Anda di halaman 1dari 226

PENGETAHUAN LINKUNGAN

PENDAHULUAN
Pengertian Pertimbangan yang sangat penting dalam memahami lingkungan adalah terjaganya kualitas lingkungan yang prosesnya sangat rumit akibat aktivitas manusia. Kehidupan di muka bumi ini pada dasarnya diisi oleh sejumlah makhluk hidup yang berinteraksi, hubungan timbal balik, dan beradaptasi satu sama lain jenisnya dengan benda-benda sekitarnya. Definisi : Pengetahuan Lingkungan adalah IPTEK yang mempelajari tentang proteksi lingkungan dari penyebab potensial aktivitas manusia, proteksi masyarakat dari pengaruh yang merugikan, dan peningkatan kualitas lingkungan untuk kesehatan serta kehidupan yang layak bagi manusia.

Nilai strategis Pengetahuan Lingkungan


1. 2. 3. 4. 5.

Relevan dengan agenda dunia, nasional dan lokal Melatih mahasiswa untuk berpikir secara holistik dan menghargai berbagai disiplin ilmu pengetahuan Interdisiplin (MIPA, Teknik, Seni dan Humaniora) Pengakuan terhadap kredibilitas ilmiah Biologi, Kimia, Fisika, dan Hidrologi Jembatan antara perguruann tinggi dengan masyarakat dan lingkungan

Tujuan 1. Kesadaran (Awareness) 2. Pengetahuan (Knowledge) 3. Sikap (Attitude) 4. Keahlian (Skills) 5. Peran serta (Participation)

Jenis Sumberdaya Alam

Sumberdaya terbarui (tidak habis): misal sumberdaya mata hari, angin, dan gelombang laut Sumberdaya tidak terbarui: misal bahan bakar fosil (minyak bumi, batu-bara), mineral logam dan non logam Sumberdaya yang berpotensi untuk terbarui: misal udara segar, air bersih, tumbuhan dan hewan (keanekaragaman hayati)

Daya dukung lingkungan


Daya dukung lingkungan adalah jumlah maksimum organisme yang kehidupannya dapat didukung oleh uatu lingkungan (lokal, regional, global) dalam suatu kurun waktu tertentu. Untuk dapat bertahan hidup di Bumi ini , keberadaan manusia tidak boleh melampaui batas daya dukung lingkungannya. Daya dukung dapat bervariasi, bergantung kepada: 1. lokasi 2. waktu 3. Jenis teknologi yang digunakan untuk memanfaatkan sumbredaya alam dan dalam menanggapi masalah lingkungan akibat pertumbuhan polpulasi dan pemenfaatan umberdaya alam

Model interaksi tiga faktor yang menentukan dampak lingkungan


x x x

Negara sedang berekembang (Masalah Overpopulasi) x

Jumlah Penduduk banyak

Konsumsi SDA per orang rendah

Negara maju (Masalah Overkonsumsi)

Jumlah Penduduk sedikit

Konsumsi SDA per orang tinggi

Jumlah Penduduk

Jumlah unit SDA yang digunakan per orang

Degradasi & pencemaran per SDA yang digunakan

Dampak Lingkungan

Degradasi & pencemaran per SDA yang digunakan rendah

Kerusakan Lingkungan Besar

Degradasi & pencemaran per SDA yang digunakan tinggi

Kerusakan Lingkungan Besar

Penyebab utama masalah lingkungan, sumberdaya dan sosial


Overpopulasi Overkonsumsi Distribusi penduduk: implosi & krisis urban Keyakinan bahwa teknologi akan dapat menyelesaikan emua masalah Kemiskinan Oversimplikasi sistem pendukung kehidupan Bumi Krisis politik dan manajemen ekonomi Pandangan dan perilaku antroposentris (humancentered), bukan pandangan dan perilaku biosentris (earth-centered)

SEJARAH DAN LATAR BELAKANG


PBB mengadakan konferensi lingkungan sedunia pertama kali yang sampai saat ini berlanjut terus adalah pada tahun 1972 sebagai tahap awal perhatian Dunia terhadap kemerosotan lingkungan. Di Stockholm menghasilkan 26 azas dasar yang berkaitan dengan isu lingkungan. 1982 Komisi Dunia untuk Lingkungan & Pembangunan (Di Ketuai oleh Gro Harlem Bruntland) Manusia di Bumi memerlukan suatu etika baru yang holistik, yaitu pertumbuhan ekonomi dan perlindungan/ pengelolaan lingkungan hidup & sumberdaya alam (LH & SDA) harus selaras di seluruh Bumi 1987 Pembangunan Berkelanjutan 1992 Perhatian pada Pencemaran, perusakan LH serta pemborosan SDA yang berlansung secara Global. Terkenal dengan Pembangunan Berkelanjutan yang Berwawasan Lingkungan( PBBL) dalam bhs Inggris Environmentally Sound and Sustainable Development (ESSD).

Konsep PBBL
Ekonomi -Pertumbuhan -Pemerataan -Eko-efisiensi -Stabilitas

LH/SDA Sosial Budaya Pengentasan kemiskinan Pemberdayaan Masyarakat Peran serta masyarakat Pembinaan kelembagaan Pengelolaan LH/SDA Pelestarian LH/SDA Pencegahan Pencemaran & perusakan LH/SDA

Mengatasi Permasalahan Lingkungan


1. 2. 3.

4.

5.

Analisis Ilmiah: mengumpulkan informasi & melakukan penelitian untuk membuat model yang menjelaskan kejadian dan meramalkan kejadian yang kanan datang ( Perubahan Global) Analisis Resiko: menganalisis dan memperkirakan pengaruh potensial dari suatu aksi atau kegiatan (contoh AMDAL) Pendidikan Masyarakat: mensosialiasikan informasi tentang permasalahan berikut alternatif pemecahannya. (Contoh: penyuluhan, iklan pelayanan masyarakat, pendidikan di sekolah) Penentuan kebijakan: Peran serta masyarakat dalam menentukan kebijakan dengan melakukan kontrol terhdap keadaan lingkungan ebagai akibat pembangunan. (Contoh: peran LSM & masyarakat umum. Pemantauan: memantau kegiatan yang dolakukan di lapangan ; melihat dan menilai apakah maalah telah terselesaikan dan memperbaiki permodelan atas masalah tersebut. (Contoh: peran lembaga pemerintah, LSM (kasus Freeport, Indorayon dll)

Beberapa prinsip untuk bekerja dengan Bumi (Miller 2000)


Mempertahankan Bumi dalam keadaan eperti semula atau lebih baik Tidak mengambil lebih dari yang diperlukan Tidak merusak kehidupan air, udara, dan tanah Menjaga berkelanjutan dan keanekaragaman hayati Tidak menghamburkan sumberdaya alam Tidak membuang pencemar kedalam lingkungan dalam laju yang tidak dapat dinetralisir ecara alami oleh lingkungan Mencegah pencemaran dan mengurangi limbah. Memperlambat laju pertumbuhan populasi Mengupayakan pengentasan kemiskinan

Dampak aktivitas manusia dari segi lingkungan


I. II. III.

Pencemaran udara Pencemaran air Pencemaran tanah

1. Pencemaran Udara Kejadian Pencemaran udara sebelumnya : London Ingris 1873, 1880, 1892 dan Desember.1930 Lembah Meuse, Belgium 63 meninggal dan 6000 sakit Okt.1948 Donora Pensylvania, 17 meninggal dan 6000 sakit 5-9 Des. 1952 London Ingris 4000 meninggal 3-6 Januari 1956 London Ingris 1000 meninggal 2-5 Des. 1957 London Ingris 700-800 meninggal 26-31 Januari 1959 London Ingris 200-250 meninggal 5-10 Des. 1962 London Ingris 700 meninggal 7-22 Januari 1963 London Ingris 700 meninggal 9 Jan- 12 Feb 1963 New York, AS 200-400 meninggal, dll

Pencemaran udara akibat pembakaran bahan antropogenik


Contoh dan kejadiaan lain akibat penggunaan bensin bertimbal (Pb) dalam meningkatkan angka oktan berakibat terhadap kesehatan anak-anak dan orang dewasa Contoh Gas buang Gas CO2 , CO, NOx , SOx , CFC (misalnya CF2 Cl2 ,dan CFCl3 ) CFC Penipisan ozon di atmosfir akibat reaksi berantai dari CFC dan O3 pada lapisan stratosfir

Emisi Gas Rumah Kaca (GRK) Gas-gas di atmosfir baik alami atau buatan manusia (antropogenik) yang mempunyai kemampuan menyerap dan memancarkan kembali radiasi gelombang panjang (infra merah). Sifat thermal yang menyebabkan global warning -CO2 ( >55%) , -CH4 (20%), -N2O (10%) pemupukan lahan, pembakaran biomasa pemakaian bahan bakar, -CFC (15 20 %) CH4 mempunyai sifat thermal 20 30 x lebih efektif dari CO2 . CO2 dan CH4 pada zaman pra-industri masing mempunyai kandungan 260 ppm dan 0,70 ppm dan setelah 300 th menjadi 350 ppm dan 1,7 ppm dan 18.000 tahun yang lalu sebelum preindustri 25 % lebih rendah. Dari perhitungan CO2 meningkat 1 ppm pertahun dan CH4 meningkat 0,02 ppm pertahun. Gas lain yang juga menyebabkan global warning adalah N2O. Hujan Asam (NOx , SOx ) akibat gas buang industri dan transportasi.

2. Pencemaran air Akibat terjadinya pencemaran air oleh industri dan dampaknya itu mulai dirasakan akibat peristiwa-peristiwa yang terjadi antara lain penyakit Minamata, Itai-itai di Jepang antara tahun 1953 1960 Pencemaran thermal (suhu air) Merupakan peningkatan suhu pada air sehingga kandungan oksigen terlarut dalam air menurun. 0o kandungan O2 terlarut 15 ppm, 10o kandungan O2 terlarut 13 ppm, 20o kandungan O2 terlarut 9 ppm, dan 30o kandungan O2 terlarut 7,5 ppm. Bila kandungan O2 terlarut kurang dari 3 ppm dalam air akan menyebabkan ikan dalam air tidak bisa hidup. Hubungan kandungan O2 terlarut dlam air dengan BOD adalah 3 ppm O2 ekivalen dengan 1 ppm BOD. BOD berasal dari limbah organik O2 cair yang dapat berasal dari perumahan, pabrik, kantor, toko dll

3. Pencemaran tanah Contoh: akibat penempatan dan pembuangan limbah, sampah, dan bahan berbahaya dan beracun (B3) yang tidak sesuai dengan kriteria lingkungan dan hidrologi serta pemakaian pestisida, herbisida, fungisida untuk pertanian. Masalah-masalah lingkungan dapat ditimbulkan oleh; Peningkatan Populasi Pembangunan Pertanian Pangan Pembangunan Perkebunan Pembangunan Kehutanan Pembangunan Peternakan Pembangunan Perikanan Pembangunan Industri Perkembangan Pemukiman Pencemaran Udara Pencemaran Air & Laut

Akibat kebakaran hutan 1. Ekosistem hutan rusak 2. Produksi bahan organik menurun 3. Penurunan proses dekomposisi 4. Siklus hidrologi terganggu 5. Pembentukkan tanah terganggu (tekstur tanah berubah) 6. Mengurangi kemampuan fotosintesis 7. Produksi carbohidrat, vitamin terhambat. 8. Menurunnya kualitas dan matinya organisme, pengikisan hara meningkat. 9. Siklus hara terganggu, unsur hara hilang, N menguap, P terbenam dalam bentuk silika. 10. Efek rumah kaca

Lingkungan perkotaan terdiri dari fasilitas seperti: Bukit, tumbuh-tumbuhan, binatang atau ternak, rumah-rumah, gedung-gedung perkantoran, apartemen, perhotelan, pabrik-pabrik, bengkelbengkel, toko-toko, warung-warung dll. Di kota-kota terdapat pabrik-pabrik yang menghasilkan limbah yang dapat berupa cair, gas, dan padat yang sangat tergantung jenis pabriknya. Sebagai contoh suatu pabrik akan mengeluarkan gasgas yang mengandung CO2 , NOX , SOX yang mana keadaan ini bila tidak diperhatikan akan mengakibatkan terjadinya hujan asam dan menimbulkan efffek rumah kaca. Disamping itu suatu pabrik juga menghasilkan limbah yang beragam baik gas, cair, dan padat yang pada konsekwesinya dapat menimbulkan pencemaran lingkungan.

