Anda di halaman 1dari 51

Skenario 2 Trauma Pelvis Seorang laki-laki mengalami kecelakaan lalu lintas terjatuh dari sepeda motor menabrak pohon

dengan riwayat kehilangan kesadaran (+) dan daerah selangkangannya terkena stang motor lalu dibawa berobat ke UGD RSUD !leh dokter yang memeriksannya didapatkan " #$%$& " baik$ G&S "'( St lokalis " Regio orbita dekstra )nspeksi " *isus '+,- dan tak terkoreksi . hematoma palpebra /onjungti0a bulbi " injeksi siliaris (+)$ edema kornea$ darah di &!#+%1D 2upil " bulat$ regleks cahaya (+) 3undus " sulit die0aluasi 4)! " normal per palpasi Regio 2el0is )nspeksi " jejas di daerah suprapubik$ bulging (+)$ hematoma 2enis dan scrotum " ada bercak darah di meatus ori5icium eksternya yang sudah mengering 2alpasi " kistik$ nyeri daerah suprapubik

Sasaran Belajar ' 6 7 8 ( , 9 : ; 1emahami dan 1enjelaskan 2ato5isiologi 4rauma 2el0is (buli-buli) dan 4rauma Uretra 1emahami dan 1enjelaskan 1ani5estasi /linik 4rauma 2el0is (buli-buli) dan 4rauma Uretra 1ampu 1emilih dan 1enginterpretasikan 2emeriksaan 2enunjang yang Diperlukan 1emahami dan 1enjelaskan penatalaksanaan 4rauma 2el0is (buli-buli) dan 4rauma Uretra 1emahami dan 1enjelaskan De5inisi /esadaran dan Struktur di Serebral yang %er5ungsi mengatur /esadaran 1emahami dan 1enjelaskan 1ekanisme Gangguan /esadaran 1ampu 1emahami dan 1engerti &ara 2enilaian /esadaran %aik secara /ualitati5 dan /uantitati5 4erutama dengan 2enilaian G&S (Glasgow &oma Scale) 1ampu 1emahami dan 1enjelaskan /asus /egawatdaruratan 1ata 1ampu dan 1emahami <i5ema sebagai /asus /egawatdaruratan

'- 1ampu 1emahami dan 1enjelaskan 2atogenesia$ 1enegakkan diagnosis$ 2enatalaksanaan serta 2encegahan /ebutaan yang %erhubungan dengan /asus /egawatdaruratan

1. Memahami dan Menjelaskan Patofisiologi Trauma Pelvis (buli-buli) dan Trauma retra Trauma Buli-buli 4rauma pel0is (buli-buli) adalah trauma yang sering disebabkan oleh rudapaksa dari luar dan sering didapatkan bersama 5raktur pel0is 3raktur macam ini dapat menyebabkan kontusio atau ruptur kandung kemih 2ada kontusio buli-buli hanya terjadi memar pada buli-buli dengan hematuria tanpa ekstra0asasi urine 4rauma kandung kemih terbanyak karena kecelakaan lalu lintas yang disebabkan 5ragmen patah tulang pel0is (;-=) yang mencederai buli-buli 4rauma tumpul menyebabkan rupture buli-buli terutama bila 0esica urinaria penuh atau terdapat kelainan patologik seperti tuberculosis$ tumor$ atau obstruksi sehingga trauma kecil sudah menyebabkan rupture Ruptur buli-buli dapat juga terjadi secara spontan$ hal ini biasanya terjadi jika sebelumnya terdapat kelainan pada dinding 0esica urinaria 3raktur tulang pel0is terjadi robekan pars membranasea karena prostat dengan uretra prostatika tertarik ke kranial bersama 5ragmen 5raktur$ sedangkan uretra membranasea terikat dia5ragma urogenital %ila buli-buli yang penuh dengan urine mengalami trauma$ maka akan terjadi peningkatan tekanan intra0esikel yang dapat menyebabkan contosio buli-buli + bulibuli pecah /eadaan ini dapat menyebabkan ruptura intraperitoneal Ruptur kandung kemih intraperitoneal dapat menimbulkan gejala dan tanda rangsang peritonium termasuk de5ans muskuler dan sindrom ileus paralitik Trauma retra 4rauma urethra biasanya terjadi pada pria dan jarang terjadi pada wanita Sering ada hubungan dengan 5raktur pel0is dan straddle injury Urethra pria terdapat dua bagian yaitu " a) #nterior$ terdiri dari " urethra pars granularis$ pars pendularis$ dan pars bulbosa b) 2osterior$ terdiri dari " pars membranacea dan pars prostatika !tiologi
a) 4rauma uretra terjadi akibat cedera yang berasal dari luar b) &edera iatrogenic akibat instrumentasi pada uretra c) 4rauma tumpul yang menimbulkan 5raktur tulang pel0is yang menyebabkan ruptur uretra pars membranasea d) 4rauma tumpul pada selangkangan atau straddle injury dapat menyebabkan rupture uretra pars bulbosa e) 2emasangan kateter yang kurang hati-hati dapat menimbulkan robekan urethra karena 5alse route atau salah jalan

"lasifikasi ') 4rauma uretra posterior$ yang terletak proksimal dia5ragma urogenital 6) 4rauma uretra anterior$ yang terletak distal dia5ragma urogenital Derajat cedera urtera dibagi dalam 7 jenis " Uretra posterior masih utuh dan hanya mengalami stretching (peregangan) 2ada 5oto uretrogram tidak menunjukkan adanya ekstra0asasi$ dan urethra hanya tampak memanjang Uretra posterior terputus pada perbatasan prostate-membranasea$ sedangkan dia5ragma urogenital masih utuh 3oto uretrogram menunjukkan ekstra0asasi kontras yang masih terbatas di atas dia5ragma urogenitalis Uretra posterior$ dia5ragma genitalis$ uretra pars bulbosa sebelah proksimal ikut rusak 3oto uretrogram menunjukkan ekstra0asasi kontras meluas hingga dibawah dia5ragma urogenital sampai ke perineum

Patofisiologi &edera dapat menyebabkan memar dinding dengan atau tanpa robekan mukosa baik parsial atau total Rupture uretra hampir selalu disertai 5raktur tulang pel0is #kibat 5raktur tulang pel0is terjadi robekan pars membranasea karena prostat dengan uretra prostatica tertarik ke cranial bersama 5ragmen 5raktur$ sedangkan uretra membranosa terikat di dia5ragma urogenital Rupture uretra posterior dapat terjadi total atau inkomplit 2ada rupture total$ uretra terpisah seluruhnya dan ligamentum puboprostatikum robek sehingga buli-buli dan prostat terlepas ke cranial Uretra anterior terbungkus di dalam corpus spongiosum penis /orpus spongiosum bersama dengan corpora ca0ernosa penis dibungkus oleh 5asia buck dan 5asia colles >ika terjadi rupture uretra beserta corpus spongiosum$ darah dan urine keluar dari uretra tetapi masih terbatas pada 5asia buck dan secara klinis terlihat hematoma yang terbatas pada penis ?amun$ jika 5asia buck ikut robek$ ekstra0asasi urin dan darah hanya dibatasi oleh 5asia colles$ sehingga dapat menjalar hingga skrotum atau ke dinding abdomen Robekan
4

ini memberikan gambaran seperti kupu-kupu sehingga disebut butter5ly hematoma

2. Memahami dan Menjelaskan Manifestasi "linik Trauma Pelvis (buli-buli) dan Trauma retra

Trauma Buli-buli

4rauma buli-buli Umumnya 5raktur tulang pel0is disertai perdarahan hebat ?yeri suprapubik /etegangan otot dinding perut bawah <ematuria @kstra0asasi kontras pada sistogram

Ruptur buli-buli Ruptur kandung kemih intraperitoneal dapt menimbulkan gejala dan tanda rangsang peritoneum termasuk de5ans muskuler dan sindrome ileus paralitik Ruptur ekstraperitoneal saluran kemih dapat menimbulkan gejala dan tanda in5iltrasi urin retroperitoneal yang mudah menimbulkan septisemia

Trauma retra

2ada rupture uretra posterior$ terdapat tanda patah tulang pel0is 2ada daerah suprapubik dan abdomen bagian bawah dijumpai jejas$ hematoma dan nyeri tekan %ila disertai rupture kandung kemih bisa ditemukan tanda rangsangan peritoneum 2ada rupture uretra anterior terdapat daerah memar atau hematom pada penis dan skrotum %eberapa tetes darah segar di meatus uretra merupakan tanda klasik cedera uretra %ila terjadi trauma dan nyeri perut bagian bawah dan daerah suprapubik 2ada perabaan ditemukan kandung kemih yang penuh

#. Mam$u Memilih dan Menginter$retasikan Pemeriksaan Penunjang %ang &i$erlukan Trauma Buli-Buli a 2emeriksaan pencintraan berupa sistogra5i$ yaitu dengan memasukkan kontras ke dalam buli-buli sebanyak 7---8--ml secara gra0itasi (tanpa tekanan) melalui kateter per-uretrum /emudian dibuat beberapa 5oto$ yaitu (') 5oto pada saat bulubuli terisi kontras dalam posisi anterior posterioi (#2)$ (6) pada posisi oblik$ dan (7) wash out 5ilm yaitu 5oto setelah kontras dikeluarkan dari bui-buli >ika didapatkan robekan pada buli-buli$ terlihat ekstra0asasi kontras didalam rongga peri0esikel yang merupakan tanda adanya robekan ekstraperitoneal >ika terdapat kontras yang terdapat pada sela-sela usus berarti ada robeka buli-buli intraperitoneal Di daerah yang jauh dari pusat rujukam dan tidak ada sarana untuk melakukan sistogra5 dapat diuji coba pembilasan buli-buli$ yaitu dengan memasukkan cairan garam 5isiologis steril kedalam buli-buli sebanyak 7--ml kemudian cairan dikeluarkan lagi >ika cairan tidak keluar atau keluar tetapi kurang dari 0olume yang dimasukkan$ kemungkinan besar ada robekan pada buli-buli

Trauma retra Rupture uretra posterior harus dicurigai bila terdapat darah sedikit di meatus uretra disertai patah tulang pel0is 2ada pemeriksaan colok dubur ditemukan prostat seperti mengapung karena tidak ter5iksasi lagi pada dia5ragma urogenital /adang sama sekali tidak teraba lagi karena pindah ke cranial 2emeriksaan radiologi dengan menggunakan uretrogam retrograde dapat memberi keterangan letak dan tipe uretra

'. Memahami dan Menjelaskan $enatalaksanaan Trauma Pelvis (buli-buli) dan Trauma retra

Trauma Buli-Buli

2ada kontusia buli-buli$ cukup dilakukan pemasangan kateter dengan tujuan untuk memberikan istirahat pada buli-buli Diharapkan buli-buli sembuh seteah 9-'- hari 2ada cedera intraperitoneal harus dilakukan eksplorasi laparotomi untuk mencari robekan pada buli-buli serta kemungkinan cedera pada organ lain >ika tidak dioperasi ekstra0asasi urin ke rongga intraperitoneum dapat menyebabkan peritonitis 2ada cedera ekstraperitoneal$ robekan yang sederhana dianjurkan untuk memasang kateter selama 9-'- hari dan dilalukan penjahitan luka dengan pemasangan kateter sistostomi

"om$likasi 2ada cedera buli-buli ekstraperitoneal$ ekstra0asasi urin ke rongaa pel0is yang dibiarkan dalam waktu lama dapat menyebabkan in5eksi dan abses pel0is Aang lebih berat lagi adalah robekan buli-buli intraperitoneal >ika tidak segera dilakukan operas$ dapat menimbulkanperitonitis akibat dari akstra0asisi urine pada rongga intra peritoneum /edua keadaan ini dapat menyebabkan sepsis yang dapat mengancam jiwa /adang-kadang dapat pula terjadi penyulit berupa gangguan miksi$ yaitu 5rekuensi dan urgensi yang biasanya akan sembuh selama 6 bulan

Trauma retra

>ika dapat kencing dengan mudah$ lakukan obser0asi saja >ika sulit kencing atau terlihat ekstra0asasi pada uretrogram usahakan memasukkan kateter 5oley sampai buli-buli >ika gagal lakukan pembedahan sistosomi untuk manajemen aliran urin %ila rupture uretra posterior tidak disertai cedera organ intraabdomen$ cukup dilakukan sistosomi Reparasi uretra dilakukan 6-7 hari kemudian dengan melakukan anastomosis ujung ke ujung dan pemasangan kateter silicon selama 7 minggu %ila disertai cedera organ lain sehingga tidak mungkin dilakukan reparasi 6-7 hari kemudian$ sebaiknya dipasang kateter secara langsir 2ada rupture uretra anterior total$ langsung dilakukan pemulihan uretra dengan anastomosis ujung ke ujung melalui sayatan perineal Dipasang kateter silicon selama 7 minggu %ila rupture parsial dilakukan sistostomi dan pemasangan kateter 5oley di uretra selama 9-'- hari$ sampai terjadi epitelisasi uretra yang

cedera /ateter sistosomi baru dicabut bila saat kateter sistostomi diklem ternyata penderita bisa buang air kecil "om$likasi a) 4rauma Uretra #nterior " perdarahan$ in5eksi+sepsis dan striktura urethra b) 4rauma Uretra 2osterior " striktura uretra$ impotensi dan inkontinensia (. Memahami dan Menjelaskan &efinisi "esadaran dan Struktur di Serebral %ang Berfungsi mengatur "esadaran /esadaran adalah pengetahuan penuh atas diri$ lokasi dan waktu /esadaran secara sederhana dapat dikatakan sebagai keadaan dimana seseorang mengenal atau mengetahui tentang dirinya maupun lingkungannya 2enurunan kesadaran adalah keadaan dimana penderita tidak sadar dalam arti tidak terjaga atau tidak terbangun secara utuh sehingga tidak mampu memberikan respons yang normal terhadap stimulus Sistem akti0itas retikuler ber5ungsi mempertahankan kesadaran Sistem ini terletak di bagian atas batang otak$ terutama di mesense5alon dan hipothalamus Besi di otak$ yang terletak di atas hipothalamus tidak akan menyebabkan penurunan kesadaran$ kecuali bila lesinya luas dan bilateral Besi 5okal di cerebrum$ misalnya oleh tumor atau stroke$ tidak akan menyebabkan coma$ kecuali bila letaknya dalam dan mengganggu hipothalamus

