Anda di halaman 1dari 39

LANGKAH – LANGKAH PERENCANAAN

I. PERHITUNGAN PLAT DERMAGA


Beban yang diperhitungkan pada plat
a. Berat sendiri (beban mati) plat terdiri dari :
– Berat sendiri plat
– Berat lapisan aus (aspal)
b. Beban Dermaga
c. Beban hidup terpusat (beban truck)
Perhitungan momen
a. Momen akibat beban mati
b. Momen akibat beban hidup
c. Momen akibat beban terpusat
Kombinasi pembebanan
a + b = ......?
a + c =.......?
( Pilih kombinasi pembebanan maksimum untuk penulangan plat )
Perhitungan penulangan plat
Cara kekuatan batas
Sketsa penulangan plat

II. PERHITUNGAN BALOK DERMAGA

Beban yang diperhitungkan pada balok :


a. Beban mati, terdiri dari :
– Berat plat + lapisan aus
– Berat sendiri balok
a. Beban hidup dermaga

b. Beban terpusat
• Perhitungan momen
a. Momen akibat beban mati
b. Momen akibat beban hidup
c. Momen akibat beban terpusat
• Kombinasi pembebanan
a + b = ......?
a + c =.......?
(Pilih pembebanan maksimum untuk penulangan balok)
• Perhitungan penulangan balok
Cara kekuatan batas
Sketsa penulangan
III. PEMILIHAN TYPE FENDER
Besarnya energi tumbukan kapal yang diabsorbsi oleh fender dapat dihitung dengan rumus
berikut :

w.v 2 .k
E=
2g
k = 0.5 untuk titik kontak kapal pada jarak ¼ L
w = w’ + w”
= ¼ 2
w” D .L.
Dimana : E = Energi tumbukan kapal (ton.m)
w = Berat virtuil kapal (w’ + w”)
w’ = Displacemen tonage (ton)
w” = Additional weight (ton)
v = Kecepatan labuh kapal (m/sec)
D = Draft kapal saat berlabuh (m)
g = Kecepatan gravitasi (9,8 m/det2)
L = Panjang kapal (m)
 = Berat jenis air laut = 1,025 t/m3

Setelah besarnya energi tumbukan kapal diperoleh maka type Fender yang akan digunakan
dapat dilihat pada tabel.
Hitung besarnya reaksi yang diteruskan pada balok Fender yaitu dengan melihat grafik sesuai
dengan type Fender yang akan digunakan dengan melihat harga E (Energi tumbukan kapal
yang terjadi).
Perhitungan Balok Fender
a) Beban yang diperhitungkan pada balok fender yaitu reaksi yang timbul akibat tumbukan
kapal pada fender.
b) Perhitungan momen pada balok fender
c) Penulangan balok fender
d) Sketsa penulangan balok fender

IV. PEMILIHAN BOULDER


Boulder sebagai penambat kapal harus sanggup memikul gaya-gaya horisontal yang timbul
akibat terseretnya kapal yang diakibatkan oleh pengaruh angin dan arus.
a. Gaya akibat angin dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut:
R1 = 1,3 W.A
Dimana : R1 = Gaya akibat angin
W = Beban angin = 100 Kg/m2
A = Luas bidang kapal yang terkena angin (m2)
= panjang kapal x tinggi kapal yang tidak terendam air
b. Gaya akibat arus dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut :
R2 = ½ . . c . v2 . B
Dimana : R2 = Gaya akibat angin (Kg)
 = Kecepatan massa jenis air laut = 104,5 Kg S2/m4
v = Kecepatan arus (m/det)
c = Koefisien tekanan cairan (grafik)
B = Luas bidang kapal yang terendam air (m2)
Rtotal = R1 + R2

Gaya total akibat angin dan arus akan ditahan oleh dua buah boulder.
Berdasarkan besarnya gaya yang terjadi untuk satu boulder, maka type boulder yang
digunakan dapat dilihat pada tabel

V. PERHITUNGAN POER
– Tentukan ukuran Poer
– Beban – beban yang diperhitungkan pada Poer
– Perhitungan momen
– Penulangan Poer dan sketsa penulangan
VI. PERENCANAAN TIANG PANCANG
A. Perhitungan gaya-gaya / Beban Rencana
1. Gaya vertikal
– Berat balok
– Berat balok fender
– Berat plat lantai
– Berat poer
– Berat crane-crane
– Beban hidup
Penentuan Daya Dukung Tanah

N s . Ap JHP. As
Q= +
3 5
Dimana : Ns = Nilai konis
Ap = Luas penampang tiang
JHP = Jumlah hambatan pelekat
As = Keliling tiang

2. Perhitungan Gaya Horisontal Tiang Miring


2.1. Akibat Reaksi Fender
2.2. Akibat tarikan Kapal pada Boulder
2.3. Gaya akibat angin dan arus
2.4. Akibat Rotasi (momen torsi) terhadap pusat berat dermaga

H xi
Hi = + .H .e
n ∑ xi 2

Dimana : Hi = Gaya horisontal pada tiang


H = Gaya horisontal akibat reaksi fender
n = Jumlah pasang tiang miring
xi = Jarak tiang yang ditinjau terhadap pusat berat konstruksi
2
x
i =Jumlah jarak tiang kuadrat terhadap pusat berat konstruksi

2.5. Akibat beban Gempa


F =k.w
Dimana : F = Gaya horisontal akibat gempa
K = koefisien gempa
w = Beban sendiri konstruksi dan beban hidup
A. Perhitungan Penulangan

qL2
M max = ......(Untuk tiang miring)
B
Dimana : g = Berat tiang
L = Panjang tiang

qL2 ......(Untuk tiang yang dipakai di tengah)


M max =
32
Pilih momen yang paling maksimum (M design)
Mult = 1,5 M design

ho
Cu =
Mult
2.ho.σ '.bk.b

1
Zu =
g .cu 2

Mult
A = A' =
σ * au.Zu .ho
Dimana : ho = ht – d
A = Luas tulangan
g = Rasio tulangan
’bk = Mutu beton yang digunakan
’au = Mutu baja yang digunakan

