Anda di halaman 1dari 43

BAB I REKAM MEDIS

1.1. Identifikasi Nama Pasien Umur Pendidikan Terakhir Pekerjaan Agama Alamat Nama Suami Umur Pendidikan Terakhir Pekerjaan Agama Alamat N!.#edRe$ Tgl Pemeriksaan 1.2. Anamnesis Umum *. Ri+ayat Perka+inan '. Ri+ayat S!si!ek!n!mi dan .i/i &. Ri+ayat )bstetri *. Laki0laki, &% tahun -. Ri+ayat Re1r!duksi #enar$he Siklus banyaknyasedang : : *& tahun : '" hari, haid teratur, nyeri 203, : * kali, lamanya -( tahun : Rendah : P*A( : Ny. S : 55 tahun : SD : Ibu Rumah Tangga : Islam : Luar !ta : Tn. S : 5" tahun : SD : Petani : Islam : Luar !ta : %%&'(' : &( )kt!ber '(*&

Lama 5. Ri+ayat !ntrase1si

: 4 hari : 1asien 1ernah menggunakan tahun 5

1il selama * tahun dan suntik * 4. Ri+ayat Penyakit Dahulu R6 en$ing manis disangkal R6 Darah tinggi disangkal R6 Penyakit jantung disangkal %. Ri+ayat Penyakit dalam eluarga : 203 1.3. Anamnesis Khusus Keluhan Utama: eluar darah dari kemaluan Riwayat e!"alanan enyakit: Sejak sebulan yang lalu !s mengeluh keluar darah dari kemaluan 7 ' kali ganti 1embalut dalam sehari, $air dan berbau. )s juga mengeluh nyeri 1erut yang menjalar hingga ke 1inggang hingga tungkai. )s lalu ber!bat ke S1). di RS Lahat, lalu disarankan untuk melakukan 1emeriksaan lanjut ke RS#8. Ri+ayat trauma 203, keluar $airan ke1utihan dari 9agina 2:3, ke1utihan ber$am1ur dengan darah, ri+ayat 5A5 dan 5A badan tidak ada. 8ari ini !s datang ke 1!li .inek!l!gi. )s mengeluh 1erdarahan dari kemaluan. * hari yang lalu dilakukan 1emeriksaan Lab dan bi!1sy kemudian !s ditam1!n. Dilakukan !bser9asi tam1!n ternyata masih terda1at 1erdarahan akti;. se1erti biasa. Sesak na;as 203, na;su makan berkurang sejak ' bulan lalu, 1enurunan berat :

'

1.#.

eme!iksaan $isik Status !esent U esadaran Nadi Perna1asan Suhu 55 T5 Sklera ikterik .i/i Payudara @antung Paru01aru 8ati Lim1a ?dema .5 Aarises : Tam1ak sakit sedang : <!m1!s #entis : =( >6m : '( >6m : &4,5 !< : -( kg : *5* $m : 060 : Sedang : Simetris, 8i1er1igmentasi are!la 2:3, ?r!si6Laserasi6Ulkus : 8R "( >6m, reguler, #urmur 203, .all!1 203 : Aesikuler 2:3 n!rmal, R!nki 203, Wheezing 203 : Tidak teraba : Tidak teraba :0 :0 :0

Tekanan Darah : *'(6%( mm8g

!njungti9a 1al1ebra 1u$at : 060

2060603, Retraksi 1a1il 203, #assa 203

Re;leks ;isi!l!gis: 2:6:3 Re;leks 1at!l!gis : 20603 Status %inek&l&'i eme!iksaan (ua! Abd!men datar, lemas, simetris, BUT sulit dinilai, massa 203, nyeri tekan 203, tanda $airan bebas 203

&

eme!iksaan Dalam Ins)ekul& P!rti! tidak li9ide, ra1uh, mudah berdarah, terlihat massa eks!;itik, )U? tertutu1, in;iltrasi ke *6& 1r!>imal 9agina, )U? tertutu1, ;l!ur 203, ;luksus 2:3, er!si6laserasi61!li1 2060603.

Vaginal Toucher P!rti! berdungkul0dungkul, ra1uh, mudah berdarah, teraba massa eks!;itik ukuran &>- $m, in;iltrasi ke *6& 1r!>imal 9agina, <UT sulit dinilai, AP kanan tegang, AP kiri tegang. Rectal Toucher TSA baik, am1ula re$ti k!s!ng, mu$!sa li$in, massa intralumen 203, AP kanan tegang, AP kiri tegang, <UT sulit dinilai, <D tidak men!nj!l. 1.*. eme!iksaan enun"an' Da!ah Rutin 8b D5< 8emat!krit Tr!mb!sit : **,% grC : *(.'(( 6mm& : &5C : -'%.((( 6mm&

1.+. Dia'n&sis Bandin' dan Dia'n&sis Ke!"a Dia'n&sis Bandin' *. Sus1 arsin!ma Ser9iks '. #i!ma Uteri Dia'n&sis Ke!"a Sus1 arsin!ma Ser9iks

1.,. -e!a)i *. Tam1!n '. Asam traneksamat &>5(( mg tab &. Ren$ana tes Pa1 smear -. Ren$ana R! th!ra> 5. Ren$ana US. abd!men 1... !&'n&sis Eu! ad Aitam Eu! ad Bungti!nam : Dubia : Dubia

BAB II -I/0AUA/ US-AKA


2.1 Definisi anker ser9iks meru1akan kanker yang terjadi 1ada ser9iks atau leher rahim, suatu daerah 1ada !rgan re1r!duksi +anita yang meru1akan 1intu masuk ke arah rahim, letaknya antara rahim 2uterus3 dan liang senggama atau 9agina. anker ser9iks adalah tum!r ganas 1rimer yang berasal dari meta1lasia e1itel di daerah skuam!k!lumner junction yaitu daerah 1eralihan muk!sa 9agina dan muk!sa kanalis ser9ikalis*.

%am1a! 1. Kanke! Se!2iks 2.2. E)idemi&l&'i anker ser9iks uteri meru1akan kanker 1ada +anita n!m!r dua tersering di seluruh dunia, yaitu *5C dari semua kanker 1ada +anita. Di negara berkembang meru1akan kanker yang terbanyak yaitu '(0&=C dari semua kanker 1ada +anita. Di negara maju ;rekuensinya hanya berkisar antara -04C. Di Ind!nesia, di antara tum!r ganas ginek!l!gik, kanker ser9iks masih menduduki tingkat 1ertama. Pre9alensi umur 1enderita berkisar antara &(04( tahun, terbanyak umur -505( tahun. Peri!de laten 1ada ;ase 1re in9asi; menjadi in9asi; sekitar *( tahun, hanya =C dari 1enderita berumur &5 tahun yang menunjukan keganasan ser9iks uteri

1ada saat terdiagn!sis, sedangkan 5&C dari karsin!ma insitu terda1at 1ada +anita di ba+ah umur &5 tahun*. 2.3. Eti&l&'i Penyebab utama kanker leher rahim adalah in;eksi 8uman Pa1ill!ma Airus 28PA3. Saat ini terda1at *&" jenis 8PA yang sudah da1at teridenti;ikasi yang -( di antaranya da1at ditularkan le+at hubungan seksual. 5ebera1a ti1e 8PA 9irus risik! rendah jarang menimbulkan kanker, sedangkan ti1e yang lain bersi;at 9irus risik! tinggi. 5aik ti1e risik! tinggi mau1un ti1e risik! rendah da1at menyebabkan 1ertumbuhan abn!rmal 1ada sel teta1i 1ada umumnya hanya 8PA ti1e risik! tinggi yang da1at memi$u kanker. Airus 8PA risik! tinggi yang da1at ditularkan melalui hubungan seksual adalah ti1e %,*4, *", &*, &&, &5, &=, -5, 5*, 5', 54, 5", 5=, 4", 4=, dan mungkin masih terda1at bebera1a ti1e yang lain. 5ebera1a 1enelitian mengemukakan bah+a lebih dari =(C kanker leher rahim disebabkan !leh ti1e *4 dan *"*. Fang membedakan antara 8PA risik! tinggi dengan 8PA risik! rendah adalah satu asam amin! saja. Asam amin! tersebut adalah as1artat 1ada 8PA risik! tinggi dan glisin 1ada 8PA risik! rendah dan sedang. Dari kedua ti1e ini 8PA *4 sendiri menyebabkan lebih dari 5(C kanker leher rahim. Sese!rang yang sudah terkena in;eksi 8PA *4 memiliki risik! kemungkinan terkena kanker leher rahim sebesar 5C. Dinyatakan 1ula bah+a tidak terda1at 1erbedaan 1r!babilitas terjadinya kanker ser9iks 1ada in;eksi 8PA0*4 dan in;eksi 8PA0*" baik se$ara sendiri0sendiri mau1un bersamaan. Akan teta1i si;at !nk!genik 8PA0*" lebih tinggi dari1ada 8PA0*4 yang dibuktikan 1ada sel kultur dimana trans;!rmasi 8PA0*" adalah 5 kali lebih besar dibandingkan dengan 8PA0*4. Selain itu, dida1atkan 1ula bah+a res1!n imun 1ada 8PA0*" da1at meningkatkan 9irulensi 9irus dimana mekanismenya belum jelas*. 8PA0*4 berhubungan dengan squamous cell carcinoma cervix sedangkan 8PA0*" berhubungan dengan adenocarcinoma cervix. Pr!gn!sis dari aden!$ar$in!ma kanker ser9iks lebih buruk dibandingkan squamous cell carcinoma. Peran in;eksi 8PA sebagai ;akt!r risik! may!r kanker ser9iks telah

mendekati kese1akatan, tan1a menge$ilkan arti ;akt!r risik! min!r se1erti umur, 1aritas, akti9itas seksual dini61erilaku seksual, dan mer!k!k, 1il k!ntrase1si, genetik, in;eksi 9irus lain dan bebera1a in;eksi kr!nis lain 1ada ser9iks se1erti klamidia trak!matis dan 8SA0'*.

