Anda di halaman 1dari 23

Sejarah Singkat PT ASKES (Persero)

1694

Status Perusahaan Persero Bisnis / Industri


Jasa Asuransi. PT Askes (Persero) merupakan Badan Usaha Milik Negara yang ditugaskan khusus oleh pemerintah untuk menyelenggarakan jaminan pemeliharaan kesehatan bagi Pegawai Negeri Sipil, Penerima Pensiun PNS dan TNI/POLRI, Veteran, Perintis Kemerdekaan beserta keluarganya dan Badan Usaha lainnya. Sejarah singkat penyelenggaraan program Asuransi Kesehatan sebagai berikut : 1968 Pemerintah Indonesia mengeluarkan kebijakan yang secara jelas mengatur pemeliharaan kesehatan bagi Pegawai Negeri dan Penerima Pensiun (PNS dan ABRI) beserta anggota keluarganya berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 230 Tahun 1968. Menteri Kesehatan membentuk Badan Khusus di lingkungan Departemen Kesehatan RI yaitu Badan Penyelenggara Dana Pemeliharaan Kesehatan (BPDPK), dimana oleh Menteri Kesehatan RI pada waktu itu (Prof. Dr. G.A. Siwabessy) dinyatakan sebagai embrio Asuransi Kesehatan Nasional. 1984 Untuk lebih meningkatkan program jaminan pemeliharaan kesehatan bagi peserta dan agar dapat dikelola secara profesional, Pemerintah menerbitkan Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 1984 tentang Pemeliharaan Kesehatan bagi Pegawai Negeri Sipil, Penerima Pensiun (PNS, ABRI dan Pejabat Negara) beserta anggota keluarganya. Dengan Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 1984, status badan penyelenggara diubah menjadi Perusahaan Umum Husada Bhakti. 1992 Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun diubah menjadi Perusahaan Perseroan (PT pertimbangan fleksibilitas pengelolaan keuangan, Pemerintah dapat dinegosiasi untuk kepentingan peserta dan manajemen lebih mandiri. 2005 Berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 1241/Menkes/XI/2004 PT Askes (Persero) ditunjuk sebagai penyelenggara Program Jaminan Kesehatan Bagi Masyarakat Miskin (PJKMM). PT Askes (Persero) mendapat penugasan untuk mengelola 1992 status Perum Persero) dengan kontribusi kepada pelayanan kepada

kepesertaan serta pelayanan kesehatan dasar dan rujukan.

Visi
Menjadi spesialis dan pusat unggulan Asuransi Kesehatan di Indonesia.

Misi

Memberikan kepastian jaminan pemeliharaan kesehatan kepada peserta (masyarakat Indonesia) melalui sistem pengelolaan yang efektif dan efisien Mengoptimalkan pengelolaan dana dan pengembangan sistem untuk memberikan pelayanan prima secara berkelanjutan kepada peserta Mengembangkan pegawai untuk mencapai kinerja optimal dan menjadi salah satu keunggulan bersaing utama perusahaan. Membangun kordinasi dan kemitraan yang erat dengan seluruh stakeholder untuk bersama menciptakan pelayanan kesehatan yang berkualitas.

Landasan Hukum
PT Akes (Persero) yang berkedudukan di Jakarta didirikan dengan Akte Notaris Muhani Salim, SH Nomor 104 tanggal 20 Agustus 1992 yang telah beberapa kali diubah terakhir dengan Akte Notaris NM Dipo Nusantara Pua Upa, SH Nomor 24, tanggal 13 Agustus 2012 yang mempunyai maksud dan tujuan serta kegiatan sebagai berikut : Maksud dan tujuan perseroan ialah turut melaksanakan dan menunjang kebijakan dan program Pemerintah di bidang ekonomi dan pembangunan nasional pada umumnya, khususnya di bidang asuransi sosial melalui penyelenggaraan asuransi/jaminan kesehatan bagi pegawai negeri sipil, penerima pensiun, veteran, perintis kemerdekaan beserta keluarganya, dan masyarakat lainnya, serta optimalisasi pemanfaatan sumber daya Perseroan untuk menghasilkan jasa yang bermutu tinggi dan berdaya saing kuat, guna meningkatkan nilai manfaat bagi peserta dan nilai Perseroan dengan menerapkan prinsip-prinsip Perseroan Terbatas. Untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut diatas, Perseroan dapat melaksanakan kegiatan usaha sebagai berikut : 1. Menyelenggarakan asuransi kesehatan yang bersifat menyeluruh (komprehensif) bagi Pegawai Negeri Sipil, Penerima Pensiun, Veteran dan Perintis Kemerdekanaan beserta Keluarganya. 2. Menyelenggarakan asuransi kesehatan bagi Pegawai dan Penerima Pensiun Badan Usaha dan Badan lainnya.

3. Menyelenggarakan jaminan kesehatan bagi masyarakat yang telah membayar iuran atau iurannya dibayar oleh pemerintah sesuai dengan prinsip penyelenggaraan Sistem Jaminan Sosial Nasional. 4. Melakukan kegiatan investasi dengan memperhatikan ketentuan peraturan perundangundangan.

