Anda di halaman 1dari 20

Disusun Oleh : 1. Hastanti ( 3. Jumaini ( 4. I usti !

a"us ( ) )

2. Siti Cholifah ( 113213918528 )

#!S$%#& Indonesia merupakan salah satu negara di dunia yang sedang berjuang dan mendambakan terciptanya Good Corporate Governance. Namun, keadaan saat ini menunjukkan bahwa hal tersebut masih jauh dari harapan. Kepentingan politik, KKN, peradilan yang tidak adil, bekerja di luar kewenangan, dan kurangnya integritas dan transparansi adalah beberapa masalah yang mengakibatkan pemerintahan yang baik belum bisa tercapai. Untuk mencapai Good Corporate Governance pada tata pemerintahan di Indonesia, maka prinsip prinsip Good Corporate Governance hendaknya ditegakkan dalam berbagai institusi penting pemerintahan. !engan melaksanakan prinsip prinsip tersebut, maka tiga pilar yaitu pemerintah, korporasi, dan masyarakat sipil hendaknya saling menjaga, saling mendukung dan berpatisipasi akti" dalam penyelenggaraan pemerintahan yang sedang dilakukan. #. 'ata( !ela)an" Konsep Good Corporate Governance ini mulai banyak dibicarakan di Indonesia pada pertengahan tahun #$$%, saat krisis ekonomi melanda &sia tenggara termasuk Indonesia. !ampak dari krisis tersebut, banyak perusahaan yang mengalami kebangkrutan karena tidak mampu bertahan. 'alah satu penyebab kebangkrutan perusahaan adalah karena pertumbuhan yang dicapai selama ini tidak dibangun atas landasan yang kokoh sesuai prinsip pengelolaan perusahaan yang sehat. (enyadari situasi dan kondisi demikian, pemerintah melalui Kementerian Negara )U(N mulai memperkenalkan konsep Good Corporate Governance ini di lingkungan )U(N, sebagai salah satu upaya untuk memperbaiki kinerja )U(N yang memiliki nilai aset yang demikian besar untuk mendukung pencapaian penerimaan* pendapatan negara, sekaligus menghapuskan berbagai bentuk praktek ine"isiensi, korupsi, kolusi, nepotisme dan penyimpangan lainnya untuk memperkuat daya saing )U(N menghadapi pasar global.

(enurut Kartiwa +,--. / 0.%1 terdapat dua perspekti" tentang Good Corporate Governance yaitu / #. 2erspekti" yang memandang Corporate Governance sebagai suatu proses dan struktur yang digunakan untuk mengarahkan dan mengelola bisnis dalam rangka meningkatkan kemakmuran bisnis dan akuntabilitas perusahaan. ,. 2erspekti" yang lain Good Corporate Governance menekankan pentingnya pemenuhan tanggung jawab badan usaha sebagai entitas bisnis dalam masyarakat kepada stakeholder. 2enerapan Good Corporate Governance di Indonesia telah diperkuat dengan kapastian hukum, dengan lahirnya peraturan perundangan antara lain / #. Ketetapan (23 No. 4I*(23*#$$0 5entang 2enyelenggaraan Negara yang )ersih dan )ebas Korupsi, Kolusi dan Nepotisme +KKN1. ,. Undang Undang No. 6# 5ahun #$$$ 5entang 2emberantasan 5indak 2idana Korupsi yang dirobah dengan Undang Undang Nomor ,5ahun ,--# 6. Keputusan (enteri Negara*Kepala )adan 2enanaman (odal dan 2embinaan )adan Usaha (ilik Negara No. Kep ,6*2( 2)U(N*,--- tanggal 6# (ei ,--- 5entang 2engembangan 2raktek GoodCorporate Governance +GCG1 dalam 2erusahaan 2erseroan. .. Keputusan (enteri Negara )U(N No. K72 ##%*( ()U*,--, tanggal # &gustus ,--, 5entang 2enerapan 2raktek Good Corporate Governance pada )adan Usaha (ilik Negara. 8. 'urat 7daran (enteri 2( 2)U(N No. ' #-9*( 2(.2)U(N*,--tanggal #% &pril ,--- perihal Kebijakan 2enerapan Corporate Governance yang baik di semua )U(N. 9. 'urat 7daran (enteri 2endayagunaan &paratur Negara 3epublik Indonesia No. 6%a*( 2&N*,--, tanggal ,0 :ebruari ,--, perihal Intensi"ikasi dan 2ercepatan 2emberantasan KKN.

