Anda di halaman 1dari 3

Pengaruh Penambahan Integral Waterproofing terhadap Kuat Tekan Beton

1.1. Latar Belakang Beton merupakan material konstruksi yang paling populer digunakan selain kayu dan baja. Bahan penyusun beton terdiri dari bahan semen hidrolik (portland cemen), agregat kasar, agregat halus, air dan bahan tambah (Mulyono, 2004). Bahan penyusunnya yang mudah didapat dan karakter beton yang memiliki kuat desak yang tinggi merupakan penyebabnya. Konstuksi beton dapat digunakan untuk banyak hal salah satunya pada kondisi yang berkontak langsung dengan air dan sangat sulit untuk dihindari. Kondisi ini dapat memicu terjadinya korosi terhadap tulangan baja yang mengakibatkan berkurangnya ikatan antara tulangan baja dan beton. Hal ini dapat membawa dampak buruk pada mutu beton. Umumnya ketahanan beton dapat bertambah bila permiabilitasnya berkurang. Beton yang mudah jenuh akan mudah terkena serangan cuaca. Sangat penting untuk mempertimbangkan lingkungan dimana beton berada. Beton dengan mutu yang baik adalah beton yang memiliki kekedapan yang tinggi. Itu berarti permiabilitas beton haruslah kecil. Permiabilitas sendiri adalah kemudahan cairan atau gas untuk melewati beton (A.M. Nevile & J.J. Brook, 1987). Salah satu kelemahan beton sendiri adalah beton tidak bisa kedap air secara sempurna.

Pada bangunan sipil yang memerlukan kekedapan yang tinggi, diperlukan beton yang memiliki permiabilitas rendah untuk melindungi tulangan yang berada di dalamnya. Salah satu cara meningkatkan kekedapan beton adalah dengan memberikan bahan tambah. Waterproofing integral adalah bahan tambah yang bersifat kedap air. Bahan tambah ini sering digunakan sebagai bahan campuran beton pada konstruksi yang berhubungan dengan air. Penggunaannya yang sangat diperlukan ini menyebabkan pertanyaan terhadap pengaruhnya pada mutu beton dan kadar optimal campuran yang diperlukan. 1.2. Identifikasi Masalah Dalam penenelitian ini dapat diidentifikasikan masalah yang akan dibahas adalah: Apakah terdapat pengaruh penambahan waterproofing terhadap kuat tekan beton? Berapa lama waktu yang diperlukan untuk mendapatkan kuat tekan beton yang optimal? Berapakah kadar campuran waterproofing untuk mendapatkan kuat tekan beton yang optimal? 1.3. Pembatasan masalah Dalam penelitian akan dilakukan pembatasan masalah berupa: Semen yang digunakan adalah semen PCC merek Tiga Roda Agregat halus yang digunakan berupa pasir dan agregat kasar berupa batu pecah. Penelitian ini hanya meneliti tentang pengaruh penambahan waterproofing integral terhadap kuat tekan beton. Pengujian tekan dilakukan setelah beton berumur 7, 14, 28 hari

Bahan tambah yang digunakan adalah Aquapel Integral Waterproofing. Pengujian dilakukan di Laboratorium bahan Teknik Sipil Universitas Negeri Jakarta.

1.4.

Perumusan Masalah Perumusan masalah yang disimpulkan adalah: Apakah terdapat pengaruh penambahan waterproofing terhadap kuat tekan beton?

1.5.

Manfaat Penelitian Mengembangkan pengetahuan dalam bidang Bahan dan Pengujian (Teknolgi Beton). Dapat memberikan alternatif komposisi pemakaian waterproofing yang tepat sehingga meningkatkan ketahanan beton terhadap air.