Anda di halaman 1dari 22

As amended by:

1. Permenaker No. 27 of 2014, Dec 31, 2014


2. Permenaker No. 11 of 2019, Aug 1, 2019

PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA REGULATION OF THE MINISTER OF


DAN TRANSMIGRASI MANPOWER AND TRANSMIGRATION OF
REPUBLIK INDONESIA THE REPUBLIC OF INDONESIA
NOMOR 19 TAHUN 2012 NUMBER 19 OF 2012
TENTANG CONCERNNG
SYARAT-SYARAT PENYERAHAN REQUIREMENTS FOR OUTSOURCING
SEBAGIAN PELAKSANAAN PEKERJAAN (THE CONTRACTING OUT OF PARTIAL
KEPADA PERUSAHAAN LAIN WORK TO OTHER COMPANIES)

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA WITH THE BLESSING OF GOD ALMIGHTY
ESA
MENTERI TENAGA KERJA DAN THE MINISTER OF MANPOWER AND
TRANSMIGRASI TRANSMIGRATION OF
REPUBLIK INDONESIA, THE REPUBLIC OF INDONESIA,

Menimbang: Considering:
a. bahwa pelaksanaan pemborongan a. that contract work and labor supply are
pekerjaan dan penyediaan jasa directed to the creation of a harmonious,
pekerja/buruh diarahkan untuk dynamic and just climate of industrial
menciptakan iklim hubungan industrial relations;
yang harmonis, dinamis dan berkeadilan;
b. bahwa ketentuan yang diatur dalam b. that the provisions retained in Decision of
Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan the Minister of Manpower and
Transmigrasi Nomor KEP. Transmigration Number KEP.
101/MEN/VI/2004 tentang Tata Cara 101/MEN/VI/2004 concerning Procedures
Perijinan Perusahaan Penyedia Jasa for Licensing of Labor Supply Companies
Pekerja/Buruh dan Keputusan Menteri and Decision of the Minister of Manpower
Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor and Transmigration Number
KEP.220/MEN/X/2004 tentang Syarat- KEP.220/MEN/X/2004 concerning
Syarat Penyerahan Sebagian Pelaksanaan Requirements for Outsourcing (The
Pekerjaan Kepada Perusahaan Lain, sudah Contracting Out of Partial Work to Other
tidak sesuai lagi dengan perkembangan saat Companies) are no longer current with the
ini, sehingga perlu dilakukan present development, so that it is necessary
penyempurnaan; to revise them;
c. bahwa berdasarkan pertimbangan c. that in consideration of points (a) and (b), it
sebagaimana dimaksud pada huruf a dan b, is necessary to issue Regulation of the
perlu ditetapkan Peraturan Menteri tentang Minister of Manpower and Transmigration
Syarat-Syarat Penyerahan Sebagian concerning Requirements for Outsourcing
Translated by: Wishnu Basuki
wbasuki@gmail.com
Pelaksanaan Pekerjaan Kepada Perusahaan (The Contracting Out of Partial Work to
Lain; Other Companies);

Mengingat: Bearing in Mind:


1. Undang-Undang Nomor 3 Tahun 1951 1. Law Number 3 of 1951 concerning The
tentang Pernyataan Berlakunya Undang- Declaration of the Operation of Law of the
Undang Pengawasan Perburuhan Tahun Republic of Indonesia Number 23 of 1948
1948 Nomor 23 Dari Republik Indonesia concerning Labor Supervision Throughout
Untuk Seluruh Indonesia (Lembaran Indonesia (State Gazette of the Republic of
Negara Republik Indonesia Tahun 1951 Indonesia Number 4 of 1951);
Nomor 4);
2. Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 2. Law Number 13 of 2003 concerning Labor
tentang Ketenagakerjaan (Lembaran (State Gazette of the Republic of Indonesia
Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Number 39 of 2003, Supplement to the
Nomor 39, Tambahan Lembaran Negara State Gazette of the Republic of Indonesia
Republik Indonesia Nomor 4279); Number 4279);
3. Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2004 3. Law Number 2 of 2004 concerning
tentang Penyelesaian Perselisihan Industrial Relations Dispute Settlement
Hubungan Industrial (Lembaran Negara (State Gazette of the Republic of Indonesia
Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 6, Number 6 of 2004, Supplement to the State
Tambahan Lembaran Negara Republik Gazette of the Republic of Indonesia
Indonesia Nomor 4356); Number 4356);
4. Keputusan Presiden Nomor 84/P Tahun 4. Decision of the President Number 84/P of
2009; 2009;

