Anda di halaman 1dari 35

PRINSIP-PRINSIP DASAR BEDAH ONKOLOGI 1.

Pendahuluan Bedah onkologi adalah cabang ilmu kedokteran dalam hal ini ilmu bedah yang mempelajari penyakit akibat tumor. Dalam arti luas tumor berarti setiap benjolan abnormal pada tubuh tanpa melihat penyebabnya, misalnya benjolan pada dahi karena terbentur benda keras atau pembengkakan akibat infeksi. Tumor dalam arti sempit disebut juga neoplasma, yakni pertumbuhan sel atau jaringan baru di luar kendali tubuh.[1] Onkologi berasal dari bahasa unani, yaitu oncos yang berarti massa atau tumor, dan logos yang berarti ilmu. !eoplasma berasal dari kata bahasa unani, yaitu neos yang berarti baru dan plasein yaitu jaringan bentukan yang abnormal.["] #rinsip$prinsip bedah onkologi meliputi epidemiologi tumor, biologi tumor yang terdiri dari karsinogenesis, genetik, etiologi kanker atau karsinogen, diagnosis dan stadium kanker, dan terapi kanker.[%] &anker merupakan ancaman serius kesehatan masyarakat kita karena insiden dan angka kematiannya terus merayap naik. Di a'al dasa'arsa 1()*$an, penyebab kematian utama di !egara kita adalah penyakit infeksi, TB, dan penyakit neonatal. &anker hanya menduduki posisi ke$( atau ke$1* sebagai penyebab kematian. +asil sur,ei dasa'arsa -*an menunjukkan angka kematian akibat kanker telah menduduki posisi ke$%. +asil sur,ei dasa'arsa .*$an menunjukkan angka kematian kanker di /perkotaan sudah mencapai 1".,*%01**.*** penduduk, menduduki "1,..1 dari seluruh kematian, atau posisi teratas diantara berbagai penyebab kematian. 2edangkan angka kematian kanker di pedesaan adalah 11",%301**.*** penduudk, atau 1-,4-1 dari seluruh kematian, menduduki posisi kedua diantara berbagai penyebab kematian.[4] 2. Epidemiologi umo! 5pidemiologi tumor adalah bidang ilmu yang mempelajari aturan tentang timbul, dan berkembangnya tumor dan distribusi tumor atau kanker dalam komunitas manusia, serta pencegahan dan pengendaliannya.[4] Beberapa konsep dasar dalam penelitian epidemiologis6[4,)]
1

a7

#aparan #aparan yaitu faktor yang berhubungan dengan tumor yang sedang diteliti. 8isalnya dalam hubungan anatara infeksi ,irus hepatitis B dan hepatoma.

b7 Bias Biasa adalah kekeliruan sistem yang muncul dalam proses perancangan, pelaksanaan, analisis, dan interpretasi suatu penelitian epidemiologis. &ekeliruan ini dapat melencengkan sifat maupun intensitas hubungan antara paparan dan penyakit, hingga terjadi kesimpulan yang salah. c7 9onfounding 9onfounding menunjukkan dalam meneliti hubungan antara penyakit dan paparan sering terdapat pengaruh dari faktor yang tidak diteliti. :aktor yang tida diteliti yang menimbulkan confounding disebut sebagai faktor confounding. d7 2creening ;penapisan7 Dengan menggunakan suatu uji, pemeriksaan atau cara lain dari kelompok orang yang tampak sehat dipisahkan indi,idu dengan risiko tinggi menderita kanker tertentu, pemderita tumor ataupun indi,idu yang dicurigai namun belum menampakkan gejala. Tujuannya adalah menemukan secara dini penderita, pemberian terapi secara dini, agar penderita sembuh atau memperlambat progresifitas penyakitnya. <ngka kejadian tumor setiap tahun mengalami peningkatan dan diperkirakan ada sekitar 1**.*** kasus baru setiap tahunnya. =nsidens tumor ber,ariasi berdasarkan geografis suatu daerah. +al ini dikarenakan ada pengaruh dari faktor genetik, lingkungan, dan pengaruh diet. Terdapat " studi epidemiologi yang menggambarkan in,estigasi terhadap etiologi tumor dan peranan modalitas pencegahan tumor yaitu studi kohort dan case control. 2tudi kohort melakukan follo' up terhadap orang$orang yang tidak memiliki suatu penyakit dan mengukur perkembangan penyakit yang terjadi pada orang tersebut. Dalam studi kohort, suatu kelompok diberi paparan agen karsinogenesis dan kelompok lain tidak diberi paparan tersebut, misalnya perokok dan bukan perokok. 2tudi case control membandingkan

"

suatu kelompok pasien dengan suatu penyakit dan kelompok lain yang tidak diberi paparan penyakit.[3,-] #ada tahun "**%, diperkirakan 1.%%4.1** kasus baru kanker in,asi,e yang terdiagnosis di <merika 2erikat. 2ebanyak ))3.)** orang meninggal karena kanker di tahun yang sama. &anker penyebab kematian terbanyak pada pria yaitu kanker paru dan bronkus, prostat, dan kanker kolorektal. 2edangkan pada 'anita kenker yang terbanyak yaitu kanker payudara, kanker paru, dan kanker kolorektal. #ada tahun "***, di seluruh dunia ada sebanyak 1*,1 juta kasus kanker baru, dan meningkat sekitar ""1 lebih tinggi bila dibandingkan pada tahun 1((*. &ejadian kanker pada tahun "*** yang terbanyak yaitu pada kanker paru ;1," juta kasus7, kanker payudara ;1,*) juta7, kanker kolorektal ;(4).*** kasus7, kanker abdomen ;.-3.*** kasus7, dan kanker hepar ;)34.*** kasus7. #enyebab kematian terbanyak pada tahun "*** di dunia yaitu kanker paru ;1,1 juta7, kanker abdomen ;34-.***7 dan kanker hepar ;)4(.***7.[3] ". Biologi umo! a. #roliferasi 2el, Transformasi 2el dan =nisiasi Tumor 2el tumor ialah sel tubuh kita sendiri yang mengalami transformasi ;perubahan7 sehingga tumbuhnya di dalam tubuh menjadi autonom yaitu tumbuhnya tersendiri, terlepas dari kendali pertumbuhan tubuh normal. 2el tumor terdiri dari 6 $ $ 2el tumor jinak 2el tumor ganas ;sel kanker7 #erbedaan sifat tumor jinak dengan sel ganas tergantung dari jauhnya penyimpangan dari bentuk sel normal dalam hal derajat diferensiasinya, autonominya dan kemampuannya mengadakan infiltrasi dan metastasis.[",)] #ada sel yang normal, pertumbuhan dan proliferasi sel diba'ah control yang sangatb ketat. #ada sel tumor, sel menjadi unresponsi,e terhadap kontrol pertumbuhan sel yang normal, dan terjadi peningkatan pertumbuhan dan proliferasi abnormal yang tidak terkontrol. #roliferasi yang abnormal, transformasi sel yang
%

".1 Ka!#inogene#i#

abnormal biasanya terdiri dari beberapa abnormalitas. =ni termasuk hilangnya inhibisi kontak yaitu, sel terus berkembang biak setelah monolayer terbentuk, suatu keadaan berkurangnya ikatan antara sel$sel atau substrat. +ilangnya keterikatan untuk pertumbuhan sel, dan kemampuan untuk menimbulkan tumor saat disuntikkan ke host yang sesuai.[3,-] 2iklus pertumbuhan sel terdiri dari " fase yang terjadi secara bergantian, yaitu interfase dan mitosis. 17 2iklus pertumbuhan morfologis $ :ase 8itosis 6 8itosis adalah suatu proses pembentukan dari satu sel parental menjadi " sel anakan yang identik termasuk jumlah kromosom dan informasi genetiknya. #ada mitosis terdapat " tahap pembelahan yaitu karyokinesis ;pembelahan inti7 dan sitokinesis ;pembelahan sel7. <danya karyokinesis dan sitokinesis yang berlangsung secara berkesinambungan menyebabkan informasi genetik di dalam semua sel somatis suatu indi,idu selalu tetap. 8itosis terdiri dari ) fase yaitu profase, prometafase, metafase, anaphase, dan telofase. &eseluruhan fase ini merupakan tahap karyokinesis yang kemudian diakhiri dengan sitokinesis setelah telofase, sehingga dari satu sel parental akan dihasilkan " sel anakan yang identik.[.] $ :ase #rofase #ada fase profase, kromosom tampak memendek ;terkondensasi7 dan telah terdiri dari " kromatid serupa ;sister chromatid7. #ada fase ini nucleolus lenyap ;hilang7, membran inti juga mengalami disintegrasi ;hancur7, dan komponen$ komponen penyusun membran inti akan bercampur dengan sitoplasma. Di akhir fase ini benang$benang spindel terbentuk di dalam sitoplasma. :ase ini terjadi 1 jam.[",.] $ :ase 8etafase :ase berikutnya dari mitosis yaitu fase metafase. #ada fase ini benang$benang spindel telah terbentuk secara utuh dan kromosom berada pada plat metafase yakni dibagian ekuator. :ase metaphase berlangsung kurang dari 1 jam. $ :ase <nafase
4

