Anda di halaman 1dari 32

Syok merupakan keadaan darurat yang disebabkan oleh kegagalan perfusi darah ke jaringan, sehingga mengakibatkan gangguan metabolisme

sel. ( Agus, Budi.2002) Syok dapat didefinisikan sebagai sindroma akibat menurunnya perfusi jaringan yang diikuti dengan hipoksia, selular dan berbagai disfungsi dari organ vital. ( abrani !ab. "##$ ) Syok adalah %etidak&ukupan perfusi oksigen dan 'at gi'i ke sel(sel tubuh. %egagalan memperbaiki perfusi menyebabkan kematian sel yang progresif, gangguan fungsi organ dan akhirnya kematian penderita. ( dr. Suk)an *andali. "#$$ ) Syok adalah Suatu keadaan klinis akibat jaringan yang tidak adekuat. ( +i&hael ,liastam."##-). 2. 2 +a&am(ma&am Syok ") Syok *ipovolemik Syok hipovolemik disebut juga dengan syok preload yang ditandai dengan menurunnya volume intravaskuler baik oleh karena perdarahan maupun oleh karena hilangnya &airan tubuh. 2) Syok %ardiogenik Syok %ardiogenik adalah Syok yang terjadi akibat kegagalan pompa jantung (pump failure ). .) Syok /istributif v Syok Septik Syok septi& adalah syok yang terjadi akibat dari infeksi yang berat dan sebagai komplikasi dari penyakit yang beragam. v Syok 0eurogenik Syok 0eurogenik adalah syok yang disebabkan oleh gangguan susunan saraf simpatis,yang menyebabkan dilatasi arteriola dan kenaikan kapasitas vas&ular. v Syok Anapilaktik Syok anapilaktik adalah syok yang terjadi se&ara akut yang di sebabkan oleh reaksi alergi. -) Syok 1bstruktif Syok obstruktif adalah syok yang terjadi akibat penyumbatan pada pembuluh darah sentral baik arteri maupun vena di mana tidak terdapat system kolateral. ahapan Syok %eadaan syok akan melalui tiga tahapan mulai dari tahap kompensasi (masih dapat ditangani oleh tubuh), dekompensasi (sudah tidak dapat ditangani oleh tubuh), dan ireversibel (tidak dapat pulih).

ahap kompensasi adalah tahap a)al syok saat tubuh masih mampu menjaga fungsi normalnya. anda atau gejala yang dapat ditemukan pada tahap a)al seperti kulit pu&at, peningkatan denyut nadi ringan, tekanan darah normal, gelisah, dan pengisian pembuluh darah yang lama. 2ejala(gejala pada tahap ini sulit untuk dikenali karena biasanya individu yang mengalami syok terlihat normal. ahap dekompensasi dimana tubuh tidak mampu lagi mempertahankan fungsi(fungsinya. 3ang terjadi adalah tubuh akan berupaya menjaga organ(organ vital yaitu dengan mengurangi aliran darah ke lengan, tungkai, dan perut dan mengutamakan aliran ke otak, jantung, dan paru. anda dan gejala yang dapat ditemukan diantaranya adalah rasa haus yang hebat, peningkatan denyut nadi, penurunan tekanan darah, kulit dingin, pu&at, serta kesadaran yang mulai terganggu. ahap ireversibel dimana kerusakan organ yang terjadi telah menetap dan tidak dapat diperbaiki. ahap ini terjadi jika tidak dilakukan pertolongan sesegera mungkin, maka aliran darah akan mengalir sangat lambat sehingga menyebabkan penurunan tekanan darah dan denyut jantung. +ekanisme pertahanan tubuh akan mengutamakan aliran darah ke otak dan jantung sehingga aliran ke organ(organ seperti hati dan ginjal menurun. *al ini yang menjadi penyebab rusaknya hati maupun ginjal. 4alaupun dengan pengobatan yang baik sekalipun, kerusakan organ yang terjadi telah menetap dan tidak dapat diperbaiki. 2.. ,tiologi ") Syok hipovolemik /isebabkan oleh penurunan volume darah efektif. %ekurangan volume darah sekitar "5 sampai 25 persen, biasanya akan menyebabkan penurunan tekana darah sistolik6 sedangkan defi&it volume darah lebih dari -5 persen umumnya fatal. Syok setelah trauma biasanya jenis hipovolemik, yang disebabkan oleh perdarahan (internal dan eksternal) atau karena kehilangan &airan kedalam jaringan kontusio atau ke usus yang mengembang. %erusakan jantung dan paru dapat juga menyokong masalah ini se&ara bermakna. Syok akibat kehilangan &airan berlebihan bisa juga timbul pada pasien luka bakar yang luas. 2) Syok kardiogenik /isebabkan oleh ganguan fungsi jantung sebagai pompa seperti pada infark miokardium akut, tamponade jantung atau emboli pulmori atau setelah operasi jantung terbuka. Aritmia dapat juga banyak menurunkan &urah

jantung dan tekanan darah. .) Syok /istributif 7 Syok Septik /isebabkan oleh infeksi,yang disebabkan oleh bakteriemia dan organisme enteri& gram negative yaitu ,s&heri&ia &oli, %lebsiella, ,nteroba&ter, 8roteus, 8seudomonas, dll. 9enis hiperdinamik, yang &urah jantungnya normal atau meningkat, terjadi bila volume darah &ukup tetapi infeksi menggangu metabolisme sel sehinggah sel jaringan tak dapat menggunakan glukosa dan oksigen yang diangkut darah padanya se&ara adekuat. 8ada tipe hopodinamik, penderita menjadi hipovolemik, biasanya karena kebo&oran &airan dari kapiler keruangan interstisial. %adang(kadang volume darah normal, tetapi kapasitas vas&ular meningkat, yang menyebabkan hipovolemik relatif. 7 Syok 0eurogenik /isebabkan oleh gangguan susuna saraf simpatik, yang menyebabkan dilatasi arteriola. /an kenaikan kapasitas vaskuler. ekanan darah sistolik biasanya akan turun hingga di ba)ah $0 sampai #0 mm*g )alaupun &urah jantung normal atau menigkat. 8ingsan yang biasa merupakan &ontoh syok neurogenik sementara. %erusakan medua spinalis servikalis merupakan sebab tersering syok neurogenik traumatik. rauma pada otak sendiri hampir tak pernah menyebabkan syok. %enyataannya ia hampir selalu menimbulkan kenaikan tekanan darah. Biasanya trauma kepala parah meningkatkan tekanan intrakranial dan mengurangi perfusi serebral. Se&ara reflektorik ia merangsang pusat vasomotor untuk meningkatkan vasokontraksi perifer dan meningkatkan tekanan darah. 8ada tahap kematian otak yang sangat lanjut, bisa terjadi hipotensi karena disfungsi pusat vasomotor dalam medula oblongata, tetapi hanya terjadi di setelah pernapasan spontan berhenti. 7 Syok Anafilaktik /isebabkan oleh pelepasan masih histamin dan bahan vasoaktif dari sel yang telah tersensitisasi sebelumnya terhadap 'at spesifik seperti penisilin, sengatan lebah atau kerang. %olaps kardiovaskuler mendadak dengan atau tanpa disfungsi pernapasan atau obstruksi jalan pernapasan karena bronkokonstriksi, edema angioneurotik, atau urtikaria pada saluran pernapasan, jarang terjadi. -) Syok 1bstruktif Syok 1bstruktif terjadi karena terdapat penyumbatan