Pelabuhan 1
➢ Gerak Kapal
1. Mengayunkan/ berayun ( terayun )
2. Menyimpang:
a. untuk mengayun mondar-mandir ke seberang kursus nya, sebagai kapal yang didorong oleh
ombak tinggi atau
b. untuk mengayun kepada benar atau yang ditinggalkan pada [atas] poros yang vertikal
sedemikian sehingga poros yang membujur membentuk suatu penjuru/sudut dengan baris
penerbangan; esp., untuk berputar atau bergerak-gerak tentang poros yang vertikal: yang
dikatakan untuk suatu proyektil, pesawat terbang, kendaraan angkasa, dll.
1. Pelemparan;anggukan (untuk mencelupkan atau mengombang-ambingkan dengan buritan dan
haluan/busur naik dan jatuh dengan kasar: yang dikatakan untuk suatu kapal)
2. Bergulung ( dalam kaitan dengan gelombang/lambaian )
3. Bergelombang ( ber/gerakkan naik turun, dalam kaitan dengan gelombang/lambaian )
4. Berjongkok ( dalam kaitan dengan kirim pergerakan )
➢ Fasilitas Utama Pelabuhan
1. Jalur Kapal/Terusan
Jalur Kapal/Terusan bertindak sebagai jalan untuk kapal untuk masuk pelabuhan [itu]. Suatu
pelabuhan mungkin (adalah) ditempatkan; terletak di (dalam) suatu lebih [dangkal/picik] air
dibanding draft kapal. Karena alasan ini [adalah] area harus dikeruk untuk kolom/dok/bak
pelabuhan. [Yang] sebagai konsekwensi, untuk memungkinkan suatu kapal untuk tiba di (dalam)
kolom/dok/bak, area tertentu harus dikeruk menghubungkan kolom/dok/bak dengan air yang
lebih dalam.
2. Terusan harus dirancang sedemikian sehingga [itu] melaksanakan baik untuk melayani lalu lintas
[itu]. Beberapa faktor yang boleh mempengaruhi kemampuan kapal untuk dijalani saluran
sebagai berikut:
1. Lebar ( menggali dan kapal )
2. Panjangnya ( menggali dan kappal )
3. Kedalaman ( saluran) Berat/Beban ( kapal ),
4. Kecepatan ( kapal )
5. Angin
6. Ombak

➢ Prinsip Terusan Perencanaan:


1) Terusan perlu mengijinkan aman dan memperlancar penggunaan pergerakan kapal.
2) Terusan harus menjaga tenang, harus dilengkapi dengan fasilitas untuk mencegah pengaruh tak
dikehendaki [oleh/dengan] ombak.
3) Terusan harus dimudahkan dengan fasilitas untuk mencegah sedimentasi atau jika tidak
pemeliharaan reguler diperlukan.
4) Terusan harus dirancang sedemikian sehingga keserongan kukuh stabil.

➢ Denah terusan:
1. Persimpangan Penjuru/Sudut perlu kurang dari 30º
2. Ketika suatu persimpangan adalah> 30º, centerline dari kurva harus lingkar dengan R> 4 kali
panjang kapal.
3. Di atas prinsip tidaklah melamar kapal [dari;ttg] kemampuan memutar tinggi seperti kapal
mesin, kapal pesiar, dan jika lalu lintas cukup mengendalikan, isyarat dan tanda disajikan.
4. [Itu] menjadi lebih baik untuk mempunyai orang merindukan kurva dibanding/bukannya
banyak kurva pendek/singkat.
5. Jika pengerukan bisa dilakukan dengan mudah dan secara relatif murah, suatu terusan
lurus/langsung menjadi lebih baik.
➢ Lebar Terusan
Di (dalam) perancangan lebar dari Terusan, orang perlu ingat bahwa :
a) Terusan tidaklah terhindar dari kesulitan kelihatan
b) Arus dan ombak boleh mengalihkan kapal dari kursus mereka
c) mengubah arah suatu kapal tidaklah sangat mudah mengubah arah suatu [kereta;mobil]
d) [Itu] memerlukan banyak waktu lebih [] untuk ber;ubah kecepatan suatu kapal.
Di atas alasan menyatakan bahwa lebar suatu Terusan harus secara relatif lebih luas dibanding jalan
normal perlu untuk transportasi daratan. Sesungguhnya, dalam beberapa acuan lebar dari saluran
sedikitnya sama panjang kapal ( yang (mana) secara normal> 5 kali lebar). Karena perbandingan
[adalah] lebar dua lalu lintas jalan/cara transportasi daratan kurang dari 8 m atau kurang dari dua kali
itu sarana (angkut) normal.

➢ Lebar terusan:
I. Terusan standard ( OCDI)
Panjangnya Terusan Kondisi Ilmu pelayaran Lebar
[Yang] secara relatif Kapal lewat satu sama lain sering 2L
[panjang/lama] Kapal lewat satu sama lain dengan jarang 1.5L
terusan
Terusan selain dari Kapal lewat satu sama lain sering 1.5L
di atas Kapal lewat satu sama lain dengan jarang L

II.Terusan standard ( perbandingan antara OCDI dan Saban Brunn )


Panjangnya Terusan Kondisi Ilmu pelayaran Lebar
[Yang] secara relatif Kapal lewat satu sama lain sering 2L/7.6B
[panjang/lama] Kapal lewat satu sama lain dengan jarang 1.5L
terusan
Terusan selain dari Kapal lewat satu sama lain sering 1.5L
di atas Kapal lewat satu sama lain dengan jarang L/4.8B

L/B Normal> 5

Lebar terusan menurut Brunn menjadi kebutuhan yang minimum [itu]. Karena tujuan disain menggunakan
OCDI standard.

Tugas
Disain tataruang terusan [oleh/dengan] mempertimbangkan pengerukan minimal, keselamatan dan
kesenangan ilmu pelayaran. kedalaman dan lebar Yang diperlukan [menyangkut] terusan adalah 100
meter dan 15 meter [yang] berturut-turut. Panjang kapal yang paling besar adalah 100 m.
( menyenangkan catat bahwa ada banyak alternative )

➢ Mendesain Terusan/Jalur Kapal


Kedalaman terusan tergantung pada tonase dari kapal dan air [itu]. Berikut archimedes Hukum,
jumlah air yang dipindahkan oleh kapal yang sama berat/beban dari kapal. Oleh karena itu semakin
menjadi tonase, yang lebih dalam menjadi draft kapal [itu]. Draft kapal juga tergantung pada
potongan melintang dari kapal.

