Anda di halaman 1dari 1

Genesa dan mineralogy kalsit

Endapan kalsit merupakan hasil restrukturisasi batu gamping yang mengkristal setelah mengalami proses pelarutan. Umumnya terjadi pada batu gamping atau marmer dalam masa kristalin yang berlapis dan berupa stalaktit dan stalakmit. Kalsit dengan komposisi kimia CaCO3 dapat ditemukan dalam bentuk murni dan juga tidak murni, bergantung pada kandungan mineral pengotornya. Mineral pengotor ini terbentuk karena adanya subtitusi unsur Ca oleh unsur logam, seperti Mg, Fe, Mn. Dalam prosentase berat tertentu, mineral pengotor kalsit tersebut akan membentuk mineral kapur yang lain, seperti dolomit, ankerit dan kunakorit. Kalsit mempunyai bentuk prismatic, tabular, rhombohedral, massive, berbutir kasar sampai sangat halus. Berat jenis 2,71 dan akan meningkat sesuai dengan tingkat substitusi unsur logam. Kalsit tidak berwarna dan transparan. Tingkat kekerasan kalsit 3 dalam skala Mohs, belahan rhombohedral dengan sudut 75 1050. Endapan kalsit sebagian besar diketemukan dalam bentuk lensa-lensa atau merupakan asosiasi endapan mineral laindan jarang ditemukan endapan kalsit murni dalam ukuran besar. Berdasarkan data DSDM,1991,jumlah cadangan kalsit di Indonesia yang sudah diselidiki (tereka) adalah 10,1 juta ton terdapat di Indarung, Sumatera Barat sebesar 10 juta ton. I.2. Penambangan Pada umumnya penambangan kalsit dilakukan secara system terbuka. Pembuangan tanah penutup yang tipis, kemudian tahap selanjunta adalah penambangan batuan secara berjenjang dengan pengeboran dan peledakan atau dengan menggunakan peralatan sederhana. Di Indonesia, penambangan kalsit dilakukan secara tambang terbuka, karena endapannya berupa perbukitan dan dataran dilingkungan pegunungan kapur. Ada juga penambangan kalsit didaerah gua-gua kapur yang keberadaanya bersamaan dengan endapan posfat.