Tujuan
Tujuan Perusahaan Turut melaksanakan dan menunjang kebijakan dan program Pemerintah di bidang ekonomi dan pembangunan nasional pada umumnya, khususnya di bidang asuransi sosial melalui penyelenggaraan asuransi/jaminan kesehatan bagi pegawai negeri sipil, penerima pensiun, veteran, perintis kemerdekaan beserta keluarganya, dan masyarakat lainnya, serta optimalisasi pemanfaatan sumber daya Perseroan untuk menghasilkan jasa yang bermutu tinggi dan berdaya saing kuat, guna meningkatkan nilai manfaat bagi peserta dan nilai Perseroan dengan menerapkan prinsip-prinsip Perseroan Terbatas. Untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut diatas, Perseroan dapat melaksanakan kegiatan usaha sebagai berikut ini : 1. Menyelenggarakan asuransi kesehatan yang bersifat menyeluruh (komprehensif) bagi Pegawai Negeri Sipil,Penerima Pensiun, Veteran dan Perintis Kemerdekanaan beserta Keluarganya. 2. Menyelenggarakan asuransi kesehatan bagi Pegawai dan Penerima Pensiun Badan Usaha dan Badan lainnya. 3. Menyelenggarakan jaminan kesehatan bagi masyarakat yang telah membayar iuran atau iurannya dibayar oleh pemerintah sesuai dengan prinsip penyelenggaraan Sistem Jaminan Sosial Nasional. 4. Melakukan kegiatan investasi dengan memperhatikan ketentuan peraturan perundangundangan.

Profil Karyawan
Pencapaian kinerja keuangan dan operasional perusahaan tahun 2011 telah didukung oleh ketersediaan SDM yang memadai baik dari sisi kuantitas maupun kualitas. Sampai dengan akhir tahun 2011 jumlah pegawai Askes mencapai 2.952 orang, diantaranya sebanyak 10 orang diperbantukan pada Anak Perusahaan/PT AJII sehingga total Pegawai yang ada pada induk Pegawai adalah hanya 2942 orang. Secara rinci profil pegawai PT Askes (Persero) disajikan pada tabeltabel berikut: Tabel Pegawai Berdasarkan Status Kepegawaian 2009-2011 (sumber: Dok.Askes)

Pada tahun 2011, jumlah pegawai terbesar berkedudukan pada kantor regional IV sebesar 322 untuk wilayah kerja propinsi jawa tengah dan D.I. Yogyakarta, dan terbesar kedua pada regional VII dengan jumlah 307 karyawan berkedudukan di wilayah kerja Jawa Timur, dan posisi ketiga ada pada wilayah regional IV berkedudukan di DKI Jakarta, Banten dan Kalimantan Barat. Tabel Pegawai Berdasarkan Jenis Kelamin 2009-2011 (sumber: Dok. Askes)

PT Askes (Persero) memberikan perlakuan yang sama bagi setiap karyawan, baik untuk kesempatan karir maupun segala fasilitas pekerjaan, untuk itu Askes tidak membedakan gender dalam rekruitmen dan menjadikan kualitas sebagai satu-satunya syarat penerimaan karyawan.

Dewan Direksi

Susunan Dewan Direksi PT Askes (Persero) periode 2013 ditetapkan melalui Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara selaku Rapat Umum Pemegang Saham PT Askes (Persero) Nomor : SK-09/MBU/2013 tentang pemberhentian dan pengangkatan anggota-anggota direksi perusahaan perseroan (Persero) PT Asuransi Kesehatan Indonesia. Susunan Direksi PT Askes (Persero) sebagai berikut ini : (Urutan Nama dari Kiri ke Kanan) 1. drg. Fajriadinur, MM / Direktur Pelayanan

Lahir di Pontianak 10 Juni 1964. Meraih gelar Dokter di Universitas Gajah Mada Yogyakarta. Sebelumnya beliau menjabat sebagai Sekretaris Perusahaan, Kepala Divisi Regional I dan IV, Kepala Divisi Kemitraan dan Pemasaran, dan Kepala Grup Kemitraan dan Pengendalian Manfaat PT Askes (Persero) 2. drg. Sri Endang Tidarwati, MM / Direktur Kepesertaan dan Hubungan Antar Lembaga Lahir di Magelang, 22 Agustus 1957. Meraih Gelar Dokter di Universitas Gajah Mada Yogyakarta. Sebelumnya beliau menjabat sebagai Kepala Regional IX, Kepala Divisi Organisasi dan SDM dan kepala Divisi Regional VI. 3. Purnawarman Basundoro, Ak. MBA / Direktur Keuangan dan Investasi Lahir di Solo, 26 Mei 1961. Lulusan Diploma IV Sekolah Tinggi Administrasi Negara tahun 1988, MBA pada University of Newbruswick , Canada tahun 1992. Sebelumnya beliau menjabat sebagai Kepala Satuan Pengawasan Intern PT Askes (Persero), dan Direktur Keuangan PT Askes (Persero) Periode 2008-2013. 4. DR. dr. Fachmi Idris, Mkes / Direktur Utama Lahir di Palembang, 1 Februari 1968. Meraih gelar dokter di Universitas Sriwijaya, merupakan lulusan terbaik dari Program Pasca Sarjana Universitas Indonesia, Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat dan lulusan terbaik dengan gelar cum laude untuk gelar Doktor Ilmu Kesehatan Masyarakat Program Pasca Sarjana Universitas Indonesia. Sebelumnya beliau menjabat sebagai Ketua Umum PB IDI periode 2006-2009, Anggota Dewan Jaminan Sosial Nasional, dan Komisaris Independent PT Askes (Persero). 5. dr. Tono Rustiano, MM / Direktur Perencanaan Pengembangan dan Teknologi Informasi Lahir di Pandeglang, 25 Maret 1965. Meraih gelar Dokter di Universitas Padjadjaran 1991. Sebelumnya beliau menjabat sebagai Kepala Kantor Cabang Utama Bandung, Kepala Kantor Regional IX, Kepala Divisi Organisasi & SDM dan Kepala Grup Penelitian dan Pengembangan PT Askes (Persero). 6. dr. Taufik Hidayat, MM / Direktur SDM dan Umum Lahir pada 24 Agustus 1965. Meraih Gelar Dokter di Universitas Brawijaya Malang. Sebelumnya beliau menjabat sebagai Kepala Regional I dan IV, Kepala Divisi Jaminan Pelayanan Kesehatan, Kepala Divisi Promosi Kesehatan, dan Kepala Grup Pendidikan dan Pelatihan.