➢ Tonase/Bobot
1. penggantian/jarak Tonase: Berat/Beban air memindahkan, berat/beban phisik [menyangkut]
kapal
2. Penggantian/Jarak Yang terisi: berat/beban dari kapal+ pemuatan
3. Menerangi][lah penggantian/jarak: berat/beban dari kapal [yang] saja
4. bobot mati Ton: Perbedaan antar[a] penggantian/jarak terisi dan [cahaya/ ringan]
penggantian/jarak, atau berat/beban pemuatan ( menyenangkan tidak mengacaukan tonase
ini dengan berat/beban dari kapal)
5. Berat/Beban air bersih, perkakas, dan bahan bakar diperlakukan sebagai pemuatan
6. Gross Daftarkan ton ( menggunakan untuk Kapal penumpang) Volume [ruang;spasi] kapal di
(dalam) kaki berbentuk kubus yang dibagi oleh 100
7. 1 GRT~ 2.83 m3
8. Menjaring[lah Ton register ( menggunakan untuk Kapal penumpang)
9. Volume kapal ( GRT) kurang semua bukan pendapatan [ruang;spasi] ( mesin, bunker,
tangki/tank, ruang untuk staff, kamar perkakas, radio dan memetakan ruang,
[gudang/penyimpanan] tinggal)
➢ Kedalaman terusan
⇒ Kedalaman terusan harus lebih dalam dari kolom/dok/bak [itu]. [Ketentuan/Perbekalan] harus
buat[kan] bagi pelemparan;anggukan mungkin, bergelombang dan berjongkok
⇒ Berjongkok Z

➢ Kedalaman tambahan dalam kaitan dengan


1) Pergerakan vertikal dalam kaitan dengan gelombang/lambaian ( bergelombang)
2) Pergerakan vertikal dalam kaitan dengan Jongkok
3) Pergerakan vertikal dalam kaitan dengan melemparkan

➢ Bagaimana cara mendisain kedalaman terusan?


1. Menggambarkan[lah kapal Maksimum Berat/Beban dan jenis
2. Calculate/Predict Kapal draft
3. Gambarkan[lah permukaan air minimum
4. Kalkulasi[lah kedalaman Merlukan ( 1.15 kali Kapal draft) ( kedalaman nominal)
5. Kalkulasi[lah akumulasi sedimen diharapkan selama dua pengerukan berurutan bekerja
6. Kalkulasi[lah total kedalaman memerlukan untuk mengeruk

➢ Apa [yang] adalah permukaan air minimum?


• Permukaan laut sedang berubah-ubah dalam kaitan dengan gaya sentrifugal dan kekuatan
atraksi matahari dan bulan [menyangkut] bumi selama revolusi nya tentang itu poros umum
dengan bulan
• fluktuasi Ini disebut pasang
• fluktuasi Maksimum terjadi selama [musim semi/ mata air] pasang, [selagi/sedang] fluktuasi
minimum terjadi selama surut terendah dalam setahun.

➢ Tetap pasang surut


Ombak Pasang surut adalah berkala dalam kaitan dengan daya penggerak [itu]. Sekalipun begitu
(yet) sangat banyak kondisi-kondisi mempengaruhi kecenderungan waktu tertentu dari pasang surut
ombak. Suatu periode gelombang/lambaian pasang [yang] lengkap kira-kira 19 tahun. Dalam rangka
mendisain yang melindungi harus mengetahui tetap pasang surut di (dalam) area disain. [yang] tetap
Pasang surut ini mengurus/memerintah permukaan air fluktuasi yang utama.

Tahap: ber;ubah dengan waktu dan tempat


Amplitudo: tidak ber;ubah dengan penempatan tetapi dengan waktu
Periode: Tidak ber;ubah dengan penempatan dan waktu
➢ Pasang surut Tetap Penting
S2, M2, O1, K1

MWL= Berarti Permukaan air


HWL= Air pasang Tingkatan
LWL= Permukaan air terendah Tingkatan
CDL= Tabel Angka kenyataan Tingkatan
CDL= MWL-AMPLITUDE S2+M2+O1+K1)

Contoh 1:
o Amplitudo S2= 0.3, M2= 0.6, O1= 0.4, K1= 0.2
MSL =+ 2.5, CDL= 2.5-(0.3+0.6+0.4+0.2)=+1.0

➢ Definisi Pasang menurut Astronomi


○ Berarti [Musim semi/ mata air] Air pasang Tingkatan ( HWL) Arti permukaan air [menyangkut]
permukaan air [yang] paling tinggi yang bulanan [yang] muncul di dalam lima hari dari hari
[dari;ttg] baru dan bulan purnama di (dalam) bulan yang masing-masing
○ Berarti Permukaan laut ( MSL) Tingkatan dari rata-rata permukaan laut selama periode tertentu
akan dikenal sebagai rata-rata Permukaan laut sepanjang periode [itu]. Karena penggunaan
praktis, rata-rata Permukaan laut akan menjadi rata-rata permukaan laut [satu/ orang] tahun
○ Tabel Angka kenyataan Tingkatan ( CDL) Permukaan air di bawah rata-rata permukaan laut oleh
pen;jumlahan dari amplitudo pasang [menyangkut] unsur pasang yang utama ( M2,S2,K1,O1)
○ Berarti [Musim semi/ mata air] Permukaan air terendah Tingkatan ( LWL) Arti permukaan air
[menyangkut] permukaan air [yang] paling rendah yang bulanan [yang] muncul di dalam lima hari
dari hari [dari;ttg] baru dan bulan purnama di (dalam) bulan yang masing-masing.

➢ Pasang Hal jawatan cuaca


Musim gugur atau Kenaikan permukaan air di atas atau di bawah pasang astronomi dan janga waktu
nya (diharapkan) untuk dipertimbangkan. Nilai harus ditentukan didasarkan untuk pengukuran
sebelumnya sepanjang dapat dipraktekkan.

