Anda di halaman 1dari 5

Nama : Pande Made Rama Sumawa NRI : 111015034

FLAVONOID

A. Pengertian Flavonoid adalah sekelompok besar senyawa polifenol tanaman yang tersebar luas dalam berbagai bahan makanan dan dalam berbagai konsentrasi. Komponen tersebut pada umumnya terdapat dalam keadaan terikat atau terkonjugasi dengan senyawa gula. Lebih dari 4000 jenis flavonoid telah diidentifikasi dan beberapa di antaranya berperan dalam pewarnaan bunga, buah,dan daun (de Groot & Rauen, 1998). Nama flavonoid sendiri berasal dari kata Flavon yang merupakan senyawa fenol yang banyak terdapat dialam. Senyawa flavon ini memiliki struktur yang mirip dengan struktur dasar falvonoid tetapi pada jembatan propana terdapat oksigen yang membentuk siklik sehingga memiliki 3 cincin heterosiklik. Senyawa Flavonoida adalah senyawa polifenol yang mempunyai 15 atom karbon, terdiri dari dua cincin benzena tersubstitusi yang dihubungkan oleh satu rantai alifatik yang mengandung tiga atom karbon. Senyawa-senyawa flavon mempunyai kerangka 2-fenilkroman, dimana posisi orto dari cincin A dan atom karbon yang terikat pada cincin B dari 1,3-diarilpropana dihubungkan oleh jembatan oksigen membentuk cincin heterosiklik yang baru (cincin C). Kerangka dasar dari struktur flavonoida adalah sistem C6-C3-C6, dimana suatu cincin benzene (C6) terikat pada suatu rantai propane (C3). Susunan ini dapat menghasilkan tiga jenis struktur senyawa flavonoida, yaitu : 1. Flavonoida atau 1,3-diarilpropana 2. Isoflavonoida atau 1,2-diarilpropana 3. Neoflavonoida atau 1,1-diarilpropana Flavonoid yang lazim ditemukan pada tumbuhan tingkat tinggi (Angiospermae) adalah flavon dan flavonol dengan C- dan O-glikosida, isoflavon C- dan O-glikosida, flavanon C- dan O-glikosida, khalkon dengan C- dan O-glikosida, dan dihidrokhalkon, proantosianidin dan antosianin, auron O-glikosida, dan dihidroflavonol O-glikosida. Golongan flavon, flavonol, flavanon, isoflavon, dan khalkon juga sering ditemukan

dalam bentuk aglikonnya. Penggolongan flavonoida dapat dibedakan berdasarkan cincin heterosiklik-oksigen tambahan dan gugus hidroksil yang tersebar menurut pola yang berlainan.

B. Ciri struktur flavonoid Gugus hidroksil hampir selalu ditemukan pada posisi 5 dan & 7 dari cincin A. Cincin B flavonoid seringkali mempunyai gugus gugus hidroksil atau alkoksil pada posisi 4, atau 3 & 4. Adanya tiga gugus hidroksil atau alkoksil, atau tidak teroksigenasi sama sekali, atau teroksigenasi pada posisi 2, sangat jarang ditemukan. Hal tersebut disebabkan biogenesis dari flavonoid. Glikosida senyawa flavonoid berikatan dengan gula pada gugus hidroksil yang ada Cincin A umumnya memiliki karakteristik pola hidroksilasi floroglusinol atau resorcinol sementara cincin B biasanya katekol atau fenol. Gugus-gugus hidroksil tersebut merupakan tempat berikatannya berbagai gula yang meningkatkan kelarutan flavonoida dalam air. Flavonoid secara umum terdapat sebagai glikosida jika dihidrolisis dengan asam dalam suasana panas akan menghasilkan suatu aglikon dan sebagian kecil gula.

C. Sumber Flavonid Flavonoid tersebar luas pada tumbuhan tapi jarang terdapat pada bakteri, jamur dan lumut. Dalam dunia tumbuhan, flavonoid tersebar luas dalam suku Rutaceae, Papilionaceae (kacang-kacangan), Labiatae (Ortosiphon), Compositae (contoh: Sonchus arvensis), Anacardiaceae, Apiaceae/Umbeliferae (seledri, pegagan, wortel), dan Euphorbiaceae (contoh: daun singkong). Pada tingkat organ, flavonoid tersebar pada seluruh bagian tanaman seperti biji, bunga, daun, dan batang. Pada tingkat jaringan, flavonoid banyak terdapat pada jaringan palisade. Pada tingkat seluler, flavonoid bisa terdapat pada dinding sel, kloroplas, atau terlarut dalam sitoplasma. D. Fungsi flavonoid Manfaat utama flavonoid dalam tubuh manusia adalah sebagai antioksidan yang bisa menghambat proses penuaan dan mencegah berkembangnya sel kanker. Selain itu flavonoid juga berfungsi sebagai :

melindungi struktur sel dalam tubuh meningkatkan penyerapan dan penggunaan vitamin C dalam tubuh sebagai obat anti inflamasi mencegah pengeroposan tulang sebagai antibiotik sebagai antivirus, bahkan fungsinya sebagai antivirus HIV/AIDS telah banyak diketahui dan dipublikasikan

mengahambat pertumbuhan kolesterol jahat LDL dalam darah mencegah terjadinya atherosklerosis, suatu keadaan di mana dinding arteri menjadi lebih tebal

membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh sebagai pencegah terjadinya beberapa macam penyakit untuk mengobati beberapa macam penyakit

E. Klasifikasi Senyawa Flavonoid Flavonoid merupakan metabolit sekunder yang paling beragam dan tersebar luas. Sekitar 5-10% metabolit sekunder tumbuhan adalah flavonoid, dengan struktur kimia dan peran biologi yang sangat beragam. Senyawa ini dibentuk dari jalur shikimate dan fenilpropanoid, dengan beberapa alternatif biosintesis. Kira-kira 2% dari seluruh karbon yang difotosintesis oleh tumbuh-tumbuhan diubah menjadi flavonoid. Klasifikasi flavonoid sangat beragam, di antaranya ada yang mengklasifikasikan flavonoid menjadi flavonol, flavon, flavonon,kalkon, flavanonol, isoflavon, flavanol, dan antosianin.

