Anda di halaman 1dari 60

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Satuan Pendidikan Kelas/Semester Mata Pelajaran Tema Sub Tema Pertemuan Ke

: SMPN 1 Indralaya Utara : VII/1 : Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) : Keadaan Alam dan Aktivitas Penduduk Indonesia : Letak Wilayah dan Pengaruhnya Bagi Keadaan Alam Indonesia : 1 ( satu )

A.

KOMPETENSI INTI 1. Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya 2. Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya 3. Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural)berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata 4. Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori KOMPETENSI DASAR 1.3 Menghargai karunia tuhan yang maha Esa telah menciptakan manusia dan lingkungannya 3.1 Memahami aspek keruangan dan konektivitas antar ruang dan waktu dalam lingkup regional serta perubahan dan berlanjutan kehidupan manusia (ekonomi, social, budaya, pendidikan, dan politik) INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI 1. Merumuskan pegertian letak astronomis 2. Menunjukkan letak astronomis Indonesia 3. Menganalisis Pengaruh letak astronomis indonesia TUJUAN PEMBELAJARAN Melalui diskusi siswa diharapkan dapat : 1. Merumuskan pegertian letak astronomis 2. Menunjukkan letak astronomis Indonesia 3. MenganalisisPengaruh letak astronomis indonesia MATERI AJAR 1. Pegertian letak astronomis 2. Letak astronomis Indonesia 3. Pengaruh letak astronomis indonesia ALOKASI WAKTU : 2 X 40 Menit METODE PEMBELAJARAN 1. Pendekatan 2. Metode

B.

C.

D.

E.

F. G.

: Scientifik, cooperative learning : Diskusi

H.

KEGIATAN PEMBELAJARAN Kegiatan Pertemuan ke 1 Pendahuluan 1. 2. 3. 4. 5. 1. 2. Guru membuka pelajaran dengan mengucapkan salam dan mengajak berdoa bersama (relegius) Guru mengajak siswa bernyanyi bersama lagu dari sabang sampai merauke ( cinta tanah air ) siswa mengamati Peta Indonesia dan Peta Dunia di SLIDE untuk menunjukkan letak Astronomis Indonesia ( Rasa Ingin Tahu) Guru meminta tanggapan siswa,kemudian memberikan Reward berupa Applaus kepada siswa yg mbrikan tanggapan Guru menginformasikan tujuan yang ingin dicapai dan ruang lingkup materi Guru membagi kelas menjadi 5 kelompok,masing masing terdiri dari 6 siswa Masing masing kelompok menerima kartu pembelajaran/LKS dengan tugas yg sama yaitu:merumuskan pengertian letak astronomis, menunjukkan letak Astronomis Indonesia,menganalisis pengaruh letak astronomis terhadap kehidupan sosial, ekonomi, dan budaya. Masing masing kelompok diberi waktu untuk mendiskusikan permasalahan Masing masing kelompok mempresentasikan hasil diskusinya secara bergantian Kelompok yang lain memberikan tanggapan Guru memberikan reward ( memberi applaus) kepada kelompok yang tampil di depan kelas Guru bersama siswa menyimpulkan hasil pembelajaran yanbg telah dilakukan Guru memberikan tes tulis secara treretulis Guru memberi tugas rumah untuk membuat peta Indonesia secara berkelompok dan dikumpulkan pada pertemuan berikutnya Menutup pelajaran dengan berdoa sesuai dengan agama dan keyakinan masing-masing 10 menit Deskripsi Kegiatan Alokasi waktu

Inti

60 menit

3. 4. 5. 6. Penutup 1. 2. 3. 4.

10 menit

I.

SUMBER BELAJAR 1. Alat : Komputer/laptop, LCD,Power Point 2. Bahan/sumber ajar : Buku siswa , buku pegangan guru, 3. Kartu-kartu pembelajaran/LKS PENILAIAN 1. Penilaian kinerja ( diskusi ) 2. Tes tertulis

J.

LAMPIRAN 1. Lagu Dari Sabang sampai Merauke Dari sabang sampai merauke Berjajar pulau pulau Sambung menyambung menjadi satu Itulah indonesia Indonesia tanah airku Aku berjanji padamu Menjunjung tanah airku Tanah airku indonesia 2. Sintaks Metode diskusi Langkah-langkah : 1. Kelas dikelompokkan ke dalam = 5 kelompok 2. Tiap kelompok diberi permasalahan yang sama tentang letak Astronomis Indonesia 3. Tiap kelompok diberi waktu untuk berdiskusi 4. Masing-masing kelompok mempresentasikan hasil diskusinya,kelompok lain menanggapi 5. Guru memberi penguatan terhadap hasil diskusi

3. INSTRUMEN PENILAIAN Jawablah pertanyaan dibawah ini dengan benar ! 1. Jelaskan pegertian letak astronomis! 2. Sebutkan letak astronomis Indonesia! 3. Apa Pengaruh letak astronomis indonesia terhadap ekonomi penduduk ,sosial dan budaya ! 1. Test tertulis 1. Jelaskan pengertian letak Astronomis ! 2. Sebutkan letak Astronomis Negara Indonesia ! 3. Apa pengaruh letak astronomis Indonesia terhadap kehidupan ekonomi social dan budaya! Kunci jawab dan pedoman penskoran : No. Jawaban 1. Letak astronomis adalah letak suatu tempat berdasarkan garis lintang dan garis bujur 2. Letak Astronomis Indonesia 6o LU 11o LS dan 95o BT 141o BT 3. Pengaruh letak Astronomis Indonesia terhadap ekonomi penduduk,mayoritas penduduk bekerja disektor agraris.sedangkan terhadap sosial budaya muncul beragam budaya daerah,bahasa,pakaian dll 4. .. jumlah

Skor 2 3 6

Nilai

11

Skor perolehan Nilai = Skor Maksimal X 100

Kriteria nilai

80 100= baik sekali 70 - 79 = baik 60 69 = cukup < 60 = kurang

2.

Rubrik Penilaian Pelaksanaan diskusi kelompok Aspek

NNo. 1 2 3 4 ... ...

Nama Siswa

Gagas an 4 3

Kerja sama 3 2 4 4

Inisiatif

Keaktifan 3 3

Kedisiplin an 3 2

Jumlah Skor 17 14

Nilai 85 70 A B

Ket.

Keterangan Skor : Baik sekali Baik Cukup Kurang

= = = =

4 3 2 1

Kriteria Nilai A B C D

= = = =

80 100 70 79 60 69 60

: : : :

Baik Sekali Baik Cukup Kurang

Skor perolehan Nilai = Skor Maksimal X 100

Satuan Pendidikan Kelas/Semester Mata Pelajaran Tema Pertemuan Ke Alokasi waktu A.

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) : SMPN 1 Indralaya Utara : VII/1 : Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) : Keadaan Alam dan Aktivitas Penduduk Indonesia :2 : 2 x 40 Menit

KOMPETENSI INTI 1. Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya 2. Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya 3. Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural)berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata 4. Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori KOMPETENSI DASAR 1.3 Menghargai karunia tuhan yang maha Esa telah menciptakan manusia dan lingkungannya 3.1 Memahami aspek keruangan dan konektivitas antar ruang dan waktu dalam lingkup regional serta perubahan dan keberlanjutan kehidupan manusia (ekonomi, social, budaya, pendidikan, dan politik) INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI 1. Menjelaskan pegertian letak geografis 2. Menjelaskan letak geografis Indonesia 3. Menjelaskan Pengaruh letak geografis indonesia TUJUAN PEMBELAJARAN Melalui diskusi siswa diharapkan dapat memahami 1. pegertian letak geografis 2. letak geografis Indonesia 3. Pengaruh letak geografis indonesia MATERI POKOK 1. Pegertian letak goegrafis 2. Letak geografis Indonesia 3. Pengaruh letak geografis indonesia METODE PEMBELAJARAN 1. Pendekatan 2. Metode KEGIATAN PEMBELAJARAN Kegiatan Pertemuan ke 2 Pendahuluan 1. Guru membuka pelajaran dengan mengucapkan salam dan mengajak berdoa bersama (relegius) 2. Guru menanyakan materi pelajaran minggu yang lalu 3. Guru menginformasikan tujuan yang ingin dicapai 4. Guru memberi gambaran garis besar materi yang akan dipelajari (rasa ingin tahu) 1. Guru membagi kelas menjadi 5 kelompok,masing masing terdiri dari 6 siswa 2. Masing masing kelompok diberi tugas yg sama tentang letak geografis Indonesia 3. masing masing kelompok diberi waktu untuk mendiskusikan permasalahan 4. masing masing kelompok mempresentasikan hasil diskusinya secara bergantian 5. Kelompok yang lain memberikan tanggapan 6. Guru memberikan penguatan hasil diskusi dan memberikan apresiasi kepada kelompok yang berhasil tampil dengan baik 10 menit

B.

C.

D.

E.

G.

: Saintifik : Diskusi cooperative learning

H.

Deskripsi Kegiatan

Alokasi waktu

Inti

60 menit

Penutup

1. Guru bersama siswa bersama-sama menyimpulkan hasil diskusi 2. Guru memberikan tes tulis 3. Guru memberi tugas rumah kepada masing-masing kelompok utk membuat peta indonesia 4. Menutup pelajaran dengan berdoa sesuai dengan agama dan keyakinan masing-masing

10

e n i t

I.

J.

SUMBER BELAJAR 1. Alat : Komputer/laptop, LCD,Power Point 2. Bahan/sumber ajar : LKS, Buku siswa , buku pegangan guru PENILAIAN PROSES DAN HASIL BELAJAR 1. Penilaian diskusi 2. Tes tertulis INSRUMEN PENILAIAN Jawablah pertanyaan dibawah ini dengan benar! 1. Jelaskan pegertian letak geografis 2. Jelaskan letak geografis Indonesia! 3. Jelaskan Pengaruh letak geografis indonesia!

K.

LAMPIRAN 1. Metode diskusi Langkah-langkah : 1. Kelas dikelompokkan ke dalam = 5 kelompok 2. Tiap kelompok diberi permasalahan yang sama tentang letak goegrafis Indonesia 3. Tiap kelompok diberi waktu untuk berdiskusi 4. Masing-masing kelompok mempresentasikan hasil diskusinya,kelompok lain menanggapi 5. Guru memberi penguatan terhadap hasil diskusi Ringkasan Materi

2.

KEADAAN ALAM DAN AKTIVITAS PENDUDUK INDONESIA 1.Letak Wilayah dan Pengaruhnya bagi Keadaan Alam Indonesia Bagaimanakah dengan letak wilayah Indonesia? Gambaran umum tentang pengaruh letak Indonesia terhadap keadaan alamnya akan diuraikan berikut ini. 2. Letak Geografis Letak geografis adalah letak suatu negara dilihat dari kenyataan di permukaan bumi. Secara geografis, Indonesia terletak di antara dua benua dan dua samudra. Benua yang mengapit Indonesia adalah Benua Asia yang terletak di sebelah utara Indonesia dan Benua Australia yang terletak di sebelah selatan Indonesia. Samudra yang mengapit Indonesia adalah Samudra Pasifik di sebelah timur Indonesia dan Samudra Hindia di sebelah barat Indonesia. Wilayah Indonesia juga berbatasan dengan sejumlah wilayah. Batas-batas wilayah Indonesia dengan wilayah lainnya adalah seperti berikut. Di sebelah utara, Indonesia berbatasan dengan Malaysia, Singapura, Palau, Filipina dan Laut China Selatan. Di sebelah selatan, Indonesia berbatasan dengan Timor Leste, Australia, dan Samudra Hindia. Di sebelah barat, Indonesia berbatasan dengan Samudra Hindia. Di sebelah timur, Indonesia berbatasan dengan Papua Nugini dan Samudra Pasifik. Kunci : No. Jawaban Skor 1. Ditinjau dari letak geografisnya yaitu berada diantara dua benua dan dua samudra yang 3 merupakan persilangan dunia sehingga menguntungkan dalam hal kegiatan ekonomi 2. Karena Indonesia dilewati garis katuliswa 2 3. .. Skor perolehan Nilai = Skor Maksimal X 100

3.

Rubrik Penilaian Pelaksanaan diskusi kelompok Aspek No. 1 2 3 Nama Siswa Gagasan Kerja sama Inisiatif Keaktifan Kedisiplin an

Jumlah Skor

Nilai

Ket.

Keterangan Skor : Baik sekali Baik Cukup Kurang

= = = =

4 3 2 1

Kriteria Nilai A B C D

= = = =

80 100 70 79 60 69 60

: : : :

Baik Sekali Baik Cukup Kurang

Skor perolehan Nilai = Skor Maksimal X 100

Satuan Pendidikan Kelas/Semester Mata Pelajaran Tema Pertemuan Ke Alokasi waktu A.

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) : SMPN 1 Indralaya Utara : VII/1 : Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) : Keadaan Alam dan Aktivitas Penduduk Indonesia :3 : 2 x 40 Menit

KOMPETENSI INTI 1. Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya 2. Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya 3. Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural)berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata 4. Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori KOMPETENSI DASAR 1.3 Menghargai karunia tuhan yang maha Esa telah menciptakan manusia dan lingkungannya 3.1 Memahami aspek keruangan dan konektivitas antar ruang dan waktu dalam lingkup regional serta perubahan dan keberlanjutan kehidupan manusia (ekonomi, social, budaya, pendidikan, dan politik) INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI 1. Menjelaskan pengertian iklim 2. Menyebutkan 3 jenis iklim di Indonesia 3. Menjelaskan karakteristik iklim di Indonesia 4. Menjelaskan dampak ketiga jenis iklim bagi Indonesia TUJUAN PEMBELAJARAN Melalui diskusi siswa diharapkan dapat memahami 1. Pengertian iklim 2. Jenis iklim di Indonesia 3. Karakteristik iklim di Indonesia 4. Dampak ketiga jenis iklim bagi Indonesia MATERI POKOK 1. Pengertian iklim 2. Jenis iklim di Indonesia 3. Karakteristik iklim di Indonesia 4. Dampak ketiga jenis iklim bagi Indonesia METODE PEMBELAJARAN 1. Pendekatan 2. Metode KEGIATAN PEMBELAJARAN Kegiatan Pertemuan ke 1 Pendahuluan 1. Guru membuka pelajaran dengan mengucapkan salam dan mengajak berdoa bersama (relegius) 2. Guru menanyakan materi pelajaran minggu yang lalu 3. Guru menginformasikan tujuan yang ingin dicapai 4. Guru memberi gambaran garis besar materi yang akan dipelajari (rasa ingin tahu) 5. Guru mengajak siswa mengamati peta Indonesia berkaitan dengan letak astronomis 10 menit Deskripsi Kegiatan Alokasi waktu

B.

C.

D.

E.

F.

: Saintifik : Diskusi dan tanya jawab

G.

Inti

Penutup

1. Guru menanyakan pengertian iklim kepada siswa 2. Guru menginformasikan 3 jenis iklim yang ada di Indonesia 3. Guru bertanya jawab tentang karakteristik iklim di Indonesia 4. Guru memberi perintah kepada siswa untuk membentuk 4 kelompok diskusi, 2 kelompok membahas tentang karakteristik iklim di Indonesia dan 2 kelompok membahas dampak jenis iklim yang ada di Indonesia 5.Masing masing kelompok mempresentasikan hasil diskusinya secara bergantian 6.Kelompok yang lain memberikan tanggapan dan menyampaikan pertanyaan 7.Guru memberikan penguatan hasil diskusi dan memberikan apresiasi kepada kelompok yang berhasil tampil dengan baik 8.Guru bersama dengan siswa membuat kesimpulan hasil diskusi Pos tes 1. Guru memberi tugas rumah, melakukan percobaan pengukuran suhu udara.Dan membuat laporan pengamatan. 2. Menutup pelajaran dengan berdoa sesuai dengan agama dan keyakinan masingmasing

60 menit

10 menit

H.

SUMBER BELAJAR 1. Alat : Komputer/laptop, LCD,Power Point, Internet 2. Bahan/sumber ajar : LKS, Buku siswa , soal-soal latihan, makalah,buku guru PENILAIAN PROSES DAN HASIL BELAJAR 1. Penilaian diskusi 2. Tes tertulis INSRUMEN PENILAIAN Jawablah pertanyaan dibawah ini dengan benar! 1. Jelaskan pengertian Iklim! 2. Sebutkan 3 jenis iklim di Indonesia! 3. Jelaskan karakteristik iklim di Indonesia 4. Jelaskan dampak ketiga jenis iklim di Indonesia!

I.

J.

LAMPIRAN 1. Student Team Achievement Divisions Langkah-langkah : 1. Siswa dikelompokkan ke dalam 4 kelompok 2. Kelompok ganjil mendiskusikan materi karakteristik iklim di Indonesia 2. Kelompok genap mendiskusikan materi dampak ketiga jenis iklim di Indonesia 3. Masing masing kelompok mempresentasikan hasil diskusinya secara bergantian 5 . Guru memberikan penguatan hasil diskusi dan memberikan apresiasi kepada kelompok yang berhasil tampil dengan baik 6. Guru bersama dengan siswa membuat kesimpulan hasil diskusi 7. Guru memberi evaluasi 8. Penutup Ringkasan Materi KEADAAN ALAM DAN AKTIVITAS PENDUDUK INDONESIA A. 1. Keadaan Alam Indonesia Keadaan Iklim Indonesia (suhu) a. Pengertian iklim Gambaran tentang keadaan alam Indonesia secara umum dapat dilihat dari keadaan iklim, bentuk muka bumi dan flora faunanya. Iklim adalah keadaan rata-rata cuaca dalam waktu dan daerah yang luas. Data cuaca harian, bulanan dan tahunan akan menetukan tipe iklim suatu tempat. Untuk menentukan iklim diperlukan data cuaca selama bertahuntahun, misalnya Schmidth-Ferguson dapat menentukan iklim suatu tempat berdasarkan data selama 10 tahun, sedangkan Koppen dalam 30 tahun.

b.

c. d. e. f.

d.