%. 'urat Komisaris 25 2os Indonesia +2ersero1 Nomor. 8#0*' KU*,--tanggal , ;ktober ,--- perihal 2elaksanaan GCG dan Instruksi Untuk 2embentukan 5im 2erumus 2anduan 2enerapan GCG. 0. 'urat Komisaris 25 2os Indonesia +2ersero1 Nomor. 8,-*' KU*,--tanggal , ;ktober ,--- perihal 2embentukan Komite &udit. $. Keputusan !ireksi 25 2os Indonesia +2ersero1 No. 0#*!irut*#,-# tanggal ,% !esember ,--# 5entang Gerakan (oral 2os Indonesia dan )52 +)ersih, 5ransparan dan 2ro"esional1. !. Definisi oo* Co(+o(ate o,e(nan-e

2erkembangan konsep corporate governance sesungguhnya telah dimulai jauh sebelum isu corporate governance menjadi kosakata paling hangat di kalangan eksekuti" bisnis. )anyak terdapat de"inisi yang digunakan untuk memberikan gambaran tentang corporate governance, yang diberikan baik oleh perorangan +individual1 maupun institusi +institutional1. &dapun institusi yang memberikan de"inisi atas corporate governance antara lain adalah Forum for Corporate Governance in Indonesia +:CGI1 dan Organizaton for Economic Cooperation and Development +;7C!1. )erikut beberapa de"inisi GCG baik menurut institusi maupun individu/ #. :CGI mende"inisikan corporate governance yang disadur dari Cadbury Committee of United Kingdom sebagai/ <..'eperangkat peraturan yang mengatur hubungan antara 2emegang 'aham, pengurus +pengelola1 perusahaan, pihak kreditur, pemerintah, karyawan serta para pemegang kepentingan intern dan ekstern lainnya yang berkaitan dengan hak hak dan kewajiban mereka atau dengan kata lain suatu sistem yang mengatur dan mengendalikan perusahaan. 5ujuan corporate governance ialah untuk menciptakan nilai tambah bagi semua pihak yang berkepentingan(sta e!olders". +:CGI, ,--91

,. 'edangkan ;7C! mende"inisikan corporate governance sebagai/ #$$One ey element in improving economic efficiency and gro%t! as %ell as en!ancing investor confidence t!at involves a set of relations!ips bet%een a company&s management' its board' its s!are!olders and ot!er sta e!olders and also provides t!e structure t!roug! %!ic! t!e ob(ectives of t!e company' t!e means of attaining t!ose ob(ectives and monitoring performance$ +;7C!,,--.1 6. !e"inisi lain dari Cadbury Committee +,--61 memandang corporate governance sebagai) * set of rules t!at define t!e relations!ip bet%een s!are!olders' managers' creditors' t!e government' employees and ot!er internal and e+ternal sta e!olders in respect to t!eir rig!ts and responsibilities. +5jager, ,--61. .. )ank !unia memberikan de"inisi GCG sebagai kumpulan hukum, peraturan, dan kaidah kaidah yang wajib dipenuhi, yang dapat mendorong kinerja sumber sumber perusahaan untuk ber"ungsi secara e"isien guna menghasilkan nilai ekonomi jangka panjang yang berkesinambungan bagi para pemegang saham maupun masyarakat sekitar secara keseluruhan. +7""endi, ,--01 8. 2asal # 'urat Keputusan (enteri )U(N No.##%*( ()U*,--, tanggal 6# =uli ,--, tentang 2enerapan GCG pada )U(N menyatakan bahwa corporate governance adalah suatu proses dan struktur yang digunakan oleh organ )U(N untuk meningkatkan keberhasilan usaha dan akuntabilitas perusahaan guna mewujudkan nilai pemegang saham dalam jangka panjang dengan tetap memperhatikan pemangku kepentingan +sta e!older1 lainnya, berlandaskan peraturan perundang undangan dan nilai nilai etika. 9. 'esuai surat Nomor/ ' 68$*(K.-8*,--# tanggal ,# =uni ,--# tentang 2engkajian 'istem (anajemen )U(N dengan prinsip prinsip good corporate governance, (enteri Keuangan meminta )adan 2engawasan Keuangan dan 2embangunan +)2K21 untuk