%am1a! 2. 3uman a)ill&ma 4i!us 2.#. $akt&! Risik& 1. Usia 5 3* tahun Usia G &5 tahun mem1unyai risik! tinggi terhada1 kejadian kanker leher rahim. Semakin tua usia sese!rang, maka semakin meningkat risik! terjadinya kanker leher rahim. #eningkatnya risik! kanker leher rahim 1ada usia lanjut meru1akan gabungan dari meningkatnya dan bertambah lamanya +aktu 1ema1aran terhada1 karsin!gen serta makin melemahnya sistem kekebalan tubuh akibat usia*,'. 2. Usia )e!tama kali menikah #enikah 1ada usia kurang '( tahun diangga1 terlalu muda untuk melakukan hubungan seksual dan berisik! terkena kanker leher rahim *(0*' kali lebih besar dari1ada mereka yang menikah 1ada usia G '( tahun. Umumnya sel0sel muk!sa baru matang setelah +anita berusia '( tahun ke atas. Pada usia muda, sel0sel muk!sa 1ada ser9iks belum matang. Artinya, masih rentan terhada1 rangsangan sehingga tidak sia1 menerima rangsangan dari luar termasuk /at0/at kimia yang diba+a s1erma. arena masih rentan, sel0sel muk!sa bisa berubah si;at menjadi

"

kanker. Si;at sel kanker selalu berubah setia1 saat yaitu mati dan tumbuh lagi. Dengan adanya rangsangan, sel bisa tumbuh lebih banyak dari sel yang mati, sehingga 1erubahannya tidak seimbang lagi. ini akhirnya bisa berubah si;at menjadi sel kanker*,'. 3. 6anita den'an akti2itas seksual yan' tin''i dan se!in' 1e!'anti7 'anti )asan'an 5erganti0ganti 1asangan akan memungkinkan tertularnya 1enyakit kelamin, salah satunya 8uman Pa1ill!ma Airus 28PA3 . Airus ini akan mengubah sel0sel di 1ermukaan muk!sa hingga membelah menjadi lebih banyak sehingga tidak terkendali sehingga menjadi kanker*,'. #. 6anita yan' me!&k&k Danita 1er!k!k memiliki risik! ' kali lebih besar terkena kanker ser9iks dibandingkan dengan +anita yang tidak mer!k!k. Penelitian menunjukkan, lendir ser9iks 1ada +anita 1er!k!k mengandung nik!tin dan /at0/at lainnya yang ada di dalam r!k!k. Hat0/at tersebut akan menurunkan daya tahan ser9iks di sam1ing meru1akan k!0karsin!gen in;eksi 9irus. Nik!tin, mem1ermudah semua sela1ut lendir sel0sel tubuh bereaksi atau menjadi terangsang, baik 1ada muk!sa tengg!r!kan, 1aru0 1aru, mau1un ser9iks. Namun tidak diketahui dengan 1asti bera1a banyak jumlah nik!tin yang dik!nsumsi yang bisa menyebabkan kanker leher rahim*,'. *. Riwayat )enyakit kelamin se)e!ti kutil 'enitalia Danita yang terkena 1enyakit akibat hubungan seksual berisik! terkena 9irus 8PA, karena 9irus 8PA diduga sebagai 1enyebab utama terjadinya kanker leher rahim sehingga +anita yang mem1unyai ri+ayat 1enyakit kelamin berisik! terkena kanker leher rahim*,'. +. a!itas Semakin tinggi risik! 1ada +anita dengan banyak anak, a1alagi dengan jarak 1ersalinan yang terlalu 1endek. Dengan seringnya se!rang ibu melahirkan, maka akan berdam1ak 1ada seringnya terjadi 1erlukaan di !rgan re1r!duksinya yang akhirnya dam1ak dari luka tersebut akan elebihan sel

memudahkan timbulnya 8uman Pa1ill!ma Airus 28PA3 sebagai 1enyebab terjadinya 1enyakit kanker leher rahim*,'. ,. en''unaan k&nt!ase)si &!al dalam "an'ka waktu lama Penggunaan k!ntrase1si !ral yang di1akai dalam jangka lama yaitu lebih dari - tahun da1at meningkatkan risik! kanker leher rahim *,50',5 kali. !ntrase1si !ral mungkin da1at meningkatkan risik! kanker leher rahim karena jaringan leher rahim meru1akan salah satu sasaran yang disukai !leh h!rm!n ster!id 1erem1uan. 8ingga tahun '((-, telah dilakukan studi e1idemi!l!gis tentang hubungan antara kanker leher rahim dan 1enggunaan k!ntrase1si !ral. #eski1un demikian, e;ek 1enggunaan k!ntrase1si !ral terhada1 risik! kanker leher rahim masih k!ntr!9ersi!nal. Sebagai $!nt!h, 1enelitian yang dilakukan !leh hasbiyah tahun '((- dengan menggunakan studi kasus k!ntr!l. 8asil studi tidak menemukan adanya 1eningkatan risik! 1ada 1erem1uan 1engguna atau mantan 1engguna k!ntrase1si !ral karena hasil 1enelitian tidak mem1erlihatkan hubungan dengan nilai 1G(,(5*,'.

%am1a! 3. Kanke! Se!2iks Di)en'a!uhi Be!1a'ai $akt&!

*(

2.*

at&'enesis arsin!ma ser9iks adalah 1enyakit yang 1r!gresi;, mulai dengan intrae1itel,

berubah menjadi ne!1lastik, dan akhirnya menjadi kanker ser9iks setelah *( tahun atau lebih. Se$ara hist!1at!l!gi lesi 1re in9asi; biasanya berkembang melalui bebera1a stadium dis1lasia 2ringan, sedang, dan berat3 menjadi karsin!ma insitu dan akhirnya in9asi;. 5erdasarkan karsin!genesis umum, 1r!ses 1erubahan menjadi kanker diakibatkan !leh adanya mutasi gen 1engendali siklus sel. .en 1engendali tersebut adalah !nk!gen, tum!r su1ress!r gene, dan re1air genes. )nk!gen dan tum!r su1res!r gen mem1unyai e;ek yang berla+anan dalam karsin!genesis, dimana !nk!gen mem1erantarai timbulnya trans;!rmasi maligna, sedangkan tum!r su1res!r gen akan menghambat 1erkembangan tum!r yang diatur !leh gen yang terlibat dalam 1ertumbuhan sel. #eski1un kanker in9asi; berkembang melalui 1erubahan intrae1itel, tidak semua 1erubahan ini 1r!gres menjadi in9asi;. Lesi 1re in9asi; akan mengalami regresi se$ara s1!ntan sebanyak & 0&5C*,'. 5entuk ringan 2dis1lasia ringan dan sedang3 mem1unyai angka regresi yang tinggi. Daktu yang di1erlukan dari dis1lasia menjadi karsin!ma insitu 2 IS3 berkisar antara *I% tahun, sedangkan +aktu yang di1erlukan dari karsin!ma insitu menjadi in9asi; adalah &I'( tahun. Pr!ses 1erkembangan kanker ser9iks berlangsung lambat, dia+ali adanya 1erubahan dis1lasia yang 1erlahan0lahan menjadi 1r!gresi;. Dis1lasia ini da1at mun$ul bila ada akti9itas regenerasi e1itel yang meningkat misalnya akibat trauma mekanik atau kimia+i, in;eksi 9irus atau bakteri, dan gangguan keseimbangan h!rm!n. Dalam jangka +aktu %I*( tahun 1erkembangan tersebut menjadi bentuk 1re in9asi; berkembang menjadi in9asi; 1ada str!ma ser9iks dengan adanya 1r!ses keganasan. Perluasan lesi di ser9iks da1at menimbulkan luka, 1ertumbuhan yang eks!;itik atau da1at berin;iltrasi ke kanalis ser9iks. Lesi da1at meluas ke ;!rniks, jaringan 1ada ser9iks, 1arametria, dan akhirnya da1at mengin9asi ke rektum dan atau 9esika urinaria. 5ila 1embuluh lim;e terkena in9asi, kanker da1at menyebar ke 1embuluh getah bening 1ada ser9ikal dan 1arametria, kelenjar getah bening !btu1at!r, iliaka eksterna dan kelenjar getah bening hi1!gastrika. Dari sini tum!r menyebar ke kelenjar getah

