Anda di halaman 1dari 19

ISL Minggu 12

Membuat kajian perpustakaan dan akses internet mengenai sejarah hidup dan perjuangan Imam Abu Daud & at-Tirmidzi PQE 3102

RIWAYAT HIDUP IMAM ABU DAUD http://kutub-tis3ah.blogspot.com/2010/04/riwayat-hidup-imam-abu-daud.html Riwayat Hidup Imam Abu Daud Nama lengkap Abu Dawud ialah Sulaiman bin al-Asyas bin Ishak bin Basyir bin Syidad bin Amar al-Azdi as-Sijistani.Beliau adalah Imam dan tokoh ahli hadits, serta pengarang kitab sunan. Beliau dilahirkan tahun 202 H. di Sijistan. Sejak kecil Abu Dawud sangat mencintai ilmu dan sudah bergaul dengan para ulama untuk menimba ilmunya. Sebelum dewasa, dia sudah mempersiapkan diri untuk melanglang ke berbagai negeri. Dia belajar hadits dari para ulama yang ditemuinya di Hijaz, Syam, Mesir, Irak, Jazirah, Sagar, Khurasan dan negeri lainnya. Pengemba-raannya ke beberapa negeri itu menunjang dia untuk mendapatkan hadits sebanyak-banyaknya. Kemudian hadits itu disaring, lalu ditulis pada kitab Sunan. Abu Dawud sudah berulang kali mengunjungi Bagdad. Di kota itu, dia me-ngajar hadits dan fiqih dengan menggunakan kitab sunan sebagai buku pe-gangan. Kitab sunan itu ditunjukkan kepada ulama hadits terkemuka, Ahmad bin Hanbal. Imam Ahmad bin Hanbal mengatakan bahwa kitab itu sangat bagus. Guru-gurunya Jumlah guru Imam Abu Dawud sangat banyak. Di antara gurunya yang paling menonjol antara lain: Ahmad bin Hanbal, al-Qanabi, Abu Amar ad-Darir, Muslim bin Ibrahim, Abdullah bin raja, Abdul Walid at-Tayalisi dan lain--lain. Sebagian gurunya ada yang menjadi guru Bukhari dan Muslim, seperti Ahmad bin Hanbal, Usman bin Abu Syaibah dan Qutaibah bin said. Murid-muridnya Ulama yang pernah menjadi muridnya dan yang meriwayatkan hadits-nya antara lain Abu Isa at-Tirmidzi, Abu Abdur Rahman an-Nasai, putranya sendiri Abu Bakar bin Abu Dawud, Abu Awana, Abu Said aI-Arabi, Abu Ali al-Lului, Abu Bakar bin Dassah, Abu Salim Muhammad bin Said al-Jaldawi dan lain-lain. Sifat dan kepribadiannya Abu Dawud termasuk ulama yang mencapai derajat tinggi dalam beribadah, kesucian diri, kesalihan dan wara yang patut diteladani.

ISL Minggu 12
Membuat kajian perpustakaan dan akses internet mengenai sejarah hidup dan perjuangan Imam Abu Daud & at-Tirmidzi PQE 3102

Sebagian ulama berkata: "Perilaku Abu Dawud, sifat dan kepribadiannya menyerupai Imam Ahmad bin Hanbal. Imam Ahmad bin Hanbal menyerupai Waki, Waki' seperti Sufyan as -Sauri, Sufyan seperti Mansur, Mansur menyerupai Ibrahim an-Nakhai, Ibrahim menyerupai Alqamah. "Alqamah seperti Ibnu Masud, dan Ibnu Masud seperti Nabi Muhammad Shalallahu 'alaihi wasallam. Sifat dan kepribadian seperti ini menunjukkan kesempurnaan beragama, prilaku dan akhlak Abu Dawud.Abu Dawud mempunyai falsafah tersendiri dalam berpakaian. Salah satu lengan bajunya lebar dan satunya lagi sempit. Bila ada yang bertanya, dia menjawab: "Lengan yang lebar ini untuk membawa kitab, sedang yang satunya tidak diperlukan. Kalau dia lebar, berarti pemborosan." Ulama memuji Abu Dawud Abu Dawud adalah seorang tokoh ahli hadits yang menghafal dan memahami hadits beserta illatnya. Dia mendapatkan kehormatan dari para ulama, terutama dari gurunya, Imam Ahmad bin Hanbal. Al-Hafiz Musa bin Harun berkata: "Abu Dawud diciptakan di dunia untuk Hadits, dan di akhirat untuk surga. Aku tidak pernah melihat orang yang lebih utama dari dia." Sahal bin Abdullah at-Tastari, seorang sufi yang alim mengunjungi Abu Dawud dan berkata: "Saya adalah Sahal, datang untuk mengunjungimu." Abu Dawud menyambutnya dengan hormat dan mempersilakan duduk. Lalu Sahal berkata: "Abu Dawud, saya ada keperluan." Dia bertanya: "Keperluan apa?" Sahal menjawab: "Nanti saya katakan, asalkan engkau berjanji memenuhi permintaanku." Abu Dawud menjawab: "Jika aku mampu pasti kuturuti." Lalu Sahal mengatakan: "Julurkanlah lidahmu yang engkau gunakan meriwayatkan hadits dari Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam sehingga aku dapat menciumnya" Lalu Abu Dawud menjulurkan lidahnya kemudian dicium Sahal. Ketika Abu Dawud menyusun kitab sunan, Ibrahim al-Harbi, seorang Ulama hadits, berkata: "Hadits telah dilunakkan bagi Abu Dawud, sebagai-mana besi dilunakkan untuk Nabi Dawud." Ungkapan itu adalah perumpama-an bagi keistimewaan seorang ahli hadits. Dia telah mempermudah yang rumit dan mendekatkan yang jauh, serta memudahkan yang sukar. Seorang Ulama hadits dan fiqih terkemuka yang bermazhab Hanbali, Abu Bakar al-Khallal, berkata: "Abu Dawud Sulaiman bin al-Asyas as-Sijistani adalah Imam terkemuka pada