melakukan kajian dan pengembangan sistem manajemen )adan Usaha (ilik Negara +)U(N1 yang mengacu pada prinsip good corporate governance +GCG1, dimana GCG memiliki de"inisi sebagai berikut/ secara umum istilah good corporate governance merupakan sistem pengendalian dan pengaturan perusahaan yang dapat dilihat dari mekanisme hubungan antara berbagai pihak yang mengurus perusahaan +!ard definition1, maupun ditinjau dari nilai nilai yang terkandung dari mekanisme pengelolaan itu sendiri +soft definition1. 5im GCG )2K2 mende"inisikan GCG dari segi soft definition yang mudah dicerna, sekalipun oleh orang awam, yaitu komitmen, aturan main, serta praktik penyelenggaraan bisnis secara sehat dan beretika. %. 'ementara 'yakhro>a +,--61 mende"inisikan GCG sebagai suatu mekanisme tata kelola organisasi secara baik dalam melakukan pengelolaan sumber daya organisasi secara e"isien, e"ekti", ekonomis ataupun produkti" dengan prinsip prinsip terbuka, akuntabilitas, pertanggungjawaban, independen, dan adil dalam rangka mencapai tujuan organisasi. 0. 'elain itu 5ricker +,--61 memberikan de"inisi tersendiri tentang GCG yang merupakan istilah yang muncul dari interaksi diantara manajemen, pemegang saham, dan dewan direksi serta pihak terkait lainnya, akibat adanya ketidakkonsistenan antara ?apa@ dan ?apa yang seharusnya@$ +Aarkasyi, ,--01. )erdasarkan de"inisi de"inisi yang dipaparkan diatas dapat

disimpulkan bahwa GCG merupakan komitmen, aturan main, serta praktik penyelenggaraan bisnis secara sehat dan beretika yang mengatur hubungan antara s!are!olders dengan sta e!olders untuk menciptakan nilai tambah +value added1 bagi perusahaan.

)erbagai macam de"inisi yang timbul disebabkan karena pada awalnya corporate governance lahir sebagai prinsip prinsip dan nilai nilai yang harus dikembangkan oleh perusahaan agar tetap survive. Karena menyangkut prinsip dan nilai tersebut maka dalam prakteknya corporate governance muncul di tiap negara dengan isu yang berbeda beda disesuaikan dengan sistem ekonomi yang ada di setiap negara. 'elain itu dalam prakteknya, agar dapat dilaksanakan, prinsip dan nilai corporate governance harus disesuaikan dengan kondisi yang ada pada suatu perusahaan dan sangat tergantung dengan bentuk perusahaan, jenis usaha dan komposisi kepemilikan modal perusahaan. 2embahasan mengenai implementasi corporate governance tidak dapat dilepaskan dengan konsep dan sistem korporasi itu sendiri, karena turut berkembang dengan sistem korporasi di Inggris, 7ropa, dan &merika 'erikat yakni ditandai dengan adanya pemisahan antara pemilik +pemegang saham1 dengan pembuat keputusan +manajemen1 atau yang dikenal dengan agency problem atau hubungan antara principal dan agent. +Beston, ,--#1 &dapun hal hal penting dalam Good Corporate Governance, antara lain/ #. 7"ektivitas yang bersumber dari budaya perusahaan, etika, nilai, sistem, proses bisnis, kebijakan, dan struktur organisasi perusahaan yang bertujuan untuk mendukung dan mendorong pengembangan perusahaan, pengelolaan sumberdaya dan resiko secara lebih e"ekti" dan e"isien, pertanggungjawaban perusahaan kepada pemegang saham dan stakeholders lainnya. ,. 'eperangkat prinsip, kebijakan dan sistem manajemen perusahaan yang diterapkan bagi terwujudnya operasional perusahaan yang e"isien, e"ekti" dan pro"itable dalam menjalankan organisasi dan bisnis perusahaan untuk mencapai sasaran strategis yang memenuhi prinsip prinsip praktek bisnis yang baik dan penerapannya sesuai dengan