Dewan Komisaris

Susunan Dewan Komisaris Perusahaan Perseroan (Persero) PT Asuransi Kesehatan Indonesia periode 2013-2018 ditetapkan melalui Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara selaku Rapat Umum Pemegang Saham PT Askes (Persero) Nomor : SK-241/MBU/2012; SK162/MBU/2013 dan Nomor : SK-358/MBU/2013 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Anggota-anggota Komisaris Perusahaan Perseroan (Persero) PT Asuransi Kesehatan Indonesia, sebagai berikut: Drs. Eko Sutrisno, MSi. / Komisaris (Plt. Komisaris Utama) Diangkat sebagai komisaris PT Askes (Persero) sejak tahun 2008, kemudian diberhentikan dan diangkat kembali pada 2013 untuk masa jabatan 5 (lima) tahun. Lahir di Trenggalek, 06 Januari 1955. Lulusan S1 Universitas Gajah Mada tahun 1980, kemudian mengambil S2 di Universitas Indonesia tahun 1999. Pernah menjabat sebagai Sekretaris Utama pada Badan Kepegawaian Negara (2003). Saat ini beliau menjabat sebagai Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN). Hambra Samal, SH. MH. / Komisaris Diangkat sebagai komisaris PT Askes (Persero) sejak tahun 2012 untuk masa jabatan 5 (lima) tahun. Lahir di Ketapang, 10 Oktober 1968. Lulusan S1 Hukum di Universitas Patimura, kemudian mengambil S2 Magister Hukum di Universitas Gajah Mada. Saat ini beliau menjabat sebagai Kepala Biro Hukum pada Kementerian Negara BUMN RI. Drs. Tata Suntara, DESS / Komisaris Diangkat sebagai komisaris PT Askes (Persero) sejak tahun 2008, kemudian diberhentikan dan diangkat kembali pada 2013 untuk masa jabatan 5 (lima) tahun. Lahir di Tasikmalaya, 15 Januari 1954. Lulusan S1 Institut Ilmu Keuangan Jakarta tahun 1980, kemudian mengambil Diplome, Institut International d''''Administration Publique, Perancis tahun 1985, Diplome d''''Estudes Superieures Specialisees (DESS) Eniversite de Paris Dauphine Paris, Perancis tahun 1986. Saat ini beliau menjabat sebagai Direktur Pengelolaan Kas Negara Ditjen Perbendaharaan Departemen Keuangan RI. Diah Anggraeni, SH, MH / Komisaris Diangkat sebagai komisaris PT Askes (Persero) sejak 2013 untuk masa jabatan 5 (lima) tahun. Lulusan S1 Hukum Universitas Diponegoro tahun 1980, gelar S2 Magister Management dari Universitas Islam Indonesia Yogyakarta pada tahun 2000. Saat ini beliau menjabat sebagai Sekretaris Jendral pada Kementerian Dalam Negeri RI. Drs. Tjarda Muchtar MBA / Komisaris Independen Diangkat sebagai komisaris independen PT Askes (Persero) sejak 27 Februari 2013. Lahir di Mersam (Jambi) 27 Maret 1949. Lulusan S1 IKIP Malang di tahun 1978 dan menamatkan S2 di IPWI pada tahun 1998.

Program askes ; ASKES SOSIAL


Program Asuransi Kesehatan Sosial merupakan penugasan Pemerintah kepada PT Askes (Persero) melalui Peraturan Pemerintah No. 69 tahun 1991. SIAPA PESERTA PT ASKES (PERSERO) PROGRAM ASKES SOSIAL ? Peserta program Askes Sosial adalah :

Pegawai Negeri Sipil dan Calon Pegawai Negeri Sipil (tidak termasuk PNS dan Calon PNS di Kementrian pertahanan, TNI/Polri), Calon PNS, Pejabat Negara, Penerima Pensiun (Pensiunan PNS, Pensiunan PNS di lingkungan Kementrian Pertahanan, TNI/Polri, Pensiunan Pejabat Negara), Veteran ( Tuvet dan Non Tuvet) dan Perintis Kemerdekaan beserta anggota keluarga*) yang di tangggung. Pegawai Tidak Tetap (Dokter/Dokter Gigi/Bidan PTT, melalui SK Menkes nomor 1540/MENKES/SK/XII/2002, tentang Penempatan Tenaga Medis Melalui Masa Bakti Dan Cara Lain).