**

bening iliaka k!munis dan 1ada a!rta. Se$ara hemat!gen, tem1at 1enyebaran terutama adalah 1aru01aru, kelenjar getah bening mediastinum dan su1ra9esikuler, tulang, he1ar, em1edu, 1ankreas, dan !tak*,'. Airus DNA ini menyerang e1itel 1ermukaan ser9iks 1ada sel basal /!na trans;!rmasi, dibantu !leh ;akt!r risik! lain mengakibatkan 1erubahan gen 1ada m!lekul 9ital yang tidak da1at di1erbaiki, meneta1, dan kehilangan si;at serta k!ntr!l 1ertumbuhan sel n!rmal sehingga terjadi keganasan. 5erbagai jenis 1r!tein dieks1resikan !leh 8PA yang 1ada dasarnya meru1akan 1endukung siklus hidu1 alami 9irus tersebut. Pr!tein tersebut adalah ?*, ?', ?-, ?5, ?4, dan ?% yang meru1akan segmen Open Reading Frame 2)RB3. Di tingkat seluler, in;eksi 8PA 1ada ;ase laten bersi;at e1igeneti$. Pada in;eksi ;ase laten, terjadi terjadi eks1resi ?* dan ?' yang menstimulus eks1resi terutama terutama L* selain L' yang ber;ungsi 1ada re1likasi dan 1erakitan 9irus baru. Airus baru tersebut mengin;eksi kembali sel e1itel ser9iks. Di sam1ing itu, 1ada in;eksi ;ase laten ini mun$ul reaksi imun ti1e lambat dengan terbentuknya antib!di ?* dan ?' yang mengakibatkan 1enurunan eks1resi ?* dan ?'. Penurunan eks1resi ?* dan ?' dan jumlah 8PA lebih dari 7 5(.((( 9iri!n 1er sel da1at mend!r!ng terjadinya integrasi antara DNA 9irus dengan DNA sel 1enjamu untuk kemudian in;eksi 8PA memasuki ;ase akti;. ?ks1resi ?* dan ?' rendah hilang 1ada 1!s integrasi ini menstimulus eks1resi !nk!1r!tein ?4 dan ?%*,'. Dalam karsin!genesis kanker ser9iks terin;eksi 8PA, 1r!tein 5& 215&3 sebagai su1res!r tum!r diduga 1aling banyak ber1eran. Bungsi 15& +ild ty1e sebagai negative control cell cycle dan guardian of genom mengalami degradasi karena membentuk k!m1leks 15&0?4 atau mutasi 15&. !m1leks 15&0?4 dan 15& mutan adalah stabil, sedangkan 15& wild type adalah labil dan hanya bertahan '(0 &( menit. A1abila terjadi degradasi ;ungsi 15& maka 1r!ses karsin!genesis berjalan tan1a k!ntr!l !leh 15&. )leh karena itu, 15& juga da1at di1akai sebagai indikat!r 1r!gn!sis m!lekuler untuk menilai baik 1erkembangan lesi 1re0kanker mau1un keberhasilan tera1i kanker ser9iks. Dengan demikian da1atlah diasumsikan bah+a 1ada kanker ser9iks terin;eksi 8PA terjadi 1eningkatan k!m1leks 15&0?4. Dengan 1ernyataan lain, terjadi 1enurunan 15& 1ada kanker

*'

ser9iks terin;eksi 8PA. Dan, seharusnya 15& da1at di1akai indikat!r m!lekuler untuk menentukan 1r!gn!sis kanker ser9iks*,'.

%am1a! #. at&'enesis 3 4 Menye1a1kan Kanke! Se!2iks

%am1a! *. at&'enesis Kimia8 Radiasi8 3 48 dan K&n!ase)si 9!al Menye1a1kan Kanke! Se!2iks

*&

Penyebaran

karsin!ma

ser9iks

terjadi

melalui

tiga

jalan

yaitu

1erk!ntinuitatum ke dalam 9agina, se1tum rekt!9aginal, dan dasar kandung kemih. Penyebaran se$ara lim;!gen terjadi terutama 1araser9ikal dalam 1arametrium, dan stasiun0stasiun kelenjar di 1el9is min!r, baru kemudian mengenai kelenjar 1ara a!rtae terkena dan baru terjadi 1enyebaran hemat!gen 21aru, he1ar, tulang3*0-. Se$ara lim;!gen melalui 1embuluh getah bening menuju tiga arah, yaitu*0-: *. B!rni$es dan dinding 9agina '. !r1us uteri &. Parametrium dan dalam tingkatan lebih lanjut mengin;iltrasi se1tum rekt!9agina dan kandung kemih Penyebaran lim;!gen ke 1arametrium akan menuju kelenjar kelenjar lim;e regi!nal melalui ligamentum latum, kelenjar iliaka, !bturat!r, hi1!gastrika, 1arasakral, 1araa!rta, dan seterusnya ke trunkus lim;atik di kanan dan 9ena subkl9ia di kiri men$a1ai 1aru, hati, tulang serta !tak-. 2.+ at&l&'i arsin!ma ser9iks timbul dibatasi antara e1itel yang mela1isi ekt!ser9iks 21!rti!3 dan end!ser9iks kanalis ser9iks yang disebut skuam!k!lumnar junction 2S<@3. Pada +anita muda S<@ terletak di luar )U?, sedang 1ada +anita di atas &5 tahun, di dalam kanalis ser9iks&,-.

*-

%am1a! +. Squamoqolumnar Junction )ada Be!1a'ai Usia

%am1a! ,. -!ansf&!masi Sel Re'i& Se!2ikal )ada Ka!sin&ma Se!2iks Tum!r da1at tumbuh dalam berbagai bentuk, antara lain*0-: *. ?ks!;itik #ulai dari S<@ ke arah lumen 9agina sebagai massa 1r!li;erati; yang mengalami in;eksi sekunder dan nekr!sis.

*5

%am1a! .. (esi Eks&fitik Se!2iks '. ?nd!;itik #ulai dari S<@ tumbuh kedalam str!ma ser9iks dan $enderung in;itrati; membentuk ulkus. &. Ulserati; #ulai dari S<@ dan $enderung merusak struktur jaringan 1el9is dengan melibatkan ;!rni$es 9agina untuk menjadi ulkus yang luas. Ser9iks n!rmal se$ara alami mengalami meta1lasi, er!si akibat saling desak kedua jenis e1itel yang mela1isinya. Dengan masuknya mutagen, 1!rti! yang er!si; 2meta1lasia skuam!us3 yang semula ;aali berubah menjadi 1at!l!gik 2di1latik0diskari!tik3 melalui tingkatan NIS0I, II, III, dan keganasan akan berjalan terus. @enis skuam!sa meru1akan jenis yang 1aling sering ditemukan, yaitu 7 =(C meru1akan karsin!ma sel skuam!sa 2 SS3, aden!karsin!ma 5C, dan jenis lain sebanyak 5C. arsin!ma skuam!sa terlihat sebagai jalinan kel!m1!k sel0sel yang berasal dari skuam!sa dengan 1ertandukan atau tidak, dan kadang0kadang tum!r itu sendiri berdi;erensiasi buruk atau dari sel0sel yang disebut small cell, berbentuk kum1aran atau ke$il serta bulat seta mem1unyai batas tum!r str!ma tidak jelas. Sel ini berasal dari sel basal atau reserved cell. Sedang aden!karsin!ma terlihat sebagai sel0sel yang berasal dari e1itel t!rak end!ser9iks, atau dari kelenjar end!ser9iks yang mengeluarkan mukus. kanker ser9iks ada bebera1a, di antaranya*0-:
*4

IS untuk

akhirnya menjadi karsin!ma in9asi;. Sekali menjadi mikr!in9asi;, 1r!ses

lasi;ikasi hist!l!gik

!quamous carcinoma a. "eratinizing #. $arge cell non %eratinizing c. !mall cell non %eratinizing d. &errucous

%am1a! :. Squamous Cell Carcinoma Cervical '. (denocarcinoma a. #. c. d. e. f. /. a. #. c. d. e. f. )ndocervical )ndometroid *adenocanthoma+ ,lear cell - paramesonephric ,lear cell - mesonephric !erous .ntestinal (denosquamous 0ucoepidermoid 1lossy cell (denoid cystic 2ndifferentiated carcinoma ,arcinoma tumor

0ixed carcinoma

*%

g. h.

0alignant melanoma 0aliganant non-epithelial tumors 0 !arcoma 3 mixed mullerian, leiomysarcoma, rha#domyosarcoma 0 $ymphoma

2.,.

ene'akan Dia'n&sis Diagn!sis kanker ser9iks tidaklah sulit a1alagi tingkatannya sudah lanjut.

