Anda di halaman 1dari 17

Basis gigi tiruan adalah bagian dari gigi tiruan yang bersandar pada jaringan lunak dan merupakan

tempat melekatnya anasir gigi tiruan. Berbagai macam bahan telah digunakan dalam pembuatan basis gigi tiruan seperti kayu, tulang, keramik, logam, logam aloi dan beberapa jenis polimer.

Basis gigi tiruan dapat dibuat dari logam atau non logam, namun sampai saat ini kebanyakan basis gigi tiruan terbuat dari bahan non logam terutama polimer.Bahan basis gigi tiruan polimer yang paling umum digunakan adalah resin akrilik atau disebut polimetil metakrilat.

Apa saja bahan yang digunakan dalam pembuatan basis gigi tiruan?

Bahan yang digunakan dalam pembuatan basis gigi tiruan dibagi ke dalam dua kelompok, yaitu logam dan non logam. a. Logam Bahan logam yang digunakan sebagai basis gigi tiruan pada umumnya berupa aluminium kobalt, logam emas, aluminium dan stainless steel.3 Meskipun bahan logam memiliki kekuatan yang baik, tahan terhadap fraktur dan abrasi, tetapi bahan ini mempunyai kelemahan seperti pembuatannya memerlukan biaya yang mahal serta estetis yang kurang. b. Non-Logam Basis non logam dapat dibagi lagi menjadi dua jenis, yaitu : . !hermo-hardening

Bahan basis thermo-hardening adalah bahan basis yang mengalami perubahan kimia dalam proses dan pembentukan. "asil dari produk tersebut berbeda dari bahan dasar setelah selesai diproses, bahan ini tidak dapat dilunakkan dengan panas ataupun dibentuk ulang. #ontoh bahan thermohardening adalah fenol-formaldehid, $ulkanit, dan resin akrilik.

Bahan fenol-formaldehid lebih dikenal dengan Bakelite, a%alnya ditemukan pada penggunaan di bidang perindustrian. &ada tahun '(), bahan ini mulai diperkenalkan sebagai salah satu bahan pembuatan basis gigitiruan, namun mempunyai beberapa kelemahan seperti dapat terjadi perubahan %arna, estetis yang kurang, sulit direparasi, memiliki kekuatan impak yang rendah, serta lebih sulit dalam pembuatannya.

*ulkanit merupakan bahan pertama yang paling banyak digunakan untuk memproduksi basis gigi tiruan. Bahan ini terbuat dari karet yang mengandung 3(+ sulfur dan oksida logam untuk memberikan %arna.3 ,kan tetapi, bahan ini mempunyai kekurangan dalam hal estetis, mengabsorpsi sali$a serta dapat menyebabkan stomatitis.

-esin akrilik .polimetil metakrilat/ adalah rantai polimer yang terdiri dari unit-unit metil metakrilat yang berulang. Menurut ,merican 0ental ,ssociation . '1)/, resin akrilik dibedakan menjadi dua yaitu:

a. -esin akrilik polimerisasi panas 2 resin yang polimerisasinya dengan bantuan pemanasan. &ada umumnya disediakan dalam bentuk bubuk dan cairan

b. -esin akrilik s%apolimerisasi 2 komposisi resin ini sama dengan polimerisasi panas kecuali cairannya mengandung bahan akti$ator yang polimerisasinya dapat berlangsung pada suhu kamar. -esin ini disebut juga self cured autopolimery3ing, atau bahan yang diakti$asi secara kimia !hermo-hardening resin akrilik memiliki sifat porositas dan penyerapan air yang tinggi, perubahan $olumetrik, mudah fraktur serta mempunyai kandungan sisa monomer.

(. !hermo-plastic

Bahan thermo-plastic adalah bahan yang tidak mengalami perubahan kimia dalam proses pembentukannya. &roduk yang dihasilkan serupa dengan bahan dasar, hanya saja terjadi perubahan dalam bentuknya. Bahan ini dapat dilunakkan dengan panas dan dibentuk menjadi bentuk yang lain. 4enis bahan dari kelompok ini yang digunakan sebagai bahan basis gigi tiruan antara lain : seluloid, selulosa nitrat, resin $inil, nilon, polikarbonat, dan resin akrilik.