*) Anggota Keluarga adalah :

Isteri / suami yang sah dari peserta yang mendapat tunjangan istri/suami (Daftar isteri / suami yang sah yang tercantum dalam daftar gaji / slip gaji, dan termasuk dalam daftar penerima pensiun/carik Dapem). Anak (anak kandung / anak tiri / anak angkat) yang sah dari peserta yang mendapat tunjangan anak, yang tercantum dalam daftar gaji/slip gaji, termasuk dalam daftar penerima pensiun/carik Dapem, belum berumur 21 tahun atau telah berumur 21 tahun sampai 25 tahun bagi anak yang masih melanjutkan pendidikan formal, dan tidak atau belum pernah kawin, tidak mempunyai penghasilan sendiri serta masih menjadi tanggungan peserta. Jumlah anak yang ditanggung maksimal 2 (dua) anak sesuai dengan urutan tanggal lahir, termasuk didalamnya anak angkat maksimal satu orang.

APA HAK SEBAGAI PESERTA ASKES SOSIAL ?


Memperoleh Kartu Peserta. Memperoleh penjelasan/informasi tentang hak, kewajiban serta tata cara pelayanan kesehatan Mendapatkan pelayanan kesehatan di fasilitas kesehatan yang bekerjasama dengan PT Askes (Persero), sesuai dengan hak dan ketentuan yang berlaku. Menyampaikan keluhan/pengaduan, kritik dan saran secara lisan atau tertulis ke Kantor PT Askes (Persero).

APA KEWAJIBAN SEBAGAI PESERTA ASKES SOSIAL ?


Mengurus Kartu Peserta dan melaporkan perubahan data peserta. Menjaga Kartu Peserta agar tidak rusak, hilang atau dimanfaatkan oleh orang yang tidak berhak. Melaporkan dan mengembalikan Kartu Peserta yang telah meninggal dunia ke Kantor PT Askes (Persero) Mengetahui dan mentaati semua ketentuan dan tata cara pelayanan kesehatan Membayar iuran sesuai dengan ketentuan pemerintah yang berlak

APAKAH KARTU ASKES ITU ?


Sebagai identitas Peserta. Sebagai prasyarat untuk memperoleh pelayanan kesehatan di fasilitas kesehatan yang bekerjasama dengan PT Askes (Persero). Setiap Peserta memiliki 1 (satu) Kartu Peserta dengan nomor yang unik dan tetap Berlaku secara Nasional. Kartu Peserta berlaku selama Peserta masih mempunyai hak.

BAGAIMANA MEMPEROLEH KARTU ASKES ? Mengisi Data Induk Daftar Isian Registrasi Peserta dengan menunjukkan persyaratan :

Asli / fotocopy Surat Keputusan sebagai Pegawai Negeri Sipil / Pensiunan / Petikan Gelar Kehormatan Veteran / Perintis Kemerdekaan / Pegawai Tidak Tetap. Fotocopy Daftar Gaji terakhir yang dilegalisir bagi PNS dan Surat Tanda Bukti Penerima Pensiun (STBPP) bag

PROGRAM ASKES JAMKESMAS


Sebagai salah satu upaya untuk pengentasan kemiskinan, Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan sejak tahun 2005 membuat Program Jaminan Kesehatan bagi Masyarakat miskin dan tidak mampu yang disebut dengan program Askeskin. Pengelolaan Program Askeskin yang dilaksanakan oleh PT Askes (Persero) merupakan penugasan dari Pemerintah berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kesehatan nomor : 1241/MENKES/SK/XI/2004. Sebagai BUMN, penugasan tersebut dilaksanakan dengan mengacu pada pasal 66 UU nomor 19 tahun 2003 tentang BUMN dan telah mendapatkan persetujuan Menteri Negara BUMN dengan Surat Persetujuan Meneg BUMN Nomor S-697/HBU/2004 tanggal 31 Desember 2004. Sejak tahun 2008, Kementerian Kesehatan merubah terminologi Askeskin menjadi Jamkesmas dengan menugaskan PT Askes (Persero) untuk mengelola manajemen kepesertaannya. Siapa Yang Menjadi Sasaran Peserta Program Jamkesmas? Sasaran Program Jamkesmas

Sasaran program mengacu kepada data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2006 dengan jumlah 19,1 juta Rumah Tangga Miskin (RTM) atau sekitar 76,4 juta jiwa.

Orang miskin dan tidak mampu serta gelandangan, pengemis, anak terlantar serta masyarakat miskin yang tidak mempunyai identitas Masyarakat miskin penghuni panti panti sosial, masyarakat miskin korban bencana pasca tanggap darurat serta masyarakat miskin penghuni Rumah Tahanan (Rutan) dan masyarakat miskin Penghuni Lembaga Pemasyarakatan (Lapas).

Siapakah Yang Menetapkan Peserta Jamkesmas? Penetapan Kepesertaan Jamkesmas


Kuota peserta per kabupaten/kota ditetapkan oleh Menkes RI Identitas peserta secara lengkap ditetapkan Bupati/Walikota sesuai kuota Sedangkan penetapan peserta untuk gelandangan, pengemis, anak terlantar, masyarakat miskin yang tidak mempunyai identitas, penghuni panti sosial & lapas dilakukan oleh Kepala Dinas Sosial Kabupaten / Kota atau Dinas lain yang ditunjuk oleh Bupati/Walikota. Sejak tahun 2010, berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kesehatan RI nomor 1185/Menkes/SK/XII/2009, masyarakat pasca tanggap darurat masyarakat miskin penghuni lembaga pemasyarakatan dan panti sosial ditetapkan sebagai peserta Jamkesmas.