Fang menjadi masalah adalah bagaimana melakukan skrining untuk men$egah kanker ser9iks, dilakukan dengan deteksi, eradikasi, dan 1engamatan terhada1 lesi 1rakanker ser9iks. emam1uan untuk mendeteksi dini kanker ser9iks disertai dengan kemam1uan dalam 1enatalaksanaan yang te1at akan da1at menurunkan angka kematian akibat kanker ser9iks&05. Dari hasil anamnesis dan 1emeriksaan ;isik, da1at ditemukan&05: *. e1utihan. berbau '. e1utihan meru1akan gejala yang 1aling sering ditemukan, busuk akibat in;eksi dan nekr!sis jaringan. Dalam hal

demikian, 1ertumbuhan tum!r menjadi ulserati;&05. Pendarahan k!ntak meru1akan %50"(C gejala karsin!ma ser9iks. Perdarahan timbul akibat terbukanya 1embuluh darah, yang makin lama makin sering terjadi di luar senggama. 5iasanya timbul gejala beru1a ketidak teraturannya siklus haid, amen!rhea, hi1ermen!rhea, dan 1enyaluran sekret 9agina yang sering atau 1erdarahan intermenstrual, 1!st k!itus serta latihan berat. Perdarahan yang khas terjadi 1ada 1enyakit ini yaitu darah yang keluar berbentuk muk!id&05. &. Rasa nyeri, terjadi akibat in;iltrasi sel tum!r ke serabut sara;. Nyeri dirasakan da1at menjalar ke ekstermitas bagian ba+ah dari daerah lumbal&05. -. Pada taha1 lanjut, gejala yang mungkin dan biasa timbul lebih ber9ariasi, sekret dari 9agina ber+arna kuning, berbau, dan terjadinya iritasi 9agina serta muk!sa 9ul9a. Perdarahan 1er9agina akan makin sering terjadi dan nyeri makin 1r!gresi;. #enurut 5aird tahun *==* tidak ada tanda0tanda khusus yang terjadi 1ada klien kanker ser9iks.

*"

Perdarahan setelah k!itus atau 1emeriksaan dalam meru1akan gejala yang sering terjadi. arakteristik darah yang keluar ber+arna merah terang da1at ber9ariasi dari yang $air sam1ai menggum1al. .ejala lebih lanjut meli1uti nyeri yang menjalar sam1ai kaki, hematuria, dan gagal ginjal da1at terjadi karena !bstruksi ureter. Perdarahan rektum da1at terjadi karena 1enyebaran sel kanker yang juga meru1akan gejala 1enyakit lanjut&05. Stadium klinik seharusnya tidak berubah setelah bebera1a kali 1emeriksaan. A1abila ada keraguan 1ada stadiumnya maka stadium yang lebih dini dianjurkan. Pemeriksaan berikut dianjurkan untuk membantu 1enegakkan diagn!sis se1erti 1al1asi, ins1eksi, k!l1!sk!1i, kuretase end!ser9iks, hister!sk!1i, sist!sk!1i, 1r!kt!sk!1i, intravenous urography, dan 1emeriksaan J0ray untuk 1aru01aru dan tulang. e$urigaan in;iltrasi 1ada kandung kemih dan saluran 1en$ernaan !nisasi dan am1utasi ser9iks da1at sebaiknya di1astikan dengan bi!1si.

dilakukan untuk 1emeriksaan klinis. Inter1retasi dari lim;ang!gra;i, arteri!gra;i, 9en!gra;i, la1ar!sk!1i, ultras!n!gra;i, <T s$an dan #RI sam1ai saat ini belum da1at digunakan se$ara baik untuk staging karsin!ma atau deteksi 1enyebaran karsin!ma karena hasilnya yang sangat subjekti;. Diagn!sis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil 1emeriksaan sebagai berikut&05: 1. eme!iksaan a) smea! Pemeriksaan ini dilakukan untuk mendeteksi sel kanker lebih a+al 1ada 1asien yang tidak memberikan keluhan. Sel kanker da1at diketahui 1ada sekret yang diambil dari 1!rsi ser9iks yang mengandung k!m1!nen ekt!ser9iks dan end!ser9iks. Pemeriksaan ini harus mulai dilakukan 1ada +anita usia *" tahun atau ketika telah melakukan akti9itas seksual sebelum itu. Setelah tiga kali hasil 1emeriksaan 1a1 smear setia1 tiga tahun sekali sam1ai usia 45 tahun. Pa1 smear da1at mendeteksi sam1ai =(C kasus kanker leher rahim se$ara akurat dan dengan biaya yang tidak mahal, akibatnya angka kematian akibat kanker leher rahim 1un menurun sam1ai lebih dari 5(C. Setia1 +anita yang telah akti; se$ara seksual sebaiknya menjalani 1a1

*=

smear se$ara teratur yaitu * kali setia1 tahun. A1abila selama & kali berturut0 turut menunjukkan hasil 1emeriksaan yang n!rmal, maka 1emeriksaan 1a1 smear bisa dilakukan setia1 ' atau & tahun sekali.

%am1a! 1;. eme!iksaan a)<s Smea! 8asil 1emeriksaan 1a1 smear adalah sebagai berikut: *. N!rmal '. Dis1lasia ringan 21erubahan dini yang belum bersi;at ganas3 &. Dis1lasia berat 21erubahan lanjut yang belum bersi;at ganas3 -. 5. arsin!ma in situ 2kanker terbatas 1ada la1isan ser9iks 1aling luar3 anker in9asi; 2kanker telah menyebar ke la1isan ser9iks yang lebih dalam atau ke !rgan tubuh lainnya3

'(

%am1a! 11. e!u1ahan Se!2iks da!i /&!mal sam)ai Kanke! Insit -a1el 1. Kate'&!isasi Dia'n&sis Desk!i)tif a) smea! 1e!dasa!kan Sistem Bethesda

-a1el 2. 6aktu !&'!esifitas Dis)lasia -in'kat dis)lasia Sangat ringan Ringan Sedang 6aktu dalam 1ulan "5 2 : % tahun3 5" 2 : 5 tahun3 &" 2 : & tahun3

'*

5erat IS menjadi in9asi;

*' 2 : * tahun3 &0'( tahun

2.

eme!iksaan D/A 3 4 Pemeriksaan ini dimasukkan 1ada skrining bersama0sama dengan Pa1Ks smear untuk +anita dengan usia di atas &( tahun. Penelitian dalam skala besar menda1atkan bah+a Pa1Ks smear negati; disertai DNA 8PA yang negati; mengindikasikan tidak akan ada <IN & sebanyak ham1ir *((C. !mbinasi 1emeriksaan ini dianjurkan untuk +anita dengan umur diatas &( tahun karena 1re9alensi in;eksi 8PA menurun sejalan dengan +aktu. In;eksi 8PA 1ada usia '= tahun atau lebih dengan AS<US hanya &*,'C sementara in;eksi ini meningkat sam1ai 45C 1ada usia '" tahun atau lebih muda. Dalau1un in;eksi ini sangat sering 1ada +anita muda yang akti; se$ara seksual teta1i nantinya akan mereda seiring dengan +aktu. Sehingga, deteksi DNA 8PA yang 1!siti; yang ditentukan kemudian lebih diangga1 sebagai 8PA yang 1ersisten. A1abila hal ini dialami 1ada +anita dengan usia yang lebih tua maka akan terjadi 1eningkatan risik! kanker ser9iks.

3. K&l)&sk&)i !l1!sk!1i adalah 1emeriksaan dengan menggunakan k!l1!sk!1, yaitu suatu alat se1erti mikr!sk!1 bertenaga rendah dengan sumber $ahaya di dalamnya. Pemeriksaan k!l1!sk!1i meru1akan 1emeriksaan standar bila ditemukan 1a1 smear yang abn!rmal. Pemeriksaan dengan k!l1!sk!1i, meru1akan 1emeriksaan dengan 1embesaran, melihat kelainan e1itel ser9iks, 1embuluh darah setelah 1emberian asam asetat. Pemeriksaan k!l1!sk!1i tidak hanya terbatas 1ada ser9iks, teta1i 1emeriksaan meli1uti 9ul9a dan 9agina. Tujuan 1emeriksaan k!l1!sk!1i bukan untuk membuat diagn!sa hist!l!gik, teta1i untuk menentukan ka1an dan dimana bi!1si harus dilakukan.

''

%am1a! 12. K&l)&sk&)i #. Bi&)si 5i!1si dilakukan jika 1ada 1emeriksaan 1anggul tam1ak suatu 1ertumbuhan atau luka 1ada ser9iks, atau jika hasil 1emeriksaan 1a1 smear menunjukkan suatu abn!rmalitas atau kanker. 5i!1si ini dilakukan untuk melengka1i hasil 1a1 smear. Teknik yang biasa dilakukan adalah 1un$h bi!1si yang tidak memerlukan anestesi dan teknik cone #iopsy yang menggunakan anestesi. 5i!1si dilakukan untuk mengetahui kelainan yang ada 1ada ser9iks. @aringan yang diambil dari daerah ba+ah kanal ser9ikal. 8asil bi!1si akan mem1erjelas a1akah yang terjadi itu kanker in9asi; atau hanya tum!r saja.

