Anda di halaman 1dari 15

SDM Indonesia: Mengubah Kekuatan Potensial Menjadi Kekuatan Riil

(Bagian Pertama dari Dua Tulisan)


Sayuti Hasibuan
*)

I. Pendahuluan 1. Indonesia berpotensi menjadi salah satu kekuatan utama dunia. Pada tahun 2000 dengan jumlah penduduk 203,5 juta, Indonesia merupakan nomor empat terbesar di dunia setelah RR , India, dan !merika "erikat. 1) #etakn$a %ukup strategis karena terletak di antara dua benua $aitu benua !sia dan benua !ustralia. &i atas Indonesia ada ruang angkasa $ang juga strategis si'atn$a untuk penempatan satelit bagi komunikasi modern. "umber da$a alamn$a melimpah( lautn$a penuh ikan. Perut bumin$a diisi dengan min$ak, emas, dan bahan bahan mineral lainn$a. )anah pertaniann$a luas dan sebagian merupakan tanah tersubur di dunia. *utann$a merupakan paru paru dunia $ang amat penting. Pendudukn$a sebagian besar beragama Islam $ang potensial memiliki api dan semangat kemajuan $ang menggelora dan $ang merupakan suatu agama $ang menjadi pendukung pun%ak %i+ilisasi umat manusia selama ratusan tahun laman$a di masa silam. "ingkatn$a Indonesia berpotensi menjadi suatu kekuatan utama dunia. )etapi dengan sangat sedih dapat dikemukakan bah,a Indonesia pada saat ini jauh dari posisi $ang seharusn$a ditempati sesuai dengan jumlah pendudukn$a $ang besar. oba kita lihat beberapa statistik. -enurut salah satu terbitan P.. $aitu *uman &e+elopment Report 2001 Indonesia berada pada urutan ke 102 dari 1/2 negara dalam pembangunan manusia( jauh di ba,ah -ala$sia $ang berada pada urutan ke05/, "ri #anka pada urutan ke 11, dan 2ilipina pada urutan ke030. 4ntuk gambaran $ang lebih jelas mohon diperhatikan )abel 1 di ba,ah ini5 abel ! Indeks Pe"bangunan Manusia Indonesia dan #abe$a%a &ega$a 'ain 6o 6egara Indeks Ran0 Pengeluara Pengelua0 Prosenta king n ran 0se -anu0 Pemerintah Pemerint Pendudu sia ah k 4ntuk 4ntuk -iskin 7esehatan Pendidika n

2.

Dr. "a$uti *asibuan adalah -antan &eputi .idang "umber &a$a -anusia, .!PP86!"0$ed
)

*alaman 1

1991 :; <&P) 1. Indonesia 2. -ala$sia 3. )hailand =. Philipina 5. "audi !rabia /. -esir 3. India 1. ina 0./33 0.33= 0.353 0.3=9 0.35= 0./35 0.531 0.311 0.939 0.93= 102 5/ // 30 /1 105 115 13 1 / 0.3 1.= 1.9 1.3 0 0 0 0 3.= 5.1

1991 :; total) 1.= 15.= 20.1 15.3 22.1 1=.9 11./ 2.3 1/.1 1=.=

:;) 23.1 15.5 13.1 3/.1 0 22.9 0 =./ 0 0

9. 6or,egia 10 !merika . "erikat

"umber5 46&P, Human Development Report 2001, 6e, >ork, 2001, hal. 1=1 ? 1== dan 130 ? 133. 3. &apatlah dilihat betapa jauhn$a posisi ini kalau dilihat dari jumlah penduduk $ang nomor empat di dunia. Indonesia harus menaiki tangga seban$ak 91 anak tangga untuk men%apai posisi $ang semestin$a ditempati di dunia ini. Posisi ini mengindikasikan bah,a tingkat harapan hidup, tingkat perkembangan ilmu, dan tingkat standar hidup rak$atn$a masih sangat tertinggal dibanding bangsa bangsa lain. 7inerja ekonomin$a belumlah dapat dibanggakan. Pendapatan per kapitan$a pada tahun 1999 :PPP 4"@) adalah sebesar 4"@ 2.153. Ini lebih rendah dari pendapatan per kapita ina $aitu sebesar 4"@ 3./13. Pendapatan per kapita Indonesia jauh di ba,ah p.endapatan per kapita sebuah negara maju, 6or,egia, umpaman$a, dengan pendapatan per kapita 4"@ 21.=33. 2) 7esejahteraan pendudukn$a juga masih jauh dari harapan. 4tang luar negerin$a %ukup besar. Indonesia harus mengeluarkan tiap tahun setidak tidakn$a 30,3; dari hasil ekspor barang dan jasa untuk memba$ar utangn$a. Pada saat $ang sama India han$a mengeluarkan 15; dan ina sebesar 9; dari hasil ekspor barang dan jasa untuk memba$ar utangn$a. 3) "ingkatn$a se%ara ekonomi Indonesia merupakan suatu negara miskin tetapi mempun$ai utang besar. &i sektor sosial, kinerja Indonesia juga belum *alaman 2