Apa Yang Ditangani Oleh PT Askes (Persero) Pada Jamkesmas Tahun 2011 ? Pengelolaan Jamkesmas Tahun 2011 Hingga bulan April 2011 secara de facto PT Askes (Persero) masih melanjutkan program Kepeserta Jamkesmas sesuai penugasan dari Kementerian Kesehatan RI tahun 2010. Hal tersebut diperkuat oleh surat Menkes RI nomor JP/Menkes/036/2011 tanggal 5 Januari 2011, bahwa pada pelaksanaan program Jamkesmas tahun 2011 Kementerian Kesehatan RI tetap memberikan kepercayaan kepada PT Askes (Persero) sebagai penyelenggara manajemen kepesertaan program.

ASKES PJKMU
Apa itu PJKMU (Program Jaminan Kesehatan Masyarakat Umum) ? Program PJKMU adalah program jaminan kesehatan bagi masyarakat dari Pemerintah Daerah yang dalam pelaksanaannya menugaskan PT Askes (Persero) untuk mengelola berdasarkan mekanisme asuransi sosial. Apa Dasar Hukum Penyelenggaraan PJKMU ?

Peraturan perundang-undangan yang menjadi landasan hukum penyelenggaraan Program Jaminan Kesehatan Masyarakat Umum (PJKMU) adalah : a. UU nomor 40 tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional. b. UU nomor 19 tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara. Pasal 66 ayat (1) Pemerintah dapat memberikan penugasan khusus kepada BUMN untuk menyelenggarakan fungsi kemanfaatan umum dengan tetap memperhatikan maksud dan tujuan kegiatan BUMN. c. UU nomor 2 tahun 1992 Tentang Usaha Perasuransian Pasal 14 ayat 1 : Program Asuransi sosial hanya dapat diselenggarakan oleh BUMN Berdasarkan landasan hukum tersebut di atas, manajemen PT.Askes (Persero) menetapkan : a. SK Direksi Nomor : 494/Kep/1207 tanggal 28 Desember 2007 tentang Program Jaminan Kesehatan Masyarakat Umum. b. SK Direksi Nomor : 09/Kep/0108 tanggal 24 Januari 2008 tentang Petunjuk Pelaksanaan Program Jaminan Kesehatan Masyarakat Umum. c. SK Direksi Nomor : 321/Kep/0709 tanggal 21 Juli 2009 tentang Petunjuk Pelaksanaan Program Jaminan Kesehatan Masyarakat Umum. d. SK Direksi Nomor : 182/Kep/0310 tanggal 31 Maret 2010 tentang Petunjuk Pelaksanaan Program Jaminan Kesehatan Masyarakat Umum. Apa Tujuan Pelaksanaan PJKMU ? Tujuan pelaksanaan Program Jaminan Kesehatan bagi Masyarakat Umum adalah:

Meningkatnya akses dan mutu pelayanan kesehatan kepada seluruh masyarakat di wilayah Propinsi atau Kabupaten/Kota, agar tercapai derajat kesehatan masyarakat yang optimal secara efektif dan efisien. Terjaminnya penyelenggaraan jaminan kesehatan dengan prinsip asuransi sosial berdasarkan prinsip managed care yaitu tersedianya pelayanan kesehatan yang bermutu dengan pembiayaan yang terkendali. Menjadi bagian dari program Pemerintah untuk menuju terselenggaranya jaminan kesehatan nasional yang mencakup semua penduduk (Universal coverage)

Bagaimana Pokok-pokok Penyelenggaraan PJKMU ? Penyelenggaraan Program : Program ini diselenggarakan dalam rangka mewujudkan jaminan pemeliharaan kesehatan bagi masyarakat umum di Propinsi/Kabupaten/Kota, dengan pokok pokok penyelenggaraan : a. Penugasan dari Pemerintah Daerah yang dilanjutkan dengan Perjanjian Kerjasama antara PT Askes (Persero) dengan Pemerintah Daerah, yang antara lain memuat tentang manajemen kepesertaan, pelayanan kesehatan dan keuangan b. Pengelolaan dana amanat dan Nirlaba dengan pemanfaatn untuk semata-mata peningkatan

kesejahteraan masyarakat umum. c. Pelayanan kesehatan bersifat menyeluruh (komprehensif) sesuai standar pelayanan medik yang cost effective dan rasional. d. Pelayanan kesehatan dilakukan berstruktur dan berjenjang. e. Mekanisme Asuransi Kesehatan Sosial f. Tranparansi dan akuntabilitas. g. Sumber dana berasal dari APBD dengan pengelompokan peruntukan untuk :

ASKES JAMKESMEN
SIAPA PESERTA PT ASKES (PERSERO) PROGRAM ASKES JAMKESMEN ?