pada pembuluh darah sentral baik arteri maupun vena di mana tidak terdapat system kolateral. %eadaan ini terjadi terutama pada embolus arteri pulmonalis dan aorta di mana pembuluh darah pulmonalis tersumbat oleh thrombus sehingga menyebabkan kedua paru tidak terdapat aliran dari pembuluh darah pulmonal. Syok ini juga dapat pula terjadi oleh karena terpotongnya aorta, berkumpulnya &airan di dalam ruang peri&ardium oleh karena infeksi, gagal ginjal, atau tumor sehingga terjadi temponade. 2.- anda dan 2ejala Se&ara umum didapatkan gambaran kegagalan perfusi jaringan yang terjadi melalui salah satu mekanisme di ba)ah ini : a) Berkurangnya volume sirkulasi (syok hipovolemik ) b) %egagalan daya pompa jantung ( syok kardiogenik ) &) 8erubahan resistensi pembuluh darah perifer( penurunan tonus vasomotor ( syok anafilaktik, neurogenik, dan kegagalan endokrin ) atau peningkatan resistensi (syok septi&, obstruksi aliran darah ) 2ejala yang tampak : ". System jantung dan pembuluh darah ; *ipotensi, sistolik < #0 mm*g atau .0 mm*g dari semula. ; akikardi, denyut nadi = "00>menit, ke&il, lemah>tak teraba ; 8enurunan aliran darah koroner. ; 8enurunan aliran darah kulit, sianotik, dingin dan basah6 pengisapan kapiler yang lambat. 2. System saluran napas *iperventilasi akibat anorki jaringan, penurunan venous return serta peninggian physiologi&al dead spa&e dalam paru. .. System syaraf pusat Akibat hipoksi terjadi peninggian permeabilitas kapiler yang menyebabkan edema serebri dengan gejala penurunan kesadaran. -. System saluran kemih 1ligori (diuresis < .0 ml>jam), dapat berlnjut menjadi anuri, uremi akibat payah ginjal akut. 5. 8erubahan biokimia)i : terutama pada syok yang lama dan berat : Asidosis metabolik akibat anoksi jaringan dan gangguan fungsi ginjal.

*iponatremi dan hiperkalemi, dan *iperglikemi. able tanda(tanda klinis syok : 9eni s kulit /ada ?ene( vena leher ? @ain( lain *ipovolemi k dingin, lembab , pu&at, berbint ik( bintik idak ada kelaina n idak terab a akep nea, takika rdi, hipote nsi haus %ardiogenik /ingin, lembab , berkeri ngat banyak . idak ada kelaina n atau dapat juga

ditemu kan tanda( tanda gagal jantun g konges if. +ung kin didap atkan adany a bend unga n 2allop :Atau bising jantun g mung kin dapat dideng ar. Septik *angat dan kemera han atau dingin dan pu&at atau sianosi s. idak ada kelaina n, ke&uali

ditemu kan adanya pneum onia. idak terab a akip nea, takika rdi, hipote nsi. anda( tanda infeks i fokal atau koagul asi intrav askule r disemi nata ( /AB ) 0eurogenik *angat dan kering idak ada kelaina n. B?8 drop / menur un, empe ratur menur un, *ypot ensi.

1ligur i> anuri, 8ols lambat , Status menta l: &emas, letargi ,koma, /ilatas i vena. Anafilaktik Crtikar ia, ber&ak( ber&ak, makulo pular atau angioe dema. +ungk in didapa tkan bising, mengi, batuk, sianosi s. idak terab a akip nea, hipote nsi, takika rdi, atau bradik ardi.

Anfeks i konju ngtiva , mual, munta h, nyeri abdom en, diare. 1bstruktif turgor menur un, mata &ekung , mukos a lidah kering. emboli paru tamp onade kordi s hipert ensi pulmo ner prime r, koark tasio aorta 2.5 8athofisiologi /asar patofisiologi dari syok adalah penurunan perfusi darah ke berbagai organ tubuh. 1leh karena itu,baik oksigen maupun bahan nutrisi ke jaringan maupun sisa(sisa dari jaringan tubuh tidak dapat diangkut. %egagagalan jantung untuk memompakan darah dan &airan tubuh dapat di bagi atas kegagalan 8reload dan kegagalan afterload :

a) %egagalan 8reload /alam beberapa hal untuk menilai terjadinya syok maka terjadinya: ; 8enurunan &ardia& output ( preload ) ; 8enurunan volume intravaskuler dan menyebabkan venus return menurun (salah satu bentuk penurunan intravaskuler ini adalah pada syok hipovolemik ) ; 8enurunan tahanan sistemik vaskuler (system vas&ular resistan&e ) sebagai mekanisme kompensasi penurunan &ardia& output ; onus vasomotor vena ( venous vasomotor tone ) juga menurun yang disebabkan oleh karena menurunnya volume intravas&ular, volume venus return dan &ardia& output. %eadaan ini terutama terjadi pada syok anapilaktik, syok neurogenik dan syok septi&. Selain fa&tor tersebut di atas dapat pula dilihat peninggian tekanan intratorasis, peninggian tekanan intraperikardiak dan takikardi. Cntuk mengatasi syok diperlukan pengetahuan dasar patofisiologi dan teknik dalam mengatasi syok. 8ada prinsipnya syok disebabkan oleh berbagai penyakit dan syok bukanlah penyakit akan tetapi keadaan akhir dari berbagai penyakit. b) %egagalan Afterload erjadinya penurunan afterload yang disebabkan oleh miokard, menurunnya &omplian&e aorta, stenosis aorta dan edema pulmoner. Akan tetapi syok banyak dihubungkan dengan menurunnya daya kontraksi dari miokard. /i samping itu dapat pula timbul oleh karena aritmi. %esimpulannya : %egagalan preload terjadi oleh karena volume sirkulasi menurun, kegagalan output terjadi oleh fa&tor miokard sementara kegagalan afterload terjadi oleh karena vasokonstriksi pembuluh darah yang meningkat misalnya oleh karena hipertensi. 2. D 8ath)ay /ikutip dari 2uyton, A. B ( "#$D ). eEt book of medi&al physiologi ( Fth ed ). 8hiladelphia : 4. B. Saunders : in Agnatavi&ius, /. /., and Bayne, +. ?. ( ,ds ) ("##" ). +edi&al( surgi&al nursing : A 0ursing pro&ess approa&h ( p. -0- ) 8hiladelphia : 4.B. Saunders. 2.F 8emeriksaan 8enunjang ") Syok *ipovolemik 8emeriksaan @aboratorium :