membanggakan. 7ematian ba$in$a masih %ukup tinggi $aitu 31 per seribu kelahiran hidup pada saat 6or,egia memiliki = per seribu kelahiran hidup. Aumlah ba$i $ang meninggal di ba,ah lima tahun adalah 52 pada saat 6or,egia berjumlah =. 7ematian ibu melahirkan adalah =50 per seratus ribu kelahiran hidup pada saat 6or,egia memiliki han$a / per seratus ribu kelahiran hidup. =) &i bidang pendidikan Indonesia juga tertinggal dibanding ina, apalagi dibanding negara maju seperti 6or,egia. )idaklah mengherankan bah,a posisi dalam men%iptakan, men$ebarkan, dan meman'aatkan teknologi serta ketrampilan teknologi masih amat rendah. Indonesia berada pada urutan ke0/0 dari 32 negara $ang diperbandingkan( 2inlandia berada pada urutan ke01 dan -oBambiCue pada urutan ke0 32. 5) =. 7enapa Indonesia begitu jauh tertinggalD !pakah ini karena Indonesia tidak memiliki berbagai keka$aan baik sumber da$a alam maupun sumber da$a manusiaD Aa,abn$a tentu tidak. "ebagaimana telah dikemukakan di atas bah,a Indonesia telah dianugerahi oleh >ang -aha 7a$a berbagai sumber $ang %ukup melimpah. .ahkan sejak tahun 19=5 Indonesia telah diberi rahmat berupa kemerdekaan $ang memberi kebebasan $ang luas untuk berkiprah setinggi tinggin$a dalam semua bidang kegiatan kemanusiaan. !pakah Indonesia kurang memiliki niat untuk berprestasiD Ini juga tidak. 4ndang04ndang &asar 19=5 sudah dengan gamblang memuat berbagai keinginan dan %ita0%ita untuk mengisi kemerdekaan $ang telah berhasil diperjuangkan. .ahkan sejak Indonesia merdeka telah ada setidak tidakn$a sembilan ren%ana pembangunan. !da Ren%ana Pembagunan #ima )ahun Pertama $ang disusun oleh Perdana -enteri Auanda $ang men%akup periode 1955? 19/0. !da pula Ren%ana Pembangunan "emesta &elapan $ang pen$usunann$a berada di ba,ah bimbingan .apak Pro'. -oh. >amin, ".*. "elama lebih kurang tiga puluh dua tahun dalam pemerintahan orde baru telah disiapkan dan dilaksanakan sepenuhn$a enam ren%ana pembangunan lima tahun di ba,ah pemerintahan $ang relati' stabil dan dengan dukungan sepenuhn$a di bidang dana dan politik kekuatan utama dunia $aitu dunia barat. Aadi apa sebab Indonesia begitu tertinggal dan terpuruk terus dalam krisis multidimensi sejak tahun 1993 sampai dengan saat ini $aitu Aanuari 2003D Kegagalan Mengubah Kekuatan Potensial Manusia Menjadi Kekuatan Riil. 7egagalan dalam mengubah kekuatan potensial manusia menjadi kekuatan riil dapatlah diberi %ontoh dengan angka angka pada )abel 2 di ba,ah ini. abel ( Kekayaan dan Penganggu$an

II. 5.

ahun !))* + (,,,

*alaman 3

)ahun

7eka$aan :)riliun Rupiah) =13,1 =33,2 33/,= 339,/ 393,3 0

Pengangguran :Auta Erang) 0 =,1 5,1 /,0 5,1 1,0

199/ 1993 1991 1999 2000 2001 "umber5 http://www.bps.go.id

*ubungan $ang searah diantara dua gejala $aitu peningkatan keka$aan dan peningkatan pengangguran penuh mengindikasikan bukan saja adan$a peningkatan pengangguran dan kemiskinan tetapi juga peningkatan kesenjangan antara $ang mampu dan kurang mampu dengan konsekuensi negati' terhadap kualitas kehidupan kita sehari hari. Ini bukan gejala lima tahun terakhir ini saja tetapi sudah merupakan gejala lama( bahkan merupakan salah satu pertentangan lama dalam pemikiran pembangunan ekonomi. #agi pula pengangguran terbuka $ang jumlahn$a se%ara absolut relati' ke%il merupakan indikasi dari pengangguran lebih luas berupa separuh pengangguran. 7alau $ang separuh menganggur dimasukkan maka angka pengangguran adalah 31 juta orang pada tahun 2002 dan diperkirakan meningkat menjadi =0,5 juta orang pada tahun 2003. /) /. !pa $ang ditunjukkan oleh angka angka pengangguran dan separuh pengangguran $ang tinggi iniD "elain dari masalah kemiskinan $ang meluas, $aitu rata0rata dalam tahun 191= ? 1999 23.1; dari penduduk Indonesia berada di ba,ah garis kemiskinan, maka angka angka ini juga mengindikasikan belum berhasiln$a pertumbuhan ekonomi Indonesia melaksanakan trans'ormasi sosial ekonomi $aitu mengubah situasi kelebihan tenaga kerja dalam sistem ekonomi menjadi situasi kekurangan tenaga kerja se%ara men$eluruh. 7egagalan pertumbuhan ekonomi melaksanakan 'ungsin$a dalam trans'ormasi ketenagakerjaan ini semakin menonjol bila diperhatikan bah,a pertumbuhan penduduk dan pertumbuhan angkatan kerja terus memperlihatkan ke%enderungan $ang menurun. 7egagalan ini diperlihatkan dalam )abel 3 di ba,ah ini.

abel Pe$tu"buhan .kono"i dan Pe$tu"buhan Penduduk/ !)), + (,,,

*alaman =

)ahun

Pertumbuhan P&. :;)

Pertumbuhan Penduduk :;)

1990

9,0 1,33

1995

1,22 0,93

2000 "umber5 hal. 35.

=,1 e"tarF.P"5 Informet, Golume I, 6o. 1, Aakarta, Pebruari 2001,

Pertumbuhan ekonomi dalam tahun 1990, 1995, dan 2000 masing masing adalah 9,0;, 1,22;, dan =,1;. Pertumbuhan penduduk antara tahun 1990?1995 dan 1995?2000 rata0rata per tahun adalah 1,33; dan 0,93;. Pertumbuhan penduduk Indonesia sudah jauh berkurang. Pendapatan per kapita penduduk meningkat ,alaupun dalam keadaan krisis. )etapi sejalan dengan peningkatan pendapatan per kapita, pengangguran dan kemiskinan terus meningkat. "ituasi demikian membuahkan implikasi bah,a persoalan utama $ang dihadapi oleh bangsa Indonesia bukan pada pertumbuhan jumlah penduduk tetapi pada perkembangan kualitas penduduk. 7alau kualitas penduduk dalam berbagai dimensin$a dapat meningkat dengan memadai maka jumlah penduduk $ang ban$ak dan meningkat merupakan satu keuntungan. *al ini mengis$aratkan perlun$a tinjauan ulang terhadap berbagai kebijakan sosial $ang men$angkut kesejahteraan penduduk. >ang jelas tidak bisa lagi dibuat kesimpulan $ang kuat bah,a pengurangan pertumbuhan penduduk merupakan hal $ang baik se%ara sosial( diperlukan pemikiran ulang. 4mpaman$a, pada tahun 1999?2015 pertumbuhan penduduk dipro$eksikan oleh P.. sebesar 1.1; rata0rata per tahun sehingga penduduk Indonesia akan berjumlah 250.1 juta pada tahun 2015. 5) &engan kebijakan kebijakan $ang tepat, baik se%ara men$eluruh maupun dalam berbagai bidang dan daerah, kualitas penduduk akan dapat meningkat dengan memadai. &engan jumlah $ang %ukup besar dan kualitas $ang memadai, maka Indonesia bisa menjadi bangsa no.1 di dunia, bukan dalam arti su%e$%o0e$ yang egoistis dan tidak adil seperti sekarang ini tetapi dalam arti bangsa yang "e"be$i $ah"at yang sebesa$ besa$nya bagi selu$uh ala"/ te$"asuk kelesta$ian su"be$daya ala" dan lingkungan hidu%/ "e"enuhi "isi ke"anusiaan yang illahiyah sesuai dengan %$insi% %$insi% %okok yang di%egang sebagai bangsa.

