Anda di halaman 1dari 15

iii) Pengertian Nifaq, Riddah, Syirik, Kufur dan Fasiq.

Nifaq ialah :

Secara zahir kelihatan seperti orang berugama Islam, tetapi batinnya tidak beriman dan tidak percaya pada hukum Allah Ta'ala dan rasul-Nya. Asal makna nifaq ialah menampilkan yang baik sedang hatinya tidak begitu.

Firman Allah Ta'ala : Ertinya : Mereka berkata dengan lidah mereka, tetapi yang sebenarnya tidak ada di dalam hati mereka.

Riddah ialah :

Keluar dari agama Islam sebab ingkar pada hukum Allah dan hukum Rasulullah S.A.W dan mengikut kepercayaan yang lain dari ajaran Allah (agama Islam) dan perbuatan dan kelakuan serta perkataan bertentangan dengan hukum agama Islam.

Firman Allah Ta'ala dalam surah Al-Baqarah ayat 217 : Ertinya : Dan sesiapa yang menjadi murtad dikalangan kamu dari agamanya, maka dia mati kafir, maka binasalah segala amalannya di dalam dunia dan akhirat.

Syirik ialah :

Percaya tuhan itu lebih dari satu dan menyekutukan Allah dengan sesuatu, seperti katanya : Allah ada anak, ada kuasa lain yang lebih kuat dari Allah.

Firman Allah Ta'ala dalam surah An-Nisaa ayat 48 :

Ertinya : Sesunguhnya Allah tidak mengampuni orang yang syirik dengannya, dan mengampuni selain dari itu mereka yang dia kehendaki.

Kufur ialah :

Ingkar dan tidak mahu menerima kebenaran (Ajaran Islam). Sebab itu orang yang tidak percaya akan ajaran Islam dipanggil orang kafir. Kufur dengan erti kata lain ialah orang Islam yang tidak bersyukur kepada Allah, lupa pemberian Allah, lupa nikmat Allah, maka dinamakan kufur nikmat (kufur kecil).

Firman Allah Ta'ala dalam surah Al-Imran ayat 131 : Ertinya : Dan takutlah kepada api neraka yang mana disediakan untuk orang-orang kafir.

Fasiq ialah :

Orang yang keluar daripada jalan kebenaran dan tidak memperdulikan segala perintah Allah S.A.W. Mereka menyelesaikan masalah bukan menurut aturan Islam tetapi mengikut kehendak hawa nafsu.

Orang yang fasiq ini, Tuhan tidak menyukai kelakuannya dan Tuhan tidak memberi petunjuk kepada dirinya untuk jalan kebaikan.

Firman Allah Ta'ala dalam surah Al-Maidah ayat 108 : Ertinya : Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang yang fasiq.

B. Kufur Pengertian Kufur: Kufur menurut bahasa berarti malam, menyembunyikan, menutupi, menurut syara kufur berarti menolak kebenaran setelah mengetahuinya.[2] Kufur menurut pengertian yang lain adalah tidak beriman kepada Allah dan Rasulnya, baik dengan mendustakannya atau tidak mendustakannya maksud mendustakan berarti menentang atau menolak sedangkan tidak mendustakan artinya hanya sekedar tidak iman dan tidak percaya.[3] Jenis-Jenis Kufur, Kufur ada dua jenis : Kufur Besar dan Kufur Kecil. Kufur besar atau juga disebut sebagai kufur akidah bisa mengeluarkan seseorang dari agama Islam. Kufur besar ada lima macam : [1]. Kufur Karena Mendustakan. Dalilnya adalah firman Allah Al-Ankabut : 68 : Artinya : Dan siapakah yang lebih aniaya daripada orang-orang yang mengada- adakan dusta terhadap Allah atau mendustakan kebenaran tatkala yang hak itu datang kepadanya ? Bukankah dalam Neraka Jahannam itu ada tempat bagi orang-orang yang kafir ? [2]. Kufur Karena Enggan dan Sombong, Padahal Membenarkan. Dalilnya firman Allah Al-Baqarah : 34 :