Contoh 2:
Kapal: 30 DWT
MSL= 0,0; Amplitudo S1= 0.2; M2= 0.3, O1= 0.4; K1 = 0.6
Volume Keruk?

Contoh 3:
Kapal: 8 DWT
MSL = 0,0; Amplitudo S1 = 0.2; M2 = 0.3, O1 = 0.4; K1 = 0.6.
Pengerukan& Membunyikan toleransi = 0.5, Sedimen = 0.5 m
Volume Pengerukan?
CDL = 0.0 - ( 0.2 + 0.3 + 0.4 + 0.6) = - 1.50 m
Kedalaman = 8.0 m
Kolom/Dok/Bak Kedalaman = 8.0 x 1.14 = 9.1 m
Kedalaman memerlukan untuk mengeruk = 9.1 + 1.5 = 10.6 m
Alas/Pantat mengukur= - 1.50 - 10.6 = - 12.10 m

Contoh 4:
Kapal: 30 DWT
MSL= 0,0; Amplitudo S1= 0.2; M2= 0.3, O1= 0.4; K1 = 0.6
Volume Keruk?

Contoh 5:
Kapal: 8000 DWT ( 2 kapal yang maksimum serentak) 1000 DWT ( 12 Kapal serentak)
MSL= 0,0; Amplitudo S1= 0.2; M2= 0.3, O1= 0.4; K1 = 0.6
Volume Keruk?

➢ Ukuran Kolom/Dok/Bak
Kolom/dok/bak Area perlu mengakomodasi:
○ [Ruang;Spasi] untuk Sandar ( memuat& pembongkaran)
○ [Ruang;Spasi] untuk kapal anchored
○ [Ruang;Spasi] untuk manuver kapal ( Terusan harus bersih;kan semua waktu)
Ukuran area dan Dermaga untuk Kapal penumpang ( [satu/ orang])

Ukuran area dan Dermaga untuk Kapal Barang ( [satu/ orang])


Dermaga
Contoh:
Setelah beberapa analisa [itu] ditemukan [bahwa/yang] dermaga harus bisa melayani 3 kapal penumpang
pada waktu yang sama. Semua dari [mereka/nya] adalah 3000 GT. Berapa lama menjadi total dermaga
Panjangnya?
Jawaban:
Nurut [tabel;meja]>> Masing-Masing kapal perlu mempunyai 120 meter tempat buang sauh;tempat tidur
di kapal. Total [ruang;spasi] bersandar adalah 360 meter.

➢ Area Kolom/Dok/Bak untuk Dinding jangkar/biaya labuh

Sasaran Menambatkan laut Tempat tidur/alas, Lahan, Radius


Jenis atau Memutar
Penantian lepas Terayun Yang baik Penjangkaran L + 6D
pantai Muatan [yang] menambatkan Penjangkaran Tidak baik L + 6D + 30M
menyampaikan Tambatan dengan Yang baik Penjangkaran L + 4.5D
2 Jangkar Penjangkaran Tidak baik L + 4.5D + 25M
Tambatan selama Memutar Percepatan 20 m/s L + 3D + 90M
Angin topan Memutar Percepatan 30 m/s L + 4D + 145M

Area Kolom/Dok/Bak untuk Kapal Bermanuver Memutar Kolom/Dok/Bak


– Sedikitnya area sama lingkaran dengan R=1.5 L

➢ Ketenangan [menyangkut] Kolom/Dok/Bak

Gelombang/Lambaian Maksimum
Ukuran Kapal
Tingginya ( H33)
Kapal Kecil (< 500 GT) 0.3 m
Intermediate/Antara dan kapal Besar 0.5 m
Vessl Sangat besar (> 50000 GT) 0.7~1.5 m

Contoh
Amplitudo M2, S2, O1 dan K1 adalah 0.5 m, 0.3 m, 0.1 m dan 0.2 m berturut-turut. Apa yang merupakan
dinding dermaga mahkota mengukur untuk kapal besar ?
Panjangnya Tempat buang sauh;tempat tidur di kapal :

Ukuran area dan Dermaga tempat buang sauh;tempat tidur di kapal Kapal penumpang ( tiga kapal)
PEMILIHAN DAN PERHITUNGAN POER

Untuk Poer yang digunakan direncanakan sebagai berikut :

40

45

40
50
60
45
40

40 45 40
A. Pembebanan Poer
Untuk setiap poer menahan beban lantai dengan luas 5,0 x5,0 m2
• Beban sendiri Poer =(1,25 . 1,25 . 0,5) + (0,4 . 0,4 . 0,6 .4).2400 =2796,6 kg
• Berat balok dari 4 arah= (2,5 . 0,45 . 0,6 + (3,00 – 0,45).0,45.0,6).2400= 3272,4 kg
• Berat plat lantai = (5,0 . 5,0 . 0,3).2400 = 18000 kg
• Beban hidup = (5,0 . 5,0). 2250 = 56250 kg
• Beban truck + crane = 10000+25000 = 35000 kg
112046.6 kg
Q = /A= 112046.6/(1,25 . 1,25) = 71709.824 kg/m 2

∑P
Ditinjau satu pias (1,25 m), q =71709,82 kg/m2
B. Perhitungan Momen
O q = 71709.82 kg/m2
50 cmcm
62,5
O

60 cm
C. Penulangan Poer
• Mult =

PEMILIHAN TYPE FENDER

➢ Pemilihan type fender didasarkan pada besarnya energi yaitu :


1. Sebagian energi diterima fender dan sebagian diterima oleh konstruksi
2. Seluruhnya diterima oleh konstruksi
Pada perencanaan ini akan didasarkan pada cara pertama sehingga perlu dipilih type fender.
➢ Dermaga direncanakan untuk melayani kapal berbobot max. 10.000 ton
Spesifikasi kapal diketahui :
 Panjang kapal : 154 m
 Lebar kapal : 20.9 m
 Tinggi kapal : 10.6 m
 Full draught : 8.2 m
 Displacement Tonnage (W1) : 13.333 t
 Additional weight(W2) : 7.686 t
 Virtual / Estimate Weight : 21.019 t
➢ Besarnya energi tumbukan kapal yang diserap oleh fender dihitung dengan rumus :
E= ………………………………………………………..Perencanaan Pelabuhan, Hal. 367
W .V 2 .K
2.g
Dimana :
W : W1 + W2 = 21.019 t
V : kecepatan rencana kapal : 0.21 m/s
K : 0.5 untuk titik kontak kapal pada jarak ¼ L
g : 9.81 m/s2
Maka diperoleh :
E = 23.622 tm
➢ Energi efektif waktu tambat, E’ = E/2 = 11.811 tm
Dari energi diatas dipilih type fender karet “BRIDGESTONE SUPER ARCH “ dengan type FV
008-1-3 …………………………………………………. Pelabuhan, Hal. 298
Data-data fender type FV 008-1-3 :
A : 100 cm
B : 140 cm
C : 104 cm
R/E : 3.75
Gaya : 45 t
Bidang kontak : 0.524 m2
➢ Skema fender