P Games POPULATION PRODUCTION POWER PLACES POLLUTION Berhubungan dengan; URBANISASI PERTAMBANGAN & INDUSTRI ENERGI TEMPAT TINGGAL PENCEMARAN LINGKUNGAN

PRINSIP DASAR LINGKUNGAN


1. Lingkungan Ekologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan timbal balik antara makhluk hidup dan lingkungannya. Ilmu lingkungan ~ Ekologi terapan Ekosistem adalah tatanan (sistem) interaksi antara seluruh komponen dalam suatu lingkungan (suatu tatanan yang terbentuk oleh hubungan timbal balik antara makluk hidup dan linglkungannya.) Lingkungan adalah suatu ruang yang mengandung makhluk hidup (biotik) dan benda mati (abiotik) serta tatanan (sistem) interaksinya secara menyeluruh (holistik). Lingkungan merupakan faktor eksternal yang bersifat biologis dan fisik yang langsung mempengaruhi kehidupan pertumbuhan dan reprouksi organisme.

Lingkungan terdiri dari: Lingkungan abiotik Lingkungan biotik


LINGKUNGAN ABIOTIK : Lingkungan udara Lingkungan Air Lingkungan Tanah

Faktor-faktor yang mempengaruhi lingkungan fisik (abiotik) 1.Matahari - Radiasi matahari merupakan sumber energi bagi makhluk hidup yang diteruskan ke bumi dalam bentuk gelombang elektromagnetik. Radiasi matahari yang penting bagi organisme: Radiasi ultra violet (300-390 m) Cahaya biasa, dapat dilhat (360-760 m) Radiasi Infra merah (geolombang panas 760-1000m) - Tumbuhan hijau terutama menyerap cahaya biru dan merah dari spektrum cahaya matahari yang akan dirubah menjadi energi kimia dalam bentuk karbohidrat. - Mempertahankan suhu lingkungan - Sebagian besar organisme dapat hidup pada suhu0- 43 o C. - Radiasi matahari menguapkan air yang berguna untuk siklus hidrologi - Radiasi matahari menggerakkan udara. Baik pergerakan udara dan pergerakan air menolong penyebaran panas dan gerakan udara atau angin adalah faktor yang penting yang memungkinkan turunnya hujan. - Gangguan radiasi matahari disebabkan karena kebakaran hutan, letusan gunung merapi dsb.

3. Lingkungan Air Air merupakan faktor yang sangat penting yang turut menentukan sifat atau keadaan suatu lingkungan. Air di alam berkumpul sebagai tubuh perairan seperti lautan, danau, rawa, kolam, sungai, kali yang merupakan lingkungan hidup yang terbesar dimuka bumi dimana organisme hidup. Kira-kira 2/3 permukaan bumi ditutupi air (lautan) Air masuk ke udara dengan cara penguapan dan kemudian jatuh ke bumi sebagai hujan atau salju. Air terdapat 2 macam yaitu air laut dan air tawar 4. Lingkungan Tanah Berbagai organisme di tanah membentuk suatu sistem yang berintegrasi dengan lingkungannya yang dikenal dengan ekosistem tanah. Contoh: Bakteria, Fungi, actinomycetes, algae, protozoa, nematoda, moilusca insect, mamalia dan amphibia Peranan penting dari organisme tanah adalah sebagai perombak bahan organik menjadi bahan yang tersedia bagi tumbuhan hijau. Fungsi organisme tanah sebagai dekomposer Memainkan peranan penting dalam mempertahankan dinamika ekosistem alam

LINGKUNGAN BIOTIK Lingkungan biotik dari suatu organisme dikategorikan kedalam: a. lingkungan biotik intraspecies Organisme lain dari species atau jenis yang sama Contoh: Manusia ---- manusia lainnya Pohon kepala ---- pohon-pohon kelapa lainnya b. lingkungan biotik interspecies Orgainisme lain dari species atau jenis yang berlainan Contoh: Manusia---- tumbuh-tumbuhan Manusia ---- Hewan peliharaan Pengaruh oraganisme lain terhadap organisme tertentu a. Pengaruh negatif Pengaruh yang menghambat atau menghalangi perkembangan dan survival organisme ybs: -Organisme lain yang menjadi saingan dalam memperebutkan makanan -Parasit -Predator b. Pengaruh positif -Organisme lain yang menjadi bahan makanan -Tuan rumah / inang -Simbiosa mutualistis

Bentuk-bentuk interaksi dalam lingkungan interspecies: Neutralisme adalah Yang satu tidak mempengaruhi yang lain Kompetisi adalah Terjadi persaingan satu sama lain Amensalisme adalah yang satu dirugikan yang lain tidak terpengaruh Parasitisme adalah keharusan bagi parasit sedang hostnya dirugikan Predation adalah Keharusan bagi predator dan mangsa terhambat Komensalisme adalah Keharusan bagi A tetapi B tidak terpengaruh : Bakteri pembusuk pada usus manusia Protokoperasi adalah menguntungkan bagi keduanya tetapi bukan keharusan : semut memelihara kutu daun. Mutualisme adalah menguntungkan keduanya dan merupakan keharusan

PROSES EKOSISTEM Aliran dan penggunaan energi oleh makhluk hidup merupakan salah satu proses yang utama dalam ekosistem. Energi utama untuk kehidupan adalah radiasi matahari atau cahaya. Dalam ekosistem sebahagian energi cahaya dirubah kedalam bentuk energi kimia yang dibutuhkan dalam sistem kehidupan. Hal ini tersimpan dalam bahan organik hidup maupun mati (senyawa-senyawa berbasis karbon). Dalam organisme hidup bahan organik dirubah kedalam kompleks kimia tertentu ( disebut ATP, adenosin trifosfat), yang dipecah sendiri selama proses metabolisme untuk mengeluarkan energi kimia tersimpan dan melakukan kerja (misalnya reaksi biokimia). Dalam lingkungan terdapat dua sumber energi utama yaitu : autotrofik dan heterotropik.

Autotropik adalah golongan organisme yang dapat mengikat energi surya dan dapat merubah sumber bahan anorganik sederhana ke dalam molekul organik yang lebih kompleks. Heterotropik adalah golongan organisme yang tidak bisa memperoleh energi dari sumber abiotik, tetapi untuk hidupnya sangat tergantung kepada energi yang kaya molekul organik hasil sintesa autotropik. Golongan ini memperoleh energi dari jasad hidup, disebut sebagai konsumer, sedangkan golongan oerganisme yang memperoleh energi dari organisme mati disebut dekomposer.

Fotosintesis Semua tumbuhan hijau membuat makanannya sendiri melalui deretan reaksi kimia yang kompleks yang dilangsungkan oleh radiasi surya ( menggunakan pigmen dan khlorofill (lihat gambar dibawah), Khlorofill+enzym 12 H2O + 6 CO2 + 709 kcal C6H12O6 + 6 O2 + 6 H2O Bila organisme membutuhkan energi kebalikan fotosintesis yang terjadi; Enzim metabolik C6H12O2 + 6 O2 CO2 + H2O +energi Bila energi radiasi menyentuh pada permukaan tumbuhan hijau, sebagian dari energi tersebut akan dirubah kedalam bentuk energi kimia yang tersimpan dalam berbagai bentuk hasil tanaman.

Bila herbivora menggunakan tumbuhan hijau (produsen) sebagai makanannya dan mengubah energi kimia, kedalam bentuk energi kinetik, maka akan terjadi degradasi energi dalam bentuk panas. Dan bila herbivora dimakan oleh carnivora maka degradasi energi akan terjadi pula, hal yang sama akan terjadi bila carnivora dimakan oleh carnivora tingkat tinggi. Dengan demikian akan terlihat terjadinya penurunan energi dari tingkat tinggi ke tingkat yang lebih rendah. Produsen dan konsumen dalam suatu ekosistem dapat disusun kedalam beberapa kelompok berdasarkan tingkatan energi yang diperoleh; 1. Produsen merupakan trofik level pertama 2. Herbivora merupakan trofik level kedua 3. Carnivora merupakan tropik level ketiga 4. Top Carnivora merupakan tropik level terakhir

Siklus bahan kimia di Alam


1) 2) 3) 4) 5) 6) 7)

SIKLUS KARBON SIKLUS OKSIGEN SIKLUS NITROGEN SIKLUS SULFUR SIKLUS FOSFOR SIKLUS HIDROLOGI RANTAI MAKAN

SIKLUS CO2
CO2 di atmosfir

Proses kimia dan stabilisasi Biodegrada si Fotosintesis Karbon anorganik terlarut terutama (HCO3-)

Karbon organic terikat {CH2O} dan karbon Xenobiotic Pengendapan kimia dan penggabungan karbon mineral keladalm kulit organisme

Pabrik Xenobiotic dengan petroleum feedtock

Pelarutan dengan CO2 terlarut Proses biogeokimia

Hidrokarbon fossil organic terikat, CxH2x dan kerogen

Karbon anorganik tidak larut terutama CaCO3 dan CaCO3. MgCO3

Siklus Oksigen atmosfir

SIKLUS NITROGEN

SIKLUS SULFUR

SIKLUS HIDROLOGI

Siklus makanan

Pencemaran Udara

Hujan asam adalah hasil dari emisi sulfur oksida (SOx)

dan nitrogen oksida (NOx) yang berinteraksi dengan uap air dan cahaya yang secara kimia berubah kepada senyawa asam kuat seperti asam sulfat (H2SO4) dan asam nitrat (HNO3). Baru-baru ini yang juga menjadi masalah di stratosfir adalah akibat penipasan ozon sbagai reaksi ozon dan CFC yang digunakan untuk bahan semprot dan AC/kulkas. Karena O3 menipis maka sinar ultraviolet dapat lansung mencapai bumi yang dapat menyebabkan bahaya untuk tanaman , binatang, dan manusia.

Partikulat mempunyai ukuran diameternya besar dari 0,002 m dan kecil dari 500 m. Debu adalah partikel padat yang kecil hasil proses pemecahan massa yang besar seperti penggerusan, penggilingan, blasting, dll. Debu mempunyai ukuran partikel dari 1,0 sampai 10000 m. Asap adalah partikel padat yang halus sebagai hasil dari pembakaran yang tidak sempurna dari parikel organik seperti batubara, kayu, ataupun tembakau yang terutama dari karbon dan bahan yang dapat terbakar lainnya ukuran 0,5 1 m. Jelaga adalah partikel padat yang halus ( 0,03 0,3 m ) seringkali dari oksida-oksida logam Zn dan Pb terbentuk dari kondensasi uap bahan padat. Abu berterbangan adalah partikel halus yang tidak terbakar dapat dari senyawa metalik dan mineral yang mempunyai ukuran seperti debu. Kabut adalah partikel cair atau jatuh yang terbentuk dari kondensasi uap dengan ukuran diameternya kurang dari 10 m. Spray adalah partikel cair atau jatuh yang terbentuk dari cairan induk seperti pestisida dan herbisida dan ukurannya adalah 10 1000 m.

