Anda di halaman 1dari 15

TEORI LANSIA

Konsep Teori Lansia Batasan Lansia Menurut oraganisasi kesehatan dunia (WHO), lanjut usia meliputi: 1) Usia pertengahan (middle age) ialah kelompok usia 45 sampai 59 tahun !) "anjut usia (elderl#) antara $% & '4 tahun () "anjut usia tua (old) antara '5 & 9% tahun 4) Usia sangat tua ()er# old) di atas 9% tahun Proses Menua *ada hakekatn#a menjadi tua merupakan proses alamiah #ang +erarti seseorang telah melalui tiga tahap kehidupann#a #aitu masa anak, masa de,asa dan masa tua (-ugroho, 199!) .iga tahap ini +er+eda +aik se/ara +iologis maupun psikologis Memasuki masa tua +erarti mengalami kemuduran se/ara 0isik maupun psikis 1emunduran 0isik ditandai dengan kulit #ang mengendor, ram+ut memutih, penurunan pendengaran, penglihatan mem+uruk, gerakan lam+at, kelainan +er+agai 0ungsi organ )ital, sensiti)itas emosional meningkat dan kurang gairah Meskipun se/ara alamiah terjadi penurunan 0ungsi +er+agai organ, tetapi tidak harus menim+ulkan pen#akit oleh karenan#a usia lanjut harus sehat 2ehat dalam hal ini diartikan: 1) 3e+as dari pen#akit 0isik, mental dan sosial, !) Mampu melakukan akti)itas untuk memenuhi ke+utuhan sehari & hari, () Mendapat dukungan se/ara sosial dari keluarga dan mas#arakat (4ahardjo, 199$) Akibat perkembangan usia, lanjut usia mengalami perubahan perubahan yangmenuntut dirinya untuk menyesuakan diri secara terus menerus. Apabila proses penyesuaian diri dengan lingkungannya kurang berhasil maka timbullah berbagai masalah. Hurlock (1979) seperti dikutip oleh unandarAshar !unyoto (199") menyebutkan masalah masalah yang menyertai lansia yaitu# 1) 1etidak+erda#aan 0isik #ang men#e+a+kan ketergantungan pada orang lain, !) 1etidakpastian ekonomi sehingga memerlukan peru+ahan total dalam

pola hidupn#a, () Mem+uat teman +aru untuk mendapatkan ganti mereka #ang telah meninggal atau pindah, 4) Mengem+angkan akti0itas +aru untuk mengisi ,aktu luang #ang +ertam+ah +an#ak dan 5) 3elajar memperlakukan anak & anak #ang telah tum+uh de,asa 3erkaitan dengan peru+ahan 0isk, Hurlo/k mengemukakan +ah,a peru+ahan 0isik #ang mendasar adalah peru+ahan gerak $anjut usia juga mengalami perubahan dalam minat. %ertama minat terhadap diri makin bertambah. &edua minat terhadap penampilan semakin berkurang. &etiga minat terhadap uang semakin meningkat, terakhir minta terhadap kegiatan kegiatan rekreasi tak berubah hanya cenderung menyempit. 'ntuk itu diperlukan moti(asi yang tinggi pada diri usia lanjut untuk selalu menjaga kebugaran )isiknya agar tetap sehat secara )isik. )isiknya. *erkaitan dengan perubahan, kemudian Hurlock (199+) mengatakan bah,a perubahan yang dialami oleh setiap orang akan mempengaruhi minatnya terhadap perubahan tersebut dan akhirnya mempengaruhi pola hidupnya. *agaimana sikap yang ditunjukkan apakah memuaskan atau tidak memuaskan, hal ini tergantung dari pengaruh perubahan terhadap peran dan pengalaman pribadinya. %erubahan ynag diminati oleh para lanjut usia adalah perubahan yang berkaitan dengan masalah peningkatan kesehatan, ekonomi-pendapatan dan peran sosial (.oldstein, 199/) 5alam menghadapi peru+ahan terse+ut diperlukan pen#esuaian 6iri & /iri pen#esuaian #ang tidak +aik dari lansia (Hurlo/k, 19'9, Munandar, 1994) adalah: 1) Minat sempit terhadap kejadian di lingkungann#a !) *enarikan diri ke dalam dunia 0antasi () 2elalu mengingat kem+ali masa lalu 4) 2elalu kha,atir karena pengangguran, 5) 1urang ada moti)asi, $) 4asa kesendirian karena hu+ungan dengan keluarga kurang +aik, dan ') .empat tinggal #ang tidak diinginkan 0i lain pihak ciri penyesuaian diri lanjut usia yang baik antara lain adalah# minat oti(asi tersebut diperlukan untuk melakukan latihan )isik secara benar dan teratur untuk meningkatkan kebugaran