*alaman 5

3.

7etertinggalan dan keterpurukan itu dapatlah diidenti'ikasi sebagai kegagalan dalam mengubah potensi kekuatan manusia Indonesia menjadi ken$ataan. .ah,a manusia, baik sebagai indi+idu maupun kelompok, merupakan potensi kekuatan, 'isik, mental, spiritual, intelektual, dan lain0lain potensi kekuatan, seperti kekuatan %inta dan kasih sa$ang, kiran$a tidaklah perlu diragukan. .agi umat beragama, khususn$a $ang beragama Islam, $ang merupakan terbesar pemelukn$a di Indonesia, manusia merupakan ,akil )uhan di bumi. obalah !nda ba%a proses penugasan manusia oleh )uhan >ang -aha 8sa sebagai khali'ah06>! di bumi dalam surat !l0.aCarah a$at 30 ? 3= dari !l Huran. Ini sungguh dramatis. "e,aktu )uhan >ang -aha 8sa mengumumkan bah,a &ia akan menunjuk manusia sebagai khali'ah06>!, malaikat keberatan karena manusia menurut sejarahn$a tukang bikin onar di bumi. #agi pula manusia terbuat dari bahan $ang lebih hina, $aitu tanah( sedangkan malaikat terbikin dari %aha$a. Aadi, malaikat memberikan argumen tidak tepat kalau manusia diserahi tugas sebagai khali'ah. )etapi )uhan >ang -aha 8sa menja,ab bah,a &ia lebih tahu dari malaikat. 7emudian )uhan >ang -aha 8sa men$uruh malaikat men$ebutkan nama0nama benda $ang ada. -alaikat tidak bisa menja,ab. 7emudian pertan$aan $ang sama diajukan kepada manusia, $ang dalam hal ini di,akili oleh !dam. "etelah diberi tahu oleh )uhan >ang -aha 8sa sebelumn$a mengenai nama benda0benda, !dam tentu bisa memberi ja,aban. -anusia tern$ata lebih pintar dari malaikat( maka malaikatpun menerima keputusan )uhan >ang -aha 8sa( malaikat sembah sujud di hadapan manusia( ke%uali setan. "etan memohon kepada. )uhan >ang -aha 8sa untuk diberi kebebasan menggoda manusia sampai hari kiamat. Permintaan setan tersebut diiBinkan oleh06>!. "etan menganggap dirin$a lebih hebat dari manusia. -aka setanpun terus bekerja menggoda manusia dengan berbagai %ara dan tipu muslihat sampai detik ini. -asing masing kita tentu dapat merasaka godaan setan pada diri masing0masing pada satu atau lain kesempatan. .agaimanapun proses penugasan manusia sebagai khali'ah )uhan >ang -aha 8sa di bumi memberi petunjuk mengenai potensi manusia sesuai dengan keinginan "ang Pen%ipta. Pertama, manusia dimuliakan oleh "ang Pen%ipta, lebih mulia dari malaikat. "e%ara potensial, manusia memiliki si'at si'at malaikat seperti kejujuran, keterbukaan, sporti+itas, dan lain0lain si'at $ang baik0baik. "e%ara khusus manusia diberi berbagai kemampuan agar ia mampu melaksanakan tugas kekhali'ahann$a di bumi seperti ilmu pengetahuan. "eluruh alam dan seisin$a diperuntukkan bagi manusia. -anusia bisa menjadi amat hebat dan mulia. )etapi semua ini adalah potensi dan belum tentu dapat direalisasikan, setidak tidakn$a pada semua kesempatan. Persoalann$a ada iblis $ang terus menggoda. Iblis terus membisikkan $ang enak0enak, bahkan $ang ekstra enak0enak, baik se%ara pribadi maupun publik( seperti berBina, menganggap diri atau kelompok sendiri paling hebat, tertipu ra$uan konsultan asing seolah0olah mereka pun$a resep ampuh men$elesaikan perkara perkara pelik seperti mengatasi *alaman /

8.