ISL Minggu 12
Membuat kajian perpustakaan dan akses internet mengenai sejarah hidup dan perjuangan Imam Abu Daud & at-Tirmidzi PQE 3102

jamannya, penggali beberapa bidang ilmu sekaligus mengetahui tempatnya, dan tak seorang pun di masanya dapat me-nandinginya. Abu Bakar al-Asbihani dan Abu Bakar bin Sadaqah selalu menyanjung Abu Dawud, dan mereka memujinya yang belum pernah diberikan kepada siapa pun di masanya.Mazhab yang diikuti Abu Dawud Syaikh Abu Ishaq as-Syairazi dalam Tabaqatul Fuqaha menggolong-kan Abu Dawud sebagai murid Imam Ahmad bin Hanbal. Begitu pula Qadi Abdul Husain Muhammad bin Qadi Abu Yala (wafat tahun 526 H.) yang termaktub dalam kitab Tabaqatul Hanabilah. Penilaian ini disebabkan, Imam Ahmad adalah guru Abu Dawud yang istimewa. Ada yang mengatakan bahwa dia bermazhab Syafii. Memuliakan ilmu dan ulama Sikap Abu Dawud yang memuliakan ilmu dan ulama ini dapat diketahui dari kisah yang diceritakan oleh Imam al-Khattabi dari Abu Bakar bin Jabir, pembantu Abu Dawud. Dia berkata: "Aku bersama Abu Dawud tinggal di Bagdad. Di suatu saat, ketika kami usai melakukan shalat magrib, tiba-tiba pintu rumah diketuk orang, lalu kubuka pintu dan seorang pelayan melaporkan bahwa Amir Abu Ahmad al-Muwaffaq minta ijin untuk masuk. Kemudian aku memberitahu Abu Dawud dan ia pun mengijinkan, lalu Amir duduk. Kemudian Abu Dawud bertanya: "Apa yang mendorong Amir ke sini?" Amir pun menjawab "Ada tiga kepentingan". "Kepentingan apa?" Tanya Abu Dawud. Amir mengatakan: "Sebaiknya anda tinggal di Basrah, supaya para pelajar dari seluruh dunia belajar kepadamu. Dengan demikian kota Basrah akan makmur lagi. Karena Basrah telah hancur dan ditinggalkan orang akibat tragedi Zenji." Abu Dawud berkata: "itu yang pertama, lalu apa yang kedua?" Amir menjawab: "Hendaknya anda mau mengajarkan sunan kepada anak-anakku." "Yang ketiga?" tanya Abu Dawud. "Hendaklah anda membuat majlis tersendiri untuk mengajarkan hadits kepada keluarga khalifah, sebab mereka enggan duduk bersama orang umum." Abu Dawud menjawab: "Permintaan ketiga tidak bisa kukabulkan. Sebab derajat manusia itu, baik pejabat terhormat maupun rakyat jelata, dalam menuntut ilmu dipandang sama." Ibnu Jabir menjelaskan: "Sejak itu putra-putra khalifah menghadiri majlis taklim, duduk bersama orang umum, dengan diberi tirai pemisah".

ISL Minggu 12
Membuat kajian perpustakaan dan akses internet mengenai sejarah hidup dan perjuangan Imam Abu Daud & at-Tirmidzi PQE 3102

Begitulah seharusnya, ulama tidak mendatangi raja atau penguasa, tetapi merekalah yang harus mengunjungi ulama. Itulah kesamaan derajat dalam mencari ilmu pengetahuan. Wafatnya Setelah hidup penuh dengan kegiatan ilmu, mengumpulkan dan menyebarluaskan hadits, Abu Dawud wafat di Basrah, tempat tinggal atas per-mintaan Amir sebagaimana yang telah diceritakan. la wafat tanggal 16 Syawal 275 H. Semoga Allah senantiasa melimpahkan rahmat dan ridanya kepada-nya. Putra Abu Dawud Imam Abu Dawud meninggalkan seorang putra bernama Abu Bakar Abdullah bin Abu Dawud. Dia adalah seorang Imam hadits putra seorang imam hadits pula. Dilahirkan tahun 230 H. dan wafat tahun 316 H. Kitab karangan Abu Dawud Abu Dawud mempunyai karangan yang banyak, antara lain: 1. Kitab as-Sunan 2. Kitab al-Marasil 3. Kitab al-Qadar 4. An-Nasikh Wal Mansukh 5. Fada'ilul Amal 6. Kitab az-Zuhud 7. Dalailun Nubuwah 8. Ibtidaul Wahyu 9. Ahbarul Khawarij Di antara kitab tersebut, yang paling populer adalah kitab as-Sunan, yang biasa dikenal dengan Sunan Abu Dawud.