➢ Gaya materi fender


F= ……………………………………………………….Perencanaan Pelabuhan, Hal.367
W .V 2 . sin 2 .α
2.g .d
Dimana :
W = 21.019 t
d = pergeseran fender = 0.05 m
α = sudut pendekatan = 10o
maka diperoleh :
F = 28.492 t
➢ Berdasarkan muka air tertinggi (HWS) = + 1.0 m maka balok fender direncanakan tingginya
+2.0 m, dipasang tegak.
➢ Gaya horisontal yang bekerja pada balok fender yaitu :
F= = 14.246 t/m
28.492
2
➢ Dianggap reaksi oleh fender tersebar merata sepanjang bidang kontak pada balok momen
yang terjadi akibat benturan kapal adalah:
MT = ML = 1/12.q.L2 = 1/12 . 14,246 . 52 = 29.679 tm = 2.967.900 kg cm
➢ Beban angin bertiup sejajar adalah 45 kg/m2
➢ Ditinjau parameter = 2,0 . 45 = 90 kg/m
MT = ML = 1/12.q.L2 = 1/12 . 90. 52 = 187,5 kg m = 18700 kg cm
Momen total = Mtot = 2967900 + 18700 = 2986600 kg cm
Mult = 1.5 Mtot = 1,5 . 2986600 = 4479900 kg cm
➢ Penulangan balok fender
• qmax = 0,9965
• qmin = 0.0417 ……………………………………..Perhitungan penulangan plat
• Syarat qmin < qperlu < qmax
q(1-q) = h = 40 – 5 =35 cm
Mult
bh .2.Ko.σ ' bk
2

q(1-q) =
4479900
140.352.2.0,5.350
q2 – q + 0.075 = 0
diperoleh :
q1 = 0.918 < qmax
q2= 0.083 > qmin …………………digunakan q = 0.083
• A = ……………………………..PBI 1971, hal.168
q.b.h.2.Ko.σ ' bk
σ * au
=
0.083.140.35.2.0,5.350
2780
= 51.203 cm2
• Digunakan tulangan 12φ 25 58.90 cm2 > 51.203 cm2……….OK
➢ Kontrol tulangan geser
○ qtot = 14246 + 90 = 14336 kg/m
○ D = RA = ½ x 14336 x 5 = 35840 kg
○ Dult = 1.5 x 35840 = 53760 kg
○ τ = = 12.539 kg/cm 2

8 x53760
7 x140x35
○ τ < τ *bu 12.039 kg/cm2 < 12.1604 kg/cm2
tidak perlu tulangan geser, pakai plat menerus φ 19 
➢ Muatan vertikal
• Beban yang bekerja :
1. Plat + lapisan aus = 0.40 x 860 = 344 kg/m
2. Berat sendiri balok = 0.40 x 140 x 2400 = 1344 kg/m
3. Beban hidup = 0.30 x 500 = 150 kg/m
1838 kg/m
• Momen = 1/12 . q . L2 = 1/12 . 1838. 52 = 3829.17kgm=382916.7 kgcm
• Penulangan
Mult = 1.5 x M = 1.5 x 382916.7 = 574375.05 kg cm
q(1-q) = h = 140 – 5 =135 cm
Mult
bh .2.Ko.σ ' bk
2

q(1-q) =
574375.05
1352.40.2.0,5.350
q2 – q + 0.1007 = 0
diperoleh :
q1 = 8864
q2 = 0.1136
qmin < qperlu < qmax……………………………………………………….digunakan qmin = 0.0417
A = …………………………………..PBI 1971, Hal.168
q.b.h.2.Ko.σ ' bk
σ * au
=
0.0417.135.40.2.0,5.350
2780
= 38.85 cm2
Menggunakan tulangan 8φ 25 39.27 cm2 > 38.85 cm2…………OK
Luas tulangan tekan A’ = 20 % x 38.85 = 7.77 cm2
Menggunakan tulangan tekan 2φ 25 9.818 cm2 > 7.77 cm2
PERENCANAAN PELABUHAN

(Lay Out)

Direncanakan suatu dermaga dengan data-data sebagai berikut :

• Data-data pasang surut :

– Muka air terendah (LWS) : -1.60 m

– Muka air tertinggi (HWS) : + 1.50 m

Jadi beda tinggi air pasang surut (t) = 1.50 – (-1.60) = 3.10 m

Karena t>2.0 m, maka fender dipasang vertikal.

• Bobot rencana kapal (gross tonage) : 10.000 ton

Berdasarkan bobot rencana tersebut dari tabel “Karakteristik kapal” (“Pelabuhan”

hal.22) diperoleh data sbb:

– Panjang kapal = 154 m

– Lebar kapal = 20.9 m

– Draft = 6.2 m

• Apabila pasang surut < 3 m, maka dermaga untuk kapal memerlukan kedalaman > 4.5

m, memerlukan elevasi daratan antara 1.0 – 3.0 m yang dihitung dari HWS. Maka

elevasi tanah dasar didaratan = 2.0 + 1.5 = 3.5 m


Menentukan

lebar

dermaga

untuk

water

Depth/standar

- < 4.5 m = 10 m

- 4.5 – 7.5 m = 15 m

- > 7.5 m = 20 m

• Kemiringan lantai dan arah dermaga

– Kemiringan lantai dermaga dibuat 1 % - 1.5 % ke arah laut

– Arah dermaga diusahakan searah dengan arah angin dominan :

