Anda di halaman 1dari 2

Tanda-Tanda Malam Lailatul Qadar dan Koreksi Terhadapnya

POSTED BY MARAMIS SETIAWAN SEPTEMBER 19, 2008 76 KOMENTAR FILED UNDER LAILATUL QADAR, RAMADHAN

41 Yang menilai

Diantara kita mungkin pernah mendengar tanda-tanda malam lailatul qadar yang telah tersebar di masyarakat luas. Sebagian kaum muslimin awam memiliki beragam khurofat dan keyakinan bathil seputar tanda-tanda lailatul qadar, diantaranya: pohon sujud, bangunan-bangunan tidur, air tawar berubah asin, anjing-anjing tidak menggonggong, dan beberapa tanda yang jelas bathil dan rusak. Maka dalam masalah ini keyakinan tersebut tidak boleh diyakini kecuali berdasarkan atas dalil, sedangkan tanda-tanda di atas sudah jelas kebathilannya karena tidak adanya dalil baik dari al-Quran ataupun hadist yang mendukungnya. Lalu bagaimanakah tanda-tanda yang benar berkenaan dengan malam yang mulia ini ? Nabi shallallahualaihi wa sallam pernah mengabarkan kita di beberapa sabda beliau tentang tanda-tandanya, yaitu: 1. Udara dan suasana pagi yang tenang Ibnu Abbas radliyallahuanhu berkata: Rasulullah shallahualaihi wa sallam bersabda: Lailatul qadar adalah malam tentram dan tenang, tidak terlalu panas dan tidak pula terlalu dingin, esok paginya sang surya terbit dengan sinar lemah berwarna merah (Hadist hasan) 2. Cahaya mentari lemah, cerah tak bersinar kuat keesokannya Dari Ubay bin Kaab radliyallahuanhu, bahwasanya Rasulullah shallahualaihi wa sallam bersabda: Keesokan hari malam lailatul qadar matahari terbit hingga tinggi tanpa sinar bak nampan (HR Muslim) 3. Terkadang terbawa dalam mimpi Seperti yang terkadang dialami oleh sebagian sahabat Nabi radliyallahuanhum 4. Bulan nampak separuh bulatan Abu Hurairoh radliyallahuanhu pernah bertutur: Kami pernah berdiskusi tentang lailatul qadar di sisi Rasulullah shallahualaihi wa sallam, beliau berkata, Siapakah dari kalian yang masih ingat tatkala bulan muncul, yang berukuran separuh nampan. (HR. Muslim) 5. Malam yang terang, tidak panas, tidak dingin, tidak ada awan, tidak hujan, tidak ada angin kencang dan tidak ada yang dilempar pada malam itu dengan bintang (lemparan meteor bagi setan) Sebagaimana sebuah hadits, dari Watsilah bin al-Asqo dari Rasulullah shallallahualaihi wa sallam: Lailatul qadar adalah malam yang terang, tidak panas, tidak dingin, tidak ada awan, tidak hujan, tidak ada angin kencang dan tidak ada yang dilempar pada malam itu dengan bintang (lemparan meteor bagi setan) (HR. at -Thobroni dalam al-Mujam al-Kabir 22/59 dengan sanad hasan)

6. Orang yang beribadah pada malam tersebut merasakan lezatnya ibadah, ketenangan hati dan kenikmatan bermunajat kepada Rabb-nya tidak seperti malam-malam lainnya. Wallahualam

Referensi:

Majalah Adz-Dzakiroh edisi khusus Ramadhan-Syawal 1429 Hal. 27-28

30 Tema Pilihan Kultum Romadhon Berdasarkan al-Quran dan as-Sunnah oleh Abu Bakr Muhammad Lalu al-Atsari, hal. 162-163 (Silahkan merujuk ke buku ini untuk mengambil

faidah yang lebih banyak) Mari berbagi melalui:


Like this:

Facebook Print Twitter infoGue Lintas Berita Email

Suka Be the first to like this post.

Tentang maramis setiawan