Anda di halaman 1dari 8

BAB I

PENDAHULUAN

Pada proses kali ini menggunakan bahan baku berupa hidrogen. Dimana
dilanjutkan proses pembakaran pada burner. Proses pembakaran merupakan
proses reaksi kimia antara bahan bakar dan oksidator dengan melibatkan
pelepasan energi dalam bentuk panas dalam jumlah yang signifikan. Pembakaran
merupakan bagian sangat penting dalam kegiatan industri memanfaatkan bahan
bakar sebagai sumber energi. Saat ini hampir semua industri melibatkan proses
pembakaran sebagai salah satu unit penyedia energi dalam sistem utilitasnya.
Beberapa industri bahkan menggunakan pembakaran sebagai unit utamanya,
seperti industri pembangkit listrik. Jenis industri lainnya memanfaatkan proses
pembakaran sebagai unit pendukung yang memiliki peran vital, seperti pada
industri logam, industri kimia, dan sebagainya.
Proses pembakaran yang tidak sempurna seringkali mengakibatkan
peningkatan emisi gas-gas beracun (misal: karbon monoksida), penggunaan bahan
bakar yang lebih boros dan biaya perawatan peralatan produksi meningkat.
Kebutuhan sangat besar serta menipisnya ketersediaan bahan bakar fosil menjadi
pertimbangan penting dalam upaya peningkatan efisiensi pembakaran dalam
industri. Peningkatan efisiensi dalam penggunaan energi merupakan suatu
keharusan, karena besarnya biaya harus dikeluarkan oleh industri untuk
memenuhi kebutuhan energinya. Salah satu bentuk upaya untuk meningkatkan
efisiensi energi tersebut adalah dengan meningkatkan efisiensi pembakaran
sehingga mengurangi konsumsi bahan bakar.
Hidrogen klorida (HCl) dihasilkan oleh pembakaran bahan-bahan yang
mengandung klorin. Walau tidak beracun seperti hydrogen sianida ataupun
phosgene, HCl berbahaya apabila kita berada dalam waktu yang cukup lama di
lingkungan yang terdapat gas ini. Kecenderungan hidrogen bereaksi dengan halide
ini disebakan mereka memiliki perbedaan kelektronegatifitas yang cukup besar.
Dalam suatu produksi dimana pengubahan bahan baku menjadi produk yang
memiliki nilai tambah. Dimana pengadaan bahan baku yaitu , banyaknya kuantitas
dan seberapa baik kualitas bahan yang dikehendaki, untuk mencapai kuantitas dan
kualitas yang diinginkan, Kriteria pemilihan bahan dapat dilihat dari kualitas
pasok, kontinuitas pasok, mutu yang sesuai standar, harga inverstasi dan biaya
penyimpanan. Persiapan bahan baku berupa hidrogen dapat dipersiapkan dengan
berbagai cara: uap dari elemen karbon yang dipanaskan, dekomposisi beberapa
jenis hidrokarbon dengan energi kalor, reaksi-reaksi natrium atau kalium
hidroksida pada aluminium, elektrolisis air, dan pergeseran asam-asam oleh
metal-metal tertentu























BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

Asam klorida (HCl) mempunyai sifat sangat korosif dan berbahaya bahgi
kesehatan manusia bila kontak atau terserap ke dalam tubuh manusia. Asam
klorida (HCl) mempunyai sifat sebagai berikut.: HCl adalah gas tak berwarna ,
berbau merangsang menyerang hidung dan tenggorokan, HCl sukar dicairkan,
cairannya membentuk titik didih 85
0
C, m empunyai densitas 1,181 g/mL, bersuhu
kritis 51,45
0
C dan tekanan kritis 81,51 atm, bila gas HCl dilakukan dalam udara
cair, gas HCl menjadi beku pada 111,4
0
C, gas HCl mudah larut dalam air, pada
15
0
C kelarutannya 43% berat dan mempunyai kerapatan 1,231, dan sam HCl
teknis mengandung 39% berat dan kerapatamya 1,2 Pada skala besar, HCl
diproduksi dengan pembakaran klor dalam hidrogen. Sejumlah pendapat
mengemukakan bahwa HCl merupakan hasil samping proses klorinasi senyawa
organik. Di Industri, asam klorida dibuat berdasarkan bahan baku garam dapur,
asam sulfat pekat, dan batubara sebagai bahan bakar. Garam dapur atau natrium
klorida (NaCl) dengan asam sulfat 100% dimasukkan dalam dapur dari besi tuang
yang dilengkapi dengan pengaduk.
Hidrogen merupakan gas tidak berwarna, tidak berbau, dapat dicairkan
dan didinginkan dalam nitrogen cair. Hidrogen cair mempunyai titik didih -250
0
C
dan titik beku pada -259
0
C. Hidrogen dapat terbakar di udara, bereaksi sambil
mengeluarkan ledakkan (letupan) dengan gas oksigen maupun halogen.Kelarutan
dan karakteristik hidrogen dengan berbagai macam logam merupakan subyek
yang sangat penting dalam bidang metalurgi (karena perapuhan hidrogen dapat
terjadi pada kebanyakan logam) dan dalam riset pengembangan cara yang aman
untuk meyimpan hidrogen sebagai bahan bakar.Hidrogen sangatlah larut dalam
berbagai senyawa yang terdiri dari logam tanah nadir dan logam transisi dan dapat
dilarutkan dalam logam kristal maupun logam amorf. Kelarutan hidrogen dalam
logam disebabkan oleh distorsi setempat ataupun ketidakmurnian dalam kekisi
hablur logam.Gas hidrogen sangat mudah terbakar dan akan terbakar pada
konsentrasi serendah 4% H
2
di udara bebas.
Hidrogen berasal dari bahasa yunani kuno (hydro=air, dan
genes=pembentukan). Dinamakan hidrogen oleh Lavoisier, hidrogen adalah unsur
yang terbanyak dari semua unsur di alam semesta. Elemen-elemen yang berat
pada awalnya dibentuk dari atom-atom hidrogen atau dari elemen-elemen yang
mulanya terbuat dari atom-atom hidrogen. Hidrogen diperkirakan membentuk
komposisi lebih dari 90% atom-atom di alam semesta (sama dengan tiga perempat
massa alam semesta). Di bumi hidrogen terdapat sebagai air (11,1%), hidrocarbon
atau yang disebut gas alam (25%), minyak bumi (14%), karbo hidrat (6%). Unsur
ini ditemukan di bintang-bintang dan memainkan peranan yang penting dalam
memberikan sumber energi jagat raya melalui reaksi proton-proton dan siklus
karbon-nitrogen. Proses fusi atom-atom hidrogen menjadi helium di matahari
menghasilkan jumlah energi yang sangat besar.
Walau hidrogen adalah benda gas, kita sangat jarang menemukannya di
atmosfer bumi. Gas hidrogen yang sangat ringan, jika tidak terkombinasi dengan
unsur lain, akan berbenturan dengan unsur lain dan terkeluarkan dari lapisan
atmosfer. Di bumi hidrogen banyak ditemukan sebagai senyawa (air) di mana
atom-atomnya bertaut dengan atom-atom oksigen. Atom-atom hidrogen dapat
ditemukan di tumbuhan, petroleum, arang, dan lain-lain. Sebagai unsur yang
independen, konsentrasinya di atmosfer sangat kecil (1ppm by volume). Sebagai
gas paling ringan, hidrogen berkombinasi dengan elemen-elemen lain, kadang-
kadang secara eksplosif untuk membentuk berbagai senyawa.
Hidrogen banyak digunakan untuk mengikat nitrogen dengan unsur lain
dalam proses Haber (memproduksi amonia) dan untuk proses hidrogenasi lemak
dan minyak. Hidrogen digunakan dalam jumlah yang banyak dalam produksi
methanol, di dealkilasi hidrogen (hydrodealkylation), katalis hydrocracking, dan
sulfurisasi hidrogen. Kegunaan-kegunaan lainnya termasuk sebagai bahan bakar
roket, memproduksi asam hidroklorida, mereduksi bijih-bijih besi dan sebagai gas
pengisi balon. Daya angkat 1 kaki kubik gas hidrogen sekitar 0.07 lbf pada suhu
0
O
C dan tekanan udara 760 mm Hg. Hidrogen berbentuk gas, gas hidrogen
merupakan campuran antara dua molekul, yang dinamakan ortho- dan para-
hidrogen, yang dibedakan berdasarkan spin elektron-elektron dan nukleus.
Contoh Soal :
3.8. Hydrogen chloride gas, produced by burning chlorine with hydrogen, is
required at a supply pressure of 600 kN/m2, gauge. The pressure can be
achieved by either operating the burner under pressure or by compressing the
hydrogen chloride gas. For a production rate of hydrogen chloride of 10,000
kg/h, compare the power requirement of compressing the hydrogen supply to
the burner, with that to compress the product hydrogen chloride. The chlorine
feed will be supplied at the required pressure from a vaporiser. Both the
hydrogen and chlorine feeds are essentially pure. Hydrogen will be supplied
to the burner one percent excess of over the stoichiometric requirement. A
two-stage centrifugal compressor will be used for both duties. Take the
polytropic efficiency for both compressors as 70 per cent. The hydrogen
supply pressure is 120 kN/m2 and the temperature 25
o
C. The hydrogen
chloride is cooled to 50
o
C after leaving the burner. Assume that the
compressor intercooler cools the gas to 50
o
C, for both duties. Which process
would you select and why?

