Anda di halaman 1dari 2

Mutasi pada Drosophila melanogaster dapat terjadi pada warna mata, bentuk sayap dan warna tubuh. 1.

Mutasi pada sayap a. Mutan curly (cy). Mutasi terjadi akibat inversi. Sayap pada mutan curly melengkung ke atas dalam keadaan homozigot letal. b. Mutan miniature (m). Mutasi yang terjadi akibat kerusakan pada kromosom pertama, lokus 36,1. panjang sayap hanya sepanjang tubuh. c. Mutan vestigial (vg). Sayap dan halter tereduksi yang terjadi akibat kerusakan pada gen vestigial yang terletak pada kromosom kedua, lokus 67,0. d. mutan dumpy (dp). Sayap 2/3 panjang tubuh akibat kerusakan pada kromosom kedua, lokus 13,1. 2. Mutasi pada warna mata a. Mutan sepia (se). warna mata cokelat sampai hitam akiat kerusakan gen pada kromosom ketiga, lokus 26,0 (Russell 1994: 113). b. Mutan cinnabar (cn). Warna mata merah, ocelli putih akibat kerusakan gen pada lokus kedua, lokus 57,5 (Russell 1994: 113). c. Mutan white apricot (wa). Warna mata merah muda akibat kerusakan pada gen pink yang terletak pada kromosom ketiga (Klug & Cummings 1994: 162). d. Mutan Star (S). kerusakan gen yang terjadi pada kromosom kedua,

lokus 1,3 menyebabkan mata kasar dan kecil dalam keadaan homozigot letal (Russell 1994: 113). e. Mutan white (w). Mata berwarna putih yang terjadi akibat adanya kerusakan pada gen white yang terletak pada kromosom pertama, lokus 1,5 (Pai 1992: 51). 3. Mutasi pada warna tubuh. a. Mutan yellow (y). Seluruh tubuhnya berwarna kuning akibat kerusakan pada gen yellow yang terletak pada kromosom pertama. b. Mutan ebony (e). Seluruh tubuh berwarna cokelat karena kerusakan pada kromosom ketiga, lokus 64,0. c. Mutan black (b). Seluruh tubuhnya berwarna hitam akibat terjadinya kerusakan pada gen black yang terletak pada kromosom kedua,
Selanjutnya adalah mengamati Drosophila melanogaster normal dengan mutannya. Secara morfologi, Drosophila melanogaster normal mudah dibedakan dengan mutanmutannya. Ciri- ciri normalnya, yaitu warna mata merah, panjang sayap lebih panjang dari panjang tubuh dan warna tubuh yang kecokelatan (Suryo 2003: 177).