). Memahami dan Menjelaskan Mekanisme *angguan "esadaran

Patofisiologi +esi Su$ratentorial 2ada lesi supratentorial$ gangguan kesadaran akan terjadi baik oleh kerusakan langsung pada jaringan otak atau akibat penggeseran dan kompresi pada #R#S karena proses tersebut maupun oleh gangguan 0askularisasi dan edema yang diakibatkannya 2roses ini menjalar secara radial dari lokasi lesi kemudian ke arah rostro-kaudal sepanjang batang otak Gejala gejala klinik akan timbul sesuai dengan perjalan proses tersebut yang dimulai dengan" gejala neurologik 5okal sesuai dengan lokasi lesi >ika keadaan bertambah berat dapat timbul sindroma diense5alon$ sindroma meseise5alon bahkan sindroma ponto meduler dan deserebrasi !leh kenaikan tekanan intrakranial dapat terjadi herniasi girus singuli di kolong 5alks serebri$ herniasi transtentoril dan herniasi unkus lobus temporalis melalui insisura tentorii +esi infratentorial 2ada lesi in5ratentorial$ gangguan kesadaran dapat terjadi karena kerusakan #R#S baik oleh proses intrinsik pada batang otak maupun oleh proses ekstrinsik
8

*angguan difus (gangguan metabolik) 2ada penyakit metabolik$ gangguan neurologik umumnya bilateral dan hampir selalu simetrik Selain itu gejala neurolo-giknya tidak dapat dilokalisir pada suatu susunan anatomik tertentu pada susunan sara5 pusat 2enyebab gangguan kesadaran pada golongan ini terutama akibat kekurangan -$ kekurangan glukosa$ gangguan sirkulasi darah serta pengaruh berbagai macam toksin "ekurangan ,2 !tak yang normal memerlukan 7 7 cc !6+'-- gr otak+menit yang disebut Cerebral Metabolic Rate for Oxygen (&1R -6) &1R - 6 ini pada berbagai kondisi normal tidak banyak berubah <anya pada kejang- kejang &1R !6 meningkat dan jika timbul gangguan 5ungsi otak$ &1R -6 menurun 2ada &1R !6 kurangdari 6 ( cc+'-- gram otak+menit akan mulai terjadi gangguan mental dan umumnya bila kurang dari 6 cc !6+'-- gram otak+menit terjadi koma *lukosa @nergi otak hanya diperoleh dari glukosa 4iap '-- gram otak memerlukan ( ( mgr glukosa+menit 1enurut <inwich pada hipoglikemi$ gangguan pertama terjadi pada serebrum dan kemudian progresi5 ke batang otak yang letaknya lebih kaudal 1enurut #rduini hipoglikemi menyebabkan depresi selekti5 pada susunan sara5 pusat yang dimulai pada 5ormasio reti-kularis dan kemudian menjalar ke bagian-bagian lain 2ada hipoglikemi$ penurunan atau gangguan kesadaran merupakan gejala dini *angguan sirkulasi darah Untuk mencukupi keperluan dan glukosa$ aliran darah ke otak memegang peranan penting %ila aliran darah ke otak berkurang$ dan glukosa darah juga akan berkurang Toksin Gangguan kesadaran dapat terjadi oleh toksin yang berasal dari penyakit metabolik dalam tubuh sendiri atau toksin yang berasal dari luar+akibat in5eksi

-. Mam$u Memahami dan Mengerti .ara Penilaian "esadaran Baik se/ara "ualitatif dan "uantitatif Terutama dengan Penilaian *.S (*lasgo0 .oma S/ale)

Penilaian se/ara kualitatif "ualitas kesadaran atau isi kesadaran menunjukkan kemampuan dalam mengenal diri sendiri dan sekitarnya yang merupakan 5ungsi hemis5er serebri Dalam klinik dikenal tingkat-tingkat kesadaran "
9

/ompos mentis$ inkompos mentis (apati$ delirium$ somnolen$ sopor$ koma) "om$os mentis 1 /eadaan waspada dan terjaga pada seseorang yang bereaksi sepenuhnya dan adekuat terhadap rangsang 0isuil$ auditorik dan sensorik 2$atis 1 sikap acuh tak acuh$ tidak segera menjawab bila ditanya &elirium 1 kesadaran menurun disertai kekacauan mental dan motorik seperti desorientasi$ iritati5$ salah persepsi terhadap rangsang sensorik$ sering timbul ilusi dan halusinasi Somnolen 1 penderita mudah dibangunkan$ dapat lereaksi secara motorik atau 0erbal yang layak tetapi setelah memberikan respons$ ia terlena kembali bila rangsangan dihentikan So$or (stu$or) 1 penderita hanya dapat dibangunkan dalam waktu singkat oleh rangsang nyeri yang hebat dan berulang-ulang "oma 1 tidak ada sama sekali jawaban terhadap rangsang nyeri yang bagaimanapun hebatnya Penilaian se/ara kuantitatif (*lasgo0 .oma S/ale) yaitu skala yang digunakan untuk menilai tingkat kesadaran pasien$ (apakah pasien dalam kondisi koma atau tidak) dengan menilai respon pasien terhadap rangsangan yang diberikan Respon pasien yang perlu diperhatikan mencakup 7 hal yaitu reaksi membuka mata $ bicara dan motorik <asil pemeriksaan dinyatakan dalam derajat (score) dengan rentang angka ' C , tergantung responnya !%e (res$on membuka mata) " (8) " spontan (7) " dengan rangsang suara (suruh pasien membuka mata) (6) " dengan rangsang nyeri (berikan rangsangan nyeri$ misalnya menekan kuku jari) (') " tidak ada respon 3erbal (res$on verbal) " (() " orientasi baik (8) " bingung$ berbicara mengacau ( sering bertanya berulang-ulang ) disorientasi tempat dan waktu (7) " kata-kata saja (berbicara tidak jelas$ tapi kata-kata masih jelas$ namun tidak dalam satu kalimat 1isalnya DaduhE$ bapakEF) (6) " suara tanpa arti (mengerang) (') " tidak ada respon Motor (res$on motorik) " (,) " mengikuti perintah (() " melokalisir nyeri (menjangkau G menjauhkan stimulus saat diberi rangsang nyeri) (8) " withdraws (menghindar + menarik eHtremitas atau tubuh menjauhi stimulus saat
10

diberi rangsang nyeri) (7) " 5leHi abnormal (tangan satu atau keduanya posisi kaku diatas dada G kaki eHtensi saat diberi rangsang nyeri) (6) " eHtensi abnormal (tangan satu atau keduanya eHtensi di sisi tubuh$ dengan jari mengepal G kaki eHtensi saat diberi rangsang nyeri) (') " tidak ada respon <asil pemeriksaan tingkat kesadaran berdasarkan G&S disajikan dalam simbol @E *E1 Selanjutnya nilai-nilai dijumlahkan ?ilai G&S yang tertinggi adalah '( yaitu !'3(M) dan terendah adalah 7 yaitu !131M1

4. Mam$u Memahami dan Menjelaskan "asus "ega0atdaruratan Mata

/egawatdaruratan (emergency) di bidang o5talmologi (penyakit mata) diklasi5ikasikan menjadi tiga macam$ yaitu" ' Sangat gawat$ 6 gawat$ dan 7 semi gawat %erikut ini akan kami uraikan secara singkat dan padat 1. Sangat *a0at Aang dimaksud dengan keadaan Isangat gawatI adalah keadaan atau kondisi pasien memerlukan tindakan yang harus sudah diberikan dalam waktu beberapa menit 4erlambat sebentar saja dapat mengakibatkan kebutaan #dapun keadaan atau kondisi pasien yang termasuk di dalam kategori ini adalah" luka bakar kimia (luka bakar kerena alkali+basa dan luka bakar asam) 2. *a0at Aang dimaksud dengan keadaan IgawatI adalah keadaan atau kondisi pasien memerlukan penegakan diagnosis dan pengobatan yang harus sudah diberikan dalam waktu satu atau beberapa jam #dapun keadaan atau kondisi pasien yang termasuk di dalam kategori ini adalah" ' 6 7 8 ( , Baserasi kelopak mata /onjungti0itis gonorhoe @rosi kornea Baserasi kornea %enda asing di kornea Descemetokel
11

9 4ukak kornea 4ukak atau ulkus kornea merupakan hilangnya sebagian permukaan kornea akibat kematian jaringan kornea : <i5ema <i5ema atau timbunan darah di dalam bilik mata depan 4erjadi akibat trauma tumpul yang merobek pembuluh darah iris atau badan siliar ; Skleritis (peradangan pada sklera) Sklera merupakan jaringan ikat yang kenyal dan memberikan bentuk pada mata Sklera bersama dengan jaringan u0ea dan retina ber5ungsi sebagai pembungkus dan pelindung bola mata '- )ridosiklitis akut '' @ndo5talmitis @ndo5talmitis merupakan in5eksi intraokular yang umumnya melibatkan seluruh jaringan segmen anterior dan posterior mata Umumnya didahului oleh trauma tembus pada bola mata$ ulkus kornea per5orasi$ riwayat operasi intraokuler (misalnya" ekstraksi katarak$ operasi 5iltrasi$ 0itrektomi) Gejala klinis endo5talmitis adalah penurunan tajam penglihatan (0isus menurun)$ mata merah$ bengkak$ nyeri '6 Glaukoma kongesti5 '7 Glaukoma sekunder '8 #blasi retina (retinal detachment) Aaitu suatu keadaan terpisahnya (separasi) sel kerucut dan batang atau lapisan sensorik retina dengan sel epitel pigmen (retinal pigment epithelium atau R2@) '( Selulitis orbita ', 4rauma tembus mata '9 4rauma radiasi #. Semi *a0at Aang dimaksud dengan keadaan Isemi gawatI adalah keadaan atau kondisi pasien memerlukan pengobatan yang harus sudah diberikan dalam waktu beberapa hari atau minggu #dapun keadaan atau kondisi pasien yang termasuk di dalam kategori ini adalah" ' De5isiensi (kekurangan) 0itamin # Sinonim (nama lain) untuk kondisi ini adalah" 0itaminosis #$ hypovitaminosis # 6 4rakoma yang disertai dengan entropion @ntropion adalah keadaan kelopak mata yang terbalik atau membalik ke dalam tepi jaringan$ terutama tepi kelopak bawah ?amun pada trakoma$ entropion terdapat pada kelopak atas 7 !5talmia simpatika Aaitu peradangan granulomatosa yang khas pada jaringan u0ea$ bersi5at bilateral$ dan didahului oleh trauma tembus mata yang biasanya mengenai badan siliar$ bagian u0ea lainnya$ atau akibat adanya benda asing dalam mata 8 /atarak kongenital Aaitu kekeruhan lensa mata yang timbul sejak lahir$ dan merupakan salah satu
12

penyebab kebutaan pada anak yang cukup sering dijumpai Gejalanya" leukokoria (bercak putih)$ 5oto5obia (silau$ dapat disertai atau tanpa rasa sakit)$ strabismus (juling)$ nystagmus (pergerakan bola mata yang in0olunter )n0olunter maksudnya" tanpa sengaja$ diluar kemauan. dapat teratur$ bolak-balik$ dan tidak terkendali) ( Glaukoma kongenital , Glaukoma simpleks 9 2erdarahan badan kaca : Retinoblastoma (tumor ganas retina) Aaitu jenis tumor ganas mata yang berasal dari neuroretina (sel kerucut dan batang) ; ?euritis optika + papilitis '- @kso5talmus (bola mata menonjol keluar) atau lago5talmus (kelopak mata tidak dapat menutup sempurna) '' 4umor intraorbita '6 2erdarahan retrobulbar

Trauma Tum$ul Bola Mata 1acam-macam bentuk trauma" 5isik atau Mekanik ' 4rauma 4umpul$ misalnya terpukul$ kena bola tenis$ atau shutlecock$ membuka tutup botol tidak dengan alat$ ketapel 6 4rauma 4ajam$ misalnya pisau dapur$ gunting$ garpu$ bahkan peralatan pertukangan 7 4rauma 2eluru$ merupakan kombinasi antara trauma tumpul dan trauma tajam$ terkadang peluru masih tertinggal didalam bola mata 1isalnya peluru senapan angin$ dan peluru karet "hemis ' 4rauma /hemis basa$ misalnya sabun cuci$ sampo$ bahan pembersih lantai$ kapur$ lem (perekat) 6 cuka$ bahan asam-asam dilaboratorium$ gas airmata 5isis ' 4rauma termal$ misalnya panas api$ listrik$ sinar las$ sinar matahari 6 4rauma bahan radioakti5$ misalnya sinar radiasi bagi pekerja radiologi

Struktur wajah dan mata sangat sesuai untuk melindungi mata dari cedera %ola mata terdapat di dalam sebuah rongga yang dikelilingi oleh bubungan bertulang yang kuat /elopak mata bisa segera menutup untuk membentuk penghalang bagi benda asing dan mata bisa mengatasi benturan yang ringan tanpa mengalami kerusakan 1eskipun demikian$ mata dan struktur di sekitarnya bisa mengalami kerusakan akibat cedera$ kadang sangat berat sampai terjadi kebutaan atau mata harus diangkat &edera mata harus diperiksa untuk menentukan pengobatan dan menilai 5ungsi penglihatan
13

4rauma tumpul$ meskipun dari luar tidak tampak adanya kerusakan yang berat$ tetapi trans5er energi yang dihasilkan dapat memberi konsekuensi cedera yang 5atal /erusakan yang terjadi bergantung kekuatan dan arah gaya$ sehingga memberikan dampak bagi setiap jaringan sesuai sumbu arah trauma 4rauma tumpul dapat dibedakan menjadi dua jenis$ yaitu" ' "ontusio$ yaitu kerusakan disebabkan oleh kontak langsung dengan benda dari luar terhadap bola mata$ tanpa menyebabkab robekan pada dinding bola mata 6 "onkusio$ yaitu bila kerusakan terjadi secara tidak langsung 4rauma terjadi pada jaringan di sekitar mata$ kemudian getarannya sampai ke bola mata %aik kontusio maupun konkusio dapat menimbulkan kerusakan jaringan berupa kerusakan molekular$ reaksi 0askular$ dan robekan jaringan 1enurut Duke@lder$ kontusio dan konkusio bola mata akan memberikan dampak kerusakan mata$ dari palpebra sampai dengan sara5 optikus
1. T62 M2 T MP + B7+2 M2T2

8ematoma "elo$ak <ematoma palpebra yang merupakan pembengkakan atau penimbunan darah di bawah kulit kelopak akibat pecahnya pembuluh darah palpebra <emat oma kelopak merupakan kelainan yang sering terlihat pada trauma tumpul kelopak 4rauma dapat akibat pukula tinju$ ataupun bendabenda keras lainnya /eadaan ini memberikan bentuk yang menakutkan pada pasien$ dapat tidak berbahaya ataupun sangat berbahaya karena mungkin ada kelainan lain di belakangnya %ila perdarahan terletak lebih dalam dan mengenai kedua kelopak dan berbentuk kaca mata hitam yang sedang dipakai$ maka keadaan ini diseut sebagai hematoma kaca mata <ematoma kaca mata merupakan keadaan sangat gawat <ematoma kaca mata terjadi akibat pecahnya arteri o5talmika yang merupakan tanda 5raktur basis kranii 2ada pecahnya a o5talmika maka darah masuk ke dalam kedua rongga orbita melalui 5isura orbita #kibat darah tidak dapat menjalar lanjut karena dibatasi septum orbita kelopak maka akan berbentuk gambaran hitam pada kelopak seperti seseorang memakai kaca mata 2ada hematoma kelopak yang dini dapat diberikan kompres dingin untuk menghentikan perdarahan dan menghilangkan rasa sakit %ila telah lama$ untuk memudahkan absorpsi darah dapat dilakukan kompres hangat pada kelopak mata
14

