Anda di halaman 1dari 4

Sistem Persamaan Linier Persamaan linier dalam n peubah x1 , x 2 , x3 ,.

x n adalah persamaan yang dapat dinyatakan dalam bentuk a1 x + a 2 x 2 + +a n x n = b, dimana a1 , a 2 , , a n dan b adalah konstanta konstanta riil. Sebuah himpunan berhingga dari persamaan persamaan linier dalam peubah x1 , x 2 , x3 ,. x n dinamakan sistem persamaan linier. Sebuah persamaan linier yang tidak mempunyai penyelesaian disebut tidak konsisten, sedangkan yang paling sedikit mempunyai satu penyelesaian disebut konsisten. Sebuah sistem persamaan linier dikatakan homogen jika semua suku konstanta sama dengan nol, system tersebut mempunyai bentuk
a11 x1 + a12 x 2 + + a1n x n = 0 a 21 x 2 + a 22 x 2 + + a 2 n x n = 0 a n1 x1 + a n 2 x 2 + + a nn x n = 0

iap tiap sistem persamaan linier homogen adalah system yang konsisten, karena x1 ,
x 2 , x3 ,. x n = 0 selalu merupakan penyelesaian. Penyelesaian x1 , x 2 , x3 ,. x n

= 0 dikatakan penyelesaian tri!ial. "ika ada penyelesaian lain selain penyelesaian tersebut maka penyelesaian disebut penyelesaian taktri!ial.

Teorema 1 :(Anton, 1987) "ika # adalah matriks n $ n, maka pernyataan pernyataan berikut eki!alen % a. # in!ertibel b. #& = 0 hanya mempunyai penyelesaian tri!ial '. # eki!alen baris terhadap (n )ukti % *a b + #nggap # in!ertibel ,isalkan &o adalah penyelesaian bagi #& = 0. "adi # &o = 0.

-engan mengalikan kedua ruas dengan #.1 maka #.1*# &o+ = #.1 0 *##.1+&0 = 0 (& = 0 &o = 0. "adi #& = 0 mempunyai penyelesaian tri!ial

* b c + ,isalkan #& = 0 adalah bentuk matriks dari system


a11 x1 + a12 x 2 + + a1n x n = 0 a 21 x 2 + a 22 x 2 + + a 2 n x n = 0 a n1 x1 + a n 2 x 2 + + a nn x n = 0

-an anggap system tersebut hanya mempunyai penyelesaian tri!ial. Sistem persamaan tersebut bersesuaian dengan bentuk eselon baris tereduksi deri matriks yang diperbesar akan menjadi
a11 a 21 a n1 a1n an2 a2n 0 0 0

,atriks yang diperbesar dengan tidak memperhatikan urutan operasi baris

1 0 elementer 0

0 0 0 0 1 0

"ika kolom terakhir tidak diperhatikan, dapat disimpulkan bah/a # dapat direduksi terhadap (n dengan urutan operasi baris elementer yaitu # eki!alen baris pada (n.

( c a ) #nggap # eki!alen baris pada (n,

Sehingga # dapat direduksi pada (n dengan urutan berhingga dari operasi operasi baris elementer. 01, 02, .., 0k, sehingga 0k 0201# = (n Sesuai si1at matriks elementer dimana in!ersnya merupakan matriks elementer. 01, 02, .., 0k in!ertibel. -engan mengalikan kedua ruas dari sebelah kiri berturut turut dengan 0k.1 02.101.1. Sehingga didapat # = 01.1 02.1 . 0k.1 (n = 01.1 02.1 . 0k.1 2ang menyatakan # sebagai hasil kali matriks matriks in!ertibel. "adi # in!ertibel

Terorema 2 : Sistem persamaan linier homogen m $ n memiliki penyelesaian taktri!ial jika n 3m. )ukti % Sistem persamaan linier homogen selalu konsisten. )entuk eselon baris dari matriks yang bersangkutan memiliki paling banyak m peubah utama. 4arena semuanya se'ara keseluruhan terdapat n peubah dan n 3 m, maka harus terdapat beberapa peubah bebas. Peubah peubah bebas ini dapat diberi sebarang nilai. 5ntuk setiap pemberi nilai ke peubah peubah bebas ini terdapat satu penyelesaian bagi system yang bersangkutan. "adi sistemmempunyai penyelesaina taktri!ial. Teorema 3 : "ika # adalah matriks n x n in!ertibel jika dan hanya jika det *#+ )ukti % * + "ika # adalah mtriks in!ertibel

0.

,aka ( = # #.1 sehingga ( = det *(+ = det *#+ det *#.1+ "adi det *#+

0 0.

* + #nggap bah/a det *#+

#kan ditunjukkan bah/a # eki!alen baris dengan (. ,isalkan 6 adalah entuk eselon baris tereduksi dari #. 4arena 6 dapat diperoleh dari # dengan menggunakan urutan berhingga dari operasi baris elementer, maka dapat di'ari matriks matriks elementer 0 1, 02, sehingga 0k 0201# = 6 atau # = 01.1 02.1 . 0k.16. "adi det *#+ = det *01.1+ det *02.1+.. det *0k.1+ det *6+ 4arena det *#+ 6 = (. "adi # eki!alen baris dengan (. Sehingga # matriks in!ertibel.
..,

0k,

0, maka didapatkan det *6+ 0

,aka 6 tidak mempunyai suatu barisan nol, sehingga dengan demikian