2elanjutnya pada fase anafase, sentromer dari kromosom akan membelah sepanjang lengan kromosom dan tegak lurus benang spindel, sehingga masing$ masing kromatid serupa yang telah terpisah tersebut akan ditarik kearah kutub ;pada tumbuhan7 atau sentriol ;pada he'an7. :ase ini berlangsung kurang dari > jam. $ :ase Telofase :ase terakhir dari mitosis adalah telofase. #ada fase ini masing$masing kromatid yang telah menjadi kromosom tunggal telah berada di masing$masing kutub dan setiap kutub memiliki jumlah kromosom dan informasi genetik yang identik. 2elain itu pada fase ini inti sel, membrane inti dan nukleolus mulai terbentuk, benang$ benang spindel lenyap, dan kromosom membuka untuk membentuk kromatin yang kusut kembali. Diakhir fase ini kemudian terjadi sitokinesis sehingga akan terbentuk dua sel anakan yang identik. #roses sitokinesis pada sel tumbuhan dan sel he'an berbeda. &alau pada sel tumbuhan sitokinesis berlangsung dari arah tengah ke tepi, sedangkan pada sel he'an berlangsung dari arah tepi ke tengah. :ase ini berlangsung selama beberapa menit. $ =nterfase 6 sel anak muda de'asa #ada fase ini terjadi sintesa D!<, ?!<, 5n@im dan protein baru lainnya dan duplikasi rantai tunggal kromosom menjadi rantai ganda. &romosom terdiri dari untaian rantai ganda D!< yang saling membelit, merupakan pasangan rantai Aama interfase dari nukleotida sebagai unit dari gen pemba'a sifat indi,idu.

beberapa jam sampai bertahun$tahun. =nterfase merupakan fase terpanjang dalam siklus sel. #ada stadium ini inti sel dapat terlihat dengan jelas di dalam tiap$tiap selnya, namun kromosom masih berupa benang$benang kromatin yang memanjang sehingga tidak tampak dengan jelas.[",.] "7 2iklus pertumbuhan biokimia'i $ :ase B1 ;Growth phase 1) beberapa jam sampai beberapa tahun. 2el anak membentuk ?!<, 5n@im dan protein lain untuk sintesa D!< dalam fase$s. ;rantai D!< yang memba'a informasi genetik7.

:ase / 2 ;Synthesa7 . jam pembentukan rantai D!< baru. #ada fase ini terjadi replikasi D!< bersamaan dengan duplikasi kromosom, sehingga sebuah kromosom akan memiliki sepasang kromatid serupa ;sister chromatid7 dengan satu sentromer. :ase ini memakan 'aktu %)$4)1 dari seluruh 'aktu interfase.

:ase B" ;Growth phase 27 kira$kira 1 / " jam pembentukan ?!<, 5n@im dan protein lainnya untuk persiapan fase mitosis berikutnya. #ada fase ini pembentukan D!< berlangsung cepat dan D!< bertambah kompleks. 2elain itu pada fase ini juga masih berlangsung pembentukan protein kromosom dan ?!<.

:ase 8 ;8itosis7 kira$kira 1 / " jam 1 sel induk menjadi dua sel anak baru yang mempunyai struktur genetik sama dengan sel induk.[",.]

Bambar 1. 2iklus 2el ;dikutip dari kepustakaan .7 Tumorigenesis terbagi menjadi % fase, yaitu insiasi, promosi, dan progresifitas. :ase inisiasi menyebabkan sel tunggal dapat mengalami pertumbuhan, seperti adanya fungsi gen atau onkogen atau kehilangan fungsi gen yang dikenal sebagai gen supresor tumor. 2elanjutnya dapat menyebabkan akumulasi mutasi pada
3

cloning. &anker adalah penyakit perkembangan progresif klonal sebagai tumor yang muncul dari satu sel dan akumulasi mutasi yang memberikan sifar agresif pada tumor. &ebanyakan tumor yang berkembang dari lesi jinak pada tumor situ untuk menjadi kanker in,asif ;misalnya, hiperplasia duktus atipikal menjadi karsinoma duktal in situ karsinoma duktal in,asif pada payudara7.[(,1*] 8utasi gen diperlukan minimal terjadi pada empat atau lima gen untuk pembentukan tumor ganas, meskipun hanya terjadi mutasi sedikit yang cukup untuk perkembangan menjadi tumor jinak. 8eskipun mutasi genetik sering terjadi, namun sifat biologis tumor ditentukan oleh total akumulasi perubahan genetik.[1*] 2ifat$sifat sel kanker["] $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ Bentuknya bermacam$macam ;polymorphi7 Carnanya lebih gelap ;hyperchromasi7 dan bermacam$macam ;polychromasi7 =nti sel relatif besar 8itosis bertambah 2usunan sel$sel tidak teratur ;anaplastik7 Tumbuh terus tanpa batas Tidak menjalankan fungsi sel normal 8engadakan infiltrasi ke sel$sel normal di sekitarnya 8engadakan metastasis kebagian$bagian tubuh lainnya 8erusak bentuk dan fungsi organ Caktu siklus 6 'aktu yang perlu untuk 1 sel menjadi " sel dan seterusnya Derajat diferensiasi 6 makin jelek derejat diferensiasi sel, makin cepat pertumbuhan sel kanker. #opulasi kanker 6 #opulasi sel kanker terdiri dari % macam bentuk yaitu 6 o 2el yang dapat tumbuh o 2el yang tidak dapat tumbuh o 2el yang hilang atau mati

:aktor$faktor yang mempengaruhi kecepatan tumbuh sel tumor6["]

#ertumbuhan kanker cepat bila populasi sel yang dapat tumbuh lebih besar dan cepat. b. Disregulasi 2iklus 2el pada &anker &euntungan proliferasi sel tumor merupakan akibat langsung dari kemampuan sel untuk menjaga keadaan sel. 8utasi atau perubahan dalam ekspresi siklus protein sel, faktor pertumbuhan, pertumbuhan faktor reseptor, transduksi sinyal protein intraseluler, dan faktor$faktor transkripsi nuklir. 2emua hal ini dapat menyebabkan gangguan mekanisme dasar yang mengontrol siklus sel, sehingga pertumbuhan dan proliferasi sel tidak teratur.[1*] 2iklus sel dibagi menjadi empat fase. 2elama fase sintetis atau 2, sel menghasilkan satu generasi materi genetik, meskipun dalam mitosis atau fase 8, komponen seluler yang dipartisi antara dua anak sel yang identik. B1 dan B" merupakan fase antara selama sel mempersiapkan diri untuk menyelesaikan fase 2 dan 8 masing$masing sel. &etika sel$sel berhenti melakukan proliferasi, sel keluar dari siklus sel dan masuk ke fase diam yang disebut sebagai fase B*. #erkembangan siklus sel diatur oleh serangkaian checkpoint yang mencegah sel memasuki fase baru tanpa menyelesaikan tahap sebelumnya.[(,1*] c. =n,asi dan 8etastasis 2el &anker #ertumbuhan kanker dibagi atas dua bagian, yaitu 6 17 #ertumbuhan lokal yang terdiri dari 6 $ $ Aokal in situ Aokal in,asi,e &anker mulai tumbuh dari satu sel kanker pada satu tempat di dalam organ ;unisentris7. Darang kanker tumbuh dari beberapa sel di dalam organ ;multisentris7 atau dari beberapa organ ;multilokuler7. Bila sel kanker tumbuh bersamaan dalam satu tahun disebut synchronous dan bila tumbuh dalam 'aktu berbeda disebut metachronous. Entuk terjadinya transformasi ;perubahan7 dari 1 sel normal menjadi sel kanker oleh faktor karsinogen ;penyebab kanker7 diperlukan " hal yaitu insiasi dan promosi.[",1*]