Trauma Tum$ul "onjungtiva

@dema konjungti0a >aringan konjungti0a yang bersi5at selaput lendir dapat menjadi kemotik pada setiap kelainannya$ demikian pula akibat trauma tumpul %ila ke lopak terpajan ke dunia luar dan konjungti0a secara langsung kena angin tanpa dapat mengedip$ maka keadaan ini telah dapat mengakibatkan edema pada konjungti0a /emotik konjungti0a yang berat dapat mengakibatkan palpebra tidak menutup sehingga bertambah rangsangan terhadap konjugti0a 2ada edema konjungti0a dapat diberikan dekongestan untuk mencegah pembendungan cairan di dalam selaput lendir konjungti0a 2ada kemotik konjungti0a berat dapat dilakukan insisi sehingga cairan konjungti0a kemotik keluar melali insisi tersebut

<ematoma subkonjungti0a <ematoma subkonjungti0a terjadi akibat pecahnya pembuluh darah yang terdapat pada atau di bawah konjungti0a$ seperti arteri konjungti0a dan arteri episklera 2ecahnya pembuluh darah ini dapat akibat batuk rejan$ trauma tumpul basis kranii (hematoma kaca mata)$ atau pada keadaan pembuluh darah yang rentan dan mudah pecah 2embuluh darah akan rentan dan mudah pecah pada usia lanjut$ hipertensi$ arteriosklerose$ konjungti0a meradang (konjungti0itis)$ anemia$ dan obat-obat tertentu %ila perdarahan ini terjadi akiba trauma tumpul maka perlu dipastikan bahwa tidak terdapat robekan di bawah jaringan konjungti0a atau sklera /adang-kadang hematoma subkonjungti0a menutupi keadaan mata yang lebih buruk seperti per5orasi bola mata 2emeriksaan 5unduskopi adalah perlu pada setiap penderita dengan perdarahan subkonjungti0a akibat trauma %ila tekanan bola mata rendah dengan pupil lonjong disertai tajam penglihatan menurun dan hematoma subkonjungti0a maka sebaiknya dilakukan eksplorasi bola mata untuk mencari kemungkinan adanya ruptur bulbus okuli 2engobatan dini pada hematoma subkonjungti0a ialah dengan kompres hangat 2erdarahan subkonjungti0a akan hilang atau diabsorpsi dalam '-6 minggu tanpa diobati
15

Trauma tum$ul $ada kornea

@dema kornea 4rauma tumpul yang keras atau cepat mengenai mata dapat mengakibatkan edema kornea malahan ruptur membran descemet @dema kornea akan memberikan keluhan penglihatan kabur dan terlihatnya pelangi sekitar bola lampu atau sumber cahaya yang dilihat /ornea akan terlihat keruh$ deng an uji plasido yang positi5 @dema kornea yang berat dapat mengakibatkan masuknya serbukan sel radang dan neo0askularisasi ke dalam jaringan stroma kornea 2engobatan yang diberikan adalah larutan hipertonik seperti ?a&l (= atau larutan garam hipertonik 6-:=$ glukose 8-= dan larutan albumin %ila terdapat peninggian tekanan bola mata maka diberikan asetaJolamida 2engobatan untuk menghilangkan rasa sakit dan memperbaiki tajam penglihatan dengan lensa kontak lembek dan mungkin akibat kerjanya menekan kornea terjadi pengurangan edema kornea 2enyulit trauma kornea yang berat berupa terjadinya kerusakan 1 descemet yang lama sehingga mengakibatkan keratopati bulosa yang akan memberikan keluhan rasa sakit dan menurunkan tajam penglihatan akibat astigmatisme iregular

@rosi kornea @rosi kornea merupakan keadaan terkelupasya epitel kornea yang dapat diakibatkan oleh gesekan keras pada epitel kornea @rosi dapat terjadi tanpa cedera pada membran basal Dalam waktu yang pendek epitel sekitarnya dapat bermigrasi dengan cepat dan menutupi de5ek epitel tersebut 2ada erosi pasien akan merasa sakit sekali akibat erosi merusak ornea yang mempunyai serat sensibel yang banyak$ mata berair$ dengan ble5arospasme$ lakrimasi$ 5oto5obia$ dan penglihatan akan terganggu oleh media kornea yang keruh 2ada kornea akan terlihat suatu de5ek epitel kornea yang bila diberi pewarnaan 5luoresein akan berwarna hijau 2ada erosi kornea perlu diperhatikan adalah adanya in5eksi yang timbul kemudian #nestesi topikal dapat diberikan untuk memeriksa tajam penglihatan dan menghilangkan rasa sakit yang sangat <ati-hati bila memakai obat anestetik topikal

16

untuk menghilangkan rasa sakit pada pemeriksaan karena dapat menambah kerusakan epitel @pitel yang terkelupas atau terlipat sebaiknya dilepas atau dikupas Untuk mencegah in5eksi bakteri diberikan antibiotika seperti antibiotika spektrum luas neosporin$ kloram5enikol$ dan sul5asetamid tetes mata #kibat rangsangan yang mengakibatkan spasme siliar maka diberikan sikloplegik aksi-pendek seperti tropikamida 2asien akan merasa lebih tertutup bila dibebat tekan selama 68 jam @rosi yang kecil biasanya akan tertutup kembali setelah 8: jam

@rosi kornea rekuren @rosi rekuren biasanya terjadi akibat cedera yang merusak membran basal atau tukak metaherpetik @pitel yang menutup kornea akan mud ah lepas kembali di waktu bangun pagi 4erjadinya erosi kornea berulang akibat epitel tidak dapat bertahan pada de5ek epitel kornea Sukarnya epitel menutupi kornea diakibatkan oleh terjadinya pelepasan membran basal epitel kornea tempat duduknya sel basal epitel kornea %iasanya membran basal yang rusak akan kembali normal setelah , minggu 2engobatan terutama bertujuan melumas permukaan kornea sehingga regenerasi tidak cepat terlepas untuk membentuk membran basal kornea 2engobatan biasanya dengan memberikan sikloplegik untuk menghilangkan rasa sakit ataupun untuk mengurangkan gejala radang u0ea yang mungkin timbul #ntibiotik diberikan dalam bentuk tetes dan mata ditutup untuk mempercepat tumbuh epitel baru dan mencegah in5eksi sekunder %iasanya bila tidak terjadi in5eksi sekunder erosi kornea yang mengenai seluruh permukaan kornea akan sembuh dalam 7 hari 2ada erosi kornea tidak diberi antibiotik dengan kombinasi steroid 2emakaian lensa kontak lembek pada pasien dengan erosi rekuren sangat berman5aat$ karena dapat mempertahankan epitel berada di tempat dan tidak dipengaruhi kedipan kelopak mata

Trauma tum$ul uvea

)ridoplegia 4rauma tumpul padda u0ea dapat mengakibatkan kelumpuhan otot s5ingter pupil atau iridoplegia sehingga pupil menjadi lebar atau midriasis
17

2asien akan sukar melihat dekat karena gangguan akomodasi$ silau akibat gangguan pengaturan masuknya sinar pada pupil 2upil terlihat tidak sama besar atau anisokoria dan bentuk pupil dapat menjadi iregular 2upil ini tidak bereaksi terhadap sinar )ridoplegia akibat trauma akan berlangsung beberapa hari sampai beberapa minggu 2ada pasien dengan iridoplegia sebaiknya diberi istirahat untuk mencegah terjadinya kelelahan s5ingter dan pemberian roboransia

)ridodialisis 4rauma tumpul dapat mengakibatkan robekan pada pangkal iris sehingga bentuk pupil menjadi berubah 2asien akan melihat ganda dengan satu matanya 2ada iridodialisis akan terlihat pupil lonjong %iasanya iridodialisis terjadi bersamasama dengan terbentuknya hi5ema %ila keluhan demikian maka pada pasien sebaiknya dilakukan pembedahan dengan melakukan reposisi pangkal iris yang terlepas

)ridosiklitis 2ada trauma tumpul dapat terjadi reaksi jaringan u0ea sehingga menimbulkan iridosiklitis atau radang u0ea anterior 2ada mata akan terlihat mata merah$ akibat adanya darah di dalam bilik mata depan maka akan terdapat suar dan pupil yang mengecil dengan tajam penglihatan menurun 2ada u0eitis anterior diberikan tetes mata midriatik dan steroid topikal %ila terlihat tanda radang berat maka dapat diberikan steroid sistemik Sebaiknya pada mata ini diukur tekanan bola mata untuk persiapan memeriksa 5undus dengan midriatika

Trauma tum$ul $ada lensa Dislokasi lensa 4rauma tumpul lensa dapat mengakibatkan dislokasi lensa Dislokasi lensa terjadi pada putusnya Jonula Kinn yang akan mengakibatkan kedudukan lensa terganggu

Subluksasi lensa

18

Subluksasi lensa terjadi akibat putusnya sebagian Jonula Kinn sehingga lensa berpindah tempat Subluksasi lensa dapat juga terjadi spontan akibat pasien menderita kelainan pada Jonula Kinn yang rapuh (sindrom 1arphan) 2asien pasca trauma akan mengeluh penglihatan berkurang Subluksasi lenssa akan memberikan gambaran pada iris berupa iridodonesis #kibat pegangan lensa pada Jonula tidak ada maka lensa yang elastis akan menjdai cembung$ dan mata akan menjadi lebih miopik Bensa yg menjadi sangat cembung mendorong iris ke depa sehingga bilik mata tertutup %ila sudut bilik mata menjadi sempit pada mata ini mudah terjadi glaukoma sekunder Subluksasi dapat mengakibatkan glaukoma sekunder dimana terjadi penutupan sudut bilik mata oleh lensa yang mencembung %ila tidak terjadi penyulit subluksasi lensa seperti glaukoma atau u0eitis maka tidak dilakukan pengeluaran lensa dan diberi kaca mata koreksi yang sesuai

Buksasi lensa anterior %ila seluruh Jonula Kinn di sekitar ekuator putus akibat trauma maka lensa dapat masuk ke dalam bilik mata depan #kibat lensa terletak di dalam bilik mata depan ini maka akan terjadi gangguan pengaliran keluar cairan bilik mata sehingga akan timbul glaukoma kongesti5 akut dengan gejala-gejalanya 2asien akan mengeluh penglihatan menurun mendadak$ disertai rasa sakit yang sangat$ muntah$ mata merah dengan ble5arospasme 4erdapat injeksi siliar yang berat$ edema kornea$ lensa di dalam bilik mata depan )ris terdorong ke belakang dengan pupil yang lebar 4ekanan bola mata sangat tinggi 2ada luksasi lensa anterior sebaiknya pasien secepatnya dikirim pada dokter mata untuk dikeluarkan lensanya dengan terlebih dahulu diberikan asetaJolamida untuk menurunkan tekanan bola matanya

Buksasi lensa posterior 2ada trauma tumpul yang keras pada mata dapat terjadi luksasi lensa posterior akibat putusnya Jonula Kinn di seluruh lingkaran ekuator lensa sehingga lensa jatuh ke dalam badan kaca dan tenggelam di dataran bawah polus posterior 5undus okuli 2asien

19

akan mengeluh adanya skotoma pada lapang pandangnya akibat lensa mengganggu kampus 1ata ini akan menunjukkan gejala mata tanpa lensa atau a5akia 2asien akan melihat normal dengan lensa +'6 - dioptri untuk jauh$ bilik mata depan dalam dan iris tremulans Bensa yang terlalu lama berada pada polus posterior dapat menimbulkan penyulit akibat degenerasi lensa$ berupa glaukoma 5akolitik ataupun u0eitis 5akotoksik %ila luksasi lensa telah menimbulkan penyulit sebaiknya secepatnya dilakukan ekstraksi lensa

/atarak trauma /atarak akibat cedera pada mata dapat akibat trauma per5orasi ataupun tumpul terlihat sesudah beberapa hari ataupun tahun 2ada trauma tumpul akan terlihat katarak subkapsular anterior ataupun posterior /ontusio lensa menimbulkan katarak seperti bintang$ dan dapat pula dalam bentuk katarak tercetak (imprinting) yang disebut cincin *ossius 4rauma tembus akan menimbulkan katarak yang lebih cepat$ per5orasi kecil akan menutup dengan cepat akibat proli5erasi epitel sehingga bentuk kekeruhan terbatas kecil 4rauma tembus besar pada lensa akan mengakibatkan terbentuknya katarak dengan cepat disertai dengan terdapatnya masa lensa di dalam bilik mata depan 2ada keadaan ini akan terlihat secara histopatologik masa lensa yang akan bercampur makro5ag dengan cepatnya$ yang dapat memberikan bentuk endo5talmitis 5akoana5ilaktik Bensa dengan kapsul anterior saja yang pecah akan menjerat korteks lensa sehingga akan mengakibatkan apa yang disebut sebagai cincin Soemering atau bilaepitel lensa berproli5erasi akti5 akan terlihat mutiara @lsching 2engobatan katarak traumatik tergantung pada saat terjadinya %ila terjadi pada anak sebaiknya dipertimbangkan akan kemungkinan terjadinya ambliopia Untuk mencegah ambliopia pada anak dapat di pasang lensa intra okuler primer atau sekunder 2ada katarak trauma apabila tidak terdapat penyulit maka dapat ditunggu sampai mata menjadi tenang %ila terjadi peyulit seperti glaukoma$ u0eitis dan lain sebagainya maka segera dilakukan ekstraksi lensa 2enyulit u0eitis dan glaukoma sering dijumpai pada orang usia tua 2ada beberapa pasien dapat terbentuk cincin Soemmering pada pupil sehingga dapat mengurangi tajam penglihatan /eadaan ini dapat disertai perdarahan$ ablasi retina$ u0eitis atau salah letak lensa

20

&incin *ossius 2ada trauma lensa dapat terlihat apa yang disebut sebagai cincin *ossius yang merupakan cincin berpigmen yang terletak tepat di belakang pupil yang dapat terjadi segera setelah trauma$ yang merupakan deposit pigmen iris pada dataran depan lensa sesudah sesuatu trauma$ seperti suatu stempel jari &incin hanya menunjukkan tanda bahwa mata tersebut telah mengalami suatu trauma tumpul