Tiga jenis iklim di Indonesia Secara umum keadaan iklim di Indonesia dipengaruhi oleh tiga jenis iklim yaitu, iklim musim, iklim laut, dan iklim panas. Gambaran tentang ketiga jenis iklim tersebut adalah: Iklim musim, dipangruhi oleh angin musim yang berubah-ubahsetiap periode waktu tertentu. Biasanya satu periode perubahan adalah 6 bulan Iklim Laut, terjadi karena Indonesia memiliki wilayah laut yang luas, sehingga banyak menimbulkan penguapan dan akhirnya mengakibatkan terjadinya hujan Iklim panas, terjadi kerena Indonesia berada di daerah tropis. Suhu yang tinggi mengakibatkan penguapan yang tinggi dan berpotensi untuk terjadinya hujan Karakteristik iklim di Indonesia Iklim Indonesia menurut I Made Sandi(1985) memiliki karakteristik tertentu yang ditentukan oleh faktor letak dan sifat kepualauan yaitu sebagai berikut: 1.Suhu rata-rata tahuan tinggi karena letaknya dekat katulistiwa 2.Adanya hembusan angin musim yang membawa musim hujan dan musim kemarau. 3.Bebas dari hempasan angin Taifun karena sebagian besar wilayah Indonesia terletak antara 10 LU dan 10LS 4.Kadar kelembapan udara tinggi akibat dari sifat kepulauan. Luasnya laut dan selat dan tingginya suhu udara membuat tingkat penguapannya tinggi, sehingga kadar uap air dalam udara tinggi. Dampak ketiga jenis iklim di Indonesia Ketiga jenis iklim tersebut berdampak pada tingginya curah hujan di Indonesia. Curah hujan di Indonesia berwariasi antar wilayah, tetapi pada umumnya sekitar 2.500mm/tahun. Walaupun angka curah hujan bervariasi antar wilayah di Indonesia, tetapi pada umumnya curah hujan tergolong besar. Kondisi curah hujan yang besar ditunjang dengan penyinaran matahari yang cukup membuat Indonesia sangat cocok untuk kegiatan pertanian sehingga mampu memenuhi kebutuhan penduduk akan pangan

LAMPIRAN 4

LEMBAR KEGIATAN SISWA

1. Tema : Keadaan Alam dan Aktivitas Penduduk Indonesia 2.Mata Pelajaran : IPS 3. Kelas/semester : VII/1 4. Waktu Pengerjaan : 5. Petunjuk Pengerjaan : a. Siapkanlah sebuah termometer untuk mengukur suhu udara! b. Tempatkannlah termometer pada lokasi yang tidak terkena langsung oleh sinar matahari c. Ukurlah suhu udara dari pagi sampai siang hari setiap satu jam sekali. d. Catatlah hasil pengukuran pada sebuah tabel e. Perhatikannlah angka suhu yang telah kamu catat 6. Tujuan belajar yang ingin dicapai Pada kegiatan ini kamu dapat membuktikan salah satu ciri iklim tropis berupa suhu yang tinggi dengan melakukan pengukuran 7.Informasi Bacalah dengan cermat materi tentang iklim yang berkaitan dengan suhu udara 8.Tugas dan langkah kerja a. Berapakah suhu udara tertinggi pada saat pegukuran b. Berapakah rata-rata suhu udara selama pengukuran c.Pada jam berapa suhu udara tertinggi dicapai d.Mengapa suhu udara tertinggi tercapai pada jam tersebut? e. Apakah data hasil pengukuran suhu tersebut dapat membuktikan Indonesia sebagai daerah tropis? Tugas kelompok pada pertemuan ke 1 Kelompok Kelompok 1 Karakteristik jenis Iklim di Indonesia Kelompok 2 Dampak ketiga jenis iklim di indonesia Kelompok 3 Karakteristik jenis Iklim di Indonesia Kelompok 4 Dampak ketiga jenis iklim di indonesia

Materi

Tugas Individu pada pertemuan ke 1 Tabel hasil pengamatan suhu udara NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 Jam Pengamatan 04.00 WIB 05.00 WIB 06.00 WIB 07.00 WIB 08.00 WIB 09.00 WIB 10.00 WIB 11.00 WIB 12.00 WIB 13.00 WIB 14.00 WIB 16.00 WIB 17.00 WIB 18.00 WIB 19.00 WIB Temperatur ..c ..c ..c ..c ..c ..c ..c ..c ..c ..c ..c ..c ..c ..c ..c Keterangan

Keterangan diisi suhu tertinggi dan terendah INSTRUMEN PENILAIAN DAN RUBRIK PENILAIAN 4. Test tertulis 1. Jelaskan pengertilan iklim 2. Sebutkan 3 jenis iklim di Indonesia! 3. Jelaskan karakteristik ketiga jenis iklim di Indonesia 4. Jelaskan dampak iklim Indonesia Kunci : No. Jawaban 1. Iklim adalah keadaan rata-rata cuaca dalam waktu dan daerah yang luas 2. ketiga jenis iklim tersebut adalah: 1.Iklim musim, dipangruhi oleh angin musim yang berubah-ubahsetiap periode waktu tertentu. Biasanya satu periode perubahan adalah 6 bulan 2.Iklim Laut, terjadi karena Indonesia memiliki wilayah laut yang luas, sehingga banyak menimbulkan penguapan dan akhirnya mengakibatkan terjadinya hujan 3.Iklim panas, terjadi kerena Indonesia berada di daerah tropis. Suhu yang tinggi mengakibatkan penguapan yang tinggi dan berpotensi untuk terjadinya hujan 3. Karakteristik Iklim di Indonesia: 1.Suhu rata-rata tahuan tinggi karena letaknya dekat katulistiwa 2.Adanya hembusan angin musim yang membawa musim hujan dan musim kemarau. 3.Bebas dari hempasan angin Taifun karena sebagian besar wilayah Indonesia terletak antara 10 LU dan 10LS 4.Kadar kelembapan udara tinggi akibat dari sifat kepulauan. Luasnya laut dan selat dan tingginya suhu udara membuat tingkat penguapannya tinggi, sehingga kadar uap air dalam uadara tinggi. 4. Ketiga jenis iklim tersebut berdampak pada tingginya curah hujan di Indonesia. Kondisi curah hujan yang besar ditunjang dengan penyinaran matahari yang cukup membuat Indonesia sangat cocok untuk kegiatan pertanian sehingga mampu memenuhi kebutuhan penduduk akan pangan Skor perolehan Nilai = Skor Maksimal X 100

Skor 10 15

25

20

10

5.

Rubrik Penilaian Pelaksanaan diskusi kelompok Aspek No. 1 2 3 4 Keterangan Skor : Baik sekali = 4 Baik = 3 Cukup = 2 Kurang = 1 Skor perolehan Nilai = Skor Maksimal Rubrik penilaian tugas proyek No. ASPEK 3 1. PERSIAPAN Jika mempersiakan alat dengan lengkap Jika tabel pengamatan diisi mulai jam 04.00 WIB sampai jam 19.00 WIB dengan lengkap. 2 Jika mempersiapkan alat kurang lengkap. Jika tabel pengamatan diisi mulai jam 04.00 WIB sampai jam 19.00 WIB dengan tidak lengkap(lebih dari 50% isian tabel) Jika pembahasan data kurang menggambarkan tujuan penelitian Jika sistimatika penulisan benar, memuat saran, namun bahasa kurang komunikatif 1 Jika mempersiapkanalat tidak lengkap Jika tabel pengamatan tidak lengkap( kurang dari 50% isian tabel) Kriteria Nilai A B C D X 100 Nama Siswa Gagasan Kerja sama Inisiatif Keaktifan Kedisiplin an Jumlah Skor Nilai Ket.

= = = =

80 100 70 79 60 69 60

: : : :

Baik Sekali Baik Cukup Kurang

6.

KRITERIA DAN SKOR

2.

PENGUMPULAN DATA

3.

PENGOLAHAN DATA

Jika pembahasan data sesuai tujuan penelitian

Jika sekedar melaporkan hasil penelitian tanpa membahas data Jika penulisan kurang sistimatis, bahasa kurang komunikatif, kurang memuat saran

4.

PELAPORAN TERTULIS

Jika sistimatika penulisan benar, memuat saran, bahasa komunikatif.

Skor perolehan Nilai 7. = X 100 Skor Maksimal Rubrik Penilaian Produk Berupa Kliping Aspek No. Nama Siswa Tema Sumber Isi Analisis Jumlah Skor

Nilai

11

Tema: 1 = Tidak ada 2 = Ada tetapi kurang tepat dan krg menarik 3 = Ada tetapi kurang tepat/kurang menarik 4 = Ada, tepat, dan menarik Sumber: 1 = Tidak ada 2 = Ada tetapi tidak lengkap, tidak akurat 3 = Ada dan akurat , tidak lengkap/tdk akurat 4 = Ada, akurat dan lengkap Skor perolehan Nilai X 100 Skor Maksimal Penilaian Sikap dalam proses pembelajaran Perilaku No. Nama Kedisiplinan Kerjasama =

Isi: 1 = Tidak sesuai tema 2 = Sesuai tema, kurang berbobot & aktual 3 = Sesuai tema, kurang berbobot/kurang aktual 4 = Sesuai tema, berbobot dan aktual Analisis: 1 = Tidak ada analisis 2 = Ada analisis, kurang tepat & kurang berbobot 3 = Ada analisis, tetapi kurang tepat/krg.berbobot 4 = Ada analisis, tepat dan berbobot

Kejujuran

Tanggung Jawab

Nilai

Ket.

1. 2.

Keterangan : a. Kolom perilaku diisi dengan angka yang sesuai dengan kriteria berikut : 1 = sangat kurang 2 = kurang 3 = sedang 4 = baik 5 = amat baik b. Nilai merupakan jumlah dari skor-skor tiap indikator perilaku. c. Keterangan diisi dengan kriteria berikut : 18-20= berarti amat baik 14-17= berarti baik 10-13= berarti sedang 5-9= berarti kurang 0-4= berarti sangat kurang d. Konversi nilai Skor total jawaban benar siswa Konversi Nilai = ---------------------------------------X 100 Skor maksimum perangkat tes

12

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Satuan pendidikan : SMPN 1 Indralaya Utara Kelas/semester Tema Pertemuan A. : VII/Ganjil : Keadaan alam dan aktifitas pendudukan Indonesia :4

KOMPETENSI INTI 1. Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya 2. Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya 3. Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dankejadian tampak mata 4. Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca,menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori KOMPETENSI DASAR 3.1 Memahami aspek keruangan dan konektivitas artar ruang dan waktu dalam lingkup regional serta perubahan dan keberlanjutan manusia ( ekonomi, social, budaya, pendidikan dan politik) 3.1 Memahami aspek keruangan dan konektivitas antar ruang dan waktu dalam lingkup regional serta perubahan dan keberlanjutan kehidupan manusia (ekonomi, social, budaya, pendidikan, dan politik) INDIKATOR 1. Menyebutkan musim di Indonenia 2. Menjelaskan angin muson 3. hubungan antara angin muson dengan aktifitas penduduk ( petani, nelayan) 4. Pemanfaatan angin muson oleh nenek moyang bangsa Indonesia TUJUAN PEMBELAJARAN Siswa dapat: 1. Menyebutkan musim di Indonenia 2. Menjelaskan angin muson 3. angin muson oleh nenek moyang bangsa Indonesia MATERI 1. Musim di Indonesia 2. Angin muson 3. hubungan antara angin muson dengan aktifitas penduduk ( petani, nelayan) 4. Pemanfaatan angin muson oleh nenek moyang bangsa Indonesia Alokasi waktu 2 x 40 menit

B.

C.

D.

E.

F. G.

Metode Pembelajaran 1. Pendekatan 2. Metode KEGIATAN PEMBELAJARAN KEGIATAN Pendahuluan

: Saintifik : Diskusi dengan teknik HET

H.

DESKRIPSI KEGIATAN Pertemuan ke -1 ( 2 X 40 menit ) Membuka pelajaran denganmengucapkan salam dan berdoa bersama(menghayati ajaran agama), Menginformasikan tujuan yang akan dicapai selama pembelajaran (rasa ingin tahu). Menyampaikan secara singkat garis besar materi yang akan disajikan selama pembelajaran dan mengaitkannya dengan materi pertemuan sebelumnya

ALOKASI WAKTU 80 menit 10 menit

13

Inti

Membagi siswa menjadi 8 kelompok ( A, B, C, .s/d kelompok H) masing-masing beranggotakan 4 orang. (1). Penugasan menggunakan gambar untuk diamati dan diidentifikasi dalam kelompok masing masing, tentang Keadaan alam dan aktivitas penduduk(petani,nelayan) , dengan pembagian : Kelompok Adan B ,mengamati dan menjelaskan musim dan angin muson di Indonesia. Kelompok C dan D, menjelaskan hubungan angin muson dengan petani dan nelayan. Kelompok E dan F, menjelaskann angin muson terhadap aktivitas penduduk (petani,nelayan) Kelompok G dan H, menjelaskan pemanfaatan angin muson oleh nenek moyang bangsa Indonesi (2) Pelaksanaan diskusi guru membagi nomer ke masing masing kelompok (3)Pelaksanaan diskusi kelompok (siswa mengamati dan mengidentifikasi gambar dalam kelompoknya masing-masing kemudian mencatat hasil pengamatan) (4)nomer yang ditunjuk menjawab hasil diskusi (5) Pelaksanaan konfirmasi dilakukan dengan memberikan umpan balik berdasarkan hasil diskusi 6.Kesimpulan Membuat kesimpulan tentang materi pembelajaran hari itu dilakukan siswa bersama guru Refleksi beberapa siswa diminta untuk berpendapat tentang materi yang sudah didiskusikan Penugasan,membuat laporan hasil pengamatan tentang gagasan /ide menghargai pekerjaan sebagaipetani dan nelayan Pelajaran diakhiri dengan berdoa sesuai dengan agama dan keyakinan masingmasing.(religius)

60 Menit 5 menit

5 menit 25 menit 20 menit

Penutup

5 menit 10 menit

I.

SUMBER DAN MEDIA PEMBELAJARAN: buku lks ips kelas Vii,buku paket ips kls.VII,cd pembelajaran ips,gambar peta PENILAIAN : proses dan hasil belajar Penilaian Proses dan Hasil Belajar Teknik Penilaian Proses : Unjuk Kerja Diskusi Bentuk Penilaian Hasil : Lisan dan Tulisan Instrumen Soal Tes Tulisan Rubrik Tugas Kelompok Diskusi dan Pedoman Penskoran Rubrik Penilaian Aspek No. Nama Siswa keaktifan Kerja sama 1-5 1 2 3 menjawab 1-5 bertanya 1-2 disiplin 1-5 Skor Jumlah Nilai Ket.

K.

Keterangan Skor :

14

Kriteria Nilai Keterangan penilaian sikap / proses Kerja sama Baik Sedang Kurang Skor 4 3 1 Keaktifan Aktif / Peduli Sedang Acuh Skor 4 3 1

Penilaian Hasil Laporan Aspek penilaian 1.Waktu

Materi Pokok : Aktifitas Petani dan nelayan Kegiatan a.Sebelum waktunya b.Tepat waktu c.Lambat 1 han jawabari d.Lambat 2 hari a.sesuai dengan jawaban b.Kurang sesuai c.Tidak sesuai a.Sistematis dan jelas b.Sistematis tapi kurang jelas c.Tidak sistematis a.Diketik atau komputer b.Ditulis tangan Skor 6 5 3 2 5 3 2 5 3 2 4 3

2.Kebenaran jawaban

3.Sistematika pelaporan 4.Bentuk laporan

Skor maksimal = 25 LAMPIRAN Materi pembelajaran

Nilai = skor perolehan x skor maksimal

Musim di Indonesia ada dua yaitu musim kemarau dan hujan Pengertian angin muson Angin yang terjadi karena adanya perbedaan tekanan udara antara samudra dan benua. 3. Angin muson barat Angin yang bergerak dari samudra pasifik menuju wilayah Indonesia dibelokkan oleh gaya coriolis sehingga berubah arah. 4. Angin muson Timur Angin dari benua Australia yang bertekanan maksimum bergerak ke benua Asia yang bertekanan minimum melalui wilayah Indonesia. 5. Hubungan antara angin muson dengan aktifitas penduduk ( petani, nelayan) Pada saat musim hujan petani mengerjakan lahannya untuk bercocok tanam, Pada saat musim kemarau, petani terpaksa membiarkan lahannya tidak ditanami , karena tidak ada pasokan air. 6. Pemanfaatan angin muson oleh nenek moyang bangsa Indonesia yaitu untuk melakukan migrasi atau perpindahan dari Asia ke berbagai wilayah Indonesia Tugas individu 1. Jelaskan pengertian angin muson Musim di Indonesia ada dua yaitu musim kemarau dan hujan ( 5) 2. Jelaskan bagaimana terjadinya angin barat dan angin muson timur Angin muson barat (5) Angin yang bergerak dari samudra pasifik menuju wilayah Indonesia dibelokkan oleh Gaya coriolis sehingga berubah ar ah. Angin muson Timur (5) Angin dari benua Australia yang bertekanan maksimum bergerak ke benua Asia yang Bertekanan minimum melalui wilayah Indonesia 3. Jelaskan hubungan antara angin muson dengan aktivitas penduduk (5) Hubungan antara angin muson dengan aktifitas penduduk ( petani, nelayan) Pada saat musim hujan petani mengerjakan lahannya untuk bercocok tanam, Pada saat musim kemarau, petani terpaksa membiarkan lahannya tidak ditanami, karena tidak ada pasokan air. Skor perolehan maksimal x 4 = 80

1. 2.

15

Rubrik Penilaian Presentasi dan Diskusi untuk Pertemuan ke-2 1. Tema : Potensi dan Sebaran Sumber Daya Alam Indonesia 2. kelompok : ................. 3. Kelas /Smt.: VII/1 4. Pertemuan : Ke-2 Berilah tanda check ( V ) pada kolom yang sesuai dengan penilaian Anda! No. Urut A. 1. 2. 3. 4. 5. 6. B. 1. 2. 3. 4. 5. C. 1. 2. KUALITAS Persiapan baik Organisasi jelas Memberikan informasi yang didukung oleh fakta / buku Informasi disampaikan dengan jelas Argumentasi Pernyataan (statement) bersifat persuasif ETIKA Menghormati argumentasi teman dan tidak emosional Saling mendengarkan dan merespon Tidak menghina (menyela pembicaraan) Tidak mendominasi pembicaraan Secara aktif ikut terlibat LAIN-LAIN Cara mengevaluasi atau mengkritik teman Membuat kesimpulan sementara berdasarkan bukti yang disampaikan kedua pihak Jumlah Keseluruhan Keterangan: Skor 4: Baik Sekali, Skor 3: Baik, Skor 2: Cukup, Skor 1: Kurang. Skor Kategori Baik sekali Baik Sedang Kurang

KRITERIA: 45 ke atas 30-44 15-29 < 14 = A (Baik Sekali & Berkualitas) = B (Baik) = C (Cukup) = D (Kurang memenuhi syarat)

16

LAMPIRAN Sintaks STAD Siswa dikelompokkan dengan anggota 4-5 orang dengan kemampuan Heterogen Anggota tim menggunakan lembar kegiatan atau perangkat tugas yang lain Setiap anggota saling membantu memahami bahan pelajaran Secara individu tiap 1 atau 2 minggu diberi kuis Kuis di skor, dan tiap individu diberi skor perkembangan Lagu Kolam Susu Bukan Lautan Hanya Kolam Susu Kail dan Jala Cukup Menghidupimu Tiada Badai Tiada Topan Kau Temui Ikan dan Udang menghampiri Dirimu

Orang Bilang Tanah Kita Tanah Surga Tongkat Kayu dan Batu Jadi Tanaman{ }

17

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Satuan Pendidikan Kelas/semester Tema Sub Tema Pertemuan A. : SMPN 1 Indralaya Utara : VII/I : Keadaan Alam Indonesia : Keadaan iklim Indonesia ( curah hujan) : 5

B.