3 Artinya : Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para Malaikat, Tunduklah kamu kepada Adam. Lalu mereka tunduk kecuali iblis, ia enggan dan congkak dan adalah ia termasuk orang-orang kafir [3]. Kufur Karena Ragu. Dalilnya adalah firman Allah Al-Kahfi : 35-38 : Artinya : Dan ia memasuki kebunnya, sedang ia aniaya terhadap dirinya sendiri ; ia berkata, Aku kira kebun ini tidak akan binasa selama-lamanya, dan aku tidak mengira Hari Kiamat itu akan datang, dan jika sekiranya aku dikembalikan kepada Rabbku, niscaya akan kudapati tempat kembali yang baik Temannya (yang mukmin) berkata kepadanya, Apakah engkau kafir kepada (Rabb) yang menciptakan kamu dari tanah, kemudian dari setetes air mani, kemudian Dia menjadikan kamu seorang laki-laki ? Tapi aku (percaya bahwa) Dialah Allah Rabbku dan aku tidak menyekutukanNya dengan sesuatu pun

[4]. Kufur Karena Berpaling. Dalilnya adalah firman Allah Al-Ahqaf : 3 : 4 Kami tiada menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya melainkan dengan (tujuan) yang benar dan dalam waktu yang ditentukan. dan orang-orang yang kafir berpaling dari apa yang diperingatkan kepada mereka. [5]. Kufur Karena Nifaq. Dalilnya adalah firman Allah Al-Munafiqun : 3 : Artinya : Yang demikian itu adalah karena mereka beriman (secara) lahirnya lalu kafir (secara batinnya), kemudian hati mereka dikunci mati, karena itu mereka tidak dapat mengerti -Kufur kecil atau juga disebut kufur amaliyah yaitu kufur yang tidak menjadikan pelakunya keluar dari agama Islam, dan ia adalah kufur amali. Kufur amali ialah dosa-dosa yang disebutkan di dalam Al-Quran dan As-Sunnah sebagai dosa-dosa kufur, tetapi tidak mencapai derajat kufur besar. Seperti kufur nikmat, sebagaimana yang disebutkan dalam firmanNya An-Nahl : 83 Artinya : Mereka mengetahui nikmat Allah, kemudian mereka mengingkari dan kebanyakan mereka adalah orang-orang kafir Termasuk juga membunuh orang muslim, sebagaimana yang disebutkan Allah dalam firmannya AlBaqarah : 178 : 5 178. Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu qishaash berkenaan dengan orang-orang yang dibunuh; orang merdeka dengan orang merdeka, hamba dengan hamba, dan wanita dengan wanita. Maka barangsiapa yang mendapat suatu pema'afan dari saudaranya, hendaklah (yang mema'afkan) mengikuti dengan cara yang baik, dan hendaklah (yang diberi ma'af) membayar (diat) kepada yang memberi ma'af dengan cara yang baik (pula). yang demikian itu adalah suatu keringanan dari Tuhan kamu dan suatu rahmat. barangsiapa yang melampaui batas sesudah itu, Maka baginya siksa yang sangat pedih.