Setelah anamnesis dan pemeriksaan fisis dlakukan, langkah diagnosis selanjutnya tergantung pada penyebab yang mungkin pada hipovolemik, dan stabilitas dari kondisi pasien itu sendiri. 8emeriksaan laboratorium a)al yang sebaiknya dilakukan antara lain: analisis Bomplete Blood Bount (BBB), kadar elektrolit (0a, %, Bl, *B1., BC0, kreatinin, kadar glukosa), 8 , A8 , A2/, urinalisis (pada pasien yang mengalami trauma), dan tes kehamilan. /arah sebaiknya ditentukan tipenya dan dilakukan pen&o&okan. 8emeriksaan !adiologi : 8asien dengan hipotensi dan>atau kondisi tidak stabil harus pertama kali diresusitasi se&ara adekuat. 8enanganan ini lebih utama daripada pemeriksaan radiologi dan menjadi intervensi segera dan memba)a pasien &epat ke ruang operasi. . @angkah diagnosis pasien dengan trauma, dan tanda serta gejala hipovolemia langsung dapat ditemukan kehilangan darah pada sumber perdarahan. 8asien trauma dengan syok hipovolemik membutuhkan pemeriksaan ultrasonografi di unit ga)at darurat jika di&urigai terjadi aneurisma aorta abdominalis. 9ika di&urigai terjadi perdarahan gastrointestinal, sebaiknya dipasang selang nasogastrik, dan gastri& lavage harus dilakukan. Goto polos dada posisi tegak dilakukan jika di&urigai ulkus perforasi atau Sindrom Boerhaave. ,ndoskopi dapat dilakukan (biasanya setelah pasien tertangani) untuk selanjutnya men&ari sumber perdarahan. es kehamilan sebaiknya dilakukan pada semua pasien perempuan usia subur. 9ika pasien hamil dan sementara mengalami syok, konsultasi bedah dan ultrasonografi pelvis harus segera dilakukan pada pelayanan kesehatan yang memiliki fasilitas tersebut. Syok hipovolemik akibat kehamilan ektopik sering terjadi. Syok hipovolemik akibat kehamilan ektopik pada pasien dengan hasil tes kehamilan negatif jarang, namun pernah dilaporkan. 9ika di&urigai terjadi diseksi dada karena mekanisme dan penemuan dari foto polos dada

a)al, dapat dilakukan transesofageal e&ho&ardiography, aortografi, atau B (s&an dada. 9ika di&urigai terjadi &edera abdomen, dapat dilakukan pemeriksaan GAS (Go&used Abdominal Sonography for rauma) yang bisa dilakukan pada pasien yang stabil atau tidak stabil. B (S&an umumnya dilakukan pada pasien yang stabil. 9ika di&urigai fraktur tulang panjang, harus dilakukan pemeriksaan radiologi. 2) Syok %ardiogenik H 8emeriksaan foto toraks biasanya menunjukkan jantung normal atau membesar disertai tanda(tanda edema paru. 8ada infark ventrikel kanan, didapatkan gambaran foto toraks normal. H 8ada sebagian besar kasus syok kardiogenik didapatkan tanda(tanda infark miokard akut, dengan atau tanpa gelombang I. Amplitudo gelombang I!S yang rendah dapat ditemukan pada keadaan efusi perikardial dengan tanda(tanda tamponade jantung . 8ada infark ventrikel kanan, dapat ditemukan adanya gambaran elevasi segmen S pada sadapan ?-!. H 8emeriksaan ,%2 pada syok kardiogenik akibat infark miokard akut menunjukkan tanda(tanda hipokinetik yang nyata dari ventrikel kiri yang difus atau seg mental. 8emeriksaan ini juga penting untuk mengetahui adanya efusi perikardial, kelainan katup, dan adanya ruptur septum interventrikel. H Sebelum ada kateter S)an(2an', monitor hemodinamik diperoleh dengan pemasangan B?8 dengan nilai normal -($ &m*2 1. Sebelum dapat mengukur 8B48, B?8 digunakan untuk mengukur tekanan atrium kiri dan tekanan vena pulmonalis dengan anggapan tekanan ini akan dihantarkan tanpa mengalami perubahan ke arteri pulmonalis, jantung kanan, dan vena sentral. /engan kateter S)an(2an', dapat diukur tekanan darah jantung kanan, tekanan darah arteri pulmonalis, 8B48, &urah jantung, dan tekanan parsial 1 2 dari miEed venous atau tekanan saturasi 1 2 dari miEed venous. 8asien dengan keadaan hemodinamik tidak stabil tidak dapat dinilai se&ara klinis, sehingga kemampuan kateter ini merupakan prosedur yang penting. Se&ara umum kateter ini sebaiknya digunakan bila analisis hemodinamik yang akurat tidak dapat diperoleh se&ara noninvasif

H Bila penyebab edema paru hanya karena tekanan hidrostatik yang meningkat, maka nilai 8B48 mempunyai korelasi yang baik dengan gambaran foto toraks. Bila 8B48 < "$ mm*g, edema paru belum terjadi. ,dema paru mulai terjadi bila 8B48 "$(25 mm*g. Bila 8B48 = 25 mm*g, maka gambaran edema paru akan jelas terlihat padafoto toraks. H Cmumnya didapatkan korelasi yang baik antara 8B48 dengan tekanan atrium kiri dantekanan pengisian ventrikel kiri (left ventri&le end diastoli& pressure, @?,/8), sehingga dapat digunakan sebagai pedoman terapi. etapi perubahan @?,/8 (dan juga 8B48) tidak dapat menunjukkan se&ara akurat perubahan preload ventrikel kiri. H %adar asam laktat darah arteri merupakan &ara tidak langsung untuk mengetahui adanya perfusi jaringan yang tidak adekuat. %adarnormal adalah < ",5 m,J>" (5("5 mg>"00 ml). Bila asarn laktat meningkat sampai = $ m,J>" pada pasien infark miokard akut, maka mortalitasnya #0K atau lebih. H 8ada pasien yang mengalami syok, pengukuran tekanan darah dengan sfigmomanometer seringkali tidak akurat, sehingga pengukuran memerlukan penggunaan kateter intraarteri. ekanan darah intraarteri diperoleh dengan menggunakan ind)elling &atheter yang dimasukan se&ara retrograd melalui arteri brakialis atau arteri femoralis sampai ke aorta sentralis. H Burah jantung ditentukan besarnya dengan menggunakan metode Gi&k, metode dye dilution, atau metode hemodilusi. H 8engukuran aliran darah splanknikus akan berguna dalam monitoring hemodinarnik pasien. %arena tidak mungkin dilakukan se&ara langsung, maka dapat digunakan pengukuran diuresis tiap jam. .) Syok /istributif 7 Syok Septik Biakan : dari darah, sputum, urine, luka operasi atau non(operasi, sinus(sinus, dan aliran invasive (selang atau kateter ). *asil positif tidak perlu untuk diagnosis. *S/ : S/8 biasanya akan naik, akan menurun dengan berkembangnya syok. S+A(F : mungkin akan terlihat hiperglikemia,diikuti dengan hipoglikemia pada fase lanjut.

2as(gas darah arteri: alkalosis,respiratorik terjadi pada sepsis ( ph = F,-5 6 pB1 2 < .5 ) dengan hipoksemia ringan ( 812 < $0 ). S&an B : mungkin diperlukan untuk mengidentifikasi kemungkinan lokasi abses. !adiograf dada dan abdomen : dapat menampakan proses(proses penularan. 7 Syok 0eurogenik H /arah (*b, *mt, leukosit, golongan darah) H kadar elektrolit, H kadar ureum H kreatinin H 2lukosa darah. H Analisa gas darah H ,%2 7 Syok Anapilaktik /iperlukan ,%2 dan analisis gas darah untuk penegakan diagnosis. 8eningkatan hematokrit umum ditemukan sebagai hasil hemokonsentrasi dari permeabilitas pembuluh darah. Serum mast &ell tryptase ( biasanya meningkat). H darah lengkap, S21 , @/*, Goto paru dan ,B2 -) Syok 1bstruktif /arah (*b, *mt, leukosit, golongan darah) kadar elektrolit, kadar ureum kreatinin 2lukosa darah. Analisa gas darah H ,%2 2.$ 8enatalaksanaan +edis 2a)at /arurat 8enanggulangan syok dimulai dengan tindakan umum yang bertujuan untuk memperbaiki perfusi jaringan6 memperbaiki oksigenasi tubuh6 dan mempertahankan suhu tubuh . indakan ini tidak bergantung pada penyebab syok. /iagnosis harus segera ditegakkan sehingga dapat diberikan pengobatan kausal. Segera berikan pertolongan pertama sesuai dengan prinsip resusitasi ABB : H 9alan nafas (A L air )ay) harus bebas kalau perlu dengan pemasangan pipa endotrakeal. H 8ernafasan (B L breathing ) harus terjamin, kalau perlu dengan memberikan ventilasi buatan dan pemberian oksigen "00K.