5eluloid mulai diperkenalkan pada tahun 67'. &ada a%al penggunaan, bahan ini mempunyai sifat estetis yang baik. Namun seiring berlalunya %aktu, bahan ini kurang diminati karena terjadinya perubahan %arna, serta mudah menimbulkan stain karena sifat porositas yang dimiliki. Bahan $inil diperkenalkan sebagai bahan basis gigitiruan pada tahun '3(. 5ifat umum resin ini memenuhi syarat basis gigitiruan, tetapi ketahanan yang rendah terhadap fatik, sering

menyebabkan masalah fraktur beberapa %aktu setelah pemakaian. Menjelang akhir tahun '78an, mulailah dikembangkan bahan $inil-akrilik. 9elebihan dari bahan ini yaitu sedikit penyerapan air, sehingga meningkatkan ketahanan terhadap fatik dan impak. Namun, kekurangan yang dimiliki, yaitu modulus elastisitas yang rendah serta penghantar panas yang rendah. &olikarbonat adalah rantai polimer dari bisphenol-, carbonat. Bahan ini cukup populer dan banyak digunakan dalam kedokteran gigi sejak dahulu sebagai mahkota sementara. Bahan ini cukup kuat, tahan terhadap fraktur dan fleksibel. !etapi, polikarbonat tidak dapat menahan tekanan oklusal sehingga tidak dapat mempertahankan dimensi $ertikal dalam jangka %aktu yang lama. !hermo-plastic akrilik mempunyai ketahanan terhadap fraktur, kekuatan tekan, fleksibilitas yang baik, serta sedikit kandungan sisa monomer. !etapi bahan ini tidak dapat mempertahankan dimensi $ertikal dalam %aktu yang lama. #ontoh dari thermo-plastic akrilik adalah :le;ite M.&. yang diperoleh dari campuran khusus polimer dan mempunyai kekuatan impak tertinggi dibandingkan bahan jenis akrilik lainnya. Nilon adalah nama generik dari termoplastik polimer, dan pertama kali digunakan sebagai basis gigitiruan pada tahun '<8an. Bahan ini mempunyai ketahanan impak yang tinggi, akan tetapi bahan ini memiliki kelemahan yaitu dapat terjadi perubahan %arna serta dapat menyerap air.

Bagaimana sifat resin akrilik?

-esin aklilik mempunyai beberapa sifat yaitu sebagai berikut : a. #uring 5hrinkage 9etika monomer metil metakrilat berpolimerisasi akan terjadi perubahan kepatadan. &erubahan kepadatan menyebakan shrinkage polimerisasi sebesar ( +. =munya perbadinga po%der-li>uid adalah sebesar 3?3,< : .$ol / atau (,< : .berat/. &ada proporsi adonan akrilik ini akan terjadi 5hrinkage sebesar 1+. "al ini disebabkan karena resin akrilik selama ini menunjukkan shrinkage yang terdistribusi merata disetiap permukaan basis sehingga tidak begitu mempengaruhi adaptasi basis mukosa. b. 5trength .9ekuatan / 9ekuatan resin akrilik tergantung dari komposisi resin, teknik prosesing, dan lingkungan gigi tiruan itu sendiri. -esin akrilik mempunyai modulus elastisitas yang relatif rendah yaitu ()88 Mpa, oleh karena itu basis tidak boleh kurang dari c. &orositas mm.