peraturan yang berlaku, peduli terhadap lingkungan serta dilandasi oleh nilai nilai sosial budaya yang tinggi. 6. 'eperangkat peraturan ataupun sistem yang mengarahkan kepada pengendalian perusahaan bagi penciptaan pertambahan nilai bagi pihak pemegang kepentingan +pemerintah, pemegang saham, pimpinan perusahaan dan karyawan1 dan bagi perusahaan itu sendiri.
C. #(ti +entin" Good Corporate Governance ( C ) GCG diperlukan untuk mendorong terciptanya pasar yang e"isien, transparan dan konsisten dengan peraturan perundang undangan. 2enerapan GCG perlu didukung oleh tiga pilar yang saling berhubungan, yaitu negara dan perangkatnya sebagai regulator, dunia usaha sebagai pelaku pasar, dan masyarakat sebagai pengguna produk dan jasa dunia usaha. 2rinsip dasar yang harus dilaksanakan oleh masing masing pilar adalah/Negara dan perangkatnya menciptakan peraturan perundang undangan yang menunjang iklim usaha yang sehat, e"isien dan transparan, melaksanakan peraturan perundang undangan dan penegakan hukum secara konsisten (consistent la% enforcement" . !unia usaha sebagai pelaku pasar menerapkan GCG sebagai pedoman dasar pelaksanaan usaha. (asyarakat sebagai pengguna produk dan jasa dunia usaha serta pihak yang terkena dampak dari keberadaan perusahaan, menunjukkan kepedulian dan melakukan kontrol sosial (social control" secara obyekti" dan bertanggung jawab. Good Corporate Governance +5ata Kelola 2erusahaan1 adalah suatu subjek yang memiliki banyak aspek. 'alah satu topik utama dalam tata kelola perusahaan adalah menyangkut masalah akuntabilitas dan tanggung jawab* mandat, khususnya implementasi pedoman dan mekanisme untuk memastikan perilaku yang baik dan melindungi kepentingan pemegang saham. :okus utama lain adalah e"isiensi ekonomi yang menyatakan bahwa sistem tata kelola perusahaan harus ditujukan untuk mengoptimalisasi hasil ekonomi, dengan penekanan kuat pada kesejahteraan para pemegang saham. &da pula sisi lain yang merupakan subjek dari tata kelola perusahaan, seperti sudut pandang pemangku kepentingan, yang

menunjuk perhatian dan akuntabilitas lebih terhadap pihak pihak lain selain pemegang saham, misalnya karyawan atau lingkungan. 'ampai saat ini para ahli tetap menghadapi kesulitan dalam mende"inisikan GCG yang dapat mengakomodasikan berbagai kepentingan. 5idak terbentuknya de"inisi yang akomodati" bagi semua pihak yang berkepentingan dengan GCG disebabkan karena cakupan GCG yang lintas sektoral. !e"inisi CGC menurut )ank !unia adalah aturan, standar dan organisasi di bidang ekonomi yang mengatur perilaku pemilik perusahaan, direktur dan manajer serta perincian dan penjabaran tugas dan wewenang serta pertanggungjawabannya kepada investor +pemegang saham dan kreditur1. 5ujuan utama dari GCG adalah untuk menciptakan sistem pengendaliaan dan keseimbangan +c!ec and balances1 untuk mencegah penyalahgunaan dari sumber daya perusahaan dan tetap mendorong terjadinya pertumbuhan perusahaan. Inti dari kebijakan tata kelola perusahaan adalah agar pihak pihak yang berperan dalam menjalankan perusahaan memahami dan menjalankan "ungsi dan peran sesuai wewenang dan tanggung jawab. 2ihak yang berperan meliputi pemegang saham, dewan komisaris, komite, direksi, pimpinan unit dan karyawan. Konsep Good Corporate Governance +GCG1 adalah konsep yang sudah saatnya diimplementasikan dalam perusahaan perusahaan yang ada di Indonesia, karena melalui konsep yang menyangkut struktur perseroan, yang terdiri dari unsur unsur 3U2', direksi dan komisaris dapat terjalin hubungan dan mekanisme kerja, pembagian tugas, kewenangan dan tanggung jawab yang harmonis, baik secara intern maupun ekstern dengan tujuan meningkatkan nilai perusahaan demi kepentingan shareholders dan stakeholders.

D. .(insi+/.(insi+ *alam .ene(a+an

oo* Co(+o(ate

o,e(nan-e

(enurut Undang Undang no..- tahun ,--%, 2rinsip 2rinsip Good Corporate Governance harus mencerminkan hal hal berikut/ #. 2ertanggungjawaban +3esponsibility1 'elama ini paradigma para manajer dalam perusahaan selalu dibatasi oleh moti" mengejar laba semata +single bottom line1. Cal ini membuat mereka lupa bahwa perusahaan sebagai bagian dari suatu

komunitas juga memiliki tanggungjawab lain yaitu tanggungjawab sosial terhadap masyarakat. )ermula dari pemikiran ini, Corporate Governance mengangkat issue pertanggungjawaban tersebut sebagai salah satu tujuan yang harus diperhitungkan oleh perusahaan dalam operasinya. !engan perubahan tersebut perusahaan harus mulai menerapkan prinsip triple bottom line dalam bisnisnya, yaitu/ (engejar laba (emenuhi tanggungjawab sosial (enjaga pertumbuhan yang berkesinambungan +sustainable1