KOMPETENSI INTI 1. Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya 2. Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli ( toleransi, gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan social dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya. 3. Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural)berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata. 4. Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori KOMPETENSI DASAR 1.1 Menghargai karunia Tuhan YME yang telah menciptakan waktu dengan segala perubahannya 1.2 Menghargai karunia Tuhan YME yang telah menciptakan manusia dengan lingkungannya 2.3 Menunjukkan prilaku santun, toleran dan peduli dalam melakukan interaksi social dengan lingkungan dan teman sebaya 3.1 Memahami aspek keruangan dan koneksitas antar ruang dan waktu dalam lingkup regional serta Perubahan dan keberlanjutan kehidupan manusia ( ekonomi, social, budaya, pendidikan dan politik) 3.4 Memahami pengertian dinamika interaksi manusia dengan lingkungan alam, social, budaya dan ekonomi 4.3 Mengobservasi dan menyajikan bentuk-bentuk dinamika interaksi manusia dengan lingkungan alam, social, budaya, dan ekonomi di lingkungan masyarakat sekitar

C. INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI 1. Menjelaskan pengertian hujan 2. Mengidentifikasi tipe-tipe hujan a. Menjelaskan proses te rjadinya hujan asam b. Menjelaskan proses terjadinya hujan orografis c. Menjelaskan proses terjadinya hujan zenithal d. Menjelaskan proses terjadinya hujan siklonal 3. Menjelaskan manfaat hujan bagi manusia D. TUJUAN PEMBELAJARAN Siswa dapat : 1. Menjelaskan pengertian hujan 2. Mengidentifikasi tipe-tipe hujan 3. Menjelaskan manfaat hujan bagi manusia

E.

MATERI PEMBELAJARAN 1. Pengertian hujan 2. Tipe-tipe hujan a. Hujan asam b. Hujan orografis ( pegunungan) c. Hujan zenithal (konveksi) d. Hujan frontal ( front) e. hujan siklonal 3. Manfaat hujan bagi manusia

F. ALOKASI WAKTU 2 X 40 Menit G. METODE PEMBELAJARAN 1. Pendekatan : Saintifik 2. Metode : Diskusi dengan tekhnik think pair share ( kekuatan berdua)

18

H. Kegiatan Pembelajaran KEGIATAN Pendaluhuan DESKRIPSI KEGIATAN Membuka pelajaran dengan mengucap salam dan berdoa bersama ( mengahayati ajaran agama) Salah satu siswa masuk ke ruang kelas beperan sebagai penjaja ojek Payung. Siswa megamati teman yang bermain peran dan mengemukakan pendapatnya Menyampaikan tujuan pembelajaran Menyampaikan sacara singkat garis besar materi yang akan disajikan Selama pembelajaran dan mengaitkannya dengan materi pertemuan Sebelumnya. Siswa mengamati gambar tipe-tipe hujan pada tayangan power point 1. Mengamati gambar hujan asam, dan menganalisis gambar tersebut 2. Mengamati gambar hujan zenithal dan menganalisis gambar tersebut 3. Mengamati gambar hujan frontal dan menganalisis gambar tersebut 4. Mengamati gambar hujan orografis dan menganalisis gambar tersebut Siswa bersama teman sebangku menganalisis gambar tipe-tipe hujan Siswa mengutarakan hasil pemikiran dengan teman sebangku Siswa mempresentasikan hasil diskusi. Siswa mengkomunikasikan pendapatnya Penilaian dilakukan guru secara induvidu dan kelompok Guru melakukan klarifikasi dari pendapat para siswa agar ditemukan Simpulan yang benar secara menyeluruh Kelompok terbaik mendapat pin bintang dari guru Guru mereflesi, siswa diminta membuat simpulan Umpan balik, dengan menanyakan kesan-kesan kegiatan pelajaran yang Baru dilaksanakan. Guru memberikan tugas individu Guru mengakhiri kegiatan pembelajaran dengan memberikan salam ALOKASI WAKTU 10

Kegiatan inti

15 10 30

Penutup

10

I. SUMBER BELAJAR Alat dan bahan : laptop, LCD, gambar tipe-tipe hujan Sumber belajar : Buku siswa IPS, kelas VII, SMP/MTS, Jakarta, kemendikbud, 2013 IPS Terpadu SMP Kelas VII, Tim Abdi Guru, Erlangga, Jakarta J. PENILAIAN PROSES DAN HASIL BELAJAR Teknik penilaian proses : unjuk kerja ( diskusi dan presentasi) LAMPIRAN Penilaian test NO Pertanyaan 1. Jelaskan keterkaitan hujan ditinjau dari aspek sosial 2 Jelaskan keterkaitan hujan ditinjau dari aspek ekonomi!

Jelaskan dampak positif curah hujan bagi kehidupan manusia?

Jawaban Terjadi interaksi antara ojek payung dan orang yang membutuhkan Penjualan jas hujan dan payung meningkat Pedagang makanan dan minuman hangat Laris manis Bermanfaat bagi petani Pengairan sawah tadah hujan Terjadi banjir, lonsor, terjangkit penyakit diare

skor 5 5

Jelaskan dampak negative curah hujan yang lebat bagi kehidupan manusia? Nilai Uraian ( NU ) = skor siswa X 4 = 80

19

Rubrik penilaian dan pedoman penskoran Penilaian Proses No 1 2 3 Skor maksimal : 8 Nama Siswa Kerjasama 1-4

Pelaksanaan diskusi / pleno Skor Keaktifan 1 -4 skor Jml skor Nilai

Nilai = jumlah Skor perolehan x 10 = 80

Keterangan penilaian sikap / proses KERJASAMA Baik Sedang Kurang SKOR 4 3 1 KEAKTIFAN Aktif / peduli Sedang Acuh SKOR 4 3 1

Tugas induvidu Membuat peta persebaran curah hujan Pedoman penskoran No Aspek yang dinilai 1. 2. 3. 4. Tidak dapat mengerjakan dengan baik Nilai rata-rata Dapat mengarsir peta dengan baik Arsiran sesuai dengan warna yang di perintahkan Dapat menyebutkan daerah dengan curah hujan tinggi dan daerah dengan curah hujan rendah

Rentang nilai 1-5 1-5 1-5 1-5

20

SINTAK PEMBELAJARAN Dengan model pembelajaran Think pair and share 1. Guru menyampaikan inti materi dan kompetensi yang ingin dicapai. 2. Siswa diminta untuk berpikir tentang materi atau permasalahan di bawah ini Mengamati gambar hujan asam, dan menganalisis gambar tersebut Mengamati gambar hujan zenithal dan menganalisis gambar tersebut Mengamati gambar hujan frontal dan menganalisis gambar tersebut Mengamati gambar hujan orografis dan menganalisis gambar tersebut 3. Siswa diminta berpasangan dengan teman sebangku ( 2 orang ) dan mengutarakan hasil pemikiran masing-masing. 4. Guru memimpin pleno kecil diskusi, tiap kelompok mengemukakan hasil diskusinya 5. Berawal dari kegiatan tersebut mengarahkan pembicaraan pada pokok permasalahan dan menambah materi yang belum diungkapkan para siswa. 6. Guru member simpulan Materi pembelajaran Hujan adalah bentuk air cair dan padat yang jatuh ke permukaan bumi. Bentuk hujan tersebut terdiri atas hujan, salju, dan batu es hujan. Namun di Indonesia yang bias ditemukan adalah hujan dalam bentuk air. Besarnya curah hujan biasanya diukur dalam inci atau m milimeter dengan menggunakan alat Pluviograf. Jika suatu daerah pada suatu hari memiliki curah hujan sebesar 1 milimeter berarti bahwa ketnggian endapan hujan tersebut , jika tidak meresap ke dalam tanah atau diuapkan kembali ke atmosfer akan mencapai ketinggian 1 MM.

20

Gambar 9.19. Siklus Hidrologi


Tipe-tipe hujan dibedakan menjadi tiga jenis yaitu 1. Hujan konvektif atau zenithal Hujan yang terjadi karena adanya pemanasan sinar matahari pada suatu massa udara sehingga massa udara tersebut memuai atau naik dan mengalami pengembunan. Awan yang terbentuk adalah awan cumulonimbus atau awan vertikal yang menghasilakan hujan deras namun tidak berlangsung lama. Didaerah Indonesia dengan intesitas penyinaran matahari yang tinggi sering terjadi hujan konvektif karena udara yang naik.

KOhNV EKSI

2.

Hujan orografis Hujan terjadi karena adanya gerakan udara yang menaiki pegunungan dan kemudian mengalami kondensasi atau pengembunan. Kemudian udara yang telah mengalami kondensasi tersebut membentuk awan yang menimbulkan hujan

3.

Hujan frontal Hujan yang terjadi karena bertemunya dua massa udara yang berlainan suhunya. Udara yang lebih panas dipaksa naik karena bertumbukan dengan udara yang lebih tinggi.

Hujan front Bidang front

Massa udara

Massa udara

21

Hujan siklonal Hujan siklonal terjadi karena pengaruh angin siklon. Angin siklon adalah angin yang berputar menuju ke titik pusat. Sedangkan angin yang berputar keluar dari titik pusat disebut angin anti siklon. Lihat gambar berikut.

4.

HUJAN ASAM Hujan yang kondisi airnya menunjukkan tingkat keasaman yang cukup tinggi disebabkan uap air yang masih berada di atmosfer terkontaminasi oleh polusi udara( polutan) sebagai akibat pembuangan gas pabrik, asap kebakaran hutan dan unsure lainnya.

5.

Manfaat hujan bagi kehidupan manusia Bermanfaat di bidang irigasi/pertanian Sebagai sarana pengairan sawah tadah hujan Mengemburkan dan menyuburkan tanah Menjadi sumber air tanah

22

Satuan Pendidikan Kelas/Semester Mata Pelajaran Tema Pertemuan Ke Alokasi waktu A.

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN : SMPN 1 Indralaya Utara : VII/1 : Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) : Keadaan Alam Indonesia :6 : 2 x 40 Menit

KOMPETENSI INTI 1. Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya 2. Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli ( toleransi, gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan social dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya. 3. Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural)berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata. 4. Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori

B.

KOMPETENSI DASAR 1.3 Menghargai karunia tuhan yang maha Esa telah menciptakan manusia dan lingkungannya 3.1. Memahami aspek keruangan dan konektivitas antar ruang dan waktu dalam lingkup regional serta perubahan dan keberlanjutan kehidupan manusia (ekonomi, sosial, budaya, pendidikan, dan politik) INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI 1. Menjelaskan bentuk muka bumi 2. Menjelaskan kondisi fisik Kab Ogan Ilir 3. Menjelaskan aktifitas penduduk Kab Ogan Ilir sesuai kondisi fisik 4. Menjelaskan upaya mengatasi dampak negatif dan positif pengolahan sumber daya alam di Kab. Ogan Ilir TUJUAN PEMBELAJARAN Melalui diskusi siswa diharapkan dapat memahami : 1. Kondisi fisik Kab Ogan Ilir 2. Pengertian Dataran Tinggi, Dataran Rendah,Pantai dan Pegunungan 3. Aktifitas masyarakat di beberapa wilayah Kab. Ogan Ilir 4. Upaya mengatasi dampak negatif dan positif terhadap pengolahan sumber daya alam di Ogan Ilir MATERI POKOK 1. Bentuk muka bumi 2. Pengertian Dataran Rendah, Dataran Tinggi, Pegunungan, Pantai 3. Aktifitas masyarakat di Kab Ogan Ilr 4. Upaya mengatasi dampak negatif dan positif pengolahan sumber daya alam di Kab Ogan Ilir METODE PEMBELAJARAN 1. Pendekatan : Saintifik 2. Metode : Diskusi kelompok KEGIATAN PEMBELAJARAN Kegiatan Deskripsi Kegiatan Pertemuan ke 1 Pendahuluan Guru memulai pelajaran dengan mengucapkan salam dan mengajak berdoa bersama, kemudian menanyakan keadaan siswa serta mengecek tingkat kehadirannya, 2. Tanya jawab tentang keadaan alam sekitar tempat tinggal siswa 3. Guru menginformasikan tujuan yang ingin dicapai dan menjelaskan metode pembelajaran yang akan digunakan. 4. Guru memberi gambaran garis besar materi yang akan dipelajari 5. Guru mengajak siswa bernyanyi bersama lagu Tanah Airku 1. Guru membagi kelompok, Setiap kelompok ditentukan berdasarkan nomor undian 1. 10 menit

C.

D.

E.

F.

3.

Alokasi waktu

23

Inti

yang bertuliskan nama nama bentang alam , sehingga Kelas terbentuk menjadi 8 kelompok yang masing-masing kelompok beranggotakan 4 siswa (kelompok awal) Guru memberi pesan moral agar siswa berperilaku jujur, disiplin, bertanggung jawab, peduli, bekerja sama, toleran dan percaya diri dalam melaksanakan diskusi kelompok 2. Guru memberi tugas kepada setiap anggota kelompok dengan permasalahan sesuai nomor undian yang mencantumkan unsur bentang alam: 1. Menjelaskan kondisi ruang dan waktu suatu wilayah sesuai dengan nama kelompoknya 2. Menjelaskan kondisi sosial suatu wilayah sesuai dengan nama kelompoknya 3. Menjelaskan pengertian bentang alam sesuai dengan nama kelompoknya 4. Menjelaskan interaksi sosial antar wilayah (bentang alam yang satu dengan yang lainya) 3. Setiap kelompok berdiskusi tentang permasalahan 4. Setiap anggota kelompok mencatat hasil diskusinya 5. Setiap anggota menyampaikan dan mendiskusikan hasil kerja kelompoknya kepada anggota yang lain secara bergiliran Kelompok awal menyusun laporan kerja kelompok 6. Kelompok terpilih maju untuk mempresentasikan hasil kerja kelompok dan kelompok lain memberikan tanggapan (menanya)

60 menit

Penutup

1. 2. 3. 4.

Siswa terpilih membuat kesimpulan tentang materi yang telah didiskusikan Refleksi pembelajaran Melaksanakan test secara lisan Menugaskan peserta didik melakukan pengamatan dan menyusun laporan pengamatan tentang keadaan ruang wilayah sekitar tempat tinggal siswa. 5. Menutup pelajaran dengan berdoa sesuai dengan agama dan keyakinan masingmasing

10 menit

4.

SUMBER BELAJAR 1.Alat 2.Bahan/sumber ajar

: Komputer/laptop, LCD,Power Point, Internet : LKS, Buku siswa , soal-soal latihan, makalah,buku guru

5.

PENILAIAN PROSES DAN HASIL BELAJAR 1.Penilaian diskusi 2.Tes tertulis Jawablah pertanyaan berikut dengan tepat ! 1. Jelaskan kondisi fisik Kab Ogan Ilir 2. Jelaskan kondisi sosial masyarakat di wilayah pantai 3. Jelaskan pengertian Pegunungan 4. Jelaskan interaksi sosial antara masyarakat di pegunungan dengan masyarakat di pantai 5. Jelaskan aktifitas masyarakat di wilayah dataran rendah 6. Sebutkan aktifitas masyarakat yang dapat mengganggu kelestarian sumber daya alam di daerah pantai 7. Jelaskan upaya mengatasi dampak negatif penebangan liar di daerah pegunungan 8. Jelaskan manfaat pantai bagi kehidupan ekonomi masyarakat

24

LAMPIRAN RPP Lagu TANAH AIRKU Cip. Ibu Sud Tanah airku tidak kulupakan Kan terkenang selama hidupku Biarpun saya pergi jauh Tidak kan hilang dari kalbu Tanah yang kucintai Engkau kuhargai Tanah airku tidak kulupakan Kan terkenang selama hidupku Biarpun saya pergi jauh Tidak kan hilang dari kalbu Tanah yang kucintai Engkau kuhargai Walaupun banyak negeri yang kujalani Yang masyhur permai dikata orang Tetapi kampung halamanku Disanalah ku rasa senang Tanahku tak kulupakan

Diskusi Kelompok Langkah-langkah : 1.Guru membagi kelompok menjadi 8, setiap kelompok mendapatkan nomor undian dan nama kelompok berdasarkan bentang alam 2.Tiap kelompok diberi bagian materi yang berbeda sesuai dengan nomor undian dan bentang alam yang diterima 3.Tiap kelompok diberi bagian materi yang ditugaskan 4.Tiap kelompok mempresentasikan hasil diskusi 5.Guru memberi evaluasi 6.Penutup

Ringkasan Materi

KEADAAN ALAM DAN AKTIVITAS PENDUDUK INDONESIA A. Konektivitas Antar-Ruang dan Waktu 1. Suatu peristiwa dapat dikaji berdasarkan aspek ruang, waktu, kebutuhan, kemasyarakatan,dan budaya. 2. Memahami keadaan alam dan aktivitas penduduk kita awali dengan memahami konsep keterkaitan konektivitas) antara ruang dan waktu. 3. Ruang adalah tempat di permukaan bumi, baik secara keseluruhan maupun hanya sebagian (Sumaatmadja, 1981). Bayangkan jika kamu berada di sebuah ruang, misalnya ruang kelas. 4. Ruang kelas tersebut tidak hanya lantai, tetapi juga ada udara, langit-langit/plafon ruangan, dan lain-lain. Demikian halnya dengan ruang permukaan bumi, yang tidak hanya sebatas tanah yang kita injak, tetapi ada udara, air, batuan, tumbuhan, hewan, dan lainlain. Dalam sejarah, konsep waktu sangat penting untuk mengetahui peristiwa masa lalu dan perkembangannya hingga saat ini. Konsep waktu dalam sejarah mempunyai arti masa atau periode berlangsungnya perjalanan kisah kehidupan manusia. Waktu dapat dibagi menjadi tiga, yaitu waktu lampau, waktu sekarang, dan waktu yang akan datang.

B. Letak Wilayah dan Pengaruhnya bagi Keadaan Alam Indonesia Bagaimanakah dengan letak wilayahIndonesia? Gambaran umum tentang pengaruh letak Indonesia terhadap keadaan alamnyaakan diuraikan berikut ini.