H /efisit volume peredaran darah (B L &ir&ulation) pada syok hipovolemik sejati atau hipovolemia relatif (syok septik, syok neurogenik, dan syok anafilaktik) harus diatasi dengan pemberian &airan intravena dan bila perlu pemberian obat(obatan inotropik untuk mempertahankan fungsi jantung atau obat vasokonstriktor untuk mengatasi vasodilatasi perifer. Segera menghentikan perdarahan yang terlihat dan mengatasi nyeri yang hebat, yang juga bisa merupakan penyebab syok. 8ada syok septik, sumber sepsis harus di&ari dan ditanggulangi. @angkah(langkah yang perlu dilakukan sebagai pertolongan pertama dalam menghadapi syok: 8osisi ubuh ". 8osisi tubuh penderita diletakkan berdasarkan letak luka. Se&ara umum posisi penderita dibaringkan telentang dengan tujuan meningkatkan aliran darah ke organ(organ vital. 2. Apabila terdapat trauma pada leher dan tulang belakang, penderita jangan digerakkan sampai persiapan transportasi selesai, ke&uali untuk menghindari terjadinya luka yang lebih parah atau untuk memberikan pertolongan pertama seperti pertolongan untuk membebaskan jalan napas. .. 8enderita yang mengalami luka parah pada bagian ba)ah muka, atau penderita tidak sadar, harus dibaringkan pada salah satu sisi tubuh (berbaring miring) untuk memudahkan &airan keluar dari rongga mulut dan untuk menghindari sumbatan jalan nafas oleh muntah atau darah. 8enanganan yang sangat penting adalah meyakinkan bah)a saluran nafas tetap terbuka untuk menghindari terjadinya asfiksia. -. 8enderita dengan luka pada kepala dapat dibaringkan telentang datar atau kepala agak ditinggikan. idak dibenarkan posisi kepala lebih rendah dari bagian tubuh lainnya. 5. %alau masih ragu tentang posisi luka penderita, sebaiknya penderita dibaringkan dengan posisi telentang datar. D. 8ada penderita(penderita syok hipovolemik , baringkan penderita telentang dengan kaki ditinggikan .0 &m sehingga aliran darah balik ke jantung lebih besar dan tekanan darah menjadi meningkat. etapi bila penderita menjadi lebih sukar bernafas atau penderita menjadi kesakitan segera turunkan kakinya kembali.

8ertahankan !espirasi ". Bebaskan jalan napas. @akukan penghisapan, bila ada sekresi atau muntah. 2. engadah kepala(topang dagu, kalau perlu pasang alat bantu jalan nafas (2udel>oropharingeal air)ay ). .. Berikan oksigen D liter>menit -. Bila pernapasan>ventilasi tidak adekuat, berikan oksigen dengan pompa sungkup (Ambu bag ) atau , . 8ertahankan Sirkulasi Segera pasang infus intravena. Bisa lebih dari satu infus. 8antau nadi, tekanan darah, )arna kulit, isi vena, produksi urin, dan (B?8). Bari dan atasi penyebab syok ; Syok *ipovolemik H Bila disebabkan perdarahan, hentikan dengan tourniket balut tekan atau penjahitan. H +eletakan penderita dalam posisi syok : 7 %epala setinggi atau sedikit lebih tinggi dari pada dada. 7 ubuh hori'ontal atau dada sedikit lebih rendah 7 %edua tungkai lurus, diangkat 200. H 8erhatikan keadaan umum dan tanda(tanda vital6 pelihara jalan napas. Bila perlu lakukan resusitasi. H 8emberian &airan : 7 Bairan diberikan sebanyak mungkin dalam )aktu singkat ( dengan penga)asan tanda vital ) 7 Sebelum darah tersedia atau pada syok yang bukan disebabkan oleh perdarahan, dapat diberikan &airan : v 8lasma : 8lasmanate v 8lasma eEpander : 8lasmafusin (maksimum 20 ml>kgBB), /eEtran F0 ( maksimum"5 ml> kgBB ),8ersiton, Subtosan, *ema&ell plasma eEpander dalam jumlah besar dapat mengganggu mekanisme pembentukan darah. v Bairan lain : !inger @aktat, 0aBl 0,#K. *arus dikombinasikan dengan &airan lain karena &epat keluar ke ruang ekstravaskuler. 7 Cntuk memperoleh hasil yang optimal, letakan botol infuse setinggi mungkin dan gunakan jarum yang besar6 bia perlu gunakan beberapa vena sekaligus. 7 8enga)asan yang perlu : v Auskultasi paru untuk men&ari tanda over(

hidrasi, berupa ronki basah halus di basal akibat edema paru. v B?8 ( bila mungkin ) dipertahankan pada "D "# &m *21 v 8engukuran diuresis melalui pemasangan kateter, pertahankan sekitar .0 ml>jam. 7 %e&uali pada syok ireversibel, perbaikan keadaan biasanya ter&apai setelah pemberian M .000 ml &airan koloid ( plasma > plasma eEpander ), bila digunakan &airan nonkoloid bisa sampai $000 ml. H 8emberian obat(obat suportif : a. ?asodilator /apat diberikan setelah terdapat perbaikan ke dalam umum, sambil terus diberikan &airan, dengan tujuan : 7 /iagnosti&, bila terjadi penurunan tekanan darah berarti tubuh masih kekurangan &airan. 7 erapeutik, untuk memperbaiki perfusi organ penting dengan membuka pre dan post &apillary sphin&ter. 7 Asoproterenol (Asuprel) v /osis 2 mg dalam 500 ml glukosa 5("0K. v etesan disesuaikan untuk mempertahankan tekanan sistolik disekitar D0 mm*g. v idak dapat diberikan bila frekuensi jantung = "20 >menit atau diketahui mempunyai kelainan jantung karena mempunyai efek memperbesar kebutuhan oksigen jantung dan mempertinggi iritabilitas miokardium. v *entikan pengobatan bila frekuensi jantung "50>menit atau aritmik. 7 /opamin v /osis 200 mg dalam 250 ml glukosa 5("0K. v 9umlah tetesan mula(mula 2 m&g>kgbb>menit, kemudian di sesuaikan dengan tekanan darah. v /apat digunakan sebagai pengganti isoproterenol. 7 Alpha adrenergi& blo&kers v Genoksiben'amin (/iben'yline) "mg>kgbb dalam 250(500 ml glukosa 5K atau 0aBl 0,#K per drip, atau, v %lorproma'in (@arga&til) N ( " mg> kgbb iv lambat.