Pengukuran polutan Udara Pengukuran dengan sensitivitas tinggi adalah sangat dibutuhkan. Instrumen sampling dengan sistem analisis otomatis yang dapat menyimpan dan mencetak data. Pemantauan sumbernya biasanya dilengkapi dengan tanda bahaya (alarm). Pemantauan asap dan jelaga dilakukan dengan optik yang diidentifikasi dengan telesmoke, smokescope, dan umbrascope. Pengukuran terhadap partikulat yang dapat jatuh dengan ukuran diameter diatas 10 m dapat menggunakan dust fall jars. Uap dan gas hidrokarbon dianalisisi dengan kromatografi gas. Gas CO dapat dilakukan dengan metode gravimetri, dan proses kalorimeter, kimia elektrokimia. Sedangkan oksida-oksida sulfur dapat diukur dengan metode kalorimetri dan konduktometer. Penentuan terhadap oksida-oksida nitrogen dilaksanakan dengan metode kalorimeter Jacob-Hockeiser dan Gries-Hosvay, oksidan fotokimia dilakukan dengan metode Kalium Iodida.

Metode sampling polutan udara dibagi dalam dua jenis yang umum yaitu dengan sampling udara ambien dan sampling sumber. Kedua jenis tersebut mempunyai tujuan masing-masingnya. Sampling udara ambien bertujuan untuk; Mengetahui tingkat pencemaran suatu lokasi Keperluan pengumpulan data Mengamati kecendrungan tingkat pencemaran Mengaktifkan dan menentukan prosedur pengendalian. Dalam pelaksanaannya dialukan dalam beberapa cara: Sampling kontinyu pada rentang waktu tertentu dapat kecil, mingguan dan teratur Sampling kontinyu pada saat tertentu saja. Sampling udara Sumber (Emisi) bertujuan untuk: Mengetahui dipenuhi atau tidaknya peraturan emisi pencemar udara yang dihasilkan oleh suatu sumber. Mengukur tingkat emisi yang dihubungkan dengan laju produksi untuk kebutuhan industri dan lingkungan Mengevaluasi keefektifan teknik pengendalian dan peralatan pengendalian pencemaran udara. Pengukuran sumber (emisi) ini dapat berupa titik (point source), ataupun garis (line source). Sumber utama yang diawasi dan dipantau adalah sumber tetap, sedangkan sumber bergerak di laksanakan tersendiri.

Dampak polutan udara pada kesehatan dan lingkungan. Karbon monoksida Emisi CO di negara berkembang, dengan nyata meningkat 40 % dari emisi dunia tahun 1980 sampai 58% dalam tahun 2005. CO adalah gas yang tidak berwarna, tidak berbau, dan tidak berasa dan sedikit lebih berat dari udara. Penghirupan CO mempunyai dampak pada kesehatan manusia karena affinitas hemoglobin dalam darah untuk CO adalah kira-kira 240 kali dari affinitas untuk oksigen. Segera setelah terhirup, CO membentuk ikatan koordinasi dengan atom besi dari kompleks protohaem dalam hemoglobin untuk menghasilkan karboksihemoglobin (COHb). Tingkat COHb dalam manusia dapat mencapai 3 %. Kenaikan tingkat COHb adalah berbahaya untuk orang-orang yang berpenyakit hati dan pernapasan, wanita hamil, dan anak-anak. Tingkat COHb mendekati 1,2 sampai 1,5 % di dapatkan dalam populasi normal.

HIDROKARBON Hidrokarbon adalah senyawa organik yang terutama terdiri dari C dan H

(alifatik dan aromatik). Hidrokarbon adalah perangsang pembentukan Ozon. Senyawa aromatik dalam bensin merangsang pembentukan nitrogen oksida, dan hidrokarbon berinteraksi dengan nitrogen oksida dengan adanya sinar matahari membentuk ozon. Pada konsentrasi tinggi hidrokaron menyebabkan sedikit iritasi dari mucosa dan umumnya mempunyai dampak narkotik. Benzen yang dipergunakan dalam kebanyakan industri diklasifikasikan sebagai senyawa karsinogen bagi manusia karena hubungannya dengan leukimia untuk orang dewasa. Formal dehid juga dapat mengganggu kesehatan dan kemungkinan karsinogen. Batu bara dan petroleum adalah dua reservoar besar organik dari mana senyawa aromatik didapatkan. Petroleum adalah sumber utama dari benzen, toluen, dan xylen semuanya digunakan dalam industri kimia dan dalam produksi bensin tinggi oktan. Ironisnya keputusan AS menukar Pb pada tahun 1970-an dengan senyawa aromatik yang sebelumnya 1% menjadi 25 % pada tahun 1990. Maksimum permisibel level benzen dan aromatik kebanyakan negara adalah 3 % dan 30 %.

Oksida Nitrogen Oksida nitrogen dengan istilah NOx terdiri dari NO (nitrogen

monoksida), N2O (Nitrous oksida), dan NO2 (nitrogen dioksida). Oksida nitrogen di atmosfir mengurangi visibilitas, membantu pembentukan asam aerosol, kontribusi terhadap pemanasan global dan sebagai katalis dekomposisi ozon di baian atas atmosfir. Nitrogen oksida juga dapat membentuk ozon lansung berinteraksi dengan hidrokarbon dengan adanya sinar. Nitrogen dioksida adalah menyebabkan iritasi pernapasan dan berbahaya terhadap paru-paru (irreversible) terhadap orang yang terkena paparannya dalam waktu yang lama. Dampak kesehatan lainnya terhadap mata, ketegangan dada, dan sakit kepala. Orang yang berpenyakit asma sangat berbahaya terhadap pengaruh ini dan terhadap bronkhitis. Oksida-oksida nitrogen dihasilkan selama pembakaran bahan bakar dalam pembakaran internal mesin.

Bahan Partikulat Tersuspensi (BPT) BPT adalah partikel dengan ukuran 10 mikron atau kurang, yang tinggal di atmosfir lebih lama dari partikel besar. Di atmosfir BPT mengurangi jarak pandangan dan bereaksi dengan partikel polutan udara lain untuk membentuk polutan baru. BPT juga menyumbang terhadap penyakit pernapasan dengan penetrasi yang dalam kedalam pernapasan yang dalam. Dampak toksis tergantung pada sifat fisika dan kimia alam, terutama untuk gas-gas yang terserap pada permukaannya atau terserap kedalam. Sumber BPT terutama dari pembakaran bahan bakar disel dalam truk dan bus. Global Environment System (GEMS) meneliti penyebaran global partikulat dari 1980-1984 mendapatkan bahwa tingkat BPT diperbolehkan pada 37 dari 41 kota mengikuti aturan WHO atau melebihi. Bank Dunia memperkirakan bahwa peranan BPT sampai tingkat aman dapat mengurangi kematian dini 300.000 s/d 700.000 per tahun di negara berkembang.

Timah hitam (Pb). Dampak neurologik, reproduktiv, dan kemungkinan hipertensi sebagai

akibat Pb. Keracunan Pb dapat terjadi walaupun tanpa terkena paparan dosis utama Pb, karena badan mengakumulasi Pb dari waktu kewaktu dan keluarnya sedikit sekali. Kejadian medik sekarang memperlihatkan bahwa perkembangan system saraf otak anak-anak dapat terpengaruh pada tingkat Pb-darah 10g/dl. Neuralgik dan kerusakan lainnya disebabkan oleh keracunan Pb mungkin irreversibel, dan pemaparan akut kadang-kadang menyebabkan kematian. Selain itu berdampak pada sel darah, dan metabolisme vitamin D dan kalsium. Korelasi yang pasti ditemukan antara tingkat Pb dalam bensin dan dalam aliran darah manusia. Sebagai catatan Penambahan Pb dalam bensin secara drastis menurun di AS antara tahun 1972 dan 1984, dan penurunan yang tajam dalam tingkat Pb lingkungan (ambien) sejalan dengan tingkat Pb darah yang di pantau pada saat yang sama. Kontributor Pb udara adalah metal smelter, Pabrik baterai, dan emisi dari fuel additivies dan bensin bertimbal. Sumber utama dari bentuk organiknya adalah tetra-alkyl-lead additive bensin.

Gas Rumah Kaca. (Karbon dioksida dan Pengaruh Rumah

kaca). Peningkatan Karbon dioksida (CO2), nitrous oksida (N2O), metan (CH4) , ozon ground-level (O3), dan khlorofluorokarbon (CFCs), Gas-gas ini menyerap radiasi inframerah (IR) dari bumi, dan berdampak permukaan bumi terselimuti oleh gas tersebut yang mengakibatkan panasnya terperangkap di bumi dan menyebabkan dampak rumah kaca. Perkiraan 50 % pemanasan global adalah kontribusi CO2, CFCs adalah 20 %, metan (CH4) adalah 16 %, ozon (O3) ground-level kira-kira 8%, N2O adalah 6 %. CFCs , CH4 , O3, dan N2O menyerap radiasi inframerah yang lebih efektiv dari pada CO2, dan secara keseluruhan kemampuan heat-trappingnya kemungkinan sama dengan CO2.

Ozone (O3). Ozon terdapat di atmosfir dapat berbahaya atau

menguntungkan bagi kehidupan dan kesehatan, tergantung kepada ketinggiannya. Ozon pada ketinggian sampai dengan 15 km (altitude rendah) adalah disebut sebagai ozon troposfir adalah berbahaya. Hal ini karena ozon dapat membentuk deret reaksi kimia yang sulit antara hidrokarbon dan oksida-oksida nitrogen dengan adanya cahaya mata hari. Ozon merupakan senyawa induk fotokimia kabut, dan dalam satu atau dua jam dengan kabut diudara dapat menghasilkan batuk, sakit pernapasan dan kehilangan fungsi jantung sementara, Pengulangan paparan ozon dapat berakibat pada jantung secara permanen atau pengembangan penyakit jantung koronis seperti fibrosis pulmonari.

Pencemaran Bunyi
Noise (bising) adalah bunyi yang tidak diinginkan, secara konsekuen dapat dikatakan sebagai bunyi pada tempat yang salah dan waktu yang tidak tepat. Tingkat kebisingan (noise) dari selang waktu cukup dapat menyebabkan ketulian sementara atau permanen. Kebisingan adalah hal yang sangat umum yang tidak hanya terdapat pada orang yang bekerja di industri /pabrik atau pengoperasian mesin tetapi dapat juga terjadi di diskotik atau dekat dengan pesawat di lapangan udara bila terkena paparan dalam periode waktu yang cukup lama. Kebisingan dapat dipancarkan dari sumber titik (kipas listrik), sumber areal (diskotik) atau sumber garis (kereta api). Pencemaran bunyi (bising) dapat besumber dari bermacam-macam antara lain; Lalu-lintas jalan raya sumber utama Peralatan Industri Aktivitas konstruksi Aktivitas Olah raga dan keramaian Pesawat terbang rendah

Satuan decibel (dB) adalah bilangan perbandingan terhadap bunyi yang paling rendah yang masih dapat didengar oleh rata-rata orang (ambang pendengaran). Secara fisika dihubungkan sbb; I = W/4 r2 watt/m2 Intesitas adalah berbanding lurus terhadap kuadrat tekanan bunyi seperti berikut, I = p2/c I = intesitas akustik, W/m2 p= tekanan bunyi (Pa) = densitas medium, kg/m3 c = kecepatan bunyi dalam media, m/detik Catatan : 1 watt = 1 joule / detik = 1 Nm/detik) Tingkat tenaga acuan adalah 10-12 watt dan decibel didefinisikan sbb; Lw =10 log10 W/10-12 Keterangan: Lw = tingkat tenaga bunyi dalam dB untuk 10-12 watt W = tenaga bunyi dari sumber bising, watt

Tenaga bunyi adalah berbanding lurus dengan kuadrat tekanan bunyi, maka tingkat tekanan bunyi dalam decibel (dB) adalah sbb; Lp = 10 log10 p2/po2 Keterangan: Lp = tingkat tekanan bunyi dalam decibel, dB p = tekanan terukur (Pa) po = tekanan acuan (20 Pa) Tekanan acuan diambil sebagai pendengaran ambang, yaitu bunyi yang terlemah yang dapat didengar. Bunyi demikian akan mempunyai tingkat tekanan bunyi dari zero decibel. Bila dua sumber bunyi yang sama ditambahkan tenaganya dan intensitasnya digandakan tetapi tekanannya tidak, maka tekanan bunyi yang diterima adalah berbanding lurus dengan akar intensitas dari tekanan bunyi baru sama dengan tekanan mula-mula dikalikan dengan akar 2 (2).