ISL Minggu 12
Membuat kajian perpustakaan dan akses internet mengenai sejarah hidup dan perjuangan Imam Abu Daud & at-Tirmidzi PQE 3102

http://artikelassunnah.blogspot.com/2010/01/biografi-imam-abu-dawud.html

Biografi Imam Abu Daud Beliau lahir sebagai seorang ahli urusan hadits, juga dalam masalah fiqh dan ushul serta masyhur akan kewaraannya dan kezuhudannya. Kefaqihan beliau terlihat ketika mengkritik sejumlah hadits yang bertalian dengan hukum, selain itu terlihat dalam penjelasan bab-bab fiqih atas sejumlah karyanya, seperti Sunan Abu Dawud. Al-Imam al-Muhaddist Abu Dawud lahir pada tahun 202 H dan wafat pada tahun 275 H di Bashrah. Sepanjang sejarah telah muncul para pakar hadist yang berusaha menggali makna hadist dalam berbagai sudut pandang dengan metoda pendekatan dan sistem yang berbeda, sehingga dengan upaya yang sangat berharga itu mereka telah membuka jalan bagi generasi selanjutnya guna memahami as-Sunnah dengan baik dan benar. Di samping itu, mereka pun telah bersusah payah menghimpun hadits-hadits yang dipersilisihkan dan menyelaraskan di antara hadits yang tampak saling menyelisihi. Hal tersebut dilakukan untuk menjaga kewibawaan dari hadits dan sunnah secara umum. Abu Muhammad bin Qutaibah (wafat 267 H) dengan kitab beliau Tawil Mukhtalaf al-Hadits telah membatah habis pandangan kaum Mutazilah yang mempertentangkan beberapa hadits dengan al-Quran maupun dengan rasio mereka. Selanjutnya upaya untuk memilahkan hadits dari khabar-khabar lainnya yang merupakan hadits palsu maupun yang lemah terus dilanjutkan sampai dengan kurun al-Imam Bukhari dan beberapa penyusun sunan dan lainnya. Salah satu kitab yang terkenal adalah yang disusun oleh Imam Abu Dawud yaitu sunan Abu Dawud. Kitab ini memuat 4800 hadits terseleksi dari 50.000 hadits. Beliau sudah berkecimpung dalam bidang hadits sejak berusia belasan tahun. Hal ini diketahui mengingat pada tahun 221 H, beliau sudah berada di baghdad. Kemudian mengunjungi berbagai negeri untuk memetik langsung ilmu dari sumbernya. Beliau langsung berguru selama bertahun-tahun. Diantara guru-gurunya adalah Imam Ahmad bin Hambal, al-Qanabi, Abu Amr

ISL Minggu 12
Membuat kajian perpustakaan dan akses internet mengenai sejarah hidup dan perjuangan Imam Abu Daud & at-Tirmidzi PQE 3102

adh-Dhariri, Abu Walid ath-Thayalisi, Sulaiman bin Harb, Abu Zakariya Yahya bin Main, Abu Khaitsamah, Zuhair bin Harb, ad-Darimi, Abu Ustman Said bin Manshur, Ibnu Abi Syaibah dan lain-lain. Sebagai ahli hukum, Abu Dawud pernah berkata: Cukuplah manusia dengan empat hadist, yaitu: Sesungguhnya segala perbuatan itu tergantung niatnya; termasuk kebagusan Islam seseorang adalah meninggalkan apa yang tidak bermanfaat; tidaklah keadaan seorang mukmin itu menjadi mukmin, hingga ia ridho terhadap saudaranya apa yang ia ridho terhadap dirinya sendiri; yang halal sudah jelas dan yang harampun sudah jelas pula, sedangkan diantara keduanya adalah syubhat. Beliau menciptakan karya-karya yang bermutu, baik dalam bidang fiqh, ushul,tauhid dan terutama hadits. Kitab sunan beliaulah yang paling banyak menarik perhatian, dan merupakan salah satu diantara kompilasi hadits hukum yang paling menonjol saat ini. Tentang kualitasnya ini Ibnul Qoyyim al-Jauziyyah berkata: Kitab sunannya Abu Dawud Sulaiman bin Asyats as sijistani rahimahullah adalah kitab Islam yang topiknya tersebut Allah telah mengkhususkan dia dengan sunannya, di dalam banyak pembahasan yang bisa menjadi hukum diantara ahli Islam, maka kepadanya hendaklah para mushannif mengambil hukum, kepadanya hendaklah para muhaqqiq merasa ridho, karena sesungguhnya ia telah mengumpulkan sejumlah hadits ahkam, dan menyusunnya dengan sebagus-bagus susunan, serta mengaturnya dengan sebaik-baik aturan bersama dengan kerapnya kehati-hatian sikapnya dengan membuang sejumlah hadits dari para perawi majruhin dan dhuafa. Semoga Allah melimpahkan rahmat atas mereka dan mem- berikannya pula atas para pelanjutnya.

ISL Minggu 12
Membuat kajian perpustakaan dan akses internet mengenai sejarah hidup dan perjuangan Imam Abu Daud & at-Tirmidzi PQE 3102

RIWAYAT HIDUP IMAM AT-TIRMIZI


http://www.lidwa.com/2011/biografi-imam-tirmidzi/
Feb 4, 2011 // by Lidwa // Biografi Imam Hadits // Comments Off

Pertumbuhan beliau Nama: Muhammad bin Isa bin Saurah bin Musa bin adl Dlahhak Kunyah beliau: Abu Isa Nasab beliau: 1. As Sulami; yaitu nisbah kepada satu kabilah yang yang di jadikan sebagai afiliasi beliau, dan nisbah ini merupakan nisbah kearaban 2. At Tirmidzi; nisbah kepada negri tempat beliau di lahirkan (Tirmidz), yaitu satu kota yang terletak di arah selatan dari sungai Jaihun, bagian selatan Iran. Tanggal lahir: Para pakar sejarah tidak menyebutkan tahun kelahiran beliau secara pasti, akan tetapi sebagian yang lain memperkirakan bahwa kelahiran beliau pada tahun 209 hijriah. Sedang Adz Dzahabi berpendapat dalam kisaran tahun 210 hijriah. Ada satu berita yang mengatakan bahwa imam At Tirmidzi di lahirkan dalam keadaan buta, padahal berita yang akurat adalah, bahwa beliau mengalami kebutaan di masa tua, setelah mengadakan lawatan ilmiah dan penulisan beliau terhadap ilmu yang beliau miliki. Beliau tumbuh di daerah Tirmidz, mendengar ilmu di daerah ini sebelum memulai rihlah ilmiah beliau. Dan beliau pernah menceritakan bahwa kakeknya adalah orang marwa, kemudian berpindah dari Marwa menuju ke tirmidz, dengan ini menunjukkan bahwa beliau lahir di Tirmidzi. Aktifitas beliau dalam menimba ilmu Berbagai literatur-literatur yang ada tidak menyebutkan dengan pasti kapan imam Tirmidzi memulai mencari ilmu, akan tetapi yang tersirat ketika kita memperhatikan biografi beliau, bahwa beliau memulai aktifitas mencari ilmunya setelah menginjak usia dua puluh tahun.