Peserta Jamkesmen adalah Menteri atau pejabat tertentu beserta keluarganya selama yang bersangkutan menduduki jabatan dan melaksanakan tugasnya. Menteri adalah menteri yang memimpin kementerian dan pejabat yang diberi kedudukan atau hak keuangan dan fasilitas setingkat menteri. Pejabat Tertentu adalah pejabat di lingkungan Pemerintah Pusat yang memimpin lembaga pemerintah non departemen, pejabat eselon I, dan pejabat yang diberikan kedudukan atau hak keuangan dan fasilitas setingkat eselon I. Keluarga adalah istri/suami, dan anak yang masih dalam tanggungan sesuai peraturan perundang-undangan di bidang pegawai negeri sipil.

APA HAK SEBAGAI PESERTA ASKES JAMKESMEN ?


Mendapat pelayanan sesuai aturan yang berlaku dalam PMK Memperoleh Kartu Askes Jamkesmen Memperoleh pelayanan kesehatan pada fasilitas kesehatan yang ditunjuk/dipilih peserta sesuai dengan ketentuan yang berlaku Memperoleh penjelasan / informasi tentang hak, kewajiban serta tata cara pelayanan kesehatan Menyampaikan keluhan serta memperoleh tanggapan dan solusi terhadap keluhan yang disampaikan.

APA KEWAJIBAN SEBAGAI PESERTA ASKES JAMKESMEN ?


Mengisi Daftar Isian Peserta dengan data identitas diri sebagai dasar untuk penerbitan Kartu Askes Jamkesmen Mengetahui dan mentaati semua ketentuan dan prosedur yang berlaku Menggunakan haknya secara wajar sesuai ketentuan Menjaga agar Kartu Askes Jamkesmen tidak dimanfaatkan oleh yang tidak berhak Menginformasikan kepada satf Personal care Officer (PCO) di Kantor Cabang PT Askes (Persero) setempat tentang dokter pilihan / provider pilihan peserta Menghubungi PCO di Kantor Cabang PT Askes (Persero) setempat bila mendapat pelayanan di provider dalam waktu 2x24 jam.

APAKAH KARTU ASKES JAMKESMEN ITU ?

Kartu Askes Jamkesmen merupakan identitas peserta sebagai bukti yang sah dalam memperoleh pelayanan kesehatan yang wajib dimiliki oleh setiap Menteri dan Pejabat Tertentu beserta keluarganya selama melaksanakan tugasnya. PROSES KARTU JAMKESMEN

Pendataan Menteri dan Pejabat Tertentu dikoordinir melalui Departemen / Instansi/ Lembaga/ badan yang bersangkutan atau sesuai ketentuan yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan Peserta mengisi Daftar Isian Peserta Jamkesmen Menyerahkan pas foto berwarna ukuran 2x3 cm masing-masing sebanyak 2 (dua) lembar.

TEMPAT PERAWATAN Fasilitas kesehatan di seluruh Indonesia yang bekerjasama dengan PT Askes (Persero) atau provider pilihan peserta yang terdiri dari : 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. Dokter Keluarga dan Poliklinik 24 jam Dokter Spesialis RS Swasta RS Pemerintah RS TNI/POLRI Unit Pelayanan Transfusi Darah (UPTD)/PMI Apotek Optikal Laboratorium

Jaringan Pemberi Pelayanan Kesehatan (PPK)

Pelayanan Rawat Jalan Tingkat Pertama (RJTP), dapat diperoleh di : 1. Dokter keluarga yang ditunjuk 2. Dokter keluarga pilihan peserta 3. Dokter spesialis di Rumah Sakit yang ditunjuk 4. Dokter spesialis pilihan peserta Pelayanan Rawat jalan Tingkat Lanjutan (RJTL) dan Rawat Inap (RI), dapat diperoleh di Rumah Sakit Swasta yang telah ditunjuk untuk bekerjasama dengan PT Askes (Persero), atau Rumah Sakit pilihan peserta.

PROSEDUR DAN RUANG LINGKUP PELAYANAN Jaminan Pemeliharaan Kesehatan yang diberikan kepada Menteri dan Pejabat Tertentu terdiri dari : 1. Pelayanan Rawat Jalan tingkat Pertama (RJTP) 2. Pelayanan Rawat Jalan Tingkat Lanjutan (RJTL) 3. Pelayanan Rawat Inap (RI)

4. Pelayanan gigi dan mulut 5. Pelayanan persalinan 6. Pen

Jamkestama
Program Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Ketua, Wakil Ketua, dan Anggota DPR, DPD, BPK, Komisi Yudisial, Hakim Mahkamah Konstitusi dan Hakim Agung Mahkamah Agung, yang selanjutnya disebut Jaminan Kesehatan Utama (Jamkestama) adalah pelayanan kesehatan yang diberikan dengan fasilitas pelayanan yang paling tinggi selama melaksanakan tugasnya.. Siapa Saja Peserta Jamkestama ? 1. Peserta Jamkestama adalah Ketua, Wakil Ketua, dan Anggota DPR, DPD, BPK, Komisi Yudisial, Hakim Mahkamah Konstitusi dan Hakim Agung Mahkamah Agung beserta Keluarganya selama yang bersangkutan menduduki jabatan dan melaksanakan tugasnya. 2. Keluarga adalah Isteri/Suami dan Anak yang masih dalam tanggungan sesuai peraturan perundang-undangan. Apa Saja Hak Peserta ? 1. Mendapat pelayanan sesuai ketentuan dalam Peraturan Menteri Keuangan yang mengatur pelaksanaan program jaminan pemeliharaan kesehatan Ketua, Wakil Ketua, dan Anggota DPR, DPD, BPK, Komisi Yudisial, Hakim Mahkamah Konstitusi dan Hakim Agung Mahkamah Agung. 2. Memperoleh Kartu Peserta 3. Memperoleh pelayanan kesehatan pada fasilitas-fasilitas kesehatan yang bekerjasama dengan PT Askes (Persero) maupun yang dipilih sendiri oleh Peserta. 4. Memperoleh penjelasan/informasi mengenai hak dan kewajiban serta tata cara pelayanan kesehatan. Apa Saja Kewajiban Peserta ? 1. Mengisi Daftar Isian Peserta dengan data identitas diri sebagai dasar untuk penerbitan Kartu Peserta. 2. Mengetahui dan mentaati semua ketentuan dan prosedur yang berlaku 3. Menjaga agar Kartu Peserta tidak dimanfaatkan oleh pihak yang tidak berhak. 4. Memberikan informasi kepada Personal Care Officer (PCO) PT Askes (Persero) bila mendapat pelayanan di fasilitas kesehatan Apakah Personal Care Officer (PCO) ? Petugas PT Askes (Persero) yang ditunjuk untuk mempermudah akses komunikasi dalam pelayanan kesehatan setiap saat.