yang kuat, ketidaktergantungan secara ekonomi, kontak sosial luas, menikmati kerja dan hasil kerja, menikmati kegiatan yang dilkukan saat ini dan memiliki kekha,atiran minimla trehadap diri dan orang lain. Teori Proses Menua 1) Teori teori biologi a) .eori genetik dan mutasi (somati/ mutatie theor#) Menurut teori ini menua telah terprogram se/ara genetik untuk spesies & spesies tertentu Menua terjadi se+agai aki+at dari peru+ahan +iokimia #ang diprogram oleh molekul & molekul 7 5-8 dan setiap sel pada saatn#a akan mengalami mutasi 2e+agai /ontoh #ang khas adalah mutasi dari sel & sel kelamin (terjadi penurunan kemampuan 0ungsional sel) +) *emakaian dan rusak 1ele+ihan usaha dan stres men#e+a+kan sel & sel tu+uh lelah (rusak) /) 4eaksi dari keke+alan sendiri (auto immune theor#) 5i dalam proses meta+olisme tu+uh, suatu saat diproduksi suatu 9at khusus 8da jaringan tu+uh tertentu #ang tidaktahan terhadap 9at terse+ut sehingga jaringan tu+uh menjadi lemah dan sakit d) .eori :immunolog# slo, )irus; (immunolog# slo, )irus theor#) 2istem imune menjadi e0ekti0 dengan +ertam+ahn#a usia dan masukn#a )irus kedalam tu+uh dapat men#e+a+ka+ kerusakan organ tu+uh e) .eori stres Menua terjadi aki+at hilangn#a sel<sel #ang +iasa digunakan tu+uh 4egenerasi jaringan tidak dapat mempertahankan kesta+ilan lingkungan internal, kele+ihan usaha dan stres men#e+a+kan sel<sel tu+uh lelah terpakai 0) .eori radikal +e+as 4adikal +e+as dapat ter+entuk dialam +e+as, tidak sta+iln#a radikal +e+as (kelompok atom) mengaki+atkan osksidasi oksigen +ahan<+ahan organik seperti kar+ohidrat dan protein 4adikal +e+as ini dapat men#e+a+kan sel<sel tidak dapat regenerasi g) .eori rantai silang

