Anda di halaman 1dari 7

1

Kondisi kependudukan Indonesia


A. Pendahuluan
Indonesia merupakan Negara yang terdiri dari berbagai pulau,yang memiliki berbagai keanekaragaman yang unik,yang mungkin tidak dimiliki oleh Negara-negara lain. Bangsa Indonesia terdiri dari berbagai suku,warna kulit,agama,watak dan bahasa. walaupun begitu, Indonesia tetaplah satu,yaitu; bhinneka tunggal ika walaupun berbeda-beda,tetaplah satu juga. pernyataan inilah yang membuat para bangsa Indonesia memiliki ukhuwah,serta rasa patriotism yang tinggi,sehingga ingin membangun dan mempertahankan Negara ini bersama-sama,tanpa mengenal perbadaan. Di samping itu,para pemimpin yang memegang tongkat kekuasaan,terus mengambil berbagai tindakan dan terobosan untuk untuk mempertahankan,sekaligus memajukan Negara ini, di antaranya dengan menjaga dan mendidik para generasi muda yang akan menggantikan kedudukannya kelak di masa yang akan datang. salah satunya,dengan membentuk berbagai lembaga dan organisasi,yang bertujuan untuk menjaga,mendidik dan mengajarkan berbagai ilmu pengetahuan kepada generasi muda,agar generasi muda Indonesia tidak menjadi generasi yang bodoh dan tidak kalah bersaing dengan Negara lain. Walaupun begitu,pemerintah tidak melupakan masalah kependudukan Indonesia, yang selalu mengalami peningkatan yang pesat setiap tahun, yang merupakan sebuah perkara yang harus diselesaikan bersama, dengan pengetahuan dan kesadaran dari seluruh rakyat Indonesia.

B. Kondisi kependudukan Indonesia


Indonesia kini menghadapi persoalan kependudukan yang serius. Berdasarkan Sensus Penduduk tahun 2010,jumlah penduduk Indonesia mencapai 238 juta dengan pertumbuhan 1,49 persen. Artinya, jumlah penduduk bertambah sekitar 4 juta per tahun, atau setara jumlah penduduk Singapura. Pada tahun 2013,kependudukan Indonesia mengalami sedikit peningkatan. Berdasarkan sensus penduduk,dalam 3 tahun terakhir, jumlah penduduk mencapai 250 juta. Hal ini terjadi karena pernyataan dan tindakan yang telah diambil pemerintah.

C. Tindakan dan pernyataan pemerintah


Berdasarkan keadaan kependudukan Indonesia seperti saat ini,pemerintah telah mengambil berbagai tindakan untuk mencegah peningkatan penduduk setiap tahunnya, di antaranya: program KB atau Keluarga Berencana Dua anak lebih baikinilah moto dari program tersebut. Pemerintah menyarankan para penduduk Indonesia untuk menghasilkan anak tidak lebih dari dua. hal ini diusahakan dengan perencanaan keluarga yang tergolong dalam: o masa menunda perkawinan dan kehamilan(di bawah 20 tahun) o masa menjarangkan kehamilan(antara 20-25 tahun) o masa mengakhiri kehamilan(di atas 35 tahun) program ini mendapat banyak support dan suggestion dari berbagai pihak,baik itu dari dalam maupun luar negeri, di antaranya:
Dalam program Keluarga Berencana ("Dua Anak Cukup!"), suami - istri

diberi informasi dan alat/obat kontrasepsi. Dengan ini, pemerintah mencoba

untuk mencegah kelahiran terlalu banyak anak. Kritik atas program ini adalah

kritik mengenai obat kontrasepsi yang bernama "Norplant". Melalui informasi yang saya dapat,bahwa Perempuan yang pakai Norplant itu tidak bisa beranak lagi untuk selamanya. para wanita memakai norplantuntuk menjarangkan alat tersebut!

kehamilan bukan untuk mandul. mohon pemerintah memeriksa kembali alat-

Program transmigrasi Program transmigrasi adalah program nasional untuk

memindahkan kelompok penduduk dari satu tempat ke tempat yang lain. Hal ini dilayakkan apabila terdapat banyak penduduk di suatu tempat, dan di sana terdapat banyak masalah, seperti masalah kesehatan, masalah tanah, dan masalah sosial yang lain. Untuk mencegah masalah itu, pemerintah mencoba memindahkan penduduk dari tempat-tempat seperti itu ke tempat yang lain,di mana jumlah penduduknya sedikit. hal ini pernah dilakukan sebelumnya,yaitu pemindahan penduduk Jawa, Madura dan Bali ke Irian Jaya, Sumatra, dan Kalimantan. Program ini tergolong sukses. walaupun begitu, di samping mendapat support dari berbagai pihak,program ini juga mendapat berbagai suggestion, di antaranya;
Kritik yang pertama adalah mengenai hutan yang menghilang karena transmigran. para transmigran menebang seluruh pohon untuk mempersiapkan ladang mereka,sedangkan mereka tidak memikirkan keadaan alam yang tidak boleh dihilangkan begitu saja. alangkah baiknya,supaya penebangan pohon tersebut dibatasi,agar alam kita tetap terjaga dan tidak musnah. Mengapa pemerintah tidak bertanggung jawab atas nasib para transmigran?karena dulu ada kelompok transmigran di Kalimantan yang tidak diberi fasilitas untuk bertani. Sehingga mereka tidak bisa berdikari (berdiri sendiri),yang menyebabkan kesengsaraan ekonomi bagi mereka. dan Juga telah terjadi berbagai permasalahan,di antaranya; para