ISL Minggu 12
Membuat kajian perpustakaan dan akses internet mengenai sejarah hidup dan perjuangan Imam Abu Daud & at-Tirmidzi PQE 3102

Maka dengan demikian, beliau kehilangan kesempatan untuk mendengar hadits dari sejumlah tokoh-tokoh ulama hadits yang kenamaan, meski tahun periode beliau memungkinkan untuk mendengar hadits dari mereka, tetapi beliau mendengar hadits mereka melalui perantara orang lain. Yang nampak adalah bahwa beliau memulai rihlah pada tahun 234 hijriah. Beliau memiliki kelebihan; hafalan yang begitu kuat dan otak encer yang cepat menangkap pelajaran. Sebagai permisalan yang dapat menggambarkan kecerdasan dan kekuatan hafalan beliau adalah, satu kisah perjalan beliau meuju Makkah, yaitu; Pada saat aku dalam perjalanan menuju Makkah, ketika itu aku telah menulis dua jilid berisi hadits-hadits yang berasal dari seorang syaikh. Kebetulan Syaikh tersebut berpapasan dengan kami. Maka aku bertanya kepadanya, dan saat itu aku mengira bahwa dua jilid kitab yang aku tulis itu bersamaku. Tetapi yang kubawa bukanlah dua jilid tersebut, melainkan dua jilid lain yang masih putih bersih belum ada tulisannya. aku memohon kepadanya untuk menperdengarkan hadits kepadaku, dan ia mengabulkan permohonanku itu. Kemudian ia membacakan hadits dari lafazhnya kepadaku. Di selasela pembacaan itu ia melihat kepadaku dan melihat bahwa kertas yang kupegang putih bersih. Maka dia menegurku: Tidakkah engkau malu kepadaku? maka aku pun memberitahukan kepadanya perkaraku, dan aku berkata; aku telah mengahafal semuanya. Maka syaikh tersebut berkata; bacalah!. Maka aku pun membacakan kepadanya seluruhnya, tetapi dia tidak mempercayaiku, maka dia bertanya: Apakah telah engkau hafalkan sebelum datang kepadaku? Tidak, jawabku. Kemudian aku meminta lagi agar dia meriwayatkan hadits yang lain. Ia pun kemudian membacakan empat puluh buah hadits, lalu berkata: Coba ulangi apa yang kubacakan tadi, Lalu aku membacakannya dari pertama sampai selesai tanpa salah satu huruf pun. Rihlah beliau Imam At Tirmidzi keluar dari negrinya menuju ke Khurasan, Iraq dan Haramain dalam rangka menuntut ilmu. Di sana beliau mendengar ilmu dari kalangan ulama yang beliau temui, sehingga dapat mengumpulkan hadits dan memahaminya. Akan tetapi sangat di sayangkan beliau tidak masuk ke daerah Syam dan Mesir, sehingga hadits-hadits yang beliau riwayatkan dari ulama kalangan Syam dan Mesir harus melalui perantara, kalau sekiranya beliau mengadakan perjalanan ke Syam dan Mesir, niscaya beliau akan mendengar langsung dari ulama-ulama tersebut, seperti Hisyam bin Ammar dan semisalnya.

ISL Minggu 12
Membuat kajian perpustakaan dan akses internet mengenai sejarah hidup dan perjuangan Imam Abu Daud & at-Tirmidzi PQE 3102

Para pakar sejarah berbeda pendapat tentang masuknya imam At Tirmidzi ke daerah Baghdad, sehingga mereka berkata; kalau sekiranya dia masuk ke Baghdad, niscaya dia akan mendengar dari Ahmad bin Hanbal. Al Khathib tidak menyebutkan at Timidzi (masuk ke Baghdad) di dalam tarikhnya, sedangkan Ibnu Nuqthah dan yang lainnya menyebutkan bahwa beliau masuk ke Baghdad. Ibnu Nuqthah menyebutkan bahwasanya beliau pernah mendengar di Baghdad dari beberapa ulama, diantaranya adalah; Al Hasan bin AshShabbah, Ahmad bin Mani dan Muhammad bin Ishaq Ash shaghani. Dengan ini bisa di prediksi bahwa beliau masuk ke Baghdad setelah meninggalnya Imam Ahmad bin Hanbal, dan ulama-ulama yang di sebutkan oleh Ibnu Nuqthah meninggal setelah imam Ahmad. Sedangkan pendapat Al Khathib yang tidak menyebutkannya, itu tidak berarti bahwa beliau tidak pernah memasuki kota Baghdad sama sekali, sebab banyak sekali dari kalangan ulama yang tidak di sebutkan Al Khathib di dalam tarikhnya, padahal mereka memasuki Baghdad. Setelah pengembaraannya, imam At Tirmidzi kembali ke negrinya, kemudian beliau masuk Bukhara dan Naisapur, dan beliau tinggal di Bukhara beberapa saat. Negri-negri yang pernah beliau masuki adalah; 1. Khurasan 2. Bashrah 3. Kufah 4. Wasith 5. Baghdad 6. Makkah 7. Madinah 8. Ar Ray Guru-guru beliau Imam at Tirmidzi menuntut ilmu dan meriwayatkan hadits dari ulama-ulama kenamaan. Di antara mereka adalah 1. Qutaibah bin Said 2. Ishaq bin Rahuyah 3. Muhammad bin Amru As Sawwaq al Balkhi

