Anda di halaman 1dari 16

IMPLEMENTASI NILAI-NILAI PANCASILA YANG BERKAITAN DENGAN TUGAS KEBIDANAN

A. Pengertian Bidan adalah seorang yang telah berhasil atau sukses meyelesaikan pendidikan bidan yg terakreditasi dan diakui negara, telah memperoleh kualifikasi yang dibutuhkan untuk didaftarkan mendapat sertifikat dan secara resmi berlisensi untuk melakukan praktik kebidanan. Menurut IBI Bidan Indonesia adalah seorang perempuan yang lulus dari pendidikan bidan yg diakui pemerintah dan organisasi profesi di wilayah negara Republik Indonesia serta memiliki kompetensi dan kualifikasi untuk diregister, sertifikasi dan atau secara sah mendapat lisensi untuk menjalankan praktik kebidanan. Dewasa ini telah terjadi perubahan-perubahan yang sangat pesat dan luas di seluruh Dunia sebagai akibat adanya kemajuan daya nalar/pikir manusia. Perubahan perubahan yang dinamis itu dapat dirasakan dalam Pembangunan Nasional, hal itu akan mempengaruhi aspirasi/pendapat, cara berpikir dan sikap atau perbuatan masyarakat Indonesia. Perubahan Sosial dan Budaya akan menghasilkan perubahan tata nilai, tetapi karena tata nilai baru belum melembaga sementara tata nilai

lama mulai ditinggalkan, maka dapat menimbulkan berbagai gejolak, ketidak pastian, rasa cemas dan kegelisahan. Bangsa Indonesia harus makin memantapkan kesetiaannya kepada Pancasila, dengan cara menghayati mengamalkannya dalam segala bidang kehidupan (Ekonomi, Sosial Budaya dsb). Kehidupan manusia tanpa mengenal Ketuhanan Yang Maha Esa dapat mengakibatkan mereka kehilangan nilai-nilai etik, moral dan spritual. Tanpa Kemanusiaan yang adil dan beradab, kemajuan bidang ekonomi, ilmu pengetahuan dan teknologi justru akan memerosokkan nilai-nilai kemanusiaan ke dalam tempat yang rendah. Tanpa nilai Persatuan dan Kesatuan, bangsa Indonesia akan mengalami perpecahan dari dalam, misalnya permusuhan antar suku bangsa, antar agama atau ras. Tanpa nilai-nilai Kedaulatan rakyat, dapat disaksikan tumbuhnya kekuatan-kekuatan pemerintahan yang sewenang-wenang yang akhirnya terjadi pertentangan antara pemerintah dan rakyat. Tanpa nilai-nilai Keadilan sosial, dapat disaksikan kesenjangan sosial dalam masyarakat, akan terjadi kecemburuan sosial antara sikaya dan si miskin. Lebih lanjut hal ini dapat menimbulkan keresahan dan perpecahan yang selanjutnya dapat membahayakan kelestarian hidup bangsa dan negara. Oleh sebab itu, nilai-nilai luhur yang terkandung dalam Pancasila mutlak harus dihayati dan diamalkan oleh masyarakat Indonesia, agar kita

dapat terhindar dari akibat-akibat buruk yang dibawa oleh zaman tersebut. Nilai-nilai persatuan tapi universal yang terkandung dalam Pancasila dapat menjadi jati diri bangsa Indonesia. Ketika kita dihadapi oleh berbagai persoalan multidimensional dan mulai kehilangan arah, maka ada pihak yang mengusung budaya kearab-araban pada satu sisi dan kebarat-baratan pada sisi yang lain, maka Pancasila menjadi jawaban yang relevan. Sebagai nilai-nilai dasar, Pancasila telah mencakup semuanya. Kesadaraan akan nilai-nilai universal yang ada di Indonesia telah terangkum semuanya di dalam Pancasila. Pancasila harus dibuat bermakna bagi kehidupan kita agar tidak hanya menjadi sekedar konsep yang sewaktu-waktu bisa dibuang. Karena itu kesadaran akan Pancasila harus muncul dari bawah. Nilai-nilai Dasar sangat penting untuk selalu dimaknai kembali, karena generasi di masa mendatang belum tentu bisa menghayati Pancasila sebagai perekat dasar yang mempersatukan Indonesia. Hal tersebut akan sulit sekali dicapai jika kita tidak berusaha memaknai kembali nilai-nilai luhur Pancasila. Bidan adalah sebuah profesi yang khusus, dinyatakan sebagai sebuah pengertian bahwa bidan adalah orang pertama yang melakukan penyelamatan kelahiran sehingga ibu dan bayinya lahir dengan selamat. Tugas yang diemban bidan berguna untuk kesejahteraan manusia.