25

1. Letak Astronomis Letak astronomis adalah letak suatu tempat berdasarkan garis lintang dan garis bujurnya. Garis lintang adalah garis khayal yang melintang melingkari bumi. Garis bujur adalah garis khayal yang menghubungkan Kutub Utara dan Kutub Selatan. Secara astronomis, Indonesia terletak antara 95 BT - 141 BT dan 6 LU - 11 LS. Dengan letak astronomis tersebut, Indonesia termasuk ke dalam wilayah tropis. Wilayah tropis dibatasi oleh lintang 23,5 LU dan 23,5 LS. 2. Letak Geografis Letak geografis adalah letak suatu negara dilihat dari kenyataan di permukaan bumi. Secara geografis, Indonesia terletak di antara dua benua dan dua samudra. Benua yang mengapit Indonesia adalah Benua Asia yang terletak di sebelah utara Indonesia dan Benua Australia yang terletak di sebelah selatan Indonesia. Samudra yang mengapit Indonesia adalah Samudra Pasifik di sebelah timur Indonesia dan Samudra Hindia di sebelah barat Indonesia. Wilayah Indonesia juga berbatasan dengan sejumlah wilayah. Batas-batas wilayah Indonesia dengan wilayah lainnya adalah seperti berikut. Di sebelah utara, Indonesia berbatasan dengan Malaysia, Singapura, Palau, Filipina dan Laut China Selatan. Di sebelah selatan, Indonesia berbatasan dengan Timor Leste, Australia, dan Samudra Hindia. Di sebelah barat, Indonesia berbatasan dengan Samudra Hindia. Di sebelah timur, Indonesia berbatasan dengan Papua Nugini dan Samudra Pasifik. C. Keadaan Alam Indonesia Keadaan alam Indonesia dapat dikelompokkan menjadi dua bagian, yaitu keadaan fisik wilayah serta keadaan flora dan fauna. Keadaan fisik wilayah terdiri atas keadaan iklim dan keadaan bentuk permukaan bumi (kondisi fisografis) yang kemudian akan menentukan jenis tanahnya. Sementara keadaan flora dan fauna menyangkut jenis keragaman dan sebarannya. 1. Keadaan Iklim Indonesia Secara umum, keadaan iklim di Indonesia dipengaruhi oleh tiga jenis iklim, yaitu iklim musim, iklim laut, dan iklim panas. Gambaran tentang ketiga jenis iklim tersebut adalah seperti berikut. 1. Iklim musim, dipengaruhi oleh angin musim yang berubah-ubah setiap periode waktu tertentu. Biasanya satu periode perubahan adalah enam bulan. 2. Iklim laut, terjadi karena Indonesia memiliki wilayah laut yang luas sehingga banyak menimbulkan penguapan dan akhirnya mengakibatkan terjadinya hujan. 3. Iklim panas, terjadi karena Indonesia berada di daerah tropis. Suhu yang tinggi mengakibatkan penguapan yang tinggi dan berpotensi untuk terjadinya hujan. Keadaan iklim pada saat nenek moyang datang ke Indonesia tidak berbeda dengan keadaan iklim saat ini. Secara umum, keadaan curah hujan saat ini tergolong tinggi, tetapi tidak merata. Ada wilayah dengan curah hujan yang tinggi, tetapi juga ada yang sebaliknya. 2. Bentuk Muka Bumi dan Aktivitas Penduduk Indonesia Indonesia terdiri atas belasan ribu pulau, baik yang berukuran besar maupun yang berukuran kecil. Jumlah pulau seluruhnya mencapai 13.466 buah. Luas wilayah Indonesia mencapai 5.180.053 km2, terdiri atas daratan seluas 1.922.570 km2 dan lautan seluas 3.257.483 km2. Ini berarti wilayah lautannya lebih luas daripada wilayah daratannya. Jika kamu perhatikan keadaan pulau-pulau di Indonesia, tampak adanya keragaman bentuk muka bumi. Bentuk muka bumi Indonesia dapat dibedakan menjadi dataran rendah, dataran tinggi, bukit, gunung, dan pegunungan. Secara umum, setiap bentuk muka bumi menunjukkan pola aktivitas penduduk yang berbeda antara satu daerah dan daerah lainnya. Adapun gambaran tentang keadaan muka bumi Indonesia dan aktivitas penduduknya adalah sebagai berikut. a. Dataran Rendah Dataran rendah adalah bagian dari permukaan bumi dengan letak ketinggian 0-200 m di atas permukaan air laut (dpal). Di daerah dataran rendah, aktivitas yang dominan adalah aktivitas permukiman dan pertanian. Di daerah ini biasanya terjadi aktivitas pertanian dalam skala luas dan pemusatan penduduk yang besar. Di Pulau Jawa, penduduk memanfaatkan lahan dataran rendah untuk menanam padi sehingga Jawa menjadi sentra penghasil padi terbesar di Indonesia. Selain memiliki aktivitas penduduk tertentu yang dominan berkembang, dataran rendah juga memiliki potensi bencana alam. Bencana alam yang berpotensi terjadi di dataran rendah adalah banjir, tsunami, dan gempa. b. Bukit dan Perbukitan Bukit adalah bagian dari permukaan bumiyang lebih tinggi dibandingkan dengan daerah sekitarnya dengan ketinggian kurang dari 600 m. Bukit tidak tampak curam seperti halnya gunung. Perbukitan berarti kumpulan darisejumlah bukit pada suatu wilayah tertentu. Di daerah perbukitan, aktivitas permukiman`tidak seperti di dataran rendah. Permukiman tersebar pada daerah-daerah tertentu ataumembentuk kelompok-kelompok kecil. Penduduk memanfaatkan lahan datar yang luasnya terbatasdi antara perbukitan. Permukiman umumnya dibangun di kaki atau lembah perbukitan karenabiasanya di tempat tersebut ditemukan sumber air berupa mata air atau sungai.

26

c. Dataran Tinggi Dataran tinggi adalah adalah daerah datar yang memiliki ketinggian lebih dari 400 meter. Daerah ini memungkinkan mobilitas penduduk berlangsung lancar seperti halnya di dataran rendah. Oleh karena itu, beberapa dataran tinggi di Indonesia berkembang menjadi pemusatan ekonomi penduduk, contohnya Dataran Tinggi Bandung. Aktivitas pertanian juga berkembang di dataran tinggi. Di daerah ini, sebagian penduduk menanam padi dan beberapa jenis sayuran. Suhu yang tidak terlalu panas memungkinkan penduduk menanam beberapa jenis sayuran seperti tomat dan cabe. Sejumlah dataran tinggi menjadi daerah tujuan wisata. Udaranya yang sejuk dan pemandangan alamnya yang indah menjadi daya tarik penduduk untuk berwisata ke daerah dataran tinggi. Beberapa dataran tinggi di Indonesia menjadi daerah tujuan wisata misalnya Bandung dan Dieng. Potensi bencana alam di dataran tinggi biasanya adalah banjir. Karena bentuk muka buminya yang datar, dataran tinggi berpotensi menimbulkan genangan air. Tanda-tanda bencana banjir dan upaya menghindarinya telah dijelaskan pada bagian sebelumnya. d. Gunung dan Pegunungan Gunung adalah bagian dari permukaan bumi yang menjulang lebih tinggi dibandingkan dengan daerah sekitarnya. Biasanya bagian yang menjulang tinggi tersebut dalam bentuk puncak-puncak gunung dengan ketinggian 600 meter dpal. Pegunungan adalah bagian dari daratan yang merupakan kawasan yang terdiri atas deretan gunung-gunung dengan ketinggian lebih dari 600 meter dpal. Indonesia memiliki banyak gunung dan pegunungan. Sebagian dari gunung tersebut merupakan gunung berapi. Keberadaan gunung berapi tidak hanya menimbulkan bencana, tetapi juga membawa manfaat bagi wilayah sekitarnya. Material yang dikeluarkan oleh gunung berapi memberikan kesuburan bagi wilayah di sekitarnya. Hal itu menjadi salah satu alasan bagi banyak penduduk untuk tinggal di wilayah sekitar gunung berapi karena lahan tersebut sangat subur untuk kegiatan pertanian. 3. Keragaman Flora dan Fauna di Indonesia Indonesia memiliki keragaman flora dan fauna (keanekaragaman hayati) yang sangat besar. Bahkan, keanekaragaman hayati Indonesia termasuk tiga besar di dunia bersama-sama denganBrazil di Amerika Selatan dan Zaire di Afrika. Berdasarkan data dari Departemen Kehutanandan Perkebunan, pada tahun 1999 jumlah spesies tumbuhan di Indonesia mencapai 8.000spesies yang sudah teridentifikasi dan jumlah spesies hewan mencapai 2.215 spesies. Spesieshewan terdiri atas 515 mamalia, 60 reptil, 1.519 burung, dan 121 kupu-kupu. Besarnya keanekaragaman hayati di Indonesiaberkaitan erat dengan kondisi iklim dan kondisi fisik wilayah. Suhu dan curah hujan yangbesar memungkinkan tumbuhnya beragam jenis tumbuhan. Mengapa demikian? Tumbuhanmemerlukan air dan suhu yang sesuai. Makin banyak air tersedia makin banyak tumbuhan yangdapat tumbuh dan karena itu makin banyak hewanyang dapat hidup di daerah tersebut. a. Persebaran Flora di Indonesia Flora di Indonesia ternyata dapat dibedakan menjadi dua kelompok besar, yaitu Indo-Malayan dan Indo-Australian. Kelompok IndoMalayan meliputi kawasan Indonesia Barat. Pulau-pulau yang masuk ke dalam kelompok ini adalah Sumatra, Kalimantan, Jawa, dan Bali. Kelompok Indo-Australian meliputi tumbuhan yang ada kawasan Indonesia Timur. Pulau-pulau yang termasuk dalam kawasan ini adalah Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua. b. Persebaran Fauna Indonesia Fauna Indonesia dapat dikelompokkanmenjadi tiga corak yang berbeda, yaitu fauna bagian barat, tengah, dan timur. Garisyang memisahkan fauna Indonesia bagian Barat dan Tengah dinamakan garis Wallace,sedangkan garis yang memisahkan fauna Indonesia bagian Tengah dan Timurdinamakan Garis Weber. Fauna bagian barat memiliki ciri atautipe seperti halnya fauna Asia sehingga disebut tipe Asiatis (Asiatic). Fauna bagiantimur memiliki ciri atau tipe yang mirip dengan fauna yang hidup di Benua Australiasehingga disebut tipe Australis (Australic). Fauna bagian tengah merupakan faunaperalihan yang ciri atau tipenya berbeda dengan fauna Asiatis maupun Australis.Faunanya memiliki ciri tersendiri yang tidak ditemukan di tempat lainnya di Indonesia.Fauna tipe ini disebut fauna endemis. D. Kehidupan Sosial Masyarakat Indonesia pada Masa Praaksara, Hindu-Buddha dan Islam 1. Masa Praaksara Kehidupan masyarakat Indonesia pada masa Praaksara dapat dibagi ke dalam tiga masa, yaitu masa berburu dan mengumpulkan makanan, masa bercocok tanam, dan masa perundagian. a. Masa Berburu dan Mengumpulkan Makanan Kehidupan manusia masa berburudan mengumpulkan makanan, dari sejak Pithecanthropus sampai dengan Homo sapiensdari Wajak sangat bergantung pada kondisi alam. Mereka tinggal di padang rumput dengansemak belukar yang letaknya berdekatan dengansungai. Daerah itu juga merupakan tempatpersinggahan hewan-hewan seperti kerbau, kuda, monyet, banteng, dan rusa, untuk mencarimangsa. Hewan-hewan inilah yang kemudian diburu oleh manusia. Di samping berburu, mereka juga mengumpulkan tumbuhan yang mereka temukan seperti ubi, keladi, daun-daunan, dan buah-buahan. Mereka bertempat tinggal di dalam gua-gua yang tidak jauh dari sumber air, atau di dekat sungai yang terdapat sumber makanan seperti ikan, kerang, dan siput. b. Masa Bercocok Tanam Masa bercocok tanam adalah masa ketika manusia mulai memenuhi kebutuhan hidupnya dengan cara memanfaatkan hutan belukar untuk dijadikan ladang. Masa bercocok tanam terjadi ketika cara hidup berburu dan mengumpulkan bahan makanan ditinggalkan. Pada masa ini, mereka mulai hidup menetap di suatu tempat. Manusia Praaksara yang hidup pada masa bercocok tanam adalah Homo sapiens, baik itu ras Mongoloid maupun ras Austromelanesoid.

27

c. Masa Perundagian Masa perundagian merupakan masa akhir Prasejarah di Indonesia. Menurut R.P. Soejono, kataperundagian berasal dari bahasa Bali: undagi, yang artinya adalah seseorang atau sekelompok orang atau segolongan orang yang mempunyai kepandaian atau keterampilan jenis usaha tertentu, misalnya pembuatan gerabah, perhiasan kayu, sampan, dan batu (Nugroho Notosusanto, et.al, 2007). Manusia Praaksara yang hidup pada masa perundagian adalah ras Australomelanesoid dan Mongoloid. Pada masa perundagian, manusia hidup di desa-desa, di daerah pegunungan, dataran rendah, dan di tepi pantai dalam tata kehidupan yang makin teratur dan terpimpin. Kehidupan masyarakat pada masa perundagian ditandai dengan dikenalnya pengolahan logam. 2. Kehidupan Masyarakat Masa Hindu dan Buddha Sebelum masuknya kebudayaan Hindu-Buddha, masyarakat telah memiliki kebudayaan yang cukup maju. Unsur-unsur kebudayaan asli Indonesia telah tumbuh dan berkembang dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Bangsa Indonesia yang sebelumnya memiliki kebudayaan asli tidak begitu saja menerima budaya-budaya baru tersebut. Proses masuknya pengaruh budaya Indonesia terjadi karena adanya hubungan dagang antara Indonesia dan India. Kebudayaan yang datang dari India mengalami proses penyesuaian dengan kebudayaan asli Indonesia. a. Bidang Keagamaan Sebelum budaya Hindu-Buddha datang, di Indonesia telah berkembang kepercayaan yang berupa pemujaan terhadap roh nenek moyang. Kepercayaan itu bersifat animisme dan dinamisme. Animisme merupakan suatu kepercayaan terhadap suatu benda yang dianggap memiliki roh atau jiwa. Dinamisme merupakan suatu kepercayaan bahwa setiap benda memiliki kekuatan gaib. Dengan masuknya kebudayaan HinduBuddha, masyarakat Indonesia secara berangsur-angsur memeluk agama Hindu dan Buddha, diawali oleh golongan elite di sekitar istana. b. Bidang Politik Sistem pemerintahan kerajaan dikenalkan oleh orang-orang India. Dalam sistem ini, kelompok-kelompok kecil masyarakat bersatu dengan kepemilikan wilayah yang luas. Kepala suku yang terbaik dan terkuat berhak atas tampuk kekuasaan kerajaan. Kemudian, pemimpin ditentukan secara turun-temurun berdasarkan hak waris sesuai dengan peraturan hukum kasta. Oleh karena itu, lahir kerajaan-kerajaan, seperti Kutai, Tarumanegara, Sriwijaya, dan kerajaan bercorak Hindu-Buddha lainnya. c. Bidang Sosial Masuknya kebudayaan Hindu menjadikan masyarakat Indonesia mengenal aturan kasta, yaitu: Kasta Brahmana (kaum pendeta dan para sarjana), Kasta Ksatria (para prajurit, pejabat dan bangsawan), Kasta Waisya pedagang petani, pemilik tanah dan prajurit). Kasta Sudra (rakyat jelata dan pekerja kasar). Namun, unsur budaya Indonesia lama masih tampak dominan dalam semua lapisan masyarakat. Sistem kasta yang berlaku di Indonesia berbeda dengan kasta yang ada di India, baik ciri-ciri maupun wujudnya. d. Bidang Pendidikan Lembaga-lembaga pendidikan semacam asrama merupakan salah satu bukti pengaruh dari kebudayaan Hindu-Buddha di Indonesia. Lembaga pendidikan tersebut mempelajari satu bidang saja, yaitu keagamaan. e. Bidang Sastra dan Bahasa Pengaruh Hindu-Buddha pada bahasa adalah dikenal dan digunakannya bahasa Sanskerta dan huruf Pallawa oleh masyarakat Indonesia. Pada masa kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia, seni sastra sangat berkembang terutama pada zaman kejayaan Kerajaan Kediri. f. Bidang Arsitektur Punden berundak merupakan salah satu arsitektur Zaman Megalitikum. Arsitektur tersebut berpadu dengan budaya India yang mengilhami pembuatan bangunan candi. Jika kita memperhatikan, Candi Borobudur sebenarnya mengambil bentuk bangunan punden berundak agama Buddha Mahayana. Pada Candi Sukuh dan candi-candi di lereng Pegunungan Penanggungan, pengaruh unsur budaya India sudah tidak begitu kuat. Candicandi tersebut hanyalah punden berundak.

3. Kehidupan Masyarakat Indonesia Masa Islam Masuknya Islam berpengaruh besar pada masyarakat Indonesia. Kebudayaan Islam terus berkembang sampai sekarang. Pengaruh kebudayaan Islam dalam kehidupan masyarakat Indonesia antara lain pada bidang-bidang berikut. a. Bidang Politik Sebelum Islam masuk Indonesia, sudah berkembang pemerintahan yang bercorak Hindu-Buddha. Tetapi, setelah masuknya Islam, kerajaan-kerajaan yang bercorak Hindu-Buddha mengalami keruntuhan dan digantikan peranannya oleh kerajaan-kerajaan yang bercorak Islam, seperti Samudra Pasai, Demak, Malaka, dan lainnya. Sistem pemerintahan yang bercorak Islam, rajanya bergelar sultan atau sunan seperti halnya para wali. Jika rajanya meninggal, tidak dimakamkan di candi tetapi dimakamkan secara Islam. b. Bidang Sosial Kebudayaan Islam tidak menerapkan aturan kasta seperti kebudayaan Hindu. Pengaruh Islam yang berkembang pesat membuat mayoritas masyarakat Indonesia memeluk agama Islam. Hal ini menyebabkan aturan kasta mulai pudar di masyarakat. Nama-nama Arab seperti Muhammad, Abdullah, Umar, Ali, Musa, Ibrahim, Hasan, Hamzah, dan lainnya mulai digunakan. Kosakata bahasa Arab juga banyak digunakan, contohnya rahmat, berkah (barokah), rezeki (rizki), kitab, ibadah, sejarah (syajaratun), majelis (majlis), hikayat, mukadimah, dan masih banyak lagi.

28

c. Bidang Pendidikan Pendidikan Islam berkembang di pesantren-pesanten Islam. Sebenarnya, pesantren telah berkembang sebelum Islam masuk ke Indonesia. Pesantren saat itu menjadi tempat pendidikan dan pengajaran agama Hindu. Setelah Islam masuk, mata pelajaran dan proses pendidikan pesantren berubah menjadi pendidikan Islam. Pesantren adalah sebuah asrama tradisional pendidikan Islam. Siswa tinggal bersama untuk belajar ilmu keagamaan di bawah bimbingan guru yang disebut kiai. Asrama siswa berada di dalam kompleks pesantren. Kiai juga tinggal di kompleks pesantren. d. Bidang Sastra dan Bahasa Persebaran bahasa Arab lebih cepat daripada persebaran bahasa Sanskerta karena dalam Islam tak ada pengkastaan. Semua orang dari raja hingga rakyat jelata dapat mempelajari bahasa Arab. Pada mulanya, memang hanya kaum bangsawan yang pandai menulis dan membaca huruf dan bahasa Arab. Namun selanjutnya, rakyat kecil pun mampu membaca huruf Arab. e. Bidang Arsitektur dan Kesenian Islam telah memperkenalkan tradisi baru dalam teknologi arsitektur seperti masjid dan istana. Ada perbedaan antara masjid-masjid yang dibangun pada awal masuknya Islam ke Indonesia dan masjid yang ada di Timur Tengah. Masjid di Indonesia tidak memiliki kubah di puncak bangunan. Kubah digantikan dengan atap tumpang atau atap bersusun. Jumlah atap tumpang itu selalu ganjil, tiga tingkat atau lima tingkat serupa dengan arsitektur Hindu. Contohnya, Masjid Demak dan Masjid Banten. Tugas kelompok pada pertemuan ke 1 Kelompok Kelompok Kelompok Kelompok Kelompok Materi Pegunungan Dataran Tinggi Dataran Rendah Pantai

1dan 5 2 dan 6 3 dan 7 4 dan 8

INSTRUMEN PENILAIAN DAN RUBRIK PENILAIAN Test tertulis 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Kunci : No. Soal 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Jelaskan keuntungan Indonesia dilihat dari lokasinya! Mengapa Indonesia termasuk negara beriklim tropis? Jelaskan keragaman kondisi fisiografis atau bentuk muka bumi di Indonesia. Bagaimana keadaan flora dan fauna pada masa Praaksara di Indonesia? Mengapa penduduk cenderung terpusat di daerah dataran rendah? Apa keuntungan dan kerugian banyaknya gunung berapi di Indonesia? Mengapa aktivitas permukiman banyak dijumpai di daerah dataran? Mengapa terjadi perbedaan aktivitas penduduk di daerah yang keadaan bentuk muka buminya berbeda?