Trauma tum$ul retina dan koroid

@dema retina dan koroid 4rauma tumpul pada retina dapat mengakibatkan edema retina$ penglihatan akan sangat menurun @dema retina akan memberikan warna retina yang lebih abu-abu akibat sukarnya melihat jaringan koroid melalui retina yang sembab %erbeda dengan oklusi arteri retina sentral dimana terdapat edema retina kecuali daerah makula$ sehingga pada keadaan ini akan terlihat cherry red spot yang berwarna merah @dema retina akibat trauma tumpul juga mengakibatkan edema makula sehingga tidak terdapat cherry red spot 2ada trauma tumpul yang paling ditakutkan adalah terjadi edema makula atau edema %erlin 2ada keadaan ini akan terjadi edema yang luas sehingga seluruh polus posterior 5undus okuli berwarna abu-abu Umumnya penglihatan akan normal kembali setelah beberapa waktu$ akan tetapi dapat juga penglihatan berkurang akibat tertimbunnya daerah makula oleh sel pigmen epitel

#blasi retina 4rauma diduga merupakan pencetus untuk terlapasnya retina dari koroid pada penderita ablasi retina %iasanya pasien telah mempunyai bakat untuk terjadinya ablasi retina ini seperti retina tipis akibat retinitis semata$ miopia$ dan proses degenerasi retina lainnya 2ada pasien akan terdapat keluhan seperti adanya selaput yang seperti tabir mengganggu lapang pandangnya %ila terkena atau tertutup daerah makula maka tajam penglihatn akan menurun

21

2ada pemeriksaan 5unduskopi akan terlihat retina yang berwarna abu-abu dengan pembuluh darah yang terlihat terangkat dan berkelok-kelok /adang-kadang terlihat pembuluh darah seperti yang terputus-putus 2ada pasien dengan ablasi retina maka secepatnya dirawat untuk dilakukan pembedahan oleh dokter mata

Trauma "oroid

Ruptur /oroid 2ada trauma keras dapat terjadi perdarahan subretina yang dapat merupakan akibat ruptur koroid Ruptur ini biasanya terletak di polus posterior bola mata dan melingkar konsentris di sekitar papil sara5 optik %ila ruptur koroid ini terletak atau mengenai daerah makula lutea maka tajam penglihatan akan turun dengan sangat Ruptur ini bila tertutup oleh perdarahan subretina agak sukar dilihat akan tetapi bila darah tersebut telah diabsorpsi maka akan terlihat bagian ruptur berwarna putih karena sklera dapat dilihat langsung tanpa tertutup koroid

Trauma tum$ul saraf o$tik

#0ulsi papil sara5 optik 2ada trauma tumpul dapat terjadi sara5 optik terlepas dari pangkalnya di dalam bola mata yang disebut sebagai a0ulsi papil sara5 optik /eadaan ini akan mengakibatkan turunnya tajam penglihatan yang berat dan sering berakhir dengan kebutaan 2enderita ini perlu dirujuk untuk dinilai kelainan 5ungsi retina dan sara5 optiknya

!ptik neuropati traumatik 4rauma tumpul dapat mengakibatkan kompresi pada sara5 optik$ demikian pula perdarahan dan edema sekitar sara5 optik 2englihatan akan berkurang setelah cedera mata 4erdapat reaksi de5ek a5eren pupil tanpa adanya kelainan nyata pada retina 4anda lain yang dapat ditemukan adalah gangguan penglihatan warna dan lapangan pandang 2apil sara5 optik dapat normal beberapa minggu sebelum menjadi pucat Diagnosis banding penglihatan turun setelah sebuah cidera mata adalah trauma retina$ perdarahan badan kaca$ trauma yang mengakibatkan kerusakan pada kiasam optik 2engobatan adalah dengan merawat pasien pada waktu akut dengan membei
22

steroid %ila penglihatan memburuk setelah steroid maka perlu dipertimbangkan untuk pembedahan

T62 M2 T!MB S B7+2 M2T2

4rauma tembus adalah trauma dimana sebagian atau seluruh lapisan kornea dan sklera mengalami kerusakan 4rauma ini dapat terjadi bila benda asing melukai sebagian lapisan kornea atau sklera dan benda tersebut tertinggal di dalam lapisan tersebut 2ada keadaan ini tidak terjadi luka terbuka sehingga organ di dalam bola mata tidak mengalami kontaminasi %enda asing dengan kecepatan tinggi akan menembus seluryh lapisan sklera atau kornea atau jaringan lainnya dalam bola mata$ kemudian akan bersarang di dalam bola mata atau dapat sampai menimbulkan per5orasi ganda sehingga akhirnya benda asing tersrbut bersarang di rongga orbita atau bahkan dapat mengenai tulang orbita Dalam hal ini akan ditemukan suatu luka terbuka dan biasanya disertai dengan prolaps iris$ lensa$ ataupun badan kaca (*aughan D #sbury 4$ ';:7) 2engobatan " berikan antibiotika sistemik atau intra0ena dan pasien dipuasakan untuk tindakan pembedahan $pasien juga diberi anti tetanus $ analgetika sebelum dirujuk mata tidak boleh diberi salep karena salep dapat masuk kedalam mata $pasien boleh diberi steroid local dan beban yang diberikan mata tidak boleh menekan bola mata 7 B!9&2 2S:9* :9T627" +26

Riwayat terjadinya trauma pada bola mata %enda asing 67laucoma67ar$ baik 67laucoma maupun tidak$ tidak akan memberikan gangguan tajam penglihatan Pemeriksaan Penunjang Untuk melihat kedudukan benda asing di dalam bota mata maka pupil dilebarkan dengan midriatik Dilakukan 5unduskopi segera karena bila lensa terkena maka akan menjadi keruh secara perlahan-lahan$ sehingga sukar untuk melihat bagian posterior 2emeriksaan 5oto rontgen untuk memperlihatkan bentuk dan besar benda asing 67laucoma67ar Metal locator untuk menentukan letak benda asing dan ultrasonogra5i untuk menentukan letak dan gangguan terhadap jaringan sekitar lainnya Penatalaksanaan 2ada dasarnya benda asing pada bola mata perlu dikeluarkan sehingga direncanakan pembedahan agar tidak memberikan kerusakan yang lebih berat pada bola mata$ misalnya melewati 67lauco agar tidak merusak jaringan lain %enda asing yang bersi5at 67laucoma dapat dikeluarkan dengan alat magnet raksasa$ sedangkan yang tidak 67laucoma dikeluarkan dengan 0itrektomi 8 T62 M2 ":M:2 4rauma kimia pada mata adalah trauma yang mengenai bola mata baik diakibatkan oleh Jat asam(Jat dengan 2h L 9) ataupun basa (Jat dengan 2h M 9) yang dapat menyebabkan kerusakanstruktur bola mata tersebut 4ingkat keparahan trauma dikaitkan dengan jenis$ 0olume$konsentrasi$ durasi pajanan$ dan derajat penetrasi dari
23

Jat kimia 1ekanisme cedera antara asamdan basa sedikit berbeda (Bestari$ 6-'- . Nea0er G Rosen$ 6-'-) Trauma 2sam %ahan kimia asam yang sering menyebabkan trauma kimia asam pada mata antara lain " asam sul5at$ sul5urous acid$ asam hidroklorida$ asam nitrat$ asam asetat$ asam kromat$dan asam hidro5lorida #kibat ledakan baterai mobil$ yang menyebabkan luka bakar asam sul5at$ mungkin merupakan penyebab tersering dari luka bakar kimiawi pada mata #sam <idro5lorida dapat ditemukan dirumah pada cairan penghilang karat$ pengkilap aluminum$ dan cairan pembersih yang kuat #sam dipisahkan dalam dua mekanisme$ yaitu ion hidrogen dan anion dalam kornea 1olekul hidrogen merusak permukaan okular dengan mengubah 2h$ sementara anion merusak dengan cara denaturasi protein$ presipitasi dan koagulasi /oagulasi protein umumnya mencegah penetrasi yang lebih lanjut dari Jat asam$ dan menyebabkan tampilan ground glass dari stroma korneal yang mengikuti trauma akibat asam Sehingga trauma pada mata yang disebabkan oleh Jat kimia asam cenderung lebih ringan daripada trauma yang diakibatkan oleh Jat kimia basa #sam hidro5luorik adalah satu pengecualian #sam lemah ini secara cepat melewati membran sel$ seperti alkali )on 5luoride dilepaskan ke dalam sel$ dan memungkinkan menghambat enJim glikolitik dan bergabung dengan kalsium dan magnesium membentuk insoluble complexes ?yeri local yang ekstrim bisa terjadi sebagai hasil dari immobilisasi ion kalsium$ yang berujung pada stimulasi sara5 dengan pemindahan ion potassium 3luorinosis akut bisa terjadi ketika ion 5luoride memasuki sistem sirkulasi$ dan memberikan gambaran gejala pada jantung$ perna5asan$ gastrointestinal$ dan neurologik %ahan kimia asam yang mengenai jaringan akan mengadakan denaturasi dan presipitasi dengan jaringan protein disekitarnya$ karena adanya daya bu55er dari jaringan terhadap bahan asam serta adanya presipitasi protein maka kerusakannya cenderung terlokalisir %ahan asam yang mengenai kornea juga mengadakan presipitasi sehingga terjadi koagulasi$ kadang C kadang seluruh epitel kornea terlepas %ahan asam tidak menyebabkan hilangnya bahan proteoglikan di kornea %ila trauma diakibatkan asam keras maka reaksinya mirip dengan trauma basa %ila bahan asam mengenai mata maka akan segera terjadi koagulasi protein epitel kornea yang mengakibatkan kekeruhan pada kornea$ sehingga bila konsentrasi tidak tinggi maka tidak akan bersi5at destrukti5 seperti trauma alkali biasanya kerusakan hanya pada bagian super5isial saja /oagulasi protein ini terbatas pada daerah kontak bahan asam dengan jaringan /oagulasi protein ini dapat mengenai jaringan yang lebih dalam Trauma Basa 4rauma basa biasanya lebih berat daripada trauma asam$ karena bahan-bahan basa memiliki dua si5at yaitu hidro5ilik dan lipoli5ik dimana dapat secara cepat untuk penetrasi sel membran dan masuk ke bilik mata depan$ bahkan sampai retina Kat-Jat basa atau alkali yang dapat menyebabkan trauma pada mata antara lain " semen$ soda kuat$ ammonia$ ?a!<$ &a!<$ cairan pembersih dalam rumah tangga 4rauma akibat bahan kimia basa akan memberikan iritasi ringan pada mata apabila dilihat dari luar ?amun$ apabila dilihat pada bagian dalam mata$ trauma basa ini mengakibatkan suatu kegawatdaruratan %asa akan menembus kornea$ kamera okuli anterior$ dan sampai retina dengan cepat$ sehingga berakhir dengan kebutaan 2ada

24

trauma basa akan terjadi penghancuran jaringan kolagen kornea %ahan kimia basa bersi5at koagulasi sel dan terjadi proses sa5oni5ikasi$ disertai dengan dehidrasi %ahan alkali atau basa akan mengakibatkan pecah atau rusaknya sel jaringan 2ada 2h yang tinggi alkali akan mengakibatkan sa5oni5ikasi disertai dengan disosiasi asam lemak membrane

T62 M2 62&:2S: !+!"T67M2*9!T:"

4rauma radiasi yang sering ditemukan adalah" Sinar in5ra merah Sinar Ultra0iolet Sinar CO dan sinar terionisasi

Trauma sinar infra merah #kibat sinar in5ra merah dapat terjadi pada saat menatap gerhana matahari$ dan pada saat bekerja di pemanggangan /erusakan ini dapat terjadi akibat terkonsentrasinya sinar in5ra merah terlihat /aca yang mencair seperti yang ditemukan di tempat pemanggangan kaca akan mengeluarkan sinar in5ra merah %ila seseorang berada pada jarak satu kaki selama satu menit di depan kaca yang mencair dan pupilnya lebar atau midriasis$ maka suhu lensa akan naik sebanyak ; derajat celsius Demikian pula iris yang mengabsorbsi sinar in5ra merah akan panas$ sehingga berakibat tidak baik terhadap kapsul lensa di dekatnya #bsorpsi sinar in5ra merah oleh lensa akan mengakibatkan katarak dan eks5oliasi kapsul lensa #kibat sinar ini pada lensa$ maka katarak muda terjadi pada pekerja industri gelas dan pemanggangan logam Sinar in5ra merah akan mengakibatkan keratitis super5isial$ katarak kortikal anterior-posterior dan koagulasi pada khoroid %ergantung pada beratnya lesi akan terdapat skotoma sementara atau permanen 4idak ada pengobatan terhadap akibat buruk yang sudah terjadi$ kecuali mencegah terkenanya mata oleh sinar in5ra merah ini Steroid sistemik dan lokal diberikan untuk mencegah terbentuknya jaringan parut pada makula atau untuk mengurangi gejala radang yang timbul

Trauma sinar ultra violet ( sinar las ) Sinar ultra 0iolet merupakan sinar gelombang pendek yang tidak terlihat$ mempunyai panjang gelombang antara 6(--6;( ?m Sinar ultra 0iolet banyak terdapat
25

pada saat bekerja las$ dan menatap sinar matahari atau pantulan sinar matahari di atas salju Sinar ultra 0iolet akan segera merusak epitel kornea Sinar ultra 0iolet biasanya memberikan kerusakan terbatas pada kornea$ sehinga kerusakan pada lensa dan retina tidak akan nyata terlihat /erusakan ini akan segera baik kembali setelah beberapa waktu$ dan tidak akan memberikan gangguan ketajaman pengelihatan yang menetap 2asien yang telah terkena sinar ultra 0iolet akan memberikan keluhan 8-'- jam setelah trauma 2asien akan mrasa mata sangat sakit$ mata seperti kelilipan atau seperti kemasukan pasir$ 5oto 5obia$ ble5arospasme dan konjungti0a kemotik /ornea akan menunjukan adanya in5iltrat pada permukaannya$ yang kadangkadang disertai dengan kornea yang keruh dan uji 5loresensi positi5 /eratitis teutama terdapat pada 5isura palpebra 2upil akan terlihat miosis$ tajam penglihatan akan terganggu /eratitis ini akan sembuh tanpa cacat$ akan tetapi bila radiasi berjalan lama kerusakan dapat permanen sehingga akan memberikan kekeruhan pada kornea Gambaran keratitis menjadi semakin berat akibat e5ek kumulati5 radiasi sinar U* 2engobatan yang diberikan adalah sikloplegia$ antibiotika lokal$ analgetik$ dan mata ditutup selama 6-7 hari %iasanya sembuh setelah 8: jam