2uatu tanda dari sel$sel ganas adalah kemampuannya untuk menyerang jaringan normal di sekitarnya. #ertumbuhan tumor di mana sel$sel ganas muncul secara eksklusif pada membran basal disebut sebagai kanker in situ atau lokal in situ, sedangkan pertumbuhan tumor di dimana sel$sel ganas mele'ati membrane basalis dan menmbus stroma, disebut sebagai kanker in,asi,e atau lokal in,asif. &emampuan untuk melakukan in,asi melibatkan perubahan dalam adhesi sel, inisiasi motilitas, dan proteolisis dari matriks ekstraselular ;5987. <dhesi antar sel$sel normal melibatkan interaksi antara cell-surface protein. <dhesi molekul kalsium dari keluarga kaderin ;5cadherin, #$kaderin, dan !$ cadherin7 diperkirakan meningkatkan kemampuan sel untuk mengikat satu sama lain dan menekan in,asi. 8igrasi terjadi ketika sel kanker menembus dan menempel pada matriks basalis dari jaringan yang diin,asi, ini memungkinkan sel kanker dapat menembus jaringan. &eterikatan pada glikoprotein dari 598 seperti fibronektin, laminin, dan kolagen dimediasi oleh reseptor integrin sel tumor. =ntegrin adalah termasuk dari glikoprotein yang membentuk reseptor heterodimeric untuk molekul 598. 2elain mengatur adhesi sel ke 598, sinyal molekul integrin mengenai lingkungan seluler yang mempengaruhi bentuk, kelangsungan hidup, proliferasi, transkripsi gen, dan migrasi. 2erin, sistein, dan aspartat proteinase dan matriks metaloproteinase ;88#s7 semuanya telah terlibat dalam in,asi kanker. akti,ator plasminogen urokinase ;E#<7 dan akti,ator plasminogen jaringan ;T#<7 merupakan protease serin yang mengkon,ersi plasminogen menjadi plasmin. #lasmin dapat menurunkan beberapa komponen 598. #lasmin juga dapat mengaktifkan beberapa 88#s. inhibitor akti,ator plasminogen ;#<=$1 dan #<=$"7 yang diproduksi pada jaringan dan mela'an akti,itas akti,ator plasminogen. 88#s diregulasi di hampir setiap jenis kanker. Beberapa 88#s diekspresikan oleh sel kanker, meskipun yang lain diekspresikan oleh stroma sel tumor. 8odel eksperimental telah menunjukkan perkembangan sel kanker yang menunjukkan 88#s mendorong oleh sel kanker dan meningkatkan pertumbuhan sel, migrasi, in,asi, angiogenesis, dan metastasis. <ktifitas 88#s diatur oleh inhibitor endogen, termasuk F"$makroglobulin, inhibitor
(

membran$terikat ?eck ;re,ersi$inducing sistein kaya protein dengan domain ka@al7, dan inhibitor jaringan 88#s ;T=8#$1, $", $%, dan $47. Dengan demikian regulasi 88#s terjadi pada tiga tingkat6 perubahan ekspresi gen, akti,asi @ymogens laten, dan penghambatan oleh inhibitor endogen. #erubahan dari ketiga tingkat kontrol telah dikaitkan dengan perkembangan tumor.[1*] "7 #ertumbuhan 0 penyebaran ke organ lain 0 metastasis 6 $ $ &e kelenjar limfe regional &e organ jauh 8etastasis timbul dari penyebaran sel$sel kanker dari primary site dan pembentukan tumor baru di tempat yang jauh. #roses metastasis terdiri dari serangkaian fase yang membutuhkan penyelesain dengan lengkap. #ertama, tumor primer harus mengembangkan akses ke sirkulasi baik melalui sistem peredaran darah atau sistem limfatik. 2etelah sel$sel kanker masuk ke sirkulasi, sel tersebut harus bertahan di sirkulasi. 2elanjutnya, sel$sel beredar ke organ baru dan eGtra,asasi ke jaringan baru. 2elanjutnya, sel$sel harus memulai pertumbuhan di jaringan baru dan akhirnya membentuk ,askularisasi untuk mempertahankan tumor baru. 2ecara keseluruhan, metastasis adalah proses yang tidak efisien, meskipun langkah$langkah a'al hematogenous metastasis ;penangkapan sel tumor pada organ dan ekstra,asasi7 diyakini dilakukan secara efisien. 8etastasis kadang$kadang bisa timbul beberapa tahun setelah pengobatan tumor primer. :enomena ini disebut sebagai dormansi, dan itu tetap menjadi salah satu tantangan terbesar dalam biologi kanker. persistennya sel kanker soliter dalam suatu lokasi sekunder seperti hati atau sumsum tulang adalah salah satu kontributor yang mungkin untuk dormansi. #enjelasan lain dari dormansi adalah bah'a sel$sel tetap bertahan dan diam dan kemudian dapat diaktifkan kembali oleh suatu efek fisiologis. #enjelasan alternatif adalah bah'a sel$sel membangun metastasis preangiogenic yang terus mengalami proliferasi, tetapi bah'a tingkat proliferasi yang seimbang dengan tingkat apoptosis. Oleh karena itu, ketika metastasis kecil mendapat kemampuan melakukan ,askularisasi, pertumbuhan substansial tumor dapat diperoleh pada lokasi metastasis dan mengarah ke deteksi klinis.
1*

Beberapa jenis tumor bermetastasis dalam pola$organ tertentu. 2uatu penjelasan untuk hal ini adalah mekanik dan didasarkan pada drainase peredaran darah yang berbeda dari tumor. #enjelasan lain untuk metastasis preferensial adalah apa yang disebut sebagai teori Hbenih dan tanahI, ketergantungan benih ;sel kanker7 pada tanah ;organ sekunder7. 8enurut teori ini, sekali sel telah mencapai organ sekunder, efisiensi pertumbuhannya dalam organ yang berdasarkan kompatibilitas biologi sel kanker dengan microenvironment. &emampuan sel$sel kanker untuk tumbuh pada lokasi tertentu mungkin tergantung pada substansi$substansi yang melekat ke sel kanker, substansi yang melekat pada organ, dan interaksi antara sel kanker dan microenvironment.[",1*]

Banyak onkogen ditemukan sampai saat ini, seperti +5?" 0 neu, ras, dan myc, diperkirakan berpotensi tidak hanya sebagai transformasi ganas tapi juga dalam satu atau lebih fase$fase yang diperlukan dalam proses metastasis. 8etastasis juga dapat melibatkan hilangnya metastasis gen supresor.[",1*] 9ara #enyebaran sel kanker secara umum yaitu6["] $ $ $ $ $ $ #erkontinuitatum 6 #ertumbuhan ke sekitarnya 2ecara limfogen 6 2el$sel menginfiltrasi saluran limfe ke kelenjar limfe regional +ematogen 6 2el$sel menginfiltrasi kapiler pembuluh darah 6 ikuti aliran darah Transluminal 6 Dalam dinding saluran nafas, saluran cerna, saluran urine Transerosa 0 trancoelum 6 Dalam 9a,. Thoracis, 9a,. <bdominis, 9a,. #el,is =atrogen 6 Oleh tindakan kita, misalnya masage, operasi dan lain$lain

".2 E$iologi Kan%e! &Ka!#inogen' #erubahan dari sel normal menjadi sel kanker dipengaruhi oleh banyak faktor ;multifaktor7 dan bersifat indi,idual atau tidak sama pada setiap orang. kausa kanker adalah penggerak primer timbulnya kanker, tanpa itu kanker tidak dapat terjadi.
11

Berdasarkan asal, sifat, dan pola kerjanya, faktor terkait dengan timbulnya kanker dapat digolongkan menjadi faktor endogenik dan faktor eksogenik. :aktor eksogenik berasala dari lingkungan luar, berkaitan erat dengan lingkungan alamiah dan kondisi kehidupan, meliputi faktor kimia'i, fisika dan biologis. :aktor endogenik meliputi kondisi imunitas, konstitusi genetik, kadar hormon, dan kemampuan reparasi kerusakan D!<.[(,1*] a. Benetik 8ekanisme pasti herediter atau genetik dengan timbulnya penyakit tumor belum diketahui secara pasti. !amun, belakangan ini perkembangan onkogen dan supresor onkogen, lebih jauh dapat dijelaskan hubungan antara hereditas dan tumorigenesis. #roduk ekspresi onkogen berefek regulasi positif terhadap proliferasi sel. Bila mengalami mutasi atau o,ereskpresi, dapat menyebabkan sel berproliferasi berlebihan, sedangkan supresor onkogen mengekspresikan produk yang berefek regulasi negatif terhadap proliferasi sel. Bila struktur atau fungsi supresor onkogen berubah atau supresor onkogen hilang, regulasi negatif terhadap proliferasi sel hilang, juga dapat timbul sinyal yang memacu hiperproliferasi sel.[4,1*] a(el 1. Gen )ang (e!%ai$an dengan %an%e! he!edi$e!.[1*]
Gene# AP Lo*a$ion 1-J"1 S)nd!ome :amilial adenomatous polyposis ;:<#7 +an*e! #i$e# and a##o*ia$ed $!ai$# 9olorectal adenomas and carcinomas, duodenal and gastric tumors, desmoids, medullablastomas, osteomas Du,enile polyps of the gastrointestinal tract, gastrointestinal and colorectal malignancy Breast cancer, o,arian cancer, colon cancer, prostate cancer Breast cancer, o,arian cancer, colon cancer, prostate cancer, cancer of the gallbladder and bile duct, pancreatic cancer, gastric cancer, melanoma 8elanoma, pancreatic cancer, dysplastic ne,i, atypical moles 1"