Jawaban Ditinjau dari letak geografisnya yaitu berada diantara dua benua dan dua samudra yang merupakan persilangan dunia sehingga menguntungkan dalam hal kegiatan ekonomi Karena Indonesia dilewati garis katuliswa .. .. .. .. .. .. Skor perolehan

Skor 3 2

Nilai

= Skor Maksimal

X 100

29

Rubrik Penilaian Pelaksanaan diskusi kelompok Aspek NNo. 1 2 3 4 Keterangan Skor : Baik sekali = 4 Baik = 3 Cukup = 2 Kurang = 1 Skor perolehan Nilai = Skor Maksimal Rubrik penilaian tugas proyek No. ASPEK 3 1. PERSIAPAN Jika memuat tujuan, topik, alasan, tempat penelitian, responden, daftar pertanyaan dengan lengkap. Jika daftar pertanyaan dapat dilaksanakan semua dan data tercatat dengan rapi dan lengkap. Jika pembahasan data sesuai tujuan penelitian 2 Jika memuat tujuan, topik, alasan, tempat penelitian, responden, daftar pertanyaan kurang lengkap. Jika daftar pertanyaan dapat dilaksanakan semua, tetapi data tidak tercatat dengan rapi dan lengkap. Jika pembahasan data kurang menggambarkan tujuan penelitian Jika sistimatika penulisan benar, memuat saran, namun bahasa kurang komunikatif 1 Jika memuat tujuan, topik, alasan, tempat penelitian, responden, daftar pertanyaan tidak lengkap Jika pertanyaan tidak terlaksana semua dan data tidak tercatat dengan rapi. Kriteria Nilai A B C D X 100 Nama Siswa Gagasan Kerja sama Inisiatif Keaktifan Kedisiplinan Jumlah Skor Nilai Ket.

= = = =

86 100 71 85 60 70 60

: : : :

Baik Sekali Baik Cukup Kurang

KRITERIA DAN SKOR

2.

PENGUMPULAN DATA

3.

PENGOLAHAN DATA

Jika sekedar melaporkan hasil penelitian tanpa membahas data Jika penulisan kurang sistimatis, bahasa kurang komunikatif, kurang memuat saran

4.

PELAPORAN TERTULIS

Jika sistimatika penulisan benar, memuat saran, bahasa komunikatif.

Skor perolehan Nilai = Skor Maksimal Rubrik Penilaian Produk Berupa Kliping X 100

Aspek No. Nama Siswa Tema Sumber Isi Analisis

Jumlah Skor

Nilai

30

Tema: 1 = Tidak ada 2 = Ada tetapi kurang tepat dan krg menarik 3 = Ada tetapi kurang tepat/kurang menarik 4 = Ada, tepat, dan menarik Sumber: 1 = Tidak ada 2 = Ada tetapi tidak lengkap, tidak akurat 3 = Ada dan akurat , tidak lengkap/tdk akurat 4 = Ada, akurat dan lengkap Skor perolehan Nilai X 100 Skor Maksimal Penilaian Sikap dalam proses pembelajaran Perilaku No. Nama Kedisiplinan =

Isi: 1 = Tidak sesuai tema 2 = Sesuai tema, kurang berbobot & aktual 3 = Sesuai tema, kurang berbobot/kurang aktual 4 = Sesuai tema, berbobot dan aktual Analisis: 1 = Tidak ada analisis 2 = Ada analisis, kurang tepat & kurang berbobot 3 = Ada analisis, tetapi kurang tepat/krg.berbobot 4 = Ada analisis, tepat dan berbobot

Kerjasama

Kejujuran

Tanggung Jawab

Nilai

Ket.

1. 2. Keterangan : e. Kolom perilaku diisi dengan angka yang sesuai dengan kriteria berikut : 1 = sangat kurang 2 = kurang 3 = sedang 4 = baik 5 = amat baik f. Nilai merupakan jumlah dari skor-skor tiap indikator perilaku. g. Keterangan diisi dengan kriteria berikut : Nilai 18-20 = berarti amat baik Nilai 14-17 = berarti baik Nilai 10-13 = berarti sedang Nilai 5-9 = berarti kurang Nilai 0-4 = berarti sangat kurang h. Konversi nilai Skor total jawaban benar siswa Konversi Nilai = ---------------------------------------- X 100 Skor maksimum perangkat tes

31

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Satuan Pendidikan Kelas/Semester Mata Pelajaran Tema Sub Tema Pertemuan Ke Alokasi waktu A. : SMPN 1 Indralaya Utara : VII/1 : Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) : Keadaan Alam dan Aktivitas Penduduk Indonesia : Keragaman Flora dan Fauna di Indonesia :9 : 2 x 40 Menit

KOMPETENSI INTI 1. Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya 2. Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya 3. Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural)berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata 4. Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori KOMPETENSI DASAR 1.3 Menghargai karunia tuhan yang maha Esa telah menciptakan manusia dan lingkungannya 2.2 Menunjukkan prilaku rasa ingin tahu ,terbuka dan kritis terhadap permasalahan sosial sederhana 3.1 Memahami aspek keruangan dan konektivitas antar ruang dan waktu dalam lingkup regional serta perubahan dan keberlanjutan kehidupan manusia (ekonomi, social, budaya, pendidikan, dan politik) 4.3 Mengobservasi bentuk-bentuk dinamika interaksi manusia dengan lingkungan alam ,sosial, budaya dan ekonomi dilingkungan masyarakat sekitar. INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI

B.

C.

1. 2. 3. 4.
D.

Mengidentifikasi keanekaragaman flora dan fauna di Indonesia Mengidentifikasi karakteristik flora di Indonesia bagian timur dan Indonesia bagian barat Mengidentifikasi persebaran fauna di Indonesia bagian timur ,tengah dan barat Memberikan contoh cara menjaga kelestarian lingkungan flora dan fauna

TUJUAN PEMBELAJARAN Melalui diskusi siswa diharapkan dapat menjelaskan : 1. Mengidentifikasi keanekaragaman flora dan fauna di Indonesia 2. Mengidentifikasi karakteristik flora di Indonesia bagian barat dan Indonesia bagian timur 3. Mengidentifikasi persebaran fauna di Indonesia bagian barat ,tengah dan timur 4. Memberikan contoh cara menjaga kelestarian lingkungan flora dan fauna MATERI POKOK 1.Keaneka ragaman flora dan fauna di Indonesia 2.Karakteristik flora di Indonesia bagian barat dan Indonesia bagian timur 3.Pesebaran fauna di Indonesia bagian barat , tengah dan timur 4.Cara menjaga kelestarian lingkungan flora dan fauna

E.

F. METODE PEMBELAJARAN 1.Pendekatan : Saintifik 2.Metode : Diskusi cooperative learning

Tehnik

: Jigsaw

32

G.

KEGIATAN PEMBELAJARAN Kegiatan Pertemuan ke 9 Pendahuluan 1.Guru membuka pelajaran dengan mengucapkan salam dan mengajak berdoa bersama (relegius) 2.Guru menanyakan materi pelajaran minggu yang lalu 3.Guru menginformasikan tujuan yang ingin dicapai 4.Guru memberi gambaran garis besar materi yang akan dipelajari (rasa ingin tahu) 5.Guru mengajak siswa bernyanyi bersama lagu Tanah air 1.Guru memutarkan lagu Tanah Airku 2.Guru membagi kelas menjadi 4 kelompok,masing masing terdiri dari 6 siswa 2.Masing masing kelompok diberi tugas yg sama tentang mareri sesuai dengan tugas yang diberikan kepada masing-masing kelompok 3.Masing masing kelompok diberi waktu untuk mendiskusikan: -Keanekaragaman flora dan Fauna di Indonesia -Karakteristik flora di Indonesia bagian barat dan timur -Persebaran fauna di Indonesia bagian barat,tengah,dan timur -Cara menjaga kelestarian flora dan fauna di Indonesia 4. Masing masing kelompok mempresentasikan hasil diskusinya secara bergantian 5. Kelompok yang lain memberikan tanggapan 6. Guru memberikan reward( memberi Applaus) kepada kelompok yang tampil di depan kelas 1.Guru bersama siswa bersama-sama menyimpulkan hasil diskusi 2.Guru memberikan tes tulis 3.Guru memberi tugas rumah kepada masing-masing kelompok utk membuat kliping tentang fauna dan flora 4.Menutup pelajaran dengan berdoa sesuai dengan agama dan keyakinan masingmasing 10 menit Deskripsi Kegiatan Alokasi waktu

Inti

60 menit

Penutup

10 menit

H.

SUMBER BELAJAR 1.Alat 2.Bahan/sumber ajar

: Komputer/laptop, LCD : LKS, Buku siswa , buku pegangan guru

I.

PENILAIAN PROSES DAN HASIL BELAJAR a. Penilaian Proses : Diskusi b. Penilaian hasil : Tes Tertulis : Kliping ( unjuk kerja ) INSRUMEN PENILAIAN Jawablah pertanyaan dibawah ini dengan benar! 1.Jelaskan keanekaragaman flora dan fauna di Indonesia ? 2.Sebutkan karakteristik flora di Indonesia bagian timur dan Indonesia bagian barat ? 3.Sebutkan persebaran fauna di Indonesia bagian timur ,tengah dan barat ? 4. Sebutkan contoh contoh cara menjaga kelestarian lingkungan flora dan fauna ? LAMPIRAN Lagu Tanah Air Cip. Ibu Sud Tanah airku tidak kulupakan Kan terkenang selama hidupku Biarpun saya pergi jauh Tidak kan hilang dari kalbu Tanah yang kucintai Engkau kuhargai Tanah airku tidak kulupakan Kan terkenang selama hidupku Biarpun saya pergi jauh

J.

1.

33

Tidak kan hilang dari kalbu Tanah yang kucintai Engkau kuhargai Walaupun banyak negeri yang kujalani Yang masyhur permai dikata orang Tetapi kampung halamanku Disanalah ku rasa senang Tanahku tak kulupakan Engkau kubanggakan 2. Metode diskusi Model Jigsaw Langkah-langkah : Kelas dikelompokkan ke dalam = 6 kelompok Tiap kelompok diberi permasalahan yang sama tentang : o -Keaneka ragaman flora dan fauna di Indonesia o -Karakteristik flora di Indonesia bagian barat dan Indonesia bagian timur - Pesebaran fauna di Indonesia bagian barat , tengah dan timur o -Cara menjaga kelestarian lingkungan flora dan fauna Tiap kelompok diberi waktu untuk berdiskusi Masing-masing kelompok mempresentasikan hasil diskusinya,kelompok lain menanggapi Guru memberi penguatan terhadap hasil diskusi

3.

Ringkasan Materi

KEADAAN ALAM DAN AKTIVITAS PENDUDUK INDONESIA FLORA DAN FAUNA DI INDONESIA Keragaman Flora dan Fauna di Indonesia Indonesia memiliki keragaman flora dan fauna (keanekaragaman hayati) yang sangat besar. Bahkan, keanekaragaman hayati Indonesia termasuk tiga besar di dunia bersama-sama dengan Brazil di Amerika Selatan dan Zaire di Afrika. Berdasarkan data dari Departemen Kehutanan dan Perkebunan, pada tahun 1999 jumlah spesies tumbuhan di Indonesia mencapai 8.000spesies yang sudah teridentifikasi dan jumlah spesies hewan mencapai 2.215 spesies. Spesieshewan terdiri atas 515 mamalia, 60 reptil, 1.519 burung, dan 121 kupu-kupu. Besarnya keanekaragaman hayati di Indonesia berkaitan erat dengan kondisi iklim dan kondisi fisik wilayah. Suhu dan curah hujan yangbesar memungkinkan tumbuhnya beragam jenis tumbuhan. Mengapa demikian? Tumbuhan memerlukan air dan suhu yang sesuai. Makin banyak air tersedia makin banyak tumbuhan yangdapat tumbuh dan karena itu makin banyak hewanyang dapat hidup di daerah tersebut.

a. Persebaran Flora di Indonesia Flora di Indonesia ternyata dapat dibedakan menjadi dua kelompok besar, yaitu Indo-Malayan dan Indo-Australian. Kelompok IndoMalayan meliputi kawasan Indonesia Barat. Pulau-pulau yang masuk ke dalam kelompok ini adalah Sumatra, Kalimantan, Jawa, dan Bali. Kelompok Indo-Australian meliputi tumbuhan yang ada kawasan Indonesia Timur. Pulau-pulau yang termasuk dalam kawasan ini adalah Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku,dan Papua.

b. Persebaran Fauna Indonesia Fauna Indonesia dapat dikelompokkanmenjadi tiga corak yang berbeda, yaitu fauna bagian barat, tengah, dan timur. Garis yang memisahkan fauna Indonesia bagian Barat dan Tengah dinamakan garis Wallace,sedangkan garis yang memisahkan fauna Indonesia bagian Tengah dan Timurdinamakan Garis Weber. Fauna bagian barat memiliki ciri atautipe seperti halnya fauna Asia sehingga disebut tipe Asiatis (Asiatic). Fauna bagiantimur memiliki ciri atau tipe yang mirip dengan fauna yang hidup di Benua Australiasehingga disebut tipe Australis (Australic). Fauna bagian tengah merupakan faunaperalihan yang ciri atau tipenya berbeda dengan fauna Asiatis maupun

Australis.Faunanya memiliki ciri tersendiri yang tidak ditemukan di tempat lainnya di Indonesia.Fauna tipe ini disebut fauna endemis

34

a. Flora, beberapa jenis hutan di Indonesia : - hutan hujan tropis - hutan musim - hutan stepa - hutan bakau Jenis-jenis flora di Indonesia terbagi menjadi : 1. Flora di Indonesia bagian barat adalah tipe Asiatis (memiliki kesamaan dengan benua Asia), ciri-ciri 2. Memiliki berbagai jenis tumbuhan kayu yang berharga (jati, meranti, kruing, mahoni dll) Selalu hijau sepanjang tahun Bersifat heterogen Terdapat tumbuhan endemik (hanya ada di daerah tersebut) yaitu Raflesia Arnoldi di Sumatra. Banyak kawasan hutan mangrove (di pantai timur Sumatra, pantai barat dan selatan Kalimantan, pantai barat dan utara Jawa) Flora di Indonesia bagian tengah Yang ada hanyalah hutan semusim / hutan homogen yang tidak begitu lebat, bahkan di Nusa Tenggaara yang ada hanyalah sabana (padang rumput yang luas dengan tumbuhan kayu di sana-sini) dan stepa (tanah kering yang hanya ditumbuhi semak belukar) 3. Tumbuhan palma, cemara dan pinus Flora di Indonesia bagian timur adalah tipe Australis (memiliki kesamaan dengan benua Australia) Didominasi hutan hujan tropis, dimana jenis floranya memiliki kesamaan dengan flora di benua Australia Flora ciri khas di kawasan ini yaitu anggrek

b. Fauna, dikelompokkan menjadi tiga yaitu : 1. Fauna Asiatis (Indonesia bagian barat) ciri-ciri : Mamalia ukuran besar (harimau, gajah, tapir), berbagai jenis kera(babon), jenis ikan air tawar, sedikit burung berwarna(burung enggang), reptile, fauna endemik (badak bercula satu, burung merak, jalak bali, orang utan) 2. Fauna Peralihan (karena memiliki ciri khas tersendiri dibandingkan Indonesia bagian barat maupun timur) Contoh: Burung maleo, anoa, komodo, babirusa, Perbedaan karakteristik fauna antara Indonesia bagian barat dengan Indonesia bagian tengah dibatasi dengan garis khayal yaitu garis Wallacea. 3. Fauna Australis (Indonesia bagian timur) ciri-ciri : -Mamalia berukuran kecil (walaby, possum), memiliki satu jenis kera, hewan berkantung (kanguru), banyak jenis burung berbulu indah (kakak tua), sedikit jenis ikan air tawar, kadal salamander, fauna endemik (cendrawasih, kasuari) Perbedaan karakteristik fauna antara Indonesia bagian tengah dengan Indonesia bagian timur dibatasi dengan garis khayal yaitu garis Webber.

4.

INSTRUMEN PENILAIAN DAN RUBRIK PENILAIAN

Test tertulis 1. Jelaskan keanekaragaman flora dan fauna di Indonesia ! 2. 3. 4. Sebutkan 3karakteristik flora di Indonesia bagian timur dan Indonesia bagian barat! Sebutkan persebaran fauna di Indonesia bagian timur ,tengah dan barat ! Jelaskan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan flora dan fauna ! Kunci : No. 1. 2. Jawaban Indonesia memiliki keanekaragaman jumlah spesies tumbuhan di Indonesia mencapai 8.000 spesies yang sudah teridentifikasi dan jumlah spesiesnya hewan mencapai 2.215 spesies. a. Karakteristik flora Indonesia bagaian barat : 1. Terdapat berbagai jenis rotan 2. Tidak terdapat hutan kayu putih 3. Terdapat berbagai jenis nangkah b. Karakter flora di Indonesia bagai timur : 1. Tidak terdapat berbagai jenis rotan Skor 2 3

35

3.

4.