Yang dimaksud dengan saudara dalam ayat di atas tanpa diargukan lagi- adalah saudara seagama, berdasarkan firman Allah Al-Hujurat : 9-10 : Artinya : Dan jika ada dua golongan dari orang-orang mukmin berperang maka damaikanlah antara keduanya. Jika salah satu dari kedua golongan itu berbuat aniaya terhadap golongan yang lain, maka perangilah golongan yang berbuat aniaya itu sehingga golongan itu kembali, kepada perintah Allah, jika golongan itu telah kembali (kepada perintah Allah), maka damaikanlah antara keduanya dengan adil dan berlaku adillah. Sesungguhnya Allah menyukai orang berlaku adil. Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat -Perbedaan Antara Kufur Besar Dan Kufur Kecil [1]. Kufur besar mengeluarkan pelakunya dari agama Islam dan menghapuskan 6 (pahala) amalnya, sedangkan kufur kecil tidak menjadikan pelakunya keluar dari agama Islam, juga tidak menghapuskan (pahala)nya sesuai dengan kadar kekufurannya, dan pelakunya tetap dihadapkan dengan ancaman. [2]. Kufur besar menjadikan pelakunya kekal dalam neraka, sedankan kufur kecil, jika pelakunya masuk neraka maka ia tidak kekal di dalamnya, dan bisa saja Allah memberikan ampunan kepada pelakunya, sehingga ia tiada masuk neraka sama sekali. [3]. Kufur besar menjadikan halal darah dan harta pelakunya, sedangkan kufur kecil tidak demikian. [4]. Kufur besar mengharuskan adanya permusuhan yang sesungguhnya, antara pelakunya dengan orang-orang mukmin. Orang-orang mukmin tidak boleh mencintai dan setia kepadanya, betapun ia adalah keluarga terdekat. Adapun kufur kecil, maka ia tidak melarang secara mutlak adanya kesetiaan, tetapi pelakunya dicintai dan diberi kesetiaan sesuai dengan kadar keimanannya, dan dibenci serta dimusuhi sesuai dengan kemaksiatannya. C. Nifaq Nifaq secara bahasa berasal dari kata naafaqa yunaafiqu nifaaqan wa munaafaqan yang diambil dari kata an-naafiqaa, yaitu salah satu lubang tempat keluarnya yarbu (hewan sejenis tikus) dari sarangannya, dimana jika ia dicari dari lubang yang satu, maka ia akan keluar dari lubang yang lain. Dikatakan pula, ia berasal dari kata an-nafaqa (nafaq) yaitu lubang tempat bersembunyi. [An-Nihaayah V/98 oleh Ibnu Katsir]

Nifaq menurut syara yaitu menampakkan Islam dan kebaikan tetapi menyembunyikan kekufuran dan kejahatan atau bisa disebut bahwa seseorang tersebut memperlihatkan sesuatu baik berupa ucapan, tingkah laku yang berlainan

7 dengan yang ada dihatinya*4+. Dinamakan demikian karena dia masuk pada syariat dari satu pintu dan keluar dari pintu yang lain. Hal ini juga disampaikan oleh Allah dalam surat QS. At-Taubah: 67: 67. Orang-orang munafik laki-laki dan perempuan. Sebagian dengan sebagian yang lain adalah sama, mereka menyuruh membuat yang munkar dan melarang berbuat yang ma'ruf dan mereka menggenggamkan tangannya[648].mereka Telah lupa kepada Allah, Maka Allah melupakan mereka. Sesungguhnya orang-orang munafik itu adalah orang-orang yang fasik. [648] Maksudnya: berlaku kikir -Jenis Nifaq. Nifaq terbagi menjadi dua jenis: nifaq I'tiqodiy dan nifaq[5] amaliy. Nifaq I'tiqodiy (keyakinan), Nifaq I'tiqadiy adalah nifaq besar, di mana pelakunya menampakkan ke-Islaman, tetapi dalam hatinya tersimpan kekufuran dan kebencian terhadap Islam. Jenis nifaq ini menyebabkan pelakunya murtad, keluar dari agama & khirat kelak ia akan berada dalam kerak Neraka.

- Nifaq 'amaliy (perbuatan), Nifaq 'amaliy yaitu melakukan sesuatu yang merupakan perbuatan orang-orang munafiq, tetapi masih tetap ada iman di dalam hati. Nifaq jenis ini tidak mengeluarkannya dari agama, namun merupakan washilah kepada yang demikian. Pelakunya berada dalam keadaan iman dan nifaq, dan jika perbuatan nifaqnya lebih banyak maka hal itu bisa menjadi sebab terjerumusnya dia ke dalam nifaq sesungguhnya, Sifat nifaq adalah sifat yang sangat buruk dan berbahaya, karena itulah para sahabat sangat takut kalau diri mereka terjerumus dlm kemunafikan. Ibnu abi Mulaikah berkata :"Aku bertemu dengan 30 sahabat Rasulullah saw, mereka semua tahu kalau-kalau ada nifaq dalam dirinya."