%am1a! 13. Bi&)si Se!2iks

'&

*. K&nisasi Untuk tujuan diagn!stik maka tindakan k!nisasi harus selalu dilanjutkan dengan kuretase. 5atas jaringan yang dikeluarkan berdasarkan atas 1emeriksaan k!l1!sk!1i dan6atau hasil 1e+arnaan Lug!lIF!dium 5C. !nisasi dilakukan bila: *. Pr!ses di $urigai ada di end!ser9iks. '. Lesi tidak tam1ak seluruhnya dengan k!l1!sk!1i. &. Diagn!sis mikr!0in9asi; ditegakkan hanya dari bi!1si. -. Ada kesenjangan antara hasil sit!l!gik dan hist!l!gik. 5. Pasien sukar di follow-up se$ara terus0menerus

%am1a! 1#. K&nisasi +. -es S=hille! Pada 1emeriksaan ini ser9iks di!lesi dengan larutan y!dium. Pada ser9iks n!rmal akan membentuk bayangan yang terjadi 1ada sel e1itel ser9iks karena adanya glik!gen. Sedangkan 1ada sel e1itel ser9iks yang mengandung kanker akan menunjukkan +arna yang tidak berubah karena tidak ada glik!gen.

%am1a! 1*. -es S=hille! >Ki!i /e'atif8 Kanan &sitif?

'-

,. Radi&l&'i a. Pel9ik lim;angi!gra;i, yang da1at menunjukkan adanya gangguan 1ada saluran 1el9ik atau 1er!artik lim;e. b. Pemeriksaan intra9ena ur!gra;i, yang dilakukan 1ada kanker ser9iks taha1 lanjut, yang da1at menunjukkan adanya !bstruksi 1ada ureter terminal. Pemeriksaan radi!l!gi direk!mendasikan untuk menge9aluasi kandung kemih dan rektum yang meli1uti sit!sk!1i, 1iel!gram intra9ena 2IAP3, enema barium, dan sigm!id!sk!1i. 0agnetic Resonance .maging 2#RI3 atau s$an <T abd!men atau 1el9is digunakan untuk menilai 1enyebaran l!kal dari tum!r dan6atau terkenanya n!dus lim1a regi!nal. Penentuan taha1an klinis 1enting dalam mem1erkirakan 1enyebaran 1enyakit, membantu 1r!gn!sis ren$ana tindakan, dan memberikan arti 1erbandingan dari met!de tera1i. Taha1an stadium klinis yang di1akai sekarang ialah 1embagian yang ditentukan !leh The .nternational Federation Of 1ynecology (nd O#stetric 2BI.)3 tahun *=%4. Pembagian ini didasarkan atas 1emeriksaan klinik, radi!l!gi, suktase end!ser9iks, dan bi!1si. Taha1an0 taha1an tersebut yaitu: *. '. &. arsin!ma 1re in9asi; arsin!ma in0situ, karsin!ma intrae1itel asin!ma in9asi;

'5

-a1el 3. Stadium Kanke! Se!2iks Menu!ut Klasifikasi $I%9 1:,+

'4

%am1a! 1+. Stadium Kanke! Se!2iks 2... -atalaksana Penatalaksanaan karsin!ma ser9iks dibagi berdasarkan stadium, yaitu&,4: 1. Ka!sin&ma se!2iks mik!&in2asif 8isterekt!mi t!talis 2. Stadium IA1 T!tal Abd!minal 8isterekt!mi 2TA836T!tal Aaginal 8isterekt!mi 2TA83. 5ila 3. Stadium IA2 8isterekt!mi radikal ti1e ' dan lim;adenekt!mi 1el9is #. @a in2asif 5i!1si untuk k!n;irmasi diagn!sis *. Stadium IB1 A IIA B # =m @ika mem1unyai 1r!gn!sis baik da1at dik!ntr!l dengan !1erasi dan radi!tera1i +. Stadium IB2 A IIA 5 # =m disertai Aaginal Intra ?1itelial Ne!1lasma 2AAIN3 dilakukan 1engangkatan vaginal cuff.

'%

*.

em!radiasi 1rimer radiasi ne!adju9an

'. 8isterekt!mi radikal 1rimer ditambah lim;adenekt!mi ditambah &. em!tera1i ne! adju9an

,. @a se!2iks stadium lan"ut meli)uti stadium IIB8 III8 I4A Peng!batan ter1ilih adalah radi!tera1i lengka1 yaitu radiasi eksterna dilanjutkan radi!tera1i intraka9iter. Tera1i 9ariasi yang sering diberikan kem!radiasi, kem!tera1i yang sering diberikan antara lain $is1latinum, 1a$hita>el, d!$eta>el, ;lu!r!urasil, gem$itabine. .. Stadium I4 B Peng!batan yang diberikan bersi;at 1aliati;, radi!tera1i 1aliati; yang diberikan. :. 6anita hamil Dalam menghada1i +anita hamil dengan kanker leher0rahim 1erlu dibedakan & hal, yakni tuanya kehamilan, umur 1enderita, dan jumlah anak. Penanganan sirurgik didasarkan atas tingkat klinik 1enyakit dan umur kehamilan. Pada tingkat ( kehamilan diteruskan sam1ai 1artus berlangsung s1!ntan, dan bila & bulan 1as$a 1ersalinan masih teta1 ada, maka ditangani se1erti k!ndisi tidak hamil dengan mem1erhatikan tingkatan klinik yang ada saat itu. *. Trimester I dan a+al trimester II: histerekt!mi radikal dengan lim;adenekt!mi 1anggul dengan janin in uter! '. Trimester II lanjut: ditunggu sam1ai janin 9iable 2da1at hidu1 di luar rahim 2kehamilan G &- minggu3. Dikerjakan seksi! sesarea klasik6k!r1!ral, diteruskan dengan histerekt!mi radikal dan lim;adenekt!mi 1anggul. &. Pas$a 1ersalinan: histerekt!mi radikal dengan lim;adenekt!mi 1anggul. Ada1un alasan untuk memilih salah satu tera1i di atas adalah berdasarkan keuntungan dan kerugian masing0masing tera1i.

'"

1. Kem&te!a)i #eru1akan bentuk 1eng!batan kanker dengan menggunakan !bat sit!statika yaitu suatu /at0/at yang da1at menghambat 1r!li;erasi sel0 sel kanker%. Prinsi1 kerja !bat kem!tera1i 2sit!statika3 terhada1 kanker adalah sebagian besar !bat kem!tera1i 2sit!statika3 yang digunakan saat ini bekerja terutama terhada1 sel0sel kanker yang sedang ber1r!li;erasi, semakin akti; sel0sel kanker tersebut ber1r!li;erasi maka semakin 1eka terhada1 sit!statika hal ini disebut "emoresponsif, sebaliknya semakin lambat 1r!li;erasinya maka ke1ekaannya semakin rendah. 8al ini disebut "emoresisten",=. Tujuan 1emberian kem!tera1i, yaitu%,": *. Peng!batan '. #engurangi massa tum!r selain 1embedahan atau radiasi &. #eningkatkan kelangsungan hidu1 dan mem1erbaiki kualitas hidu1 -. #engurangi k!m1likasi akibat metastase )bat kem!tera1i ada bebera1a ma$am, di antaranya adalah",=: *. )bat g!l!ngan (l%ylating agent, 1latinum <!m1!uns, dan Antibi!tik Antrasiklin !bst g!l!ngan ini bekerja dengan antara lain mengikat DNA di inti sel, sehingga sel0sel tersebut tidak bisa melakukan re1likasi. '. )bat g!l!ngan Antimetab!lit, bekerja langsung 1ada m!lekul basa inti sel, yang berakibat menghambat sintesis DNA. &. )bat g!l!ngan T!1!is!merase0inhibit!r, Ain$a Alkal!id, dan Ta>anes bekerja 1ada gangguan 1embentukan tubulin, sehingga terjadi hambatan mit!sis sel. -. )bat g!l!ngan ?n/im se1erti, L0As1araginase bekerja dengan menghambat sintesis 1r!tein, sehingga timbul hambatan dalam sintesis DNA dan RNA dari sel0sel kanker tersebut. P!la 1emberian kem!tera1i, antara lain4,%:

'=

*.

em!tera1i Induksi Ditujukan untuk se$e1at mungkin menge$ilkan massa tum!r atau jumlah sel kanker, $!nt!h 1ada t!mur ganas yang berukuran besar 24ul%y 0ass 5umor3 atau 1ada keganasan darah se1erti leukemia atau lim;!ma, disebut juga dengan 1eng!batan 1enyelamatan.

'.

em!tera1i Adju9an 5iasanya diberikan sesudah 1eng!batan yang lain se1erti 1embedahan atau radiasi, tujuannya adalah untuk memusnahkan sel0 sel kanker yang masih tersisa atau metastase ke$il yang ada 2mikr! metastasis3.

&.

em!tera1i Primer Dimaksudkan sebagai 1eng!batan utama 1ada tum!r ganas, diberikan 1ada kanker yang bersi;at kem!sensiti;, biasanya diberikan dahulu sebelum 1eng!batan yang lain misalnya bedah atau radiasi.