!"P#$A

1*J"1$J""

Du,enile polyposis coli

!# A1 !# A2

1-J"1 1%J1".%

Breast0o,arian syndrome Breast0o,arian syndrome

p1%& '()

(p"1K 1"J14

:amilial melanoma

Bastric cancer '*1 h *(2 h"+*1& h"S*2& h"S*%& hP"S1& hP"S2 ",-1 ",. -/1 13J"" ""J1".1 %p"1K "p""$ "1K "p13K "J%1$ %%K -p"" 11J1% -J%1 1-J11 +ereditary diffuse gastric cancer Ai$:raumeni and hereditary breast cancer +ereditary nonpolyposis colorectal cancer Breast cancer, soft$tissue sarcoma, brain tumors 9olorectal cancer, endometrial cancer, transitional cell carcinoma of the ureter and renal pel,is, and carcinomas of the stomach, small bo'el, o,ary, and pancreas #ancreatic islet cell cancer, parathyroid hyperplasia, pituitary adenomas ?enal cancer !eurofibroma, neurofibrosarcoma, acute myelogenous leukemia, brain tumors <coustic neuromas, meningiomas, gliomas, ependymomas

8ultiple endocrine neoplasia type 1 +ereditary papillary renal cell carcinoma !eurofibromatosis type 1

-/2

""J1"

!eurofibromatosis type "

b.

&arsinogen &imia'i Temuan hubungan antara @at kimia dan kanker pada manusia dapat ditelusuri

hingga tahun 1--). Dengan perkembangan industry yang pesat de'asa ini, semakin banyak @at kimia'i baru muncul. 2emua @at kimia yang dapat menimbulkan kanker pada manusia maupun he'an disebut sebagai karsinogen kimia'i. 8enurut mekanisme kerjanya, @at karsinogen dibagi menjadi tiga, yaitu karsinogen langsung, karsinogen tidak langsung, dan @at pemicu kanker.[4] &arsinogen langsung adalah @at yang setelah masuk ke dalam tubuh dapat langsung bekerja atas sel tubuh, tanpa perlu melalui metabolisme lebih dahulu. Lat ini langsung dapat menginduksi sel normal menjadi kanker. 2ifat karsinogenik @at ini kuat, efeknya cepat, sering digunakan untuk riset karsinogenesis in ,itro. 9ontohnya adalah @at karsinogen alkilasi, golongan nitrosilamin.[4] &arsinogen tidak langsung adalah @at yang setelah masuk ke dalam tubuh memerlukan akti,asi melalui kerja en@im oksidase multifungsi mikrosomal dalam tubuh menjadi bentuk yang secara kimia'i aktif, barulah ia berfungsi sebagai

1%

karsinogen. &arsinogen jenis ini luas tersebar di lingkungan luar, yang sering ditemukan adalah hidrokarbon aromatic polisiklik, golongan amin aromatic, golongan nitrosamin, dan aflatoksin. Berdasarkan tingkat akti,asi metabolic @at karsinogen tidak langsung ini, umumnya bentuk yang belum terakti,asi disebut sebagai prekarsinogen. Bentuk yang telah mengalami metabolism tubuh berubah menjadi karsinogen aktif dengan umur sangat singkat disebut sebagai karsinogen proksimat. &arsinogen proksimat yang bertransformasi selangkah lagi menjadi @at elektrofilik bermuatan positif disebut sebagai karsinogen ultimat. &arsinogen ultimat ini berikatan ko,alen dengan D!<, ?!<, protein dan makromolekuler biologis lain sehingga mereka mengalami kerusakan dan menjadi ganas.[4,1*] Lat pemacu kanker disebut juga sebagai agen promosi tumor. Lat pemacu tumor secara tersendiri di dalam tubuh tidak dapat menimbulkan kanker, tapi dapat memacu karsinogen lain menimbulkan kanker. Lat pemacu kanker yang sering ditemukan adalah minyak kroton, sakarin, dan fenobarbital.[4] Berdasarkan hubungannya dengan kanker pada manusia, karsinogen kimia'i dapat dibagi menjadi karsinogen definitif, karsinogen suspek, dan karsinogen potensial. &arsinogen definitif adalah karsinogen yang telah dipastikan secara studi epidemiologis, diakui para klinisi dan ilmu'an klinis bersifat karsinogenik pada manusia dan he'an, efek karsinogeniknya menunjukkan hubungan dosis respons. &arsinogen suspek berefek transformasi ganas in ,itro, kejadian kanker berkaitan dengan lama terpaparnya hasil eksperimen pada he'an positif tapi hasilnya tidka konsisten, selain itu karsinogen golongan ini tidak memiliki bukti studi epidemiologis. &arsionogen potensial pada umumnya menunjukkan hasil positif pada sejumlah eksperimen pada he'an, tapi bukti pada manusia belum ada.[4,(] a(el 2. Se,umlah %a!#inogen %imia-i )ang (e!%ai$an dengan %an%e! manu#ia.
[4]

Ka!#inogen de.ini$i. <rsen dan senya'anya Ben@idin

Ka!#inogen #u#pe% <krilonitril ;,inilsianida7 8agenta merah

Ka!#inogen po$en#ial &loroform DDT


14

Ben@ene <sbes &romium dan senya'anya "$naftilamin Minilklorida 4$aminodifenil

<lkalis <flatoksin Dimetilsulfat !ikel dan senya'anya &lormetin0mostar nitrogen Berilium dan sneya'anya :enasetin

!itrosourea &admium dan senya'anya &arbon tetraklorida Dimetilhidra@ina 9o, 2e, #b, +g +idra@ina

c.

&arsinogen :isika &arsinogen fisika terdiri atas dua jenis, yaitu radiasi pengion dan sinar

ultra,iolet. 5fek karsinogen kedua jenis tersebut memiliki masa laten yang sangat panjang. :aktor fisika dapat menyebabkan berbagai jaringan dan sel tubuh berubah sensitifitasnya terhadap karsinogen dan penunjang karsinogen endogenik maupun eksogenik hingga timbul kanker, juga dapat mencederai sel reproduksi hingga timbul kanker pada generasi selanjutnya.[4] 17 ?adiasi pengion ?adiasi pengion merupakan merupakan karsinogen fisika yang terpenting, terutama radiasi gelombang elektromagnetik bergelombang pendek dan berfrekuensi tinggi, serta radiasi elektron, proton, neutron, partikel alfa dan yang lain. 8ekanisme radiasi pengion dalam mencederai target biologis terutama dengan menghasilkan ion dan membentuk radikal bebas. 2ifat radikal bebas sangat aktif, dapat merusak struktur molekul normal hingga melukai target biologis. D!< merupakan target biologis penting pada radiasi pengion.[4] &erusakan pada D!< akibat radiasi ini yaitu patahnya rantai tunggal dan perubahan struktur gugus basa. #ada tingkat sel tampak sebagai patahnya kromosom, berbagai jenis deformasi kromosom seperti repetisi, delesi, in,erse, translokasi. &anker yang berkaitan dengan radiasi pengion yaitu kanker kulit, leukemia, keganasan kelenjar tiroid, kanker paru, kanker mammae, tumor tulang, multiple myeloma, dan limfoma.[4,)] "7 2inar ultra,iolet
1)

#aparan radiasi sinar matahari atau sinar ultra,iolet dalam jangka 'aktu panjang bersifat karsinogenik bagi kulit. &anker kulit akibat sinar ultra,iolet dengan terbentuknya pirimidin dimer pada D!<. Dalam keadaan normal, di dalam sel terdapat sistem reparasi D!< yang dapat membersihkan pirimidin dimer tersebut. Dika terjadi defisiensi en@im reparasi dapat menyebabkan dimer tersebut tidak tereliminasi sehingga terjadi perubahan struktur gen dan kekeliruan replikasi D!<.[4,3] d. &arsinogen Mirus