ISL Minggu 12
Membuat kajian perpustakaan dan akses internet mengenai sejarah hidup dan perjuangan Imam Abu Daud & at-Tirmidzi PQE 3102

4. Mahmud bin Ghailan 5. Ismail bin Musa al Fazari 6. Ahmad bin Mani 7. Abu Mushab Az Zuhri 8. Basyr bin Muadz al Aqadi 9. Al Hasan bin Ahmad bin Abi Syuaib 10. Abi Ammar Al Husain bin Harits 11. Abdullah bin Muawiyyah al Jumahi 12. Abdul Jabbar bin al Ala` 13. Abu Kuraib 14. Ali bin Hujr 15. Ali bin said bin Masruq al Kindi 16. Amru bin Ali al Fallas 17. Imran bin Musa al Qazzaz 18. Muhammad bin aban al Mustamli 19. Muhammad bin Humaid Ar Razi 20. Muhammad bin Abdul Ala 21. Muhammad bin Rafi 22. Imam Bukhari 23. Imam Muslim 24. Abu Dawud 25. Muhammad bin Yahya al Adani 26. Hannad bin as Sari 27. Yahya bin Aktsum 28. Yahya bun Hubaib 29. Muhammad bin Abdul Malik bin Abi Asy Syawarib 30. Suwaid bin Nashr al Marwazi 31. Ishaq bin Musa Al Khathami 32. Harun al Hammal. Dan yang lainnya Murid-murid beliau Kumpulan hadits dan ilmu-ilmu yang di miliki imam Tirmidzi banyak yang meriwayatkan, diantaranya adalah; 1. Abu Bakr Ahmad bin Ismail As Samarqandi

ISL Minggu 12
Membuat kajian perpustakaan dan akses internet mengenai sejarah hidup dan perjuangan Imam Abu Daud & at-Tirmidzi PQE 3102

2. Abu Hamid Abdullah bin Daud Al Marwazi 3. Ahmad bin Ali bin Hasnuyah al Muqri` 4. Ahmad bin Yusuf An Nasafi 5. Ahmad bin Hamduyah an Nasafi 6. Al Husain bin Yusuf Al Farabri 7. Hammad bin Syair Al Warraq 8. Daud bin Nashr bin Suhail Al Bazdawi 9. Ar Rabi bin Hayyan Al Bahili 10. Abdullah bin Nashr saudara Al Bazdawi 11. Abd bin Muhammad bin Mahmud An Safi 12. Ali bin Umar bin Kultsum as Samarqandi 13. Al Fadhl bin Ammar Ash Sharram 14. Abu al Abbas Muhammad bin Ahmad bin Mahbub 15. Abu Jafar Muhammad bin Ahmad An Nasafi 16. Abu Jafar Muhammad bin sufyan bin An Nadlr An Nasafi al Amin 17. Muhammad bin Muhammad bin Yahya Al Harawi al Qirab 18. Muhammad bin Mahmud bin Ambar An Nasafi 19. Muhammad bin Makki bin Nuh An Nasafai 20. Musbih bin Abi Musa Al Kajiri 21. Makhul bin al Fadhl An Nasafi 22. Makki bin Nuh 23. Nashr bin Muhammad biA Sabrah 24. Al Haitsam bin Kulaib Dan yang lainnya. Persaksian para ulama terhadap beliau Persaksian para ulama terhadap keilmuan dan kecerdasan imam Tirmidzi sangatlah banyak, diantaranya adalah; 1. Imam Bukhari berkata kepada imam At Tirmidzi; ilmu yang aku ambil manfaatnya darimu itu lebih banyak ketimbang ilmu yang engkau ambil manfaatnya dariku. 2. Al Hafiz Umar bin Alak menuturkan; Bukhari meninggal, dan dia tidak meninggalkan di Khurasan orang yang seperti Abu Isa dalam hal ilmu, hafalan, wara dan zuhud.

ISL Minggu 12
Membuat kajian perpustakaan dan akses internet mengenai sejarah hidup dan perjuangan Imam Abu Daud & at-Tirmidzi PQE 3102

