1!)2)2662 :iet +&,P ,< "lbumin 2 tetes;mnt eftria?one 2?1 gr. >actulose .?2 sendok :2:1

ANALISA DATA: D#(# S: &lien mengatakan tidak ada selera mual. C: (ukosa bibir kering- makan hanya ! sendok dari porsi yang disediakanmata co0ongPenurunan tekanan osmotik plasma &elebihan volume cairan. albumin 2-16 gr;dl. S: &lien mengeluh perutnya terasa penuh. C: "sites (@)- albumin 2-16 gr;dlS: oedema ekstremitas ()). &lien dan keluarga banyak bertanya tentang pengobatan dan pera0atan. C: =a%ah klien tampak murungskala #",S: 2)4. DIAGNOSA KEPERAWATAN: &urangnya informasi mengenai regimen pengobatan dan pera0atan. "nsietas. makan dan perutnya P$%+$*#* "noreksia. M#/#0#: Pemenuhan nutrisi kurang dari kebutuhan.

1.

,esiko pemenuhan nutrisi: kurang kebutuhan tubuh b;d anoreksia. :ata penun%ang: S: &lien mengatakan tidak ada selera makan dan perutnya mual. C: (ukosa bibir kering- makan hanya ! sendok dari porsi yang disediakan- mata co0ong- albumin 2-16 gr;dl.

2.

&elebihan volume cairan b;d penurunan tekanan osmotik plasma. :ata penun%ang: S: &lien mengeluh perutnya terasa penuh. C: "sites (@)- albumin 2-16 gr;dl- oedema ekstremitas ()).

!.

"nsietas b;d kurangnya informasi tentang regimen pengobatan dan pera0atan. :ata penun%ang: S: &lien dan keluarga banyak bertanya tentang pengobatan dan pera0atan. C: =a%ah klien tampak murung- skala #",S: 2)4.

REN8ANA INTERVENSI: 1. R$/)2- 5$3$%1:#% %1(')/): 21'#%& 2$*1(1:#% (1*1: *;4 #%-'$2/)#. D#(# 5$%1%7#%&: S: &lien mengatakan tidak ada selera makan dan perutnya mual. C: (ukosa bibir kering- makan hanya ! sendok dari porsi yang disediakan- mata co0ong- albumin 2-16 gr;dl. T171#%: Setelah diberikan askep selama ! hari- kebutuhan nutrisi klien terpenuhi. K')($')# :#/)0: &lien dapat mengkonsumsi 1 porsi makanan yang disediakan. R$%,#%# ()%4#2#%: N1. 2. I%($'<$%/) R#/)-%#0 :iskusikan tentang pentingnya $utrisi yang baik dapat mempercepat nutrisi bagi klien. sering. !. Batasi cairan 1 %am sebelum .. dan sesudah makan. Pertahankan mulut. /. Pantau intake sesuai dengan diet yang telah disediakan: proses penyembuhan. akibat asites menekan saluran <3 dan menurunkan kapasitasnya. airan dapat menurunkan nafsu makan dan masukan. "kumulasi partikel makanan di mulut sedap yang menurunkan nafsu makan. 7ntuk mencukupi nutrisi intake harus adekuat. "n%urkan makan sedikit tapi Peningkatan tekanan intra abdominal

kebersihan dapat menambah bau dan rasa tak

diet bubur kasar +&,P ,<.

2.

K$0$*):#% <-013$ ,#)'#% *;4 5$%1'1%#% ($2#%#% -/3-()2 50#/3#. D#(# 5$%1%7#%&: S: &lien mengeluh perutnya terasa penuh. C: "sites (@)- albumin 2-16 gr;dl- oedema ekstremitas ()). T171#%: Setelah diberikan askep selama ! hari- volume cairan stabil. K')($')# :#/)0: tidak terdapat perluasan oedema. R$%,#%# ()%4#2#%: N1. 2. !. .. /. I%($'<$%/) 7kur intake dan output. %am sekali. Pantau dera%at oedema. Berikan pera0atan mulut. Batasi natrium dan air: diet cc;2. %am. 1. &olaborasi therapi diuretik. R#/)-%#0 (engetahui status volume sirkulasi. darah yang meningkat berhubungan dengan kelebihan cairan. Perpindahan cairan pada %aringan akibat dari retensi natrium dan air. (enurunkan rasa haus. (eminimalkan retensi cairan dalam area Pembatasan cairan untuk memperbaiki pengenceran

"0asi tekanan darah setiap ! +ekanan

+&,P ,< dan minum F 266 ekstravaskular. hiponatremia.

(engontrol oedema dan asites.

3.