2el<sel

#ang

tua

atau

usang

reaksi

kimian#a

men#e+a+kan ikatan #ang kuat, khususn#a jaringan kolagen =katan ini men#e+a+kan kurangn#a elastis, keka/auan dan hilangn#a 0ungsi h) .eori program 1emampuan organisme untuk menetapkan jumlah sel #ang mem+elah setelah sel<sel terse+ut mati 2) Teori kejiwaan sosial a) 8kti)itas atau kegiatan (a/ti)it# theor#) < 1etentuan akan meningkatn#a pada penurunan jumlah kegiatan se/ara langsung .eori ini men#atakan +ah,a usia lanjut #ang sukses adalah mereka #ang akti0 dan ikut +an#ak dalam kegiatan sosial < Ukuran optimum (pola hidup) dilanjutkan pada /ara hidup dari lanjut usia < Mempertahankan hu+ungan antara sistem sosial dan indi)idu agar tetap sta+il dari usia pertengahan ke lanjut usia +) 1epri+adian +erlanjut (/ontinuit# theor#) 5asar kepri+adian atau tingkah laku tidak +eru+ah pada lanjut usia .eori ini merupakan ga+ungan dari teori diatas *ada teori ini men#atakan +ah,a peru+ahan #ang terjadi pada seseorang #ang lanjut usia sangat dipengaruhi oleh tipe personalit# #ang dimiliki /) .eori pem+e+asan (disengagement theor#) .eori ini men#atakan +ah,a dengan +ertam+ahn#a usia, seseorang se/ara +erangsur<angsur mulai melepaskan diri dari kehidupan sosialn#a 1eadaan ini mengaki+atkan interaksi sosial lanjut usia menurun, +aik se/ara kualitas maupun kuantitas sehingga sering terjaadi kehilangan ganda (triple loss), #akni : 1 ! ( kehilangan peran ham+atan kontak sosial +erkurangn#a kontak komitmen

Permasalahan Yang Terjadi Pada Lansia 3er+agai permasalahan #ang +erkaitan dengan pen/apaian

kesejahteraan lanjut usia, antara lain: (2etia+udhi, . 1999 : 4%<4!) 1) *ermasalahan umum a) Makin +esar jumlah lansia #ang +erada di+a,ah garis kemiskinan +) Makin melemahn#a nilai kekera+atan sehingga anggota keluarga #ang +erusia lanjut kurang diperhatikan , dihargai dan dihormati /) "ahirn#a kelompok mas#arakat industri d) Masih rendahn#a kuantitas dan kulaitas tenaga pro0esional pela#anan lanjut usia e) 3elum mem+uda#a dan melem+agan#a kegiatan pem+inaan kesejahteraan lansia !) *ermasalahan khusus : a) 3erlangsungn#a proses menua #ang +eraki+at tim+uln#a masalah +aik 0isik, mental maupun sosial +) 3erkurangn#a integrasi sosial lanjut usia /) 4endahn#a produkti0itas kerja lansia d) 3an#akn#a lansia #ang miskin, terlantar dan /a/at e) 3eru+ahn#a nilai sosial mas#arakat #ang mengarah pada tatanan mas#arakat indi)idualistik 0) 8dan#a dampak negati0 dari proses pem+angunan #ang dapat mengganggu kesehatan 0isik lansia aktor !aktor Yang Mempengaruhi Ketuaan 1) Hereditas atau ketuaan genetik !) -utrisi atau makanan () 2tatus kesehatan 4) *engalaman hidup 5) "ingkungan $) 2tres Perubahan perubahan Yang Terjadi Pada Lansia 1) *eru+ahan 0isik Meliputi peru+ahan dari tingkat sel sampai kesemua sistim organ tu+uh, diantaran#a sistim perna0asan, pendengaran, penglihatan, integumen !) *eru+ahan mental >aktor<0aktor #ang mempengaruhi peru+ahan mental : a) *ertama<tama peru+ahan 0isik, khsusn#a organ perasa kardio)askuler, sistem pengaturan tu+uh, muskuloskeletal, gastro intestinal, genito urinaria, endokrin dan