3. Ibnu Hibban menuturkan; Abu Isa adalah sosok ulama yang mengumpulkan hadits, membukukan, menghafal dan mengadakan diskusi dalam hal hadits. 4. Abu Yala al Khalili menuturkan; Muhammad bin Isa at Tirmidzi adalah seorang yang tsiqah menurut kesepatan para ulama, terkenal dengan amanah dandan keilmuannya. 5. Abu Sad al Idrisi menuturkan; Imam Tirmidzi adalah salah seorang imam yang di ikuti dalam hal ilmu hadits, beliau telah menyusun kitab al jami, tarikh dan ilal dengan cara yang menunjukkan bahwa dirinya adalah seorang alim yang kapabel. Beliau adalah seorang ulama yang menjadi contoh dalam hal hafalan. 6. Al Mubarak bin al Atsram menuturkan; Imam Tirmidzi merupakan salah seorang imam hafizh dan tokoh. 7. Al Hafizh al Mizzi menuturkan; Imam Tirmidzi adalah salah seorang imam yang menonjol, dan termasuk orang yang Allah jadikan kaum muslimin mengambil manfaat darinya. 8. Adz Dzahabi menuturkan; Imam Tirmidzi adalah seorang hafizh, alim, imam yang kapabel 9. Ibnu Katsir menuturkan: Imam Tirmidzi adalah salah seorang imam dalam bidangnya pada zaman beliau. Keteledoran Ibnu Hazm; Dalam hal ini Ibnu Hazm melakukan kesalahan yang sangat fatal, sebab dia mengira bahwa At Tirmidzi adalah seorang yang tidak dikenal, maka serta merta para ulama membantah setatemennya ini, mereka berkata; Ibnu Hazm telah menghukumi dirinya sendiri dengan keminimannya dalam hal penelaahan, sebenarnya kapabalitas Imam Tirmidzi tidak terpengaruh sekali dengan statemen Ibnu Hazm tersebut, bahkan kapabilitas Ibnu Hazm sendiri yang menjadi tercoreng karena dia tidak mengenali seorang imam yang telah tersebar kemampuannya. Dan ini bukan pertama kali kesalahan yang dia lakukan, sebab banyak dari kalangan ulama hafizh lagi tsiqah yang terkenal yang tidak dia ketahui. Semua ini kami paparkan dengan tidak sedikitpun mengurangi rasa hormat dan pengakuan kami terhadap keutamaan dan keilmuannya, akan tetapi agar tidak terpedaya dengan statemen-statemen yang nyeleneh darinya. Hasil karya beliau Imam Tirmizi menitipkan ilmunya di dalam hasil karya beliau, diantara buku-buku beliau ada yang sampai kepada kita dan ada juga yang tidak sampai. Di antara hasil karya beliau yang sampai kepada kita adalah:

ISL Minggu 12
Membuat kajian perpustakaan dan akses internet mengenai sejarah hidup dan perjuangan Imam Abu Daud & at-Tirmidzi PQE 3102

1. Kitab Al Jami, terkenal dengan sebutan Sunan at Tirmidzi. 2. Kitab Al Ilal 3. Kitab Asy Syamail an Nabawiyyah. 4. Kitab Tasmiyyatu ashhabi rasulillah shallallahu alaihi wa sallam. Adapun karangan beliau yang tidak sampai kepada kita adalah; 1. Kitab At-Tarikh. 2. Kitab Az Zuhd. 3. Kitab Al Asma wa al kuna. Wafatnya beliau: Di akhir kehidupannya, imam at Tirmidzi mengalami kebutaan, beberapa tahun beliau hidup sebagai tuna netra, setelah itu imam atTirmidzi meninggal dunia. Beliau wafat di Tirmidz pada malam Senin 13 Rajab tahun 279 H bertepatan dengan 8 Oktober 892, dalam usia beliau pada saat itu 70 tahun. Tags: tirmidzi

ISL Minggu 12
Membuat kajian perpustakaan dan akses internet mengenai sejarah hidup dan perjuangan Imam Abu Daud & at-Tirmidzi PQE 3102 http://biografi205.blogspot.com/2011/12/riwayat-hidup-imam-tirmidzi-radhiallahu.html

RIWAYAT HIDUP IMAM TIRMIDZI (RADHIALLAHU 'ANHU)


Imam at-Tirmidzi nama panggilannya adalah Abu 'Isa, sedangkan nama aslinya Muhammad bin "isa bin Saurah bin Musa bin ad-Dhahhak as-Sulami. Beliau dilahirkan pada tahun 209 Hijriah di desa Bugh, kemudian pindah ke kota Tirmidz* sampai akhir hidupnya, ( pada tahun 279 hijriah pada usia 70 tahun). Nota *1: Penulis kitab "Al-Qamus" menerangkan bahawa huruf ta nya dibaca kasrah (Tirmidz). Tirmidz adalah nama sebuah kota kuno di tepi sungai Balkh di wilayah pantai sebelah timur. Kota ini dikenal pula dengan " madinatul Rijal " (kota kaum lelaki). Syaikh Ibrahim al-Bajuri menerangkan bahawa Tirmidzi menurut pendapat yang masyur dibaca " Tirmidz " , tapi ulama Ahlul Ma'rifah membacanya " Turmudzi ", dan ada pula yang membacanya " Tarmidzi ". Para ahli sejarah menyatakan bahawa dimasa hayat Imam Tirmidzi merupakan masa keemasan ilmu Hadits, dan sebagai penggeraknya adalah Imam Muhammad bin Idris as -Syafi'i al-Muthalibi (Imam Syafi'i), yang hidup antara tahun 150 Hijriah 204 Hijriah. Imam Syafi'i berhasil mengajarkan kepada umat Islam, terutama penduduk Iraq dan Mesir perihal sumber hukum yang berasal dari sunnah dan bagaimana cara mengamalkan Sunnah berdampingan dengan al-Quran. Ia pun berhasil membuat qaidah-qaidah Ushulul Ijtuhad (Ushul Fiqih) serta mengembangkannya. Dikala diadakan perbincangan perihal kedudukan Hadits dalam lapangan hukum Islam, ia berhasil meyakinkan lawan-lawannya perihal kewajiban mengambil dasar hukum dari Hadits sebagai dalil, dan membuat mereka tak mampu berbantahan lagi. Selanjutnya sejarah menyaksikan bahawa Imam-Imam besar penyusun Sunnah, banyak bermunculan pada masa-masa berikutnya. Walaupun mereka tidak sempat bertemu dan berguru kepada Imam Syafi'i, kerana beliau wafat lebih dahulu, namun