krisis, korupsi, dan lain lain. 7esimpulann$a, manusia pun$a potensi besar, baik sendiri0sendiri maupun kelompok. -anusia Indonesia memiliki potensi illahi$ah, berbuat $ang terbaik( dibalik itu ada juga potensi jahat, potensi setani$ah. !pakah ada bukti manusia Indonesia bisa merealisasikan potensi illahi$ahn$aD )entu buktin$a ban$ak( tetapi $ang paling jelas dan telah menjadi pengalaman bersama se%ara historis $ang tidak boleh dilupakan adalah kemampuan manusia Indonesia mengusir penjajah. Ialaupun penjajah sudah pun$a pengalaman menjajah ratusan tahun dan mereka mendapat dukungan persenjataan dari sekutu0sekutu mereka, toh rak$at Indonesia berhasil mengusir mereka dari bumi Indonesia. "enjata 'isik rak$at Indonesia amat minimal( utaman$a adalah bambu run%ing. )etapi senjata mental dan moral amat kuat oleh karena perjuangan ditujukan untuk menegakkan nilai bah,a panjajahan merupakan satu keBaliman dan penghinaan terhadap sesama anak manusia. "etelah penjajah diusir se%ara 'isik, tentu tidak ada orang Indonesia $ang sadar, berkeinginan untuk mengembalikan penjajah dan penjajahan dalam bentuk 'isik maupun mental. 7edua, kekuasaan $ang besar $ang diberikan kepada manusia perlu dipertanggungja,abkan kepada )uhan >ang -aha 8sa baik di dunia maupun di akhirat( tentu pengadilan $ang seadil adiln$a nanti akan berlangsung pada hari pengadilan di depan )uhan >ang -aha 8sa, setelah kehidupan di dunia ini selesai seluruhn$a. &i pengadilan akhirat $ang menjadi hakim adalah )uhan >ang -aha 8sa langsung. )idak bisa berbohong atau meminta bantuan penga%ara, sebab lidah akan dibekukan( masing masing anggota tubuh akan memberi kesaksian mengenai apa $ang dilakukan selama kehidupan di dunia ini. !pakah adan$a pengadilan akhirat ini ,ajar untuk diper%a$aD !mat ,ajar kalau dilihat Jtra%k re%ordK dari )uhan >ang -aha 8sa. &ia telah men%iptakan alam semesta dan mengatur hubungan hubungan keseimbangan diantara berbagai badan di jagat ra$a sampai ke $ang seke%il ke%iln$a. 7alau keseimbangan terganggu sedikit saja, maka dunia ini bisa berbenturan dengan planet lain dan kiamatpun terjadi. &ia telah men%iptakan ,aktu. &ia telah men%iptakan siang dan malam. &ia telah mengatur dan memprogram proses pe%iptaan !nda dan sa$a di rahim ibunda kita masing0masing sebelum kita dilahirkan( dan han$a &ia $ang tahu dimana dan bilamana !nda dan sa$a dipanggil menghadap06>!. &engan Jtra%k re%ordK $ang demikian sulit untuk tidak memper%a$ai kemampuan06>! menggelar suatu pengadilan akhirat. !dan$a keper%a$aan kuat $ang demikian merupakan a,al dan s$arat bagi menjadikan Islam benar benar mend!adi satu pertolongan satu tempat pernaungan" satu d!alan #eluar" dan bu#an satu pend!ara$ sebagaimana $ang diharapakan .ung 7arno. 3) 9. "ingkatn$a dapatlah disampai#an bah,a terpurukn$a kehidupan rak$at Indonesia dan rendahn$a posisi bangsa di dunia internasional pada saat ini setelah sekian lama Indonesia merdeka merupakan kegagalan sistem pembangunan $ang dianut selama ini untuk *alaman 3

memobilisasikan potensi manusia Indonesia serta meman'aatkan potensi ini untuk merealisasikan tujuan0tujuan Republik $ang diproklamirkan oleh .ung 7arno dan .ung *atta pada bulan !gustus 19=5. 7ekurangberhasilan pen%apaian %ita0%ita kemerdekaan itu, sebagaimana $ang disimpulkan dalam pembukaan 44& 19=5, telah membuat sebagian orang Indonesia merasa bah,a Indonesia belum sungguh0sungguh merdeka. &alam polling $ang diambil oleh suatu kantor berita internet tanggal 1/ !gustus 2002, diajukan pertan$aan sebagai berikut5 %etelah &' tahun mempro#lamir#an #emerde#aann(a" menurut )nda apa#ah Indonesia sudah sungguh sungguh merde#a* )erhadap pertan$aan ini seban$ak 1/; menja,ab tidak, 11; menja,ab $a, dan 3; menja,ab tidak tahu. 1) Pol $ang dilaksanakan oleh http5FF,,,.detik.%om tersebut memang belum tentu menggambarkan perasaan seluruh rak$at Indonesia( namun tidak dapat disangkal besarn$a rasa keke%e,aan di kalangan sejumlah ,arga Indonesia terhadap hasil hasil kemerdekaan $ang telah di%apai hingga saat ini. Penulis dapat mengerti dan merasa simpati terhadap mereka $ang merasa ke%e,a sekali. 6amun penulis ingin men$ampaikan apa $ang dikatakan .ung *atta mengenai kemerdekaan untuk membantu memberi perspekti'. +emerde#aan bangsa adalah suatu barang (ang mulia dan su,i" (ang tida# mudah di,apai" dan menghenda#i #orban (ang tida# sedi#it. Han(a mere#a (ang berhati tabah dan sabar dapat men,apai ,ita ,ita. -ang lemah dan putus asa !atuh di !alan . 9) 7alimat di atas diu%apkan .ung *atta pada tahun 19=1, se,aktu .elanda sebagai penjajah belum selesai ber%okol di negeri ini. "ebagai orang Indonesia, kita boleh ke%e,a( tetapi sama sekali tidak boleh menjadi lemah, tidak sabar, dan putus asa. Putus asa berarti bersangka buruk terhadap )uhan >ang -aha 8sa, )uhan >ang -aha -engetahui dan -aha -engatur( dan men$erahkan kembali kemerdekaan ini kepada penjajah +ersi modern, siapapun dan apapun mereka. "ebalikn$a kegagalan $ang dirasakan setelah 53 tahun merdeka perlulah diman'aatkan sebagai tantangan dan dorongan untuk berprestasi mengisi kemerdekaan J$ang mulia dan su%iK. )etapi kemana kita harus bergerakD -engenai arah gerak inipun kita perlu men%ari dan mendapatkan inspirasi dari para pendiri republik ini. Itulah $ang perlu dan adil untuk dilakukan, khususn$a $ang men$angkut hal hal $ang 'undamental bagi kehidupan bersama. 7enapa sa$a katakan adil( oleh karena keban$akan !nda $ang memba%a tulisan ini dan sa$a sendiri tidak pernah masuk penjara .elanda dalam memperjuangkan berdirin$a Republik. .ung 7arno dan .ung *atta serta para pejuang lainn$a menghabiskan bertahun tahun hidup mereka di penjara .elanda. 7enapa perluD 7egagalan dan tantangan $ang kita hadapi saat ini bukanlah $ang pertama $ang kita hadapi sebagai bangsa. &alam kaitan inipun .ung *atta memberikan arah $ang jelas bagaimana men$elesaikan masalah. &alam sambutan tertulis dalam J-imbar IndonesiaK pada kesempatan pera$aan 13 !gustus 19=1 .ung *atta menulis antara lain5 Dengan pro#lamasi 1' )gustus 1./& bangsa *alaman 1