MEMUTUSKAN: HAS DICEDED:

Menetapkan: To issue:
PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA REGULATION OF THE MINISTER OF
DAN TRANSMIGRASI TENTANG SYARAT- MANPOWER AND TRANSMIGRATION
SYARAT PENYERAHAN SEBAGIAN CONCERNNG REQUIREMENTS FOR
PELAKSANAAN PEKERJAAN KEPADA OUTSOURCING (THE CONTRACTING OUT
PERUSAHAAN LAIN. OF PARTIAL WORK TO OTHER
COMPANIES).

BAB I CHAPTER I
KETENTUAN UMUM GENERAL PROVISIONS
Pasal 1 Article 1
Dalam Peraturan Menteri ini yang dimaksud In this Regulation of the Minister:
dengan:
1. Perusahaan pemberi pekerjaan adalah 1. Outsourcer (a company providing work)
perusahaan yang menyerahkan sebagian means a company that contracts out partial
pelaksanaan pekerjaannya kepada work to a contractor company or a labor
perusahaan penerima pemborongan atau supply company.
perusahaan penyedia jasa pekerja/buruh.

2
2. Perusahaan penerima pemborongan adalah 2. Contractor company means a company of a
perusahaan yang berbentuk badan hukum legal entity form that is qualified to receive
yang memenuhi syarat untuk menerima partial work from an outsourcer.
pelaksanaan sebagian pekerjaan dari
perusahaan pemberi pekerjaan.
3. Perusahaan penyedia jasa pekerja/buruh 3. Labor supply company means a company of
adalah perusahaan yang berbentuk badan a legal entity in a Limited Liability
hukum Perseroan Terbatas (PT) yang Company (LLC) form qualified to perform
memenuhi syarat untuk melaksanakan supporting services for an outsourcer.
kegiatan jasa penunjang perusahaan
pemberi pekerjaan.
4. Perjanjian pemborongan pekerjaan adalah 4. Contractor Agreement/Contract for
perjanjian antara perusahaan pemberi Services means an agreement/contract
pekerjaan dengan perusahaan penerima between an outsourcer and a contractor
pemborongan yang memuat hak dan company retaining the rights and
kewajiban para pihak. obligations of the parties.
5. Perjanjian penyediaan jasa pekerja/buruh 5. Labor supply agreement means an
adalah perjanjian antara perusahaan agreement between an outsourcer and a
pemberi pekerjaan dengan perusahaan labor supply company governing the rights
penyedia jasa pekerja/buruh yang memuat and obligations of the parties.
hak dan kewajiban para pihak.
5a. Penanam modal asing adalah 5a. Foreign investor means a foreign
perseorangan warga negara asing, badan individual, foreign entity, and/or foreign
usaha asing, dan/atau pemerintah asing government that invest in the territory of
yang melakukan penanaman modal di the State of the Republic of Indonesia.
wilayah Negara Republik Indonesia. [Permenaker No. 27/2014] [Rescinded by
[Permenaker No. 27/2014] [Dihapus oleh Permenaker No. 11/2019]
Permenaker No. 11/2019]

6. Pekerja/buruh adalah setiap orang yang 6. Worker means any person who works for a
bekerja pada perusahaan penerima contractor company or a labor supply
pemborongan atau perusahaan penyedia company and receives the wage or
jasa pekerja/buruh yang menerima upah compensation of other form.
atau imbalan dalam bentuk lain.
7. Perjanjian kerja adalah perjanjian antara 7. Employment agreement means an
perusahaan penerima pemborongan atau agreement between a contractor company
perusahaan penyedia jasa pekerja/buruh or a labor supply company and a worker of
dengan pekerja/buruh di perusahaan the contractor company or of the labor
penerima pemborongan atau perusahaan supply company governing the rights and
penyedia jasa pekerja/buruh yang memuat obligations of each party.
hak dan kewajiban masing-masing pihak.
7a. Perizinan Berusaha Terintegrasi Secara 7a. Electronic Business Licensing or Online
Elektronik atau Online Single Single Submission, hereinafter
Submission yang selanjutnya disingkat abbreviated to OSS, means the process
OSS adalah perizinan berusaha yang by which a business license is issued by
diterbitkan oleh lembaga pengelola dan an OSS management and administration
penyelenggara OSS untuk dan atas nama agency for and on behalf of the Minister.
Menteri. [Permenaker No. 11/2019] [Permenaker No. 11/2019]