* arah angin bertiup sejajar dengan dermaga

* beban angin 45 kg/m2

• Fasilitas lantai
Bolder direncanakan jenis kapal antar Samudra dengan jarak antar bolder 20 m.
• Data – data lainnya :

– Kecepatan arus = 0.55 Knots (mil laut/jam)

– Beban angin = 45 kg/m2

– Sudut = sejajar dengan dermaga

– Jenis dermaga = Umum (barang dan penumpang)

– Beban lantai dermaga :

* Beban hidup = 2.25 t/m2

* Beban titik :

- Crane = 25 ton

- Truck = 10 ton

* Kecepatan sandar kapal (V) = 0.21 m/det

• Panjang Dermaga :

Lp = n Loa + (n - 1) 15,00 + 50,00 .....................................Pelabuhan, Hal.167

= 2 . 154 + (2 – 1) 15,00 + 50,00

= 373 m 380 m

dimana :
n = jumlah kapal yang ditambat
Loa = panjang kapal
Lp = panjang dermaga

PERENCANAAN PLAT DERMAGA

Pada perencanaan plat dermaga jenis wharf digunakan :


* Mutu beton : K350 = σ 'bk = 350 kg/cm2
* Mutu baja : U32 = σ *au = 2780 kg/cm2

A. Perhitungan tebal plat


tmin = L (800 + ( 0.0819 xσ *au ))
36000
=
500(800 + (0.0819x 2780))
36000
= 14.27 cm
diambil tebal plat = 30 cm

B. Pembebaban
B.1. Akibat Berat Sendiri
• Tebal lapisan Aspal = 10 cm
• γ b = 2400 kg/m2
• γ aspal = 2000 kg/m2
• tebal plat = 30 cm
Maka : q = (0.1 x 2000) + (0.3 x 2400)
q = 920 kg/m.
Perhitungan Momen
Keempat sisi plat diasumsikan terjepit penuh. Dalam konstruksi beton
Indonesia oleh Ir. Sutami, Hal 90 untuk keadaan plat seperti gambar
diperoleh :

Κ = =
Ly 5.0
Lx 5.0
=1
diperoleh dalam
tabel :

Teori dan
analisis plat,
hal.289 tabel
2.12.1f
• α = 0.01794
• β = 0.01794
• x = 0.50000
• ρ = 0.50000

a. Momen tumpuan
• Mtx = Mty = -0.001 x q x Lx2 x x = -0.001 x 920 x 52 x 52 = -1196 kg m
b. Momen lapangan
• Mlx = Mly = 0.001 x q x Lx2 x x = 0.001 x 920 x 52 x 21 = 483kg m
B.2. Akibat beban Hidup
Beban hidup yang bekerja pada dermaga : W2 = 2250 kg/m2
• Mtx = Mty = -0.001 x q x Lx2 x x = -0.001 x 2250 x 52 x 52 =-2925 kg m
• Mlx = Mly = 0.001 x q x Lx2 x x = 0.001 x 2250 x 52 x 21 = 1181.25kg m
B.3. Akibat Beban Bergerak
• Dari data/soal :
- beban crane = 25 ton
- beban truck = 10 ton
Bidang kontak ban (untuk crane) = 20 x 50 cm2
Tekanan ban dianggap menyebar 45o
• Perhitungan beban akibat kendaraan

bx = 50 + 2 (30 tan 450) = 110 cm


by = 20 + 2 (30 tan 450) = 80 cm
Dalam menentukan momen desain akibat beban bergerak ditinjau tiga keadaan yang sangat

kritis :

1. Pada saat roda crane berada

= = 0.22
bx 110
Lx 500

= = 0.16
by 80
Ly 500

Tabel untuk Konstruksi Beton Indonesia


(Ir.Sutami) hal.391 untuk Ly/Lx = 1
harga-harga koef. Momen :

Untuk menghitung momen


digunakan rumus :

MLx MLy Mtx Mty


a1 -0.062 -0.017 0.062 0.136
a2 -0.017 -0.062 0.132 0.062
a3 0.130 0.130 -0.355 -0.355
a4 0.390 0.390 1.065 1.065
• M =
a1 .bx / Lx + a 2 .by / Ly + a 3
.W
bx / Lx + by / Ly + a 4
Maka diperoleh :
• MLx = 3.689
• Mly = 3.777
• Mtx = -5.540
• Mty = -5.453

2. Pada saat 2 roda berdekatan dengan 1.0 m antara:


- Crane dan truck berdekatan di tengah plat

I. Beban Crane = 25 ton


II. Beban Truck = 10 ton
III. = 1.59 ton
25 + 10
x 0 .1
2 .2
Untuk harga a1, a2, a3, a4 sama dengan diatas.

bx/Lx by/Ly W (ton) MLx Mly Mtx Mty


0.46 0.16 36.59 3.578 4.067 -6.631 -6.135
0.02 0.16 1.59 0.352 0.334 -0.425 -0.437
0.44 0.16 35 3.535 3.981 -6.445 -5.996
Momen max 3.578 4.067 -6.631 -6.135

3. Pada saat 2 roda berdekatan dengan 1.0 m antar crane berada do tengah plat:
I. Beban Crane = 25 ton
II. Beban Crane = 25 ton
III. = 2.27 ton
25 + 25
x 0.1
2.2
Untuk harga a1, a2, a3, a4 sama dengan diatas.

bx/Lx by/Ly W (ton) MLx Mly Mtx Mty


230/500 80/500 52.27 5.111 5.81 -9.472 -8.764
10/500 80/500 2.27 0.502 0.477 -0.607 -0.624
220/500 80/500 50 5.05 5.687 -9.207 -8.566
Momen max 5.111 5.81 -9.472 -8.764