Tugas bidan menjadi sangat penting dalam menurunkan angka kesakitan dan kematian ibu dan anak. Pengamalan Pancasila bagi bidan sangat penting. Seorang bidan yang melaksanakan Pancasila dengan baik dalam kehidupan sehari-hari akan menjadi warganegara yang baik dan menjadi tenaga kesehatan yang profesional.

B. Pelaksanaan Pancasila dalam Pelaksanaan Tugas Seorang Bidan Seorang bidan yang profesional, perlu mengamalkan Pancasila dalam kehidupan sehari-harinya. Pelaksanaan Pancasila secara subyektif yaitu sesuai dengan butir-butir Pancasila. Pelaksanaan Pancasila, sila Ketuhanan Yang Maha Esa dan Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab dalam kehidupan sehari-hari seorang bidan adalah sebagai berikut: a. Sila Ketuhanan Yang Maha Esa 1. Bangsa Indonesia menyatakan kepercayaannya dan ketaqwaannya terhadap Tuhan Yang Maha Esa. 2. Beragama. 3. Berdoa sebelum dan setelah menolong pasien. 4. Mengajarkan pasien untuk menyerahkan hasil pertolongan kepada Tuhan YME.

5. Manusia Indonesia percaya dan taqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab. 6. Menghormati kepercayaan dan agama pasien. 7. Tidak memaksakan kehendak mengenai kebiasaan berdoa dan beribadah kepada orang lain. 8. Mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerjasama antara pemeluk agama dengan penganut kepercayaan yang berbeda-beda terhadap Tuhan Yang Maha Esa. 9. Menghormati kebiasaan berdoa dan beribadah pasiennya.

10. Menghormati agama orang lain. 11. Membina kerukunan hidup di antara sesama umat beragama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. 12. Tetap menjaga kerukunan umat beragama meskipun berbedabeda kepercayaan dan agama. 13. Agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa adalah masalah yang menyangkut hubungan pribadi manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa. 14. Memegang teguh prinsip bahwa agama dan kepercayaan menyangkut hubungan pribadi manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa.

15.

Mengembangkan

sikap

saling

menghormati

kebebasan

menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing. 16. Menghormati kebebasan pasien untuk berdoa dan beribadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya dan membimbing untuk selalu berdoa sesuai keyakinannya. 17. Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa kepada orang lain. 18. Tidak memaksakan agama dan kepercayaan kita kepada pasien. b. Sila Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab 1. Mengakui dan memperlakukan manusia sesuai dengan harkat dan martabatnya sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa. 2. Menghargai hak prifasi pasien, memperlakukan pasien dengan penuh empati karena pasien memiliki hak untuk diperlakukan sebagai manusia yang bermartabat. 3. Mengakui persamaan derajat, persamaan hak dan kewajiban asasi setiap manusia, tanpa membeda-bedakan suku, keturrunan, agama, kepercayaan, jenis kelamin, kedudukan sosial, warna kulit dan sebagainya. 4. Bidan selalu berusaha mengakui persamaan derajad, persamaan hak dan kewajiban asasi setiap manusia, tanpa membeda-bedakan

suku, keturunan, agama, kepercayaan, jenis kelamin, kedudukan sosial, warna kulit dan sebagainya. 5. Mengembangkan sikap saling mencintai sesama manusia. 6. Dasar pelayanan kebidanan yang baik yaitu dengan rasa kecintaan pada sesama manusia. 7. Mengembangkan sikap saling tenggang rasa dan tepa selira. 8. Bidan selalu bersikap tenggang rasa dan tepa selira dalam mengahadapi pasien. 9. Mengembangkan sikap tidak semena-mena terhadap orang lain. 10. Tidak berlaku semana-mena terhadap klien. 11. Menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. 12. Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan. 13. Memberi pelayanan kesehatan ibu dan anak dan berusaha melakukan kegiatan kemanusiaan. 14. Berani membela kebenaran dan keadilan. 15. Selalu berani untuk membela kebenraran dan keadilan dalam hukum. 16. Bangsa Indonesia merasa dirinya sebagai bagian dari seluruh umat manusia, sehingga bidan wajib menghargai kehidupan manusia untuk meneruskan kehidupan bangsa.

17. Mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerjasama dengan bangsa lain. 18. Bekerjasama dengan tim kesehatan lainnya. c. Sila Persatuan Indonesia 1. Mengutamakan keselamatan dan kepentingan klien di atas kepentingan pribadi. 2. 3. 4. Seorang bidan rela berkorban demi keselamatan klien. Menumbuhkembangkan rasa cinta terhadap profesinya. Selalu bersikap ramah terhadap klien dalam memberikan pelayanan. 5. 6. Bersikap asertif kepada siapapun terutama kepada klien. Tidak membeda-bedakan status, ras, suku, pangkat, dan

golongan setiap individu manusia. 7. Bersosialisasi dengan masyarakat demi terwujudnya kerukunan, persatuan, dan kesatuan. d. Sila Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan / Perwakilan 1. Seorang bidan harus menghormati dan menghargai kedudukan, hak dan kewajiban setiap individu. 2. Seorang bidan memiliki hak dan kewajibannya yang diatur dalam undang-undang dan kode etik kebidanan.

3.

Seorang bidan harus melaksanakan kewajibannya dengan sebaikbaiknya sebelum menuntut haknya.

4.

Bidan tidak boleh memaksakan suatu kehendak kepada klien, begitu juga sebaliknya bidan dapat menolak pemaksaan kehendak klien yang bertentangan dengan hokum.

5.

Mengutamakan musyawarah antara bidan dengan klien dalam mengambil tindakan misalnya rujukan.

6.

Musyawarah

dalam

mengambil

tindakan

harus

dengan

persetujuan satu sama lain, tidak saling merugikan dan memihak di satu sisi saja. 7. Bertanggung jawab atas setiap keputusan yang telah diambil sebagai hasil musyawarah. 8. Dengan Itikad baik dan rasa tanggung jawab menerima dan melaksanakan hasil keputusan dan suatu tindakan. 9. Pengambilan keputusan dilakukan dan didasarkan dengan akal sehat dan sesuai dengan hati nurani yang luhur. 10. Keputusan dan tindakan yang diambil harus dapat dipertanggungjawabkan secara moral kepada Tuhan Yang Maha Esa.

11. Memberikan rasa nyaman pada klien dengan cara melaksanakan setiap tindakan dengan baik agar klien dapat memberikan kepercayaannya kepada bidan. e. Sila Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia 1. Mengembangkan perbuatan yang baik sesuai dengan etika yang mencerminkan sikap asertif. 2. Bersikap adil kepada setiap klien dalam memberikan pelayananan yang terbaik. 3. 4. 5. Menghormati hak klien. Memberi pertolongan dengan sebaik-baiknya kepada klien. Tidak menggunakan hak milik untuk usaha-usaha yang bersifat pemerasan terhadap klien. 6. Tidak menggunakan hak milik untuk hal-hal yang bersifat pemborosan dan gaya hidup mewah. 7. Tidak menggunakan hak milik untuk bertentangan dengan atau merugikan kepentingan umum khususnya klien. 1. Seorang bidan harus dapat bekerja keras. 2. Menghargai hasil karya baik ilmu pengetahuan maupun hasil pemikiran lainnya yang bermanfaat bagi kemajuan dan kesejahteraan bidan dan juga klien.

3. Melakukan kegiatan dalam rangka mewujudkan kemajuan khususnya di bidang kesehatan yang merata di masyarakat. Pelaksanaan Pancasila berupa pelaksanaan butir-butir Pancasila sangat diperlukan bagi seorang bidan, dengan pelaksanaan tersebut Bidan dapat bertindak sebagai seorang profesional dan sebagai warga negara yang baik dan benar. Pelayanan kebidanan merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan, pelayanan kebidanan yg diberikan sesuai dgn kewenangan, sasarannya individu, keluarga, masyarakat meliputi upaya (promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif) pelayanan kebidanan dapat dibedakan:

bidan)

kegiatannya dilakukan secara bersama bidan dlm rangka rujukan ke sistem pelayanan yg lebih tinggi atau sebaliknya.