&danya keterbukaan in"ormasi dalam bidang "inansial dalam hal ini ada dua pengendalian yang dilakukan oleh direksi dan komisaris. !ireksi menjalankan operasional perusahaan, sedangkan komisaris melakukan pengawasan terhadap jalannya perusahaan oleh !ireksi, termasuk pengawasan keuangan. 'ehingga sudah sepatutnya dalam suatu perseroan, Komisaris Independent mutlak diperlukan kehadirannya. 'ehingga adanya jaminan tersedianya mekanisme, peran dan tanggung jawab jajaran manajemen yang pro"essional atas semua keputusan dan kebijakan yang diambil sehubungan dengan aktivitas operasional perseroan. 2ertanggungjawaban perusahaan adalah kesesuaian +patuh1 di dalam pengelolaan perusahaan terhadap prinsip korporasi yang sehat serta peraturan perundangan yang berlaku. 2eraturan yang berlaku di sini termasuk yang berkaitan dengan masalah pajak, hubungan industrial, perlindungan lingkungan hidup, kesehatan* keselamatan kerja, standar penggajian, dan persaingan yang sehat. )eberapa contoh mengenai hal ini dapat dijelaskan sebagai berikut / Kebijakan sebuah perusahaan makanan untuk mendapat serti"ikat ?C&D&D@. Ini merupakan bentuk pertanggungjawaban kepada masyarakat. Dewat serti"ikat ini, dari sisi konsumen,

10

mereka akan merasa yakin bahwa makanan yang dikonsumsinya itu halal dan tidak merasa dibohongi perusahaan. !ari sisi 2emerintah, perusahaan telah mematuhi peraturan perundang undangan yang berlaku +2eraturan 2erlindungan Konsumen1. !ari sisi perusahaan, kebijakan tersebut akan menjamin loyalitas konsumen sehingga kelangsungan usaha, pertumbuhan, dan kemampuan mencetak laba lebih terjamin, yang pada akhirnya memberi man"aat maksimal bagi pemegang saham. Kebijakan perusahaan mengelola limbah sebelum dibuang ke tempat umum. Ini juga merupakan pertanggungjawaban kepada publik. !ari sisi masyarakat, kebijakan ini menjamin mereka untuk hidup layak tanpa merasa terancam kesehatannya tercemar. !emikian pula dari sisi 2emerintah, perusahaan memenuhi peraturan perundang undangan lingkungan hidup. 'ebaliknya dari sisi perusahaan, kebijakan tersebut merupakan bentuk jaminan kelangsungan usaha karena akan mendapat dukungan pengamanan dari masyarakat sekitar lingkungan. ,. !apat !ipertanggungjawabkan +&ccountability1 'ebuah perusahaan yang sahamnya banyak dimiliki oleh publik, peran pemegang saham sebagai pihak yang mengendalikan manajemen hamper tidak berjalan. Cal ini disebabkan para investor lebih suka berperan sebagai traders daripada owners. 2erputaran saham di bursa menjadi sedemikian cepat, karena jika pemegang saham tidak menyukai kebijakan manajemen, mereka tinggal melepas saham yang mereka miliki. (asalah akan timbul jika ketidaksetujuan sebagian besar pemegang saham diwujudkan dengan aksi jual. Carga saham tentu akan menurun begitu saja dan jika ini berlangsung terus menerus perusahaan akan terancam bangkrut. Untuk itu, dalam corporate

11

governance harus dibangun suatu sistem agar manajemen tetap menjaga akuntabilitas kepada stakeholders. 5anggung jawab manajemen melalui pengawasan yang e"ekti" +effective oversig!t1 berdasarkan balance of po%er antara manajer, pemegang saham, !ewan Komisaris, dan auditor merupakan bentuk pertanggungjawaban manajemen kepada perusahaandan para pemegang saham. 2rinsip ini diwujudkan antara lain dengan menyiapkan Daporan Keuangan +Financial ,tatement1 pada waktu yang tepat dan cara yang tepatE mengembangkan Komite &udit dan 3esiko untuk mendukung "ungsi pengawasan oleh !ewan KomisarisE mengembangkan dan merumuskan kembali peran dan "ungsi Internal &udit sebagai mitra bisnis strategic berdasarkan best practice +bukan sekedar audit1. 5rans"ormasi menjadi -.is /based0 &uditE menjadi manajemen kontrak yang bertanggung jawab dan menangani pertentangan +dispute1E penegakan hukum +sistem penghargaan dan sanksi1E menggunakan E+ternal *uditor yang memenuhi syarat +berbasis pro"esional1. 6. Kewajaran +:airness1 'ecara sederhana kewajaran +"airness1 bisa dide"inisikan sebagai perlakuan yang adil dan setara di dalam memenuhi hak hak stakeholder yang timbul berdasarkan perjanjian serta peraturan perundangan yang berlaku. :airness juga mencakup adanya kejelasan hak hak pemodal, sistem hukum dan penegakan peraturan untuk melindungi hak hak investor khususnya pemegang saham minoritas dari berbagai bentuk kecurangan. )entuk kecurangan ini bisa berupa insider trading +transaksi yang melibatkan in"ormasi orang dalam1, "raud +penipuan1, dilusi saham +nilai perusahaan berkurang1, KKN, atau keputusan keputusan yang dapat merugikan seperti pembelian kembali saham