PCO bertanggung jawab dalam hal : a. Melayani permintaan informasi. b. Membantu penyelesaian masalah prosedur dan administrasi. c. Menangani keluhan Apakah Hospital Liason Officer (HLO) ? Petugas Rumah Sakit Jaringan Askes yang bertugas untuk membantu : a. Penyelesaian masalah prosedur dan administrasi. b. Menangani keluhan dalam mendapatkan pelayanan rawat jalan atau rawat inap. c. Menjadi penghubung antara pihak Rumah Sakit dengan PT Askes (Persero). Apakah Kartu Peserta Jamkestama ? Kartu Peserta merupakan identitas Peserta sebagai bukti yang sah dalam memperoleh pelayanan kesehatan bagi Ketua, Wakil Ketua, dan Anggota DPR, DPD, BPK, Komisi Yudisial, Hakim Mahkamah Konstitusi dan Hakim Agung Mahkamah Agung beserta keluarganya selama melaksanakan tugasnya. Bagaimanakah Penerbitan Kartu Peserta Jamkestama ? 1. Pendaftaran Peserta dikoordinir oleh Sekretariat Jenderal pada lembaga yang bersangkutan 2. Peserta mengisi Daftar Isian Peserta 3. Peserta menyerahkan pas foto berwarna ukuran 2x3 cm masing-masing sebanyak 2 (dua) lembar. Bagaimanakah Jika Ada Penggantian Peserta Dalam hal Ketua, Wakil Ketua, dan Anggota DPR, DPD, BPK, K

Askes Center
Askes Center adalah unit pelaksana Program Pelayanan Administrasi Terpadu Rumah Sakit (PPATRS) di Rumah Sakit yang merupakan unit pelayanan administrasi terpadu antara PT Askes (Persero) dengan Rumah Sakit yang menjalankan tugas dan fungsinya sesuai dengan kewenangannya masing masing dengan dasar saling percaya dan dilandasi atas hubungan kerjasama kemitraan yang baik dan benar.

Tujuan Askes Center.


Tercapainya program asuransi kesehatan yang bermutu melalui optimalisasi fungsi:

Pelayanan informasi dan penanganan keluhan Pelayanan administrasi dan penyelesaian klaim Pengendalian biaya yang bertanggung jawab Hubungan kemitraan

Formulir Pendaftaran Peserta

DIISI PESERTA PILIH SALAH SATU PERUBAHAN DENGAN MEMBERIKAN TANDA ( X ) PERUBAHAN PUSKEMAS/DR. KELUARGA PERUBAHAN DOMISILI PESERTA PERUBAHAN INSTANSI/SATKER & KANTOR BAYAR GAJI PERUBAHAN GOL/JENIS KEPESERTAAN PERUBAHAN SUSUNAN KELUARGA

1.

NAMA

2.

NOMOR KARTU PESERTA

1.

PERUBAHAN PUSKESMAS / DR. KELUARGA / DR. GIGI a. b. PUSKESMAS / DR KELUARGA DOKTER GIGI

c. 2.

PERUBAHAN PADA

PESERTA

ISTE

PERUBAHAN DOMISILI PESERTA a. b.. c.. d. JALAN KELURAHAN KECAMATAN KABUPATEN/KOTA

3.

PERUBAHAN INSTANSI/SATUAN KERJA & KANTOR PEMBAYAR GAJI a b NAMA INSTANSI / SATUAN KERJA KANTOR PEMBAYAR GAJI

4.

PERUBAHAN GOLONGAN/JENIS KEPESERTAAN a b GOLONGAN/RUANG TMT GOLONGAN/RUANG 1 = I, 2 = II, 3 = III, 4 = IV / /

JENIS KEPESERTAAN

PNS Aktif Pusat Pejabat Negara

5.