Sinar ionisasi dan sinar-; Sinar ionisasi dibedakan dalam bentuk" Sinar al5a yang dapat diabaikan Sinar beta yang dapat menembus 'cm jaringan Sinar gamma dan Sinar-H Sinar ionisasi dan sinar-H dapat menyebabkan katarak dan rusaknya retina Dosis katarak togenik ber0ariasi sesuai dengan energi dan tipe sinar$ lensa yang lebuh mudah dan lebih peka #kibat dari sinar ini pada lensa$ terjadi pemecahan diri sel epitel secara tidak normal Sedangkan sel baru yang berasal dar sel germinati5 lensa tidak menjadi jarang Sinar-H merusak retina dengan gambaran seperti kerusakan yang diakibatkan diabetes melitus berupa dilatasi kapilar$ perdarahan$ mikroaneuris mata $ dan eksudat Buka bakar akibat sinar-H dapat merusak kornea$ yang mengakibatkan kerusakan permanen yang sukar diamati %iasanya akan terlihat sebagai keratitis dengan iridosiklitis ringan 2ada keadaan yang berat akan mengakibatkan parut konjungti0a atro5i sel goblet yang akan menggangu 5ungsi air mata 2engobatan yang diberikan
26

adalah antibiotik topikal dengan steroid 7 kali sehari dan sikloplegik ' kali sehari %ila terjadi simble5aron pada konjungti5a dilakukan tindakan pembedahan

<. Mam$u dan Memahami 8ifema sebagai "asus "ega0atdaruratan &efinisi <i5ema adalah suatu keadaan dimana didalam bilik mata depan ditemukan darah Darah didalam bilik mata depan yaitu daerah di antara kornea dan iris$ yang dapat terjadi akibat trauma tumpul yang merobek pembuluh darah iris atau badan siliar dan bercampur dengan humor aPueus (cairan mata) yang jernih Darah yang terkumpul di bilik mata depan biasanya terlihat dengan mata telanjang Nalaupun darah yang terdapat di bilik mata depan sedikit$ tetap dapat menurunkan penglihatan Dapat mengisi seluruh bilik mata atau hanya bagian bawah bilik mata depan Darah didalam bilik mata depan biasa terdapat pada cedera mata$ trauma bedah$ discrasia darah (hemo5ilia) dan tumor intra kranial

!$idemiologi #ngka kejadian dari hi5ema traumatic diperkirakan '6 kejadian per '-- --populasi$ dengan pria terkena tiga sampai lima kali lebih sering daripada wanita Bebih dari 9- persen dari hi5ema traumatic terdapat pada anak-anak dengan angka kejadian tertinggi antara umur '- sampai 6- tahun 2natomi dan fisiologi .amera 7/uli 2nterior

Anatomi mata manusia

/amera okuli anterior terletak pada persambungan kornea peri5er dan akar iris &iri-ciri anatomi utama sudut ini adalah garis Schwalbe$ jalinan trabekula ( yang terletak diatas kanalis Schlemm)$ dan taji-taji sclera

27

Anatomi mata manusia

Garis Schwalbe menandai berakhirnya endotel kornea >alinan trabekula berbentuk segitiga pada potongan melintang$ yang dasarnya mengarah ke korpus siliare Garis ini tersusun dari lembar-lembar berlobang jaringan kolagen dan elastic$ yang membentuk suatu 5ilter dengan memperkecil ukuran pori ketika mendekati kanalis Schlemm %agian dalam jalinan ini$ yang menghadap ke kamera anterior$ dikenal sebagai jalinan u0ea" bagian luar$ yang berada dekat kanalis Schlemm$ disebut jalinan korenoskleral Serat-serat longitudinal otot siliaris menyisip ke dalam jalinan trabekula tersebut 4aji sclera merupakan penonjolan sclera kea rah dalam diantara korpus siliare dan kanalis Schlemm$ tempat iris dan korpus siliare menempel Saluransaluran e5eren dari kanalis Schlemm ( sekitar 7-- saluran pengumpul dan '6 0ena aPuaeus) berhubungan dengan system 0ena episklera Patofisologi <i5ema dapat terjadi sesudah suatu trauma tembus ataupun tumpul pada mata$ akan tetapi dapat juga terjadi secara spontan Secara umum dianggap bahwa hi5ema berasal dari pembuluh darah iris dan badan siliar 1ungkin juga berasal dari pembuluh darah di kornea atau limbus karena terbentuknya neo0askularisasi pada bekas luka operasi atau pada rubeosis iridis 4rauma terhadap iris dapat menyebabkan 6:laucom pembuluh darah$ sehingga darah akan keluar dan mengisi rongga &!# Sedangkan pada neo0askularisasi pada bekas luka operasi atau pada robeosis iridis$ 6:laucom 6:lau terjadi secara spontan karena rapuhnya dinding pembuluh darah

Perdarahan yang terdapat pada hifema

Darah pada hi5ema dikeluarkan dari bilik mata depan dalam bentuk sel darah merah melalui kanalis Schlemm dan permukaan depan iris 2enyerapan melaui permukaan depan iris ini dipercepat dengan adanya kegiatan enJim 5ibrinolitik yang berlebihan didaerah ini Sebagian hi5ema dikeluarkan dalam bentuk hemosiderin %ila
28

terdapat penumpukkan hemosiderin pada &!#$ hemosiderin dapat masuk kedalam lapisan kornea$ menyebabkan kornea menjadi berwarna kuning$ dan disebut hemosiderosis atau imbibisi kornea )mbibisi kornea dapat dipercepat terjadinya$ disebabkan oleh hi5ema yang penuh disertai 6;laucoma #danya darah dalam &!# dapat menghambat aliran cairan bilik mata oleh karena 6;lauco-unsur darah menutupi &!# dan trabekula$ sehingga terjadi 6;laucoma

Hifema pada kamera okuli anterior

Darah pada hi5ema 6;lau berasal dari badan siliar$ yang mungkin dapat masuk ke dalam badan kaca (corpus 0itreum) Sehingga pada punduskopi gambaran pundus tidak tampak$ dan ketajaman penglihatan menurunnya lebih banyak %ila hi5ema sedikit$ ketajaman penglihatan mungkin masih baik dan tekanan 6;laucoma6;ar masih normal Sedangkan perdarahan yang mengisi setengah &!# dapar menyebabkan gangguan 0isus dan kenaikan tekanan intraocular$ sehingga mata terasa sakit oleh karena 6;laucoma <i5ema dapat terjadi akibat trauma tumpul yang merobek pembuluh darah iris atau badan siliar ( corpus ciliaris ) 2asien akan mengeluh sakit$ disertai epi5ora dan ble5arospasme 2englihatan pasien akan sangat menurun %ila pasien duduk hi5ema akan terlihat terkumpul di bagian bawah bilik mata depan$ dan dapat memenuhi seluruh ruang bilik mata depan /adang-kadang terlihat iridoplegia dan iridodialisis 1erupakan keadaan yang gawat Sebaiknya dirawat$ karena takut timbul perdarahan sekunder yang lebih hebat dari perdarahan primer$ yang biasanya timbul pada hari kelima setelah trauma 2erdarahan sekunder ini terjadi karena bekuan darah terlalu cepat diserap$ sehingga pembuluh darah tidak mendapat waktu cukup untuk regenerasi kembali$ dan menimbulkan perdarahan lagi #danya darah di dalam &!# dapat menghambat aliran aPuos humor ke dalam trabekula $ sehingga dapat menimbulkan glaucoma sekunder <i5ema dapat pula menyebabkan u0eitis Darah dapat terurai dalam bentuk hemosiderin$ yang dapat meresap masuk kedalam kornea$ menyebabkan kornea berwarna kuning dan disebut hemosiderosis atau imbibisio kornea >adi penyulit yang harus diperhatikan adalah " glaucoma sekunder$ u0eitis$ dan imbibisio kornea <i5ema dapat sedikit$ dapat pula banyak %ila sedikit ketajaman penglihatan mungkin masih baik dan 4)! normal 2erdarahan yang mengisi setengah &!#$ dapat menyebabkan gangguan 0isus dan 4)!$ sehingga mata terasa sakit oleh glaucomanya >ika hi5emanya mengisi seluruh &!#$ rasa sakit bertambah dan 0isus lebih menurun lagi$ karena 4)! bertambah pula Kat besi didalam bola mata dapat menimbulkan sederosis bulbi yang bila didiamkan akan dapat menimbulkan 5tisis bulbi dan kebutaan
29

Hematokornea; infiltrasi darah diikuti oleh perdarahan yang menetap !perdarahan pada hifema"

!tiologi 2enyebab hi5ema adalah " Gaya-gaya akibat kontusi5 sering merobek pembuluh-pembuluh iris dan merusak sudut kamera okuli anterior biasanya pada trauma tumpul atau trauma tembus 2erdarahan spontan dapat terjadi pada mata dengan rubeosis iridis$ tumor pada iris$ retino blastoma$ dan kelainan darah 2erdarahan pasca bedah$ 7-lau juga terjadi pada pasca bedah katarak kadangkadang pembuluh darah baru yang terbentuk pada kornea dan limbus pada luka bekas operasi bedah katarak dapat pecah sehingga timbul hi5ema "lasifikasi %erdasarkan waktu terjadinya hi5ema$ maka dapat dibagi menjadi 6 bagian yaitu " ' 2rimer 2erdarahan yang terjadi segera sesudah trauma 6 Sekunder %iasanya timbul setelah (-9 hari sesudah trauma 2erdarahan lebih hebat dari yang primer !leh karena itu seorang dengan hi5ema harus dirawa sedikitnya ( hari 2erdarahan ulang terjadi pada ', sampai 6-= kasus dalam 6 sampai 7 hari 2erdarahan sekunder ini terjadi oleh karena resorbsi dari bekuan darah yang terjadi terlalu cepat$ sehingga pembuluh darah tidak dapat waktu cukup untuk regenerasi kembali &iagnosis 2asien akan mengeluh sakit disertai dengan epi5ora dan ble5arospasme 2englihatan pasien akan sangat menurun$ bila ditemukan kasus hi5ema sebaiknya dilakukan pemeriksaan secara teliti keadaan mata luar <al ini penting mungkin saja pada riwayat trauma tunpul akan ditemukan kelainan berupa trauma tembus seperti " @kimosis laserasi kelopak proptosis eno5talmus 5raktur yang disertai gangguan gerakan mata

30

kadang-kadang kita menemukan kelainan berupa de5ek epitel$ edem kornea dan imbibisi kornea bila hi5ema sudah terjadi lebih dari ( hari Ditemukan darah di dalam bilik mata bila pasien duduk$ hi5ema akan terlihat terkumpul dibagian bawah bilik mata depan$ perdarahan yang mengisi setengah bilik mata depan dapat menyebabkan gangguan 0isus dan kenaikan tekanan intraokuler$ sehingga mata terasa sakit oleh karena 7'laucoma >ika hi5ema mengisi seluruh bilik mata depan$ rasa sakit bertambah dan penglihatan lenih menurun lagi 2ada iris$ dapat ditemukan robekan atau iridodialysis dan iridoplegia 2ada hi5ema karena trauma$ jika ditemukan penurunan tajam penglihatan segera maka harus dipikirkan kerusakan seperti luksasi lensa$ ablasi retina$ udem macula 2ada hi5ema sebaiknya dilakukan pemeriksaan penunjang berupa " ' 4onometri Untuk mengetahui apakah terjadi peningkatan tekanan intraokuler 6 3undus /opi Untuk mengetahui akibat trauma pada segmen belakang bola mata$ kadang-kadang pemeriksaan ini tidak mungkin karena terdapat darah pada media re5raksi disegmen belakang bola mata$ yaitu pada badan kaca "om$likasi /omplikasi yang mungkin dapat terjadi pada kasus hi5ema adalah ' )mbibisi kornea Darah yang terdapat pada hi5ema dikeluarkan dari bilik mata depan dalam bentuk sel darah merah melalui bilik mata (kanal schlem) dan permukaan depan iris 2enyerapan melalui permukaan depan iris ini dipercepat dengan adanya kegiatan enJim 5ibrinolitik yang berlebihan didaerah ini Sebagian hi5ema dikeluarkan dalam bentuk hemosiderin %ila terdapat hemosiderin yang berlebihan dalam bilik mata depan maka dapat terjadi penimbunan pigmen ini didalam lapisan-lapisan kornea yang berwarna kecoklat-coklatan yang disebut imbibisi kornea >ika sudah terjadi seperti ini hanya dapat diperbaiki dengan keratoplasty 6 Glaukoma Glaukoma akut terjadi apabila jaringan trabekular tersumbat oleh 5ibrin dan sel atau apabila pembentukan bekuan darah menyebabkan penyumbatan pupil <al ini terjadi akibat darah dalam bilik mata$ karena 7'lauco-unsur darah menutupi sudut bilik mata trabekula$ sehingga hal ini akan menyebabkan tekanan intraocular 7 U0eitis 8 /ebutaan Kat besi didalam mata dapat menimbulkan siderosis bulbi yang bila didiamkan dapat menimbulkan 5itsis bulbi dan kebutaan Penatalaksanaan 2rinsip pengobatan " ' 1enghentikan pendarahan atau mencegah pendarahan berulang 6 1engeluarkan darah dari bilik mata depan 7 1engendalikan tekanan bola mata 8 1encegah imbibisi kornea ( 1engatasi u0eitis , 1endeteksi dini penyulit yang mungkin terjadi setelah hi5ema

31

2ada perawatan dengan pasien hi5ema diharuskan bertirah baring$ mata agar mata beristirahat$ dan tidur dengan kepala diangkat dengan membentuk sudut 7derajat lalu diberikan koagulansi dab tetes steroid dan sikloplegenik pada mata yang sakit selama ( hari 1ata diperiksa secara berkala untuk mencari adanya pendarahan sekunder$ 76laucoma atau bercak darah di kornea akibat pigmen besi 2endarahan ulang terjadi pada ',-6-= kasus 6-7 hari >ika timbul 76laucoma$ maka penatalaksanan mencakup pemberian timolol -$6(= atau -$(= dua kali sehari. asetaJolamid$ 6(- mg empat kali sehari$ dan obat hiperosmotik (manitol$ gliserol$ dan sorbitol) %ila tekanan intraokuler tetap tinggi dapat dilakukan parasintesis yaitu mengeluarkan darah melalui sayatan di kornea <i5ema harus die0akuasi secara bedah apabila tekanan intraocular tetap tinggi (M7( mm<g selama 9 hari atau (- mm<g selama ( hari) untuk menghindari kerusakan sara5 optikus dan pewarnaan kornea$ pasien mengidap hemoglobinopati$ besar kemungkinan cepat terjadi atro5i optikus glaucoma dan pengeluaran bekuan darah secara bedah harus dipertimbangkan lebih awal )nstrument-instrumen 0itrektomi digunakan untuk mengeluarkan bekuan di sentral dan la0ase kamera anterior Dimasukkan tonggak irigasi dan probe mekanis disebelah anterior limbus melalui bagian kornea yang jernih untuk menghindari kerusakan iris dan lensa 4idak dilakukan usaha untuk mengeluarkan bekuan dari sudut kamera okuli anterior atau dari jaringan iris kemudian dilakukan dilakukan iridektomi peri5er &ara lain untuk membersihkan kamera interior adalah dengan e0akuasi kolestik Dibuat sebuah insisi kecil di limbus untuk menyuntikkan bahan 0iskolastik$ dan sebuah insisi yang lebih besar ':- derajat berlawanan agar hi5ema dapat didorong keluar Prognosis 2rognosis pada kasus hi5ema pada jumlah darah dalam bilik mata depan " ' %ila darah sedikit maka darah ini akan hilang dan akan jernih sempurna 6 %ila darah lebih dari setengah tinggi bilik mata depan maka prognosisnya akan buruk dan disertai dengan penyulit 7 Dan bila hi5ema yang penuh didalam bilik mata depan akan memberikan prognosis yang lebih buruk <i5ema sekunder yang terjadi (-9 hari sesudah trauma biasanya dapat memberikan rasa yang sakit 2ada hi5ema sekunder terjadi akibat gangguan mekanisme pembekuan atau penyembuhan luka sehingga mempunyai prognosis buruk