+) 1esehatan umum /) .ingkat pendidikan d) 1eturunan (hereditas) e) "ingkungan 0) ?angguan s#ara0 pan/a indera, tim+ul ke+utaan dan ketulian g) ?angguan konsep diri aki+at kehilangan kehilangan ja+atan h) 4angkaian dari kehilangan , #aitu kehilangan hu+ungan dengan teman dan 0amili i) Hilangn#a kekuatan dan ketegapan 0isik, peru+ahan terhadap gam+aran diri, peru+ahan konsep dir () *eru+ahan spiritual 8gama atau keper/a#aan makin terintegrasi dalam kehidupann#a (Maslo,, 19'%) "ansia makin matur dalam kehidupan keagamaan#a , hal ini terlihat dalam +er0ikir dan +ertindak dalam sehari<hari (Murra# dan @entner, 19'%) Pen"akit Yang #ering $ijumpai Pada Lansia Menurut the -ational Old *eopleAs Wel0are 6oun/il , dikemukakan 1! ma/am pen#akit lansia, #aitu : 1) 5epresi mental !) ?angguan pendengaran () 3ronkhitis kronis 4) ?angguan pada tungkai7sikap +erjalan 5) ?angguan pada koksa 7 sendi pangul $) 8nemia ') 5emensia

Konsep Pen"akit Katarak $e!inisi 1atarak adalah kekeruhan pada lensa tanpa n#eri #ang +erangsur & angsur penglihatan ka+ur akhirn#a tidak dapat menerima /aha#a (3ar+ara 6 "ong, 199$) %tiologi 1) 1etuaan +iasan#a dijumpai pada katarak 2enilis !) .rauma terjadi oleh karena pukulan +enda tajam7tumpul, terpapar oleh sinar B atau +enda & +enda radioakti0 () *en#akit mata seperti u)eitis 4) *en#akit sistemis seperti 5M 5) 5e0ek kongenital Pato!isiologi 5alam keadaan normal transparansi lensa terjadi karena adan#a keseim+angan atara protein #ang dapat larut dalam protein #ang tidak dapat larut dalam mem+ran semipermia+el peningkatan jumlah protein #ang tdak dapat 8pa+ila terjadi diserap dapat

mengaki+atkan penurunan sintesa protein, peru+ahan +iokimia,i dan 0isik dan protein terse+ut mengaki+atkan jumlah protein dalam lens mele+ihi jumlah protein dalam lensa mele+ihi jumlah protein dalam +agian #nag lain sehingga mem+entuk suatu kapsul #ang dikenal dengan nama katarak .erjadin#a penumpukan /airan7degenerasi dan desintegrasi pada sera+ut terse+ut men#e+a+kan jalann#a /aha#a terham+at dan mengaki+atkan gangguan penglihatan Ma&am ma&am Katarak 1) katarak kongenital 8dalah katarak se+agian pada lensa #ang sdah idapatkan pada ,aktu lahir Cenisn#a adalah: a) 1atarak lamelar atau 9onular +) 1atarak polaris posterior /) 1atarak polaris anterior d) 1atarak inti (katarak nuklear) e) 1atarak sutural

!) 1atarak ju)enil 8dalah katarak #ang terjadi pada anak & anak sesudah lahir () 1atarak senil 8dalah kekeruhan lensa ang terjadi karena +ertam+ahn#a usia 8da +e+erapa ma/am #aitu: a) katarak nuklear 1ekeruhan #ang terjadi pada inti lensa +) 1atarak kortikal 1ekeruhan #ang terjadi pada korteks lensa /) 1atarak kupli0orm .erlihat pada stadium dini katarak nuklear atau kortikal 1atarak senil dapat di+agi atas stadium: a) katarak insipiens 1atarak #ang tidak teratur seperti +er/ak & +er/ak #ang mem+entuk gerigi dengandasar di peri0er dan daerah jernih di antaran#a +) katarak imatur .erjadi kekeruhan #ang le+ih te+al tetapi tidak atau +elum mengenai seluruh lensa sehingga masih terdapt +agian< +agian #ang jernih pada lensa /) katarak matur 3ila proses degenerasi +erjala terus maka akan terjadi pengeluaran air +ersama & sama hasil desintegritas melalui kapsul d) katarak hipermatur Merupakan proses degenerasi lanjut sehingga korteks lensa men/air dan dapat keluar melalui kapsul lensa 4) 1atarak komplikasi .erjadi aki+at pen#akit lain *en#akit terse+ut dapat intra okular atau pen#akit umum 5) 1atarak traumatik .erjadi aki+at ruda paksa atau atarak traumatik Kosep 'suhan Keperawatan Pada Pasien $engan Post (perasi Katarak Pengkajian 1) 5ata 2u+#ekti0