-.

em!tera1i Ne!0Adju9an Diberikan mendahului6sebelum 1eng!batan6tindakan yang lain se1erti 1embedahan atau 1enyinaran kemudian dilanjutkan dengan kem!tera1i lagi. Tujuannya adalah untuk menge$ilkan massa tum!r yang besar sehingga !1erasi atau radiasi akan lebih berhasil guna.

<ara 1emberian !bat kem!tera1i, antara lain%,=: *. Intra9ena 2IA3 ebanyakan sit!statika diberikan dengan $ara ini, da1at beru1a b!lus IA 1elan01elan sekitar ' menit, da1at 1ula 1er dri1 IA sekitar &( I *'( menit, atau dengan continous '. Intratekal 2IT3 Diberikan ke dalam kanalis medula s1inalis untuk memusnahkan tum!r dalam $airan !tak 2liLu!r $erebr!s1inalis3 antara lain #etr!te>at, Ara.<. drip sekitar '- jam dengan infussion pump u1aya lebih akurat tetesannya.

&(

&. Radi!sensiti/er, yaitu jenis kem!tera1i yang diberikan sebelum radiasi, tujuannya untuk mem1erkuat e;ek radiasi, jenis !bat untuk kem!tera1i ini antara lain Blu!ru!ra$il, <is1lastin, Ta>!l, Ta>!tere, 8ydrea. -. )ral Pemberian 1er !ral biasanya adalah !bat LeukeranM, AlkeranM, #yleranM, NatulanM, Puri0net!lM, 8ydreaM, Tega;urM, Jel!daM, .lee9e$M. 5. Subkutan dan intramuskular Pemberian subkutan sudah sangat jarang dilakukan, biasanya adalah L0As1araginase, hal ini sering dihindari karena risik! sy!k ana;ilaksis. Pemberian 1er I# juga sudah jarang dilakukan, biasanya 1emberian 5le!my$in. 4. T!1ikal %. Intraarterial 6. .ntracavity =. Intra1erit!neal6Intra1leural Intra1erit!neal diberikan bila 1r!duksi $airan asites hem!ragis yang banyak 1ada kanker ganas intra0abd!men, antara lain <is1lastin. Pemberian intra1leural yaitu diberikan ke dalam ka9um 1leuralis untuk memusnahkan sel0sel kanker dalam $airan 1leura atau untuk mengehntikan 1r!duksi e;usi 1leura hem!ragis yang amat banyak, $!nt!hnya 5le!$in. ?;ek sam1ing kem!tera1i terdiri atas=: *. ?;ek sam1ing segera terjadi 2.mmediate !ide )ffects3 yang timbul dalam '- jam 1ertama 1emberian, misalnya mual dan muntah. '. ?;ek sam1ing yang a+al terjadi 2)arly !ide )ffects3 yang timbul dalam bebera1a hari sam1ai bebera1a minggu kemudian, misalnya netri1enia dan st!matitis.

&*

&. ?;ek sam1ing yang terjadi belakangan 27elayed !ide )ffects3 yang timbul dalam bebera1a hari sam1ai bebera1a bulan, misalnya neur!1ati 1eri;er, neur!1ati. -. ?;ek sam1ing yang terjadi kemudian 2$ate !ide )ffects3 yang timbul dalam bebera1a bulan sam1ai tahun, misalnya keganasan sekunder. Intensitas e;ek sam1ing tergantung dari karakteristik !bat, d!sis 1ada setia1 1emberian, mau1un d!sis kumulati;, selain itu e;ek sam1ing yang timbul 1ada setia1 1enderita berbeda +alau1un dengan d!sis dan !bat yang sama, ;akt!r nutrisi, dan 1sik!l!gis juga mem1unyai 1engaruh bermakna%. ?;ek sam1ing yang selalu ham1ir dijum1ai adalah gejala gastr!intestinal, su1resi sumsum tulang, ker!nt!kan rambut. .ejala gastr!intestinal yang 1aling utama adalah mual, muntah, diare, k!nsti1asi, ;aringitis, es!;agitis dan muk!sitis, mual dan muntah biasanya timbul selang bebera1a lama setelah 1emberian sit!statika dan berlangsung tidak melebihi '- jam%,". .ejala su1resi sumsum tulang terutama terjadinya 1enurunan jumlah sel darah 1utih 2leuk!1enia3, sel tr!mb!sit 2tr!mb!sit!1enia3, dan sel darah merah 2anemia3, su1resi sumsum tulang belakang akibat 1emberian sitistatika da1at terjadi segera atau kemudian, 1ada su1resi sumsum tulang yang terjadi segera, 1enurunan kadar leuk!sit men$a1ai nilai terendah 1ada hari ke0" sam1ai hari ke0*-, setelah itu di1erlukan +aktu sekitar ' hari untuk menaikan kadar leuk!sitnya kembali. Pada su1resi sumsum tulang yang terjadi kemudian 1enurunan kadar leuk!sit terjadi dua kali yaitu 1ertama0tama 1ada minggu kedua dan 1ada sekitar minggu ke em1at dan kelima. adar leuk!sit kemudian naik lagi dan akan men$a1ai nilai mendekati n!rmal 1ada minggu keenam. Leuk!1enia da1at menurunkan daya tubuh, tr!mb!sit!1enia da1at mengakibatkan 1erdarahan yang terus0menerus6berlebihan bila terjadi er!si 1ada traktus gastr!intestinal".

&'

er!nt!kan rambut da1at ber9ariasi dari ker!nt!kan ringan sam1ai 1ada keb!takan. e;ek sam1ing yang jarang terjadi teta1i tidak kalah 1enting adalah kerusakan !t!t jantung, sterilitas, ;ibr!sis 1aru, kerusakan ginjal, kerusakan hati, skler!sis kulit, reaksi ana;ilaksis, gangguan sara;, gangguan h!rm!nal, dan 1erubahan genetik yang da1at mengakibatkan terjadinya kanker baru=. ardi!mi!1ati akibat d!ks!rubin dan d!n!rubisin umumnya sulit diatasi, sebagian besar 1enderita meninggal karena Npump failureO, ;ibr!sis 1aru umumnya irre9ersibel, kelainan hati terjadi biasanya menyulitkan 1emberian sit!statika selanjutnya karena banyak diantaranya yang dimetab!lisir dalam hati, e;ek sam1ing 1ada kulit, sara;, uterus, dan saluran ken$ing relati; ke$il dan lebih mudah diatasi%. 2. Radi&te!a)i Dalam menentukan teknik dan d!sis radiasi 1ada 1eng!batan karsin!ma ser9iks uteri 1erlu di1ertimbangkan ;akt!r daya t!leransi dari jaringan0jaringan di dalam r!ngga 1el9is%. !mbinasi antara radiasi l!kal dan radiasi eksternal meru1akan 1ilihan yang umumnya diberikan dengan maksud%: *. Radiasi l!kal 2intraka9iter3 da1at memberikan d!sis tinggi 1ada ser9iks dan k!r1us uteri teta1i d!sis $e1at menurun 1ada jaringan di sekitarnya, sehingga d!sis ke rektum, sigm!id, kandung ken$ing dan ureter da1at dibatasi sam1ai batas0batas t!leransi. '. emungkinan timbulnya metastase lim;!gen 1ada karsin!ma ser9iks uteri $uku1 tinggi. )leh karena itu kelenjar0kelenjar dalam 1anggul ke$il harus menda1at 1enyinaran juga. D!sis radiasi l!kal $e1at menurun di luar uterus, sehingga d!sis yang sam1ai 1ada kelenjar lim;e sangat rendah. Untuk men$a1ai d!sis yang da1at mengamankan metastasis kelenjar lim;e ini di1erlukan 1enyinaran luar yang da1at memberikan distribusi d!sis yang merata 1ada daerah yang lebih luas. !m1likasi0k!m1likasi sesudah tera1i radi!l!gik antara lain",=:

&&

*.

!m1likasi umum .ejala umum yang sering timbul adalah na;su makan menurun, rasa mual, lesu, dan tidak ada gairah kerja. Pada keadaan yang lebih berat terda1at muntah0muntah, tidak bisa makan, lemah, sam1ai tidak bisa bangun dari tem1at tidur. 5erat ringannya gejala0gejala sangan di1engaruhi !leh status ;isik dan 1sik!l!gi 1enderita.

'.

!m1likasi l!kal .ejala0gejala yang timbul ialah gejala0gejala dari alat0alat tubuh yang terkena radiasi se$ara langsung, yaitu: *. Pr!blema k!itus 21engkerutan 9agina3 '. Bistel radi!l!gik &. .ejala sistitis -. Pr!ktitis hem!ragik 5. Bibr!sis daerah 1el9is demikian luas terutama 1ada 1enyinaran yang luas dengan d!sis yang tinggi sehingga timbul frozen pelvis dengan kemungkinan 1enyem1itan 9agina, rektum, kandung ken$ing atau ureter. 4. Atr!1i muk!sa re$tum yang disertai teleangiektasi yang se+aktu0 +aktu bila de;ekasi keras da1at menimbulkan 1erdarahan %. Nekr!sis 1ada dinding 9agina dengan kemungkinan timbulnya ;istula rekt!9aginalis atau ;istula 9esik!9aginalis.