8 Perbedaan antara Nifaq besar dan Nifaq Kecil Nifaq besar mengeluarkan pelakunya dari agama, sedangkan nifaq kecil tidak mengeluarkan dari agama.

Nifaq besar adalah berbedanya yang lahir dengan yang batin dalam hal keyakinan, sedangkan nifaq kecil adalah berbedanya yang lahir dengan yang batin dalam hal perbuatan bukan dalam hal keyakinan. Nifaq besar tidak terjadi dari seorang mukmin, sedangkan nifaq kecil bisa terjadi dari seorang mukmin. Pada galibnya, pelaku nifaq besar tidak bertaubat, seandainya pun bertaubat, maka ada perbedaan pendapat tentang diterimanya taubatnya di hadapan hakim. Lain halnya dengan pelakunya terkadang bertaubat kepada Allah, sehngga Allah menerima taubatnya.*Aqidah at-Tauhid (hal. 85-88) oleh Dr. Shalih bin Abdullah al-Fauzan]

A. Definisi Nifaq ( naafiqaa). Nifaq secara )berasal dari kata - - yang diambil dari kata Nifaq ( bahasa (etimologi) berarti salah satu lubang tempat keluarnya yarbu (hewan sejenis tikus) dari sarangnya, di mana jika ia dicari dari lobang yang satu, maka ia akan keluar dari lobang yang lain. ( nafaq) yaitu lobang tempat bersembunyi.[2] Dikatakan pula, ia berasal dari kata

Nifaq menurut syara (terminologi) berarti menampakkan keislaman dan kebaikan tetapi menyembunyikan kekufuran dan kejahatan. Dinamakan demikian karena dia masuk pada syariat dari satu pintu dan keluar dari pintu yang lain. Karena itu Allah memperingatkan dengan firman-Nya:

Sesungguhnya orang-orang munafiq itu mereka adalah orang-orang yang fasiq. *At-Taubah: 67]

Yaitu mereka adalah orang-orang yang keluar dari syariat. Menurut al-Hafizh Ibnu Katsir mereka adalah orang-orang yang keluar dari jalan kebenaran masuk ke jalan kesesatan. [3]

Allah menjadikan orang-orang munafiq lebih jelek dari orang-orang kafir. Allah berfirman:

Sesungguhnya orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari Neraka. Dan kamu sekali-kali tidak akan mendapat seorang penolong pun bagi mereka. *An-Nisaa: 145]

Allah Azza wa Jalla berfirman:

Sesungguhnya orang-orang munafiq itu menipu Allah dan Allah akan membalas tipuan mereka *AnNisaa: 142+

Lihat juga Al-Qur-an surat al-Baqarah ayat 9-10.

B. Jenis Nifaq Nifaq ada dua jenis: Nifaq Itiqadi dan Nifaq Amali.

Nifaq Itiqadi (Keyakinan) Yaitu nifaq besar, di mana pelakunya menampakkan keislaman, tetapi menyembunyikan kekufuran. Jenis nifaq ini menjadikan pelakunya keluar dari agama dan dia berada di dalam kerak Neraka. Allah menyifati para pelaku nifaq ini dengan berbagai kejahatan, seperti kekufuran, ketiadaan iman, mengolok-olok dan mencaci agama dan pemeluknya serta kecenderungan kepada musuh-musuh untuk bergabung dengan mereka dalam memusuhi Islam. Orang-orang munafiq jenis ini senantiasa ada pada setiap zaman. Lebih-lebih ketika tampak kekuatan Islam dan mereka tidak mampu membendungnya secara lahiriyah. Dalam keadaan seperti itu, mereka masuk ke dalam agama Islam untuk melakukan tipu daya terhadap agama dan pemeluknya secara sembunyi-sembunyi, juga agar mereka bisa hidup bersama ummat Islam dan merasa tenang dalam hal jiwa dan harta benda mereka. Karena itu, seorang munafiq menampakkan keimanannya kepada Allah, Malaikat-Malaikat-Nya, Kitab-Kitab-Nya dan Hari Akhir, tetapi dalam batinnya mereka berlepas diri dari semua itu dan mendustakannya. Nifaq jenis ini ada empat macam, yaitu:

Pertama : Mendustakan Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam atau mendustakan sebagian dari apa yang beliau bawa.