#engaruh ,irus dalam etiologi tumor telah diteliti sejak (* tahun yang lalu. Calaupun hubungan ,irus dan kanker pada manusia belum diketahui secara pasti, namun beberapa penelitian menunjukkan ,irus tertentu berkaitan dengan kanker pada manusia. Mirus tumor adalah jenis ,irus yang dapat menimbulkan tumor pada tubuh atau membuat sel berubah menjadi ganas. =nteraksi antara ,irus tumor dan sel hospes menyebabkan transformasi ganas sel, kuncinya adalah adanya gen ,irus yang onkogenik berintegrasi dengan D!< sel sehingga D!< ,irus menjadi bagian dari D!< sel, dan dengan demikian dapat mempengaruhi proses kendali diferensiasi, proliferasi, dan pertumbuhan sel hospes, hingga terjadi transformasi keganasan.[4,-] a(el ". Ka!a%$e!i#$i% /$ama Kla#i.i%a#i 0i!u# umo![4] Mirus Tumor ?!< Mirus berproliferasi, mentransformasi sel. satu ,irion cukup mentransformasi sel. Terdapat en@im transcriptase re,erse Terdapat kapsid Mirus Tumor D!< selain +anya mentransformasi sel, ,irus tidak berproliferasi ;kecuali 5BM7 transformasi rendah, mungkin butuh 1*$1** ,irion untuk berhasil. Tidak ada. Tidak pasti. Terdapat lima golongan besar ,irus D!< yang berkaitan dengan tumor pada manusia, yaitu jenis papo,irus, adeno,irus, herpes,irus, ,irus hepatitis B, dan jenis

5fekti,itas transformasi tinggi, kadang 5fekti,itas

13

poks,irus. Mirus ?!< yang berkaitan dengan tumor pada manusia terutama adalah retro,irus.[4] 1. Diagno#i# umo!

Diagnosis tumor ditegakkan berdasarkan 6 1.1 Lo%a#i $umo! p!ime! #e#uai dengan %!i$e!ia I+D &In$e!na$ional +ode o. $he Di#ea#e#' 12 da!i 3HO. &lasifikasi Tumor berdasarkan =9D 1* dari C+O, yaitu6[11] $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ 9**$914 8alignant neoplasms of lip, oral ca,ity and pharynG 9**$9-) 8alignant neoplasms, stated or presumed to be primary, of specified sites, eGcept of lymphoid, haematopoietic and related tissue 9**$9(- 8alignant neoplasms 91)$9"3 8alignant neoplasms of digesti,e organs 9%*$9%( 8alignant neoplasms of respiratory and intrathoracic organs 94*$941 8alignant neoplasms of bone and articular cartilage 94%$944 8elanoma and other malignant neoplasms of skin 94)$94( 8alignant neoplasms of mesothelial and soft tissue 9)*$9)* 8alignant neoplasm of breast ;9)*7 9)1$9). 8alignant neoplasms of female genital organs 93*$93% 8alignant neoplasms of male genital organs 934$93. 8alignant neoplasms of urinary tract 93($9-" 8alignant neoplasms of eye, brain and other parts of central ner,ous system 9-%$9-) 8alignant neoplasms of thyroid and other endocrine glands 9-3$9.* 8alignant neoplasms of ill$defined, secondary and unspecified sites 9.1$9(3 8alignant neoplasms of lymphoid, haematopoietic and related tissue 9(-$9(- 8alignant neoplasms of independent ;primary7 multiple sites ;9(-7 D**$D*( =n situ neoplasms D1*$D%3 Benign neoplasms
1-

D%-$D4. !eoplasms of uncertain or unkno'n beha,iour

1.2 Diagno#i# %lini# 1.2.1 Anamne#i# Diagnosis segala penyakit harus dimulai dari anamnesis termasuk untuk kasus tumor. <namnesis harus dilakukan secara teliti, terinci tentang ri'ayat penyakit, mendengarkan dengan penuh perhatian keluhan utama pasien, hal pokok dalam ja'abannya terhadap pertanyaan tentang ri'ayat penyakitnya. 8engumpulkan ri'ayat penyakit secara komprehensif dan akurat merupakan dasar yang penting bagi diagnosis tepat. Berdasarkan uraian penyakit pasien, sebab timbulnya penyakit dan perjalanan penyakitnya dianalisis, sintesis, dismpulkan, kemudian secara terarah melakukan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan spesifik lain secara komprehensif dan selektif. 8enggabungkan ri'ayat penyakit dan pemeriksaan parameter klinis terkait kemudian dibuat diagnosis yang tepat. Dalam anamnesis, perlu diperhatikan beberapa aspek berikut6[4,1*] 1. 8anifestasi setempat Benjolan atau tumor, merupakan keluhan utama yang sering dikeluhkan oleh pasien. Benjolan dapat timbul di semua bagian tubuh, yang lokasinya dekat atau di permukaan kulit, jaringan lunak, mamae, skrotum, anggota badan, rongga mulut, hidung, anus, rectum, ketiak, lipat paha. Bejala$gejala seperti gejala obstruksi akibat tumor, seperti gangguan pernapasan, nyeri menelan, sulit menelan, mual, muntah, nyeri lambung. Bejala$gejala desakan tumor, seperti desakan ,ena ka,a, 'ajah, leher, dada atas, sianosis, desakan pada trakea dan esophagus, oliguria, anuria, dan uremia. Bejala$gejala destruksi struktur dan fungsi organ tempat tumor berada, osteosarkoma merusak tulang, mempengaruhi fungsi persendian, tumor mammae merusak jaringan payudara, mempengaruhi kelenjar di sekitar. &eluhan nyeri juga sering dirasakan karena mendesak saraf yang ada di sekitarnya, atau bila tumor berada di organ padat dan tulang rangka tumbuh terlalu cepat dan menyebabkan kapsul organ atau periosteum teregang, timbul nyeri tumpul atau nyeri samar. 2ecret patologis dan adanya ulserasi dapat menjadi gejala lokal yang disebabkan oleh tumor.
1.

".

8anifestasi sistemik Tumor pada stadium a'al belum menunjukkan gejala sistemik yang jelas,

dengan berkembangnya tumor dapat timbul gejala sistemik seperti demam, penurunan berat badan, anemia, asthenia progresif, dan ikterus. %. 2indrom paraneoplastik 8anifestasi klinis tumor ganas selain ditimbulkan oleh tumor primer dan atau metastasisnya akibat @at aktif biologis abnormal yang disebut sebagai sindrom paraneoplastik, atau efek ajuh tumor. 2indrom paraneoplastik bisa terjadi pada kulit dan jaringan penunjang, sistem saraf, sistem kardio,askuler, sistem endokrin dan metabolik, dan gejala hematologik.

1.2.2 Peme!i%#aan 4i#i# #emeriksaan fisis merupakan bagian terpenting dari pemeriksaan tumor. #emeriksaan fisis dapat dilakukan dengan pemeriksaan fisis umum dan pemeriksaan lokal.[4,1*] 17 #emeriksaan fisis umum #emeriksaan ini terdiri dari pemeriksaan inspeksi, palpasi, perkusi dan auskultasi. Tujuan pemeriksaan ini adalah memastikan apakah pasien menderita tumor, sifatnya jinak atau ganas, primer atau sekunder, ada tidaknya metastasis, memeriksan fungsional organ ,ital, untuk repon terhadap terapi tumor seperti operasi, kemoterapi, radioterapi dan sebagainya. "7 #emeriksaan fisis lokal Tujuan pemeriksaan ini adalah memastikan lokasi tumor dan hubungannya dengan jaringan sekitar, perhatian pada kondisi tumor, dan situasi keterlibatan kelenjar limfe regional. a7 #emeriksaan terhadap tumor #emeriksaan ini meliputi lokasi tumor, dengan inspeksi dan palpasi secara jelas memastikan lokasi timbulnya tumor dan lingkup infiltrasinya. Ekuran tumor seperti panjang, lebar, dan tebal tumor diukur dengan mm, umumnya hanya dapat
1(

mengukur panjang dan lebar tumor. Bentuk tumor, tumor jinak umumnya bentuknya bulat atau lonjong sedangkan tumor ganas bentuknya tidak teratur. Batas tumor, tumor jinak biasanya memiliki kapsul utuh, batas tegas, tumor ganas tumbuh infiltrate, batas tidak jelas. &onsistensi tumor apakah padat kenyal, padat kistik, atau lunak. #emeriksaan permukaan tumor dilakukan dengan memperhatikan 'arna kulit disekitar normal atau merah, ada tidak nodul, rata atau berbenjol$benjol, tumor dan kulit atau dasarnya beradhesi, pelebaran ,ena subkutis, dan ulserasi. #emeriksaan mobilitas tumor, biasanya tumor jinak beradhesi dengan jaringan di sekitarnya, mobilitasnya baik, tumor ganas pada stadium dini umumnya dapat digerakkan atau gerakannya terbatas, stadium sedang dan lanjut mobilitasnya rendah atau sama sekali terfiksasi. #emeriksaan nyeri tekan pada tumor, temperature kulit, dan adanya denyutan atau bruit ,askuler. b7 #emeriksaan kelenjar limfe superfisial Terdapat enam kelompok kelenjar limfe superficial utama yaitu di leher, ketiak dan lipat paha kiri dan kanan, juga kelenjar limfe lipat siku dan lipat lutut kiri dan kanan. #ada 'aktu pemeriksaan fisis menyeluruh, pusatkan perhatian pada kelenjar limfe kiri dan kanan leher, aksilla, dan inguinal. 1.2." Peme!i%#aan La(o!a$o!ium #emeriksaan laboratorium rutin terutama terdiri atas tiga pemeriksaan rutin, yaitu hematologi, urinalisis, dan feses. #emeriksaan petanda tumor juga dapat dilakukan.[4] 1.2.1 Peme!i%#aan Radiologi# 17 #emeriksaan N$?ay "7 #emeriksaan E2B %7 #emeriksaan 9T 2can #enggunaan klinis 9T 2can terutama meliputi, diagnosis dan diagnosis banding lesi penempat ruang, penentuan stadium klinis tumor, pedoman dalam melakukan tindakan operatif, peniliaian efektifitas dan tindak lanjut pascaterapi,. 47 #emeriksaan 8?=