1. Flavonol Senyawa ini paling banyak terdapat dialam dari pada jenis flavonoid yang lain . Senyawa-senyawa ini beragam sebagai akibat perbedaan pada posisi Gugus OH pada phenolnya. Contoh senyawa flavonol adalah quarcetin yang terdapat di buah apel sebagai antioksidan dan antiaging. Selain itu ada juga senyawa myricetin yang terdapat di anggur dan sayuran senyawa ini juga sebagai antioksidan. Senyawa lain dari golongan flavonol yang memiliki peran penting bagi kesehatan manusia adalah kaemferol . senyawa kaemferol berbentuk padatan berwarna kuning dengan titik leleh 276-278 C. konsumsi kaemferol dalam the dan brokoli menunjukan adanya hubungan dengan penurunan resiko terhadap kanker dan gangguan jantung.

2. Flavon Flavon lazim sebagai konstituen tanaman yang tinggi, dan terdapat dalam berbagai bentuk terhidroksilasi. Senyawa flavonoid ini memiliki kerangka dasar Flavonol, tetapi tidak mempunyai gugus OH pada posisi 3. Beberapa contoh senyawa ini adalah apigenin, luteolin, baicalein, primuletin dan crisiliol. Semua senyawa ini memiliki peran hampir sama yaitu sebagai antioksidan, atau penangkap radikal bebas. Selain itu senyawa ini juga dapat digunakan sebagai peningkat daya tahan tubuh karena memiliki sifat memperkuat diding sel sehingga tubuh dapat lebih bertahan dari serangan agen penyebab penyakit.

3. Flavanon Flavanon, merupakan prekursor langsung pada kebanyakan flavonoid, disintesis dari asam amino fenilalanin atau tirosin. . Flavanon terdapat dalam kayu, daun dan bunga. Flavanon (atau dihidroflavanon) sering dijumpai dalam bentuk aglikon tetapi beberapa glikosidanya telah banyak dikenal. Flvanon glikosida merupakan konstituen utama dari tanaman genus prunus dan buah jeruk dua glikosida yang paling lazim adalah neringenin dan hesperetin, terdapat dalam buah anggur dan jeruk.

4. Kalkon Senyawa kalkon merupakan salah satu senyawa flavonoid, yaitu senyawa yang kerangka karbonnya terdiri atas gugus C6-C3-C6. Strukturnya dapat dibedakan dari senyawa flavonoid lain dari cincin C3 yang terbuka Kalkon adalah aglikon flavonoid yang pertama kali terbentuk dalam biosintesis semua varian flavonoid melalui jalur prazat dari alur siklamat dan alur asetat malonat (Markham, 1998). Kalkon umumnya terdapat dalam tanaman yang termasuk keluarga Heliantheaetribe, Coreopsidinae, dan Compositae (Sastrohamidjojo, 1996).

5. Flavononol Sama halnya dengan flavonoid flavanone, jenis ini mirip dengan flavonol tetapi dengan struktur dasar flavan yang tidak memiliki ikatan rangkap pada cincin C.

beberapa senyawa yang termasuk flavanonol adalah taxifolin, fustin, engelitin dan astilbin.

6. Isoflavon Isoflavon merupakan golongan flavonoida yang jumlahnya sangat sedikit, dan sukar dicirikan karena reaksinya tidak khas dengan pereaksi warna manapun.. Beberapa isoflavon berwarna biru muda bila dilihat dibawah sinar ultraviolet setelah diberi uap ammonia. Senyawa isoflavon mempunyai aktivitas sebagai antioksidan yang dapat mengurangi resiko penyakit kanker, jantung koroner, dan osteoporosis. Senyawa ini mempunyai aktifitas biologis sebagai penangkap radikal bebas penyebab kanker karena berkaitan dengan struktur dan gugus-gugus yang berikatan pada struktur molekulnya. Adanya gugus OH ganda, gugus OH pada atom C3 ataupun C5 yang berdekatan dengan gugus C=O pada struktumya berhubungan terhadap aktifitas biologisnya. Di sisi lain, senyawa kalkon ini mempunyai aktivitas biologis yang sangat bermanfaat, antara lain sebagai antioksidan, antiinflamasi dan antibakteri.

7. Flavanol Flavanol merupakan falvonoid yang memiliki rantai C3 jenuh dengan gugus hidroksil. Kelompok yang termasuk flavanol adalah flavan-3,4-diol dan flavan-3-ol. Beberapa senyawa yang termasuk kelompok 3,4-diol adalah melacacidin, leucopelargonidin dan peltogynol. Sedangkan kelompok flavan-3-ol adalah katekin, epikatekin, gallokatekin dan epigallokatekin.

8. Antosianin Antosianin adalah pigmen berwarna merah, ungu, dan biru yang terdapat pada seluruh tumbuhan kecuali fungi. Sebagian besar antosianin dalam bentuk glikosida, biasanya mengikat satu atau dua unit gula seperti glukosa, galaktosa, ramnosa, dan silosa. Jika monoglikosida, maka bagian gula hanya terikat pada posisi 3, dan pada posisi 3 dan 5 bila merupakan diglikosida dan bagian aglikionnya disebut antosianidin.