b. ?asokonstriktor ( norepinefrin, Aramine O ,ffortil ) idak dianjurkan karena dapat memperburuk sirkulasi organ penting. &. %ortikosteriod Bila se&ara klinik derajat syok tidak sesuai dengan pendarahan atau bila dengan penggantian &airan yang adekuat tidak terlihat perbaikan, pikirkan kemungkinan insufisiensi korteks adrenal. Cntuk itu berikan kortikosteroid dosis besar, misalnya hidrokortison .00 mg iv lambat ( dalam .0 detik ), dapat diulang sampai men&apai total 2(D gram >2jam. /apat juga digunakan preparat lain dengan perbandingan dosis : kortison 25, hidrokortison 20, metal prednisolon - dan deksametason 0,F5. Sering memberikan efek yang memuaskan terutama pada syok hipovolemik dan syok septik. d. %oreksi asidosis /iberikan 0a(bikarbonat dengan dosis (0,. berat badan base eE&ess) meJ iv. e. /iureti& Bila tekanan darah dan B?8 telah membaik tetapi diuresis tetap < .0 ml>jam, berikan manitol 20K "00 ml per drip dalam )aktu satu jam : 7 Bila setelah itu diuresis . -0 ml>jam, pertahankan dengan dosis manitol ulangan sampai men&apai dosis maksimum "00 gram>2- jam 7 Bila tetap < -0 ml>jam, berikan asam etakrinat (,de&rine ) 50("00 mg iv : v Bila diuresis membaik ( = -0 ml>jam ) pertahankan dengan kombinasi manitol dan asam etakrinat. v Bila tatap < -0 ml>jam, di anggap telah terjadi payah ginjal akut. ; Syok kardiogenik /iketahui dari ri)ayat>adanya kelainan jantung yang mendahului, didukung dengan pemeriksaan ,%2. /ibedakan antara syok kardiogenik koroner , disebabkan oleh insufisiensi koroner atau infark jantung. Syok kardiogenik nonkoroner disebabkan oleh payah jantung, miokarditis akut atau aritmi. Selain pengobatan terhadap penyebab, dapat diberikan pula : 0orepinefrin ( @evophed ) 2 mg dalam 500 ml glukosa 5K per drip dengan tetesan disesuaikan dengan tekanan darah ( maksimum -$ m&g>menit ). /i berikan pada syok kardiogenik koroner dan syok

kardiogenik nonkoroner dengan frekuensi denyut jantung "20>menit Asoproterenol (Asuprel ) di berikan pada syok kardiogenik nonkoroner dengan frekuensi denyut jantung "20>menit ( lihat di atas ). ; Syok /istributif v Syok 0eurogenik ( ?aso(vagal(syn&ope). 7 8enderita segera dibaringkan dengan kepala lebih rendah6 pada pemeriksaan mungkin di dapatkan bradikardi. 7 *ilangkan penyebab6 bila perlu dapat diberikan analgetik. 7 /alam hal lesi sumsum tulang, berikan kortikosterol untuk men&egah edema sumsum tulang. Biasanya penderita akan sadar beberapa saat kemudian setelah sirkulasi serebal membaik oleh tindakan tindakan di atas. v Syok septi& Sering didahului oleh infeksi sistemik yang berat, terutama oleh bakteri gram negatif. %eadaan penderita berubah dari demam tinggi menjadi syok dengan penurunan kesadaran, kulit dingin dan basah dan hipotensi6 sering diikuti dengan /AB. %ultur darah tidak selalu positif, terutama bila penderita telah mendapat antibioti& sebelumnya. 8era)atan dan penga)asan umum. erapi &airan, bila mungkin dengan monitoring B?8 Antibotik P Sebelum ada hasil kultur darah, berikan kombinasi antibioti& yang kuat, misalnya antara golongan penisilin>peni&illinase resistant peni&illin dengan gentamisin. 2olongan peni&illin 8rokain penisilin 50.000 C>kgbb>hari i.m, dibagi dua dosis. Ampisilin - D " gra>hari iv selama F "0 hari. 2olongan peni&illinase resistant peni&illin : %loksasilin ( BloEa&illin 1rbenin ) " gram>hari iv selama F "0 hari sering dikombinasi dengan ampisilin ), dalam hal ini masing(masing obat di turunkan dosisnya menjadi setengahnya, atau menggunakan

preparat kombinasi yang telah ada (Ampi&loE - " gram>hari iv. +etisilin - D " gram>hari iv selama F "- hari. 2olongan (2aramysin ) 5 mg>kgbb> hari di bagi tiga dosis i.m. selama F hari 6 hati(hati terhadap efek nefrotoksiknya. Bila hasil kultur dan resistensi darah telah ada, pengobatan disesuikan. Beberapa bakteri gram negatif yang sering menyebabkan sepsis dan antibioti& yang dianjurkan: /osis sefalotin : "(2 gram tiap -(D jam, biasanya di larutkan dalam 50("00 ml &airan dan di berikan per drip dalam 20(.0 menit untuk menghindari flebitis. %loromfenikol : D 0,5 gram>hari iv. %lindamisin : - 0,5 gram>hari iv. P 1bat(obatan lainnya 7 ?asodilator 7 /iureti& 7 %ortikosteroid hidrokortison (Solu &oref ) 500 mg iv6 dapat diulang sampai dosis total 2(D gram>2- jam. 7 *eparin diberikan bila ada /AB, sebesar "00 C ( " mg )>kgbb iv tiap - jam6 harus dia)asi dengan pemeriksaan &lotting time. v Syok anafilaktik. Biasanya terjadi segera setelah penyuntikan serum atau obat terhadap penderita yang sensitif6 selain tanda(tanda syok terhadap juga spasme bronkioli yang menyebabkan asfiksia dan sianosis. 9uga sering didahului dengan rasa nyeri kepala, gangguan penglihatan, urtikaria dan edema )ajah, dan mual( mual. 8engobatan : 7 *entikan kontak dengan allergen. 7 8erhatikan tanda(tanda vital dan jalan napas6 bila perlu di lakukan resusitasi dan pemberian oksigen 7 ,penerfin ">"000 (obat terpilih) 0,5 " ml> sk>im,dapat diulang 5 "0 menit kemudian 7 /apat diberikan pula : antihistamin

difenhidramin ( B enadryl ) "0 20 mg iv. %ortikosteroid hidrokortison ( Solu( Bortel ) "00 250 mg iv lambat ( .0 detik ). Aminofilin 250 500 mg iv lambat, bila spasme bronkioli nyata. ; Syok 1bstruktif Selain dari pengatasan syok maka harus diatasi pula fa&tor penyebab obstruktif pada pembuluh darah maupun pengatasan tamponade perikard bila disebabkan oleh tamponade perikard. BAB AAA %10S,8 /ASA! %,8,!A4A A0 2A4A /A!C!A .. " 8engkajian engkajian 8rimer Air)ay a. %aji kepatenan jalan napas. b. %aji kebersihan jalan napas apakah ada tanda(tanda penyumbatan saluran napas, benda asing, fraktur )ajah, rahang atau laring. &. %aji suara napas pasien.( jika suara napas terdengar bunyi adanya &airan atau gurgling, snoring, &ro)ing, atau )hee'ing ) Breathing a. %aji tanda(tanda umum distres pernapasan seperti akipnea, berkeringat, sianosis. b. %aji ventilasi pernapasan, apakah adekuat atau tidak. &. %aji jumlah pernapasan ( jika lebih dari 2- kali per menit merupakan gejala yang signifikan ) d. %aji saturasi oksigen. e. %aji suara napas pasien apakah terdengar ron&hi, rales. Bir&ulation a. %aji tanda tanda kehilangan &airan dengan pengukuran ? pasien meliputi : 0adi ( jika ="00 kali per menit merupakan tanda signifikan, tekanan darah ( jika tekanan darah < #0 mm*g merupakan prognosis jelek ), suhu dan pernapasan ( jika terjadi peningkatan 20 .0 kali per menit. b. %aji )arna kulit,apakah pu&at atau sianosis. &. %aji produsi urine ( kemungkinan dapat terjadi oliguria bahkan anuria ). /isability Bingung merupakan salah satu tanda pertama pada pasien syok . %aji tingkat kesadaran dengan menggunakan A?8C.