Bunyi keributan yang ukurannya 50-55 dB dapat mengganggu tidur yang mengakibatkan bangun tidur menjadi lelah atau letih. Bunyi dengan ukuran 90 dB dapat mengganggu sistem saraf otonom American Academy of Ophtalmologis and Otolaryngology mendefinisikan bising adalah tidap sumber suara melebihi 85 dB. Bising dengan intensitas 140 dB dapat menyebabkan: Getaran-getaran di dalam kepala Rasa sakit yang hebat dalam telinga Gangguan keseimbangan Muntah-muntah Suara keras tiba-tiba dapat menyebabkan : Tekanan darah naik Getaran nadi bertambah Produksi getah bening lambung berkurang dan proses pencernaan berhenti.

Bila berlansung menahun: Ketulian (loss of hearing) Kelelahan Jasmani Gangguan rohani Penyebab Tuli Tuli konduktif (akibat kelalinan telinga luar dan dalam) Tuli perspektif

Bawaan Usia lanjut Penyakit infeksi Keracunan obat-obatan Pencemaran bising

Bahaya Pendengaran Bahaya pendengaran potensil dari sumber kebisingan tidak hanya tergantung pada tingkatnya tetapi juga tergantung pada lamanya. Bunyi dibawah 75 dB tidak berbahaya, walaupun lebih rendah dapat menyebabkan gangguan pada tidur dan kelelahan. Sementara itu bunyi tunggal dengan tingkat 140 dB dapat menyebabkan bahaya pada pendengaran.

Pencegahan Pencemaran bising 1. Penentuan pencemaran suara (alat, lama, jumlah waktu). 2. Pengawasan terhadap bising

Pengawasan lingkungan Perlindungan perorangan Pemeriksaan Pemeriksaan secara periodik

3.

Mengukur ketajaman pendengaran

Tuli akibat pencemaran kebisingan bersifat permanen dan tidak ada obatnya.

Sampah (Limbah Padat)


Sampah adalah semua limbah padat yang dihasilkan oleh aktivitas manusia dan binatang yang biasanya padat dan dibuang karena tidak berguna atau tidak diinginkan lagi. Sampah atau limbah padat mempunyai tiga kategori yang umum yaitu; 1. Sampah perkotaan (municipal waste) 2. Sampah Industri (industrial waste) Sampah atau Limbah bahan berbahaya dan beracun (hazardous waste)

3.

Sampah Industri Sampah industri adalah limbah padat yang dihasilkan oleh aktivitas industri, termasuk sampah, abu, demolition, limbah spesial dan sampah bahan berbahaya dan beracun (B3). Limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) Limbah padat yang secara subtansial berbahaya bagi kehidupan manusia, binatang dan tumbuhan dalam kurun waktu tertentu. Karakteristik limbah B3 sbb; Mudah terbakar Korosivitas Reaktivitas Toksisitas Pada saat yang lalu kelompok limbah B3 adalah sbb,

Senyawa radioaktif Senyawa kimia Limbah biologi Limbah dapat terbakar Mudah meledak

Reduksi penggunaan bahan baku Reduksi penggunaan bahan baku dilakukan dengan menganut prinsip konservasi massa yang mana input sama dengan output. Hal ini dilakukan dengan mengefisienkan dan mengoptimalkan suatu proses dalam produksi. Reduksi kuantitas limbah padat Reduksi kuantitas limbah padat dapat dilakukan dengan beberapa cara:

Jumlah bahan yang digunakan dalam pabrik dari suatu produk dapat direduksi. Umur penggunaan produk ditingkatkan Jumlah bahan yang digunakan untuk packaging dan marketing dari barang dikurangi

Penggunaan kembali Dengan melakukan daur ulang bahan sampah akan dapat membantu mengurangi limbah padat. Recovery bahan Sejumlah sampah yang terdapat di perkotaan dan industri cocok untuk direcovery dan penggunaan kembali Recovery Energi Karena 70 % sampah adalah bahan organik yang potensial untuk recovery energi. Energi yang mengandung bahan organik sangat mudah diubah menjadi bentuk yang dapat digunakan secara mudah Manajemen limbah padat dari hari ke hari Sampah dari perkotaan adalah sulit untuk ditangani. Aktivitas lansungnya meliputi; kecepatan timbulnya limbah, on-site storage, collection, transfer dan transpor, processing, dan disposal.

Faktor-faktor yang mempengaruhi sistem pengelolaan limbah pada perkotaan adalah sbb;

Rencana penggunaan lahan Kepadatan dan penyebaran penduduk Karakteristik lingkungan fisik, biologi dan sosial ekonomi Kebiasaan masyarakat Peraturan perundang-undangan nasional dan daerah setempat Karakteristik limbah padat Sarana pengumpul, penganngkutan pengolahan dan pembuangan Lokasi pembuangan akhir Biaya yang tersedia Rencana tata ruang dan pengembangan kota Iklim dan musim

TEKNIK PEMEROSESAN SAMPAH Teknik pemerosesan sampah bertujuan untuk:


Meningkatkan sistem disposal limbah padat Meperoleh sumber daya (penggunaan kembali bahan), dan Mempersiapkan bahan untuk perolehan konversi dan energi

Reduksi volume mekanik Reduksi volume mekanik adalah faktor yang paling utama dalam pengembangan operasi sistem manajemen limbah padat. Peralatan mobil dengan mekanisme kompaksi digunakan untuk pengumpulan sampah perkotaan dan untuk meningkatkan umur penggunaan dari landfills. Plastik dan kertas dapat didaur ulang.

Reduksi volume thermal (insinerasi) Volume limbah perkotaan dapat diurangi lebih dari 90% dengan insinerasi. Keuntungan Saniter Lahan diperlukan tidak luas Dapat dibangun semenarik mungin, sehingga nilai estetika konstruksinya dapat ditampilkan Dapat penghasilan sampingan Energi dapat dimanfaatkan

Kerugiaan Biaya operasi tinggi Harus memiliki teknologi yang dapat mencegah terjadinya pencemaran udara. Masih ada sisa-sisa pembakaran berupa padatanpadatan kecil. Jika tidak betul perencanaan lokasi pengelolaan, kemungkinan kendaran pengangkut sampah akan terpusat di dekat insinerator. Bila karena suatu hal sampah tidak tersedia, tempat pembakaran tidak dapat digunakan untuk tujuan lainnya.

1. 2. 3.

Syarat sifat sampah yang dibutuhkan untuk insinerasi adalah sbb: Kadar air 35-55% Panas pembakaran 955-2150 Kcal/kg Kadar abu 10-30% Pemisahan komponen secara menual Pemilihan pada sumber limbah adalah cara yang paling positif untuk mencapai penggunaan bahan kembali. Sejumlah dan jenis komponen dapat dipilih, sangat tergantung kepada lokasi dan kesempatan untuk daur ulang dan penjualan kembali. Teknologi pengolahan sampah perkotaan yang terbaru yang sekarang berkembang adalah: Integrated Waste to Composting Integrated Waste to energy

PEMBUANGAN AKHIR SAMPAH Landfilling adalah metode pembuangan yang terbanyak digunakan untuk limbah perkotaan; Metode landfarming dan deep well injection telah digunakan untuk limbah industri. Landfilling dengan limbah padat Aspek yang penting dalam implementasi dari sanitary landfill adalah: 1. -Site selection 2. -Metode landfilling dan operasi 3. -Kejadian Gas dan pelinding landfill 4. -Pergerakan dan kontrol gas dan pelindihan landfill Evaluasi site landfill yang potensial adalah: -Daerah yang tersedia -Jarak -Kondisi tanah dan topografi -Hidrologi air permukaan -Kondisi geologi dan geohidrologi -Kondisi iklim -Kondisi linkungan sosial -Penggunaan akhir site

Pemilihan akhir site biasanya berdasarkan hasil prelimanary site survey, hasil perencanaan teknik dan studi biaya dan pengujian dampak linkungan Kejadian gas dan pelindihan di landfill Kejadian gas secara biologi, fisika, kimia bila limbah padat ditempatkan dalam sanitary landfill sbb: Pelapukan biologi dari bahan organik baik secara aerobik atau anaerobik dengan menghasilkan gas dan cairan. Oksidasi kimia bahan limbah Mengalir gas dari lokasi Pengerakan cairan akibat perbedaan tinggi Larut dan melindihnya bahan organik dan anorganik oleh air keluar dari lokasi Pergerakan dan pelarutan bahan oleh perbedan konsetrasi dan osmosis Tidak meratanya penempatan yang disebabkan konsolidasi bahan

Pengolahan biologi aerobik air sampah Bantar Gebang, Bekasi

Pengambilan air tanah tercemar

Sampah
Infiltrasi air sampah/lindi Sumur penduduk

Muka airt tanah

Garis aliran

LIMBAH DOMESTIK
1) Limbah Domestik 2) Limbah Industri non B3

Pengolahan Limbah

SISTEM PENGOLAHAN LIMBAH


Air limbah dari sistem sewer mengalir secara gravitasi atau dipompa masuk kedalam unit pengolah limbah. Biasanya perlakuannya terdiri dari dua tahap utama yaitu; Pengolahan tingkat pertama (primary treatment) Pengolahan tingkat kedua (secondary treatment) Dalam sistem pengolahan limbah terdapat juga Pengolahan tingkat lanjut (advanced treatment), yang dipersiapkan untuk pengolahan limbah tertentu. Pengolahan tingkat pertama bertujuan untuk menghilangkan padatan tersuspensi secara proses fisika dan kimia dari air limbah.

1. 2. 3.

Pengolahan tingkat pertama:


1. 2. 3. 4. 5. a.Proses fisika yang terdiri dari: Penyeragaman aliran Penyaringan Penapisan Pengendapan secara fisika Pencampuran, dsb. b.Proses kimiawi Pengendapan Oksidasi/ reduksi Dsb. Secara umum pengolahan tingkat pertama dilaksanakan melalui penyaringan (screening), pengendapan (settling), atau pengambangan (floating).

Pengolahan limbah tingkat dua bertujuan untuk menghilangkan kontaminants secara biologi dari air limbah melalui proses aerasi dengan mengembangkan bakteri atau organisme biologi lainnya untuk mengkomsumsi limbah yang selanjutnya melewati tangki pengendap dan kolam khlorinasi yang selanjutnya dapat dibuang ke saluran di alam. Selain dari kedua proses diatas, proses dilengkapi juga dengan sistem penanganan lumpur yang dihasilkan dari kedua proses tersebut diatas dengan digestion ,solid dewatering dan disposal. Pengolahan limbah tingkat lanjut dilaksanakan bila terdapat kontaminants yang tidak dapat diproses oleh kedua tingkat pengolahan diatas. Contoh penghilangan nitrat dari air atau zat-zat kimia tertentu yang tidak dapat diproses dengan pengolahan tingkat pertama dan kedua.