1,. Mam$u Memahami dan Menjelaskan Patogenesia= Menegakkan diagnosis= Penatalaksanaan serta Pen/egahan "ebutaan %ang Berhubungan dengan "asus "ega0atdaruratan :. 7klusi 2rteri Sentralis 6etina

&entral Retinal #rtery !cclusion (&R#!) merupakan suatu penyumbatan pada pembuluh arteri retina sentral yang umumnya disebabkan oleh emboli /eadaan

32

ini berlangsung secara akut dan merupakan emergensi o5tamologi yang dapat menyebabkan kebutaan !klusi kapiler retina dapat terjadi pada pembuluh sentral ataupun pembuluh cabang yang secara umumnya disebabkan oleh emboli /eadaan ini merupakan keadaan emergensi opthamologi yang dapat menyebabkan kebutaan ?amun penyakit ini bukansuatu penyakit yang berdiri sendiri 2ada tahun ':(;$ *an Grae5e menggambarkan &entral Retinal #rtery !cclusion (&R#!) sebagai proses penyumbatan arteri sentral retina yang disebabkan oleh embolipada pasien yang menderita endokarditis 2ada tahun ':,:$ 1authner beranggapan bahwasuatu proses 0asokonstriksi dapat menyebabkan oklusi dari arteri retina 2enyebab dari &R#! dianggap sebagai proses multi5aktorial$ yang disebabkan oleh kelainan-kelainan sistemik yang lain Patofisiologi &entral Retinal #rtery !cclusion (&R#!) akan mengakibatkan kebutaan yangdisebabkan kurangnya asupan darah pada lapisan retina bagian dalam Secara akut$obstruksi$ yang diakibatkan emboli misalnya$ akan membuat terjadinya edema lapisandalam retina dan pyknosis sel ganglion nukleus )skemik yang diikuti nekrosis akan terjadi$sehingga retina memberikan gambaran opak dan warna putih kekuningan !pasitas akanbertambah pada bagian posterior dikarenakan bertambahnya ketebalan lapisannya$ dansebaliknya pada 5o0ea yang memberikan gambaran cherry-red spot

&iagnosis Umumnya pasien akan mengeluhkan penurunan penglihatan yang terjadi secaratiba-tiba$ tanpa disertai rasa nyeri dan menetap pada salah satu mata 2ada ;-= penderita$ kemampuan 0isus menurun hingga menghitung jari$ persepsi cahaya$ bahkan kebutaan /eluhan nyeri pada pesien lebih mengarahkan pada proses iskemik okular yangsedang berlangsung <al ini umumnya disebabkan oleh gangguan sirkuasi pada arteri karotis dan bukan disebabkan suatu oklusi arteri retina 2ada beberapa pasien dapat dijumpai amaurosis 5ugaH$ merupakan proses penurunan penglihatan secara transien yang dapat terjadi selama beberapa detik hingga beberapa menit$ namun dapat pula bertahan hingga 6 jam Umumnya penglihatan dapat kembali seperti sebelumnya setelah serangan amaurosis 5ugaH berakhir 1onokular amaurosis 5ugaH dapat pula terjadi akibat hipotensi ortostatik$ spasmepembuluh darah$ aritmia$ migren retina$ anemia$ arteritis dan koagulopati <ilangnyapenglihatan jarang mencapai total dan dapat merupakan gejala awal dari obstruksi dini arterisentral #maurosis 5ugaH merupakan tanda yang paling sering

33

dijumpai pada insu5isiensi arteri karotis atau terdapatnya emboli pada arteri o5talmika retina 2ada ameurosis 5ugaH umumnya tidak dijumpai kelainan 5undus karena pendeknya serangan /adang-kadang terlihat adanya plaPue putih atau cerah atau suatu embolus didalam arteriol 2enting untuk menanyakan riwayat penyakit penderita yang dapat menjadi predisposisi pembentukan trombus$ seperti atrial 5ibrilasi$ endokarditis$ penyakit-penyakitatherosklerosis$ keadaan koagulopati ataupun hiperkogulasi %egitu pula dengan riwayatpengobatan

2emeriksaan yang perlu dilakukan pada penderita yang diduga mengami &R#! meliputi" 2enilaian 0isus$ umumnya menurun hingga menghintung jari$ lambaian tangan ataupun tanpa persepsi cahaya 2emeriksaan reaksi pupil$ menjadi lambat atau menghilang dan dapat anisokor 2ermeriksaan de5ek pada pembuluh retina dengan 5unduskopi$ dapat memberikan gambaran" Seluruh retina menjadi pucat akibat edema dan gangguan nutrisi Gambaran cherry-red spot pada makula lutea <al ini muncul setelah terjadiin5ark pada lapisan retina yang menyebabkan terjadi edema #kibatnya lapisanretina akan tampak pucat kecuali pada daerah makula yang tetap berwarnamerah karena lapisannya yang tipis 4anda %oHcar dapat terlihat pada arteri maupun 0ena$ dimana hal inimenunjukkan adanya obstruksi yang berat @mboli dapat terlihat pada 6-= kasus

Bakukan pemeriksaan kardio0askular untuk mendengar adanya murmur jantung ataupun bruit karotis

2emeriksaan menyeluruh untuk menilai kelemahan otot$ demam$ nyeri tekan pada temporal ataupun adanya arteri yang teraba$jaw claudication$ untuk menyingkirkanadanya arteritis temporal

34

Dari uraian diatas$ pada pasien &R#! umumnya pasien datang dengan keluhan utama penurunan penglihatan yang terjadi secara tiba-tiba$ tanpa disertai nyeri$ dan umumnya unilateral 2ada pemeriksaan$ dijumpai penurunan 0isus hingga menghitung jari ataupun persepsi cahaya maupun kebutaan 2ada 5unduskopi dapat ditemui" gambaran 5undus menjadi pucat akibat edema retina$ 5o0ea tidak terlihat edema$ dapat terlihat gamabaran cherry-red spot $ arteriol menjadi dangkal dan irreguler$ serta tanda boHcar pada bagian 0ena 2emeriksaan @/G dapat dilakukan untuk menilai adanya kemungkan atrial 5ibrilasi 2asien yang dicurigai aritmia yang tak didapati pada @/G serial dapat dilakukan @/G-holter (monitor 68 jam) 2roses pencitraan sangat membantu dalam menentukan proses primer yangmenyebabkan &R#! Ultrasoud pada karotis dapat mendeteksi penyakit atherosklerosisyang lebih sensiti5 dari pemeriksaan Dopler yang hanya menilai aliran 2emeriksaan 1R#dapat memberikan gambaran yang lebih jelas pada obstruksi yang terjadi

Penatalaksanaan Sebagai suatu keadaan emergensi$ penanganan yang segera untuk mengembalikanaliran darah pada retina kemungkinan akan sangat berman5aat bila dilakukan sedinimungkin 2enanganan awal sebagai tindakan emergensi yang dapat dilakukan adalah" ' 1enurunkan tekanan intraokular

Dapat diberikan obat topikal (tetes mata) golongan Q-blocker ataupun pemberian acetaJolamide secara inta0ena dapat mennyebabkan penurunan 4)! yang segera ataupun persepsi cahaya maupun kebutaan

!cular massage

Dilakukan dengan gerakan berputar selama '- detik pada bola mata dan dilepas kemudian dilakukan berulang-ulang &ara tradisional tersebut bertujuan meningkatkan tekanan introkular di dalam mata akibat tekanan yang terputus dan merangsang mekanisme autoregulator Saat pemijatan dengan jari$ tenaga yang diberikan akan membuat retina menganggap adanya hipoHia sehingga terjadi dilatasi 0askular retina sehingga aliran darah meningkat

/etika pemijatan dihentikan$ cairan akan mengalir dan terjadi penurunan resistensi dari aliran darah <arapannya adalah terjadi perpindahan emboli menjadi
35

lebih dalam dan menyelamatkan sebagian daerah retina /onsultasi urgensi pada opthamologist dengan persiapan untuk dilakukannya tindakanpenangan yang lebih agresi5 jika diindikasikan$ seperti parasintesis camera okuli anterior (&!#) 2arasintesis dilakukan dengan anastesi lokal dan menggunakan jarum suntik 7-G padaspuit 'cc )nsersi dilakukan pada daerah limbus dengan hati-hati dan menjaga agar jarum tidak merusak lensa &airan diambil sebanyak - '-- 6 cc /emudian jarum ditarik keluar dan diberikan obat tetes mata berupa antibiotik topikal Dengan tindakan inidiharapkan terjadi penurunan 4)! yang akan memicu peningkatan per5usi yang akanmendorong emboli bergerak lebih dalam

4ujuan dari pengobatan yang diberikan pada kasus &R#! adalah untuk" 1enurunkan 4)!$ hal ini dapat dicapai dengan pemberian obat-obatan golongankarbonik anhidrase inhibitor$ diuretik hiperosmolar$ simpatomimetik dan timoptik$seperti yang diberikan pada penderita glaukoma 2enurunan 4)! dapat pula dicapaidengan parasintesis camera okuli anterior$ seperti yang dijelaskan di atas 1enambah per5usi pada retina$ diperoleh melalui pemberian obat 0asodilator$peningkatan 2co6$ atau dengan pemberian agen trombolitik peri5er untukmemindahkan trombus 2endapat lain mengatakan pemberian aspirin pada 5aseakut dapat berman5aat 1eningkatkan oHygen deli0ery pada daerah yang hipoHia$ dicapai denganmemberikan oHygen konsentrasi tinggi maupun dengan 4erapi !Hygen <iperbarik <al ini hanya dapat berman5aat bila diberikan dalam 6-'6 jam setelah onset 2emberian oHygen dan peningkatan 2co6 umumnya dilakukan dengan pemberianbantuan na5as dengan campuran (= &!6 dan ;(= !6 selama '- menit yangdilakukan setiap 6 jam selama 6 hari

::. *laukoma 2kut

Glaukoma akut merupakan salah satu glaukoma sudut tertutup primer Glaukoma sudut tertutup terjadi bila terdapat kenaikan mendadak dari tekanan intraokular$ yang disebabkan penutupan sudut bilik mata depan yang mendadak olehakar iris$ sehingga menghalangi sama sekali keluarnya humor akueus melalui trabekula$ menyebabkan meningginya tekanan intraokular$ maka gejala yang ditimbulkan sangat berat seperti" nyeri pada mata$ sakit kepala$ pandangan kabur$ mual dan muntah serta disertai tanda kongesti$ maka disebut pula glaukomaakut kongesti5 atau glaukoma akut
36

Glaukoma akut hanya timbul pada orang-orang yang mempunyai sudut bilik mata yang sempit >adi hanya pada orang-orang dengan predisposisi anatomis Glaukoma akut merupakan suatu kedaruratan mata yang memerlukan penanganan segera untuk mencegah kerusakan ner0us optikus yang dapatmenyebabkan kebutaan 2engobatan medika mentosa harus dimulai secepat mungkinuntuk menurunkan tekanan intra okuler sebelum terapi de5initi0e iridektomi laser atau bedah dilakukan Diagnosa pasti ditegakkan berdasarkan gejala klinik dan hasil pemeriksaangonioskopi yang dapat memberikan bukti bahwa sudut bilik mata tertutup Patogenesis Sudut bilik mata dibentuk dari jaringan korneosklera dengan pangkal iris 2ada keadaan 5isiologis bagian ini terjadi pengaliran keluar cairan bilik mata %erdekatan dengan sudut ini didapatkan jaringan trabekulum$ kanal Schlemm$ baji sklera$ garis Schwalbe dan jonjot iris 2ada sudut 5iltrasi terdapat garis Schwalbe yang merupakan akhir peri5er endotel dan membran desemet$ kanal schlemm yangmenampung cairan mata kesalurannya Sudut 5iltrasi berbatas dengan akar iris berhubungan dengan sklera kornea dan disini ditemukan sklera spur yang membuat cincin melingkar 7,- derajat danmerupakan batas belakang sudut 5iltrasi serta tempat insersi otot siliar longitudinal #nyaman trabekula mengisi kelengkungan sudut 5iltrasi yang mempunyai duakomponen yaitu badan siliar dan u0ea 4ekanan intraokular ditentukan oleh kecepatan terbentuknya cairan mata(akueus humor) bola mata oleh badan siliar dan hambatan yang terjadi pada jaringantrabekular meshwork #kueus humor yang dihasilkan badan siliar masuk ke bilik mata belakang$ kemudian melalui pupil menuju ke bilik mata depan dan terus kesudut bilik mata depan$ tepatnya ke jaringan trabekulum$ mencapai kanal Schlemmdan melalui saluran ini keluar dari bola mata 2ada glaukoma sudut terbuka$ kelainan terjadi pada jalinan trabekular$sedangkan sudut bilik mata terbuka lebar >adi tekanan intraokuler meningkat /arena adanya hambatan out5low humor akuos akibat kelainan mikroskopis pada jalinantrabekular 2ada glaukoma sudut tertutup$ jalinan trabekular normal$ sedangkan tekananintraokuler meningkat karena obstruksi mekanik akibat penyempitan sudut bilik mata$sehingga out5low humor akuos terhambat saat menjangkau jalinan trabekular /eadaan seperti ini sering terjadi pada sudut bilik mata yang sempit (kadang-kadangdisebut dengan Ddangerous angleF) 2enting untuk diketahui$ jika sudut bilik mata tidak sempit atau sudut terbukaluas$ peri5er iris tidak kontak dengan peri5er kornea$ sehingga sudut bilik mata depantidak tertutup dan glaukoma sudut tertutup tidak akan terjadi )ni merupakan perbedaan dasar antara glaukoma sudut terbuka dengan glaukoma sudut tertutup /etika dislokasi lensa sebagai penyebab tertutupnya sudut bilik mata
37

makakeadaan ini dikenal dengan glaukoma sudut tertutup sekunder >ika glaukoma sudut tertutup tidak diketahui penyebabnya$ kondisi ini dikenal dengan glaukoma sudut tertutup primer #pabila sudut bilik mata depan tertutup secara cepat dan berat$ ini dikenaldengan glaukoma akut yang disertai dengan banyak gejala dan tanda #pabila penutupan sudut bilik mata depan tidak sempurna dan kadang-kadang saja terjadi$ ini dikenal dengan glaukoma sudut tertutup intermitten atau glaukoma sudut tertutup kronik $ dan disertai dengan sedikit gejala #pabila glaukoma sudut tertutupintermitten yang tidak mempunyai gejala$ ini dikenal dengan glaukoma sudut tertutup kreeping Satu hal penting untuk diketahui bahwa tidak semua sudut bilik mata sempitakan berkembang menjadi glaukoma akut$ dapat terjadi hanya sebagian kecil saja$terutama pada mata yang pupilnya berdilatasi sedang (7$- C 8$(mm) yang dapat memungkinkan terjadinya blok pupil sehingga dapat berlanjut menjadi sudut tertutup #kibat terjadinya blok pupil$ maka tekanan intraocular lebih tinggi di bilik mata belakang daripada bilik mata depan >ika blok pupil semakin berat tekanan intraokuler di bilik mata belakang semakin bertambah$ sehingga kon0eksi0itas iris semakin bertambah juga$ ini dikenal dg iris bombe$ yang membuat peri5er iris kontak dengan jalinan trabekuler$ dan menyebabkan sudut bilik mata depan tertutup >ika tekanan intraokuler meningkat secara drastic akibat sudut tertutup komplit maka akan terjadi glaukoma akut 1ekanisme lain yang dapat menyebabkan glaukoma akut adalah" plateau iris dan letak lensa lebih ke anterior 2ada keadaan seperti ini juga sering terjadi blok pupil