( Alert , ?erbal, 8ain, Cnrespons ). ,Eposure Bari adanya &idera, luka pada bagian tubuh seperti kaki yaitu angkat &elana pasien kea rah lutut dan periksa apakah ada luka atau &idera, terutama luka pada bagian tengkuk atau leher belakang. ..2 /iagnosa %epera)atan iagnose 8rimer a. %etidakefektifan perfusi jaringan ( kardiopulmonal ) berhubungan dengan penurunan pertukaran sel. ( /apat digunakan pada pasien dengan Syok Anafilaktik, Syok *ipovolemik, Syok Septik, Syok %ardiogenik, Syok 0eurogenik ) 2oal : pasien akan memperbaiki perfusi jaringan yang efektif selama dalam pera)atan. 1bjektif : dalam jangka )aktu 2E 2- jam perfusi jaringan efektif dengan &riteria hasil : 7 Burah jantung pasien adekuat 7 8asien men&apai stabilitas hemodinamik. Grekuensi nadi tidak kurang dari $0 kali>menit, dan tidak lebih dari "00E>menit. ekanan darah tidak kurang dari "20>F0 mm*g, dan tidak lebih dari "20>$0 mm*g. 7 Gerkuensi jantung tetap dalam batas yang telah ditentukan pada saat pasien melakukan aktivitas hidup sehari(hari. 7 %ulit tetap hangat dan lembab. 7 8asien tidak menunjukan aritmia. Antervensi : Q 8antau tanda(tanda vital pasien ( frekuensi jantung, tekanan darah, dan tekanan vena sentral ( Bentral ?enous 8ressure > B?8 ) setiap jam hingga stabil, kemudian setiap 2 jam. !> :8enurunan frekuensi jantung, B?8, dan tekanan darah dapat mengindikasikan perubahan arteriovenousa yang mengarah pada penurunan perfusi jaringan. Q 8antau )arna dan suhu kulit pasien setiap 2 jam dan kaji tanda(tanda kerusakan kulit. !> : kulit yang dingin, pu&at, berber&ak dan sianosis dapat mengindikasikan penurunan perfusi jaringan. Q 8antau laju pernapasan dan suara napas pasien. Batat setiap temuan. !> : peningkatan laju pernapasan dapat mengindikasikan bah)a pasien sedang bekompensasi terhadap hipoksia jaringan.

Q 8antau perubahan frekuensi dan irama jantung pada ,%2. !> : untuk mengetahui perubahan perfusi jaringan yang mungkin mengan&am ji)a. Q 8ertahankan terapi oksigen untuk pasien, sesuai program. !> : untuk memaksimalkan pertukaran oksigen dalam alveolidan pada tingkat sel. Q /orong pasien untuk sering beristirahat !> : untuk menghemat energy dan memaksimalkan perfusi jaringan Q 8antau kadar kreatinin kinase, laktat dehidrogenase dan kadar gas darah arteri. !> : temuan abnormal mungkin mengindikasikan kerusakan jaringan atau penurunan pertukaran oksigen dalam paru pasien. b. 8enurunan &urah jantung berhubungan dengan penurunan isi sekun&up yang disebabkan oleh masalah mekanis atau stru&tural. ( dapat digunakan pada Syok Anapilaktik, Syok %ardiogenik, Syok *ipovolemik, Syok 0eurogenik, Syok Septik ) 2oal : pasien akan memperbaiki &urah jantung yang normal selama dalam pera)atan. 1bjektif : dalam jangka )aktu "E2- jam pasien akan menunjukan perubahan &urah jantung yang normal, dengan &riteria hasil6 H 8asien men&apai stabilitas hemodinamik. Grekuensi nadi tidak kurang dari $0 kali>menit, dan tidak lebih dari "00E>menit. ekanan darah tidak kurang dari "20>F0 mm*g, dan tidak lebih dari "20>$0 mm*g. H 8asien tidak menunjukan aritmia. H %ulit tetap hangat dan kering. H 8asien tidak menunjukan adanya edema pada kaki. H 8asien men&apai aktivitas dengan denyut jantung dalam batas normal. H 8enurunan beban kerja jantung Antervensi : H 8antau dan &atat tingkat kesadaran ,denyut dan irama jantung, dan tekanan darah sekurang( kurangnya setiap - jam atau lebih sering bila diperlukan.

!>: untuk mendeteksi hipoksia serebral akibat penurunan &urah jantung. H @akukan auskultasi bunyi jantung dan suara napas minimal setiap - jam. @aporkan suara napas yang tidak normal sesegera mungkin. !> : bunyi jantung tambahan dapat mengindikasikan dekompensasi jantung a)al 6 sura napas tambahan dapat mengindikasikan kongesti pulmonal dan penurunan &urah jantung. H Ckur dan &atat asupan dan haluaran se&ara akurat. !> : penurunan haluaran urine tanpa penurunan asupan &airan dapat mengindikasikan penurunan perfusi ginjal akibat penurunan &urah jantung. H Atasi aritmia se&ara tepat sesuai instruksi. !> : untuk men&egah krisis yang mengan&am hidup. H Se&ara bertahap tingakatkan aktivitas dengan denyut jantung dalam batas normal. ! >: agar jantung dapat melakukan penyesuaian terhadap peningkatan kebutuhan oksigen. H 8antau ke&epatan denyut nadi sebelum dan setelah beraktivitas, sesuai instruksi. ! > : untuk membandingkan ke&epatan dan mengukur toleransi. H !en&anakan aktivitas pasien. !> : untuk menghindari keletihan dan peningkatan beban kerja miokardium. &. %etidak efektifan perfusi jaringan ( renal ) berhubungan dengan penurunan pertukaran sel. ( dapat digunakan pada Syok Anapilaktik, Syok %ardiogenik, Syok *ipovolemik, Syok 0eurogenik, Syok Septik ) 2oal : pasien akan memperbaiki keefektifan perfusi jaringan selama dalam pera)atan. 1bjektif : dalam jangka )aktu "E2- jam pasien akan menunjukan keefektifan perfusi jaringan ( renal ) dengan &riteria hasil 6 H 8asien dapat mempertahnkan keseimbangan &airan H 8asien dapat mempertahankan berat jenis urin