a) -#eri +) Mual /) 5iaporesis d) 4i,a#at jatuh se+elumn#a e) *engetahuan tentang regimen terapeutik 0) 2istem pendukung, lingkungan rumah !) 5ata o+#ekti0 a) *eru+ahan tanda & tanda )ital +) 4espon #ang a9im terhadap n#eri /) .anda & tanda in0eksi: 1 1 1 1 1 1 1 1emerahan Ddema =n0eksi konjungti)a (pem+uluh darah konjungti)a menonjol) 5rainase pada kelopak mata dan +ulu mata @at purulen *eningaktan suhu tu+uh -ilai la+oratorium: peningkatan 25*, peru+ahan 25*, hasil pemeriksaan kultur sesiti)itas a+normal d) 1etajaman penglihatan masing & masing mata e) 6ara +erjalan, ri,a#at jatuh se+elumn#a 0) 1emungkinan penghalang lingkungan sepertiE 1 1 1 1 kaki kursi, pera+ot #ang rendah .iang in0us .empat sampah 2andal

g) 1esiapan dan kemampuan untuk +elajar dan men#erap in0ormasi Perumusan $iagnosa Keperawatan 1) -#eri akut +7d interupsi pem+edahan jaringan tu+uh !) 4esiko tinggi terhadap in0eksi +7d peningkatan perentanan sekunder terhadap interupsi permukaan tu+uh () 4esiko tinggi terhadap /idera +7d keter+atasan penglihatan, +erada di lingkungan #ang asing dan keter+atasan mo+ilitas dan peru+ahan kedalaman persepsi karena pelindung mata 4) 4esiko tinggi terhadap in0ekti0 penatalaksanaan regimen terapeutik

+7d kurang akti)itas #ang diijinkan, o+at & o+atan, komplikasi dan pera,atan lanjutan Peren&anaan 1) )"eri akut a) +) /) .ujuan: n#eri teratasi 1riteria hasil: klien melaporkan penurunan n#eri progresi0 dan penghilangan n#eri setelah inter)ensi =nter)ensi: 3antu 4asional: klien dalam dalam mengidenti0ikasi mem+uat tindakan dan penghilangan n#eri #ang e0ekti0 Mem+antu diagnosa ke+utuhan terapi Celaskan +ah,a n#eri dapat akan terjadi sampai +e+erapa jam setelah pem+edahan 4asional: -#eri post op dapat terjadi sampai $ jam post op 1 "akukan tindakan penghilanagn n#eri non in)asi0 atau non 0armakologik, seperti +erikutE *osisi: tinggikan +agian kepala tempat tidur, +eru+ah & u+ah antara +er+aring pada punggung dan pada sisi #ang tidak dioperasi 1 1 5istraksi "atihan relaksasi

4asional: +e+erapa tindakan penghilang n#eri non in)asi0 adalah tindakan mandiri #ang dapat dilaksanakan pera,at dalam usaha meningkatkan ken#amanan pada klien 3erikan dukungan tindakan penghilangan n#eri dengan aalgesik #ang diresepkan 4asional: 8nalgesik mam+antu dalam menekan respon n#eri dan menim+ulkan ken#amanan pada klien 3eritahu doker jika n#eri tidak hilang setelah F jam pem+erian o+at, jika n#eri disertai mual atau jika anda memperhatikan drainase pada pelindung mata 4asional: .anda ini menunjukkan peningaktan tekanan intra okuli (.=O) atau komplikasi lain