&orositas adalah gelembung udara yang terjebak dalam massa akrilik yang telah mengalami polimarisasi. !imbulnya porositas menyabababkan efek negatif terhadap kekuatan dari resin akrilik. ,da ( jenis porositas yang dapat kita temukan pada basis gigi tiruan yaitu shrinkage porosity dan gaseous porosity. 5hrinkage porosity kelihatan sebagai gelembung yang tidak beraturan bentuk di seluruh permukaan gigi tiruan sedangkan gaseous porosity terlihat berupa gelembung kecil halus yang uniform, biasanya terjadi terutama pada protesa yang tebal dan di bagian yang lebih jauh dari sumber panas. d.5tabilitas dimensi 5tabilitas dimensi dapat dipengaruhi oleh proses, molding, cooling, polimerisasi, absorbsi air dan

temperatur tinggi. e. #ra3ing -etakan yang terjadi pada permukaan basis resin, hal ini disebabkan karena adanya tensile stress, sehingga terjadi pemisahan barat molekul. f. :raktur @igi tiruan yang tidak sesuai karena desain yang tidak baik dapat menyebabkan daya fleksural yang berkelanjutan sehingga terjadi fatigue dan akhirnya menyebabkan gigi tiruan fraktur. g. -adiologi ,krilik tidak dapat dideteksi dalam foto karena sifat radiolusensinya. Ani disebabkan karena atom #,",B yang terdapa dalam alrilik melemahkan, menyerap sinar ;- ray. "al ini akan meyulitkan jika terjadi kecelakaan dimana ada bagian akrilik yang tertelan atau tertanam di dalam jaringan lunak. h. -eaksi alergi 5angat jarang pasien yang mengalami reaksi alergi akibat kontak dengan resin akrilik yang berasal sdari gigi tiruan. 9ebanyakan kasus yang dilaporkan adalah akibat dari gigi tiruan yang tidak bersih dan gigi tiruan yang tidak sesuai kedudukanya dalam rongga mulut sehingga mengakibatkan trauma

pada jaringan lunak mulut, tetapi banyaknya residual monomer yang terdapat pada basis resin akrilik yang tidak mengalami polimerisasi secara sempurna akan mengakibatkaniritasi pada jaringan mulut pasien. i. &enyerapan air -esin akrilik meyerap air secara peerlahan dengan nilai e>uilibrium absorpsi ( ? (,< + aka terjadi setelah 7 bulan atau lebih tergantung dari ketebalan basis. &eyerapan air ini akan menyebabkan perubahan dimensiomnal, tetapi hal ini adalah tidak signifikan dan biasanya bukan merupakan penyebab utama ketidak sesuaian gigi tiruan. j. Berat molekul -esin akrilik polimerisasi panas memiliki berat molekul polimer yang tinggi yaitu <88.888 ? .888.888 dan berat molekul monomernya yaitu 88. Berat molekul polimer ini akan bertambah hingga mencapai angka .(88.888 setelah berpolimerisasi dengan benar. -antai polimer dihubungkan antara satu dengan lainnya oleh gaya *an der Caals dan ikatan antarrantai molekul. Bahan yang memiliki berat molekul tinggi mempunyai ikatan rantai molekul yang lebih banyak dan mempunyai kekakuan yang besar dibandingkan polimer yang memiliki berat molekul yang lebih rendah. k. -esisten terhadap asam, basa, dan pelarut organik -esistensi resin akrilik terhadap larutan yang mengandung asam atau basa lemah adalah baik. &enggunaan alkohol dapat menyebabkan retaknya protesa. Dthanol juga berfungsi sebagai plastici3er dan dapat mengurangi temperatur transisi kaca. Bleh karena itu, larutan yang mengandung alkohol sebaiknya tidak digunakan untuk membersihkan protesa.

5elain itu ada juga sifat lainnya yaitu:

5elain itu ada juga sifat lainnya yaitu: E #ukup elastic dan bila terdapat klamer maka cukup rigid atau keras terhadap tekanan kunyah E 0apat menyesuaikan diri dengan cairan mulut E !idak mengiritasi jaringan mulut, E !idak beracun E !idak berasa dan tidak barbau

E !idak berubah %arna E Mudah dipolish

Bagaimana syarat resin akrilik yang dapat digunakan dalam kedokteran gigi?

5yarat -esin ,krilik 0alam 9edokteran @igi . &ertimbangan biologis F !idak berbau, tidak berasa, tidak toksik dan tidak mengiritasi jaringan mulut. (. 5ifat fisik memiliki kekuatan terhadap tekan gigit atau pengunyahan, tekanan benturan, keausan, kestabilan dimensi. 3. 5ifat estetik F Menunjukkan translusensi dan tidak berubah %arna setelah pembentukan. ). !ahan abrasi, mudah direparasi dan dibersihkan <. Biokompabilitas dengan jaringan lunak mulut 7. Biaya ekonomis dan mudah dalam manipulasi

Apa saja komposisi resin akrilik?

