Anda di halaman 1dari 41

PARKINSONS DISEASE DEMENTIA

Agung Hadi Wibowo

SKENARIO

Skenario
Ny. L, umur 69 tahun, dibawa ke dokter karena sering tidak bisa pulang (lupa jalan pulang) dan sering ketinggalan belanjaan di pasar. Kejadian ini berlangsung 1 tahun dan semakin berat. Sejak 1,5 tahun yang lalu penderita sudah sukar berjalan karena badannya kaku, tangannya mengalami tremor kasar dan mudah jatuh. Pemeriksaan fisik GCS 15, TD 170/100, nadi 82x/menit regular, RR 20 x /menit, temperature 37,2 C Status Neurologis : Gerakan dan kekuatan ekstremitas menurun, tremor kasar di kedua lengan, lain-lain dalam batas normal. Pemeriksaan Laboratorium : GDS 140 mg/dl, Kolestrol total 260 mg%, TG 120 mg%. Pemeriksaan Penunjang : MRI kepala dalam batas normal dengan atropi tingan di Lobus Frontalis. Pemeriksaan Kognitif : MMSE 17/30.

Identifikasi Masalah
Ny. L, umur 69 tahun, sering lupa sejak 1 tahun yang lalu dan semakin berat Sejak 1,5 tahun yang lalu penderita: - Sukar berjalan karena badannya kaku - Tangannya mengalami tremor kasar - Mudah jatuh.

Pemeriksaan fisik - TD 170/100 - Status Neurologis : Gerakan dan kekuatan ekstremitas menurun, tremor kasar di kedua lengan - Pemeriksaan Laboratorium : Kolestrol total 260 mg% - Pemeriksaan Penunjang : MRI kepala ditemukan atropi ringan di Lobus Frontalis. - Pemeriksaan kognitif : MMSE 17/30

PENEGAKAN DIAGNOSIS

Penegakan Diagnosis
Anamnesis
- Keluhan Kognitif Lupa - Keluhan Motorik Kaku, tremor, mudah jatuh - Keluhan motorik terjadi lebih dahulu daripada keluhan kognitif

Pemeriksaan Fisik
- Keluhan Kognitif MMSE 17/30 derajat sedang - Keluhan Motorik gerakan dan kekuatan ekstremitas menurun, tremor kasar

Penegakan Diagnosis
Anamnesis & Pem. Fisik - Lupa + MMSE Dementia - Kaku, tremor, mudah jatuh, gerakan dan kekuatan ekstremitas menurun Parkinson - WD : Parkinsons Disease Dementia (PDD) Pemeriksaan Penunjang - Laboratorium Evaluasi penyebab - MRI Evaluasi struktur anatomi

Penegakan Diagnosis
Pemeriksaan Fisik Parkinsons Disease - Cogwheel rigidity - Lead pipe rigidity - Resting Tremor Pill Rolling - Festinating Gait - Bradikinesia

GANGLIA BASALIS

Ganglia Basalis

Ganglia Basalis
Direct Pathway
Cortex (stimulates) Striatum (inhibits) "SNr-GPi" complex (less inhibition of thalamus) Thalamus (stimulates) Cortex (stimulates) Muscles, etc. (hyperkinetic state)

Ganglia Basalis

Ganglia Basalis
Indirect Pathway
Cortex (stimulates) Striatum (inhibits) GPe (less inhibition of STN) STN (stimulates) "SNr-GPi" complex (inhibits) Thalamus (is stimulating less) Cortex (is stimulating less) Muscles, etc. (hypokinetic state)

Ganglia Basalis

Ganglia Basalis
Rangkuman Direct Pathway hiperkinetik Indirect Pathway hipokinetik

Ganglia Basalis
Dopamine oleh Subtantia Nigra pars compacta Dopamine meningkatkan aktivitas motorik : Eksitasi striatal cells pada direct loop melalui reseptor D1 Inhibisi striatal cells pada indirect loop melalui reseptor D2

Ganglia Basalis

Ganglia Basalis
Asetilkolin oleh Interneuron Striatum ACh menurunkan aktivitas motorik : Inhibisi striatal cells pada direct loop Eksitasi striatal cells pada indirect loop

Ganglia Basalis

EPIDEMIOLOGI

Epidemiologi
- Penyakit Parkinson adalah gangguan neurodegeneratif paling banyak kedua setelah penyakit Alzheimer dan mempengaruhi sekitar tujuh juta orang di seluruh dunia dan satu juta orang di Amerika Serikat. - Diperkirakan bahwa 50-80 % dari mereka dengan penyakit Parkinson pada akhirnya mengalami Parkinsons Disease Dementia.

PATOFISIOLOGI

Ganglia Basalis
Parkinsons Disease

Patofisiologi
Parkinsons Disease Proses Neurodegeneratif pada Subtantia Nigra - Kaku Pengaruh di tonus otot hipertoni Oleh Gamma Motor Neuron (-MN) Mekanisme inhibisi yang terganggu

Patofisiologi

Patofisiologi
Parkinsons Disease
- Tremor Hiperaktivitas dari ACh di Ganglia Basalis (Striatum)
- Gerakan dan Kekuatan Ektremitas Menurun Dopamin berkurang Hipoaktivitas motorik

Patofisiologi
Dementia Proses Neurodegeneratif pada Cortex Prefrontalis Terjadi penurunan kadar Ach pada Cortex Prefrontalis tersebut

TATALAKSANA

Tatalaksana
Demensia Tujuan : mengobati penyebab demensia yang dapat dikoreksi dan menyediakan situasi yang nyaman dan mendukung bagi pasien

Tatalaksana
Demensia Terapi Farmakologis (Obat-Obatan) Mempertahankan fungsi kognitif
ChE-I : glantimin Tacrine, donezepil, rivastigmin,

Tatalaksana
Parkinson Tujuan : Meminimalkan kecacatan (disability) dan efek samping, serta meningkatkan kualitas hidup semaksimal mungkin

Tatalaksana
Parkinson

Non-farmakologi :
Latihan

Edukasi
Nutrisi

Pembedahan

Tatalaksana
Parkinson Farmakologi - Meningkatkan kadar dopamin endogen - Mengaktifkan reseptor dopamin dengan agonis - Menekan aktivitas kolinergik dengan obat-obat antikolinergik

Tatalaksana
Parkinson Meningkatkan kadar dopamin endogen
a. b. c. d. Substitusi : Levodopa, Carbidopa MAO-i : Selegiline COMT-i : Tolcapone, Entacapone Amantadin meningkatkan sintesis dan pelepasan Dopamin, hambat re-uptake Dopamin

Tatalaksana
Parkinson Mengaktifkan agonis
Bromocriptin, Ropinirol

reseptor
Pramipexol,

dopamin
ropinirol,

dengan
Pergolide,

Menekan aktivitas kolinergik dgn obat-obat antikolinergik


Benztropin, triheksifenidil, Biperiden

Tatalaksana
Biosintesis dan Degradasi Katekolamin
Tyrosin
Tyrosin -hydroxilase

L-DOPA
DOPA dekarboksilase

3-0-Methyldopa

Dopamin
COMT

MAO

3,4-dihydroxyphenilacetic acid

D1 COMT : cathecol-0-methyltransferase MAO : monoamine oxidase

D2

PROGNOSIS

Prognosis
Ad fungsionam : malam Ad vitam : dubia ad malam

KESIMPULAN

Kesimpulan
Ny. L umur 69 tahun mengalami mudah lupa, badan kaku, tangan mengalami tremor kasar dan mudah jatuh ec. parkinsons disease dementia (PDD).

TERIMA KASIH