Pengolahan tingkat lanjut: adalah proses pengolahan fisika, kimia maupun biologis tetapi bersifat spesifik atau khusus seperti : Proses fisika -Udara striping -Pengapungan -Reverse osmosis -Dsb

Proses kimia -Penukaran ion -Pengendapan kimia -Oksidasi/Reduksi -Elektro kimia -Dsb. Proses Biologi -Denitrifikasi nitrifikasi & denitrifikasi dsb.

Nutrient removal
Nitrogen removal Nitrogen organik bebas secara biologi berubah menjadi ammonia bebas (NH3o) NH4+ NH3o + H+ Menjadi nitrat bila diperlakukan dengan oksigen (aerasi) NH4+ + 3/2 O2 NO2- + 2 H+ + H2O NO2- + O2 NO3Udara stripping Perubahan ammoniak ke fase gas dengan mengatur pH diatas 11 agar perubahan ammoniak sempurna (NH3o) Masalah lain dari udara stripping meliputi noise (bunyi) dan pencemaran udara, sebaiknya dilakukan di tempat yang jauh dari penduduk. Nitrifikasi dan Denitrifikasi N2 + 5/6 CO2 + 7/6 H2O + OHNO3- + 5/6 CH3OH

Contoh: Gambar Diagram current tower untuk ammoniak stripping

Udara masuk

Phosphorous removal
Polyphosphates digunakan dalam sintetis deterjen secara luas dan setengahnya terdapat dalam air limbah (wastewater). Orthophosphates (PO33-, HPO42-, H2PO4-) AlPO4 + nH+ Al3+ + (HnPO4)(3-n) Fe3+ + (HnPO4)(3-n)FePO4 + nH+ Pada pH tinggi pembentukan kalsium sebagai kompleks Ca5(OH)2(PO4)3 5Ca(OH)2 + 3(HnPO4)(3-n) + nH2O + (9-n) OH-

Tahap terakhir dari unit pengolah limbah adalah disposal lumpur yang dihasilkan dari masing-masingnya yang dapat ditempatkan dengan sistem landfills, incenerated, applied to land, atau digunakan untuk mengkondisikan tanah yang dalam penanganannya juga harus mempertimbangkan dampak lingkungan dari pembuangan tersebut.

PEMILIHAN TEKNOLOGI
Banyak teknologi yang mungkin dikembangkan untuk menangani air limbah, maka berbagai pertimbangan perlu diperhatikan secara teliti sebelum teknologi tersebut dipilih.

Pertimbangan tersebut meliputi :


1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Sumber limbah cair ( asal limbah ) Karakter limbah ( kualitatif dan kuantitatif ) Daya dukung lingkungan menerima beban limbah Ketersediaan lahan Ketersediaan dana / pertimbangan finansial Ketersediaan tenaga ahli Ketersediaan peralatan pengolah dipasaran bebas / bengkel konstruksi setempat.

Gambar laju-baku anaerobik digester

LIMBAH INDUSTRI
1)

Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun 2) Pengolahan Limbah B3

Karakteristik Limbah B3

Mudah terbakar Reaktif Korrosif Toksik

LIMBAH BAHAN BERBAHAYA DAN BERACUN (B3)


Sistem pengelolaan limbah B3 dilaksanakan dengan menggunakan suatu pendekatan yang bertujuan untuk keselamatan pada semua tahapan operasi yang melibatkan keseluruhan tahapan. Tahapan dasar dalam pengelolaan limbah B3 tergantung pada: Jenis limbah Perlakuan pendahuluan Pengolahan Stabilisasi, dan Disposal. Masing-masing tahap harus dengan hati-hati direncanakan dan dilaksanakan, serta pengaruh aktivitas pengelolaan limbah B3 masa datang, terutama disposal harus dipertimbangkan dengan hati-hati.

Fasilitas pengolahan komersil untuk limbah B3 meliputi :

1. Pengolahan thermal -Rotary kiln incenerators -Liquid injection incinerators -Plasma arc incinerators -Wet air oxidation -Fluidazed bed conbustion 2. Pengolahan kimia - Netralisasi -Detoksifikasi -Presipitasi (Pengendapan) -Penukar ion

3. Pengolahan Fisika -Filtrasi -Flokulasi -Sedimentasi -Sentrifugasi 4. Disposal -Lansung ke landfill (penimbunan) -Perlakuan pendahuluan dan kemudian ke lanfill -Pembuangan air limbah -Pembuangan ke Udara

Kegiatan pengelolaan limbah B3 meliputi pengumpulan limbah, pemindahan, penyimpanan, pengolahan, pengurangan limbah, daur ulang dan pembakaran. Operasi Pengelolaan limbah meliputi sejumlah kegiatan, antara lain; Sistem pengangkutan yang aman dan dioperasikan oleh staf yang dilatih secara khusus. Pemeriksaaan awal dan pemerikasan ulang limbah yang memungkinkan untuk mengetahui jenis limbahnya dan bagaimana mengolahnya. Sistem pencatatan yang akan menyimpan data tentang pengiriman, pengolahan dan proses pembuangan limbah yang dilakukan. Sistem pengawasan yang akan memastikan bahwa operasinya tidak merusak lingkungan maupun kesehatan karyawan.

1.

2.

3.

4.

PROSES PENGOLAHAN LIMBAH B3 Jenis teknologi proses yang umum digunakan dan disesuaikan dengan kebutuhan setempat; - Secure landfill (lahan penimbunan terkendali) - Stabilisasi/Solidifikasi - Destruksi Termal 1. SECURE LANDFILL Teknologi secure landfill dilaksanakan dengan mengurung ("encapsule") limbah B3 dalam suatu lahan penimbunan (landfill). Bagian dasar dari landfill tersebut dilapisi berbagai tingkatan lapisan pengaman yang berfungsi untuk mengurung limbah B3, agar polutan tidak terdistribusi ke lingkungan sekitarnya melalui proses perembesan ke dalam air tanah. Jenis limbah B3 yang dapat lansung ditimbun dan landfill sangat sedikit (misalnya : limbah asbes). Sebagian besar limbah B3 anorganik harus diproses terlebih dahulu dengan cara stabilisasi/solidifikasi untuk mengurangi /menghilangkan sifat racun limbah B3.

Sistem pelapisan landfill

Standar yang digunakan oleh pemerintah Indonesia melalui Keputusan Kepala BAPEDAL No.04/BAPEDAL/1995. 1. Sistem pelapisan dasar yang digunakan adalah sbb: Sub-base untuk landfill terbuat dari tanah liat yang dipadatkan dengan konduktivitas hidrolika jenuh maksimum 1 x 10-9 m/det. Ketebalan lapisan ini paling kurang 1 m Secondary Geomembrane adalah berupa lapisan High Density Polyethylene (HDPE) dengan ketebalan 1,5 mm . Lapisan ini dirancang untuk menahan segala instalasi, operasi dan penutupan akhir landfill. Primary Soil Liner adalah terdiri dari lapisaan tanah liat geosintesis (geosynthetic clay liner, GCL). GCL ini tebuat dari lempung bentonit yang diapit oleh lapisan geotekstil. Dalam keadaan basah jika terjadi kebocoran, lempung ini mengembag dan kemudian menyumbat kebocoran lapisan atasnya. Primary Geomembrane adalah lapisan yang mempunyai ketebalan 1,5 mm. Hal ini dirancang untuk menahan segala tekanan sewaktu instalasi, konstruksi,operasi dan penutupan akhir landfill.

2. Sistem pelapisan penutup akhir landfill dilaksanakan sebagai berikut: Intermediate Soil Cover akan ditempatkan diatas timbunan limbah setelah lapisan terakhir limbah terbentuk. Lapisan ini terbuat dari tanah setempat dengan ketebalan paling sedikit 25 cm. Cap soil Barrier adalah lapisan yang ternbentuk dari lempung yang dipadatkan seperti yang terpasang pada pelapisan dasar landfill. Cap geomembrane adalah lapisan HDPE dengan ketebalan 1,0 mm. Cap drainage layer ditempatkan diatas cap geomembrane. Cap drainage ini terbuat dari HDPE geonet dengan transmissivitas planar paling rendah 30 cm, dan granular soil dengan konduktivitas hidrolika minimum 1 x 10-4 m/det. Komponen paling atas dari cap geomembrane adalah geotekstil yang dirancang untuk meminimisasi penyumbatan. Vegetative layer adalah lapisan tanah setempat dengan ketebalan 60 cm yang ditempatkan diatas cap drainege layer. Vegetation adalah lapisan penutup landfill

Sistem pengendalian dan pemantauan air lindi (leachate) Lindi adalah air hujan yang jatuh ke area landfill, yang kontak dengan limbah B3 baik lansung maupun tidak lansung dikumpulkan dan dipompa. Tahap pemeliharaan dan pemantauan akhir sampai 30 tahun kemudian. STABILISASI/SOLIDIFIKASI Proses stabilisasi dilakukan untuk menjamin bahwa sifat-sifat kimia dan fisika limbah B3 yang diolah adalah sesuai dengan kriteria landfill limbah B3. Jika sesuatu hal terjadi terhadap landfill, limbah B3 yang telah distabilisasi ini akan menjamin tidak adanya mobilisasi komponen-komponen limbah B3 ke lingkungan. Inti dari proses stabilisasi ini adalah adanya pencampuran antara limbah B3 dengan bahan-bahan kimia (stabilization reagents). Proses stabilisasi menghasilkan suatu campuran yang aman

DESTRUKSI TERMAL

Destruksi termal atau insinerasi adalah suatu proses penghancuran polutan organik yang terkandung dalam limbah B3 (misalnya oil sludge, PCB, dll.) dengan cara pembakaran atau insenerasi pada suhu dan waktu tinggal yang tepat. Umumnya suhu yang aman untuk proses insenarasi ini adalah di atas 1250oC dan waktu tinggal gas/uap minimum 2 detik. Dua tahap dalam pengolahan limbah B3 secara destruksi termal ini yaitu tahap pencampuran (blending) dan tahap insenerasi (pembakaran). Parameter-parameter fisika dan kimia yang dikendalikan dalam pencampuran meliputi: -Berat jenis -viskositas -nilai kalori -Kandungan sulfur -Kandungan senyawa halida (Cl, Br dan F) -Kandungan abu -Kandungan logam-logam berat (As, Cd, Cr, Pb, Hg, Tl dan Zn)

LIMBAH MEDIS (Rumah Sakit)


Limbah medis berbahaya terdiri dari kelompok bahan limbah berbahaya seperti berikut; Obat-obatan yang kedaluarsa atau obat yang tidak digunakan lagi Bahan infektif /patogen Cytostatic Benda-benda tajam Limbah klinik gigi Cytostatic adalah bahan yang dapat menimbulkan pengembangan kanker. Limbah dihasilkan dari sejumlah daerah yang berbeda seperti; Rumah pribadi,Rumah orang tua-tua dan dalam bentuk lain dari rumah perawat, Klinik dokter, Pabrik Farmasi, Agen farmasi/obat di Rumah sakit Pengelolaan limbah medis dapat dilakukan sbb; Insinerator khusus adalah untuk limbah berbahaya dan cytostatica Daur ulang adalah untuk limbah kimia dan limbah cytostatic Instalasi pengolah limbah

1. 2. 3.