3
7b. Lembaga Pengelola dan Penyelenggara 7b. OSS Management and Administration
OSS yang selanjutnya disebut Lembaga Agency, hereinafter referred to as OSS
OSS adalah lembaga pemerintah Agency, means a non-ministerial
nonkementerian yang government agency by which the
menyelenggarakan urusan governmental affairs in the field of
pemerintahan di bidang koordinasi investment coordination are
penanaman modal. [Permenaker No. 11/2019] administered. [Permenaker No. 11/2019]
8. Menteri adalah Menteri yang bertanggung 8. Minister means the Minister to whom
jawab di bidang ketenagakerjaan. responsibility for the field of manpower is
assigned.

Pasal 2 Article 2
Penyerahan sebagian pelaksanaan pekerjaan Outsourcing to another company may be
kepada perusahaan lain dapat dilakukan melalui performed under a contractor agreement/contract
perjanjian pemborongan pekerjaan atau perjanjian for services or a labor supply agreement.
penyediaan jasa pekerja/buruh.

BAB II CHAPTER II
PEMBORONGAN PEKERJAAN CONTRACT WORK

Bagian Kesatu Part One


Persyaratan Pemborongan Pekerjaan Requirements for Contract Work
Pasal 3 Article 3
(1) Perusahaan pemberi pekerjaan dapat (1) An outsourcer may outsource to a
menyerahkan sebagian pelaksanaan contractor company.
pekerjaan kepada perusahaan penerima
pemborongan.
(2) Pekerjaan yang dapat diserahkan kepada (2) Work that may be outsourced to a
perusahaan penerima pemborongan contractor company as referred to in section
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus (1) must comply with the following
memenuhi syarat sebagai berikut: requirements:
a. dilakukan secara terpisah dari a. work that is performed separately
kegiatan utama baik manajemen from the core activity, both
maupun kegiatan pelaksanaan management and performance of
pekerjaan; work;
b. dilakukan dengan perintah langsung b. work that is performed by a direct or
atau tidak langsung dari pemberi indirect order of the outsourcer who
pekerjaan, dimaksudkan untuk briefs the way to perform the work for
memberi penjelasan tentang cara consistence with the standard set by
melaksanakan pekerjaan agar sesuai the outsourcer;
dengan standar yang ditetapkan oleh
perusahaan pemberi pekerjaan;
c. merupakan kegiatan penunjang c. work which is a supporting activity of
perusahaan secara keseluruhan, the company/outsourcer as a whole,
artinya kegiatan tersebut merupakan that is, the activity that supports and
kegiatan yang mendukung dan smooths the performance of the core

4
memperlancar pelaksanaan kegiatan activity within the workflow as issued
utama sesuai dengan alur kegiatan by the associations of the business
proses pelaksanaan pekerjaan yang sector within the laws and
ditetapkan oleh asosiasi sektor usaha regulations; and
yang dibentuk sesuai peraturan
perundang-undangan; dan
d. tidak menghambat proses produksi d. work that does not disrupt production
secara langsung, artinya kegiatan process directly, that is, that activity
tersebut merupakan kegiatan is additional only and if the work is
tambahan yang apabila tidak left undone by the outsourcer, the
dilakukan oleh perusahaan pemberi work process remains in place.
pekerjaan, proses pelaksanaan
pekerjaan tetap berjalan sebagaimana
mestinya.

Pasal 4 Article 4
(1) Asosiasi sektor usaha sebagaimana (1) The associations of the business sector as
dimaksud dalam Pasal 3 ayat (2) huruf c referred to in Article 3 section (2) point (c)
harus membuat alur kegiatan proses must maintain the workflow within their
pelaksanaan pekerjaan sesuai sektor usaha respective business sectors.
masing-masing.
(2) Alur sebagaimana dimaksud pada ayat (1) (2) The workflow as referred to in section (1)
harus menggambarkan proses pelaksanaan must describe the work process from the
pekerjaan dari awal sampai akhir serta beginning to the end and reflect the core
memuat kegiatan utama dan kegiatan activity and supporting activities with due
penunjang dengan memperhatikan regard to the requirements as referred to in
persyaratan sebagaimana dimaksud dalam Article 3 section (2).
Pasal 3 ayat (2).
(3) Alur sebagaimana dimaksud pada ayat (2) (3) The workflow as referred to in section (2)
dipergunakan sebagai dasar bagi shall be adopted as a basis for an outsourcer
perusahaan pemberi pekerjaan dalam to outsource through the contract work.
penyerahan sebagian pelaksanaan
pekerjaan melalui pemborongan pekerjaan.