9omposisi dari resin akrilik yaitu : ,. &o%der E &olimer poly . methyl methacrylate/. Baik serbuk yang diperoleh dari polimerisasi methyl methacrilate daslam air maupun partikel ayng tidak teratur bentuknya yang diperoleh dengan cara menggerinda batangan polimer. E Anitiator peroksida 2 berupa 8,(-8,<+ ben3oyl peroksida. E &igmen 2 sekitar + tercampur dalam partikel polimer . !itanium atau Ginc Bksida (. Bpaficer 3. 0ibutil &talat ). &lastici3ers <. Nilon, akrilik 7. 5erat 5intetik B. #airan E Monomer methyl methacrylate E 5tabili3er 2 sekitar 8,887 + hydro>uinone untuk mencegah berlangsungnya polymerisasi selama penyimpanan. 0imetil-&-!oluidine Gat acti$ator ini umumnya golongan amina organic, dalam hal ini dapat

digunakan dimethyl paratoluidine ataupun amina tertier. E ,kti$ator "idro>uinonE Anhibitor E #ross linking agent: Dtilene @likol 0imetakrilat. ,gen cross-linked dapat berfungsi sebagai jembatan atau ikatan kimia yang menyatukan ( rantai polimer. ,pabila etilenglikol dimetilakrilat dimasukkan ke dalam adukan, beberapa ikatan akan terbentuk yang mana merupakan suatu struktur disebut jaringan 3 dimensi. #ross-linked ini memberikan peningkatan ketahanan terhadap deformasi serta mengurangi solubilitas dan penyerapan air.

&erbandingan bahan akrilik heat cured dengan bahan akrilik self cured sebagai berikut : E 9omposisinya sama tapi pada bahan self cured cairannya mengandung bahan acti$ator seperti dimethyl paratoluidin. E &orositas bahan self cured lebih besar daripada heat cured, meskipun ini tidak mudah dilihat pada resin yang diberi pigmen. "al ini disebabkan oleh karena terlarutnya udara dalam monomer yang tidak larut dalam polimer pada suhu kamar. E 5ecara umum bahan self cured mempunyai berat molekul rata-rata lebih rendah dan mengandung lebih banyak sisa monomer yaitu sekitar (-< +. E Bahan sel cured tidak sekuat heat cured, trans$erse strength bahan ini kira-kira 68+ dari bahan heat cured. Ani mungkin berkaitan dengan berat molekulnya yang lebih ringan. E Mengenai sifat-sifat rheologynya, bahan heat cured lebih baik dari self cured karena bahan self cured menunjukkan distorsi yang lebih besar dari pemakaian. &ada pengukuran creep bahan polimetil metakrilat, polimer heat cured mempunyai deformasi a%al yang lebih kecil juga lebih sedikit creep dan lebih cepat kembali dibandingkan dengan bahan self cured. E 5tabilitas %arna bahan self cured jelek, bila dipakai acti$ator amina tertiar dapat terjadi penguningan setelah beberapa lama.

Apa saja klasifikasi dari resin akrilik?

&ada dasarnya, dari semua tipe resin akrilik memiliki tujuan sama dalam a%al reaksinya yakni untuk mengaktifkan radikal bebas. -adikal bebas merupakan suatu muatan listrik netral dimana di dalamnya terkandung atom-atom yang tidak berpasangan. -adikal ini merupakan hasil pemanasan ben3oil peroksida yang digunakan sebagai inisiator. ,. "eat #ured ,crylic .-esin ,krilik terakti$asi &anas/