"*

8agnetic ?esonance =maging ;8?=7 adalah suatu teknologi menggunakan resonansi inti atom dan gelombang frekuensi radio di dalam medan magnet untuk menghasilkan sinyal dan rekonstruksi gambar.[",4] 1.2.5 $ Peme!i%#aaan Hi#$opa$ologi# Aangkah / langkah umum teknik +istopatologi[",4] :iksasi jaringan #enga'etan jaringan agar substansi jaringan tetap seperti keadaan semula ;bentuk maupun lokalisasi @at kimia yg ada dlm jaringan tersebut7. pembusukan jaringan. :iksasi merupakan langkah yg sangat penting. #rinsip :iksasi 6 2tabilisasi protein 6 denaturasi tanpa degradasi Tujuan :iksasi 6 o 8empertahankan unsur dlm jaringan tanpa bereaksi dgn unsur tersebut o Tidak melarutkan unsur tersebut o 8emelihara susunan morfologi mendekati keadaan 'aktu jaringan masih hidup o Tidak bereaksi dengan @at pulasan yang akan dipakai selanjutnya $ $ $ $ $ #emilihan sampel 0 semua bahan dicetak #engolahan sampel 0 jaringan ; mesin 0 manual 7 ,m0edding .rimming dan ri00oning #ulasan jaringan Peme!i%#aan Si$opa$ologi 2itopatologi meliputi, pemeriksaan cairan pleura, cairan asites, urine, liJuor cerebrospinalis, sikatan0 bilasan bronchus, dan biopsi aspirasi jarum halus.[",4] Biopsi jarum halus ;B<D<+7 Teknik pengambilan bahan pemeriksaan selluler dengan atau tanpa aspirasi aktif. Biopsi jarum halus tanpa aspirator memakai daya hisap kapiler. Biopsi <spirasi jarum halus memakai tekanan negatif semprit. Bahan berupa aspirat mengandung sejumlah sel. 2ampel sel yang terambil harus sesuai dgn kondisi lesi ;representatif7. &euntungan biopsy aspirasi jarum halus, yaitu relatif tidak sakit, hasil lebih cepat, murah, dan akurasi cukup tinggi. &ekurangannya yaitu perdarahan terutama pada
"1

8encegah

1.2.6

organ / organ dalam seperti hati, prostat, dsb. ;jaringan7. =mplantasi sel / sel tumor dapat terjadi sehingga jangan memakai jarum dgn ukuran yang besar ;!o. "*7, dan belum dapat mengganti pemeriksaan histopathologi.

Bambar ". Teknik Biopsi Darum +alus ;dikutip dari kepustakaan 1*7 =nterpretasi Biopsi Darum +alus ;B<D<+7["] $ $ $ $ #ositif 6 sediaan mengandung sel tumor ganas0 pola keganasan 8encurigakan keganasan 6 2ediaan menunjukkan sel dgn banyak ciri yg sesuai keganasan namun belum lengkap 2el atipik 6 #erubahan ringan ciri sel, dilaporkan juga dalam ja'aban sebagai =nkonklusif. Aesi Dinak 6 <spirat mengandung sel yang memadai dengan ciri sel yang tidak menunjukkan ganas. Dikombinasi dgn klinis dan pemeriksaan penunjang lainnya. $ $ $ Tidak representatif 6 <spirat dgn kondisi yg tidak dapat ditafsirkan #engambilan 0 collecting sampel tergantung jenis spesimen yg akan diperiksa Beberapa perlakuan terhadap spesimen o 2entrifugasi, cytospin
""

Aangkah$langkah teknik sitopatologi["]

o #embuatan sel blok $ $ $ $ 5. :iksasi spesimen #ulasan spesimen rutin ;#ap 2tain atau ?omano,sky$Biemsa7

2putum 2itologi alat kelamin 'anita ;#apOs 2mear7 S$adium umo! $ 8enentukan stadium tumor $ 8enentukan jenis tindakan 0 terapi. $ 5,aluasi hasil terapi $ 8enentukan #rognosis. $ 8embandingkan hasil suatu terapi dengan jenis terapi lain.

#enentuan stadium tumor dapat bermanfaat untuk6[-,1*]

2tadium tumor berdasarkan sistem T!8 T P Tumor. TG 6 Tumor primer tidak diketahui T* 6 tidak adanya tumor primer T1 6 &arsinoma in situ T1, T", T%, T4 6 peningkatan ukuran dan lokasi tumor primer. ! P !ode ; kelenjar 7 !G 6 kelenjar limfe regional tidak diketahui !* 6 tidak ada metastasis ke kelenjar limfe regional. !1,!",!% 6 peningkatan penjalaran ke kelenjar limfe regional. 8 P 8etastasis jauh. 8G 6 metastasis tidak diketahui 8* 6 tidak ada metastasis jauh. 81 K adanya metastasis ke organ yang jauh. 2tatus #enampilan 8enurut C+O *6 Baik, dapat bekerja normal. 16 9ukup, tidak dapat bekerja berat,ringan bisa.
"%

"6 Aemah, tidak dapat bekerja,tapi dapat jalan Q mera'at diri sendiri )*1 dari 'aktu sadar. %6 Delek, tidak dapat jalan,dapat bangun Qra'at diri sendiri,perlu tiduran R )*1 'aktu sadar 46 Delek sekali 6 tidak dapat bangun Q ra'at diri sendiri,hanya tiduran saja. 2tatus &arnofsky 1** 1 6 mampu melaksanakan akti,itas normal, tanpa keluhan0tidak ada kelainan. (* 1 6 tidak perlu pera'atan khusus, keluhan gejala minimal. .* 1 6 tidak perlu pera'atan khusus, dengan beberapa keluhan 0 gejala. -* 1 6 tidak mampu bekerja, mampu mera'at diri. 3* 1 6 kadang perlu bantuan tetapi umumnya dapat melakukan untuk keperluan sendiri. )* 1 6 perlu bantuan dan umumnya perlu obat$obatan. 4* 1 6 tidak mampu mera'at diri, perlu bantuan dan pera'atan khusus. %* 1 6 perlu pertimbangan ra'at di ?s. "* 1 6 sakit berat, perlu pera'atan ?s. 1* 1 6 mendekati kematian. * 1 6 meninggal dalam iman ; Dying in dignity 7 2tatus #enampilan menurut 59OB ;5astern 9ooperati,e Oncology Broup7 Brade *6 8asih sepenuhnya aktif tanpa hambatan untuk mengerjakan tugas kerja dan pekerjaan sehari$hari. Brade 16 +ambatan pada pekerjaan berat, namun masih mampu bekerja kantor atatupun pekerjaan rumah yang ringan. Brade "6 +ambatan melakukan pekerjaan, )*1 'aktunya untuk tidur dan hanya bisa mengurus pera'atan dirinya sendiri, tidak dapat melakukan pekerjaan lain. Brade %6 +anya mampu melakukan pera'atan diri tertentu, lebih dari )*1 'aktunya untuk tidur. Brade 46 2epenuhnya tidak bisa melakukan aktifitas apapun, betul$betul hanya di kursi atau tiduran terus.

"4

6. 1.

e!api umo! Solid 8enegakkan diagnosis Aokasi tumor primer, sedapat mungkin disesuaikan dengan kriteria =9D 1* ;=nternational 9ode of the Diseases7 dari C+O. Diagnosis klinis berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisis, laboratorium dan pemeriksaan radiologi seperti N$ray, 9T$scan, E2B dan 8?=. Diagnosis klinis sedapat mungkin disertai dengan pemeriksaan histopatologis atau sitologis.