12

yang telah dikeluarkan, penerbitan saham baru, merger, akuisisi, atau pengambilalihan perusahaan lain. :airness diharapkan membuat seluruh aset perusahaan dikelola secara baik dan prudent +hati hati1, sehingga muncul perlindungan kepentingan pemegang saham secara "air +jujur dan adil1. :airness juga diharapkan memberi perlindungan kepada perusahaan terhadap praktek korporasi yang merugikan seperti disebutkan di atas. :airness menjadi jiwa untuk memonitor dan menjamin perlakuan yang adil di antara beragam kepentingan dalam perusahaan. Namun seperti halnya sebuah prinsip, "airness memerlukan syarat agar bisa diberlakukan secara e"ekti". 'yarat itu berupa peraturan dan perundang undangan yang jelas, tegas, konsisten dan dapat ditegakkan secara baik serta e"ekti". Cal ini dinilai penting karena akan menjadi penjamin adanya perlindungan atas hak hak pemegang saham manapun, tanpa ada pengecualian. 2eraturan perundang undangan ini harus dirancang sedemikian rupa sehingga dapat menghindari penyalahgunaan lembaga peradilan +litigation abuse1. !i antara +litigation abuse1 ini adalah penyalahgunaan ketidake"isienan lembaga peradilan dalam mengambil keputusan sehingga pihak yang tidak beritikad baik mengulur ngulur waktu kewajiban yang harus dibayarkannya atau bahkan dapat terbebas dari kewajiban yang harus dibayarkannya. 2rinsip GCG yang paling relevan dengan pengembangan sistem dan mekanisme internal perusahaan adalah accountability. )erdasarkan prinsip ini, pertama tama masing masing komponen perusahaan, seperti komisaris, direksi, internal auditor dituntut untuk mengerti hak, kewajiban, wewenang dan tanggung jawabnya. Cal tersebut penting sehingga masing masing komponen mampu melaksanakan tugas secara pro"essional.

13

!engan demikian masing masing pihak baik !ireksi maupun Komisaris perlu mengamankan investasi dan aset perusahaan. !alam hal ini !ireksi harus memiliki sistem dan pengawasan internal, yang meliputi bidang keuangan, operasional, risk management dan kepatuhan +compliance1. 'edangkan Komisaris menjaga agar tidak terjadi mismanagement dan penyalahgunaan wewenang oleh !ireksi dan para pejabat eksekuti" perusahaan. .. Keterbukaan In"ormasi +5ransparency1 Faitu keterbukaan yang diwajibkan oleh Undang undang seperti misalnya mengumukan pendirian 25 dalam tambahan berita Negara 3epublik Indonesia ataupun surat kabar. 'erta keterbukaan yang dilakukan oleh perusahaan menyangkut masalah keterbukaan in"ormasi ataupun dalam hal penerapan management keterbukaan, in"ormasi kepemilikan 2erseroan yang akurat, jelas dan tepat waktu baik kepada share holders maupun stakeholders. !alam mewujudkan transparansi ini sendiri, perusahaan harus menyediakan in"ormasi yang cukup, akurat, dan tepat waktu kepada berbagai pihak yang berkepentingan dengan perusahaan tersebut. 'etiap perusahaan, diharapkan pula dapat mempublikasikan in"ormasi keuangan serta in"ormasi lainnya yang material dan berdampak signi"ikan pada kinerja perusahaan secara akurat dan tepat waktu. 'elain itu, para investor harus dapat mengakses in"ormasi penting perusahaan secara mudah pada saat diperlukan. &da banyak man"aat yang bisa dipetik dari penerapan prinsip ini. 'alah satunya, stakeholder dapat mengetahui risiko yang mungkin terjadi dalam melakukan transaksi dengan perusahaan. Kemudian, karena adanya in"ormasi kinerja perusahaan yang diungkap secara akurat, tepat waktu, jelas, konsisten, dan dapat diperbandingkan, maka dimungkinkan terjadinya e"isiensi pasar. 'elanjutnya, jika prinsip transparansi dilaksanakan dengan baik dan tepat, akan dimungkinkan