2) *esiko tinggi terhadap in!eksi a) +) /) 1 1 .ujuan: in0eksi tidak terjadi 1riteria hasil: klien akan menunjukkan pen#em+uhan insisi tanpa gejala in0eksi =nter)ensi: .ingkatkan pen#em+uhan luka: 3erikan dorongan untuk mengikuti diet #ang seim+ang dan asupan/airan #ang adekuat =nstruksikan klien untuk tetap menutup mata sampai hari pertama setelah operasi atau sampai di+eritahukan 4asional: -utrisi dan hidrasi #ang optimal meningkatkan kesehatan mata: 1 1 1 6u/i tangan se+elum memulai *egang alat penetes agak jauh dari mata 1etika meneteskan, hindari kontak antara ata, tetesan dan alat penetes 8jarkan teknik ini kepada klien dan anggota keluargan#a 4asional: 1 1 1 1 1 1 .eknik aseptik meminimialkan masukn#a mikroorganisme dan mengurangi resiko in0eksi 1aji tanda dan gejala in0eksi: 1emerahan, edema pada kelopak mata =n0eksi konjungti)a (pem+uluh darah menonjol) 5rainase pada kelopak mata dan +ulu mata Materi purulen pada +ilik anterior (antara kormGnea dan iris) *eningkatan suhu -ilai la+oratorium a+normal (mis *eningkatan 25*, hasil kultur dan sensiti)itas positi0) 4asional: 5eteksi dini in0eksi memungkinkan penanganan #ang /epat untuk meminimalkan keseriusan in0eksi "akukan tindakan untuk men/egah ketegangan pada jahtan (misal anjurkan klien menggunakan ka/amata protekti0 dan pelindung mata pada siang hari dan pelindung se/ara keseluruhan, #ang meningkatkan pen#em+uhan ?unakan teknik aseptik untuk meneteskan tetes

mata pada malam hari) 4asional: 1etegangan pada jahitan dapat menim+ulkan interupsi men/iptakan jalan masuk untuk mikroorganisme 3eritahu dokter tentang semua drainase #ang terlihat men/urigakan 4asional: 5rainase a+normal memerlukan e)aluasi medis dan kemungkinan memulai penanganan 0armakologi +) *esiko tinggi terhadap &idera a) +) /) .ujuan: 6idera tidak terjadi 1riteria hasil: 1lien tidak mengalami /idera atau trauma jaringan selama dira,at =nter)esi: Orientasikan klien pada lingkungan ketika ti+a 4asional: *engenalan klien dengan lingkungan mem+antu mengurangi ke/elakaan 1 1 1 Modi0ikasi kemungkinan +aha#a 2ingkirkan penghalang dari jalur +erjalan 2ingkrkan sedotan dari +aki *astikan pintu dan la/i tetap tertutup atau ter+uka se/ara sempurna 4asonal: 1ehilangan atau gangguan penglihatan atau menggunakan pelindung mata juga apat mempengaruhi resiko /idera #ang +erasal dari gangguan ketajaman dan kedalaman persepsi .inggikan pengaman tempat tidur "etakkan +enda dimana klien dapat melihat dan meraihn#a tanpa klien menjangkau terlalu jauh 4asional: .inakan ini dapat mem+antu mengurangi resiko terjatuh 1 1 1 3antu klien dan keluarga menge)aluasi lingkungan rumah untuk kemungkinan +aha#a karpet #ang tersingkap 1a+el listrik #ang terpapar *era+ot #ang rendah lingkungan untuk menghilangkan

1 1

3inatang peliharaan .angga

4asional: *erlun#a untuk empertahankan lingkungan #ang aman dilanjutkan setelah pulang ,) *esiko tinggi terhadap ine!ekti! penatalaksanaan regimen terapeutik a) +) /) 1 1 1 1 1 .ujuan: =ne0ekti0 penatalaksanaan regimen tidak terjadi 1riteria hasil: 3erkaitan dengan ren/ana pemulangan rujuk pada ren/ana pemulangan =nter)ensi: 5iskusikan akti0itas #ang diper+olehkan setelah pem+edahan Mem+a/a Menonton tele)isi Memasak Melakukan pekerjaan rumah tangga #ang ringan Mandi siram atau mandi di +ak mandi