3. 3iste!ekt&mi Radikal 8isterekt!mi radikal 1rimer menguntungkan karena da1at dilakukan surgical staging5,". )1erasi radikal yang memerlukan +aktu yang $uku1 lama, tidak mungkin tan1a terjadi k!m1likasi. )leh karena itu, 1ersia1an !1erasi 1erlu dilakukan dengan $ermat sehingga da1at mengurangi k!m1likasi se1erti la/imnya k!m1likasi !1erasi, yaitu": *. Trias 1!k!k k!m1likasi 21erdarahan, in;eksi, dan trauma tindakan !1erasi3. '. !m1likasi emb!li 2kardi!9askular dan 1aru3 Bakt!r yang da1at menimbulkan terjadinya emb!li 1aru, yaitu:

&-

*. )1erasi yang lama saat mengangkat jaringan lemak di 1el9is. '. In9asi sel karsin!ma yang da1at menimbulkan emb!li melalui 1r!ses Nhi1erk!agulasiO &. !m1likasi lainnya !m1likasi alat 1erkemihan #ani1ulasi yang $uku1 lama dan ber9ariasi sekitar 1el9is menyebabkan kemungkinan terjadi k!m1likasi alat 1erkemihan 1ada%: *. Dis;ungsi 9esik!uterina. ejadian ini berkaitan dengan u1aya 1enyisihan dan u1aya 1em!t!ngan ligamentum kardinale yang terlalu ke lateral dan 1em!t!ngan ligamentum sakr!uterinum terlalu dekat dengan rektum. '. Bistula akibat mani1ulasi yang berat di sekitar 9esika urinaria In;eksi 1as$a!1erati; In;eksi yang berat da1at menimbulkan k!m1likasi berantai, se1erti%: *. Se1sis meningkatkan m!rbiditas dan m!rtalitas '. #em1er1anjang h!s1italisasi &. Terjadi wound dehicense -. Pembentukan abses sekitar 1el9is

%am1a! 1,. -&tal dan Radikal 3iste!ekt&mi

&5

Follow Up Tia1 & bulan selama ' tahun 1ertama, kemudian setia1 4 bulan, tergantung keadaan. @angan lu1a meraba kelenjar inguinal dan su1ra$la9ikla, abd!men, abd!minal 9aginal, dan abd!minal rektal, 1emeriksan sit!l!gik 1un$ak 9agina, dan ;!t! r!ntgen 1el9is dan t!raks serta US. abd!men setia1 4 bulan',&. !l1!sk!1i untuk meneliti 1un$ak 9agina, serta bentuk0bentuk 1raganas. Rekt!sk!1i, sist!sk!1i, ren!gram, .ntra &enous 8yelography 2IAP3, dan <T s$an 1anggul, hanya dilakukan menurut indikasi%. 2.:. en=e'ahan Sebagian besar kanker da1at di$egah dengan kebiasaan hidu1 sehat dan menghindari ;akt!r0 ;akt!r 1enyebab kanker meli1uti*: *. #enghindari berbagai ;akt!r risik!, yaitu hubungan seks 1ada usia muda, 1ernikahan 1ada usia muda, dan berganti0ganti 1asangan seks. Danita yang berhubungan seksual di ba+ah usia '( tahun serta sering berganti 1asangan berisik! tinggi terkena in;eksi. Namun hal ini tak menutu1 kemungkinan akan terjadi 1ada +anita yang telah setia 1ada satu 1asangan saja. '. Danita usia di atas '5 tahun, telah menikah, dan sudah mem1unyai anak 1erlu melakukan 1emeriksaan 1a1 smear setahun sekali atau menurut 1etunjuk d!kter. Pemeriksaan Pa1 smear adalah $ara untuk mendeteksi dini kanker ser9iks. Pemeriksaan ini dilakukan dengan $e1at, tidak sakit dengan biaya yang relati; terjangkau dan hasilnya akurat. Disarankan untuk melakukan tes Pa1 setelah usia '5 tahun atau setelah akti; berhubungan seksual dengan ;rekuensi dua kali dalam setahun. 5ila dua kali tes Pa1 berturut0turut menghasilkan negati;, maka tes Pa1 da1at dilakukan sekali setahun. @ika menginginkan hasil yang lebih akurat, kini ada teknik 1emeriksaan terbaru untuk deteksi dini kanker leher rahim, yang dinamakan tekn!l!gi 9y#rid ,apture .. !ystem 28<II3. &. Pilih k!ntrase1si dengan met!de #arrier, se1erti dia;ragma dan k!nd!m, karena da1at memberi 1erlindungan terhada1 kanker leher rahim.

&4

-. #em1erbanyak makan sayur dan buah segar. Bakt!r nutrisi juga da1at mengatasi masalah kanker mulut rahim. Penelitian menda1atkan hubungan yang terbalik antara k!nsumsi sayuran ber+arna hijau tua dan kuning 2banyak mengandung beta kar!ten atau 9itamin A, 9itamin < dan 9itamin ?3 dengan kejadian ne!1lasia intraepithelial juga kanker ser9iks. Artinya semakin banyak makan sayuran ber+arna hijau tua dan kuning, maka akan semakin ke$il risik! untuk kena 1enyakit kanker mulut rahim. 5. Pada 1ertengahan tahun '((4 telah beredar 9aksin 1en$egah in;eksi 8PA ti1e *4 dan *" yang menjadi 1enyebab kanker ser9iks. Aaksin ini bekerja dengan $ara meningkatkan kekebalan tubuh dan menangka1 9irus sebelum memasuki sel0sel ser9iks. Selain membentengi dari 1enyakit kanker ser9iks, 9aksin ini juga bekerja ganda melindungi 1erem1uan dari an$aman 8PA ti1e 4 dan ** yang menyebabkan kutil kelamin.Fang 1erlu ditekankan adalah, 9aksinasi ini baru e;ekti; a1abila diberikan 1ada 1erem1uan yang berusia = sam1ai '4 tahun yang belum akti; se$ara seksual. Aaksin diberikan sebanyak & kali dalam jangka +aktu tertentu. Dengan 9aksinasi, risik! terkena kanker ser9iks bisa menurun hingga %5C. 2.1;. !&'n&sis Bakt!r0;akt!r yang menentukan 1r!gn!sis adalah: umur, keadaan umum, tingkat klinik keganasan, $iri hist!l!gi sel tum!r, kemam1uan tim 1en!l!ng, dan sarana 1eng!batan&. -a1el #. An'ka Ketahanan 3idu) (ima -ahun Menu!ut Data Inte!nasi&nal -in'kat TIS T* T' T& TAK37* -hn 8am1ir *((C %(0"5C -(04(C &(0-(C P*(C

&%

BAB III A/A(ISIS KASUS

Se!rang +anita, 55 tahun, datang dengan keluhan keluar darah dari kemaluan sejak * bulan S#RS yang bertambah banyak, 7 ' kali ganti 1embalut, $air dan bau. e1utihan ada, ber$am1ur darah, dan bau. Nyeri yang menjalar dari eluhan ini meru1akan 1etunjuk diagn!sis banding arsin!ma ser9iks dan 1inggang hingga tungkai ada.

yang mungkin, yaitu karsin!ma ser9iks dan mi!ma uteri.

mi!ma uteri da1at bermani;estasi klinis keluar darah dari kemaluan dan ke1utihan teta1i 1ada karsin!ma ser9iks, darah yang keluar dan ke1utihan yang dialami bau akibat 1r!ses keganasan yang menimbulkan nekr!sis jaringan dan terjadi in;eksi sekunder 1ada lesi, sedangkan 1ada mi!ma uteri, darah yang keluar dari kemaluan dan ke1utihan tidak bau karena darah yang keluar meru1akan akibat 9askularisasi yang meningkat saja. 5egitu juga dengan keluhan nyeri yang menjalar dari 1inggang hingga tungkai, hanya terjadi 1ada karsin!ma ser9iks. @adi, kemungkinan diagn!sis dari keluhan 1asien adalah karsin!ma ser9iks. Pada 1asien gangguan 5A tidak ada, gangguan 5A5 tidak ada, sesak na1as tidak ada, na;su makan menurun, 1enurunan berat badan tidak ada. eluhan ini ditanyakan bertujuan mengetahui 1enyebaran karsin!ma ser9iks yang di$urigai sebagai diagn!sis 1asien ini dan gejala serta tanda keganasan beru1a 1enurunan na;su makan dan 1enurunan berat badan. Dari ja+aban 1asien, 1asien belum menunjukkan gejala 1enyebaran karsin!ma ser9iks dan hanya mengalami 1enurunan na;su makan sebagai gejala adanya 1r!ses keganasan. 8al ini tidak memastikan belum adanya 1enyebaran. 1emeriksaan lanjutan. Dari 1emeriksaan ;isik status 1resent, tanda0tanda 9ital dan ;ungsi jantung, 1aru, dan he1ar n!rmal, teta1i 1asien tam1ak anemia. Anemia menunjukkan 1erdarahan yang dialami 1asien banyak dan sudah berlangsung lama arena itulah, 1asien harus menjalani