Jawaban 3.8:






Burner Tekanan operasi = 600 kN m
-2

Ambil burner pada kondisi operasi 1 atm = 10
2
kN m
-2
g atau 600 kN m
-2
g.
H
2
di kompres dari = 120 kN m
-2
ke 600 kN m
-2
.
Rasio tekanan = 5
120
600
=

H
2
or
HCl
10,000 kg h
-1
HCl

H
2
+ Cl
2
2HCl
Tekanan Intermediate = 268 ) 600 )( 120 (
2 1
= = P P kN
m
-2

Note: Untuk H
2
tempratur inlet tidak akan sama

dengan outlet intercooler menjadi
tahap dingin harus mengkalkulasi pemisahan.
Material Balance aliran H
2
. Dimana H
2
mengabaikan

1% excess di kalkulasi
kompresor HCl.
Material balance:
Produk HCl =
) 3600 )( 5 . 36 (
000 , 10
= 0.0761 kmol s
-1

H
2
= 01 . 1
2
0761 . 0
|
.
|

\
|
= 0.0384 kmol s
-1

Cl
2
= |
.
|

\
|
2
0761 . 0
= 0.0381 kmol s
-1

Excess H
2
= 0.0384 0.0381 = 0.0003 kmol s
-1


Menggunakan persamaan (3.36a and 3.38a) dapat digunakan sejak kondisi
dihapus dari kritikal.
Ambil 4 . 1 = dimana H
2
dan HCl adalah diatomik gas.
408 . 0
) 7 . 0 )( 4 . 1 (
) 1 4 . 1 (
=

= m (3.36a)
689 . 1
408 . 0 1
1
=

= n (3.38a)

|
|
.
|

\
|
|
.
|

\
|

=

1
1
1
1
2
1 1
n
n
P
P
n
n
v P w (3.31)
H
2
:
Tahap 1 :
|
.
|

\
|
|
|
.
|

\
|

|
.
|

\
|
=
273
298
10 120
10 013 . 1
4 . 22
2
3
5
1
v = 0.0823 m
3
kg
-1

|
.
|

\
|
|
.
|

\
|

=

1
120
268
1 689 . 1
689 . 1
) 0823 . 0 )( 10 120 (
689 . 1
1 689 . 1
3
1
w = 9,391 J kg
-1

Tahap 2 :
|
.
|

\
|
|
|
.
|

\
|

|
.
|

\
|
=
'
273
323
10 268
10 013 . 1
4 . 22
2
3
5
1
v = 0.0399 m
3
kg
-1

|
.
|

\
|
|
.
|

\
|

=

1
268
600
1 689 . 1
689 . 1
) 0399 . 0 )( 10 268 (
689 . 1
1 689 . 1
3
2
w = 10,204 J kg
-1


Power = (9,391 + 10,204)(0.0384)(2) = 1505 W = 1.505 kW

HCl:
Ambil kedua tahap, dengan kondisi kerja yang sama dengan tempratur inlet.
5 . 246 ) 600 )( 3 . 101 (
2 1
= = = P P P
i
kN m
-2
(3.39)
|
.
|

\
|
|
|
.
|

\
|

|
.
|

\
|
=
273
323
10 013 . 1
10 013 . 1
4 . 22
5 . 36
5
5
1
v = 1.927 m
3
kg
-1

|
.
|

\
|
|
.
|

\
|

=

1
3 . 101
600
1 689 . 1
689 . 1
) 927 . 1 )( 10 013 . 1 (
689 . 1
1 689 . 1
5
1
w = 510,173 J kg
-1

Power = (510,173)(0.0761)(36.5) = 1,417,082 W = 1417 kW

Sangat penting untuk membagi dari efisiensi untuk pendapat power tetapi
menghapus pilihan untuk mengompres H
2
dan operasi burner yang di bawah
tekanan.
Cek:
Temperature saturated Cl
2
= 600 kN m
-2
.
01 . 27
32 . 1978
9610 . 15
32 . 133
10 600
ln
3

=
|
|
.
|

\
|
T

412 . 8 9610 . 15
01 . 27
32 . 1978
=
T

T = 262 + 27.01 = 289 K = 16
o
C



DAFTAR PUSTAKA

http://www.lemigas.esdm.go.id/id/prdkpenelitian-265-.html
http://namasayakarinanurhidayah.blogspot.com/2013/01/persiapan-fasilitas-dan-
bahan-baku.html
matekim.blogspot.com/2010/05/pembuatan-hcl.htm