2. Terdapat hutan kayu putih 3. Tidak terdapatjenis nangka Persebaran fauna di Indonesia bagian barat: Mamalia ukuran besar (harimau, gajah, tapir), berbagai jenis kera(babon), jenis ikan air tawar, sedikit burung berwarna(burung enggang), reptile, fauna endemik (badak bercula satu, burung merak, jalak bali, orang utan) Persebaran fauna di Indonesia bagian tengah: Burung maleo, anoa, komodo, babirusa, Perbedaan karakteristik fauna antara Indonesia bagian barat dengan Indonesia bagian tengah dibatasi dengan garis khayal yaitu garis Wallacea. Fauna Australis (Indonesia bagian timur) : Mamalia berukuran kecil (walaby, possum), memiliki satu jenis kera, hewan berkantung (kanguru), banyak jenis burung berbulu indah (kakak tua), sedikit jenis ikan air tawar, kadal salamander, fauna endemik (cendrawasih, kasuari) Keanega ragaman flora dan fauna Indonesia tentunya perlu kita syukuri dengan menjaga dan melestarikannya. Jika tidak flora dan fauna tersebut akan terancam punah. Bangsa Indonesia tentu akan mengalami banyak kerugian karena flora dan fauna tersebut memiliki fungsi dan peran masing-masing di alam. Di samping itu, manfaat bagi manusia juga akan hilang jika flora dan fauna tersebut punah. jumlah

10

Skor perolehan Nilai = Skor Maksimal Rubrik Penilaian Pelaksanaan diskusi kelompok Nama Siswa Aspek Gagasan 3 3 Kerja sama 3 2 Inisiatif 4 3 Keaktifan 3 4 Kedisiplinan 3 2 Jumlah Skor 17 14 X 100

NNo. 1 2 3 4

Nilai 85 70

Ket. A B

Keterangan Skor : Baik sekali Baik Cukup Kurang

= = = =

4 3 2 1

Kriteria Nilai A B C D

= = = =

80 100 70 79 60 69 60

: : : :

Baik Sekali Baik Cukup Kurang

Skor perolehan Nilai = Skor Maksimal X 100

36

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Satuan Pendidikan Kelas/Semester Mata Pelajaran Tema Sub Tema Pertemuan Ke Alokasi waktu : SMPN 1 Indralaya Utara : VII/1 : Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) : Keadaan Alam dan Aktivitas Penduduk Indonesia ; Kehidupan Sosial Masyarakat Indonesia pada Masa Praaksara : 11 : 2 x 40 Menit

A. KOMPETENSI INTI 1. Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya 2. Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya 3. Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural)berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata 4.Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori B. KOMPETENSI DASAR 1.3 Menghargai karunia tuhan yang maha Esa telah menciptakan manusia dan lingkungannya 3.1 Memahami aspek keruangan dan konektivitas antar ruang dan waktu dalam lingkup regional serta perubahan dan keberlanjutan kehidupan manusia (ekonomi, sosial, budaya, pendidikan, dan politik) 3.2 Memahami perubahan masyarakat indonesia pada masa pra aksara,masa hindu budha dan masa islam dalam aspek georafis,ekonomi,budaya,pendidikan INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI 1.Menjelaskan kehidupan masyarakat pada masa berburu dan mengumpulkan makanan 2.Menjelaskan kehidupan masyarakat pada masa bercocok tanam 3.Menjelaskan kehidupan masyarakat pada masa perundagian

C.

D. TUJUAN PEMBELAJARAN Melalui diskusi siswa diharapkan dapat memahami : 1. Kehidupan masyarakat pada masa berburu dan mengumpulkan makanan . 2. Kehidupan masyarakat pada masa bercocok tanam 3. Kehidupan masyarakat pada masa perundagian E. MATERI POKOK 1. kehidupan masyarakat pada masa berburu dan mengumpulkan makanan 2. kehidupan masyarakat pada masa bercocok tanam 3. kehidupan masyarakat pada masa perundagian F. METODE PEMBELAJARAN 1.Pendekatan 2.Metode G. KEGIATAN PEMBELAJARAN Kegiatan Pertemuan ke 11 Pendahuluan 1. Guru memulai pelajaran dengan mengucapkan salam dan mengajak berdoa bersama, kemudian menanyakan keadaan siswa serta mengecek tingkat kehadirannya, 2. Guru menanyakan tentang materi sebelumnya. 3. Guru menginformasikan tujuan yang ingin dicapai dan menjelaskan metode pembelajaran yang akan digunakan. 4. Guru memberi gambaran garis besar materi yang akan dipelajari Kelas dibagi dalam 6 kelompok yang masing-masing kelompok beranggotakan 4 siswa 10 menit

: Saintifik : Diskusi kelompok dengan teknik Jigsaw

Deskripsi Kegiatan

Alokasi waktu

Inti

60 menit

37

Guru memberi pesan moral agar siswa berperilaku jujur, disiplin, bertanggung jawab, peduli, bekerja sama, toleran dan percaya diri dalam melaksanakan diskusi kelompok Pelaksanaan STAD (1). Penugasan menggunakan gambar untuk diamati dan diidentifikasi dalam kelompok masing masing, tentang kehidupan pada masa pra aksara , dengan pembagian : Kelompok A dan B ,mengamati dan menjelaskan kehidupan masyarakat pada masa berburu dan mengumpulkan makanan Kelompok C dan D, mengamati dan menjelaskan kehidupan masyarakat pada masa bercocok tanam Kelompok E dan F mengamati dan menjelaskan kehidupan masyarakat pada masa perundagian (2)Pelaksanaan diskusi kelompok (siswa mengamati dan mengidentifikasi gambar dalam kelompoknya masing-masing kemudian mencatat hasil pengamatan) (3) Pelaksanaan unjuk kerja/presentasi, (kelompok A ditanggapi kelompok B, Kelompok C ditanggapi kelompok D, Kelompok E ditanggapi kelompok F (4) Pelaksanaan konfirmasi dilakukan dengan memberikan umpan balik berdasarkan hasil presentasi Penutup 1. 2. 3. 4. Siswa membuat kesimpulan tentang materi yang telah didiskusikan Refleksi pembelajaran Melaksanakan test secara lisan Menugaskan peserta didik melakukan pengamatan dan menyusun laporan pengamatan tentang kehidupan pada masa pra aksara. 5. Menutup pelajaran dengan berdoa sesuai dengan agama dan keyakinan masing-masing 10 menit

H. SUMBER BELAJAR 1.Alat 2.Bahan/sumber ajar I.

: Komputer/laptop, LCD,Power Point, Internet : LKS, Buku siswa , soal-soal latihan, buku guru

Penilaian Proses dan Hasil Belajar Teknik Penilaian Proses : Unjuk Kerja (Diskusi dan Presentasi) Bentuk Penilaian Hasil : Lisan dan Tulisan

Jawablah pertanyaan berikut dengan tepat ! 1. Jelaskan kehidupan masyarakat pada masa berburu dan mengumpulkan makanan ! 2. Jelaskan kehidupan masyarakat pada masa bercocok tanam ! 3. Jelaskan kehidupan masyarakat pada masa perundagian ! Rubrik Tugas Kelompok (Diskusi dan Presentasi) dan Pedoman Penskoran Rubrik Penilaian untuk Pertemuan 11 Aspek Nama Siswa Gagasa Kerja n sama

No. 1 2 3 4

Inisiatif

Keaktifan

Kedisiplin an

Jumlah Skor

Nilai

Ket.

Keterangan Skor : Baik sekali Baik Cukup Kurang

Kriteria Nilai = = = = 4 3 2 1 A= B= C= D= 80 100 :Baik Sekali 70 79 :Baik 60 69 :Cukup 60 :Kurang

38

Sintaks STAD Siswa dikelompokkan dengan anggota 4-5 orang dengan kemampuan Heterogen Anggota tim menggunakan lembar kegiatan atau perangkat tugas yang lain Setiap anggota saling membantu memahami bahan pelajaran Secara individu tiap 1 atau 2 minggu diberi kuis Kuis di skor, dan tiap individu diberi skor perkembangan J. Ringkasan Materi D. Kehidupan Sosial Masyarakat Indonesia pada Masa Praaksara, 1. Masa Praaksara Kehidupan masyarakat Indonesia pada masa Praaksara dapat dibagi ke dalam tiga masa, yaitu masa berburu dan mengumpulkan makanan, masa bercocok tanam, dan masa perundagian. a. Masa Berburu dan Mengumpulkan Makanan Kehidupan manusia masa berburudan mengumpulkan makanan, dari sejak Pithecanthropus sampai dengan Homo sapiensdari Wajak sangat bergantung pada kondisi alam. Mereka tinggal di padang rumput dengansemak belukar yang letaknya berdekatan dengansungai. Daerah itu juga merupakan tempatpersinggahan hewan-hewan seperti kerbau, kuda, monyet, banteng, dan rusa, untuk mencarimangsa. Hewan-hewan inilah yang kemudian diburu oleh manusia. Di samping berburu, mereka juga mengumpulkan tumbuhan yang mereka temukan seperti ubi, keladi, daun-daunan, dan buah-buahan. Mereka bertempat tinggal di dalam gua-gua yang tidak jauh dari sumber air, atau di dekat sungai yang terdapat sumber makanan seperti ikan, kerang, dan siput. b. Masa Bercocok Tanam Masa bercocok tanam adalah masa ketika manusia mulai memenuhi kebutuhan hidupnya dengan cara memanfaatkan hutan belukar untuk dijadikan ladang. Masa bercocok tanam terjadi ketika cara hidup berburu dan mengumpulkan bahan makanan ditinggalkan. Pada masa ini, mereka mulai hidup menetap di suatu tempat. Manusia Praaksara yang hidup pada masa bercocok tanam adalah Homo sapiens, baik itu ras Mongoloid maupun ras Austromelanesoid.

c. Masa Perundagian Masa perundagian merupakan masa akhir Prasejarah di Indonesia. Menurut R.P. Soejono, kataperundagian berasal dari bahasa Bali: undagi, yang artinya adalah seseorang atau sekelompok orang atau segolongan orang yang mempunyai kepandaian atau keterampilan jenis usaha tertentu, misalnya pembuatan gerabah, perhiasan kayu, sampan, dan batu (Nugroho Notosusanto, et.al, 2007). Manusia Praaksara yang hidup pada masa perundagian adalah ras Australomelanesoid dan Mongoloid. Pada masa perundagian, manusia hidup di desa-desa, di daerah pegunungan, dataran rendah, dan di tepi pantai dalam tata kehidupan yang makin teratur dan terpimpin. Kehidupan masyarakat pada masa perundagian ditandai dengan dikenalnya pengolahan logam.

K.

Rubrik penilaian tugas proyek KRITERIA DAN SKOR No. ASPEK 3 1. PERSIAPAN Jika memuat tujuan, topik, alasan, tempat penelitian, responden, daftar pertanyaan dengan lengkap. Jika daftar pertanyaan dapat dilaksanakan semua dan data tercatat dengan rapi dan lengkap. 2 Jika memuat tujuan, topik, alasan, tempat penelitian, responden, daftar pertanyaan kurang lengkap. Jika daftar pertanyaan dapat dilaksanakan semua, tetapi data tidak tercatat dengan rapi dan lengkap. 1 Jika memuat tujuan, topik, alasan, tempat penelitian, responden, daftar pertanyaan tidak lengkap Jika pertanyaan tidak terlaksana semua dan data tidak tercatat dengan rapi.

2.

PENGUMPULAN DATA

39

3.

PENGOLAHAN DATA

Jika pembahasan data sesuai tujuan penelitian

Jika pembahasan data kurang menggambarkan tujuan penelitian

Jika sekedar melaporkan hasil penelitian tanpa membahas data Jika penulisan kurang sistimatis, bahasa kurang komunikatif, kurang memuat saran

4.

PELAPORAN TERTULIS

Jika sistimatika penulisan benar, memuat saran, bahasa komunikatif.

Jika sistimatika penulisan benar, memuat saran, namun bahasa kurang komunikatif

Skor perolehan Nilai = Skor Maksimal L. Rubrik Penilaian Produk Berupa Kliping X 100

Aspek No. Nama Siswa Tema Sumber Isi Analisis

Jumlah Skor

Nilai

Tema: 1 = Tidak ada 2 = Ada tetapi kurang tepat dan krg menarik 3 = Ada tetapi kurang tepat/kurang menarik 4 = Ada, tepat, dan menarik Sumber: 1 = Tidak ada 2 = Ada tetapi tidak lengkap, tidak akurat 3 = Ada dan akurat , tidak lengkap/tdk akurat 4 = Ada, akurat dan lengkap Skor perolehan Nilai X 100 Skor Maksimal Penilaian Sikap dalam proses pembelajaran Perilaku No. Nama Kedisiplinan =

Isi: 1 = Tidak sesuai tema 2 = Sesuai tema, kurang berbobot & aktual 3 = Sesuai tema, kurang berbobot/kurang aktual 4 = Sesuai tema, berbobot dan aktual Analisis: 1 = Tidak ada analisis 2 = Ada analisis, kurang tepat & kurang berbobot 3 = Ada analisis, tetapi kurang tepat/krg.berbobot 4 = Ada analisis, tepat dan berbobot

Kerjasama

Kejujuran

Tanggung Jawab

Nilai

Ket.

1. 2. Keterangan : i. Kolom perilaku diisi dengan angka yang sesuai dengan kriteria berikut : 1 = sangat kurang 2 = kurang 3 = sedang 4 = baik 5 = amat baik

40

j. Nilai merupakan jumlah dari skor-skor tiap indikator perilaku. k. Keterangan diisi dengan kriteria berikut : Nilai 18-20 = berarti amat baik Nilai 14-17 = berarti baik Nilai 10-13 = berarti sedang Nilai 5-9 = berarti kurang Nilai 0-4 = berarti sangat kurang l. Konversi nilai Skor total jawaban benar siswa Konversi Nilai = ---------------------------------------Skor maksimum perangkat tes X 100

41

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Satuan Pendidikan Kelas / Semester Tema Pertemuan keA. 1. 2. 3. 4. : SMPN 1 Indralaya Utara : VII / 1 :Potensi dan sebaran Sumber Daya Alam Indonesia :1 dan 2

Kompetensi Inti Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dankejadian tampak mata Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca,menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori Kompetensi Dasar 1.1. Menghargai karunia Tuhan YME yg telah menciptakan waktu dg segala perubahannya. 2.2. Menunjukkan perilaku rasa ingintahu,peduli, menghargai dan bertanggung jawab terhadap kelembagaan sosial ,budaya,ekonomi,dan politik 2.3. Menunjukkan perilaku santun ,toleran,dan peduli dlm melakukan interaksi manusia dg lingkungan dan teman sebaya. 3.1. memhami aspek keruangan dan koneksitas antar ruang dan waktu dlm lingkup regional serta perubahan dan berkelanjutan kehidupan manusia(ekonomi, sosial ,budaya,pendidikandan politik) 3.4.Memahami pengertian dinamika interaksi manusia dg lingkungan alam,sosial, budaya,dan ekonomi 4.3. Mengobservasi danmenyajikan bentuk bentuk dinamika interaksi manusia dgn lingkungan alam,sosial,budaya, dan ekonomi di lingkungan masyarakat sekitar. Indikator Pencapaian Kompetensi 1. Menjelaskan pengertian sumber daya alam 2. Mendiskripsikan sumber daya alam yg dapat diperbaharui 3. Mendiskripsikan sumber daya alam yg tidak dapat di perbaharui 4. Menjelaskan sumber daya alam organik 5. Menjelaskan sumber daya alam anorganik 6. Menjelaskan sumber dayaalam terestris 7. Menjelaskan sumber daya alam akquatik Tujuan Pembelajaran: 1. Melalui pengamatan ,siswa dapat menjelaskan sumber daya alam 2. Melalui diskusi kelompok, siswa dapat mendiskripsikan SDA yg dapat diperbaharui 3. Melalaui diskusi kelompok,siswa dapat mendiskripsiskanSDA yg tidak dapat diperbaharui 4. Melalui diskusi kelompok, siswa dapat menjelaskan jenis sumber daya alam organik 5. Melalui diskusi kelompok, siswa dapat menjelaskan jenis sumber daya anorganik 6. Melalui diskusi kelompok, siswa dapat menjelaskan jenis sumber daya alam terestris 7. Melalu i diskusi kelompok, siswa dapat menjelaskan jenis sumber daya alam aquatik MATERI: 1. Pengertian sumber daya alam 2. Sumber daya alam yang dapat diperbaharui 3. Sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui 4. Jenis sumber daya alam organik 5. Sumber daya alam an organik 6. Sumber daya alam terestris 7. Sumber daya alam aquatis Aokasi Waktu Metode Pembelajaran 3. Pendekatan 4. Metode 4x 40 menit

B.

C.

D.

E.

F. G.

: Saintifik : Diskusi dengan teknik STAD

dan Observasi

42

H.

Kegiatan Pembelajaran KEGIATAN Pendahuluan DESKRIPSI KEGIATAN Pertemuan ke -1 ( 2 X 40 menit ) Membuka pelajaran denganmengucapkan salam dan berdoa bersama(menghayati ajaran agama), Menginformasikan tujuan yang akan dicapai selama pembelajaran (rasa ingin tahu). Menyampaikan secara singkat garis besar materi yang akan disajikan selama pembelajaran dan mengaitkannya dengan materi pertemuan sebelumnya Memberi motivasi siswa untuk aktif dalam proses pembelajaran dengan menyanyikan lagu Kolam Susu (Koes Plus) dilanjutkan dengan tanya jawab tentang kekayaan alam Indonesia (syair terlampir) ALOKASI WAKTU 80 menit 10 menit

Inti Membagi siswa menjadi 8 kelompok ( A, B, C, .s/d kelompok H) masing-masing beranggotakan 4 orang. Pelaksanaan STAD (1). Penugasan menggunakan gambar untuk diamati dan diidentifikasi dalam kelompok masing masing, tentang pemanfaatan sumber daya alam , dengan pembagian : Kelompok A ,mengamati dan menjelaskan sumber daya alam. Kelompok B, mengamati dan menjelaskan sumber daya alam yang dapat di perbaharui. Kelompok C, mengamati dan menjelaskan sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui Kelompok D, mengamati dan menjelaskan sumber daya alam organik. Kelompok E, mengamati dan menjelaskan sumber daya alam anorganik Kelompok F, mengamati dan menjelaskan sumber daya alan terestris Kelompok G dan H, mengamati dan menjelaskan sumber daya alam aquatis (2)Pelaksanaan diskusi kelompok (siswa mengamati dan mengidentifikasi gambar dalam kelompoknya masing-masing kemudian mencatathasil pengamatan) (3) Pelaksanaan unjuk kerja/presentasi, (kelompok A ditanggapi kelompok B, Kelompok CditanggapiD, Kelompok Editanggapi kelompok F dan G (4) Pelaksanaan konfirmasi dilakukan dengan memberikan umpan balik berdasarkan hasil presentasi (5) Pengisian Quiz Penutup Membuat kesimpulan tentang materi pembelajaran hari itu dilakukan siswa bersama guru Melaksanakan test secara lisan(kejujuran) Menugaskan peserta didik melakukan pengamatan untuk pertemuan berikutnya (PR) tentang kondisi tanah di daerahnya masing-masing dengan membuat laporan tertulis secara sederhana Menutup pelajaran dengan berdoa sesuai dengan agama dan keyakinan masingmasing.(religius) Pertemuan Ke-2 (2 X 40 menit) a. Memulai pembelajaran dengan berdoa bersama sesuai agama dan keyakinan masingmasing. (religius). b. Tanya jawab singkat tentang (PR) hasil penelusuran informasi tentang kondisi tanah di daerahnya masing-masing c. Menginformasikan secara garis besar strategi pembelajaran yang akan dilakukan. d. Menginformasikan tujuan yang akan dicapai selama pembelajaran(rasa ingin tahu). e. Memberi motivasi pada siswa untuk aktif dalam pembelajaran. a. Pelaksanaan unjuk kerja presentasi kelompok hasil pengamatan tentang kondisi tanah di daerah masing-masing b. Kelompok A ditanggapi kelompok B c. Kelompok Cditanggapi kelompok D d. Kelompok Editanggapi kelompok F dan G e. Guru memberikan konfirmasi atas hasil penyajian kelompok f. Mengeksplorasi terhadap peta sebaran jenis tanah Indonesia dalam kelompoknya masing-masing

60 Menit 5 menit

5 menit

25 menit 20 menit

5 menit 10 menit

Pendahuluan

80 menit 10 menit

Kegiatan Inti

60 menit 20 menit

25 menit

43

KEGIATAN g. h. a. b. c. d.