C. Falsafah Asuhan Kebidanan Falsafah atau pandangan hidup adalah suatu ungkapan yang jelas tentang apa yang diyakini. Dalam menjalankan perannya bidan memiliki keyakinan yang dijadikan panduan dalam memberikan asuhan,

keyakinan tersebut meliputi:

Tujuan asuhan

traan

dan memuaskan sesuai dgn kebutuhan dan perbedaan kebudayaan

perkembangan keluarga

Falsafah kebidanan menegaskan tentang:

1. Keunikan bidan dlm melaksanakan pelayanan 2. Menghargai martabat manusia dan mempertahankan wanita sebagai manusia seutuhnya sesuai dengan hak azasi 3. Bekerjasama dengan wanita dan petugas kesehatan 4. Pusat pelayanan kebidanan adalah peningkatan kesehatan, pencegahan dan memandang kehamilan, persalinan, peristiwa kehidupan normal

Peran Dan Fungsi Bidan Peran Sebagai Pelaksana Tugas Mandiri 1. Menetapkan manejemen kebidanan pd setiap asuhan kebidanan yg diberikan. 2. Memberi pelayanan dasar pd anak remaja & wanita pranikah dgn melibatkan klien. 3. Memberi asuhan kebidanan kepada klien selama kehamilan normal. 4. Memberi asuhan kebidanan kepada klien dlm masa persalinan dgn melibatkan klien & keluarga. 5. Memberi asuhan kebidanan pd bayi baru lahir. 6. Memberi asuhan kebidanan pd klien dalam masa nifas dgn melibatkan keluarga/klien.

7. Memberi asuhan kebidanan pd wanita usia subur yg membutuhkan pelayanan KB. 8. Memberi asuhan kebidanan kpd wanita dgn gangguan sistem reproduksi & wanita dlm masa klimakterium & menoupose. 9. Memberi asuhan kebidanan pd bayi & balita dgn melibatkan keluarga. Tugas Kolaborasi 1. Menetapkan manejemen kebidanan pd setiap asuhan kebidanan sesuai dgn fungsi kebidanan. 2. Memberikan asuhan kebidanan pd ibu hamil dgn resiko tinggi & pertolongan pertama pd kegawatdaruratan yg memerlukan tindakan kolaborasi. 3. Memberikan asuhan kebidanan pd ibu dlm masa persalinan yg beresiko tinggi dgn kegawatdaruratan yg memerlukan pertolongan pertama & tindakan kolaborasi. 4. Asuhan kebidanan dlm masa nifas dgn resiko & pertolongan pertama dlm kegawat daruratan. 5. Asuhan BBL dgn resiko tinggi yg mengalami komplikasi. 6. Asuhan balita dgn resiko tinggi yg mengalami komplikasi.

Tugas Ketergantungan / Rujukan

1. Menetapkan manejemen kebidanan pada setiap asuhan dengan mengkaji kebutuhan yang memerlukan tindakan diluar lingkup kewenangan dan memerlukan rujukan, menentukan diagnosis, mengirim klien dgn dokumentasi yang lengkap, membuat catatan dan laporan tentang seluruh kejadian intervensi. 2. Memberi asuhan kebidanan melalui konsultasi dan rujukan ibu hamil resiko tinggi dan kegawatdaruratan. 3. ASKEB melalui konsultasi dan rujukan pada masa persalinan. 4. ASKEB melalui konsultasi dan rujukan pada masa nifas. 5. ASKEB BBL dengan kelainan dan kegawatdaruratan yang memerlukan konsultasi dan rujukan. 6. ASKEB balita dengan kelainan dan kegawatdaruratan yang

memerlukan konsultasi dan rujukan.

Peran Sebagai Pengelola 1. Mengembangkan pelayanan dasar kesehatan terutama pelayanan kebidanan individu, keluarga, kelompok khusus, masyarakat

melibatkan klien dan keluarga. 2. Berpartisipasi dlm tim untuk melaksanakan program kesehatan.

3. Memberi pendidikan dan penyuluhan kesehatan dan individu, keluarga kelompok dan masyarakat tentang penanggulangan masalah

kesehatan yang berhubungan dengan kesehatan ibu, anak dan KB. 4. Melatih & membimbing klien, peserta didik kebidanan, keperawatan & dukun.

Peran Sebagai Peneliti Bidan melakukan investigasi/penelitian terapan dlm bidang kesehatan baik mandiri/kelompok. - Identifikasi kebutuhan investigasi - Menyusun rencana kerja pelatihan - Melaksanakan rencana kerja pelatihan - Melaksanakan investigasi - Mengolah/menginterpretasikan data hasil investigasi. - Menyusun laporan dan tindak lanjut - Memanfaatkan hasil investigasi.

http://annity.wordpress.com/2009/02/12/peran-tugas-bidan-sesuaipancasila/