Pasal 5 Article 5
Jenis pekerjaan penunjang yang akan diserahkan The types of supporting work to be outsourced to
kepada perusahaan penerima pemborongan harus a contractor company must be reported by the
dilaporkan oleh perusahaan pemberi pekerjaan outsourcer to the agency to which responsibility
kepada instansi yang bertanggung jawab di for the field of manpower of the district/city
bidang ketenagakerjaan kabupaten/kota tempat where the contract work is performed is assigned.
pemborongan pekerjaan dilaksanakan.

Pasal 6 Article 6
Instansi yang bertanggung jawab di bidang The agency to which responsibility for the field of
ketenagakerjaan kabupaten/kota sebagaimana manpower of the district/city is assigned as
dimaksud dalam Pasal 5 mengeluarkan bukti referred to in Article 5 shall acknowledge receipt

5
pelaporan jenis pekerjaan penunjang yang akan of report on the types of supporting work to be
diserahkan melalui pemborongan pekerjaan outsourced through the contract work within one
paling lambat 1 (satu) minggu sejak pelaporan (1) week of the reporting by the outsourcer.
dilaksanakan oleh perusahaan pemberi pekerjaan.

Pasal 7 Article 7
(1) Perusahaan pemberi pekerjaan dilarang (1) An outsourcer is prohibited from
menyerahkan sebagian pelaksanaan outsourcing to a contractor company that
pekerjaan kepada perusahaan penerima lacks receipt of report as referred to in
pemborongan apabila belum memiliki bukti Article 6.
pelaporan sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 6.
(2) Apabila perusahaan pemberi pekerjaan (2) If an outsourcer outsources to a contractor
menyerahkan sebagian pelaksanaan company prior to holding receipt of report
pekerjaan kepada perusahaan penerima as referred to in Article 6, the employment
pemborongan sebelum memiliki bukti relationship between the worker and the
pelaporan sebagaimana dimaksud dalam contractor company shall pass to the
Pasal 6, maka hubungan kerja antara outsourcer.
pekerja/buruh dengan perusahaan penerima
pemborongan beralih kepada perusahaan
pemberi pekerjaan.

Pasal 8 Article 8
Perusahaan pemberi pekerjaan harus melaporkan An outsourcer must report in writing any change
secara tertulis setiap perubahan jenis pekerjaan in the types of supporting work to be outsourced
penunjang yang akan diserahkan melalui through the contract work to the agency to which
pemborongan pekerjaan, kepada instansi yang responsibility for the field of manpower of the
bertanggung jawab di bidang ketenagakerjaan district/city where the contract work is performed
kabupaten/ kota tempat pemborongan pekerjaan is assigned with due regard to the process as
dilaksanakan dengan tetap memperhatikan proses referred to in Article 5.
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5.

Bagian Kedua Part Two


Perjanjian Pemborongan Pekerjaan Contractor Agreements/Contracts for Services
Pasal 9 Article 9
(1) Penyerahan sebagian pelaksanaan (1) Outsourcing as referred to in Article 3
pekerjaan sebagaimana dimaksud dalam section (1) shall be performed under a
Pasal 3 ayat (1) dilaksanakan melalui written contractor agreement/contract for
perjanjian pemborongan pekerjaan secara services.
tertulis.
(2) Perjanjian pemborongan pekerjaan (2) A contractor agreement/contract for
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) services as referred to in section (1) must at
sekurang-kurangnya harus memuat: least:
a. hak dan kewajiban masing-masing a. retain the rights and obligations of
pihak; each party;

6
b. menjamin terpenuhinya perlindungan b. guarantee that the employment
kerja dan syarat-syarat kerja bagi protection and requirements for
pekerja/buruh sesuai peraturan workers are satisfied within the laws
perundang-undangan; dan and regulations; and
c. memiliki tenaga kerja yang c. employ workers with competence in
mempunyai kompetensi di their field.
bidangnya.