*ambaran "linis Sebelum penderita mendapat serangan akut$ ia mengalami serangan prodormal$ meskipun tidak selalu demikian a) 3ase 2rodormal ( 3ase ?onkongesti5) 2ada stadium ini terdapat penglihatan kabur$ melihat halo (gambar pelangi)sekitar lampu atau lilin$ disertai sakit kepala$ sakit pada mata dan kelemahanakomodasi /eadaan ini berlangsung -$(-6 jam %ila serangannya reda$ mata menjadi normal kembali b) 3ase Glaukoma #kut ( 3ase /ongesti5) 2ada stadium ini penderita tampak sangat payah$ memegangi kepalanya karenasakit hebat >alannya dipapah$ karena tajam penglihatannya sangat turun$ muntah-muntah$ mata hiperemis dan 5oto5obia /arenanya sering disangka bukanmenderita sakit mata$ melainkan suatu penyakit sistemik
38

Glaukoma akut menyebabkan 0isus cepat menurun$ disertai sakit hebat di dalam matayang menjalar sepanjang ?er0us cranial *$ sakit kepala$ mual muntah$ tampak warna pelangi di sekitar lampu

&iagnosis a) Slit-lamp %iomikroskopi /onjungti0a bulbi" hiperemia kongesti5$ kemotis dengan injeksi silier$injeksi konjungti0a$ injeksi epislera /ornea" edema dengan 0esikel epithelial dan penebalan struma$ keruh$insensiti5 karena tekanan pada sara5 kornea %ilik mata depan" dangkal dengan kontak iridokorneal peri5er 3laredan sel akuos dapat dilihat setelah edem kornea dapat dikurangi )ris" gambaran corak bergaris tak nyata karena edema$ berwarnakelabu$ dilatasi pembuluh darah iris 2upil" o0al 0ertikal$ tetap pada posisi semi-dilatasi$ kadang-kadang didapat midriasis yang total$ warna kehijauan$ tidak ada reaksi terhadap cahaya dan akomodasi

b) 4onometri SchiotJ" ( ?ormal 4)! " '--6' mm<g) pada glaukoma akut dapatmencapai (--'-- mm<g c) 3unduskopi" papil sara5 optik menunjukan penggaungan dan atro5i$ seperti padaglaukoma simpleks Sehingga cup disk ratio membesar (? R L-$8) (gambar 7 dan8) Sering juga ditemukan optic-disk edema dan hiperemis d) Gonioskopi 2emeriksaan gonioskopi adalah tindakan untuk melihat sudut bilik mata dengan goniolens Gonioskopi adalah suatu cara untuk melihat langsung keadaan patologik sudut bilik mata$ juga untuk melihat hal-hal yang terdapat pada sudut bilik mata seperti benda asing Dengan gonioskopi dapat ditentukan klasi5ikasi glaukoma penderita apakah glaukoma terbuka atau glaukoma sudut tertutup dan mungkin dapat menerangkan penyebab suatu glaukoma sekunder$

39

2emeriksaan gonioskopi ditunda sampai edem kornea berkurang$ salah satunyadengan obat yang dapat menurunkan tekanan intraocular$ misalnya dengan gliserin topical atau saline hipertonik salap mata e) 4es pro0okasi$ dilakukan pada keadaan yang meragukan 4es yang dilakukan " tes kamar gelap$ tes midriasis$ tes membaca$ tes bersujud(prone test) Untuk glaucoma sudut tertutup$ yang umum dilakukan adalah teskamar gelap (karena pupil akan midriasis dan pada sudut bilik mata yang sempit$ini akan menyebabkan tertutupnya sudut bilik mata) &aranya adalah ukur 4)!awal$ kemudian pasien masuk kamar gelap selama ,--;- menit Ukur segera 4)!nya /enaikan : mm<g$ tes pro0okasi (+)

Pen/egahan

'

Deteksi dini

Salah satu satu cara pencegahan glaukoma adalah dengan deteksi sedini mungkin 4idak ada tindakan yang dapat mencegah terjadinya glaukoma sudut terbuka >ika penyakit ini ditemukan secara dini$ maka hilangnya 5ungsi penglihatan dan kebutaan bisa dicegah dengan pengobatan !rang-orang yangmemiliki resiko menderita glaukoma sudut tertutup sebaiknya menjalani pemeriksaan mata yang rutin dan jika resikonya tinggi sebaiknya menjalaniiridotomi untuk mencegah serangan akut 1engingat hilangnya penglihatan secara permanen yang disebabkan olehglaukoma$ sebaiknya setiap orang memperhatikan kesehatan matanya dengancara melakukan pengukuran tekanan bola mata secara rutin setiap 7 tahun$terutama bagi orang yang usianya di atas 8- tahun 3aktor risiko lain yang perlu diwaspadai adalah mereka yang memiliki riwayatkeluarga penderita glaukoma$ mata minus tinggi atau plus tinggi (miopia)$serta penderita penyakit sistemik seperti diabetes atau kelainan 0askular (jantung) 2emeriksaan mata rutin yang disarankan adalah setiap enam bulan sekali$khususnya bagi orang dengan risiko tinggi Untuk mengukur tekanan bolamata kerusakan mata yang diderita dilakukan tes lapang pandang mata Sebaiknya diperiksakan tekanan bola mata bila mata kemerahan dan sakitkepala berat

?utrisi yang adekuat (banyak mengandung 0itamin # dan %eta /aroten)

40

3aktor risiko pada seseorang yang bisa menderita glaukoma adalah seperti diabetesmellitus dan hipertensi$ untuk itu bagi yang menderita diabetes mellitus dianjurkan untuk mengurangi mengkonsumsi gula agar tidak terjadi komplikasiglaukoma$ sedangkan untuk penderita hipertensi dianjurkan untuk diet rendahgaram karena jika tekanan darah naik cepat akan menaikkan tekanan bola mata

Gaya <idup (Bi5e style) yang sehat

seperti menghindari merokok dan olahragateratur !lahraga dapat merendahkan tekanan bola mata sedikit 8 2encegahan lanjutan bagi yang sudah menderita glaukoma agar tidak bertambah parah+untuk mencegah tingginya tekanan intraokuler yaitu " 1engurangi stress <indari membaca dekat karena pupil akan menjadi kecil sehingga glaucomaakan memblok pupil <indari pemakaian obat simpatomimetik karena pupil akan melebar (dilatasi) Diet rendah natrium 2embatasan ka5ein 1encegah konstipasi 1encegah manu0er 0alsa0a seperti batuk$ bersin$ dan mengejan karena akanmeningkatkan 4)! 1enempatkan pasien dalam posisi supinasi dapat membantu pasien merasanyaman dan mengurangi tekanan intra okular Diyakini juga bahwa dengan posisi supinasi$ lensa jatuh menjauh dari iris yang mengurangi blok pupil

Penatalaksanaan 1.Tera$i medikamentosa 2enatalaksanaan Glaukoma sudut tertutup terdiri dari mengurangi tekananintra okular$ menekan in5lamasi$ dan pemulihan sudut tertutup

1.1.2gen osmoti/
41

#gen ini lebih e5ekti5 untuk menurunkan tekan intra okuler dan e5eknyamenjernihkan kornea$ pemberiannya dianjurkan kepada pasien yang tidak mengalamiemesis #gen-agen hiperosmotik berguna untuk mengurangi 0olume 0itreus$ yang$kebalikannya$ menurunkan tekanan intraokular 2enurunan tekanan intra okular memulihkan iskemia iris dan memperbaiki kepekaan terhadap pilokarpin dan obat-obat lainnya #gen-agen osmotic menyebabkan diuresis osmotic dan mengurangicairan tubuh total #gen-agen tersebut tidak boleh digunakan pada pasien penyakit jantung dan penyakit ginjal Gliserin

Dosis e5ekti5 '-'$( gr+kg%% dalam (-= cairan Selama penggunaanya gliserindapat menyebabkan hiperglikemia dan dehidrasi <ati-hati terhadap pasiendiabetes dan lansia dengan gagal ginjal serta penyakit kardio0askular karena agenini sendiri dapat menyebabkan mual muntah 1enurunkan tekanan intraokular dalam waktu 7--;menit setelah pemberian

1anitol

Dosis '-6 gram+kg%% dalam (-= cairan #man digunakan pada pasien diabeteskarena tidak dimetabolisme 2uncak e5ek hipotensi5 okular terlihat dalam '-7 jam %ila tidak dapat diberikan oral (mis " mual muntah) dapat diberikan secaraintra0ena dalam 6-= cairan dengan dosis 6 gr+kg%% selama 7- menit 1aksimal penurunan tekanan dijumpai dalam ' jam setelah pemberian i0 2ada penderita payah jantung pemberian manitol berbahaya$ karena 0olume darah yang beredar meningkat sehingga memperberat kerja jantung yang telah gagal 2emberianmanitol juga dikontraindikasikan pada penyakit ginjal dengan anuria$ kongestiatau udem paru yang berat$ dehidrasi hebat$ dan perdarahan intra kranial$ kecuali bila akan dilakukan kraniotomi$ serta pada pasien yang hipersensiti0itas terhadap manitol

Ureum intra0ena

Dosis '-'$( g+kg i 0 4idak see5ekti5 manitol karena berat molekulnya lebihrendah sehingga lebih cepat dipenetrasi pada mata 2enggunaannya harus dengan pengawasan ketat untuk menghindari komplikasi kardio0askuler

1.2."arbonik 2nhidrase :nhibitor 1engurangi produksi akuos humor dengan menghambat karbonik anhidrasedi badan siliar sehingga mengurangi 4)! secara cepat
42

#setaJolamide

1erupakan pilihan yang sanagat tepat untuk pengobatan darurat pada glaukomaakut #cetaJolamide sebaiknya diberikan dengan dosis awal (-- mg )* yangdiikuti dengan (-- mg per oral Sekarang diketahui bahwa karbonik anhidraseinhibitor oral sedikit atau tidak ada sama sekali e5ek samping sistemik 1ethaJolamide

Dosis (--'-- mg p o 6 atau 7 kali sehari ( total tidak lebih dari ,--mg+hari) DorJolamide

%erbeda dengan obat-obat yang lebih tua$ DorJolamide sanggup menerobos kedalam mata dengan aplikasi topical Dichlorphenamide

Dosis awal '---6--mg per oral$ diikuti '-- mg setiap '6 jam sampai tercapairespons yang diinginkan Dosis pemeliharaan (maintenance) yang biasa untuk glaukoma adalah 6(-(- mg 7 atau 8 H+hari Dosis harian total tidak melebihi 7--mg %rinJolamide

%rinJolamide adalah penghambat karbonik anhidrasi yang digunakan pada matadengan kadar ' = %rinJolamide digunakan untuk mengobati tekanan yangmeningkat pada mata karena glaukoma sudut terbuka %rinJolamide jugadigunakan untuk mengatasi kondisi yang disebut hipertensi pada mata

1.#.Miotik kuat (Parasim$atomimetik) 2ilokarpin 6= atau 8= setiap '( menit sampai 8 kali pemberian sebagaiinisial terapi 4idak e5ekti5 pada serangan yang sudah lebih dari '-6 jam <al inikarena muskulus sphingter pupil sudah iskemik sehingga tidak dapat merespon pilokarpin

1.'.Beta blo/ker %ekerja dengan cara mengurangi produksi akuos humor Be0obunolol -$6(=$ -$(= %etaHolol <&l

43

%etaHolol <&l adalah penghambat reseptor beta' selekti5 yang digunakan untuk pengobatan glaukoma dalam bentuk sediaan gel untuk mata dengan kadar -$'=dan tetes mata dengan kadar -$(= 4imolol maleat

1erupakan beta bloker tetes mata nonselekti5 Sebagai inisial terapi dapatdiberikan 6 kali dengan inter0al setiap 6- menit dan dapat diulang dalam 8$ : dan'6 jam kemudian 4ersedia dalam bentuk tetes mata dengan kadar -$6(=$ -$(=dan -$,:=

1.( 2l$ha adrenergi/ agonist Dapat ditambahkan untuk lebih mengurangi produksi akuos humor danmengurangi hambatan out5low akuos %rimonidine #praclonidine -$(=$ '=

1.).2nalog Prostaglandin Batanoprost -$--(= merupakan senyawa analog prostaglandin yang dapatmenurunkan tekanan intraokuler dengan cara meningkatkan out5low akuos humor Dosis ' tetes+ hari 4ersedia dalam bentuk tetes mata dengan kadar -$--(=$ dan jugadikombinasi dengan 4imolol maleate

1.-."ortikosteroid To$ikal )n5lamasi merupakan bagian penting dari pato5isiologi dan timbulnya gejala Steroid topical mengurangi reaksi in5lamasi dan kerusakan ner0us optikus 2rednisolon asetat '= digunakan selama ' minggu pasca operasi iridektomi Diberikan sebagai pengganti obat-obat antiglaukoma yang digunakan saat seranganakut sebelumnya

7bservasi res$on Tera$i

1erupakan periode penting untuk melihat respon terapi yang dapatmenyelamatkan 0isus penderita$ sehingga keputusan harus segera dibuat (palingkurang dalam 6 jam setelah mendapat terapi medikamentosa intensi5)$ untuk tindakanselanjutnya$ obser0asinya meliputi"
44