A%/)$(#/ *;4 21'#%& 5$%&$(#:1#% ($%(#%& '$&)3$% 5$%&-*#(#% 4#% 5$'#6#(#%. D#(# 5$%1%7#%&: S: &lien dan keluarga banyak bertanya tentang pengobatan dan pera0atan. C: =a%ah klien tampak murung- skala #",S: 2)4. T171#%: Setelah diberikan askep selama !6 menit- klien dan keluarga dapat mengontrol cemas. K')($')# :#/)0: &lien dan keluarga mengerti tentang pen%elasan yang diberikanklien kooperatif terhadap tindakan pera0atan yang diberikan. R$%,#%# T)%4#2#%: N1. 2. !. .. I%($'<$%/) R#/)-%#0 3nformasikan tentang regimen (emberikan dasar pengetahuan pada pengobatan dan pera0atan. tindakan yang akan dilakukan. Aa0ab &a%i pertanyaan tersedianya %u%ur dan nyata. klien dan keluarga. tentang prosedur akan dapat mengurangi kecemasan. kecemasan. dukungan (en%adi sumber yang membantu Aelaskan tu%uan dan persiapan Pen%elasan

dengan 3nformasi yang tepat dapat menurunkan

pada klien yaitu istri dan anak) anaknya.

mengurangi kecemasan.

IMPLEMENTASI: T#%&&#0 11)2) 2662 12.!6 N- DA. K$5 :?.$o. 1 I350$3$%(#/) (endiskusikan tentang pentingnya nutrisi bagi klien. (engan%urkan makan sedikit tapi sering. (engan%urkan tidak minum banyak sebelum dan sesudah makan.(engan%urkan kumur)kumur sebelum makan. 12)2) 2662 64.66 1!)2) 2662 12.!6 11)2) 2662 64.66 16.66 12)2) 2662 64.66 16.66 1!)2) 2662 1..!6 1/.!6 (en%elaskan tentang prosedur pengobatan dan pera0atan klien.(en%a0ab pertanyaan dengan %elas. :?. $o ! (elakukan obs ge%ala cardinal: +: 116;26 mm#g$: 44 ?;mnt- ,,I 26 ?;mntI S: !1-/6 . (emberikan infus albumin 166 cc- 2 tts;mnt. (elakukan obs ge%ala cardinal: +: 116;26 mm#g$: 46 ?;mnt- ,,I 14 ?;mntI S: !1 6 .- oedema e?tremitas ()). (elakukan obs ge%ala cardinal: +: 116;26 mm#g$I 44 ?;mntI ,,: 26 ?;mntI S: !1-/6 . (emantau oedema: oedema perifer ()). (emantau intake dan output minum 166 ccinfus 1666 cc- %umlah urine 1666 cc. (engan%urkan keluarga untuk mencatat %umlah minum dan %umlah kencing selama 2. %am. (engganti cairan infus :/E 1. tts;mnt. :? $o. 2 (embantu saat klien makan- habis H porsi dan minum H gelas (166 cc). (emberikan obat oral: lactulose 2 sendok. (embantu saat klien makan: diet +&,P ,< habis 1 porsi dengan dimakan !? tahapan. (emantau seberapa banyak makanan yang dikonsumsi klien: G porsi- minum H gelas (166 cc).

12)2) 2662 65.66

(engka%i dukungan: istri dan anaknya sangat memberikan dukungan selama klien sakit. (elakukan evaluasi verbal dan non verbal.

65.!6

EVALUASI KEPERAWATAN: T#%&&#0 1. D)#&%-/# E<#01#/) K$5$'#6#(#% ,esiko pemenuhan SI &lien mengatakan sudah mau makan. nutrisi: anoreksia. kurang CI (ukosa bibir lembab- 1 porsi makan habis dengan !? tahapan makan. "I (asalah teratasi. PI 3ntervensi dihentikan. 2. &elebihan tekanan plasma. cairan b;d penurunan osmotik SI &lien mengeluh perutnya kembung. volume CI "sites (@)- oedema perifer ())- +: 116;26 mm#gI S: !16 I ,,: 14 ?;mntI $: 44 ?;mntintake 1166 cc- output 1666 cc. "I (asalah teratasi sebagian. PI 3ntervensi dilan%utkan semua. !. "nsietas kurangnya tentang pengobatan pera0atan SI &lien menyatakan mengerti tentang kebutuhan tubuh b;d

pen%elasan yang diberikan. b;d CI =a%ah tampak tenang- klien kooperatif informasi terhadap tindakan yang diberikan. regimen "I (asalah teratasi. dan PI 3ntervensi dihentikan.

DAFTAR PUSTAKA 1. 2. !. "rthur . <uyton and Aohn '. #al (1552)- Buku Ajar Fisiologi Kedokteran,

Edisi 9- '< - Aakarta. (arylin '. :oengoes (2666)- Rencana Asuhan Keperawatan, Edisi 3, '< Aakarta. arpenito- >ynda Auall (2661)- Diagnosa Keperawatan Edisi - '< - Aakarta.

.. /. 1. 2.

Soeparman (1542)- !l"u #en$akit Dala" !- 8&73- Aakarta. Stefan Silbernagl- 8lorian >ang (2666)- #athoph$siolog$, +hieme- Struttgart $e0 Jork. Sar%adi (1555)- #atologi %"u" dan &iste"ik, Edisi '- '< - Aakarta. "%i :harma (1551)- #ato(isiologi Konsep Klinik #roses)proses #en$akit- '< Aakarta.