14

terhindarnya benturan kepentingan +con"lict o" interest1 berbagai pihak dalam manajemen. 0. $u1uan .ene(a+an oo* Co(+o(ate o,e(nan-e 2enerapan sistim GCG diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah bagi semua pihak yang berkepentingan +stakeholders1 melalui beberapa tujuan berikut/ #. (eningkatkan e"isiensi, e"ekti"itas, dan kesinambungan suatu organisasi yang memberikan kontribusi kepada terciptanya kesejahteraan pemegang saham, pegawai dan stakeholders lainnya dan merupakan solusi yang elegan dalam menghadapi tantangan organisasi kedepan ,. (eningkatkan legitimasi organisasi yang dikelola dengan terbuka, adil, dan dapat dipertanggungjawabkan 6. (engakui dan melindungi hak dan kewajiban para share holders dan stakeholders. !alam menerapkan nilai nilai 5ata Kelola 2erusahaan, 2erseroan menggunakan pendekatan berupa keyakinan yang kuat akan man"aat dari penerapan 5ata Kelola 2erusahaan yang baik. )erdasarkan keyakinan yang kuat, maka akan tumbuh semangat yang tinggi untuk menerapkannya sesuai standar internasional. Guna memastikan bahwa 5ata Kelola 2erusahaan diterapkan secara konsisten di seluruh lini dan unit organisasi, 2erseroan menyusun berbagai acuan sebagai pedoman bagi seluruh karyawan. 'elain acuan yang disusun sendiri, 2erseroan juga mengadopsi peraturan perundang undangan yang berlaku. !alam hal penerapan prinsip GCG harus disadari bahwa penerapan tata kelola perusahaan yang baik hanya akan e"ekti" dengan adanya asas kepatuhan dalam kegiatan bisnis sehari hari, terlebih dahulu diterapkan oleh jajaran manajemen dan kemudian diikuti oleh segenap karyawan. (elalui penerapan yang konsisten, tegas dan berkesinambungan dari seluruh pelaku bisnis.

15

!engan pemberlakukan Undang undang No. .- 5ahun ,--% tentang 2erseroan 5erbatas akankah implementasi GCG di Indonesia bisa terwujud tergantung pada penerapan dan kesadaran dari perseroan tersebut akan pentingnya prinsip GCG dalam dunia usaha. 2. 3anfaat *an 2a)to( .ene(a+an oo* Co(+o(ate o,e(nan-e 'eberapa jauh perusahaan memperhatikan prinsip prinsip dasar GCG telah semakin menjadi "aktor penting dalam pengambilan keputusan investasi. Utamanya, hubungan antara praktek corporate governance dengan karakter investasi internasional saat ini. Karakter investasi ini ditandai dengan terbukanya peluang bagi perusahaan mengakses dana melalui Gpool o" investorsH di seluruh dunia. 'uatu perusahaan dan atau negara yang ingin menuai man"aat dari pasar modal global, dan jika kita ingin menarik modal jangka panjang yang, maka penerapan GCG secara konsisten dan e"ekti" akan mendukung ke arah itu. )ahkan apabila perusahaan tidak bergantung pada sumberdaya dan modal asing, penerapan prinsip dan praktek GCG akan dapat meningkatkan keyakinan investor domestik terhadap perusahaan. !i samping hal hal tersebut di atas, GCG juga dapat/ #. (engurangi agency cost, yaitu suatu biaya yang harus ditanggung pemegang saham sebagai akibat pendelegasian wewenang kepada pihak manajemen. )iaya biaya ini dapat berupa kerugian yang diderita perusahaan sebagai akibat penyalahgunaan wewenang +wrong doing1, ataupun berupa biaya pengawasan yang timbul untuk mencegah terjadinya hal tersebut. ,. (engurangi biaya modal +cost o" capital1, yaitu sebagai dampak dari pengelolaan perusahaan yang baik tadi menyebabkan tingkat bunga atas dana atau sumber daya yang dipinjam oleh perusahaan semakin kecil seiring dengan turunnya tingkat resiko perusahaan. 6. (eningkatkan nilai saham perusahaan sekaligus dapat meningkatkan citra perusahaan tersebut kepada publik luas dalam jangka panjang.