Pasal 10 Article 10
(1) Perjanjian pemborongan pekerjaan (1) A contractor agreement/contract for
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 harus services as referred to in Article 9 must be
didaftarkan oleh perusahaan penerima registered by the contractor company with
pemborongan kepada instansi yang the agency to which responsibility for the
bertanggung jawab di bidang field of manpower of the district/city where
ketenagakerjaan kabupaten/kota tempat the contract work is performed is assigned.
pemborongan pekerjaan dilaksanakan.
(2) Pendaftaran perjanjian pemborongan (2) The contractor agreement/contract for
pekerjaan sebagaimana dimaksud pada ayat services as referred to in section (1) shall be
(1) dilakukan setelah perjanjian tersebut registered upon the agreement being signed
ditandatangani oleh perusahaan pemberi by the outsourcer and the contractor
pekerjaan dengan perusahaan penerima company at least thirty (30) working days
pemborongan, paling lama 30 (tiga puluh) prior to the performance of work.
hari kerja sebelum pekerjaan dilaksanakan.

Pasal 11 Article 11
Dalam hal perjanjian pemborongan pekerjaan If a contractor agreement/contract for services
telah memenuhi ketentuan sebagaimana already complies with the provisions of Article 9
dimaksud dalam Pasal 9 dan Pasal 10, maka and Article 10, the agency to which responsibility
instansi yang bertanggung jawab di bidang for the field of manpower of the district/city
ketenagakerjaan kabupaten/kota tempat pekerjaan where the contract work is performed is assigned
dilaksanakan menerbitkan bukti pendaftaran shall acknowledge receipt of registration within
paling lambat 5 (lima) hari kerja sejak berkas five (5) working days of the receipt of the
permohonan pendaftaran perjanjian diterima. application documents for registration of
agreement.
Bagian Ketiga Part Three
Persyaratan Perusahaan Penerima Pemborongan Requirements for Contractor Companies
Pasal 12 Article 12
Perusahaan penerima pemborongan harus A contractor company must comply with the
memenuhi persyaratan: following requirements:
a. berbentuk badan hukum; a. be a legal entity;
b. memiliki tanda daftar perusahaan; b. hold a company registration number;
c. memiliki izin usaha; dan c. hold a business license; and
d. memiliki bukti wajib lapor ketenagakerjaan d. hold the receipt of mandatory report on
di perusahaan. manpower of the company.

7
Bagian Keempat Part Four
Perjanjian Kerja Pemborongan Pekerjaan Employment Agreements for Contract Work
Pasal 13 Article 13
Setiap perjanjian kerja dalam pemborongan Any employment agreement for contract work
pekerjaan wajib memuat ketentuan yang must retain the provisions that guarantee the
menjamin terpenuhinya hak-hak pekerja/buruh employment entitlement of the workers within the
dalam hubungan kerja sebagaimana diatur dalam employment relationship as governed by the laws
peraturan perundang-undangan. and regulations.

Pasal 14 Article 14
Perjanjian kerja dalam pemborongan pekerjaan An employment agreement for contract work
mengatur tentang hubungan kerja antara shall govern the employment relationship
perusahaan penerima pemborongan dengan between the contractor company and its worker in
pekerja/buruhnya yang dibuat secara tertulis. writing.

Pasal 15 Article 15
Hubungan kerja antara perusahaan penerima The employment relationship between the
pemborongan dengan pekerja/buruhnya contractor company and its worker as referred to
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 14 dapat in Article 14 may be subject to the employment
didasarkan atas perjanjian kerja waktu tidak agreement for indefinite period of time or
tertentu atau perjanjian kerja waktu tertentu. employment agreement for definite period of
time.

Pasal 16 Article 16
Pelaporan jenis kegiatan sebagaimana dimaksud Reporting on the types of activity as referred to in
dalam Pasal 5 dan pendaftaran perjanjian Article 5 and registration of contractor agreement/
pemborongan pekerjaan sebagaimana dimaksud contract for services as referred to in Article 10
dalam Pasal 10 tidak dikenakan biaya. shall be charged no fee.