Sumberdaya Air
Metode Satuan Konsentrasi Kimia Masa/Volume : Masa zat terlarut per satuan volume larutan, hal ini sama dengan berat per satuan volume; misalnya mg/L = ppm (part per million) Masa/Masa atau Berat/Berat : Masa suatu zat terlarut dalam masa larutan yang diberikan: misalnya mg/kg atau ppm Konsentrasi --- mole 1. Molalitas (m), mol/kg = mole zat terlarut/ 1kg larutan 2. Molaritas (M), mol/L = mole zat terlarut/ 1L larutan 3. Normalitas (N), eki/L = ekivalen zat terlarut/ 1L larutan Yang mana berat ekivalen dalam g/eki = berat molekul (g)/ekivalen (n), n=jumlah proton dalam reaksi asam basa atau perubahan total valensi dalam reaksi oksidasoi reduksi

Volumetri

Va Na = Vb Nb 4. Fraksi mole X = jumlah mole zat terlarut/ mole total dari larutan

Contoh-contoh: 1. Jelaskan konsentrasi 3 persen berat larutan CaSO4 dalam air dengan satuan mg/L dan ppm 3 % berat =3/100 = 30000/1000000 = 30000 ppm = 30000 mg/L 2. Bila 1 liter larutan mengandung 190 mg NH4+ dan 950 mg NO3, jelaskan konstituen ini dalam satuan nitrogen (N) Jawab: 190 mg NH4+/L = 190 mg NH4+/L * 14 mg N/18 mg NH4+
= 148 mg NH4+-N/L 950 mg NO3-/L = 950 mg NO3-/L * 14 mg N/62 mg NO3= 214 mg NO3- - N/L

3. Gunakan contoh 1. kemudian terangkan konsentrasi dalam a.molalitas b. molaritas dan c. mol fraksi Jawab : Berat molekul CaCO3 = 136 g/mol 3 persen berat = 30 g/kg a. Molalitas (m), mol/kg = (30 g/kg)/(136 g/mol) =0,22 mol/kg b. Molaritas (M), mol/L = (30g/L)/(136 g/mol)=0,22 mol/kg c. Fraksi mol, X CaSO4 = (30/136)/(30/136 + 970/18) = 0,0041 X H2O = (970/18)/(30/136 + 970/18) = 0,9959 Konsentrasi massa sebagai CaCO3 Sistem yang sangat umum untuk menerangkan kesadahan (kalsium dan magnesium) dan konsentrasi alkalinitas (HCO3- , CO32-, dan OH- ) dalam kimia air adalah dengan sistem kalsiumkarbonat CaCO3. Jumlah ekivalen senyawa per liter x 50 x 103 mg CaCO3 ----------------------ekivalen CaCO3 Berat ekivalen CaCO3 = (100 g/mol )/(2 ek/mol) = 50 g/ek

Contoh: Diketahui konsentrasi Ca2+ 92 mg/L, hitung konsentrasi dalam eki/L dan dalam mg/L CaCO3 Jawab: Berat ekivalen Ca dalam mg/meki= BM/muatan = 40/2 = 20 mg/meki Normalitas (N) dalam eki/L = [konsentrasi dalam mg/L]/[ekivalen dalam mg/meki] = [92 mg/L]/[20mg/meki] = 4,6 meki/L Berat ekivalen Ca sebagai CaCO3 = 50 g/eki = mg/meki Konsentrasi Ca dalam mg/L sebagai CaCO3 = 50 mg/meki x4,6 meki/L = 230 mg/L Contoh Stoikiometri CH4 + O2 ===== CO2 + H2O g mol = massa dalam gram / Berat molekul Reaksi stoikiometrinya CH4 + 2O2 ===== CO2 + 2H2O 1mol 2mol 1 mol 2 mol (Mass balance) 16 g + 64 g ==== 44 g + 36 g

Contoh: Dalam pengolahan air, larutan aluminium sulfat digunakan sebagai koagulan untuk menghasilkan aluminium hidroksida (sludge) floc. Hitung jumlah sludge yang dihasilkan bila 100 kg koagulan alum digunakan setiap hari. Analisis stoikiometrinya seperti berikut: Al2(SO4)3.14H2O + 3Ca(HCO3)2 = 2Al(OH)3+3CaSO4+14H2O+6CO2 1mol 3mol 2mol 3mol 14mol 6mol Mass balance (molecular weights): Al2(SO4)3.14H2O =27x2 +(32+16x4)x3+14(18)=594 g 3Ca(HCO3)2 = 3 [40+2x(1+12+3x16)] =486 g 2Al(OH)3 = 2[27+3x(16+1)] =156 g 3CaSO4 =3[40+32+4x16] =408 g 14H2O = 14[2x1+16] =252g 6CO2 =6(12+2x16) =264g Jadi: 594 g+486 g=156 g+408 g+252 g+264 g 1080 g = 1080 g 594 g alum menghasilkan 156 g lumpur alum hidroksida dan Dengan demikian 100 g alum digunakan perhari menghasilkan 26 kg lumpur alum hidroksida.

Contoh: Bila gas alam (98% CH4) digunakan untuk membakar thermal power plant, hitung jumlah oksigen yang diperlukan setiap hari untuk menghasilkan 100 MW listrik, bila harga calorifik gas adalah 50 MJ/kg. Jawab: Power 100 MW = 3600 x 102 MJ/h Kebutuhan Gas = 360 x 103 / 50 x 103 = 7,2 T/h Gas 98% CH4 = 0,98x7,2 = 7,06 T/h Persamaan stoikiometri: CH4 + 2O2 ===== CO2 + 2H2O 1mol 2mol 1 mol 2 mol 1x16g+2x32g = 1x44 g + 2x18 80g = 80g Jadi : 7,06 T/h CH4 membutuhkan 64/16 x 7,06 = 28,2 T/h O2

Contoh: Diketahui komposisi udara daalam % volume sebagai : 78,1% N2, 20,95% O2 , 0,05% Ar. Tentukan berat molekul rata-rata udara dan komposisinya dalam % berat. Jawab: % volume juga jumlah mol relatif

Berat molekul Komponen N2 O2 Ar Jumlah %volume=mol 78,10 20,95 0,95 100,00 g/mol 28 32 40 100 gram 2186,8 670,4 38 2895,2 %berat 75,5 23,12 1,3 100,0

Berat molekul rata-rata adalah 2895,2g/100 mol = 28,952 g/mol

Kebutuhan air Pemakaian air secara umum sangat bervariasi dari kota ke kota yang tergantung pada iklim, sifat lingkungannya, populasi, industri dan faktorfaktor lainnya. Penggunaan air di AS pada umumnya seperti ditabelkan dibawah ini. Kebutuhan (liter/kapita,hari) Selang Umumnya

Penggunaan

Domestik Komersil & Industri Masyarakat umum Kehilangan limbah Total

150-300 40-300 60-100 60-100 300-800

250 150 75 75 550

Distribusi penggunaan air di dalam rumah tangga adalah sebagai berikut,


Tabel : Kebutuhan air untuk alat-alat rumah tangga Alat Wastafel Mesin cuci Wastafel dapur Lavatory Shower head Toilet Total Limbah (liter) 30 34 27 11 45 95 242

Bila diperkirakan secara tidak rinci limbah dari rumah tangga adalah 60-75 % dari kebutuhan air akan menjadi limbah. Sedangkan kebutuhan industri diperkirakan 50 m3 /ha/hari.

Kualitas Air Penyediaan air bersih dalam bentuk kualitas dan kuantitas adalah faktor utama bagi manusia ataupun makhluk hidup lainnya. Parameter yang menentukan kualitas air: Parameter fisika, Parameter kimia, dan Parameter biologi. Parameter fisika adalah yang berhubungan dengan penglihatan, sentuhan, rasa, ataupun bau. Padatan tersuspensi, turbiditas, rasa, dan bau termasuk kategori ini. Padatan tersuspensi bersumber dari partikel organik dan anorganik yang tidak larut (ppm).

Contoh Padatan anorganik : lempung, lanau, dan bahan tanah lainnya dan bahan organik adalah seperti serabut tumbuhan dan bahan biologi (sell bakteri, algae dll). Penentuan padatan terlarut dapat dilakukan dengan gravimetri dengan jalan mengeringkan sampel pada 104o C. Kekeruhan adalah pengukuran langsung padatan tersuspensi menggunakan Jackson turbidimeter. 1 JTU = 1 mg/L SiO2 (dalam air destilasi). Warna dari bahan organik seperti daun, kayu, akar, asam humus dll. Bahan anorganik dari besi oksida berwarna merah, mangan oksida-- warna coklat atau kehitaman. Pada limbah industri, produksi kertas, proses makanan, produksi kimia, penambangan, dan kilang adalah berupa zat warna dan lainnya. Pengukuran zat warna menggunakan standar warna TCU (True color unit) --1 TCU = 1 mg/L platinum. Alatnya Spektrometri. Rasa dan Bau adalah berasal dari mineral-mineral, logam-logam dan garam-garam dari tanah dan terakhir dari reaksi biologi.

Pengukuran bau dan rasa--bahan organik dapat dilakukan dengan gas/liquid chromatografi. Dapat juga dg threshold odor number (TON) TON = A + B/A, A = volume air bau B =volume air bebas bau untuk menghasilkan 200 ml campuran (ditabelkan). Suhu adalah parameter yang akan mempengaruhi reaksi di alam. Parameter kimia Air merupakan pelarut yang sangat baik sehingga banyak sekali bahan-bahan yang dapat larut dalam air. Parameter kimia kualitas air : pH Zat terlarut total (TDS), Alkalinitas, Kesadahan, Logam-logam, bahan organik, nutrisi, dan pestisida. Ion-ion utama Pengukuran pH dilaksanakan dengan langsung dengan peralatan pH meter yang dilakukan dengan mengukur log [H+]

Zat terlarut total dapat diketahui dengan mengukur konduktivitas sampel air atau dengan penjumlahan kandungan ion-ion utama dalam air dalam satuan mg/L. Alkalinitas dapat ditentukan dengan volumetri menggunakan asam (H2SO4) sebagai pentiter Kesadahan dalam pengukurannya menggunakan satuan mg/L CaCO3 yang dapat dikonversi menjadi meq/L. Hal ini berhubungan dengan apa yang kita kation polivalen yang terlarut dalam air. Logam-logam dalam air ditentukan konsentrasinya dengan AAS (Atomic Absorption Spectrometry) atau flame photometry untuk K+ dan Na+. Bahan Organik dapat diukur dengan GC (kromatografi Gas) atau GC-MS. Nutrisi dalam sampel air diperkirakan dengan pengukuran N, P & K dalam air sampel. Pestisida biasanya ditentukan dengan GC (Chromatographi Gas).

(|anion-kation| <=0,1065+0,0155anion)
Kation
Masa Atom (g) Masa Ekivalen mg/meki

Ion-ion utama

Anion
Masa Atom (g) Masa Ekivalen mg/meki

Ion

Kons (mg/l)

Kons meki/L

Ion

Kons (mg/l)

Kons meki/L

Ca2+ Mg2+ Na+ Fe2+ Cd2+ Total

190 84 75 0,1 0,2

40,08 24,3 23,0 55,85 112,4

20 12,2 23 27,9 56,2

9,5 6,9 3,3 0,004 0,004 19,7

HCO3 260 64 2SO4 30 CO32- 440 Cl35 NO3-

61 96 60 35,5 62

61 48 30 35,5 62

4,3 1,33 1,0 12,4 0,6 19,6

|anion-kation| =|19,6-19,7I = 0,1 |anion-kation| =0,1065+0,3038=0,410 Analisis dapat dipercaaya

Kesadahan relatif air


Derajat kesadahan Soft Moderately hard Hard Very hard meki/L <1 1-3 3-6 >6 Mg/L sebagai CaCO3 0-75 75-150 130-300 >300

Parameter biologi Kebanyakan air permukaan di alam adalah mengandung bakteri dan virus dan pengukurannya dilakukan dengan mengidentifikasi bakteri patogen. Dalam ilmu lingkungan pengukurannya dilakukan dengan indikator bakteri patogen E. Coli dalam 100 ml air contoh. Senyawa-senyawa organik di Lingkungan Senyawa degradable Senyawa undegradable BOD = Biological oxygen demand Istilah BOD5 COD = Chemical oxygen demand

Faktor-faktor kualitas lingkungan


Faktor kimiafisika Suhu pH Cahaya Nutrisi dan faktor biologi seperti makanan Kompetitor dan predator yang sangat bervariasi dalam waktu dan ruang di lingkungan Kondisi fisika dapat berubah secara alami dalam waktu yang singkat ( melalui kondisi alam seperti banjir, kekeringan, longsor, kebakaran dll). Dalam waku yang panjang seperti perubahan iklim atau habitat dapat terganggu oleh manusia (bangunan, drainase, pembersihan hutan. Atau melalui proses biologi seperti predation atau grazing dll yang juga dapat menyebabkan gangguan. Kondisi kimia dapat berubah melalui tingkat konsentrasi dari senyawa di alam (seperti nutrisi selama proses eutrofikasi) atau penambahan bahan beracun ( seperti PCBs) melalui pencemaran. Yang selanjutnya menyebabkan organisme hidup mengalami stress dan dalam jangka panjang berpindah dll.