&"

sehingga

tidak

menimbulkan

gangguan

hem!dinamik.

emudian

dari

1emeriksaan ;isik status ginek!l!gi, 1emeriksaan luar menunjukkan abd!men $embung, lemas, simetris, BUT sulit dinilai, massa sulit dinilai, nyeri tekan 203, tanda $airan bebas 203. Pemeriksaan ins1ekul! menunjukkan 1!rti! berdungkul0 dungkul, ra1uh, mudah berdarah, terlihat massa eks!;itik , )U? tertutu1, ;l!ur 203, ;luksus 2:3, darah akti;, er!si6laserasi61!li1 2060603, in;iltrasi *6& 1r!>imal 9agina dan 1emeriksaan AT menunjukkan 1!rti! berdungkul0dungkul, ra1uh, mudah berdarah, eks!;itik ukuran &>- $m, )U? tertutu1, <UT sulit dinilai, AP kanan tegang, AP kiri tegang, yang semakin mengarahkan diagn!sis karsin!ma ser9iks.. Pemeriksaan RT menunjukkan TSA baik, am1ula re$ti k!s!ng, mu$!sa li$in, massa intralumen 203, AP kanan tegang, AP kiri tegang, <UT sulit dinilai, <D tidak men!nj!l, yang mengarahkan diagn!sis karsin!ma ser9iks. Pasien sudah menjalani 1emeriksaan lab dengan hasil 8b **,' grC , D5< *(.'((6mm&, hemat!krit &5C, tr!mb!sit -'%.(((6mm&. Untuk membantu menghantikan 1erdarahan, dilakukan 1emasangan tam1!n 9agina dan da1at diberikan asam traneksamat &>5(( mg tab selama di1erlukan. Pasien juga diren$anakan untuk melakukan 1emeriksaan tes 1a1 smear, r! th!ra> serta US. abd!men untuk memastikan 1enegakan diagn!sis karsin!ma ser9iks. Pada 1asien, 1erlu di$ari ;akt!r risik! karsin!ma ser9iks yang ada sehingga da1at a$uan sebagai salah satu ;akt!r risik! yang ditemukan untuk dilakukan 1en$egahan 1ada lingku1 masyarakat yang lebih luas. Pasien ini memiliki ;akt!r risik! beru1a usia tua. Pasien berumur 55 tahun dimana semakin tua usia sese!rang, maka semakin meningkat risik! terjadinya kanker leher rahim. #eningkatnya risik! kanker leher rahim 1ada usia lanjut meru1akan gabungan dari meningkatnya dan bertambah lamanya +aktu 1ema1aran terhada1 karsin!gen serta makin melemahnya sistem kekebalan tubuh akibat usia. Bakt!r0;akt!r yang menentukan 1r!gn!sis 1asien adalah: umur, keadaan umum, tingkat klinik keganasan, $iri hist!l!gi sel tum!r, kemam1uan tim 1en!l!ng, dan sarana 1eng!batan. Usia 1asien tidak terg!l!ng muda yang akan di1engaruhi gabungan dari meningkatnya dan bertambah lamanya +aktu 1ema1aran terhada1 karsin!gen serta makin melemahnya sistem kekebalan tubuh

&=

akibat usia.

eadaan umum 1asien yang baik akan mendukung 1r!gn!sis..

emam1uan tim 1en!l!ng dan sarana 1eng!batan terg!l!ng mendukung 1r!gn!sis 1asien ini.

-(

BAB I4 KESIM U(A/

*.

arsin!ma ser9iks dan mi!ma uteri da1at bermani;estasi klinis keluar darah dari kemaluan dan ke1utihan teta1i 1ada karsin!ma ser9iks, darah yang keluar dan ke1utihan yang dialami bau akibat 1r!ses keganasan yang menimbulkan nekr!sis jaringan dan terjadi in;eksi sekunder 1ada lesi, sedangkan 1ada mi!ma uteri, darah yang keluar dari kemaluan dan ke1utihan tidak bau karena darah yang keluar meru1akan akibat 9askularisasi yang meningkat saja. 5egitu juga dengan keluhan post coital #leeding dan nyeri yang menjalar dari 1inggang hingga tungkai, hanya terjadi 1ada karsin!ma ser9iks.

'. Pasien belum menunjukkan gejala 1enyebaran karsin!ma ser9iks dan hanya mengalami 1enurunan na;su makan sebagai gejala adanya 1r!ses keganasan. 8al ini tidak memastikan belum adanya 1enyebaran. harus menjalani 1emeriksaan lanjutan. &. Pemeriksaan ins1ekul! menunjukkan 1!rti! berdungkul0dungkul, ra1uh, mudah berdarah, terlihat massa, )U? tertutu1, ;l!ur 203, ;luksus 2:3, darah akti;, er!si6laserasi61!li1 2060603, in;iltrasi *6& 1r!>imal 9agina dan 1emeriksaan AT menunjukkan 1!rti! berdungkul0dungkul, ra1uh, mudah berdarah, eks!;itik ukuran &>- $m, )U? tertutu1, <UT sulit dinilai, AP kanan tegang, AP kiri tegang, yang mengarahkan diagn!sis karsin!ma ser9iks.. -. Untuk membantu menghantikan 1erdarahan, dilakukan 1emasangan tam1!n 9agina dan da1at diberikan asam traneksamat &>5(( mg tab selama di1erlukan. Pasien juga diren$anakan untuk melakukan 1emeriksaan tes 1a1 smear, r! th!ra> serta US. abd!men untuk memastikan 1enegakan diagn!sis karsin!ma ser9iks. 5. Pada 1asien, 1erlu di$ari ;akt!r risik! karsin!ma ser9iks yang ada sehingga da1at a$uan sebagai salah satu ;akt!r risik! yang ditemukan untuk dilakukan arena itulah, 1asien

-*

1en$egahan 1ada lingku1 masyarakat yang lebih luas. Pasien ini memiliki ;akt!r risik! beru1a usia tua dan ;rekuensi 1aritas tinggi. 4. Pasien ini memiliki ;akt!r risik! beru1a usia tua, maka semakin meningkat risik! terjadinya kanker leher rahim. #eningkatnya risik! kanker leher rahim 1ada usia lanjut meru1akan gabungan dari meningkatnya dan bertambah lamanya +aktu 1ema1aran terhada1 karsin!gen serta makin melemahnya sistem kekebalan tubuh akibat usia. %. Usia 1asien tidak terg!l!ng muda yang akan di1engaruhi gabungan dari meningkatnya dan bertambah lamanya +aktu 1ema1aran terhada1 karsin!gen serta makin melemahnya sistem kekebalan tubuh akibat usia. 1asien yang baik akan mendukung 1r!gn!sis.. sarana 1eng!batan terg!l!ng mendukung 1r!gn!sis 1asien ini. eadaan umum emam1uan tim 1en!l!ng dan

-'

DA$-AR US-AKA
1. Akram, S5#.

anker Ser9iks. Uni9ersitas Sumatera Utara. '(**. Diunduh

dari URL: htt1:66re1!sit!ry.usu.a$.id6bitstream6*'&-54%"=6'*55%6-6<ha1ter C'(II.1d;. '. An!nim, 8ara1an baru 9aksin kanker ser9iks. '((%. Diunduh dari URL: htt1:66+++.The 8!me !; Ur!gyn Ind!nesia0Aari!us In;!.htm6. Diakses tanggal ' !kt!ber '((%. &. Diknj!sastr! 8. &"(0&"". -. #ansj!er A dkk. anker ser9iks. Dalam: #ansj!er A dkk. a1ita Selekta ed!kteran. #edia Aes$ula1ius: @akartaQ '((*Q &%=0&"*. 5. Sjamsuddin S. Pen$egahan dan deteksi dini kanker ser9iks. <ermin Dunia ed!kteran '((*Q *&&Q =0*-. 4. Agustria Hainu Saleh. Penuntun 1elaksanaan 1raktis kanker ginek!l!gi. Palembang, '((-Q '(0'4. %. au;man R8. Adam ?. A!nka A. 8uman 1a1ill!ma 9irus in;e$ti!n and $er9i$al $ar$in!ma. <lini$al )bstetry .yne$!l!gy '(('Q -&: &4&0"(. ". 5!sman BT, Dagener D@, et al. Tum!r alat kelamin +anita. Dalam: 5!sman BT, Dagener D@, et al. )nk!l!gi. ?disi kelima. F!gyakarta: *==4Q -=-05(%. =. A/i/, #. B, em!tera1i 1ada kanker ser9iks. Dalam: Ind!nesia @!urnal )bstetry .yne$!l!gy '(2&3: @akarta *==4Q *"40*='. arsin!ma ser9iks uterus. Dalam: Diknj!sastr! 8. Ilmu andungan. Fayasan 5ina Pustaka Sar+!n! Pra+ir!hardj!: @akarta: '(("Q

-&