16

.. (enciptakan

dukungan

para

stakeholder

+para

pihak

yang

berkepentingan1 dalam lingkungan perusahaan tersebut terhadap keberadaan dan berbagai strategi dan kebijakan yang ditempuh perusahaan, karena umumnya mereka mendapat jaminan bahwa mereka juga mendapat man"aat maksimal dari segala tindakan dan operasi perusahaan dalam menciptakan kemakmuran dan kesejahteraan. :aktor :aktor 2enerapan GCG #. :aktor 7ksternal Fang dimakud "aktor eksternal adalah beberapa "aktor yang berasal dari luar perusahaan yang sangat mempengaruhi keberhasilan penerapan GCG. !i antaranya/ a. 5erdapatnya sistem hukum yang baik sehingga mampu menjamin berlakunya supremasi hukum yang konsisten dan e"ekti". b. !ukungan pelaksanaan GCG dari sektor publik* lembaga pemerintahaan yang diharapkan dapat pula melaksanakan Good Governance dan Clean Government menuju Good Government Governance yang sebenarnya. c. 5erdapatnya contoh pelaksanaan GCG yang tepat +best practices1 yang dapat menjadi standard pelaksanaan GCG yang e"ekti" dan pro"esional. !engan kata lain, semacam benchmark +acuan1. 5erbangunnya sistem tata nilai sosial yang mendukung penerapan GCG di masyarakat. Ini penting karena lewat sistem ini diharapkan timbul partisipasi akti" berbagai kalangan masyarakat untuk mendukung aplikasi serta sosialisasi GCG secara sukarela. Cal lain yang tidak kalah pentingnya sebagai prasyarat keberhasilan implementasi GCG terutama di Indonesia adalah

17

adanya semangat anti korupsi yang berkembang di lingkungan publik di mana perusahaan beroperasi disertai perbaikan masalah kualitas pendidikan dan perluasan peluang kerja. )ahkan dapat dikatakan bahwa perbaikan lingkungan publik sangat mempengaruhi kualitas dan skor perusahaan dalam implementasi GCG. ,. :aktor Internal (aksud "aktor internal adalah pendorong keberhasilan pelaksanaan praktek GCG yang berasal dari dalam perusahaan. )eberapa "aktor dimaksud antara lain/ a. 5erdapatnya budaya perusahaan +corporate culture1 yang mendukung penerapan GCG dalam mekanisme serta sistem kerja manajemen di perusahaan. b. )erbagai peraturan dan kebijakan yang dikeluarkan perusahaan mengacu pada penerapan nilai nilai GCG. c. (anajemen pengendalian risiko perusahaan juga didasarkan pada kaidah kaidah standar GCG. d. 5erdapatnya sistem audit +pemeriksaan1 yang e"ekti" dalam perusahaan untuk menghindari setiap penyimpangan yang mungkin akan terjadi. e. &danya keterbukaan in"ormasi bagi publik untuk mampu memahami setiap gerak dan langkah manajemen dalam perusahaan sehingga kalangan publik dapat memahami dan mengikuti setiap derap langkah perkembangan dan dinamika perusahaan dari waktu ke waktu.

18

&0SI3.4'#5 Good corporate governance +GCG1 merupakan sistem yang mengatur dan mengendalikan perusahaan guna menciptakan nilai tambah +value added1 untuk semua sta e!older. Konsep ini menekankan pada dua hal yakni, pertama, pentingnya hak pemegang saham untuk memperoleh in"ormasi dengan benar dan tepat pada waktunya dan, kedua, kewajiban perusahaan untuk melakukan pengungkapan +disclosure1 secara akurat, tepat waktu, transparan terhadap semua in"ormasi kinerja perusahaan, kepemilikan, dan stakeholder.

19

5erdapat empat komponen utama yang diperlukan dalam konsep Good Corporate Governance, yaitu fairness, transparency, accountability, dan responsibility$ Keempat komponen tersebut penting karena penerapan prinsip Good Corporate Governance secara konsisten terbukti dapat meningkatkan kualitas laporan keuangan dan juga dapat menjadi penghambat aktivitas rekayasa kinerja yang mengakibatkan laporan keuangan tidak menggambarkan nilai "undamental perusahaan. !ari berbagai hasil penelitian lembaga independen menunjukkan bahwa pelaksanan Corporate Governance di Indonesia masih sangat rendah, hal ini terutama disebabkan oleh kenyataan bahwa perusahaan perusahaan di Indonesia belum sepenuhnya memiliki Corporate Culture sebagai inti dari Corporate Governance. 2emahaman tersebut membuka wawasan bahwa korporat kita belum dikelola secara benar, atau dengan kata lain, korporat kita belum menjalankan governansi.

D#2$#% .4S$#&#
http://www.zebranusantara.co.id/go ernance.ht!

7""endi, (uh.&rie". ,--$. 1!e 2o%er Of Good Corporate Governance) 1eori dan Implementasi. =akarta/ 'alemba 7mpat. 'utojo, 'iswanto. ,--8. Good Corporate Governance) 1ata Kelola 2erusa!aan 3ang ,e!at$ =akarta/ !amar (ulia 2ustaka$ Aarkasyi, (oh. Bahyudin. ,--0. Good CorporateGovernance. )andung/ &l"abeta.

20