DESKRIPSI KEGIATAN Memberikan apresiasi dan motivasi berdasarkan aktivitas dan hasil kinerja secara individu Pengisian Quiz Membuat kesimpulan tentang materi ajar yang telah disajikan selama pembelajaran yang dilakukan peserta didik bersama guru Memberi penguatan dan motivasi tentang pelaksanaan tugas mandiri tidak terstruktur (TMTT). Melaksanakan tes tsecara lisan(kejujuran) Mengakhiri pembelajaran dengan mengajak peserta didik berdoa sesuai dengan agama dan keyakinan masing-masing (religius)

ALOKASI WAKTU 15 menit 10 menit

Penutup

I.

Sumber Belajar Alat dan Bahan :Laptop. LCD, Gambar-Gambar Pemanfaatan sumber daya alam . Sumber Belajar : 1. Buku Siswa Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas VII SMP/MTs, Jakarta, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan 2. http://haristepanus.wordpress.com/2013/04/13/persebaran-jenis-jenis-tanah-di-indonesia/podzol-deo/ Penilaian Proses dan Hasil Belajar Teknik Penilaian Proses : Unjuk Kerja (Diskusi dan Presentasi) Bentuk Penilaian Hasil : Lisan dan Tulisan Instrumen Soal Tes Tulisan 1. Jelaskan pengertian sumber daya alam! 2. Jelaskan pengertian sumber daya alam yg dapat diperbaharui! 3. Jelaskan pengertian sumber daya alam yg tidak dapat diperbaharui 4. Jelaskan pengertian sumber daya alam organik 5. Jelaskan sumber daya alam anorganik 6. Jelaskan sumber daya alam terestris 7. Jelaskan sumber daya alam aquatik Rubrik Tugas Kelompok (Diskusi dan Presentasi) dan Pedoman Penskoran

J.

Rubrik Penilaian untuk Pertemuan 1

Aspek No. Nama Siswa Gagasa n Kerja sama Inisiatif Keaktifan Kedisiplin an

Jumlah Nilai Skor Ket.

1 2 3 4

Keterangan Skor : Baik sekali Baik Cukup Kurang = = = = 4 3 2 1

Kriteria Nilai A= B= C= D= 80 100 :Baik Sekali 70 79 :Baik 60 69 :Cukup 60 :Kurang

44

Rubrik Penilaian Presentasi dan Diskusi untuk Pertemuan ke-2 Tema : Potensi dan Sebaran Sumber Daya Alam Indonesia kelompok : ................. Kelas /Smt. : VII/1 Pertemuan : Ke-2 Berilah tanda check ( V ) pada kolom yang sesuai dengan penilaian Anda! No. Urut A. 1. 2. 3. 4. 5. 6. B. 1. 2. 3. 4. 5. C. 1. 2. KUALITAS Persiapan baik Organisasi jelas Memberikan informasi yang didukung oleh fakta / buku Informasi disampaikan dengan jelas Argumentasi Pernyataan (statement) bersifat persuasif ETIKA Menghormati argumentasi teman dan tidak emosional Saling mendengarkan dan merespon Tidak menghina (menyela pembicaraan) Tidak mendominasi pembicaraan Secara aktif ikut terlibat LAIN-LAIN Cara mengevaluasi atau mengkritik teman Membuat kesimpulan sementara berdasarkan bukti yang disampaikan kedua pihak Jumlah Keseluruhan Keterangan: Skor 4: Baik Sekali, Skor 3: Baik, Skor 2: Cukup, Skor 1: Kurang. Skor Kategori Baik sekali Baik Sedang Kurang

KRITERIA: 45 ke atas 30-44 15-29 < 14 = A (Baik Sekali & Berkualitas) = B (Baik) = C (Cukup) = D (Kurang memenuhi syarat)

45

LAMPIRAN Sintaks STAD Siswa dikelompokkan dengan anggota 4-5 orang dengan kemampuan Heterogen Anggota tim menggunakan lembar kegiatan atau perangkat tugas yang lain Setiap anggota saling membantu memahami bahan pelajaran Secara individu tiap 1 atau 2 minggu diberi kuis Kuis di skor, dan tiap individu diberi skor perkembangan Lagu Kolam Susu Bukan Lautan Hanya Kolam Susu Kail dan Jala Cukup Menghidupimu Tiada Badai Tiada Topan Kau Temui Ikan dan Udang menghampiri Dirimu Orang Bilang Tanah Kita Tanah Surga Tongkat Kayu dan Batu Jadi Tanaman{ } PERSEBARAN JENIS-JENIS TANAH DI INDONESIA 1. Tanah Vulkanis a. Tanah Andosol

Persebaran : Sumatera, Jawa, Bali, Lombok, Halmahera, Nusa Tenggara Barat, dan Sulawesi b. Tanah Regosol

Proses terbentuknya : dari abu vulkanis yang telah mengalami proses pelapukan Ciri-ciri : warna kelabu hingga kuning, peka terhadap erosi, dan sangat subur Pemanfaatannya : sebagai lahan pertanian, perkebunan, hutan pinus atau cemara

Proses terbentuknya : dari endapan abu vulakanis baru yang memiliki butir kasar Ciri-ciri : berbutir kasar, berwarna kelabu hingga kuninga dan kadar bahan organik rendah Pemanfaatannya : untuk pertanian padi, palawija, tebu dan kelapa

Persebaran : di lereng gunung berapi, pantai dan bukit pasir pantai yang meliputi pulau Sumatera, Jawa, Nusa Tenggara c. Tanah Aluvial (Tanah Endapan) Proses terbentuknya : tanah hasil erosi (lumpur dan pasir halus) di daerah-daerah dataran rendah Ciri-ciri : warna kelabu dan peka terhadap erosi Pemanfaatannya : sebagai lahan pertanian sawah dan palawija

Persebaran : Sumatera, Jawa bagian utara, Halmahera, Kalimatan Barat, Kalimantan Selatan, Sulawesi dan Papua bagian selatan 2. Tanah Organosol a. Tanah Humus

Persebaran : Lampung, Jawa Tengah bagian selatan, Kalimantan Selatan dan Sulawesi Tenggara b. Tanah Gambut

Proses terbentuknya : dari hasil pembusukan bahan-bahan organik Ciri-ciri : warna kehitaman, mudah basah, mengandung bahan organik, sangat subur Pemanfaatannya : sebagai lahan pertanian

Proses terbentuknya : dari hasil pembusukan tumbuhan / bahan organik di daerah yang selalu tergenang air (rawa-rawa) Ciri-ciri : bersifat sangat asam, unsur hara rendah sehingga tidak subur Pemanfaatannya : untuk pertanian pasang surut Persebaran : Pantai timur Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Halmahera, Seram, Papua, Pantai Selatan

46

3. Tanah Litosol (tanah berbatu-batu)

Proses terbentuknya : dari pelapukan batuan beku dan sedimen yang masih baru (belum sempurna) sehingga butirannya besar / kasar Ciri-ciri : tekstur tanahnya beranekaragam dan pada umumnya berpasir, tak bertekstur, warna kandungan batu, kerikil dan kesuburan bervariasi Pemanfaatannya : masih alang-alang, bisa untuk hutan Persebaran : Jawa Tengah, Jawa Timur, Madura, Nusa Tenggara, Maluku, Sulawesi dan Sumatera

4. Tanah Podzol

Persebaran : Kalimantan Tengah, Sumatera Utara, Papua 5. Tanah Laterit

Proses terbentuknya : di daerah yang memiliki suhu rendah dan curah hujan tinggi Ciri-ciri : warna pucat, kandungan pasir kuarsa tinggi, sangat masam, peka terhadap erosi, kurang subur Pemanfaatannya : untuk pertanian palawija

Proses terbentuknya : Tanah yang tercuci air hujan, sehingga unsur hara telah hilang meresap dan mengalir ke dalam tanah Ciri-ciri : warna cokelat kemerah-merahan, tidak subur Pemanfaatannya : untuk lahan pertanian

Persebaran : Kalimantan Barat, Lampung, Banten, Sulawesi Tenggara 6. Tanah Mergel Proses terbentuknya : dari hasil campuran pelarutan kapur, pasir dan tanah liat karena peristiwa air hujan Ciri-ciri : tidak subur Pemanfaatannya : untuk hujan jati

Persebaran : Yogyakarta, Priangan Selatan di Jawa Barat, pegunungan Kendeng di Jawa Tengah, Kediri, Madiun, Nusa Tenggara 7. Tanah Terarosa (Kapur) a. Tanah Renzina

Persebaran : Gunung kidul , Yogyakarta b. Tanah Mediteran

Proses terbentuknya : dari pelapukan batuan kapur di daerah yang memiliki curah hujan tinggi Ciri-ciri : warna putih sampai hitam, miskin unsur hara Pemanfaatannya : untuk palawija, hutan jati

Proses terbentuknya : hasil pelapukan batuan kapur keras dan sedimen Ciri-ciri : Warna putih kecoklatan, keras, tidak subur Pemanfaatannya : untuk pertanian tegalan, hutan jati

Persebaran : Pegunungan Jawa Timur, Nusa Tenggara, Jawa Tengah, Sulawesi, Maluku, Sumatera Ciri-ciri tanah di Indonesia: Banyak mengandung unsur hara Struktur tanahnya baik, artinya susunan butir-butir tanah tidak terlalu padat dan tidak terlalu lenggang Cukup mengandung air yang berguna untuk melarutkan unsur hara

Mempunyai garam-garaman dalam jumlah banyak Upaya untuk melestarikan sumber daya tanah: Pemupukan diusahakan dengan pupuk hijau / pupuk kandang / pupuk kompos Dibuat hutan-hutan cadangan pada lereng-lereng gunung Membuat terassering / sengkedan di daerah-daerah miring Membuat penghijauan dan reboisasi pada daerah yang gundul, dan sebagainya.

47

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Satuan Pendidikan Kelas / Semester Tema Sub tema Pertemuan keA. : SMPN 1 Indralaya Utara : VII / 1 :Potensi dan sebaran Sumber Daya Alam Indonesia : Potensi dan pesebaran sumber daya alam : 3 dan 4

Kompetensi Inti 1. Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya 2. Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya 3. Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata 4. Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori Kompetensi Dasar 1.1. Menghargai karunia Tuhan YME yg telah menciptakan waktu dg segala perubahannya. 2.2. Menunjukkan perilaku rasa ingin tahu, peduli, menghargai dan bertanggung jawab terhadap kelembagaan sosial , budaya, ekonomi, dan politik 2.3. Menunjukkan perilaku santun , toleran, dan peduli dlm melakukan interaksi manusia dg lingkungan dan teman sebaya. 3.1. memhami aspek keruangan dan koneksitas antar ruang dan waktu dlm lingkup regional serta perubahan dan berkelanjutan kehidupan manusia (ekonomi, sosial, budaya, pendidikan dan politik) 3.4.Memahami pengertian dinamika interaksi manusia dg lingkungan alam, sosial, budaya, dan ekonomi 4.3. Mengobservasi danmenyajikan bentuk bentuk dinamika interaksi manusia dg lingkungan alam , sosial , budaya, dan ekonomi di lingkungan masyarakat sekitar. Indikator Pencapaian Kompetensi 1. Menjelaskan pengertian tanah 2. Mendiskripsikan sifat batuan induk secara umum tanah di Indonesia 3. Menjelaskan tanah fulkanik dan bukan vulkanik 4. Menjelaskan tanah organik 5. Mengamati peta tentang persebaran n tanah di Indonesia Tujuan Pembelajaran: 1. Melalui pengamatan ,siswa dapat menjelaskan pengertian tanah 2. Melalui diskusi kelompok, siswa dapat mendiskripsikan sifat batuan induk secara umum tanah di Indonesia. 3. Melalui diskusi kelompok, siswa dapat menjelaskan tanah vulkanik dan bukan tanah vulkanik 4. Melalui diskusi kelompok, siswa dapat menjelaskan tanah organik 5. Melalui diskusi kelompok, siswa dapat menunjukkan persebaran tanah diIndonesia MATERI: 1. Pengertian tanah 2. Macam-macam sifat batuan induk secara umum tanah di Indonesia 3. Tanah vulkanik dan bukan vulkanik 4. Tanah organic 5. Peta Persebaran tanah di Indonesia

B.

C.

D.

E.

F. G.

Alokasi Waktu

1 x 40 menit

Metode Pembelajaran 1. Pendekatan 2. Metode

: Saintifik : Diskusi dengan teknik STAD

dan Observasi

48

H.

Kegiatan Pembelajaran KEGIATAN Pendahulua n DESKRIPSI KEGIATAN Pertemuan ke -3 ( 2 X 40 menit ) Membuka pelajaran denganmengucapkan salam dan berdoa bersama(menghayati ajaran agama), Menginformasikan tujuan yang akan dicapai selama pembelajaran (rasa ingin tahu). Menyampaikan secara singkat garis besar materi yang akan disajikan selama pembelajaran dan mengaitkannya dengan materi pertemuan sebelumnya Memberi motivasi siswa untuk aktif dalam proses pembelajaran dengan menyanyikan lagu Kolam Susu (Koes Plus) dilanjutkan dengan tanya jawab tentang kekayaan alam Indonesia (syair terlampir) ALOKASI WAKTU 80 menit 10 menit

Inti Membagi siswa menjadi 8 kelompok ( A, B, C, .s/d kelompok H) masing-masing beranggotakan 4 orang. Pelaksanaan STAD (1). Penugasan menggunakan gambar dan peta untuk diamati dan diidentifikasi dalam kelompok masing masing, tentang macam-macam jenis tanah, dengan pembagian : Kelompok A & B, menjelaskan pengertian tanah. Kelompok C & D, menyebutkan sifat batuan induk secara umum tanah di Indonesia Kelompok E & F, menjelaskan terbentuknya tanah vulkanik dan bukan vulkanik ( tanah Tertier ) Kelompok G & H, menjelaskan terbuentuknya tanah organik. (2)Pelaksanaan diskusi kelompok (siswa mengamati dan mengidentifikasi gambar dalam kelompoknya masing-masing kemudian mencatathasil pengamatan) (3) Pelaksanaan unjuk kerja/presentasi, (kelompok A ditanggapi kelompok B, Kelompok CditanggapiD, Kelompok Editanggapi kelompok F dan G (4) Pelaksanaan konfirmasi dilakukan dengan memberikan umpan balik berdasarkan hasil presentasi (5) Pengisian Quiz Penutup Membuat kesimpulan tentang materi pembelajaran hari itu dilakukan siswa bersama guru Melaksanakan test secara lisan(kejujuran) Menugaskan peserta didik melakukan pengamatan untuk pertemuan berikutnya (PR) tentang kondisi tanah di daerahnya masing-masing dengan membuat laporan tertulis secara sederhana Menutup pelajaran dengan berdoa sesuai dengan agama dan keyakinan masingmasing.(religius)

60 Menit

10

I.

Sumber Belajar Alat dan Bahan :Laptop. LCD, Gambar-Gambar tanah dan peta Sumber Belajar : 1. Buku Siswa Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas VII SMP/MTs, Jakarta, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan 2. http://haristepanus.wordpress.com/2013/04/13/persebaran-jenis-jenis-tanah-di-indonesia/podzol-deo/ Penilaian Proses dan Hasil Belajar Teknik Penilaian Proses : Unjuk Kerja (Diskusi dan Presentasi) Bentuk Penilaian Hasil : Lisan dan Tulisan Instrumen Soal Tes Tulisan 1. Jelaskan pengertian tanah 2. Sebutkan sifat batuan induk secara umum tanah di Indonesia 3. Jelaskan terbentuknya tanah vulkanik 4. Jelaskan bahan induk bukan vulkanik ( tanah tertier ) 5. Jelaskan terbentuknya tanah organic ( humus ) 6. Sebutkan 2 daerah persebaran tanah bukan vulkanik (tanah tertier) dan organik di Indonesia Kunci Jawaban : Tempat kita melakukan aktifitas 1. a. tanah dengan bahan induk vulkanik b. tanah dengan bahan induk bukan vulkanik (tanah tertier)

J.

49

c. tanah organic atau tanah humus 2. 3. 4. 5. Tanah vulkanik adalah terbentuk dari material vulkanik yang dikeluarkan saat gunung berapi meletus Tanah dengan bahan induk bukan vulkanik bukan hasil aktifitas gunung berapi Tanah organic (humus) adalah tanah yang terbentuk dari tumpukan sisa-sisa tumbuhan Persebaran tanah vulkanik di daerah Sumatra, Jawa, Bali dan Nusa Tenggara. Persebaran tanah bukan vulkanik di daerah bagian utara Jawa Timur, sebagian besar Sulawesi, sebagian besar Maluku Persebaran tanah organik atau gambut dip anti timur Sumatra di sepanjang pesisir Kalimantan.

50

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Satuan Pendidikan Kelas / Semester Tema Sub Tema Pertemuan ke A. : : : : : SMPN 1 Indralaya Utara VII / 1 Potensi dan sebaran Sumber Daya Alam Indonesia Potensi Sumber Daya Air 4 dan 5

Kompetensi Inti 1.Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya 2.Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya 3.Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dankejadian tampak mata 4.Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori Kompetensi Dasar 1.1 Menghargai karunia Tuhan YME yg telah menciptakan waktu dg segala perubahannya. 2.2 Menunjukkan perilaku rasa ingintahu, peduli, menghargai dan bertanggung jawab terhadap kelembagaan sosial , budaya, ekonomi, dan politik 2.3 Menunjukkan perilaku santun , toleran, dan peduli dlm melakukan interaksi manusia dg lingkungan dan teman sebaya. 3.1 memhami aspek keruangan dan koneksitas antar ruang dan waktu dlm lingkup regional serta perubahan dan berkelanjutan kehidupan manusia (ekonomi, sosial , budaya, pendidikan dan politik) 3.4 Memahami pengertian dinamika interaksi manusia dg lingkungan alam, sosial, budaya, dan ekonomi 2.2. Menyajikan hasil pengamatan tentang hasil-hasil kebudayaan dan pikiran masyarakat Indonesia pada masa praaksara, masa Hindu-Budha dan masa Islam dalam aspek geografis, ekonomi, budaya dan politik yang masih hidup dalam masyarakat sekarang 4.3 Mengobservasi dan menyajikan bentuk bentuk dinamika interaksi manusia dengan lingkungan alam , sosial , budaya, dan ekonomi di lingkungan masyarakat sekitar. Indikator Pencapaian Kompetensi 1. Menjelaskan proses terbentuknya air 2. Menjelaskan bentuk-bentuk air di Indonesia Tujuan Pembelajaran: 1. Melalui diskusi kelompok, siswa dapat menjelaskan proses terbentuknya air 2. Melalui diskusi kelompok, siswa dapat menjelaskan bentuk-bentuk air

B.

C.

D.

E.

MATERI: 1. Proses terbentuknya air 2. Bentuk-bentuk air di Indonesia Alokasi Waktu 4 x 40 menit Metode Pembelajaran 1. Pendekatan : Saintifik 2. Metode : Diskusi dengan teknik NHT Kegiatan Pembelajaran KEGIATAN Pendahuluan

F.

G.

H.