4asional: Memulai diskusi dengan menguraikan akti0itas #ang diper+olehkan daripada pem+atasan mem0okuskan klien pada aspek positi0 pen#em+uhan daripada aspek negati0n#a 1 1 1 1 1 mata *ertegas pem+atasan akti0itas #ang dise+utkan dokter #ang mungkin termasuk menghindari akti0itas +erikut: 3er+aring pada sisi #ang dioperasi Mem+ungkuk mele,ati pinggang Mengangkat +enda #ang +eratn#a mele+ihi 1% kg Mandi Mengedan selama de0ekasi dan men/egah peningkatan tekanan okuler

4asional: *em+atasan diperlukan utnuk menguangi gerakan *em+atasan #ang spesi0ik tergantung pada +e+erapa 0aktor, termasuk si0at dan luasn#a pem+edahan, pre0erensi dokter, umur serta status kesehatan klien se/ara keseluruhan *emahaman klein tentang alasan untuk pem+atasan ini dapat mendorong kepatuhan klien .ekankan pentingn#a tidak mengusap mata atau

menggosok mata dan menjaga +alutan serta pelindung protekti0 tetap pada tempatn#a sampai hari pertama setelah operasi 4asional: Mengusap atau menggosok mata dapat merusak integritas jahitan dan meme+rikan jalan masuk untk mikroorganisme Menjaga mata tertutup mengurangi resiko kontaminasi oleh mikroorganisme di udara 1 1 1 1 Celaskan in0ormasi +erikut untuk tetap setiap o+at & o+atan #ang diresepkan -ama, tujuan dan kerja o+at Cad,al, dosis (jumlah dan ,aktu) .eknik pem+erian =nstruksi atau ke,aspadaan khusus

4asional: Mem+erikan in0ormasi #ang akurat se+elum pulang dapat meningkatkan kepatuhan dengan regimen pengo+atan dan mem+antu men/egah kesalahan dalam pem+erian o+at 1 1 1 1 =nstruksikan klien dan keluarga untuk melaporkan tanda dan gejala +erikut: 1ehilangan penglihatan -#eri pada mata 8+normalitas penglihatan (misaln#a, kilasan /aha#a atau mengeras) Dmerahan, drainase meningkat, suhu meningkat 4asional: Melaporkan tanda dan gejala ini le+ih a,al memungkinkan inter)ensi #ang /epat untuk men/egah atau meminimalkan in0eksi, peningkatan tekanan intra okular, perdarahan, terlepasn#a retina atau komplikasi lain =nstruksikan untuk menjaga h#giene mata (mem+uang drainase #ang mengeras dengan men#eka kelopak mata #ang terpejam menggunakan +ola kapas #ang dielm+a+akan dengan larutan irigasi mata) 4asional: 2ekresi dapat melekat pada kelopak mata dan +lu mata *em+uangan sekresi dapat mem+erikan ken#amanan dan mengurangi resiko in0eksi dengan mneghilangkan sum+er mikroorganisme

.ekankan pentingn#a pera,atan lanjutan #ang adekuat, dengan ad,al #ang ditentukan oleh ahli +edah 1lien harus mengetahui tanggal dan ,aktu jad,al perjanjian pertaman#a se+elum pulang 4asional: *era,atan lanjutan mem+erikan kemungkinan pen#em+uhan dan memngkinkan deteksi dini komplikasi

2ediakan instruksi tertulis pada ,aktu klien pulang 4asional: =nstruksi tertulis mem+erikan klien dan keluarga sum+er in0ormasi #ang dapat merekam rujuk jika diperlukan

Pelaksanaan 5isesuaikan dengan inter)ensi #ang telah ditetapkan serta keadaan umum klien %-aluasi 5isesuaikan dengan tujuan #ang telah ditetapkan, menggunakan metode 2O8*