Anda di halaman 1dari 18

Skinner (1958) memberikan definisi belajar adalah proses adaptasi perilaku yang terus maju.

McGeoch memberikan definisi mengenai belajar sebagai yang membawa perubahandalam performance, dan perubahan itu sebagai akibat dari latihan. Morgan, dkk(1984) memberikan definisi belajar ialah perubahan perilaku atau performance yang relatif permanen. Notoatmodjo (1997) usaha untuk menguasai segala sesuatu yang berguna untuk hidup. R.S Wood Wris belajar adalah melakukan sesuatu yang baru dan ditampilkan dalam kegiatan kemudian.

Belajar merupakan suatu proses, yang mengakibatkan perubahan perilaku. Perubahan perilaku itu dapat actual, yaitu yang menampak, tetapi juga dapat bersifat potensial, tidak menampak pada saat itu, tetapi akan menampak di lain kesempatan; Perubahan yang disebabkan karena belajar itu bersifat relatif permanen, yang berarti perubahan itu akan bertahan dalam waktu yang relatif lama. Perubahan perilaku baik yang actual maupun yang potensial yang merupakan hasil belajar, merupakan perubahan yang melalui pengalaman atau latihan.

Ahli-ahli melihat bahwa belajar itu suatu proses. Prosesnya sendiri tidak menampak, yang tampak adalah hasil dari proses balajar. Belajar merupakan suatu proses, maka dalam belajar ada masukan, yitu yang akan diproses dan ada hasil dari proses tersebut. Apabila hal ini digambarkan, maka akan didapati skema sebagai berikut. Masukan proses hasil (Input) (output)

Teori belajar yang berorientasi pada aliran behaviorisme : Teori belajar asosiatif, dibangun oleh Pavlov. Atas dasar eksperimennya Pavlov menyimpulkan bahwa perilaku itu dapat dibentuk melalui kodisioning atau kebiasaan. Hewan coba membuat asosiasi atau hubungan baru antara dua peristiwa. Misalnya anak dibiasakan mencuci kaki sebelum tidur atau membiasakan menggunakan tangan kanan untuk menerima sesuatu pemberian dari orang lain. Dalam eksperimen Pavlov, anjing yang semula tidak mengeluarkan air liur ketika mendengar bunyi bel, tetapi setelah dilatih berulang kali dengan prosedur yang tertentu akhirnya anjing mengeluarkan air liur pada waktu mendengar bel, sekalipun tidak ada makanan. Hal tersebut dapat terjadi karena adanya kondisioning, dengan mengkaitkan suatu stimulus dengan responnya.

Teori belajar fungsionalitik, dipelopori oleh thorndike dan skinner. Thorndike, dengan eksperimennya sampai pada kesimpulan bahwa dalam belajar itu dapat dikemukakan adanya beberapa hokum, yaitu hukum kesiapan, hukum latihan, dan hukum efek. Menurut hukum ini, untuk mencapai hasil yang baik harus ada kesiapan untuk belajar. Skinner melakukan eksperimen terdapat adanya sifat eksperimen Pavlov juga terdapat sifat eksperimen thorndike. Sifat dari eksperimen thorndike pada Skinner yaitu bahwa hewan coba untuk mencapai tujuannya (makanan) harus berbuat. Sifat dari eksperimen Pavlov pada eksperimen Skinner yaitu adanya experimental extinction. Menurut Skinner dalam kondisioning operan dua prinsip umum, yaitu : Setiap respon yang diikuti oleh reward cenderung diulangi. Reward yang merupakan stimulus penguat akan meningkatkan kecepatan terjadinya respons.

Destalt atau organis melihat segala sesuatu tidak hanya memberi respon saja akan tetapi dilihat dari aktivitas dan pengalaman yang dialaminya. Konsepsi spekulatif dasar dari teori ini adalah belajar pada intinya adalah dari pengulangan karena dasar belajar dalam diri manusia berpikir, mengenal, mengingat mengamati. Kognitif bagaimana manusia belajar dari pemecahan masalah dengan menggunakan insight (persepsi) dan belajar untuk mengenal dan memahami walaupun menjadi trial dan error.

Kondisi psikis dan mental Ingatan dan berpikir Intelegensi/kecakapan Teknik/cara belajar/metoda Sarana/prasarana Efesiensi waktu Bahasa dan budaya Motivasi dan minat, bobot dan kepribadian.

Belajar harus mempunyai tujuan yang jelas dan terarah Tujuan belajar merupakan kebutuhan bukan paksaan Harus disertai niat hasrat dan kemauan yang kuat Perlu tekun dan berusaha karena banyak hambatan/kendala Adanya learning by doing Mencakup aspek cipta, rasa dan karsa Adanya bimbingan dan bantuan dari orang tua Perlu insight tentang apa yang dipelajari Pengaplikasian sehari-hari.

A.

Pengertian proses sensoris, mengingat da dalam belajar, mempersepsi, dan memori ingatan. Berfikir menggunakan lambang, fisual atau grafis Penarikan kesimpulan Problem solving

Berfikir autistik (melamun); Fantasy menghayal dan juga semacam berfikir wish full thingking(melarikan diri dari kenyataan) 2. Berfikir realistik/nalar/reasoning berfikir dalam rangka menyesuaikan diri dengan dunia nyata. Berfikir yang kedua ini terbagi dalam 2 model berfikir yaitu : berfikir dedukti dan berfikir induktif. Berfikir deduktif : adalah mengambil keputusan dari 2 pernyataan dari hal-hal yang umum ke hal-hal yang khusus Berfikir induktif : di mulai dari mengambil kesimpulan yang khususke yang umum.
1.

3.

4.

Berfikir evaluatif berfikir kritis, menilai baik/buruknya, tepat/tidaknya suatu gagasan. Perilaku kita sehari-hari lebih berfikir analogis daripada logisyaitu menetapkan keputusan, memecahkan soal dan melahirkan gagasan baru. Berfikir kreatif berfikir yang dilakukan pemikir untuk menemukan sesuatu yang baru.

Ciri-ciri berpikir kreatif Tidak selalu IQ-nya paling tinggi Mempunyai bakat dan kemampuan tertentu Insight bagi pemikir keras Menghindari cara konvisional yang sudah di ajukan orang lain Memilih cara tersendiri Interprestasi yang dibuat bukan berdasarkan konsensus tapi lebih merupakan interprestasi pribadi Disertai AQ yang baik EQ harus baik

Pengertian Problem solving yaitu individu yang diharapkan kepada persoalan/problem yang mendesak perlu dilakukan pemecahannya/ solusinya dengan pemikir.

Hal ini berlangsung melalui 4 tahap : Mencoba mengasah memori anda,untuk mengetahui cara-cara apa saja yang efektif pada masa yang lain Mencoba seluruh kemungkinan pemecahan yang perna anda ingat atau pikirkan disebut penyelesaian mekanis Menggunakan lambang-lambang/verbal untuk mengatasi masalah Tiba-tiba melintas dalam pikiran/insight solution.

Motivasi Kepercayaan dan sikap yang salah Kebiasaan Emosi

Lerik,dinah(2008).dasar psikologi.undana press Hoffman,louis(1994).development psychology today,edisi 6. New York