KOMBINASI BEBAN

Keadaan Beban Beban Beban Kombinasi I Kombinasi II


Beban Roda Sendiri Hidup Kendaraan I + II I + III
I II III
Crane Mlx 483 1181.25 3.689 1664.250 486.689
tengah plat Mly 483 1181.25 3.777 1664.250 486.777
Mtx -1196 -2925 -5.540 -4121.000 -1201.540
Mty -1196 -2925 -5.453 -4121.000 -1201.453
Truck dan Mlx 483 1181.25 3.578 1664.250 486.578
Crane jarak Mly 483 1181.25 4.067 1664.250 487.067
1,0 Mtx -1196 -2925 -6.631 -4121.000 -1202.631
Mty -1196 -2925 -6.135 -4121.000 -1202.135
Crane dan Mlx 483 1181.25 5.111 1664.250 488.111
Crane jarak Mly 483 1181.25 5.81 1664.250 488.810
1,0 Mtx -1196 -2925 -9.472 -4121.000 -1205.472
Mty -1196 -2925 -8.764 -4121.000 -1204.764
Ml = 488.810
Momen Design
Mt = -1205.472
C. Perhitungan Penulangan
Perhitungan penulangan dengan cara ultimate

Rumus-rumus yang digunakan dari PBBI 1971, Hal. 166

C.1. Tulangan Lapangan

• Mult = 1.5 ML = 1.5 x 488.810 kg m = 73321.5 kg cm

• qmax = = = 0.2177
2205 2205
7350 + σ *au 7350 + 2780

• qmin = = = 0.0417
0.0417 0.0417
1 − (317xδxσ *au ) 1 − (317x0 x 2780)

• Rumus :

q2 – q + =0 Ko = 0.5...............PBI 1971, hal.161


Mult
bh x 2 K o xσ 'bk
2

q2 – q + =0 h= 30 – 5 = 25 cm
Mult
2
100 * 25 x 2 x0.5 x350

q2 – q + 0.0034 =0

dari persamaan diatas diperoleh :

q1 = 0.9965

q2 = 0.0034
yang memenuhi : q2 < qmin, maka diambil q = 0.0417
• Jadi :

A =
qx2 K o xσ bk xbxh
σ *au
=
0.0417x 2 x0.5 x350x100x 25
2780
= 13.125 cm2
Amin = 0.25% x bh = 0.25% x 100 x 25 = 6.25 cm2 = 625 mm2
• Digunakan tulangan φ 19 Luas tulangan At = ¼ π d2
= ¼ π 192
= 283.529 mm2
• Jumlah batang yang diperlukan untuk lebar 3000 mm2 adalah (n) :
N=1312.5 / 283.529 = 4.629 ~ 5 batang dengan At = 1417.5 mm2
At > A ; 1417.5> 1312.5 mm2............................................................OK!!!
Jarak antar tulangan = 100/5 = 20 cm =200 mm φ 19 − 200

C.2. Tulangan Tumpuan


• Mult = 1.5 Mt = 1.5 x 1205.472 = 1808.208 kg m = 180820.8 kg cm
• Rumus :
q –q+
2
=0
Mult
bh x 2 K o xσ 'bk
2

q2 – q + =0 h= 30 – 5 = 25 cm
Mult
2
100 * 25 x 2 x0.5 x350

q2 – q + 0.0083 =0

dari persamaan diatas diperoleh :

q1 = 0.9945

q2 = 0.0083

yang memenuhi : q2 < qmin, maka diambil q = 0.0417


• Jadi :
A =
qx2 K o xσ bk xbxh
σ *au
=
0.0417x 2 x0.5 x350x100x 25
2780
= 13.125 cm2
Amin = 0.25% x bh = 0.25% x 100 x 25 = 6.25 cm2 = 625 mm2
• Digunakan tulangan φ 19 Luas tulangan At = ¼ π d2
= ¼ π 192
= 283.529 mm2
• Jumlah batang yang diperlukan untuk lebar 3000 mm2 adalah (n) :
n = 1312.5 / 283.529 = 4.629 ~ 5 batang dengan At = 1417.5 mm2
At > A ; 1417.5> 1312.5 mm2............................................................OK!!!
Jarak antar tulangan = 100/5 = 20 cm =200 mm φ 19 − 200

Kontrol tegangan yang terjadi


Tegangan yang diizinkan; U32 = σ a = 1850 kg/cm2......PBI 1971, Hal.103
K350 = σ b = 0.33 σ ’bk = 115.5 kg/cm2
Mult max = 1.5 Mt = 1.5 x 1205.472 = 1808.208 kg m = 180820.8 kg cm
h = ht – d = 30 – 5 = 25 cm
A = Luas tulangan terbesar antara tumpuan dan lapangan
= 1417.5 mm2
= 14.175 cm2

Cu = = = 10.9989
h 25
Mult 180820.8
2 xK o xbxσ ' bk 2 x 0.5 x100x350

ρ u = = = 2.18029 kg/cm2
1 1
qxCu 0.0417x10.9989
σ au = A= luas tulangan terbesar
Mult
Axρ u xh
=
180820.8
14.175x 4.665x 25
= 109.38
σ a ytd = 0.58 x σ au = 0.58 x 109.38 = 63.4404
σ a ytd < σ au 63.4404 < 109.38 ………………………OK!!!

σ b ytd =
σ aytd
AxΦ
=
63.4404
14.175x1.175
= 3.8089 kg/cm2 < 115.5 kg/cm2..........................................OK!!!
PERHITUNGAN BALOK DERMAGA