' 1onitor ketajaman 0isus$ edem kornea dan ukuran pupil 6 Ukur tekanan intraokuler setiap '( menit (terbaik dengan tonometer aplanasi) 7 2eriksa sudut dengan gonioskopi$ terutama apabila tekanan intraokulernyasudah turun dan kornea sudah mulai jernih 2ada masa obser0asi ini yang dilihat adalah respon terapi Respon terapi bisa baik$ jelek$ ataupun sedang %ila respon terapi baik maka akan terjadi perbaikan0isus$ kornea menjadi jernih$ pupil kontriksi$ tekanan intraokuler menurun$ dansudutnya terbuka kembali 2ada keadaan ini dapat dilakukan penatalaksaan lebih lanjut

Parasintesis

>ika pemakaian terapi medikamentosa secara intensi5 masih dianggap lambatdalam menurunkan tekanan intraokuler ke tingat yang aman dan kadangkadang justru setelah pemberian 6 atau 8 jam masih tetap tinggi Sekarang ini mulaidiperkenalkan can menurunkan tekanan intraokuler yang cepat dengan tekhnik parasintesis 2ada prosedur ini$ mata dilakukan anestesi lokal sebelumnya$ lalu jarumdimasukkan ke dalam bilik mata depan untuk mengeluarkan cairan akuos &airan disedot sebanyak -$-( ml$ sehingga secara cepat dapat mengurangi tekanan di mata &ara ini jg dapat menghilangkan rasa nyeri dengan segera pada pasien%edah Baser

'. Bedah +aser '.1. +aser :ridektomi 4erapi ini digunakan untuk mengurangi tekanan dangan mengeluarkan bagianiris untuk membangun kembali out5low aPueus humor )ndikasi)ridektomi diindikasikan untuk glaukoma sudut tertutup dengan blok pupil$ iridektomi juga diindikasikan untuk mencegah terjadinya blok pupil pada mata yang beresikoyang ditetapkan melalui e0aluasi gonioskopi Baser iridektomi juga dilakukan padaserangan glaukoma akut dan pada mata kontra-lateral dengan potensial glaucoma akut /ontraindikasi )ridektomi laser tidak dapat dilakukan pada mata dengan rubeosis iridis karena dapat terjadi perdarahan Resiko perdarahan juga meningkat pada pasien yangmenggunakan anti-koagulan sistemik$ seperti aspirin Nalaupun laser iridektomi tidak membantu dalam kasus glaukoma sudut tertutup yang disebabkan oleh mekanisme blok pupil$ tetapi kadang-kadang laser iridektomi perlu dilakukan unutk mencegahterjadinya blok pupil pada pasien dengan sudut bilik mata tertutup

45

+aser irido$lasti 1erupakan tindakan alternati5 jika tekanan intraokular gagal diturunkansecara intensi5 dengan terapi medika mentosa bila tekanan intraokularnya tetap sekitar 8mm<g$ 0isus jelek$ kornea edema$ dan pupil tetap dilatasi 2ada laser iridoplastiini pengaturannya berbeda dengan pengaturan pada laser iridektomi Di sini pengaturannya dibuat sesuai untuk membakar iris agar otot s5ingter iris berkonraksisehingga iris bergeser kemudian sudut pun terbuka #gar laser iridoplasti berhasilmaka titik tembakan harus besar$ powernya rendah$ dan waktunya lama

Bedah insisi )ridektomi insisi dilakukan pada pasien yang tidak berhasil dengan tindakanlaser iridektomi seperti" 2ada situasi iris tidak tidak dapat dilihat dengan jelas karena edema kornea$ hal inisering terjadi pada pasien glaukoma akut berat yang berlangsung 8-: minggu Sudut bilik mata depan dangkal$ dengan kontak irido-korneal yang luas 2asien yang tidak kooperati5 4idak tersedianya peralatan besar

(.1 :ridektomi Bedah :nsisi Dikerjakan pada kasus glaukoma sudut tertutup sebagai tindakan pencegahan Dilakukan untuk mengangkat sebagian iris untuk memungkinkan aliran humor aPueus dari kamera posterior ke kamera anterior Diindikasikan pada penangananglaukoma dengan penyumbatan pupil bila pembedahan laser tidak berhasil atau tidak tersedia 2upil dibuat semiosis mungkin dengan menggunakan miotik tetes atauasetilkolin intra kamera /emudian dilakukan insisi 7mm pada korneosklera ' mmdibelakang limbus )nsisi dilakukan agar iris prolaps %ibir insisi bagian posterior ditekan sehingga iris peri5er hampir selalu prolaps lewat insisi dan kemudiandilakukan iridektomi %ibir insisi posterior ditekan lagi diikuti dengan reposisi pinggir iridektomi Buka insisi kornea ditutup dengan satu jahitan atau lebih$ dan bilik mata depan dibentuk kembali Setelah operasi selesai$ 5luoresen seringdigunakan untuk menentukan ada tidaknya kebocoran pada bekas insisi !leh karenakebocoran dapat meningkatkan komplikasi seperti bilik mata depan dangkal

46

(.2 Trabekulektomi Dilakukan untuk menciptakan saluran pengaliran baru melalui sklera Dilakukan dengan melakukan diseksi 5lap ketebalan setengah (hal5-tickness) skleradengan engsel di limbus Satu segmen jaringan trabekula diangkat$ 5lap sklera ditutupkembali dan konjungti0a dijahit rapat untuk mencegah kebocoran cairan aPueus 4rabekulektomi meningkatkan aliran keluar humor aPueus dengan memintas struktur pengaliran yang alamiah /etika cairan mengalir melalui saluran baru ini$ akanterbentuk bleb (gelembung) Dapat diobser0asi pada pemeriksaan konjungti0a 2ersiapan sebelum operasi yaitu pembahasan ditujukan untuk memperbaiki penglihatan dan biasanya dikerjakan secara berencana$ kecuali pada kasus-kasus yangtidak biasa$ misalnya lensa hipermature yang sejak awal telah memberikan ancamanterjadinya rupture )ndikasi4indakan trabekulektomi dilakukan pada keadaan glaukoma akut yang berat atausetelah kegagalan tindakan iridektomi peri5er /omplikasiSetelah prosedur 5iltrasi meliputi hipotoni (4)! rendah yang tidak normal)$ hi5ema(darah di kamera anterior mata)$ in5eksi dan kegagalan 5iltrasi

!kstraksi lensa #pabila blok pupil jelas terlihat berhubungan dengan katarak$ ekstraksi lensadapat dipertimbangkan sebagai prosedur utama Nalaupun iridektomi laser dapatmenghentikan serangan akut akibat blok pupil$ namun operasi katarak baik dilakukanagar lebih aman untuk waktu yang akan dating

Tindakan $rofilaksis 4indakan pro5ilaksis terhadap mata normal kontralateral dilakukan laser iridektomi pro5ilaksis$ ini lebih disukai daripada peri5er iridektomi bedah$ yangdilakukan pada mata kontralateral yang tidak mempunyai symptom

:::. 2blasio 6etina

1erupakan penyakit mata gawat darurat$ penderita mengeluh ada kabut dilapangan pandangnya secara mendadak seperti selubung hitam /alau mengenai makula lutea maka 0isusnya mundur sekali$ bila ditanya mungkin ditemukan gejala ada bintik hitam sebelumnya dan penderita miopia tinggi #blasia retina adalah suatu penyakit dimana lapisan sensorik dari retina lepas Bepasnya bagian sensorik retina ini biasanya hampir selalu didahului oleh terbentuknya robekan atau lubang didalam
47

retina $lepasnya lapisan sara5 retina dari epitelium 2enyakit ini harus dioperasi$ penderita tidak boleh terlalu banyak bergerak dan goyang supaya bagian retina yang sudah lepas$ tidak bertambah lepas lagi

Patogenesis Ruangan potensial antara neuroretina dan epitel pigmennya sesuai dengan rongga 0esikel optik embrionik /edua jaringan ini melekat longgar pada mata yang matur dapat berpisah

') >ika terjadi robekan pada retina$ sehingga 0itreous yang mengalami likui5ikasi dapat memasuki ruangan subretina dan menyebabkan ablasio progresi5 (ablasio retina regmatogenosa) 6) >ika retina tertarik oleh serabut jaringan kontraktil pada permukaan retina (misal seperti pada retinopati proli5erati5 pada diabetes mellitus (ablasio retina traksional)) 7) Nalaupun jarang terjadi$ bila cairan berakumulasi dalam ruang subretina akibat proses eksudasi$ yang dapat terjadi selama toksemia pada kehamilan (ablasio retina eksudati5) Robekan pada retina paling sering berkaitan dengan onset ablasio 0itreus posterior /etika gel 0itreus terpisah dari retina$ traksi yang dihasilkan ( traksi 0itreus ) menjadi lebih terlokalisasi dan lebih besar /adang cukup untuk untuk menyebabkan robekan retina /elemahan retina peri5er dasar seperti generasi latis$ meningkatkan kemungkinan terjadinya robekan ketika 0itreus menarik retina

&iagnosis Diagnosis ablasi retina ditegakkan berdasarkan anamnesis$ gejala klinis dan pemeriksaan mata meliputi " ') #nammesis Dari anamnesis pada pasien ablasio retina akan didapatkan " #danya riwayat trauma 2englihatan kabur Rasa nyeri Rasa mata berpasir Rasa mengganjal
48

Bakrimasi

6) )nspeksi 2emeriksaan 0isus dapat terjadi penurunan tajam penglihatan akibat terlibatnya makula lutea ataupun terjadi kekeruhan media penglihatan atau badan kaca yang menghambat sinar masuk 4ajam penglihatan akan sangat menurun bila makula lutea ikut terangkat 2emeriksaan lapangan pandang akan terjadi lapangan pandang seperti tertutup tabir dan dapat terlihat skotoma relati5 sesuai dengan kedudukan ablasi retina$ pada lapangan pandang akan terlihat adanya pijaran api seperti halilintar kecil dan 5otopsia 2emeriksaan 5unduskopi yaitu salah satu cara terbaik untuk mendiagnosis ablasi retina dengan menggunakan binocular inderek o5talmoskop 2ada pemeriksaan ini ablasi retina dikenali dengan hilangnya re5leks 5undus dan pengangkatan retina Retina tampak keabu-abuan yang menutupi gambaran 0askuler koroid >ika terdapat akumulasi cairan bermakna pada ruang subretina ( ablasi retina bulosa )$ didapatkan pergerakan undulasi retina ketika mata bergerak Suatu robekan pada retina terlihat agak merah muda karena terdapat pembuluh koroid dibawahnya 1ungkin didapatan debris terkait pada 0itreus yang terdiri dari darah ( perdarahan 0itreus ) dan pigmen$ atau ruang retina dapat ditemukan mengambang bebas

7) 2emeriksaan penunjang 2emeriksaan laboratorium dilakukan untuk mengetahui adanya penyakit penyerta antara lain glaukoma$ diabetes melitus$ kelainan darah 2emeriksaan ultrasonogra5i yaitu ocular %-Scan ultrasonogra5i juga digunakan untuk mendiagnosis ablasio retina dan keadaan patologis lain yang menyertainya seperti proli5erati0e 0itreotinopati$ benda asing intraocular Selain itu ultrasonogra5i juga digunakan untuk mengetahui kelainan yang menyebabkan ablasi retina eksudati5 misalnya tumor$ posterior skleritis 2emeriksaan angiogra5i 5luoresin akan terlihat " /ebocoran didaerah parapapilar dan daerah yang berdekatan dengan tempatnya ruptur$ juga dapat terlihat Gangguan permeabiltas koriokapiler akibat rangsangan langsung badan kaca pada koroid$
49

Dapat dibedakan antara ablasi primer dan sekunder y #danya tumor atau peradangan yang menyebabkan ablasi

Penatalaksanaan

2engobatan pada ablasi retina adalah pembedahan dan non pembedahan

% 2ada pembedahan ablasio retina dapat dilakukan dengan cara "

') Retinopeksi pneumatik Retinopeksi pneumatik merupakan cara yang paling banyak pada ablasi regmatogenosa terutama jika terdapat robekan tunggal pada superior retina 4eknik pelaksanaan prosedur ini adalah dengan menyuntikkan gelembung gas kedalam 0itreus Gelembung gas ini akan menutupi robekan retina >ika robekan dapat ditutupi oleh gelembung gas$ cairan subretinal akan menghilang '-6 hari Robekan retina dapat juga dilekatkan dengan kriopeksi sebelum balon disuntikkan 2asien harus mempertahankan posisi head precise selama 9-'- hari untuk menyakinkan gelembung terus menutupi robekan retina

6) Scleral buckle 1etode ini paling banyak digunakan pada ablasio retina regmatogenosa terutama tanpa disertai komplikasi lainnya Ukuran dan bentuk sabuk yang digunakan tergantung lokasi dan jumlah robekan retina Sabuk ini biasanya terbuat dari spons silikon atau silikon padat 2ertama-tama dilakukan kryoprobe atau laser untuk memperkuat perlekatan antara retina sekitar dan epitel pigmen retina Sabuk dijahit mengelililngi sclera sehingga terjadi tekanan pada robekan retina sehingga terjadi penutupan pada robekan tersebut 2enutupan retina ini akan menyebabkan cairan subretinal menghilang secara spontan dalam waktu '-6 hari

7) *itrektomi *itrektomi merupakan cara yang paling banyak digunakan pada ablasi akibat diabetes$ ablasio rhegmatogenous yang disertai traksi 0itreus atau hemoragik 0itreus &ara pelaksanaannya yaitu dengan membuat insisi kecil pada bola mata kemudian memasukkan instrument hingga ke ca0um melalui pars plana Setelah
50

itu pemotongan 0itreus dengan pemotong 0itreus /emudian teknik dan instrument yang digunakan tergantung tipe dan penyebab ablasio

% 2ada non pembedahan terdiri atas " /onser0ati5 yaitu penderita istirahat terutama tidak membaca$ kedua mata diberi lubang pengintip

&25T26 P ST2"2 *aughan D G !5talmologi Umum Nidya 1edika$ >akarta 6--' 2ro5 Dr Sidarta )lyas$ #tlas )lmu 2enyakit 1ata$ Sagung Seto$ >akarta 6--' )lyas$ S )lmu 2enyakit 1ata @disi /etiga >akarta" %alai 2enerbit - 3/U) 6--6 2urwadianto$ #gus 6--- /edaruratan 1edik >akarta %arat " %inarupa #ksara R Sjamsuhidajat$ Nim de >ong 6--8 %uku #jar )lmu %edah @disi 6 >akarta " @G& Syl0ia #nderson 2rice$ Borraine mc&arty Nlison 6--( 2ato5isiologi /onsep /linis 2roses2roses 2enyakit >akarta " @G&

51