&ada resin jenis ini, energy thermal diperoleh dari proses perendaman akrilik di dalam air, selain itu juga diperoleh dari proses perebusan. -esin ini memiliki komposisi bubuk atau po%der berupa polimethyl metakrilat dengan tambahan inisiator berupa ben3oil peroksida. 0isamping juga ada li>uid atau cairan berupa methyl metakrilat yang di dalamnya terkandung sedikit kandungan hydro>uinone yang ditambah dengan glikol dimetakrilat sebagai bahan ikat silang. 9elebihan dari heat cured acrylic adalah nilai estetis unggul dimana %arna hasil akhir akrilik sama dengan %arna jaringan lunak rongga mulut. 5elain itu, resin akrilik ini tergolong mudah dimanipulasi dan harga terjangkau. 5edangkan jika dilihat dari segi kekurangan heat cured acrylic adalah daya tahan abrasi atau benturan masih tergolong rendah, fleksibilitas juga masih rendah dan hasil akhir dari manipulasi akrilik akan terjadi penyusutan $olume. B. 5elf #ured ,crylic .-esin ,krilik teriakti$asi 9imia/ Berbeda dengan heat cured acrylic, self cured acylic menggunakan acti$ator berupa cairan kimia. #airan kimia yang digunakan adalah dari golongan amin tersier biasanya adalah dietil paratuloidin. 4enis ini memang tidak sesempurna tipe A karena residu monomer yang terbentuk dari proses polimerisasi dan manipulasi lebih banyak. Namun hal tersebut dapat diatasi dengan mengatur suhu dan %aktu manipulasi secara tepat. 9elebihan dari tipe ini adalah mudah dilepaskan dari ku$et, fleksibilitas lebih tinggi dari tipe A, pengerutan $olumeakhir tergolong rendah karena proses polimerisasi dari tipe ini tergolong kurang sempurna. 5edang kekurangannya adalah elastisitas dari tipe ini tergolong kurang dari tipe A, kemudian karena digunakan bahan kimia hal tersebut dapat mengiritasi jaringan rongga mulut, dandari segi ekonomis lebih mahal. #. Light #ured ,crylic .-esin ,krilik teriakti$asi #ahaya/ #ahaya yang dapat digunakan sebagai acti$ator pada resin akrilik jenis ini adalah sinar =* dengan panjang gelombang ('8-)Hnm dan sinar tampak dengan panjang gelombang )88-188 nm. &ada proses manipulasi resin akrilik jenis ini, ditambahkan bahan inisiator berupa champor>uinon. 9elebihan dari resin akrilik jenis ini adalah penyusutan saat polimerisasi rendah, hasil akhir manipulasinya dapat dibentuk dengan baik dan resin ini dapat dimanipulasi dengan peralatan sederhana. 9ekurangan dari resin akrilik ini adalah elastisitas dari resin akrilik ini kecil dan penggunaan sinar =* pada resin ini dapat merusak jaringan rongga mulut.

0. Micro%a$e #ured ,crylic .-esin ,krilik teriakti$asi 9imia/ ,cti$ator pada resin akarilik ini adalah gelombang mikro dimana gelombang ini membuat molekul bergerak secara merata dan seimbang ke segala arah sehingga hasil akhir dari resin akrilik ini lebih sempurna dari yang lain. "al tersebut disebabkan karena hamper semua monomer beraksi sehingga proses polimerisasinya sempurna. 9elebihan dari jenis resin akrilik ini adalah %aktu pemanasan yang dibutuhkan dari resin ini lebih singkat, perubahan %arna kecil, sisa monomer lebih sedikit karena polimerisasinya lebih sempurna. 9ekurangan dari resin jenis ini yakni resin akrilik ini masih dapat menyerap air, selain itu harga cukup mahal karena peralatan manipulasinya canggih.

Bagaimana manipulasinya?