transmigran mengambil tanah penduduk setempat,seperti yang telah terjadi pada orang-orang Kubu di Sumatra dan orang-orang Dayak di Kalimantan. hal ini disebabkan karena ketidakpedulian pemerintah terhadap transmigran. kami mohon hal-hal seperti ini harus diperhatikan dengan serius,supaya tidak merugikan berbagai pihak. Saya berpendapat bahwa kedua program ini, yaitu transmigrasi dan Keluarga Berencana, memang sudah berhasil. Sekarang di Indonesia, jumlah anak yang lahir setiap tahun sudah menurun. Kalau Indonesia mau mencegah masalah yang berkaitan dengan jumlah penduduk, saya mencegah dampak negatif dari kedua program. rasa pemerintah harus meneruskan kedua program ini,dan harus

walaupun

pemerintah

telah

mengambil

dua

kebijakan

tersebut,apabila generasi muda masih melakukan berbagai hal,yang akhirnya menjerumuskan mereka dalam hubungan intim di luar nikah,yang membuahkan anak haram,yang ikut serta menambahkan kependudukan Indonesia setiap tahunnya,maka pemerintah harus mengambil sebuah kebijakan,yaitu harus mengubah cara pikir,perkataan dan perilaku para generasi muda,dengan menanamkan pengetahuan tentang kesehatan reproduksi,dan akibat yang akan diterima apabila melakukan hubungan intim di luar nikah,baik itu dari segi kesehatan,maupun agama. Para generasi muda akan memahami dan meninggalkan semua jenis pergaulan,hanya dengan pengetahuan dan kesadaran tentang kesehatan dan

agama.

apabila

pemerintah

tidak

menanamkan

kedua

kebijakan

tersebut,maka mustahillah untuk menjadikan Negara Indonesia ini bebas dari hubungan intim di luar nikah.

D. Pendidikan kependudukan Indonesia


Kementerian Pendidikan Nasional akan memasukkan materi

Kependudukan dan Keluarga Berencana ke dalam kurikulum pendidikan mulai pendidikan dasar hingga pendidikan tinggi. Hal ini dilakukan dengan pentingnya isu kependudukan. Materi Kependudukan dan Keluarga Berencana tidak akan menjadi mata pelajaran khusus, tetapi disisipkan ke dalam mata pelajaran yang sudah ada, seperti Ilmu Sosial dan kegiatan ekstrakurikuler. pada tingkat SD materi yang akan disampaikan tentang kehidupan berkeluarga secara umum. Lalu di SMP lebih bertumpu pada materi kependudukan. Adapun di dikemukakan oleh Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Mohammad Nuh seusai menandatangani Nota Kesepahaman Pendidikan Kependudukan dan Keluarga Berencana dengan Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sugiri Syarief, Kamis (4/8), di BKKBN Pusat Jakarta. Walaupun disisipkan ke dalam mata pelajaran yang sudah ada,para guru menemukan kesulitan untuk menyampaikan materi tersebut,karena masih ada guru yang belum mengusai materi tersebut,oleh karena itu guru pun harus diadakan pelatihan untuk materi tersebut,dan apabila guru tingkat SMA akan dimasukkan materi kesehatan reproduksi. Hal ini harapan untuk mengubah pola pikir dan meningkatkan kesadaran

sudah menguasai materi tersebut,para guru masih mempunyai satu permasalahan,yaitu waktu,untuk mata pelajaran pokoknya saja waktu yang disediakan sudah sedemikian ketat, sehingga sulit untuk menambahkan materi tersebut. jadi, tidak ada salahnya apabila pemerintah menambahkan waktu atau melebihkan waktu untuk mata pelajaran yang bersangkutan. untuk menambahkan atau melebihkan waktu untuk mata pelajaran yang bersangkutan,pemerintah tidak harus mengurangi waktu pelajaran

lain,melainkan menambahkan waktu belajar murid dari biasa. apabila biasanya murid belajar selama 8 jam,maka harus ditambah menjadi 8 jam atau 9 jam.

Dan di samping itu,pemerintah harus tetap melanjutkan berbagai seminar yang menyangkut masalah kependudukan,tidak hanya untuk Organisasi-Organisasi di bawah wewenang BKKBN,tetapi kepada seluruh masyarakat yang ada di Indonesia .dengan begitu,masalah kependudukan Indonesia bisa diatasi.

E. Penutup
Dengan adanya program KB(Keluarga Berancana),Transmigrasi Dan Pendidikan Kependudukan,Indonesia bisa terselamatkan dari kondisi kependudukan yang mengalami peningkatan yang tidak terbatasi setiap tahunnya.