Anda di halaman 1dari 6

PENDAHULUAN Hipertensi dalam kehamilan merupakan 5-15% penyulit kehamilan dan merupakan satu dari tiga penyebab tertinggi

mortalitas dan morbiditas ibu hamil. Di Indonesia mortalitas dan morbiditas hipertensi dalam kehamilan juga masih cukup tinggi. Hal ini disebabkan selain oleh etiologi tidak jelas , juga oleh perawatan dalam kehamilan masih ditangani oleh petugas

nonmedik dan system rujukan yang belum sempurna. Hipertensi dalam kehamilan dapat dialami oleh setiap lapisan ibu hamil sehingga pengetahuan tentang pengelolaan hipertensi dalam kehamilan harus banar-benar dipahami oleh semua tenaga medik baik pusat maupun daerah.. Pada primigravida, hipertensi yang dipicu oleh kehamilam merupakan precursor potensial untuk terjadinya preeklamsia dan eklamsia. Eklamsia adalah terjadinya kejang pada seorang wanita dengan preeklamsia yang tidak dapat disebabkan oleh hal lain. Kejang bersifat grand mal dan mungkin terjadi sebelum, selama dan setelah persalianan. Secara umum eklamsia dapat dicegah dan penyakit ini sudah jarang dijumpai di amerika karena sebagian wanita sudah mendapatkan asuhan antenatal care yang memadai.Karena begitu banyak penyulit yang ada, maka akan lebih abaik bila kita dapat mengenal eklamsia dengan baik sehingga kita dapat memberikan terapi yang tepat. Dengan begitu angka kematian dan kesakitan ibu dan janin dapat ditekan.

LAPORAN KASUS

Data Pasien Nama Umur Pekerjaan Agama Suku/Bangsa Alamat : Ny.M/SD : 30 tahun : Tidak bekerja : Islam : Sunda/Indonesia

Data Suami Nama Umur Pekerjaan Agama Suku/Bangsa : Tn. S/SMA : 20 tahun : Nelayan : Islam : Jawa/Indonesia

: Sumurwuni Rt 01/Rw 07, Argasunya, Harjamukti

Tanggal masuk RS Rujukan Keterangan rujukan

: 18-1-2013 : Bidan Heni

Waktu : Pk 21.55 WIB

: P4A0 1 jam post partum dengan perdarahan.

I.

Anamnesa

Keluhan Utama Perdarahan paska persalinan Riwayat Penyakit Sekarang P4A0 mengaku keluar darah paska persalinan. Pada tanggal 18-01-13 pukul 20.00 WIB pasien melahirkan dibidan Heni, lahir normal, cukup bulan dan mengalami perdarahan, bidan mengatakan plasenta lengkap. Pukul 14.50 pasien tiba di VK.

Riwayat Penyakit Dahulu Riwayat penyakit seperti asma, hepatitis, hipertensi, gangguan jantung, dan diabetes disangkal oleh pasien.

Riwayat Operasi Riwayat operasi disangkal oleh pasien. Riwayat Pernikahan

Pasien mengaku, ini merupakan pernikahan yang pertama dengan lama perkawinan adalah 12 bulan.

Riwayat Obstetri NO 1. 2. 3 4 KEHAMILAN/PARTUS Laki-laki/bidan/normal/3700 Laki-laki/bidan/normal/3500 Laki-laki/bidan/normal/3500 Laki-laki/bidan/normal/3500 UMUR 11 10 4,5 KEADAAN ANAK meninggal KET

II. Status Praesens Keadaan Umum Tanda-tanda Vital Tekanan Darah Frekuensi Nadi Frekuensi Nafas Suhu : 100/80 mmHg : 108 kali/menit : 24 kali/menit : 36,8C : Ya : Tidak : Simetris : BJ I/II reguler : : Vesikuler +/+, rh -/- , wh -/: Sedang

Konjungtiva Anemis Konjungtiva Ikterik Mammae Jantung Paru-paru Edema

III. Pemeriksaan Obstetri Pemeriksaan Luar Tinggi Fundus Uteri Pemeriksaan Dalam Vulva/vagina Porsio Pembukaan : Tidak ada kelainan : tebal lunak : 4 - 5 cm : 22 cm

IV. Pemeriksaan Penunjang Pemeriksaan pada Tanggal 18 januari 2013 Leukosit Eritrosit Hemoglobin Hematokrit Trombosit PCT DIFF % Limfosit % Monosit % Granulosit : 12,2 L : 3,6 L : 84,2 H Limfosit Monosit Granulosit : 2,4 103/mm3 : 0,7 L 103/mm3 : 17,1 H 103/mm3 : 20,2 x 103/mm3 : 3,85 x 106/mm3 : 9,3 gr/dL : 29,6 % : 249 x 103/mm3 : 0.198 % MCV MCH MCHC RDW MPV FDW : 77 m3 : 24.2 pg : 31,4 gr/dL : 14,6 % : 7,9 fl : 15,3 %

V. Resume P4A0 mengaku keluar darah paska persalinan. Pada tanggal 18-01-13 pukul 20.00 WIB pasien melahirkan dibidan Heni, lahir normal, cukup bulan dan mengalami perdarahan, bidan mengatakan plasenta lengkap. Pukul 14.50 pasien tiba di VK. Riwayat penyakit hipertensi dan epilepsi disangkal oleh pasien. Status Praesens: KU: Sedang, TD :100/80 mmHg, N: 108 kali/menit, RR: 24 kali/menit, Suhu: 36,8 0C. Edema: negative pada ekstremitas superior dan inferior. Pemeriksaan Obstetri, PL : TFU: 29 cm, Pemeriksaan darah Leukosit: 20,3 x 103 /mm3. Hemoglobin : 9,3 gr/dL

VI. Diagnosis P4A0 1 jam post partum dengan perdarahan e.c suspek sisa plasenta dan robekan portio VII. Penatalaksanaan

Kontraksi uterus baik, fundus uteri 1 jari diatas pusat. Dilakukan kateter urin didapatkan urin sebanyak 100 cc. dilakukan eksplorasi didapatkan sisa selaput 2,5 gr serta kotiledon 25 gr. Perdarahan masih aktif dilakukan inspekulo didapatkan robekan portio arah jam 2 6cm dilakukan hecting. Terpasang tampon roll 1 buah direncanakan angkat tampon jam 09.00 tgl 19/01/2013 dan USG.

Rencana Terapi Skin Test Cefotaxime Metronidazole

Rencana Monitoring Observasi tekanan darah, nadi, respi dan suhu tubuh

Rencana Edukasi Konseling keluarga perihal rencana perawatan sekaligus informed consent

Prognosis Quo ad vitam : dubia ad bonam Quo ad fungtionam : ad bonam

Hasil USG tgl 19/01/2013 Uterus sebesarkehamilan 21-22 minggu Sisa jaringan plasenta minimal Adneksa dekstra dan sinistra normal Kesan : sisa plasenta

Advice :

Perbaiki Keadaan umum Kuretase Antibiotic

Anda mungkin juga menyukai