A. PembebananI
1. Muatan lantai + Beban hidup
q1 = ½ . W1 . Lx + ½ . W2 . Lx
= ½ . 920 . 5 + ½ . 2250 . 5
= 7925 kg/m
2. Berat sendiri balok dermaga
Ditaksir balok dermaga dengan dimensi 45 x 75 cm2
q2 = 0.45 x 0.75 x 2400
= 810 kg/m
3. Beban titik (beban terpusat)
Crane = 25 ton
Truck = 10 ton
Maka P = 25 + 10
= 35000 kg
B. Perhitungan Momen
 Beban merata
Digunakan panduan dari ikhtisar PBI 1971, Hal. 199
500 cm
• Transfer beban segitiga ke beban merata :
RA = ¼ . q1 . L = ¼ . 7925 . 5 = 9906.25 kg
Mmax = L/2 . RA – ½ . q1 . L2/4 . 1/3
= 5/2 . 9906.25 – ½ . 7925 . 52/4 . 1/3
= 16510.4167 kg m
• Beban hidup di tiadakan
RA = ¼ . 920 . 5 = 1150 kg
Mmax = L/2 . RA – ½ . q1 . L2/4 . 1/3
= 5/2 . 1150 – ½ . 920 . 52/4 . 1/3
= 1916.67 kg m
• Untuk beban merata
Mmax = 1/8 . q . L2
16510.4167 = 1/8 . q . 52
q = (8 . 16510,4167)/25
q = 5283.333 kg/m
• Untuk beban merata tanpa beban hidup
Mmax = 1/8 . q . L2
1916.67 = 1/8 . q . 52
q = (8 . 1916,67)/25
q = 613.3344 kg/m
• Beban terbagi rata yang dipikul oleh balok dermaga
qtot = (2 . 5283,333)+ 810 = 11376.67 kg/m
qtot = (2 . 613,334) + 810 = 2036.67 kg/m
• Momen lapangan
MAB = MCD = 1/10 . q . L2 = 1/10 . 11376.67 . 52 = 28441.675 kg m
MBC = 1/12 . q . L2 = 1/12 . 11376.67 . 52 = 23701.396 kg m
• Momen tumpuan
MA = MD = -1/30 . q . L2 = -1/30 . 11376.67 . 52 = -9480.558 kg m
MB = MC = -1/10 . q . L2 = -1/10 . 11376.67 . 52 = -28441.675 kg m
• Gaya lintang
DBA = DDE = 5/8 . q . L = 5/8 . 11376.67 . 5 = 35552.094 kg
DA = DD = 1/2 . q . L = 1/2 . 11376.67 . 5 = 28441.675 kg
D pada saat dermaga kosong = 5/4 . 2036.67 = 2545.836 kg

 Beban terpusat
Sistem pembebanan dilihat pada PBI 1971, Hal. 200
Mo =¼.P.L = ¼ . 35000. 5 = 43750 kg m
Qo =½.P = ½ . 35000 = 17500 kg m

• Momen lapangan
MAB = MCD = 5/6 . Mo = 5/6 . 43750 = 36458.333 kg m
MBC = ¾ . Mo = ¾ . 43750 = 32812.5 kg m
• Momen tumpuan
MA = MD = -1/4 . Mo = -1/4 . 43750 = -10937.5 kg m
MB = MC = -4/5 . Mo = -4/5 . 43750 = -35000 kg m
• Gaya lintang
DAB = DBC = 1 . Qo = 1 . 17500 = 17500 kg
DBA = DCD = 1,25 . Qo = 1,25 . 17500 = 21875 kg
• Momen maksimum
Momen lapangan max = 28441.675 + 36458.333 = 64900.008 kg m
Momen tumpuan max = -28441.675 + (-35000) = -63441.675 kg m
C. Perhitungan tulangan

• Ukuran balok
ht = 75 cm
bo = 45 cm
• Lebar manfaat (bm)
bm £ bo + 1/5 . Lo
= 45 + 1/5 . 500
= 145 cm
bm ≤ bo + 1/10 . Lo + ½ . bk
= 45 + 1/10 . 500 + ½ . 500
= 345 cm
diambil yang terkecil = 145 cm
• Kontrol balok T
- Mmax = 64900 kg m = 6490000 kg cm
- Mu = 1.5 Mmax = 1.5 . 6490000 = 9735000
- bm = 145 cm
- bo = 45 cm
- ht = 75 cm
- ho = ht – d = 75 – 5 = 70 cm
- Cu = =
ho 70
Mu 9735000
2.K o .σ 'bk .bm 2..0,5.350.145
= 5.504
– Kontrol letak garis netral (garis horisontal)
γ =ε ο . Κο
Karena Cu > 5, maka ε ο mendekati 0
Jadi γ juga mendekati 0, γ < 1,25 t, maka perhitungan didasarkan pada balok
biasa.
Koefisien lengan momen :
ρ = = = 0.792
1 1
q.Cu 2 0.0417x5.5042
A = = = 63.16 cm2
Mu 9735000
σ *au .ρ .ho 2780x0.792x70
A’ = 0.20 x A = 12.63 cm2

Dipakai tulangan tarik 14φ 25 = 68.69 cm2 > 63.16 cm2


Dipakai tulangan tekan 3φ 25 = 14.72 cm2 > 12.63 cm2
• Kontrol tulangan geser
- Gaya lintang max = 35552.094 + 21875 = 57427.094
- Qult = 1.5 x 57427.094 = 86140.641 kg
- τ bu* =
1
σ ' bk
γ Ps .γ mb
dimana :
γ Ps = 1,0 ................................PBI 1971, Hal.98 (tabel 10.1.1)
γ mb = 1,4/ω ω = 1,0.......PBI 1971, Hal.99 (tabel 10.1.2)
σ ’bk = 350
maka :
τ bu * = 13.363 kg/cm2
-τ * .Mu
bu = = 33.4077
2.5
σ ' bk
γ Ps .γ mb
-τ *
bu = Zu = δ .ho = 0,87 . 70 = 60,9
Qult
b.Zu
=
86140,641
45.60,9
= 35,902 kg/cm2
- τ bu < τ bu* . Mu tidak perlu tulangan miring
– dipakai tulangan sengkang minimum φ 8-20............PBI 1971, Hal. 92
• Kontrol lebar retak
W = a (C3.C + C4 . d/ω p)(sa – C5/ω p).10-6 cm.....PBI 1971, Hal.115
Dimana :
C = selimut beton = 5 cm
W = lebar retak yang diizinkan dimana untuk bagian dermaga yang merupakan
konstruksi tidak terlindung dari hujan dan terik matahari langsung, kontinue
berhubungan dengan air atau berada lingkungan agresif.
= 0,1 cm ...................................PBI 1971, Hal. 115 (pasal 10.7 ayat 1.b)
d = diameter tulangan =3,0 cm
σ ∗au = 2780 kg/cm 2

A = luas tulangan tarik = 68.69 cm2


bo = 45 cm
ho = 70 cm
α = koef.tulangan polos = 1,2 .................................... PBI 1971,Hal.116
Koefisien-koefisien :
ωp = = = 0.0218
A 68,69
bo.ho 45.70
C3 = 1,50
C4 = 0,04
C5 = 7,5
Maka diperoleh :
W = 0,0447 cm
Kontrol
W < W
1.447 < 0,1......................................................................OK!!!