6.1 P!in#ip Pena$ala%#anaan umo! Solid Diagnosis ditegakkan berdasarkan 6[1"]

".

8enentukan stadium tumor #enentuan stadium tumor secara klinis ;clinical staging P cT!87 sangat

penting dalam merencanakan terapi dan penentuan prognosis. 2tadium klinis ini berdasarkan pada hasil pemeriksaan sesuai diagnosis klinis, T!8. +asil ini dapat berubah setelah operasi dan stadium ini disebut patological staging ;pT!87. %. #enentuan status penampilan ;#erformace status7 #enentuan status penampilan sangat penting di dalam perencanaan pengobatan. 4. #erencanaan pengobatan ; terapi 7 2etelah diagnosis, staging dan status penampilan penderita ditentukan maka dapatlah direncanakan modalitas terapi yang sesuai untuk penderita. Disini perlu pendekatan multidisiplin. Terapi operasi terutama dilakukan pada tumor yang masih lokal atau lokoregional, sedang tumor yang sudah bermetastasis, pembedahan hanya bersifat paliatif ;tidak kuratif lagi7. Terapi operasi dapat didahului oleh terapi radiasi atau sesudah operasi diikuti terapi radiasi atau pemberian kemoterapi. Terapi ini disebut adju,ant terapi. ). #elaksanaan ;implementasi7 terapi Dilakukan sesuai rencana yang telah ditetapkan dan perlu dilakukan kerja sama yang baik dari anggota tim kanker 3. 5,aluasi
")

Dilakukan setelah pelaksanaan terapi dan ditinjau apakah stadium klinis sesuai dengan stadium patologi sesudah operasi. Bila berbeda mungkin dipertimbangkan pemberian terapi adju,ant atau terapi tambahan. 6.2 Pena$ala%#anaan umo! Solid 17 ?encana Terapi ?encana terapi dalam bedah onkologi berdasarkan6[1"] $ $ $ Diagnosis 2taging 2tatus #enampilan

Denis Terapi ditentukan berdasarkan 6 Denis +istopatologis $ 9arcinoma $ 2arcoma 2tadium &anker $ 2tadium Dini $ 2tadium Aanjut Operabel atau =noperabel Terapi &uratif atau #aliatif "7 Denis$Denis Terapi[",4] a7 Terapi Etama 6 $ Operatif yaitu untuk tumor lokal atau locoregional yang masih operable. #embedahan Defenitif #embedahan #re,entif atau #rofilaksis Debulking 8etastasektomi #embedahan &edaruratan Onkologis #embedahan #aliatif
"3

Denis$jenis pembedahan tumor6

#embedahan ?ekonstruksi dan ?ehabilitasi

#enggunaan &linis berbagai Teknik Operasi Operasi Diagnostik Entuk keperluan diagnostik, pembedahan dapat dilakukan dengan menggunakan6 <spirasi jarum halus ;fine-needle aspiration7 <spirasi jaringan dengan jarum halus untuk pemeriksaan sitologi adalah cara sederhana dan aman, luas digunakan untuk diagnosis tumor mammae dan tumor permukaan yang lain. &ekurangan metode ini adalah terdapatnya hasil negati,e semu atau positif semu. Biopsi jarum ;needle biopsy7 Biasanya memakai jarum khusus seperti True$9ut, 9ore$9ut, dan sebagainya. #ada sumbu jarum terdapat kait terbalik, setelah sumbu masuk ke dalam jaringan barulah sarung jarum dimasukkan, lalu sumbu dan sarung dikeluarkan secara bersamaan, sehingga diperoleh satu pita kecil jaringan untuk pemeriksaan patologi, maka disebut juga biopsi potong. Biopsi =nsisional Entuk tumor permukaan yang agak besar, tumor tulang, sering dilakukan biopsy insisional, tumor ,isera yang butuh operasi yang rumit atau sulit dideteksi juga sering dilakukan biopsy insisional. Biopsi 5ksisional 9ara ini paling sering digunakan untuk tumor kecil. Operasi harus mengangkat sejumlah jaringan normal sekitar tumor untuk mengurangi penyebaran tumor iatrogenik.[",4] Operasi &uratif Tujuan dari operasi ini adalah mengangkat tumor secara tuntas dengan tujuan kuratif. 2etiap tumor yang terlokalisir di lokasi primer dan kelenjar limfe regional dekatnya, atau tumor 'alaupun sudah mengin,asi organ sekitarnya tapi masih dapat diangkat en blok bersama lesi primernya harus dilakukan operasi kuratif. Tuntutan standar minimal untuk operasi kuratif adalah tepi potongan secara ,isual dan patologik tidak tampaak tumor.[4]
"-

Operasi #aliatif Operasi paliatif meliputi eksisi tumor paliatif dan reseksi simtomatik. ?eseksi tumor paliatoif adalah reseksi yang tidak tuntas ;secara ,isual tidak bersih atau secara aatologi tampak sisa tumor7 namun tidak dapat dilakukan operasi radikal terhadap lesi primer ataupun metastasisnya. ?eseksi simtomatik sama sekali tidak mereseksi lesi tetapi hanya melakukan operasi untuk membebaskan gejala terkait tumor. Tujuan operasi paliatif adalah untuk dipadukan dengan radioterapi, kemoterapi, dan terapi kombinasi lainnya atau hanya untuk mengurangi gejala meningkatkan kualitas hidup, misalnya mengurangi nyeri, perdarahan, mengatasi sesak napas. Operasi paliatif yang sering digunakan adalah6[4,1*] 5ksisi seluruh atau sebagian organ #ada tumor$tumor yang berukuran besar kadang kala dilakukan operasi mengurangi ,olume ;operasi debulking7 yang merupakan reseksi paliatif, pasca operasi dilakukan metode terapi lain untuk mengedalika sel kanker residif di medan operasi. <nastmose drainase Tindakan yang sering dilakukan adalah esofagomiotomi untuk mengatasi obstruksi esophagus, gastrojejunostomi :istulisasi Tindakan yang sering dilakukan adalah fistulisasi gaster, jejunum, kolon, ,esika fellea, ,esika urinaria, trakea. Operasi fistulisasi memba'a efek psikologis yang besar bagi pasien, membuat kehidupan tidak nyaman, harus sedapat mungkin dihindari. Operasi ini sering dilakukan untuk kasus ga'at, terutama pada pasien dengan kondisi umum kurang baik. Aigasi ,askuler Bila tumor mengalami hemoragi massif yang sulit dihentikan, sering perlu meligasi arteri pemasok lokasi lesi untuk tujuan hemostasis. Operasi ini umumnya dilakukan untuk kasus ga'at. $ &emoterapi
".

untuk mengatasi

obstruksi pylorus,

jejjunokolostomi untuk mengatasi obstruksi kolon.

&emoterapi adalah segala jenis obat ;aspirin, penicilin, dll7 yang digunakan untuk mengobati penyakit. &emoterapi &anker adalah penggunaan @at kimia untuk membunuh sel kanker dengan mengganggu proses pembelahan sel kanker dengan cara merusak D!< atau produk proteinnya. &emoterapi hampir selalu digunakan sebagai terapi sistemik kecuali pada S$solated +im0 PerfusionI.[1"] 2yarat pemberian kemoterapi[1"] 1. Obat harus aktif pada pemberian 6 tunggal atau kombinasi ". 8empunyai cara kerja yang berbeda pada fase yang berbeda %. Tidak mempunyai efek samping 0 toksisitas yang sama 4. Dosis yang dipakai sedapat mungkin dengan dosis terapeutik. #emilihan regimen kemoterapi tergantung pada 6[1"] 1. Denis kanker ; diagnosis histopatologis 7 ". 2tadium kanker %. Emur penderita 4. <da tidaknya penyakit komorbiditas ; penyerta 7 yang serius ). Denis khemoterapi yang pernah diberikan sebelumnya 8enurut asal obat, struktur kimia dan mekanisme kerjanya, obat kemoterapi dapat dibagi menjadi - golongan, yaitu6[4] 1. <lkilator Obat alkilator memiliki gugus alkilator yang aktif, dalam kondisi fisiologis dapat membentuk gugus elektrofilik dari ion positif karbon, untuk menyerang lokus kaya elektron dari makromolekul biologis. 5fek sitotoksik @at alkilator terutama melalui pembentukan ikatan silang secara langsung dengan !- radikal basa guanine atau !% adenin dari molekul D!< atau pembentukan ikatan sialang antara molekul D!< dan protein, hingga struktur sel rusak dan sel mati. 9ontoh golongan alkilator yaitu, siklofosfamid, tiotepa ;T2#<7 dari golongan etilenimina, mileran dari golongan alkil sulfonat, dan golongan nitrosourea seperti karmustin ;B9!E7, antitumor golongan logam seperti cisplatin ;##D7, karboplatin, oksiliplatin, dakarba@in ;DT=97, dan temo@elamid. ". <ntimetabolit
"(