Indonesia ingin memulai hidup baru dengan berdasar#an 0an,asila: +etuhanan -ang 1aha 2sa" 0ri#emanusiaan" 0ersatuan Indonesia" +edaulatan Ra#(at" dan +eadilan %osial. 0an,asila ini men!adi sendi 3egara Republi# Indonesia. Dasar +etuhanan -ang 1aha 2sa adalah dasar (ang memimpin ,ita ,ita #enegaraan +ita untu# men(elenggara#an segala (ang bai#" sedang#an dasar 0ri#emanusiaan adalah #elan!utan dalam pra#te# hidup dari pada dasar (ang memimpin tadi. Dengan dasar dasar ini sebagai pedoman" bangsa #ita tida# a#an men(impang dari !alan (ang lurus untu# men,apai #ebai#an dunia serta persaudaraan bangsa bangsa. 1ana#ala #esasar sewa#tu wa#tu dalam per!alanan" senantiasa ada (ang membimbingn(a #embali #e !alan (ang benar.$ 10) 7ita sekarang sudah kesasar dan perlu kembali ke jalan $ang lurus. 6amun untuk kembali ke jalan $ang lurus kita perlu mengetahui dimana kita sekarang berada dan bagaimana sampai kita kesasar. III. #e$bagai kekeli$uan/ daya saing yang $endah dan hilangnya ke"andi$ian 10. *asil0hasil $ang di%apai amat memprihatinkan dan ini dapat terjadi oleh karena pele%ehan manusia se%ara sistematis dalam sistem dan proses produksi khususn$a dan proses pembangunan umumn$a. "ebagaimana dimaklumi de'inisi pendapatan per kapita sebagai ukuran kemajuan $ang digunakan dalam ekonomi kon+ensional merupakan hasil pengurangan pertumbuhan produksi barang dan jasa atau pertumbuhan ekonomi dengan pertumbuhan penduduk. 4mpaman$a, bilamana pertumbuhan ekonomi adalah 3; sedangkan pertumbuhan penduduk adalah 2; maka pertumbuhan pendapatan per kapita adalah 5;. "emakin tinggi pertumbuhan pendapatan per kapita semakin baik oleh karena itu berarti penduduk akan semakin ka$a. .egitulah pola pikir kon+ensional $ang digunakan selama ini. )ern$ata disinilah kita sebagai bangsa telah melakukan kekelliruan mendasar, $aitu menggunakan pertumbuhan pendapatan per kapita sebagai idiologi operasional dalam manajemen pembangunan bangsa. &imana letak kekeliruann$aD 7ekeliruan tersebut terletak pada ken$ataan bah,a se%ara operasional kita telah mereka$asa pele%ehan manusia dengan memberi penilaian utama bah,a manusia merupakan sumber masalah dan pusat bia$a. -emang sepintas lalu rumusan konsep maksimsasi pendapatan per kapita ini masuk akal. )etapi bilamana ditinjau lebih mendalam maka terlihat betapa mele%ehkann$a rumusan ini terhadap peran manusia dalam sistem dan proses produksi khususn$a dan proses pembangunan umumn$a. &isini manusia dilihat utaman$a sebagai beban. .ertambahn$a jumlah manusia dilihat sebagai penambahan beban berupa peningkatan berbagai kebutuhan seperti pangan, pakaian, perumahan, dan lain lain. Dala" jangka %endek, setahun umpaman$a, ini memang benar. !pa $ang dikeluarkan untuk pendidikan dan kesehatan tidak *alaman 9

11.

bisa digunakan pada saat $ang sama bagi peningkatan produksi industri. 7elihatann$a kebenaran 'ormil jangka pendek inilah $ang dipegang teguh sehingga anggaran pembangunan "&- di bidang pendidikan dan kesehatan begitu rendah. "ebagaimana sudah dilaporkan pengeluaran pemerintah untuk pendidikan han$alah 1.=; sedangkan pada saat $ang sama negara negara lain mengeluarkan bia$a pendidikan jauh lebih besar( umpaman$a, -ala$sia dan )hailand, mengeluarkan masing masing 15.=; dan 20.1;. &emikian juga pengeluaran untuk kesehatan $ang han$a 0.3; dari <&P pada saat negara0negara lain seperti -ala$sia dan )hailand mengeluarkan doubel dari pengeluaran Indonesia. 6amun rumusan ini melupakan dan mengabaikan sisi lain dari manusia( bah,a $ang menghasilkan pangan, pakaian, perumahan, dan lain lain adalah manusia juga. Ini kekeli$uan lainnya yaitu te$lalu "enekankan jangka %endek. .erbi%ara mengenai peran manusia memerlukan kerangka berpikir dalam jangka panjang. Potensi produkti' manusia han$a bisa dibangun dalam jangka panjang dan pengeluaran untuk bidang0bidang pendidikan dan kesehatan perlulah dilihat sebagai in+estasi. &engan tingkat pendidikan $ang %ukup tinggi dan tingkat kesehatan $ang memadai( semakin besar jumlah penduduk, maka semakin besar potensi pertumbuhan ekonomi. "ebagai satu rumusan matematis dan teoritis, konsep pendapatan per kapita itu boleh boleh saja. )etapi bilamana digunakan sebagai 'ormula perumusan kebijakan pembangunan $ang si'at dasarn$a adalah jangka panjang maka dampakn$a akan 'atal( dampakn$a 'atal oleh karena menganggap manusia sebagai sumber masalah semata, sebagai sumber bia$a semata akan "engabaikan %e$annya sebagai su"be$ %e$tu"buhan dan ke"ajuan. 7emampuan pikir manusia pengelola pembangunan $ang terbatas dan sumber0sumber lain $ang juga terbatas diarahkan ke jurusan $ang salah( ke jurusan memerangi masalah dan bukan meme%ahkan masalah dengan akibat 'atal dari segi memajukan da$a saing bangsa. !dan$a sentrlaisasi dalam manajemen pembangunan bangsa dan pemerintahan selama ini dan pembatasan pembatasan kepada kebebasan manusia untuk berkiprah merupakan kelanjutan saja dari pola pikir manusia sebagai sumber masalah dan pusat0pusat bia$a. Pola pikir manusia sebagai sumber masalah dan pusat bia$a inilah $ang telah mengakibatkan begitu ban$ak kekejaman dan tindakan0tindakan a0manusia,i terhadap buruh seperti dalam kasus -arsinah di Aa,a )imur. &ari segi prinsip 7etuhanan >ang -aha 8sa dan 7emanusiaan, -enganggap manusia sebagai sumber masalah dan pusat bia$a semata bukan han$a merupakan pele%ehan terhadap manusia tetapi juga berla,anan se%ara diametris dengan konsep manusia sebagai ,akil )uhan di bumi dan manusia sebagai %iptaan06>! $ang terbaik dan dimuliakan06>!, sebagaimana $ang disampaikan dalam surah !l0.aCarah a$at 30 ? 3=. .angsa Indonesia jadi kualat karena tidak mens$ukuri nikmat06>! $ang berlimpah berupa jumlah manusia $ang ban$ak. Da$i segi aga"a/ khususnya aga"a isla"/ da%at dikatakan ini kekeli$uan a"at "endasa$. Mate$i dijadikan *alaman 10