PERUBAHAN SUSUNAN KELUARGA a. PENGURANGAN PESERTA & ANGGOTA KELUARGA


1)

NAMA

2)

STATUS NO. SURAT KEMATIAN / CERAI

PESERTA

ISTE

3)

4) NOMOR KARTU PESERTA

b. PENAMBAHAN ANGGOTA KELUARGA


1)

NAMA STATUS TANGGAL LAHIR ISTERI/SUAMI / Laki-laki /

2)

3)

4) JENIS KELAMIN 5) 6) PUSKESMAS/DR. KELUARGA DOKTER GIGI

Perem

7) NOMOR KARTU PESERTA*

1)

NAMA STATUS TANGGAL LAHIR ISTERI/SUAMI / Laki-laki /

2)

3)

4) JENIS KELAMIN 5) 6) PUSKESMAS/DR. KELUARGA DOKTER GIGI

Perem

7) NOMOR KARTU PESERTA*

1)

NAMA STATUS TANGGAL LAHIR ISTERI/SUAMI / Laki-laki /

2)

3)

4) JENIS KELAMIN 5) 6) PUSKESMAS/DR. KELUARGA DOKTER GIGI

Perem

7) NOMOR KARTU PESERTA*


Ket : *) diisi oleh petugas PT Askes (Persero)

Pedoman Bagi Peserta


Peserta adalah :

Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan calon PNS (tidak termasuk PNS/CPNS di lingkungan Kementerian Pertahanan/TNI/POLRI), Pejabat Negara, Penerima Pensiun (Pensiunan PNS, pensiunan PNS di lingkungan Kementerian Pertahanan, Pensiunan TNI/POLRI, Pensiunan Pejabat Negara), Veteran dan Perintis Kemerdekaan beserta anggota keluarga yang ditanggung. Pegawai Tidak Tetap pengangkatan pusat (Tenaga Medis dan Bidan) tidak termasuk anggota keluarga.

Anggota Keluarga yang ditanggung :

Istri / suami yang sah dari peserta yang mendapat tunjangan istri/suami (Daftar istri / suami yang sah yang tercantum dalam daftar gaji / slip gaji, dan termasuk dalam daftar penerima pensiun/carik Dapem). Anak (anak kandung / anak tiri / anak angkat) yang sah dari peserta yang mendapat tunjangan anak, yang tercantum dalam daftar gaji/slip gaji, termasuk dalam daftar penerima pensiun/carik Dapem, belum berumur 21 tahun atau telah berumur 21 tahun sampai 25 tahun namun masih mengikuti pendidikan formal, belum menikah, belum berpenghasilan dan masih menjadi tanggungan peserta. Jumlah anak yang ditanggung maksimal 2 (dua) anak sesuai dengan urutan tanggal lahir, termasuk didalamnya anak angkat maksimal satu orang.

HAK PESERTA 1. Memperoleh Kartu Peserta. 2. Memperoleh penjelasan/informasi tentang hak, kewajiban serta tata cara pelayanan kesehatan. 3. Mendapatkan pelayanan kesehatan di fasilitas kesehatan yang bekerjasama dengan PT Askes (Persero), sesuai dengan hak dan ketentuan yang berlaku. 4. Menyampaikan keluhan/pengaduan, kritik dan saran secara lisan atau tertulis ke Kantor PT Askes (Persero). KEWAJIBAN PESERTA 1. Mengurus Kartu Peserta dan melaporkan perubahan data peserta. 2. Menjaga Kartu Peserta agar tidak rusak, hilang atau dimanfaatkan oleh orang yang tidak berhak. 3. Mentaati semua ketentuan dan tata cara pelayanan kesehatan. 4. Membayar iuran sesuai ketentuan pemerintah yang berlaku

TENTANG KARTU PESERTA 1. Sebagai identitas Peserta. 2. Sebagai syarat untuk memperoleh pelayanan kesehatan di fasilitas kesehatan yang bekerjasama dengan PT. Askes (Persero). 3. Setiap Peserta memiliki 1 (satu) Kartu Peserta dengan nomor yang unik dan tetap. 4. Berlaku secara Nasional. 5. Kartu Peserta berlaku selama Peserta masih mempunyai hak. CARA MEMPEROLEH KARTU PESERTA Mengisi Data Induk Daftar Isian Registrasi Peserta dan melampirkan pasfoto terbaru masingmasing 1 (satu) lembar ukuran 3 x 4 cm, kecuali bagi anak usia balita serta menunjukkan persyaratan : 1. Asli / fotokopi Surat Keputusan sebagai Pegawai Negeri Sipil / Pensiunan / Petikan Gelar Kehormatan Veteran / Perintis Kemerdekaan / Pegawai Tidak Tetap. 2. Fotokopi Daftar Gaji terakhir yang dilegalisir bagi PNS dan Surat Tanda Bukti Penerima Pensiun (STBPP) bagi Penerima Pensiun. 3. Fotokopi Surat Nikah, Akte Kelahiran Anak/Keterangan Lahir, Surat Keputusan Pengadilan Negeri untuk Anak Angkat. 4. Surat Keterangan dari Sekolah/ Perguruan Tinggi (bagi anak berusia lebih dari 21 tahun sampai dengan 25 tahun). 5. Asli / fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP). 6. Surat Pernyataan/Keterangan Melaksanakan Tugas Perorangan (SPMT) bagi Pegawai tidak tetap pengangkatan Pusat (Tenaga medis dan Bidan) PENGGANTIAN KARTU PESERTA Penggantian kartu Peserta dilakukan apabila terjadi hal-hal berikut ini: 1. Kartu Peserta Hilang. 2. Kartu Peserta Rusak. CARA PENGGANTIAN KARTU PESERTA 1. Kartu Peserta Hilang 1. Menyerahkan 143