Lingkungan Air segar


Oksigen terlarut Arus sungai (Current) Banjir, Implikasi teknik sebagai dampak banjir pada ekosistem alam. Kimia Air (hidrokimia) Cahaya dan zonasi danau Klasifikasi danau Densitas air dan startifikasi thermal Pengaturan air (Water regulation) (Dam, Bendung dll)

Sistem Marine

Suhu Salinitas Stratifikasi dan Produktivitas pH Oksigen Sirkulasi Gelombang (tsunami) Gangguan alam Gangguan anthropogenik

Ekosistem terrestial

Suhu dan moisture Cahaya, Nutrients dan soils Pengaruh manusia Perubahan alam

Sistem ekologi dan pencemaran Definisi dan kalsifikasi polutan Polutan didefinsikan sebagai senyawa yang terjadi di alam, paling sedikit pada tempat tertentu, sebagai hasil aktivitas manusia, dan mempunyai dampak membahayakan bagi lingkungan. -Polutan yang merubah lingkungan fisik -polutan toksin -Senyawa kimia dalam bentuk dan jenis -Ketahanan Bioakumulasi dan Biomagnifikasi Campuran senyawa atau polutan Dampak Lethal dan Sublethal

Beberapa contoh
SENYAWA TOKSIN
Ahli lingkungan memberitakan bahwa kira-kira separoh senyawa toksin adalah senyawa klorinasi, dengan demikian untuk menghindarinya secara praktek hanya dengan mengurangi penggunaan kimia klorin sebanyak mungkin. Sesuatu yang harus dipertimbangkan terhadap senyawa klorin adalah tahan, bioakumulatif, dan toksin atau apakah kimia klorin selanjutnya menghasilkan senyawa lain dari senyawa organik berhalogen lainnya. Isu lainnya meliputi adanya senyawa klorin yang tidak teridentifikasi dalam air buangan dan lumpur. Beberapa senyawa klorin kelihatannya berakumulasi dengan faktor sampai dengan 108 dan kemudian dapat terkonsentrasi kembali sampai selang mg/kg. Ini merupakan bentuk lain dari justifikasi terhadap kimia klorin.

AKUMULASI SENYAWA TOKSIN

Kemampuan bioakumulasinya dapat dihubungkan dengan koefisien partisi air-oktanal yang merupakan fungsi struktur molekulnya. Bioakumulasi insektisida organoklor oleh biota telah diteliti Connell Des W & Gregory J. Miller (1995) Faktor Bioakumulasi untuk pestisida (P) dan Larutan air (w) oleh biota (b) dinyatakan sebagai berikut; (P)b BF=-----(P)w

Model bioakumulasi dalam proses pencemaran dan pengurangan pencemar yang persisten (tahan lama) dalam makhluk hidup dikembangkan oleh Atkin,1969 yang dikenal dengan model kompartemen. Moriarty (1975) telah mempergunakan model kompartemen untuk analisis percobaan yang dipilih dari pustaka (lihat tabel berikut)

RESIKO RELATIF

Kebijakan publik seharusnya berdasarkan pada analisis resiko relatif Setengah dari semua senyawa kimia komersial tergantung pada kimia berklor. Hal ini meliputi : 85% bahan farmasi dan 95% pestisida. Konsumsi klor oleh industri sbb: prosesing kimia (41%), pabrik plastik (32%), proses pulp and paper (9%), pengolahan air (5%). Sembilan puluh lima persen (95%) dari sistem air minum di Amerika Serikat dan Kanada menggunakan klorin atau kimia berbasis klor untuk densifektan air minum masyarakat. Sembilan puluh lima persen (95%) pestisida digunakan untuk pengendalian insektisida pembawa penyakit yang juga menggunakan organoklor.

Contoh: resiko relatif dari batasan klorin dan manfaat selanjutnya dari degradasinya terhadap kesehatan manusia. Dan resiko ekologi dengan resiko-resiko pengalaman lansung terhadap "Great Lake" serta dampak negatif yang terdapat dalam batasan klor akan melebihi jauh untuk pengaruh negatif kehidupan dengan tingkat yang kecil sekali dari senyawa residu klorinasi "Great Lake". Apakah manusia dan lingkungan kita dalam bahaya dari senyawa toksis persistent pada saat ini ?. Apakah generasi yang akan datang dalam bahaya ?. Jawabannya Ya. Ini adalah suatu kenyataan yang diteliti oleh IJC terhadap the Great Lakes. Dan juga EPA Amerika Serikat baru-baru ini melakukan pengkajian ulang dari toksisitas dioxin, salah satu senyawa kimia yang mampu merusak sistem edoktrin. Dan pengkajian ulang meyakini bahwa senyawa dioxin adalah karsinogen yang diobservasi terhadap endoktrin , reproduksi, dan sistem-sistem immunisasi.

Sifat-sifat klorin yang membuat berguna dalam aplikasi industri adalah pada saat yang sama menyebabkan masalah lingkungan, sebagai contoh ; reaktivitas, persistance, fire resistance, fat solubility, toxicity. Sehubungan dengan ketakutan terhadap kesehatan seperti disampaikan oleh Kitchell J. F. (1995) yang diamati terhadap isu dan kejadian di Great Lakes menjelaskan bahwa anak-anak yang lahir selama priode 1987-1989 terhadap ibu-ibu yang memakan lebih banyak ikan-ikan dari Great Lakes yang mempunyai kandungan PCB lebih tingggi berakibat umur kandungan lebih lama dan berat bayi yang dilahirkan diatas berat rata-rata.

Pencemaran Sumberdaya Air


1)

Pencemaran Air Permukaan 2) Pencemaran Air Tanah 3) Pencemaran Logam Berat 4) Pencemaran Pestisida 5) Pencemaran Thermal 6) Pencemaran Minyak 7) Pencemaran Bakteri

Pencemaran air permukaan


Pengenceran (dilusi). Pengenceran merupakan suatu proses fisika yang dapat terjadi pada sungai ataupun badan air yang lainnya. Kapasitas pengenceran dari suatu sungai atau aliran dapat dihitung menggunakan prinsip keseimbangan massa. Bila debit volumetrik dan konsentrasi suatu materi diketahui dalam air sunaidan air buangan (limbah), maka konsentrasi setelah pencampuran dapat dihitung sbb; Cs Qs + Cw Qw = Cm Qm C = konsentrasi bahan s, w, dan m adalah penunjuk sungai, limbah, dan pencampuran Q = Debit aliran

Contoh penggunaannya adalah sebagai berikut; Suatu air limbah yang telah diolah memasuki suatu aliran seperti diperlihakan dalam gambar berikut. Konsentrasi Na dalam aliran pada titik A adalah 10 mg/L dan debit 20 m3/detik. Konsentrasi Na dalam limbah adalah 250 mg/L dan debit 1,5 m3/detik. Tentukan konsentrasi Na pada titik B dengan anggapan pada titik tersebut terjadi pencampuran sempurna.

PENCEMARAN DETERJEN

Kandungan Limbah
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16.

Air -salah satu pelarut yang baik maka banyak zat yang terkandung dalam air TDS. Parameter dalam air limbah : Sampah kasar 2. Kekeruhan (turbiditas) Minyak Lemak pH Suhu Logam berat Chemical oxygen demand (COD) Biologycal oxygen demand (BOD) Total dissolved Solids (TDS) Senyawa aktif biru metilen (MBAS) Pestisida Fenol Cyanida PCB (Poliklorinated bifenil) Radioaktivitas ( bila diperlukan)

Pencemaran Sumberdaya Air tanah.

Akibat pengambilan air tanah yang berlebihan disamping Amblasan tanah, jelas juga terjadinya pencemaran air tanah yang diakibatkan oleh mengalirnya air permukaan tercemar kedalam sistem air tanah. Pembuangan limbah yang dampaknya tidak diketahui sebelumnya. Pencemaran dapat mengganggu penggunaan air dan menyebabkan bahaya bagi manusia melalui keracunan atau sumber dan penyebab penyakit. Hal yang paling sulit diketahui dalam pencemaran air tanah adalah memantau dan mengontrolnya

Sumber dan penyebab pencemaran air tanah antara lain ;


1. 2. 3. 4.

5. 6. 7. 8.

Kebocoran drainase yang dapat memperinggi BOD, COD, Nitrat, bahan organik, dan bahan anorganik. Limbah padat dapat berupa BOD, COD, Besi, Mn, Zn, Cl- , Nitrat, kesadahan dan unsur-unsur perunut lainnya. Kebocoran Tanki dan Pipa Aktifitas penambangan yeng tergantung pada bahan yang ditambang. Penambangan emas akan menghasilkan limbah Hg dan Sianida. Air Irigasi Kotoran Ternak Pupup dan amandemen tanah Intrusi air laut

Pencemaran Logam-logam berat

Hg, Pb, Cd, As, dan lainnya yang disebut sebagai logam-logam berat (>5g/cm3) adalah berlawanan dengan kebanyakan pencemaran bahan organik dan pada umumnya tidak dapat hilang dengan proses biologi. Sekali terlepas ke lingkungan logam-logam tersebut tetap tinggal disana samapi terikat oleh sedimen. Contoh bahwa bagian kejatuhan ROMAN EMPIRE adalah disebabkan oleh keracunan Pb. Bahaya merkuri terkenal semenjak suatu penyakit yang dikenal dengan MINAMATA yang disebabkan keracunan merkuri. Minamata adalah kampung nelayan di Jepang yang berlokasi dekat muara dimana industri-industri membuang limbahnya. Banyak nelayan yang meninggal akibat keracunan oleh mercurilism. Bahaya dari cadmium juga terjadi di Jepang yang penyakinya disebt ITAI-ITAI yang berakibat akut akibat keracunan cadmium. Untuk ini sawah yang tercemar dengan limbah cadmium. Pengkayaan dalam plankton bila dibandingkan dengan air dapat mencapai faktor 50.000 untuk Cu, 10.000 untuk Pb.

Pencemaran pestisida

Masalah yang juga terkenal terjadi untuk pencemaran pestisida. Semenjak penemuan DDT tahun 1939 sebagai insektisida dan pestisida banyak penyakit epidemik yang terkontrol seperti malaria, thypus, dan harvest dari manusia. Sejumlah pestisida saat ini terdeposit pada lahan pertanian yang berjumlah seluruhnya kira-kira 10 juta ton. Bagian dari jumlah itu dapat mengalir ke sungai, tanah dan laut. Walaupun pada jarak yang jauh polusi pestisida dapat menyebabkan bahaya lever, mutasi kanker. Produksi pestisida akan menggunakan dioksin dan dalam tahun 1976 pembuangan 2 kg dioksin menyebabkan bencana di Saveso Italia

Senyawa organoklorin

Senyawa karbamat

Senyawa organoposfat

Insektisida botani

PCBs (Poliklorinated Biphenil)

Senyawa Dioksin dan Furan

Degradasi lingkungan PCBs

Bakteri pathogen dan virus


Dalam air limbah domestik dan air limbah rumah potong serta industri pertanian, collibacilli sering kali ditemukan demikian juga tipus, para tipus bacilli dan virus. Bila dibuang ke sungai dengan kapasitas pembersihan sendiri yang tinggi kebanyakan bakteri patogen akan hilang. Hal ini belum dapat dibuktikan terhadap virus.