angli"a/ "anusia alat se"ata. "eharusn$alah jumlah manusia $ang ban$ak dipupuk kemampuann$a di segala bidang utaman$a kemampuan manajemen dan teknologin$a, sehingga mereka mampu memberi rahmat bagi dirin$a dan manusia umumn$a dengan maksimal. Eleh karena langkah langkah $ang ditempuh adalah $ang sebalikn$a, maka tidaklah mengherankan bilamana da$a saing "&- Indonesia rendah adan$a. 12. Pele%ehan terhadap peran manusia dalam proses pembangunan terealisir bukan saja melalui rendahn$a pengeluaran untuk pendidikan dan kesehatan $ang dilihat han$a sebagai beban bia$a $ang perlu diminimalisir tetapi juga melalui upa$a peningkatan pertumbuhan ekonomi. #agai"ana %e$tu"buhan ekono"i bisa ditingkatkanD )entu tidak dengan mengandalkan kemampuan manusia sebab tadi sudah dikatakan manusia begitu dile%ehkan dalam konsepsi berpikir pendapatan per kapita. 1adi/ kalau tidak dengan ke"a"%uan "anusia/ dengan a%a D Aa,abann$a adalah dengan kemampuan modal. Ini kekeli$uan lainnya yaitu te$lalu "engandalkan %e$an "odal dala" "engu%ayakan %e$tu"buhan ekono"i. &engan aplikasi modal dalam jumlah $ang besar dan meningkat maka pertumbuhan ekonomi akan bisa meningkat dalam jangka singkat, pendapatan per kapita juga akan naik dan Indonesia akan meraih kemajuan, sebagaimana Aerman dan 8ropa .arat bangkit melalui bantuan -arshall setelah perang dunia kedua. eta%i da$i "ana "odal bisa di%e$oleh D #ukankah bangsa Indonesia "iskin "odalD -odal dalam jumlah besar han$a bisa diperoleh dari luar negeri, baik melalui bantuan resmi maupun melalui penanaman modal asing. -aka diupa$akanlah pemasukan modal luar negeri dalam jumlah besar, makin besar makin baik. Ini kekeli$uan lainnya yaitu "enggantungkan di$i %ada "odal yang datang da$i lua$. Inilah a,al dari bukan saja ketergantungan Indonesia pada luar negeri dan hilangn$a kemandirian se%ara berkelanjutan :ke%uali dengan sadar diakhiri). Ini a,al dari kelanjutan anggapan Baman penjajahan $ang amat keliru bah,a $ang serba asing lebih baik dari $ang dalam negeri baik berupa maupun manusia. Inilah a,al dari kelanggengan mental penjajahan di Indonesia, tentu dalam bentuk baru, umpaman$a, dalam bentuk pengagungan peran lembaga lembaga asing dan penasehat asing dalam pembangunan bangsa. Inilah a,al dari keadaan $ang memalukan dan men$edihkan bah,a sebagian elit Indonesia kehilangan per%a$a diri dan kehilangan keper%a$aan pada bangsa sendiri. 7ehilangan per%a$a diri dan pengagungan $ang serba asing diperkuat dengan 'akta 'akta lapangan sebagai akibat dari kebijakan $ang dihasilkan sendiri sebagaimana $ang akan disajikan di ba,ah ini. Ini semua bisa terjadi bukan oleh karena kesalahan orang asing tetapi kesalahan sendiri. )etapi sebelum itu kita perlu ja,ab pertan$aan, apakah benar bangsa Indonesia menggunakan konsep pendapatan per kapita sebagai 2o$"ula kebijakan dala" "e"bangun ekono"inya D *alaman 11

13.