Obat golongan ini terutama mengganggu metabolism asam nukleat dengan mempengaruhi sintesis D!<, ?!<, dan makromolekul protein. 9ontoh golongan ini yaitu metotreksat ;8TN7, hidroksiurea ;+E7, sitarabin ;<ra$97. %. Bolongan antibiotik Obat$obat seperti aktinomisin D ;<ct$D7, daunorubism, adriamisin ;<D?7, epirubisin, pirarubism ;T+#7, idarubisin, mitoksantron, bekerja dengan cara masuk ke pasangan basa di dekat rantai ganda D!<, menimbulkan terpisahnya kedua rantai D!<, mengganggu transkripsi D!< dan produksi m?!<. 4. =nhibitor protein mikrotubuli <lkaloid dari tumbuhan jenis Minca, seperti ,inblastin ;MAB7, ,inkristin ;M9?7, ,indesin ;MD27, maupun na,elbin terutama berikatan dengan protein mikrotubuli inti sel tumor, menghambat sintesis dan polimerisasi mikrotubul, sehingga mitosis berhenti pada fase metaphase, dan replikasi sel terganggu. ). =nhibitor topoisomerase <lkaloid dari 9amptotheca acuminate, irinotekan dan topotekan terutama berefek menghambat topoisomerase =, menghambat pertautan kembali rantai ganda setelah saling berpisah 'aktu replikasi D!<, sehingga rantai ganda D!< terputus. 3. Bolongan hormon +ormon seperti estrogen, progesterone dan testosterone berikatan dengan reseptro yang sesuai intrasel memacu pertumbuhan tumor tertentu yang bergantung pada hormon seperti karsinoma mammae, karsnioma prostat. #enyekat reseptor termasuk antiestrogen seperti tamoksifen, taromifen dan anti androgen seperti flutamid masing$maisng dapat berikatan secara kompetitif dengan reseptor yang sesuai dalam sel tumor. -. Bolongan target molekuler Belakangan ini telah dikembangkan obat yang tertuju target molekul yang menjadi kunci dalam proses timbul dan berkembangnya kanker. Obat jenis ini memiliki efek spesifik, tidak menimbulkan depresi sum$sum tulang dan reaksi gastrointestinal menonjol. 9ontoh obat ini misalnya glee,ac ;=matinib7 dengan target

%*

B9?0<BA untuk terapi leukemia, transtu@umab ;+erceptin7 untuk terapi karsinoma mamma yang o,erekspresikan +5?". Tujuan #emberian &emoterapi[1"] - &uratif $ &ontrol 6 T 8enghambat pertumbuhan sel kanker T 8enghambat penyebaran T 8eningkatkan kualitas hidup $ #aliatif 6 T 8engurangi gejala dan keluhan T 8emperbaiki k'alitas hidup T 8engatasi komplikasi yang terjadi

?adioterapi

&araketristik radioterapi adalah6[4] 1. 2uatu cara terapi lokal, tumor peka radiasi dapat disembuhkan. ". ?adioterapi regular memiliki efek toksik yang membatasi dosisnya. %. =ndikasi luas, efekti,itas jelas, luas digunakan dalam terapi kombinasi. =ndikas radioterapi[4] 1. ?adioterapi kuratif, digunakan untuk menghilangkan lesi primer tumor dan metastasisnya, diberikan dosis kuratif yang sesuai kepada tumor dan area target yang berbeda. Tumor yang secara klinis dapat disembuhkan mislanya kanker kulit, kanker nasofaring, kanker laring. ". ?adioterapi paliatif, digunakan terhadap kasus stadium lanjut bertujuan menghambat pertumbuhan tumor, mengurangi penderitaan, memperpanjang usia, meningkatkan kualitas hidup. 8isalnya untuk hemostasis, analgesia, mengurangi desakan tumor, memacu perbaikan bahkan penyembuhan ulkus. &ontraindikasi radioterapi[4] 1. Tumor stadium lanjut yang menimbulkan anemia berat.
%1

". =nfiltrasi tumor telah menimbulkan komplikasi berat, misalnya fistula kanker esophagus, kanker telinga tengah menembus atap timpani, kanker paru disertai efusi pleura massif. %. #rofil darah tepi terlalu rendah ;missal leukosit U %G1* (0A, +b U 3 g0A, trombosit U .*G1*(0A. 4. #asien dengan tuberculosis paru berat, penyakit jantung, ginjal atau lainnya yang membuat pasien dapat setiap 'aktu mengalami krisis, dan radioterapi kemungkinan dapat memperparah hingga memba'a kematian. ). Daringan organ yang pernah mendapat radioterapi kuratif dan sudah menampakkan rudipaksa radiasi umumnya tidak boleh mendapatkan radioterapi. $ Terapi +ormonal Terapi dengan hormone diberikan untuk tumor yang menyebar luas dan bersifat hormonal dependent. b7 Terapi Tambahan[1"] $ $ $ $ <dju,an Operatif <dju,an &hemoterapi <dju,an ?adioterapi <dju,an +ormonalterapi

c7 Terapi Tambahan lain[1"] 1. :raktur 6?eposisi / fiksasi / immobilisasi reseksi usus atau bypass tracheostomi dauer catheter atau cystostomi 6 ". Obstruksi 6 a. Esus b. Trachea c. Erethra %. #erdarahan a. Transfusi b. Tampon c. Aigasi arteri
%"

4. ).

=nfeksi !yeri

6 <ntibiotika 6

a. <nalgetika b. !arkotika c. +yponase d. <kupuntur e. 8anipulasi saraf d7 Terapi bantuan[1"] 1. !utrisi, untuk memperbaiki fisik penderita ". Transfusi untuk koreksi anemia 3. :isioterapi memperbaiki fisik penderita 4. #sikoterapi menguatkan mental penderita

%%

DA4 AR P/S AKA

1. 2jamsuhidajat, dan Cim de Dong. -eoplasia dalam Buku <jar =lmu Bedah. Dakarta6 #enerbit Buku &edokteran 5B9. 1((-.p.1-3$"*%. ". 2ampepajung, Daniel. (uliah 1nkologi 2mum. 8akassar6 2ubdi,isi Bedah Tumor Bagian =lmu Bedah :akultas &edokteran Eni,ersitas +asanuddin. "**(. %. ?iansu'an, Coramin. Principal of Surgical 1ncology. #rincipal of 2urgical Oncology. =ndia6 Di,ision of Beneral 2urgery Departemeny of 2urgery :aculty of 8edicine 2iririraj +ospital."*1*. 4. Desen, Can. $ntroduksi !edah .umor dalam Buku <jar Onkologi &linis 5disi ". Dakarta6 :akultas &edokteran Eni,ersitas =ndonesia. "**..p.1%*$ 1%(. ). Crightson, Ciliiam ?. Bioscience. "**3K p.34$33. 3. 2cn'art@, 2eymour, et al. hapter 4 1ncology dalam #rinciple of 2urgery. E2<6 8cBra'$+ill #rofessional. 1((-Kp.-3$.1. -. 9assidy, Dim, et al. ,pidemiology5 Aetiology5 'iagnosis5 dan .reatment of ancer dalam OGford +andbook of Oncology. !e' Eni,ersity #ress. "**".p."$1.1. .. Dosen Bagian :isiologi :akultas &edokteran Eni,ersitas +asanuddin. Siklus Sel dan "eiosis. 8akassar6 :akultas &edokteran Eni,ersitas +asanuddin. "*11K1$1*. (. Aiptak, Dulius 8. .he Principles of Surgical 1ncology. <ustralia6 Departement of 9ompanion <nimal 8edicine and 2urgery The Eni,ersity of Vueensland. 1((-K1$1*. ork6 OGford hapter 3 Surgical 1ncology dalam 9urrent 9oncepts in Beneral 2urgery6 < ?esident ?e,ie'. E2<6 Aandes

%4

1*. Bernstam, :unda 8eric dan ?aphael 5. #ollock. 1ncology dalam 2ch'art@Os 8anual of 2urgery 5ighth 5dition. E2<6 8cBra'$+=AA. "**3.p.1.%$"*". 11. Corld +ealth Organi@ation ;C+O7. -eoplasm dalam =nternational 2tatistical 9lassification of Diseases and ?elated +ealth #roblems 1*th ?e,ision. Bene,a6 C+O. "*11K1*1$1"%. 1". 2ampepajung, Daniel. (uliah 'asar-'asar .erapi !edah 1nkologi. 8akassar6 2ubdi,isi Bedah Tumor Bagian =lmu Bedah :akultas &edokteran Eni,ersitas +asanuddin. "**(.

%)