Kedua : Membenci Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam atau membenci sebagian apa yang beliau bawa. Ketiga : Merasa gembira dengan kemunduran agama Islam. Keempat : Tidak senang dengan kemenangan Islam.

Nifaq Amali (Perbuatan). Yaitu melakukan sesuatu yang merupakan perbuatan orang-orang munafiq, tetapi masih tetap ada iman di dalam hati. Nifaq jenis ini tidak mengeluarkannya dari agama, tetapi merupakan wasilah (perantara) kepada yang demikian. Pelakunya berada dalam iman dan nifaq. Lalu jika perbuatan nifaqnya banyak, maka akan bisa menjadi sebab terjerumusnya dia ke dalam nifaq sesungguhnya, berdasarkan sabda Nabi Shallallahu alaihi wa sallam:

Ada empat hal yang jika terdapat pada diri seseorang, maka ia menjadi seorang munafiq sejati, dan jika terdapat padanya salah satu dari sifat tersebut, maka ia memiliki satu karakter kemunafikan hingga ia meninggalkannya: 1) jika dipercaya ia berkhianat, 2) jika berbicara ia berdusta, 3) jika berjanji ia memungkiri, dan 4) jika bertengkar ia melewati batas. *4+

Terkadang pada diri seorang hamba terkumpul kebiasaan-kebiasaan baik dan kebiasaan-kebiasaan buruk, perbuatan iman dan perbuatan kufur dan nifaq. Karena itu, ia mendapatkan pahala dan siksa sesuai konsekuensi dari apa yang ia lakukan, seperti malas dalam melakukan shalat berjamaah di masjid. Ini adalah di antara sifat orang-orang munafik. Sifat nifaq adalah sesuatu yang buruk dan sangat berbahaya, sehingga para Sahabat Radhiyallahu anhum begitu sangat takutnya kalau-kalau dirinya terjerumus ke dalam nifaq. Ibnu Abi Mulaikah rahimahullah berkata: Aku bertemu dengan 30 Sahabat Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam, mereka semua takut kalau-kalau ada nifaq dalam dirinya. *5+

C. Perbedaan antara Nifaq Besar dengan Nifaq Kecil 1. Nifaq besar mengeluarkan pelakunya dari agama, sedangkan nifaq kecil tidak mengeluarkannya dari agama.

2. Nifaq besar adalah berbedanya yang lahir dengan yang batin dalam hal keyakinan, sedangkan nifaq kecil adalah berbedanya yang lahir dengan yang batin dalam hal perbuatan bukan dalam hal keyakinan.

3. Nifaq besar tidak terjadi dari seorang Mukmin, sedangkan nifaq kecil bisa terjadi dari seorang Mukmin.

4. Pada umumnya, pelaku nifaq besar tidak bertaubat, seandainya pun bertaubat, maka ada perbedaan pendapat tentang diterimanya taubatnya di hadapan hakim. Lain halnya dengan nifaq kecil, pelakunya terkadang bertaubat kepada Allah, sehingga Allah menerima taubatnya. [6]

Allah Subhanahu wa Taala berfirman:

Mereka tuli, bisu dan buta, maka tidaklah mereka akan kembali (ke jalan yang benar). *Al-Baqarah: 18]

Juga firman-Nya:

Dan tidakkah mereka (orang-orang munafik) memperhatikan bahwa mereka diuji sekali atau dua kali setiap tahun, kemudian mereka tidak (juga) bertaubat dan tidak (pula) mengambil pe-lajaran? *AtTaubah: 126]

[Disalin dari kitab Syarah Aqidah Ahlus Sunnah Wal Jama'ah, Penulis Yazid bin Abdul Qadir Jawas, Penerbit Pustaka Imam Asy-Syafi'i, Po Box 7803/JACC 13340A Jakarta, Cetakan Ketiga 1427H/Juni 2006M] D. Syirik