3%akah bena$ begitu kuat ke%e$4ayaan yang dibe$ikan ke%ada kea"%uhan 2o$"ula iniD -emang demikianlah adan$a. &ari repelita ke repelita konsep itulah $ang digunakan. 4mpaman$a, dalam Repelita III ditulis antara lain sebagai berikut 5$dengan la!u pertumbuhan pendudu# sebesar 24 setahun ma#a produ#si nasional n(ata per #apita a#an mening#at dengan se#itar 2/4 setahun selama lima tahun mendatang. 5a!u pertumbuhan e#onomi sebesar 6"&4 setahun itu !uga diper#ira#an #esempatan dan #emampuan #ita untu# men,apai sasaran sasaran lain seperti pening#atan #ese!ahteraan ra#(at se,ara men(eluruh. Disamping itu la!u pertumbuhan tersebut !uga a#an diusaha#an sedemi#ian rupa sehingga dapat ter,apai sasaran sasaran pembangunan lainn(a seperti pemerataan hasil hasil pembangunan dan sebagain(a.$ 11) #aju pertumbuhan ekonomi sebesar /.5; dan pendapatan per kapita sebesar =.5; per tahun diharapakan akan meningkatkan kemampuan Indonesia meningkatkan kesejahteraan rak$at berikut pemerataan hasil0hasil pembangunan. "ungguh, kalau konsep ini benar, Indonesia sekarang sudah menjadi salah satu negara terkemuka di dunia. "ebagaimana $ang diperlihatkan pada )abel 3, ,alaupun dalam keadaan krisis, pendapatan per kapita Indonesia meningkat terus. 1=. 6amun 'akta0'akta lapangan $ang dihasilkan oleh kebijakan pembangunan $ang ditempuh selama puluhan tahun berbi%ara lain. 2akta0'akta ini mengatakan bah,a memanglah "&- Indonsia kurang memiliki da$a saing dan bah,a pembangunan ekonomin$a han$a bisa dilanjutkan dengan pemasukan modal $ang besar termasuk modal asing. Inilah kesimpulan $ang diperoleh dari proses pembangunan selama ini, kesimpulan kesimpulan $ang sudah tentu tidak kita senangi bersama. 7esimpulan0kesimpulan ini diperoleh bilamana ditan$akan darimana asaln$a pertambahan keka$aan atau pertumbuhan ekonomi Indonesia $ang selama ini dialami. 3%akah %e$tu"buhan itu be$asal da$i ke"a"%uan "anusia Indonesia atau da$i "odalD Aa,abann$a adalah dari modal dan bukan utaman$a dari kemampuan manusia Indonesia. *al ini dapat dilihat dari angka angka sebagai berikut. "ebuah perhitungan mengemukakan bah,a dalam Repelita I, Repelita II, Repelita III, Repelita IG, dan Repelita G, sumbangan modal kepada pertumbuhan ekonomi melebihi 50;. &alam tahun 1932 ? 1990, dari rata0rata pertumbuhan ekonomi sebesar 3.=;, /.3; $aitu 90; berasal dari tambahan modal. "elebihn$a $aitu sekitar 10; berasal dari "&Indonesia, baik tenaga kerja terdidik maupun tidak terdidik. Peranan produkti+itas mas$arakat praktis tidak ada dalam periode ini. 12) .ahkan menurut suatu studi $ang baru baru ini dilaksanakan oleh .P"FI62E-8), pada tahun tahun tertentu, peranan tambahan modal bagi pertumbuhan ekonomi begitu besar sehingga peranan atau sumbangan produkti+itas mas$arakat menjadi negati'. Inilah $ang terjadi pada tahun 1912, 1913, 1915, 1913, dan 1993( pada saat mana produkti+itas mas$arakat Indonesia menjadi negati' sebesar 1==,13;, =/,1/;, 102,10;, 9,3=;, dan =3,29;. 3%akah tidak *alaman 12

%e$nah %e$anan ta"bahan "odal negati2 dala" ku$un 0aktu !)56 + (,,, dala" seja$ah %e"bangunan Indonesia D Aa,abn$a, pernah $aitu pada tahun 1991( peranan tambahan modal dalam pertumbuhan ekonomi negati' 20,1/;( sehingga peranan produkti+itas mas$arakat melonjak tajam menjadi positi' 113,11;.
13)

15.

!pa makna besarn$a peranan modal dan ke%iln$a peran produkti+itas mas$arakat dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia sela"a iniD *al ini berarti rendahn$a da$a saing bangsa dan hilangn$a kemandirian $ang diperlihatkan antara lain oleh hal hal sebagai berikut5 15.1. Dengan be$ta"bahnya kekayaan bangsa/ %e"ilik "odal ta"bah kaya. 7ang tidak "e"iliki "odal khususnya yang "e"iliki hanya tenaga ke$ja saja akan se"akin te$tekan baik oleh ka$ena %enganggu$an yang 4ende$ung "aningkat "au%un oleh ka$ena daya beli %enda%atan "asya$akat yang 4ende$ung be$ku$ang. "emua ini berarti $ang ka$a tambah ka$a $ang miskin tambah sulit hidup. 7esenjangan $ang besar ini merupakan pandangan sehari hari di Aakarta. &i tengah anak anak $ang meminta minta belas kasihan, Rp1000?Rp2000, kita men$aksikan penggunaan kendaraan pribadi super me,ah seperti mobil0mobil merk Aaguar, -er%edes 500, dan lain lain $ang masing0masing berharga di atas Rp500 juta. Inilah %ontoh konkrit pele%ehan sistemik terhadap sebagian anak manusia oleh anak manusia lain, dilakukan dengan sadar atau tidak oleh pihak pertama terhadap pihak kedua. 15.2. Penghe"atan/ %eningkatan e2isiensi dan %$odukti8itas %e"an2aatan su"be$9su"be$ yang di"iliki te$"asuk su"be$ daya ala" sebagai su"be$ %e$tu"buhan ekono"i ku$ang "enda%at %e$hatian . "ebalikn$a $ang menonjol selalu adalah pemborosan dan upa$a mendapatkan utang baru( mengenai pemborosan, kita dapat perhatikan berbagai perjalanan keluar negeri oleh para pejabat $ang man'aatn$a bagi kepentingan rak$at dapat dipertan$akan( dan betapa me,ahn$a gedung gedung pemerintah seperti $ang terdapat di Aalan )hamrin, dan di Aalan .udi 7emuliaan, Aakarta, $ang ketika seseorang berada di dalamn$a dapat bertan$a apakah ini semua dapat dibenarkan di tengah begitu ban$ak rak$at $ang terpuruk( semuan$a ini merupakan is$arat betapa kuatn$a buda$a hedonisme dan kemegahan materi telah tertanam di kalangan sebagian elit Indonesia( dan mengenai utang, memanglah utang pemerintah selalu bertambah( umpaman$a, pada bulan &esember 2001, utang pemerintah ter%atat 4"@ 31.333 juta. Aumlah ini meningkat menjadi 4"@ 33.509 pada bulan Auli 2002. 1=) Aadi dalam tempo delapan bulan utang luar negeri pemerintah meningkat dengan 4"@ 2 mil$ar lebih. 7ita dapat bertan$a a%akah %e$lu sekian besa$D *alaman 13

15.3.