ISL Minggu 12
Membuat kajian perpustakaan dan akses internet mengenai sejarah hidup dan perjuangan Imam Abu Daud & at-Tirmidzi PQE 3102

demikian mereka sempat bertemu dengan teman-temannya, orang yang sepergaulan dengannya, serta lawan-lawan perbahasan ilmiahnya, juga dengan murid-muridnya yang sudah menjadi orang besar. Berikut ahli-ahli hadits dan masa hidup mereka : 1. Imam Bukhari,(muhammad bin Ismail Abu Abdillah, Beliau dilahirkan pada bulan Syawal tahun 194 Hijriah dan wafat pada hari Sabtu pertengahan bulan Syawal tahun 256 Hijriah. 2. Imam Muslim bin al-hajjaj al-Qusyairi Abul Hasan. Ia dilahirkan pada tahun 209 Hijriah dan wafat pada 25 Rejab tahun 256 Hijriah. 3. Imam al-Hafidh at-Tirmidzi. Ia dilahirkan pada tahun 209 Hijriah dan wafat pada 13 Rejab tahun 279 Hijriah. 4. Abu Daud, Sulaiman bin al-'Asy'ats as-Sajistani. Ia dilahirkan pada tahun 202 Hijriah dan wafat pada 16 Syawal tahun 257 Hijriah. 5. An-Nasai, (Ahmad bin Syu'aib), Abu 'Abdirrahman panggilannya. Ia dilahirkan tahun 215 Hijriah dan wafat pada 13 Shafar tahun 303 Hijriah. 6. Ibnu Majah (Muhammad bin Yazid bin Majah), Abu Abdillah nama panggilannya. Ia dilahirkan pada tahun 209 Hijriah dan ia wafat pada 22 Ramadhan tahun 273 Hijriah. Imam-imam Hadits yang enam (6) ini meriwayatkan Hadits yang mereka terima dari banyak guru-guru Hadits. Sebagian mereka meriwayatkan Hadits dari guru yang berbeda, tapi banyak pula diantara mereka yang meriwayatkan Hadits dari guru yang sama. Ada sembilan (9) guru hadits yang mereka bersama jadikan sebagai sumber pengambilan Hadits Rasulullah Sallallahu 'alaihi Wassalam, iaitu: 1. Abu Hafsh, 'Amr bin Ali al-Fallas, beliau dilahirkan setelah tahun 16 0 Hijriah dan wafat pada tahun 249 Hijriah. 2. Nashr bin Ali al-Jahdlami, beliau wafat pada tahun 252 Hijriah. 3. Muhammad bin Basysyar, beliau dilahirkan pada tahun 167 Hijriah. 4. Ya'qub bin Ibrahim ad-Dauraqi, beliau dilahirkan pada tahun 166 Hijriah.

ISL Minggu 12
Membuat kajian perpustakaan dan akses internet mengenai sejarah hidup dan perjuangan Imam Abu Daud & at-Tirmidzi PQE 3102

5. Muhammad bin Mutsanna, Abu Musa nama panggilannya, beliau dilahirkan pada tahun 167 Hijriah. 6. Ziyad bin Yahya al-Hasani, beliau dilahirkan pada tahun 254 Hijriah. 7. 'Abbas bin 'Abdul 'Adhim al-'Anbari, beliau dilahirkan pada tahun 246 Hijriah. 8. Muhammad bin Ma'mar al-Qaisi al-Bahrani, beliau dilahirkan pada tahun 256 Hijriah. 9. Abu Sa'id al-Asyaj, ('Abdullah bin Sa'id al-Kindi, beliau dilahirkan pada tahun 257 Hijriah. Imam at-Tirmidzi sempat pula bertemu dan berguru kepada guru-guru Hadits yang lebih tua dari mereka. Adz-Dzahabi di dalam kitabnya " Tadzkiratul Huffadh " menerangkan sebagai berikut : " Imam at-Tirmidzi sempat berguru kepada Qutaibah* bin Sa'id, Abu Mash'ab*, Ibrahim bin 'Abdillah al-Harawi*, Ismail bin Musa as-Suddi*, Suwaid bin Nashr*, dan Ali bin Shakhar*. Nota *2: Qutaibah bin Sa'id as-Tsaqafi, Abu Raja nama panggilannya, beliau hidup antara tahun 150 sampai 240 Hijriah. Nota *3: Abu Mash'ab (Ahmad bin Abu Bakar as-Zuhri, al-Madani beliau hidup antara tahun 150 Hijriaj sampai tahun 242 HIJRIAH. Nota *4: Ibrahiim bin 'Abdillah al-Harawi adalah Ibrahim bin Abdullah bin Hatim az-Zuhri, yang hidup antara tahun 178 Hijriah sampai tahun 244 Hijriah. Nota *5; Ismail bin Musa as-Suddi ialah Ismail bin Musa al-Fazari as-Suddi yang wafat pada tahun 245 Hijriah. Nota *6:

ISL Minggu 12
Membuat kajian perpustakaan dan akses internet mengenai sejarah hidup dan perjuangan Imam Abu Daud & at-Tirmidzi PQE 3102

Suwaid bin Nashr bin Suwaid al-Marwazi as-Suddi, beliau wafat pada tahun 240 Hijriah dalam usia 91 tahun. Nota * 7: Ali bin Shakhar adalah Ali bin Hajar al-Marwazi, yang wafat pada tahun 244 Hijriah dalam usia hampir 100 tahun.