Syirik berasal dri kata asyraka-yusyriku-syirkan-musyrikun yang artinya mencampurkan atau menyekutukan, menurut syara syirik berarti menyamakan Allah dengan zat selain Allah dalam Rububiyyah dan Uluhiyyah Allah Subhanahu wa Taala. Umumnya menyekutukan dalam Uluhiyyah Allah, yaitu hal-hal yang merupakan kekhususan bagi Allah, seperti berdoa kepada selain Allah disamping berdoa kepada Allah,atau memalingkan suatu bentuk ibadah seperti menyembelih (kurban), bernadzar, berdoa dan sebagainya kepada selainNya.*6+ - Jenis-Jenis Syirik Ada Dua Jenis : Syirik Besar dan Syirik Kecil. [1]. Syirik Besar : Syirik besar bisa mengeluarkan pelakunya dari agama Islam dan menjadikannya kekal di dalam Neraka, jika ia meninggal dunia dan belum bertaubat daripadanya. Syirik besar adalah memalingkan sesuatu bentuk ibadah 9 kepada selain Allah, seperti berdoa kepada selain Allah atau mendekatkan diri kepadanya dengan penyembelihan kurban atau nadzar untuk selain Allah, baik untuk kuburan, jin atau syaitan, atau mengharap sesuatu selain Allah, yang tidak kuasa memberikan manfaat maupun mudharat. -Syirik Besar Itu Ada Empat Macam. *a+. Syirik Doa, yaitu di samping dia berdoa kepada Allah Subhanahu wa Taala, ia juga berdoa kepada selainNya. [b]. Syirik Niat, Keinginan dan Tujuan, yaitu ia menunjukkan suatu ibadah untuk selain Allah Subhanahu wa Taala [c]. Syirik Ketaatan, yaitu mentaati kepada selain Allah dalam hal maksiyat kepada Allah [d]. Syirik Mahabbah (Kecintaan), yaitu menyamakan selain Allah dengan Allah dalam hal kecintaan. [2]. Syirik Kecil : Syirik kecil tidak menjadikan pelakunya keluar dari agama Islam, tetapi ia mengurangi tauhid dan merupakan wasilah (perantara) kepada syirik besar.Syirik Kecil Ada Dua Macam. [a]. Syirik Zhahir (Nyata), yaitu syirik kecil yang dalam bentuk ucapan dan perbuatan. Dalam bentuk ucapan misalnya, bersumpah dengan nama selain Allah. *b+. Syirik Khafi (Tersembunyi), yaitu syirik dalam hal keinginan dan niat, seperti riya (ingin dipuji orang) dan sumah (ingin didengar orang) dan lainnya.Rasulullah SAW bersabda."Sesungguhnya yang paling aku takutkan atas kalian adalah syirik kecil. "Mereka (para Shahabat) bertanya: "Apakah syirik kecil itu, ya Rasulullah?" .Beliau Shallallahu alaihi wa sallam menjawab: "Yaitu riya. 10 -Syirik adalah dosa yang paling besar, menurut Al-Quran QS. An-Nisaa : 48

48. Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. barangsiapa yang mempersekutukan Allah, Maka sungguh ia Telah berbuat dosa yang besar. QS Az-Zumar :65 65. Dan Sesungguhnya Telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu. "Jika kamu mempersekutukan (Tuhan), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orangorang yang merugi. E. Murtad Murtad dalam arti bahasa adalah yang artinya kembali dari sesuatu ke sesuatu yang lain. Ibrahim Unais dan kawan-kawan dalam kamus Al-Mujam Al-Wasith Jilid I mengemukakan bahwa Murtad berasal dari kata : : ,yang artinya menolak dan memalingkannya.[7] Menurut istilah Syara, pengertian riddah sebagaimana dikemukakan oleh Wahbah Zuhaili adalah sebagai berikut. Riddah menurut syara adalah kembali dari agama islam kepada kekafiran, baik 11 dengan niat, perbuatan yang menyebabkan kekhafiran, atau dengan ucapan. Murtad merupakan perbuatan yang dilarang oleh Allah yang diancam dengan hukuman di akhirat,yaitu dimasukkan ke neraka selama-lamanya. Hal ini dijelaskan oleh Allah dalam Surah AlBaqarah 217 : 712: ( ) barangsiapa yang murtad di antara kamu dari agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran, Maka mereka Itulah yang sia-sia amalannya di dunia dan di akhirat, dan mereka Itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.)QS. Al-Baqarah :217). Di samping Al-quran, rasulullah saw.menjelaskan hukuman untuk orang murtad ini di dalam sebuah hadits : ( : : )