Manipulasi "eat #ured ,crylic &erbandingan monomer dan polymer akan menentukan sturktur resin. &erbandingan monomer dan polymer, biasanya 3 sampai 3,<I satuan $olume atau (,<I satuan berat. Bila ratio terlalu tinggi, tidak semua polymer sanggup dibasahi oleh monomer akibatnya acrylic yang digodok akan bergranula. 5elain itu juga tidak boleh terlalu rendah karena se%aktu polmerisasi monomer murni terjadi pngerutan sekitar ( + satuan $olume. &ada adonan acrylic yang berasal dari perbandingan monomer dan polymer yang benar, kontraksi sekitar 1+. Bila terlalu banyak monomer, maka kontraksi yang terjadi akan lebih besar.&encampuran polymer dan monomer harus dilakukan dalam tempat yang terbuat dari keramik atau gelas yang tidak tembus cahaya .mi;ing jar/. "al ini dimaksudkan supaya tidak terjadi polymerisasi a%al. Bila polymer dan monomer dicampuur, akan terjadi reaksi dengan tahap-tahap sebagai berikut: !ahap : ,donan seperti pasir basah .sandy stage/.

!ahap ( : ,donan seperti Lumpur basah .mushy stage/. !ahap 3 : ,donan apabila disentuh dengan jari atau alat bersifat lekat, apabila ditarik akan membentuk serat .stringy stage/. Butir-butir polimer mulai larut, monomer bebas meresap ke dalam polimer. !ahap ) : ,donan bersifat plastis .dough stage/. &ada tahap ini sifat lekat hilang dan adonan mudah dibentuk sesuai dengan yang kita inginkan. !ahap < : 9enyal seperti karet .rubbery stage/. &ada tahap ini lebih banyak monomer yang menguap, terutama pada permukaannya sehingga terjadi permukaan yang kasar.

!ahap 7 : 9aku dan keras .rigid stage/. &ada tahap ini adonan telah menjadi keras dan getas pada permukaannya, sedang keadaan bagian dalam adukan masih kenyal.Caktu dough .%aktu sampai tercapainya konsistensi liat/ tergantung pada: . =kuran partikel polymer2 partikel yang lebih kecil akan lebih cepat dan lebih cepat mencapai dough. (. Berat molekul polymer2 lebih kecil berat molekul lebih cepat terbentuk konsistensi liat. 3. ,danya &lastici3er yang bisa mempercepat terjadinya dough. ). 5uhu2 pembentukan dough dapat diperlambat dengan menyimpan adonan dalam tempat yang dingin.

<. &erbandingan monomer dan polymer2 bila ratio tinggi maka %aktu dough lebih singkat. &engisian -uang #etak .Mould 5pace/ dengan ,crylic -uang cetak adalah ronggaIruangan yang telah disiapkan untuk diisi dengan acrylic. -uang tersebut dibatasi oleh gips yang tertanam dalam ku$et .pelat logam yang biasanya terbuat dari logam/. 5ebelum rongga tersebut diisi dengan acrylic, lebih dulu diulasi dengan bahan separatorIpemisah, yang umumnya menggunakan could mould seal .#M5/. -uang cetak diisi dengan akrilik pada %aktu adonan mencapai tahap plastis .dough stage/. &emberian separator tersebut dimaksudkan untuk: a. Mencegah merembesnya monomer ke bahan cetakan .gips/ dan ber-polimerisasi di dalam gips sehingga menghasilkan permukaan yang kasar dan merekat dengan bahan cetakanIgips. b. Mencegah air dari bahan cetakan masuk ke dalam resin acrylic. 5e%aktu melakukan pengisian ke dalam cetakan pelu diperhatikan : - #etakan terisi penuh.

- 5e%aktu dipress terdapat tekanan yang cukup pada cetakan, ini dapat dicapai dengan cara mengisikan dough sedikit lebih banyak ke dalam cetakan. 5elama polimerisasi terjadi kontraksi yang mengakibatkan berkurangnya tekanan di dalam cetakan. &engisian yang kurang dapat menyebabkan terjadi shrinkage porosity. -uang cetak diisi dengan acrylic pada tahap adonan mencapai tahap plastis .dough/. ,gar merat dan padat, maka dipelukan pengepresan dengan menggunakan alat hydraulic bench press. 5ebaiknya pengepresan dilakukan dilakukan berulangulang agar rongga cetak terisi penuh dan padat.