BAB III CHAPTER III


PENYEDIAAN JASA PEKERJA/BURUH LABOR SUPPLY

Bagian Kesatu Part One


Persyaratan Penyediaan Jasa Pekerja/ Buruh Requirements for Labor Supply
Pasal 17 Article 17
(1) Perusahaan pemberi pekerjaan dapat (1) An outsourcer may outsource to a labor
menyerahkan sebagian pelaksanaan supply company under a labor supply
pekerjaan kepada perusahaan penyedia jasa agreement in writing.
pekerja/buruh melalui perjanjian
penyediaan jasa pekerja/buruh yang dibuat
secara tertulis.
(2) Pekerjaan yang dapat diserahkan kepada (2) Work that may be outsourced to a labor
perusahaan penyedia jasa pekerja/buruh supply company as referred to in section (1)

8
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus must be supporting services or activities not
merupakan kegiatan jasa penunjang atau directly associated with the production
yang tidak berhubungan langsung dengan process.
proses produksi.
(3) Kegiatan jasa penunjang sebagaimana (3) Supporting services as referred to in section
dimaksud pada ayat (2) meliputi: (2) shall include:
a. usaha pelayanan kebersihan a. cleaning services;
(cleaning service);
b. usaha penyediaan makanan bagi b. labor catering services;
pekerja/buruh (catering);
c. usaha tenaga pengaman (security/ c. security guarding services;
satuan pengamanan);
d. usaha jasa penunjang di d. mining and oil supporting services;
pertambangan dan perminyakan; dan and
e. usaha penyediaan angkutan bagi e. labor transportation services.
pekerja/buruh.

Pasal 18 Article 18
Perusahaan penyedia jasa pekerja/buruh dilarang A labor supply company is prohibited from
menyerahkan pelaksanaan sebagian atau seluruh outsourcing the whole or any part of the agreed-
pekerjaan yang diperjanjikan kepada perusahaan upon work to another labor supply company.
penyedia jasa pekerja/buruh lain.

Bagian Kedua Part Two


Perjanjian Penyediaan Jasa Pekerja/Buruh Labor Supply Agreements
Pasal 19 Article 19
Perjanjian penyediaan jasa pekerja/buruh A labor supply agreement as referred to in Article
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 17 ayat (1) 17 section (1) shall retain at least:
sekurang-kurangnya memuat:
a. jenis pekerjaan yang akan dilakukan oleh a. the types of work to be performed by the
pekerja/buruh dari perusahaan penyedia workers of the labor supply company;
jasa pekerja/buruh;
b. penegasan bahwa perusahaan penyedia jasa b. the confirmation that the labor supply
pekerja/buruh bersedia menerima company agrees to receive workers of the
pekerja/buruh dari perusahaan penyedia previous labor supply company for the
jasa pekerja/buruh sebelumnya untuk jenis types of continuing work maintained by the
pekerjaan yang terus menerus ada di outsourcer in case of replacement of labor
perusahaan pemberi pekerjaan dalam hal supply company; and
terjadi penggantian perusahaan penyedia
jasa pekerja/ buruh; dan
c. hubungan kerja antara perusahaan penyedia c. the employment relationship between the
jasa pekerja/buruh dengan pekerja/buruh labor supply company and the employed
yang dipekerjakannya berdasarkan workers shall be subject to the employment
perjanjian kerja waktu tidak tertentu atau agreement for indefinite period of time or

9
perjanjian kerja waktu tertentu. employment agreement for definite period
of time.
d. Kewajiban memenuhi hak d. The obligation to exercise the rights of
Pekerja/Buruh sesuai dengan ketentuan the Worker within the laws and
peraturan perundang-undangan. regulations. [Permenaker No. 11/2019]
[Permenaker No. 11/2019]

Pasal 20 Article 20
(1) Perjanjian penyediaan jasa pekerja/buruh (1) A labor supply agreement between the
antara perusahaan pemberi pekerjaan outsourcer and the labor supply company
dengan perusahaan penyedia jasa must be registered with the agency to which
pekerja/buruh harus didaftarkan kepada responsibility for the field of manpower of
instansi yang bertanggung jawab di bidang the district/city where the contract work is
ketenagakerjaan kabupaten/ kota tempat performed is assigned.
pekerjaan dilaksanakan.
(2) Pendaftaran perjanjian penyediaan jasa (2) The labor supply agreement as referred to in
pekerja/buruh sebagaimana dimaksud pada section (1) shall be registered within thirty
ayat (1) dilakukan paling lambat 30 (tiga (30) working days of the signing, enclosing:
puluh) hari kerja sejak ditandatangani
dengan melampirkan:
a. izin operasional perusahaan penyedia a. the valid operating license of the
jasa pekerja/buruh yang masih labor supply company; and
berlaku; dan
b. draft perjanjian kerja antara b. the draft employment agreement
perusahaan penyedia jasa between the labor supply company
pekerja/buruh dengan pekerja/ buruh and the employed worker.
yang dipekerjakannya.
(3) Pendaftaran perjanjian penyediaan jasa (3) Registration of the labor supply agreement
pekerja/buruh sebagaimana dimaksud pada as referred to in section (1) shall be charged
ayat (1) tidak dikenakan biaya. no fee.