Imam Tirmidzi adalah salah seorang murid Imam Bukhari dan merupakan salah seorang rawinya. Beliau belajar kepada Imam Bukhari dalam Ilmu Hadits dan Ilmu Fiqih. Selain belajar dengan tekun, beliau pun sering berbincang dengan Imam Bukhari, adakalanya pendapat beliau tidak sejalan dengan pendapat Imam Bukhari. Dan perbedaan pandangan ulama dalam mencari kebenaran adalah hal yang wajar, sebagaimana kerap terjadi dalam berbagai bidang. Dalam memperdalam ilmunya, Imam Tirmidzi banyak mengembara ke berbagai negeri. Ia mengikuti berbagai tempat pengajian ilmu yang berada di Khurasan, Iraq dan Hijaz. Al-Hafidh Abul Fadlal Muhammad bin Thahir al-Maqdisi bercerita, bahawasanya alHasan bin Ahmad Abu Muhammad as-Samarkandi mengabarkan bahawa Abu Basyar Abdullah bin Muhammad bin 'Amr mengabarkan kepada kami bahawasanya Abu Sa'id 'Abdurrahman bin Muhammad al-Idrisi al-Hafidh bercerita sebagai berikut.: " Muhammad bin 'Isa bin Saurah at-Tirmidzi al-Hafidh ad-Dharir (yang cacat penglihatan diakhir hayatnya) adalah seorang Imam teladan dalam bidang Ilmu Hadits. Beliau telah menyusun kitab al-Jami', at-Tawarikh dan al-'Ilal. Kitab-kitab susunannya itu membuktikan bahwa ia seorang ulama yang berpengetahuan luas, yang selalu menjadi suri tauladan orang lain, terutama dalam hafalan Hadits ". As-Sam'ani berkata dalam kitabnya " al-Ansab " :

ISL Minggu 12
Membuat kajian perpustakaan dan akses internet mengenai sejarah hidup dan perjuangan Imam Abu Daud & at-Tirmidzi PQE 3102

" At-Tirmidzi adalah Imam pada masanya yang tidak ada tandingannya. Ia mempunyai beberapa karya tulis, dan ia merupakan salah seorang Imam teladan pada bidang Ilmu Hadits ". Selain itu, dapat pula dinukil dari ad-Dzahabi dalam " Tadzkiratul Huffadh " , Ashafdi dalam " Nuktul Himyan " dan al-Muzi dalam " at-Tahdzib " , bahwa Ibnu Hibban menyebut tentangImam Tirmidzi dalam kitabnya " as-Tsiqat " sebagai berikut : " At-Tirmidzi adalah salah seorang di antara sekian banyak orang yang menghimpun Hadits, kemudian menyusunnya didalam kitab, menghafalkannya serta memudzakarahkannya ". Ad-Dzahabi di dalam kitabnya " al-Mizan " mengungkapkan: " At-Tirmidzi adalah seorang Hafidhul 'Ilmi, penyusun kitab al-Jami' dan dipercayai riwayatnya oleh ijma ulama. jangan terpengaruh oleh pernyataan Abu Muhammad bin Hazm tentang peribadi at-Tirmidzi yang ditulis dalam kitab " Al-Aishal " pada bab Faraid. Abu Muhammad menuduh beliau sebagai majhul (tidak dikenal). Padahal Abu Muhammadlah yang tidak tahu adanya kitab al-Jami' dan al-'Ilal buah tangan Imam at-Tirmidzi ". Ibnul 'Imad al-Hambali di dalam kitabnya " Syadzratudz Dzahab ", mengungkapkan : " At-Tirmidzi amat menonjol dikalangan ulama seangkatannya. contoh dalam hal menghafal dan mendalami Hadits ". Ia merupakan

Diriwayatkan oleh al-Hakim Abu Ahmad dari salah seorang gurunya, yang berkata : " Dikala Muhammad bin Ismail al-Bukhari (Imam Bukhari) meninggal dunia, tiada yang ia tinggalkan di Khurasan orang yang saperti Abu 'Isa (at-Tirmidzi) ditinjau dari segi ilmu, kekuatan menghafal, wara' dan kezuhudannya. At-Tirmidzi banyak menangis sehingga diakhir hayatnya menjadi buta. Dan ia buta beberapa tahun sampai meninggal dunia ".

ISL Minggu 12
Membuat kajian perpustakaan dan akses internet mengenai sejarah hidup dan perjuangan Imam Abu Daud & at-Tirmidzi PQE 3102

Di dalam kitab "at-Tahdzib", Abul Fadhal al-Bailamani bercerita (dengan sanad sebagai berikut : dari Nashr bin Muhammad as-Syibrakuhi, dari Muhammad bin Isa at-Tirmidzi) bahawa Imam Bukhari berkata kepada at-Tirmidzi sebagai berikut : " Sesungguhnya manfaat yang dapat kau ambil dari dirimu sendiri, lebih banyak dari manfaat yang dapat kau ambil dariku ". Ibnul Atsir di dalam kitabnya "at-Tarikh" berkata: " At-Tirmidzi adalah seorang Imam dan Hafidh* . Ia telah menulis banyak kitab yang bermutu. Di antara karyanya adalah "al-Jami'ul Kabir" , sebuah kitab yang sangat baik ". Nota *8 : Hafidh adalah gelaran bagi seorang ahli Hadits yang telah hafal atau menguasai sedikitnya 100,000 (seratus ribu) Hadits, serta hafal pula sanad dan matannya. Abu 'Ali, (Manshur bin Abdullah al-Khalidi menyatakan bahawa Imam atTirmidzi pernah berbicara tentang kitabnya "al-Jami'ul Kabir", sebagai berikut: " Setelah ku tulis kitab ini, kemudian ku perlihatkan kepada para ulama Hijaz, Iraq dan Khurasan , ternyata mereka menyambutnya dengan gembira dan memberikan komen : Barangsiapa yang menyimpan kitab ini di rumahnya, maka seakan-akan di dalam rumahnya ada Nabi Sallallahu 'alaihi Wasallam yang sedang bersabda ".

Sumber Rujukan :::::: [As-Syamailul Muhammadiyyah - susunan Imam al-Hafidh at-Tirmidzi].