3%akah "e"ang tidak bisa diku$angi D Persoalann$a adalah sepengetahuan penulis belum ada studi independen :independen dari pemerintah, &PR, dan donor) mengenai kebutuhan riil utang pemerintah setiap tahun $ang benar benar sesuai kepentingan rak$at. "emakin besar jumlah utang semakin besar ke,ajiban memba$ar utang. Pemba$aran utang tambah berat oleh karena jumlah penduduk terus bertambah. 7e,ajiban kesejahteraan pemerintah bertambah besar tiap tahun dengan bertambahn$a penduduk. Itulah sebabn$a pemba$aran utang ini tambah berat disamping jumlah absolut $ang meningkat. &alam tahun 2000 pemerintah telah memba$ar utang luar negeri sebesar 4"@ 5.312 juta. &alam tahun 2001 pemba$aran utang meningkat menjadi 4"@ 3.0=1 juta. &alam bulan Aanuari?Auli 2002, pemerintah sudah mengeluarkan dana sejumlah 4"@ =.1=1 juta memba$ar pokok utang dan bunga. 15) !nda bisa hitung sendiri dan ba$angkan kalau uang seban$ak itu digunakan untuk membia$ai peningkatan mutu pendidikan dan kesehatan rak$at. !da dampak kultural $ang amat merugikan bagi pembentukan da$a saing mas$arakat Indonesia dengan dominann$a peran tambahan modal dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia $aitu terbentukn$a sistem insenti' $ang melulu didasarkan pada uang dan materi dalam organisasi organisasi kerja seperti pemerintahan dan perusahaan perusahaan( dan anggapan berlebihan terhadap kemampuan orang asing dan %enderung merendahkan terhadap kemampuan bangsa sendiri. "istem insenti' materi dan uang telah mengusir keluar dan tidak memberi tempat kepada sistem insenti' $ang lain, $ang lebih tinggi seperti pro'esionalisme, nasionalisme dan sistem balas jasa $ang gaib atas dasar keper%a$aan agama, dosa dan pahala. &i daerah daerah tertentu, buda$a uang dirumuskan se%ara praktis dan sinis dengan menggunakan istilah istilah tertentu. "4-4), umpaman$a, diartikan sebagai semua urusan harus memakai uang tunai. "istem insenti' melulu uang dan materi telah mendorong terbentukn$a buda$a korupsi ke tingkat $ang ekstrim. Iaktu Baman pemerintahan .ung 7arno, korupsi masih malu malu dan dilaksanakan di ba,ah meja. &i Baman "oeharto, korupsi sudah terang terangan, dan dilaksanakan di atas meja. &i Baman sesudah "oeharto, mejan$apun ikut dikorupsi. 4ngkapan ungkapan sinis demikian dengan baik menangkap dan mengungkapkan nuansa Indonesia sebagai salah satu negara terkorup di dunia. 7orupsi sulit dikurangi ke tingkat minimal selama sistem insenti' didominasi oleh satu unsur saja, $aitu uang. "istem insenti' $ang demikian itu telah amat memperlemah kemampuan manajemen bangsa Indonesia mengurus dirin$a sendiri dan amat mengurangi da$a tahan mental sebagian elit birokrasi dan kepemimpinan. "ejalan dengan dominann$a peran uang dan materi dalam sistem insenti' adalah terkikisn$a se%ara sistematis keper%a$aan pada bangsa sendiri dan terbentukn$a anggapan :$ang salah) *alaman 1=

1/.

mengenai kehebatan orang asing. Pengikisan ini terjadi se%ara sistematis oleh karena setiap tahun bangsa Indonesia diberi masukan oleh para pemimpinn$a bah,a kelangsungan kehidupan ekonomi Indonesia amat ditentukan oleh keputusan0 keputusan orang0orang asing dalam sidang sidang I<<I $ang dilanjutkan dengan lembaga <I dan 'orum 'orum bantuan asing lainn$a, umpaman$a, I-2. )anpa bantuan asing ekonomi Indonesia dianggap akan ambruk. "idang0sidang I<<I dan <I dan I-2 dianggap begitu penting sehingga apa $ang terjadi dalam pertemuan0pertemuan tersebut dilaporkan se%ara luas di dalam negeri. 7eputusan0keputusan sidang langsung diberitahu kepada Presiden. &i dalam negeri rak$at Indonesia men$aksikan betapa para pejabat didikteK oleh pejabat0pejabat asing. "alah satu pun%ak dari kesaksian ini adalah ketika Presiden "uharto, pada tahun 1991, sebelum kejatuhann$a ditunggui Eleh amdessus, direktur I-2, dengan berka%ak pinggang, menandatangani #oI. 7ejadian ini menimbulkan kemarahan ban$ak ban$ak kalangan pada ,aktu itu. .agaimanapun pengagungan asing ini memiliki dampak negati' terhadap per%a$a diri sebagian elit Indonesia( seolah olah han$a orang asing $ang bisa pro'esional, bisa diper%a$a untuk men$elesaikan masalah. -engoreksi dan tidak mengulangi hal $ang salah ini dan mengembalikan per%a$a diri dan keper%a$aan kepada bangsa sendiri merupakan satu tantangan kultural $ang dihadapi pada saat ini. Pengembalian ini membutuhkan upa$a tersendiri. )anpa per%a$a diri $ang kuat dari para pemimpinn$a pada segala tingkatan sulit bagi Indonesia untuk menang bersaing di dunia terbuka. Aelaslah dari uraian di atas Indonesia membutuhkan sebuah perubahan sistem( bukan perubahan sistem kenegaraan( itu sudah tetap $aitu atas dasar prinsip0prinsip pokok $ang disepakati se,aktu Republik diproklamirkan dahulu( tetapi sistem operasional $aitu bagaimana merealisasikan apa $ang telah disepakati bersama. !palagi kalau dilihat perkembangan ekonomi akhir0akhir ini $ang menunjukkan keadaan $ang tidak menguntungkan. -enurut &irektorat Riset 8konomi dan 7ebijakan -oneter .ank Indonesia total ekspor kita terus menurun selama bulan Aanuari ? Auli 2002 seban$ak 5,2=;. Impor juga berkurang pada periode $ang sama sebesar 11,19;. Penurunan terbesar pada penurunan impor non migas $aitu sebesar 21,9/;. In+estasi baru menurun. .ahkan in+estasi $ang ada pada keluar. "ementara pemba$aran utang luar negeri berada dalam jumlah $ang %ukup besar. &an para konsumen semakin pesimis. )idak terdapat tanda0tanda Indonesia akan keluar dari krisis. "egala sesuatu ini berarti mendesakn$a perubahan sistem operasional pembangunan bangsa.

78agian #edua dari tulisan ini a#an dimuat pada edisi 91mendatang:.

*alaman 15