Filariasis is caused by nematode worms that develop in the human lymphatic system and releases vast numbers of larvae in to the blood. These larvae can obstruct the lymph ducts causing extreme swelling of limbs (elephantiasis) or scrotum (hydrocele). Infection is cumulative and only sustained when people are bitten many times in a night. The disease is found in the Far East, South America and Africa and affects 90m people.

Sumber: Website

Pencemaran Thermal (Panas)

Diketahui bahwa kenaikan suhu yang kecil dapat secara lansung mengganggu kehidupan biologi di sungai. Kenaikan suhu yang tinggi akan mengakibatkan fatal untuk kebanyakan jenis ikan. Masalah mendasar dari pencemaran panas dihubungkan dengan konsentrasi oksigen terlarut (DO). Pada suhu 0o C mengandung kirakira 15 ppm O2 dapat larut dalam air, suhu 10o C dan 20o C mengandung kira-kia 13 ppm dan 9 ppm O2 dapat larut. Dengan demikian sungai dapat kekurangan O2 pada suhu 20o C sementara pada suhu 10o C masih cukup untuk mengoksidasi senyawa oraganik tertentu dan ikan dapat bernafas. Secara praktek pencemaran thermal biasanya berasal dari industri.

Pencemaran Petroleum Product.


Pencemaran minyak dapat terjadi secara lokal di sungai, tetapi umumnya terjadi di laut. Pencemaran minyak yang pertama terjadi 18 Maret 1967 ketika sebuah tanker TORREY CANYON dengan kapasitas 117000 ton pecah di pantai Ingris dan 20 km pantai terkontaminasi oleh minyak. Demikian juga yang terjadi didaerah Cilacap pada beberapa waktu yang lalu yang juga mencemari pantai Cilacap Jawa (2001/2). Minyak dioksidasi dengan bantuan bakteri tertentu dan diperkirakan akan membutuhkan 400000 liter Oksigen dari laut untuk setiap liter minyak. Pengaruh terhadap burung-burung sangat terkenal akibat pencemaran minyak tersebut dan sangat terkenal baru-baru ini sewaktu perang Teluk di Timur tengah.

Aerasi

Menghilangkan gas yang tidak bermanfaat (degasification) Penambahan O2 untuk merubah senyawa asing dan memudahkan penanganan (oksidasi) Pengolahan Air tanah mis. CO2, H2S merpakan hasil penguraian biologi dalam tanah. H2S dapat mempengaruhi rasa dan bau. 4Fe2+ + O2 + 10H2O 4Fe(OH)3 + 8 H+ 2Mn2+ + O2 + 2H2O 2MnO2 + 4 H+ Besi dan Mangan biasanya dijumpai dalam air tanah atau pada lapisan hypolimnion dari danau terstratifikasi dimana terjadi kondisi anaerobik. Disamping itu aerasi menghilangkan larutan volatile seperti asam humus dan fenol

Pemisahan zat padat disebut juga proses sedimentasi dan clarification yang umum digunakan untuk mempersiapkan air bersih untuk kebutuhan.

Penambahan Klorin

Penambahan klorin tahap filtrasi dimaksudkan agar tidak terjadi pertumbuhan bakteri pada saat penyaringan sehingga kemungkinan terjadinya blocking (penyumbatan) dapat dihindari selama proses penyaringan. Penambahan klorin atau kaporit sebelum penyimpanan bertujuan untuk membunuh kuman/bakteri (mikroorganisme) yang bekerja dalam proses pemurnian air tersebut sehingga air dapat dikonsumsi ataupun di minum.

Penambahan polimer

Penambahan polimer dalam pengolahan air bersih untuk keperluan konsumsi dari air permukaan dimaksudkan untuk mempercepat terjadinya pengendapan (flokulasi) sehingga padatan yang tersuspensi mengendap dengan cepat dan dapat dipisahkan. Polimer ini adalah senyawa organik yang akan membentuk flok dengan endapan lainnya.

Penghilangan Kalsium Reaksi dengan kalsium dapat dilihat dibawa ini. Konsentrasi kalsium yang tinggi dapat menyebabkan deposit kalsium karbonat dalam sistem air panas, yang megakibatkan masalah bagi industri dan perumahan yang menggunakan air. Ca2+ + 2 HCO3- CaCO3 + CO2 (g) + H2O Dalam air yang mengandung bikarbonat yang tinggi, kalsium dapat dihilangkan dengan menambahkan lime: Ca2+ + 2HCO32- + Ca(OH)2 2 CaCO3 + 2 H2O Kalsium kadang-kadang dihilangkan dengan penambahan natrium karbonat, Na2CO3. Mg2+ juga menggunakan Na2CO3 Mg2++ 2 CO32- + 2 H2O Mg(OH)2 + 2 HCO3Kalsium dapat juga dihilangkan dengan penambahan ortho phosphate 5 Ca2+ + 3 PO43- + OH- Ca5OH(PO4)3(s)

Desinfektan
Disinfection dapat dilakukan dengan a.l. chlorine, ozone or chlorine dioxide. Chlorine has the undesirable aspect of forming trace level of chlorinated hydrocarbons as a by-product. The active disinfecting agent in chlorination is the hypochlorite ion, OCl-. Chlorine dioxide, ClO2, adalah pengganti gas chlorine yang tidak mengahsilkan trihalomethanes sebagai hasil samping. Ozone, O3, is the third disinfecting method employed in water treatment. Water disinfected with ozone is often treated with a low level of chlorine as well, because ozone decomposes fairly rapidly to O2 and does not remain in the water much time after treatment.

Lumpur (Sludge) yang mengandung logam berikut: Cd, 100 mg/kg; Pb, 400 mg/kg; Hg, 15 mg/kg; Cr, 700 mg/kg; Cu, 700 mg/kg; Ni, 400 mg/kg; Zn, 2000 mg/kg. Metal toksik kandungan tinggi membuat sludge tidak cocok untuk aplikaasi kebanyakan composting tanpa perlakuan sludge terlebih dahulu untuk menghilangkan logam-logam.

Peranan Oksigen

Kapasitas pembersihan sendiri sungai.

Parameter kimia dan perubahan suplai makanan mempengaruhi pada kehidupan ekologi air.

BOD (Biological Oxygen Demand) Dissolved Oxygen Chemical Oxygen Demand

Dampak Kesehatan
Faktor yang mempengaruhi penularan penyakit: Pertumbuhan penduduk yang cepat Komposisi umur penduduk tua < muda Tingginya angka urabanisasi Sarana kesehatan lingkungan yang kurang Pendapatan keluarga yang masih rendah Pengetahuan pemeliharaan kesehatan belum memadai

Contoh penyakit akibat air


Bakteri 0.5-5m mempunyai cell tunggal yang bervariasi dalam bentuk dan strukturnya Salmonella sp typhoid, salmonellosis Vibrio cholerae cholera Shigella sp bacillary dysentary E.Coli travellers diarrhoea Viruses Intracellular parasites 0.01-0.3um Hepatitus A infectious hepatitus Coxsackievirus diarrhoea Poliovirus polio Protozoa Single cells (cell tunggal), 1-500m, feed on small organic particles, bacteria. Sering ditemui sebagai cysts excreted yang dapat hidup untuk priode yang lama contoh:. Entamoeba histolytica (amoebic dysentery), Giardia lambia, Cryptosporidia. Parasitic Worms: Often not fatal, but dehabilitating, causing lethargy, damage to internal organs. Urban slums in developing countries - over 90% of people can be infected (or multiply infected) at one time. e.g. Ascaris, Taenia. Hookworm

Penyakit yang juga berhubungan dengan air yang ditularkan oleh nyamuk.

Culex

Anopheles

Aedes aegypti

lingkungan di karakterisasi dengan identifikasi penyebab spesifik dan pengaruhnya. Yang paling terkenal dalam 100 tahun terakhir dalam ilmu biologi adalah telah dapat mengidentifikasi organisme patogen yang mengakibatkan penyakit bagi manusia. Contoh di AS Tercatat laju kematian akibat penyakit tipus di Chicago dari tahun 1860 1942 yang mencapai puncak antara tahun 1890 dan 1900 dengan laju kematian 174 orang per 100.000 penduduk. Hal ini disebabkan oleh defisiensi Air Bersih, saluran drainase terbuka, stasiun pompa tercemar dll.

Dampak kesehatan yang terjadi akibat defisiensi

DAMPAK BAHAN KIMIA Bahan-bahan kimia toksin telah mencapai manusia melalui udara, kontak kulit, air dan absorpsi makanan. Dalam sejarah terjadi penyakit akibat kandungan Pb, Hg, Si bebas, dan Mn yang ditimbulkan setelah beberapa tahun. Sebagai fakta bahwa kontaminasi udara yang terjadi di London, Lembah Meuse Belgia , dan Newyork AS menunjukkan bahwa pencemaran udara yang berakibat meninggalnya orang. Jenis sumber ditentukan oleh komponen dan konsentrasi campurannya yang di hirup. Kemudian kejadian pencemaran udara di Donora AS adalah didramatisasi adanya dan dampak residu pestisida sintentik organik dalam lingkungan umumnya.

PESTISIDA

Sifat residu-residu pestisida ini ada yang perlu digarisbawahi yang masuk kedalam rantai makanan yaitu DDT terdapat dalam lemak burung penguin di Antartika. Orang dapat menyimpan sebanyak 270 mg DDT per kg lemak untuk jangka waktu 18 bulan tanpa mengakibatkan dampak kesehatan yang nyata. Simpanan ini didapat dari masukan 35 mg/hari, yang dapat dianggap sebagai suatu keadaan yang menunjukkan bahwa DDT adalah mempunyai toksisitas sangat rendah. Berita selanjutnya menyatakan bahwa DDT adalah senyawa klorinasi karbon yang tidak terurai di lingkungan yang tentu dapat terdistribusi secara global melalui jalur binatang dan tanaman. Dengan kata lain DDT dapat berakumulasi melalui rantai makanan atau yang lebih umum dikenal dengan biomagnifikasi. Demikian juga senya organo klorin lainnya yang juga terkenal dengan sifatnya sebagai senyawa karsinogen.

Bila diikuti secara seksama banyak senyawa kimia yang dikenal sebagai logam berat yang berdampak terhadap kehidupan seperti Pb, Hg, As, Cd, Zn, Ni, Cr, Fe dan senyawasenyawa lainnya seperti pestisida / herbisida yang sangat perlu diperhatikan penggunaannya dalam berbagai bidang aktivitas manusia.

TOKSIKOLOGI LINGKUNGAN
1. 2. 3. 4.

Dampak toksis senyawa kimia ditentukan: Intensitas Durasi pemancaran terhadap organisme Ketahanannya dalam organisme dan Potensinya.

Pengangkutan dan perubahan bentuk pencemar didalam lingkungan dipengaruhi oleh: 1.Sifat-sifat fisika-kimia pencemar 2. Proses pengangkutannya dalam lingkungan, dan 3. Proses perubahan bentuk pencemar tersebut. Struktur dan fungsi senyawa menentukan bioakumulasi, ketahanan, dan potensinya. Aktivitas biologi dari kimia toksis ini dalam organisme yang tercemar diawali dengan ikatan terhadap molekul penerima tertentu pada tingkat cell. Sifat kimia menentukan resiko akut dan koronis terhadap organisme yang tercemar. Sifat ini juga merupakan fungsi lansung dari struktur kimia senyawa tersebut. Sebagai contoh ketahanan diantara beberapa senyawa Pestisida, Herbisida, dan Fungisida.