dalam batas normal H Berat badan pasien tidak mengalami fluktuasi H 8asien melaporkan peningkatan rasa nyaman H 8asien dapat mempertahnkan stabilitas hemodinamik H 8asien dapat mengidentifikasi fa&tor resiko yang memperburuk penurunan perfusi jaringan dan modifikasi gaya hidup dengan benar. Antervensi : 8antau dan dokumentasikan asupan dan haluaran pasien setiap jam hingga haluaran lebih dari .0 ml> jam, kemudian setiap 2 hingga - jam. Bila pasien tidak memiliki ri)ayat penyakit ginjal, haluaran urine merupakan indi&ator yang baik untuk mengetahui perfusi jaringan. !> : penurunan atau tidak adanya haluaran urine biasanya mengindikasikan perfusi renal yang buruk. /okumentasikan )arna dan karakteristik urine pasien. @aporkan semua perubahan yang terjadi. !>: untuk yang pekat dapat mengindikasikan fungsi gijal yang buruk atau dehidrasi. 8antau dan dokumentasikan berat badan pasien setiap hari ( sebelum sarapan ). !>: penimbangan berat badan pasien akan membantu meprediksikan status &airan se&ara keseluruhan. 8eningkatan berat badan dapat menunjukan kelebihan &aian. 1bservasi pola kemih pasien !>: untuk men&atat adanya keabnormalan pasien. 8antau berat jenis urine6 kadar elektrolit serum, dan kreatinin pasien. !> : peningkatan kadar dapat menunjukan penurunan funggsi ginjal. 8antau status hemodinamik dan tanda(tanda vital pasien. Batat dan laporkan perubahnnya. !> : peningkatan dari nilai dasar dapat mengindikasikan kelebihan &airan akibat kurangnya fungsi ginjal. Berikan dopamine dosis rendah, sesuai program ! >: untuk mendilatasi arteri renal pasien dan meningkatkan perfusi jaringan. d. %etidakefektifan perfusi jaringan ( kardiopulmonal )

berhubungan dengan *ipovolemia. ( dapat digunakan pada pasien dengan Syok *ipovolemik dan Syok Septik ). 2oal : 8asien akan mempertahankan perfusi jaringan yang efektis selama dalam pera)atan. 1bjektif : /alam jangka )aktu " E 2- jam pasien akan menunjukan pertahanan status hemodinamik, dengan &riteria hasil : 7 8asien men&apai stabilitas hemodinamik. Grekuensi nadi tidak kurang dari $0 kali>menit, dan tidak lebih dari "00E>menit. ekanan darah tidak kurang dari "20>F0 mm*g, dan tidak lebih dari "20>$0 mm*g. B?8 lebih dari 2 &m dan kurang dari - &m. 7 8asien dapat mempertahankan keseimbangan &airan : asupan sama dengan haluaran. 8asien mempertahankan berat jenis urine dalam parameter normal. 8asien tetap mempertahankan orientasi terhadap )aktu, orang dan tempat. %adar *b, *t, hitung sel darah putih, dan pemeriksaan koagulasi tetap dalam parameter normal. Antervensi : Q 8antau frekuensi dan irama jantung, B?8, dan tekanan darah pasien setiap jam hingga stabil. %emudian setiap 2 jam, &atat dan laporkan perubahan di atas atau di ba)ah nilai yang telah ditentukan. 8antau )arna kulit dan suhu pasien setiap 2 jam. ! > : penurunan frekuensi jantung, 9?8, dan tekanan darah dapat mengindikasikan hipovolemia, yang mengarah pada peningkatan perfusi jaringan. %ulit dingin dan pu&at atau berber&ak merupakan tanda klinis penurunan perfusi jaringan. Q 8antau frekuensi dan kedalaman respirasi pasien setiap jam hingga stabil, kemudian setiap 2 jam sampai jam. ! > : peningkatan laju pernapasan merupakan mekanisme kompensasi pada hipoksia jaringan, yang dapat diakibatkan oleh penurunan perfusi jaringan. Q Ckur dan &atat haluaran urine pasien setiap setiap jam hingga haluaran urine .0 ml > jam, kemudian setiap 2 jam sampai - jam. ! > : perfusi renal yang buruk mengakibatkan penurunan atau tidak adanya haluaran urine, haluaran urine merupakan indi&ator yang baik untuk

mengetahui perfusi jaringan pada pasien yang tidak memiliki ri)ayat penyakit ginjal. Q Berikan &airan atau darah sesuai program untuk pasien. 8antau pasien untuk mengetahui adanya reaksi yang merugikan seperti kelebihan &airan atau reaksi transfuse. ! > : pemberian &airan atau resuistasi darah yang berlebihan dapat mengakibatkan kelebihan &airan, dekompensasi jantung atau keduanya. Q @akukan tindakan untuk membantu meningkatkan perfusi pasien : H 8ertahankan agar pasien tetap hangat, tetapi jangan terlalu panas. ! > : kondisi yang hangat membantu vasodilatasi, yang meningkatkan perfusi jaringan. H urunkan ansietas dan nyeri pasien. ! > : ansietas dan nyeri dapat mengakibatkan reaksi simpatis, yang menyebabkan vasokontriksi dan penurunan perfusi jaringan. H inggikan ekstremitas ba)ah pasien. ! > : untuk meningkatkan suplai darah arteri dan menigkatkan perfusi jaringan. Q @akukan pemeriksaan berat jenis urine pasien pada setiap pergantian tugas jaga. ! > : urine yang pekat disertai peningkatan berat jenis merupakan indi&ator hipovolemia. Q imbang berat badan pasien setiap hari sebelum sarapan. ! > : dengan menimbang berat badan pasien setiap hari dapat membantu memperkirakan status &airan total, penimbangan berat badan pasien pada )aktu yang sama setiap hari dapat memberikan petunjuk yang lebih baik tentang perubahan berat badan. Q Cbah posisi pasien se&ara teratur, inspeksi kulit pada setiap pergantian tugas jaga. ! > : tindakan tersebut dapat men&egah penurunan perfusi jaringan dan risiko kerusakan kulit. Q 1bservasi adanya konfusi atau disorientasi pada pasien. Seringlah mereorientasikan pasien terhadap realitas, panggil pasien dengan namanya, beritahu nama anda kepada pasien, orientasi lingkungan pada pasien. ! > : perubahan tingkat kesadaran pasien dapat diakibatkan oleh penurunan perfusi jaringan. !eorientasi akan membantu pasien dalam meningat

orang, tempat, dan )aktu dan dapat juga mengurangi ketakutan da ansietas. Q 8antau kadar *b, *t, hitung sel darah putih dan pemeriksaan koagulasi pasien. ! > : pemantauan membantu menentukan kebutuhan penggantian darah, status &airan, kadar viskositas darah, parameter terapi antikoagulasi yang diprogramkan dan kemudian infeksi. iagnose Sekunder e. %erusakan membrane mukosa mulut yang berhubungan dengan dehidrasi. ( dapat digunakan pada Syok *ipovolemik ) 2oal : pasien akan memperbaiki membrane mukosa mulut yang baik selama dalam pera)atan. 1bjektif : dalam jangka )aktu 2E2- jam pasien akan menunjukan perbaikan membrane mukosa yang baik, dengan &riteria hasil : 7 +embran mukosa mulut merah muda dan lembab. 7 8asien mempertahnkan keseimbangan &airan ( asupan seimbang dengan haluaran ) 7 8asien dapat menghubungkan fa&tor presipitasi dengan pera)atan mulut yang tepat. Antervensi : Q Anspeksi rongga mulut pasien setiap kali pergantian jaga. 9elaskan dan dokumentasikan kondisinya. !> : pengkajian yang teratur dapat mengantisipasi atau mengatasi masalah. Q @akukan program penanganan yang dianjurkan, meliputi pemberian &airan A? atau oral. 8antau kemajuannya, laporkan respons yang diinginkan atau tidak diinginkan terhadap program penaganan. Q Berikan tindakan dukungan sesuai yang diindikasikan : H Bantu hygiene mulut sebelum dan setelah makan H 2unakan sikat gigi dengan pengisap bila pasien tidak dapat mengeluarkan air dari mulut. H Berikan pen&u&i mulut atau obat kumur, sesuai permintaan. H @umasi bibir pasien se&ara sering dengan pelumas berbahan dasar air !> :