#ara pengepresan yang benar adalah: . ,donan yang telah mencapai tahap dough dimasukkkan ke dalam rongga cetak, kemudian kedua bagian ku$et ditutup dan diselipi kertas selofan. &engepresan a%al dilakkukan sebesar '88psi, kelebihan acrylic dipotong dengan pisau model. 9edua bagian ku$et dikembalikan, diselipi kertas selofan. (. &engepresan dilakukan lagi seperti di atas, tetapi tekanan ditingkatkan menjadi (88 psi. 9elebihan acrylic dipotong dengan pisau model. 9edua bagian ku$et dikembalikan tanpa diselipi kertas selofan. 3. &engepresan terakhir dilakukan dengan tekanan <88 psi, kemudian ku$et diambil dan dipindahkan pada begel.&emasakan .#uring/

=ntuk menyempurnakan dan mempercepat polimerisasi, maka setelah pengisian .packing/ dan pengepresan perlu dilakukan pemasakan .curing/ di dalam o$en atau boiling %ater .air panas/. 0i dalam pemasakan harus diperhati-kan, lamanya dan kecepatan peningkatan suhuItemperature. Metode pemasakan dapat dilakukan dengan cara cepat atau lambat. ,da tiga metode pemasakan resin acrylic, yaitu: . 9u$et dan Begel dimasukkan ke dalam %aterbath, kemudian diisi air setinggi < cm diatas permukaan ku$et. 5elanjutnya dimasak diatas nyala api hingga mencapai temperature 188# .dipertahankan selama 8 menit/. 9emudian temperaturnya ditingkatkan hingga 888# .dipertahankan selama (8 menit/. 5elanjutnya api dimatikan dan dibiarkan mendingin sampai temperature ruang. (. Memasak air sesuai kebutuhan hingga mendidih . 888#/, kemudian ku$et dan beugel dimasukkan dan ditunggu hingga mendidih kembali .dipertahankan selama (8 menit/, api dimatikan dan dibiarkan mendingin sampai temperature ruang. 3. Memasak air sesuai kebutuhan hingga mendidih . 888#/, kemudian ku$et dan beugel dimasukkan dan ditunggu hingga mendidih kembali. 5etelah mendidih api segera dimatikan dan dibiarkan selama )< menit. 9u$et dan begel yang terletak dalam %ater bath harus dibiarkan dingin secara perlahan-lahan. 5elama pendinginan terdapat perbedaan kontraksi antara gips dan acrylic yang menyebabkan timbulnya stress di dalam polimer. &endinginan secara perlahan-lahan akan akan memberi kesempatan terlepasnya stress oleh karena perubahan plastis. 5elama pengisian mould space, pengepresan dan pemasakan perlu dikontrol perbandingan antara monomer dan polimer. 9arena monomer mudah menguap, maka berkurangnya jumlah monomer dapat menyebabkan kurang sempurnanya polimerisasi dan terjadi porositas pada permukaan acrylic.

"al-hal yang menyebabkan berkurangnya jumlah monomer adalah: . &erbandingan monomer dan polimer yang tidak tepat. (. &enguapan monomer selama proses pengisisan rongga cetak. 3. &emasakan yang terlalu panas, melebihi titik mdidih monomer . 88,38#/. 5ecara normal setelah pemasakan terdapat sisa monomer 8,(-8,<+. &emasakan pada temperature yang terlalu rendah dan dalam %aktu singkat akan menghasilkan sisa monomer yang lebih besar. Ani harus dicegah, karena:

a. Monomer bebas dapat lepas dari gigi tiruan dan mengiritasi jaringan mulut. b. 5isa monomer akan bertindak sebagai plastici3er dan membuat resin menjadi lunak dan lebih fle;ible. &orositas dapat memberi pengaruh yang tidak menguntungkan pada kekuatan dan sifat-sfat optic acrylic. &orositas yang terjadi dapat berupa shrinkage porosity .tampak geleembung yang tidak beraturan pada permukaan acrylic/ dan gaseous porosity .berupa gelembung uniform, kecil, halus dan biasanya terjadi pada bagian acrylic yang tebal dan jauh dari sumber panas/. &ermasalahan yang sering timbul pada acrylic yang telah mengeras adalah terjadinya cra3ing .retak/ pada permukaannya. "al ini disebabkan adanya tensile stress ysng menyebabkan terpisahnya moleku-molekul primer. -etak juga dapat terjadi oleh karena pengaruh monomer yang berkontak pada permukaan resin acrylic, terutama pada proses reparasi. 9eretakan seperti ini dapat terjadi oleh karena : . 5tress mekanis oleh karena berulang-ulang dilakukan pengerigan dan pembasahan denture yang menyebabkan kontraksi dan ekspansi secara berganti-ganti. 0engan menggunakan bahan pengganti tin-foil untuk lapisan cetakan maka air dapat masuk ke dalam acrylic se%aktu pemasakan2 selanjutnya apabila air ini hilang dari acrylic maka dapat menyebabkan keretakan. (. 5tress yang timbul karena adanya perbedaan koefisien ekspansi termis antara denture porselen atau bahan lain seperti klamer dengan landasan denture acrylic2retak-retak dapat terjadi di sekeliling bahan tersebut. 3. 9erja bahan pelarut2 missal pada denture yang sedang direparasi, sejumlah monomer berkontak dengan resin dan dapat menyebabkan keretakan. 0enture dapat mengalami fraktur atau patah karena: . Ampact2 missal jatuh pada permukaan yang keras. (. :atigue2 karena denture mengalami bending secara berulang-ulang selama pemakaian.

Apa saja aplikasi Resin Akrilik Di Kedokteran Gigi?

a. 5ebagai bahan restorasi 9elebihan resin akrilik untuk bahan restorasi antara lain daya alir tinggi, aplikasi mudah setting dengan Light #uring selama 8 menit, dan menghasilkan permukaan yang sangat halus dan mengkilat. b. 5ebagai sendok cetak 5endok cetak resin dibuat untuk menyesuaikan lengkung tertentu sehingga sering disebut sendok cetak indi$idual. Bahan yang digunakan adalah bahan self-cured resin. !etapi akhir-akhir ini sering digunakan bahan resin urethra dimetakrilat yang diakti$asi sinar. 5endok cetak dari bahan ini mempunyai dimensi yang stabil selama pasca polimerisasi tetapi rapuh dan melepaskan partikel bubuk selama proses pengasahan. c. 5ebagai alat ortodonsi lepasan 0ipakai sebagai plat dasar alat ortodontik lepasan yang berupa lempengan plat akrilik berbentuk melengkung mengikuti permukaan palatum atau permukaan lingual lengkung mandibula. 4enis resin yang dipakai adalah heat curing dan cold curing. Bahan dari cold curing memiliki berat molekul lebih rendah sehingga pengkerutannya lebih sedikit namun memiliki porositas lebih banyak sehingga kekuatannya lebih rendah. #old curing polimerisasinya lebih cepat sehingga %aktu pengolahannya pun singkat. Caktu pembuatan yang singkat ini membuat bahan ini cocok untuk pembuatan alat ortodontik lepasan dan untuk reparasi plak akrilik. 5elain itu cold curing juga mudah dimanipulasi dalam pembuatan. d. 5ebagai reparasi

Bahan yang biasa digunakan adalah jenis self-cured dan heat-cured. e. -elining -elining adalah mengganti permukaan protesa yang menghadap jaringan. Bahan yang biasa digunakan adalah self-cured. Namun juga digunakan resin yang diakti$asi dengan energy panas, sinar, atau gelombang mikro yang nantinya akan menghasilkan panas yang cukup besar dan distorsi basis protesa cenderung terjadi. !ahap a%al dari relining itu membersihkan permukaan yang menghadap jaringan untuk meningkatkan perlekatan antara resin yang ada dengan bahan relining. Lalu resin yang tepat dimasukkan dan dibentuk dengan teknik molding tekanan. f. -ebasing -ebasing adalah mengganti keseluruhan basis protesa. Bahan yang biasa digunakan adalah selcured. #aranya adalah bahan self-cured dicampur sampai konsistensi encer lalu dimasukkan ke daerah yang kan direparasi. &olimerisasi yang timbul akan lebih sedikit apabila polimerisasi dilakukan di ba%ah tekanan hydrolic hingga sebesar (<8 kNIm pada suhu )8-<8o#.