Dari Ibn Abbas ra. Ia berkata: Rasulullah saw. Bersabda: Barang siapa menukar agamanya maka bunuhlah dia. (Hadits riwayat Bukhari). -Unsur yang menyebabkan Murtad Dari definisi tersebut,dapat diketahui bahwa unsur murtad itu ada dua macam,yaitu : 1) Kembali (ke Luar) dari Islam Unsur yang pertama dari jarimdah riddah adalah keluar dari islam. Pengertian ke luar dari islam itu adalah meninggalkan agama islam itu setelah mempercayai dan menyakininya. Ke luar dari islam bisa terjadi dengan salah satu dari tiga cara, yaitu : a. b. 12 c. Dengan iktikad atau keyakinan.[8] Dengan perbuatan atau menolak perbuatan; Dengan ucapan (perkataan);

2) Niat yang Melawan Hukum Untuk terwujudnya jarimah murtad disyaratkan bahwa pelaku perbuatan itu sengaja melakukan perbuatan atau ucapan yang menunjukkan kepada kekafiran, padahal ia tahu dan sadar bahwa perbuatan atau ucapannya itu berisi kekafiran. Dengan demikian, apabila seseorang melakukan perbuatan yang mengakibatkan kekafiran tetapi ia tidak mengetahui bahwa perbuatan tersebut menunjukkan kekafiran, maka ia tidak termasuk kafir dan murtad

RIDDAH MAKSUD : berpaling atau keluar daripada agama islam

SESORANG ITU BOLEH DIANGGAP MURTAD MELALUI 3 CARA Iktikad, apabila berniat hendak meninggalkan agama islam

Perkataan, apabila mengisytiharkan dirinya keluar daripada agama islam Perbuatan, menganut agama selain daripada agama islam

SEBAB / FAKTOR YANG MENYEBABKAN RIDDAH lemah pegangan agama jahil tentang akidah dan hukum-hukum islam terpengaruh dengan tawaran kebendaan

AKIBAT BURUK SETELAH MURTAD hubungan suami isteri terfasakh haram menerima harta pusaka daripada waris beragama islam haram dikebumikan diperkuburan Islam menjadi penghuni neraka selama-selamanya

CARA BERHADAPAN DENGAN ORANG MURTAD memberi nasihat supaya dia bertaubat dan kembali kepada agama Islam memberi perlindungan atau bantuan sekiranya dia golongan muallaf pemerintah hendaklah menguatkuasakan hukum

TINDAKAN YANG PERLU DILAKSANAKAN KEPADA ORANG MURTAD menasihati dan memintanya bertaubat ( sebanyak 3 kali ) supaya kembali kepada Islam sekiranya masih berdegil, ia wajib dibunuh

HIKMAH ISLAM MENGANJURKAN HUKUMAN BUNUH TERHADAP ORANG MURTAD memberi amaran bahawa agama islam tidak boleh dipermain-mainkan

mengelakkan perbuatan riddah yang mencemar kesucian agama islam menghindarkan masyarakat islam daripada berpecah belah dan huru-hara

LANGKAH MENGELAKKAN DIRI DARIPADA MURTAD berpegang teguh dengan ajaran islam

menghindari daripada sebarang perbuatan, fahaman dan percakapan yang boleh membawa kepada riddah mendalami ilmu-ilmu agama

LANGKAH UNTUK MENGATASI MASALAH MURTAD memberi pendidikan agama dengan sebaiknya kepada setiap orang Islam memberi kefahaman kepada orang Islam tentang akibat buruk perbuatan murtad mengambil tindakan tegas terhadap mereka yang murtad

KESAN PERBUATAN MURTAD