H Cntuk meningkatkan perasaan nyaman. H Cntuk meminimalkan resiko aspirasi H Cntuk meningkatkan rasa nyaman pasien dan mempertahankan kelembapan di dalam mulut. H Cntuk men&egah kulit pe&ah(pe&ah dan teriritasi. Q Ajarkan praktik hygiene mulut, bila diperlukan. Biarkan pasien mendemonstrasikan kembali pera)atan mulut tersebut, dengan tip : H +enggunakan sikat gigi berbulu lembut H +enggosok gigi dengan gerakan memutar dari ba)ah gusi H +enyikat lidah !> : +eningkatkan kesadaran pasien tentang praktik hygiene pribadi dan menurunkan rasa tidak nyaman, yang menghasilkan peningkatan nutrisi dan hidrasi. f. *ambatan komunikasi verbal berhubungan dengan penurunan sirkulasi ke otak. ( dapat digunakan pada Syok Anapilaktik, Syok %ardiogenik, Syok *ipovolemik, Syok 0eurogenik, Syok Septik ) 2oal : pasien akan meningkatkan kemampuan berbi&ara, memahami, atau menggunakan kata(kata yang tepat selama dalam pera)atan. 1bjektif : dalam jangka )aktu "E 2- jam pasien akan berkomunikasi dengan baik dengan &riteria hasil6 8asien mengkomunikasikan kebutuhaan dan keinginan kepada anggota keluarga, pasangan atau anggota staf pera)at 8asien dan anggota keluarga atau pasangan mengungkapkan kepuasan terhadap tingkat komunikasi. 8asien mempertahankan tingkat komunikasi yang efektif 8asien menja)ab langsung pertanyaan dengan benar Antervensi Q 1bservasi pasien se&ara ketat agar dapat mengetahui isyarat kebutuhan dan keinginan, sepertu isyarat, menunjuk obyek, melihat pada suatu benda, dan pantomin. !>: isyarat nonverbal memberikan arti untuk melakukan tindakan. 9angan berespon se&ara kontinu terhadap isyarat jika terdapat kemungkinan untuk meningkatkan bi&ara, sehingga mendorong peningkatan tersebut. Q 8antau dan &atat perubahan pola bi&ara atau tingkat orientasi pasien.

!>: perubahan dapat mengindikasikan peningkatan atau penurunan kondisi. Q Berbi&aralah dengan jelas, pelan, dan dalam nada normal pada saat berbi&ara kepada pasien6berdiri di tempat yang dapat dilihat dan didengar pasien. !>: modifikasi dalam bi&ara dapat meningkatkan pemahaman. Q 1rientasi kembali pasien terhadap realitas : H 8anggil pasien dengan namanya. H Beritahu nama Anda kepada pasien. H Beritahu informasi latar belakang (tempat,tanggal, )aktu) kepada pasien. H 2unakan ? dan radio untuk menambah orientasi. H 2unakan kelender yang besar, papan orientasi realitas. !> : tindakan teersebut mengembangkan kemampuan orientasi pasien melalui pengulangan dan pengenalan konsep( konsep yang familier. Q Bila tingkat frustrasi pasien tinggi, gunakan frasa yang pendek dan sederhana, dan pertanyaan ya( atau( tidak. !>: untuk mengurangi frustrasi. Q /ukung upaya pasien dalam berkomunikasi dan beri penguatan positif. !>: untuk membantu pemahaman. Q Berikan )aktu 3ng &ukup kepada pasien untuk berespons. 9angaan menja)ab pertanyaan bila pasien memiliki kemampuan untuk berespons. !>: tindakan ini meningkatkan konsep diri pasien dan mengurangi frustrasi. Q Clangi atau katakan pertanyaan dengan kalimat lain bila perlu. !>: untuk meningkatkan komunikasi dan mengurangi ansietas. 9angan berpura(pura mengerti jika Anda tidak mengerti. !>: penurunan tekanan akan meningkat pemahaman. Q Singkirkan gangguan dari lingkungan pasien selama upaya komunikasi. 2unakan papan komunikasi ( meliputi alfabet dan beberapa kata dan gambar yang umum ) bila tersedia. !>: pengurangan gangguan akan meningkatkan pemahaman. Q injau ulangi hasil uji diagnostik. !>: untuk menentukan peningkatan atau penurunan

proses penyakit pasien6 sesuaikan ren&ana pera)atan dengan keadaan penyakit pasien. .. . Amplementasi ( disesuaikan dengan intervensi di atas ) .. - ,valusi a. 8asien menunjukan perbaikan perfusi jaringan ( kardiovaskuler ) yang efektif. b. 8asien menunjukan perbaikan &urah jantung normal. &. 8asien menunjukan perfusi jaringan ( renal ) yang efektif. d. 8asien menunjukan perfusi jaringan ( kardiopulmonal ) akibat hipovolemia dalam batas normal. e. 8asien menunjukan perbaikan membrane mukosa mulut yang baik. f. 8asien dapat berkomunikasi dengan baik. BAB A? 8,0C C8 -." %esimpulan Syok adalah sindroma akibat menurunnya perfusi jaringan, yang diikuti dengan berbagai disfungsi> kerusakan dari organ vital lainnya seperti otak, jantung, paru(paru, ginjal, dll yang jika tidak ditangani dengan &epat maka organ(organ vital tersebut tidak dapat dipulihkan kembali ( syok ireversibel ). anda( tanda a)al syok adalah berkurangnya volume sirkulasi, kegagalan daya pompa jantung, dan perubahan resistensi pembuluh darah perifer penurunan tonus vasomotor atau peninggian resistensi. Setiap syok yang harus dimonitor adalah anda(tanda vital, ritme jantung, penurunan produksi urine dan memerlukan monitoring yang terus( menerus 1leh karena itu Syok merupakan keadaan ga)at darurat yang membutuhkan terapi yang agresif dan pemantauan yang kontinyu atau terus( menerus di unit terapi intensif. -.2 Saran 8enting bagi kita mempelajari tentang syok, agar dalam penatalaksanaan konsep asuhan kepera)atan ga)at darurat dapat kita lakukan dengan &epat dan tepat sesuai dengan metode yang telah di pelajari di atas. /AG A! 8CS A%A /r. Suk)an *andali. "#$$ . 8era)atan 2a)at /arurat . ,2B : 9akarta. +i&hael ,liastam,dkk. "##- . 8enuntun %edaruratan +edis . ,2B : 9akarta. *udak dan 2allo. "##D . %epera)atan %ritis 8endekatan *olistik . ,d.". ,2B : 9akarta.

Agus, Budi Sampurna. 2002 . %edaruratan +edik. Binarupa Aksara : 9akarta. abrami !ab. "##$ . Agenda 2a)at /arurat. 8enerbit Alumni : Bandung. Bhintya. +. aylor, Sheila. S. !alph. 200.. /AA201SAS %,8,!A4A A0 dengan !en&ana Asuhan . ,2B : 9akarta. http:>>))).mediastore.bloges.nurses.20"0,/e&ember.&om http:>>askep(askeb(kita.blogspot.&om