DESKRIPSI KEGIATAN

ALOKASI WAKTU 10 menit

Pertemuan ke -4 ( 2 X 40 menit ) Membuka pelajaran denganmengucapkan salam dan berdoa bersama(menghayati ajaran agama), Menyampaikan secara singkat garis besar materi yang akan disajikan selama pembelajaran dan mengaitkannya dengan materi pertemuan sebelumnya Memberi motivasi siswa untuk aktif dalam proses pembelajaran dengan

51

menyanyikan lagu Kolam Susu (Koes Plus) dilanjutkan dengan tanya jawab tentang kekayaan alam Indonesia (syair terlampir) Menginformasikan tujuan yang akan dicapai selama pembelajaran (rasa ingin tahu). Membagi siswa menjadi 3 kelompok masing-masing beranggotakan 8 orang. Masing-masing anggota dalam setiap setiap kelompok diberi nomor Masing-masing kelompok diberi tugas : Kelompok A ,menggambar dan mengamati tentang siklus air pendek Kelompok B ,menggambar dan mengamati tentang siklus air sedang Kelompok C ,menggambar dan mengamati tentang siklus air panjang Guru membimbing dan memfasilitasi jalannya diskusi Guru menunjuk nomor siswa secara acak pada masing-masing kelompok untuk mempresentasikan hasil diskusinya dan kelompok lain memberi tanggapan Membuat simpulan tentang materi pembelajaran hari itu dilakukan siswa bersama guru Refleksi tentang kegiatan pembelajaran yang telah dilaksanakan Melaksanakan test secara lisan(kejujuran) Menutup pelajaran dengan berdoa sesuai dengan agama dan keyakinan masingmasing.(religius) 60 menit

Inti

Penutup

10 menit

Pendahuluan

Kegiatan Inti

Pertemuan Ke-5 (2 X 40 menit) Memulai pembelajaran dengan berdoa bersama sesuai agama dan keyakinan masingmasing. (religius). Tanya jawab singkat tentang materi pembelajaran sebelumnya Menginformasikan tujuan yang akan dicapai selama pembelajaran(rasa ingin tahu). Memberi motivasi pada siswa untuk aktif dalam pembelajaran. a. Membagi siswa menjadi 3 kelompok masing-masing beranggotakan 8 orang. b. Masing-masing kelompok diberi tugas : Kelompok A mendiskusikan tentang kegunaan dan bahaya air hujan melalui gambar Kelompok B mendiskusikan tentang kegunaan dan bahaya air sungai melalui gambar Kelompok C mendiskusikan tentang kegunaan dan bahaya air danau melalui gambar c. Guru membimbing dan memfasilitasi jalannya diskusi d. Guru menunjuk nomor siswa secara pada masing-masing kelompok untuk mempresentasikan hasil diskusinya dan kelompok lain memberi tanggapan Membuat kesimpulan tentang materi ajar yang telah disajikan selama pembelajaran yang dilakukan peserta didik bersama guru Memberi penguatan dan motivasi berupa kuis mengenali sungai panjang di Indonesia Mengakhiri pembelajaran dengan mengajak peserta didik berdoa sesuai dengan agama dan keyakinan masing-masing (religius)

10 menit

60 menit

Penutup

e n i t

I.

Sumber Belajar 1. Alat dan Bahan : Laptop, LCD dan slide powerpoint 2. Sumber Belajar : Buku Siswa Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas VII SMP/MTs, Jakarta, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Penilaian Proses dan Hasil Belajar 1. Teknik Penilaian Proses 2. Bentuk Penilaian Hasil 3. Instrumen Soal : a. Kuis

J.

: Unjuk Kerja (Diskusi dan Presentasi) : Lisan dan Tulisan

52

b. 1. 2. 3. 4. 5. 4.

Tes tulis Jelaskan 3 siklus air ! Sebutkan kegunaan air hujan dalam kehidupan sehari-hari! Apa perbedaan antara sungai dan danau ? Bagaimana mengatasi luapan air pada sungai ? Apa yang terjadi bila air laut mengalami penguapan ?

Tugas Kelompok (Diskusi dan Presentasi) dan Pedoman Penskoran

a.

Rubrik Penilaian untuk Pertemuan 4 dan 5 Aspek Jumlah Keaktifan Kedisiplina n Nilai Skor Ket.

No.

Nama Siswa Gagasan

Kerja sama

Inisiatif

1 2 3 4

Keterangan Skor : Baik sekali Baik Cukup Kurang Nilai =


Skor maksimal

Kriteria Nilai = = = = 4 3 2 1 100 A= B= C= D= 80 100 :Baik Sekali 70 79 :Baik 60 69 :Cukup 60 :Kurang

Skor perolehan

b. 1. 2. 3. 4.

Rubrik Penilaian Presentasi Pertemuan ke-5 Tema : Potensi dan Sebaran Sumber Daya Alam Indonesia kelompok : ................. Kelas /Smt.: VII/1 Pertemuan : Ke-2

53

Berilah tanda check ( V ) pada kolom yang sesuai dengan penilaian Anda! No. Urut A. 1. 2. 3. 4. 5. 6. B. 1. 2. 3. 4. 5. C. 1. 2. KUALITAS Persiapan baik Organisasi jelas Memberikan informasi yang didukung oleh fakta / buku Informasi disampaikan dengan jelas Argumentasi Pernyataan (statement) bersifat persuasif ETIKA Menghormati argumentasi teman dan tidak emosional Saling mendengarkan dan merespon Tidak menghina (menyela pembicaraan) Tidak mendominasi pembicaraan Secara aktif ikut terlibat LAIN-LAIN Cara mengevaluasi atau mengkritik teman Membuat kesimpulan sementara berdasarkan bukti yang disampaikan kedua pihak Jumlah Keseluruhan Skor Kategori Baik sekali Baik Sedang Kurang

Keterangan: Skor 4: Baik Sekali, Skor 3: Baik, Skor 2: Cukup, Skor 1: Kurang.

KRITERIA: 45 ke atas 15-29 LAMPIRAN Sintaks NHT Siswa dikelompokkan dengan anggota 4-5 orang dengan kemampuan Heterogen Guru memberi tugas kelompok Guru menunjuk salah satu nomor pada setiap kelompok untuk menjawab pertanyaan atau mempresentasikan hasil diskusinya = A (Baik Sekali & Berkualitas) = C (Cukup) 30-44 < 14 = B (Baik) = D (Kurang memenuhi syarat)

54

Lagu Kolam Susu Bukan Lautan Hanya Kolam Susu Kail dan Jala Cukup Menghidupimu Tiada Badai Tiada Topan Kau Temui Ikan dan Udang menghampiri Dirimu Orang Bilang Tanah Kita Tanah Surga Tongkat Kayu dan Batu Jadi Tanaman{ } GAMBAR SIKLUS AIR

55

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Satuan Pendidikan Kelas / Semester Tema Sub Tema A. : SMPN 1 Indralaya Utara : VII / 1 : Potensi dan sebaran Sumber Daya Alam Indonesia : Potensi Sumber Daya Udara

B.

Kompetensi Inti 1. Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya 2. Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya 3. Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dankejadian tampak mata 4. Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori Kompetensi Dasar 1.1 Menghargai karunia Tuhan Yang Maha Esa yang telah menciptakan waktu dengan segala perubahannya 2.2 Menunjukkan perilaku rasa ingin tahu, peduli, menghargai dan bertanggung jawab terhadap kelembagaan sosial, budaya, ekonomi, dan politik 2.3 Menunjukkan perilaku santun, toleran, dan peduli dalam melakukan interaksi manusia dengan lingkungan dan teman sebayanya 3.1 Memahami aspek keruangan dan konektivitas antar ruang dan waktu dalam lingkup regional serta perubahan dan keberlanjutan kehidupan manusia (ekonomi, sosial, budaya, pendidikan, dan politik) 3.4 Memahami pengertian dinamika interaksi manusia dan lingkungan alam, sosial, budaya, dan ekonomi 4.3 Mengobservasi dan menyajikan bentuk-bentuk dinamika interaksi manusia dengan lingkungan alam, sosial, budaya, dan ekonomi di lingkungan masyarakat sekitar

C.

Tujuan Pembelajaran: a. memahami pengertian dan pengelompokan sumber daya alam b. memahami potensi sumber daya alam Indonesia c. menunjukkan perilaku jujur, bertanggung jawab, peduli, santun, rasa ingin tahu, peduli, menghargai, dan percaya diri Indikator Pencapaian Kompetensi 1. Medeskripsikan Sumber Daya Udara 2. Membedakan Sumber Daya Udara 3. Menjelaskan Fungsi Dari Sumber Daya Udara 4. Menjelaskan Komponen Penyusun Sumber Daya Udara 5. Menjelaskan Konsep Ruang Udara Bagi Kedaulatan Negara MATERI: 1. Pengertian dan Pengelompokan Sumber Daya Alam 2. Potensi dan Sebaran Sumber Daya Alam Indonesia Aokasi Waktu 2x 40 menit Metode Pembelajaran 1. Pendekatan : Saintifik 2. Metode : Diskusi dengan teknik STAD dan Observasi Kegiatan Pembelajaran KEGIATAN DESKRIPSI KEGIATAN Pendahuluan Pertemuan ke -1 ( 2 X 40 menit ) Membuka pelajaran denganmengucapkan salam dan berdoa bersama(menghayati ajaran agama), Menanyakan kehadiran siswa Menginformasikan tujuan yang akan dicapai selama pembelajaran (rasa ingin tahu). Menyampaikan secara singkat garis besar materi yang akan disajikan selama pembelajaran dan mengaitkannya dengan materi pertemuan sebelumnya Memberi motivasi siswa untuk aktif dalam proses pembelajaran mengajak peserta didik untuk menahan nafas, melepaskan kembali, menarik nafas panjang, dan menghirup udara didalam kelas dan diluar kelas.

D.

E. F. G. H.

WAKTU 80 menit 10 menit

56

Inti

Membagi siswa menjadi 8 kelompok ( A, B, C, .s/d kelompok H) masing-masing beranggotakan 4 orang. Membuat nomor undian untuk mengurutkan kelompok satu sampai delapan. Pelaksanaan STAD (1). Penugasan menggunakan gambar/data untuk diamati dan diidentifikasi dalam kelompok masing masing, tentang potensi sumber daya udara, dengan pembagian : Kelompok A dan B ,mengamati dan menjelaskan gambar pencemaran udara. Kelompok C dan D, mengamati dan menjelaskan data Fungsi udara . Kelompok E dan F, mengamati dan menjelaskan komponen penyusun udara. Kelompok G dan H, mengamati dan menjelaskan gambar tentang Pesawat militer yang melintasi batas wilayah keadulatan negara (konsep ruang bagi batas wilayah negara) (2)Pelaksanaan diskusi kelompok (siswa mengamati dan mengidentifikasi gambar dalam kelompoknya masing-masing kemudian mencatat hasil pengamatan) (3) Pelaksanaan unjuk kerja/presentasi, (kelompok A ditanggapi kelompok B, Kelompok C ditanggapi D, Kelompok E ditanggapi kelompok F dan Kelompok G ditanggapi oleh kelompok H (4) Pelaksanaan konfirmasi dilakukan dengan memberikan umpan balik berdasarkan hasil presentasi (5) Pengisian Quiz Membuat kesimpulan tentang materi pembelajaran hari itu dilakukan siswa bersama guru Melaksanakan test secara lisan(kejujuran) Menugaskan peserta didik melakukan pengamatan untuk pertemuan berikutnya (PR) tentang kondisi tanah di daerahnya masing-masing dengan membuat laporan tertulis secara sederhana Menutup pelajaran dengan berdoa sesuai dengan agama dan keyakinan masingmasing.(religius)

60 Menit 5 menit 5 menit 25 menit

20 menit

5 menit 10 menit

Penutup

I.

Sumber Belajar Alat dan Bahan :Laptop. LCD, Gambar-Gambar Potensi sumber daya udara . Sumber Belajar : 1. Buku Siswa Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas VII SMP/MTs, Jakarta, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan 2. Gambar tentang potensi sumber daya udara Penilaian Proses dan Hasil Belajar Teknik Penilaian Proses : Unjuk Kerja (Diskusi dan Presentasi) Bentuk Penilaian Hasil : Lisan dan Tulisan Instrumen Soal Tes Tulisan 1. Mengapa kita perlu bernafas ? 2. Bagaimana pencemaran udara yang terjadi di lingkungan sekitarmu? 3. Bagaimana Fungsi Dari Sumber Daya Udara bagi kehidupan manusia? 4. Bagaimana kamu menjelaskan komponen Penyusun Sumber Daya Udara ? 5. Bagaimana kamu menjelaskan Konsep Ruang Udara Bagi Kedaulatan Negara

J.

Rubrik Tugas Kelompok (Diskusi dan Presentasi) dan Pedoman Penskoran Rubrik Penilaian untuk Pertemuan 1

Aspek No. Nama Siswa Gagasan 1 2 Kerja sama Inisiatif Keaktifan Kedisipli nan

Jumlah Nilai Skor Ket.

57

3 4

Keterangan Skor : Baik sekali Baik Cukup Kurang = = = = 4 3 2 1

Kriteria Nilai A= B= C= D= 80 100 :Baik Sekali 70 79 :Baik 60 69 :Cukup 60 :Kurang

Skor perolehan Nilai = Skor Maksimal Rubrik Penilaian Presentasi dan Diskusi Berilah tanda check ( V ) pada kolom yang sesuai dengan penilaian Anda! X 100

No. Urut A. 1. 2. 3. 4. 5. 6. B. 1. 2. 3. 4. 5. KUALITAS Persiapan baik Organisasi jelas

Skor Kategori Baik sekali Baik Sedang Kurang

Memberikan informasi yang didukung oleh fakta / buku Informasi disampaikan dengan jelas Argumentasi Pernyataan (statement) bersifat persuasif ETIKA Menghormati argumentasi teman dan tidak emosional Saling mendengarkan dan merespon Tidak menghina (menyela pembicaraan) Tidak mendominasi pembicaraan Secara aktif ikut terlibat

58

C. 1. 2.

LAIN-LAIN Cara mengevaluasi atau mengkritik teman Membuat kesimpulan sementara berdasarkan bukti yang disampaikan kedua pihak Jumlah Keseluruhan

Keterangan: Skor 4: Baik Sekali, Skor 3: Baik, Skor 2: Cukup, Skor 1: Kurang. KRITERIA: 45 ke atas 30-44 15-29 < 14 = A (Baik Sekali & Berkualitas) = B (Baik) = C (Cukup) = D (Kurang memenuhi syarat)

LAMPIRAN Sintaks STAD Siswa dikelompokkan dengan anggota 4-5 orang dengan kemampuan Heterogen Anggota tim menggunakan lembar kegiatan atau perangkat tugas yang lain Setiap anggota saling membantu memahami bahan pelajaran Secara individu tiap 1 atau 2 minggu diberi kuis Kuis di skor, dan tiap individu diberi skor perkembangan

Komponen Penyusun Udara 1. Potensi Sumber Daya Udara Udara tidak tampak mata, tidak berbau, dan tidak ada rasanya. Kehadiran udara hanya dapat dilihat dari adanya angin yang menggerakkan benda-benda, seperti pohon yang tertiup angin, air yang bergelombang, dan lain-lain. Walaupun demikian, udara merupakan salah satu jenis sumber daya alam, sama halnya dengan air, tanah, bahan tambang, laut, dan hutan. Mengapa udara termasuk salah satu jenis sumber daya alam? Udara memiliki banyak fungsi bagi kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya. Manusia dan hewan membutuhkan udara untuk bernapas. Tumbuhan membutuhkan udara untuk melakukan fotosintesis, yaitu proses pembentukan zat makanan karbohidrat oleh tumbuhan. Zat makanan yang dihasilkan sangat bermanfaat untuk kehidupan manusia dan binatang. Udara juga berfungsi melindungi kehidupan di

59

bumi dari sinar ultraviolet dan bendabenda angkasa yang jatuh ke bumi. Lapisan udara atau atmosfer yang menyelubungibumi menyaring radiasi ultraviolet yang dapat mengganggu kehidupan di bumi. Benda-benda angkasa yang jatuh ke bumi juga akan hancur di udara sebelum sampai ke bumi. Bayangkanlah apa yang akan terjadi jika udara tidak ada. Benda-benda angkasa akan banyak yang sampai ke bumi sehingga membahayakan kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya. Udara terdiri atas tiga unsur utama, yaitu udara kering, uap air, dan aerosol. Udara kering merupakan unsur utama pembentuk udara, terdiri atas nitrogen, oksigen, dan lainlain. Persentase setiap unsur dalam udara kering dapat dilihat pada tabel berikut ini. Tabel 2.1 Komponen Penyusun Udara Macam Gas Nitrogen (N2) Oksigen (O2) Argon (Ar) Karbon dioksida (CO2) Lain-lain (neon, helium, metana, kripton, hidrogen, xenon, ozon, radon) Volume (%) 78,088 20,049 0,930 0,030 0,003 Massa (%) 75,527 23,143 1,282 0,045 0,003

Sumber: Tjasjono, 1999 Tabel 2.1 menunjukkan bahwa sebagian besar unsur penyusun udara kering adalah nitrogen, kemudian berikutnya oksigen dan sejumlah unsur lainnya yang persentasenya kecil. Walaupun volumenya kecil, tetapi unsurunsur itu memiliki fungsi yang sangat dibutuhkan untuk kehidupan. Dalam udara terdapat pula uap air yang berasal dari hasil penguapan (evaporasi). Proses pemanasan oleh cahaya matahari mengakibatkan tubuh-tubuh air seperti sungai, danau, dan laut, sebagian akan berubah menjadi uap air yang mengisi udara di atasnya. Karena itu, uap air tersebar tidak merata di permukaan bumi. Persebaran uap air bergantung pada intensitas atau tingkat penyinaran matahari dan keberadaan tubuh-tubuh air di suatu wilayah. Selain udara kering dan uap air, dalam udara juga terdapat aerosol. Aerosol merupakan benda-benda berukuran kecil yang karena beratnya sangat ringan, ia mampu melayang- layang di udara. Aerosol dapat berupa partikel berbentuk garam, karbon, sulfat, nitrat, garam natrium, kalsium, kalium, silikat, partikel-partikel dari gunung berapi, dan lain-lain. Aerosol dengan mudah dapat kita lihat ketika ada cahaya matahari yang masuk lewat celah pada suatu bangunan. Benda-benda kecil yang melayang-layang akan terlihat dengan jelas. Tanpa semua unsur penyusun udara, tentu kehidupan tidak berjalan seperti yang kamu lihat saat ini. Uap air dalam udara sangat bermanfaat untuk proses terbentuknya hujan. Demikian pula aerosol, sangat bermanfaat untuk kondensasi dan pembentukan hujan. Ketika uap air berubah menjadi titik air, uap air perlu tempat untuk bertengger. Tempat itu adalah partikel-partikel yang melayang di udara atau aerosol. Tanpa aerosol, hujan akan sulit terjadi. Melihat begitu pentingnya udara bagi kehidupan, tidak heran jika udara merupakan salah satu jenis sumber daya alam. Ruang udara yang berada di suatu negara menyangkut kedaulatan negara. Hal ini karena ruang udara merupakan unsur pembentuk wilayah suatu negara selain daratan. Karena itu, diperlukan pengaturan pemanfaatan ruang udara, misalnya untuk kepentingan lalu lintas udara. Sebagai contoh, pesawat militer tidak diperkenankan untuk melewati wilayah udara suatu negara tanpa izin negara yang dilewati.

60