(1) Perjanjian Penyediaan Jasa (1) A labor supply agreement must be


Pekerja/Buruh harus didaftarkan oleh registered by the Labor Supply
Perusahaan Penyedia Jasa Company with the agency to which
Pekerja/Buruh pada instansi yang responsibility for the field of manpower
bertanggung jawab di bidang of the district/city where the contract
ketenagakerjaan kabupaten/kota tempat work is performed is assigned.
pekerjaan dilaksanakan.
(2) Pendaftaran Perjanjian Penyediaan Jasa (2) The Labor Supply Agreement shall be
Pekerja/Buruh dilakukan dengan registered by filing an application for
mengajukan permohonan pendaftaran registration and enclosing a labor supply
dan melampirkan izin usaha penyediaan license.
jasa Pekerja/Buruh.
(3) Pendaftaran Perjanjian Penyediaan Jasa (3) Registration of the Labor Supply
Pekerja/Buruh sebagaimana dimaksud Agreement as referred to in section (1)
pada ayat (1) tidak dikenakan biaya. shall be charged no fee. [Permenaker No.

10
[Permenaker No. 11/2019] 11/2019]

Pasal 21 Article 21
(1) Dalam hal perjanjian penyediaan jasa (1) If a labor supply agreement already
pekerja/buruh telah memenuhi ketentuan complies with the provisions of Article 19
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 19 dan and Article 20, the agency to which
Pasal 20, maka instansi yang bertanggung responsibility for the field of manpower of
jawab di bidang ketenagakerjaan the district/city where the contract work is
kabupaten/kota tempat pekerjaan performed is assigned shall acknowledge
dilaksanakan menerbitkan bukti receipt of registration within seven (7)
pendaftaran paling lambat 7 (tujuh) hari working days of the receipt of the
kerja sejak berkas permohonan pen daftaran application documents for registration of
perjanjian diterima. agreement.
(2) Dalam hal perjanjian penyediaan jasa (2) If a labor supply agreement is other than in
pekerja/buruh tidak sesuai dengan accordance with the provisions of section
ketentuan sebagaimana pada ayat (1), maka (1), the official to whom responsibility for
pejabat yang bertanggung jawab di bidang the field of manpower of the district/city is
ketenagakerjaan kabupaten/kota dapat assigned may reject the application for
menolak permohonan pendaftaran dengan registration with the reasons for rejection.
memberi alasan penolakan.

(1) Dalam hal Perjanjian Penyediaan Jasa (1) If a Labor Supply Agreement already
Pekerja/Buruh telah memenuhi complies with the provisions of Article 19
ketentuan sebagaimana dimaksud dalam and Article 20 section (2), the agency to
Pasal 19 dan Pasal 20 ayat (2) maka which responsibility for the field of
instansi yang bertanggung jawab di manpower of the district/city where the
bidang ketenagakerjaan kabupaten/kota contract work is performed is assigned
tempat pekerjaan dilaksanakan shall acknowledge receipt of registration
menerbitkan bukti pendaftaran paling within three (3) working days upon full
lambat 3 (tiga) hari kerja sejak berkas receipt of the application documents for
permohonan pendaftaran Perjanjian the registration of the Labor Supply
Penyediaan Jasa Pekerja/Buruh Agreement.
diterima lengkap.
(2) Dalam hal Perjanjian Penyediaan Jasa (2) If a Labor Supply Agreement is other
Pekerja/Buruh tidak sesuai dengan than in accordance with the provisions of
ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Article 19 and Article 20 section (2), the
Pasal 19 dan Pasal 20 ayat (2) maka agency to which responsibility for the
instansi yang bertanggung jawab di field of manpower of the district/city is
bidang ketenagakerjaan kabupaten/kota assigned shall reject that application for
menolak permohonan pendaftaran registration with the reasons for
dengan memberikan alasan penolakan. rejection.
(3) Terhadap permohonan pendaftaran (3) In case of rejection of application for
yang ditolak sebagaimana dimaksud registration as referred to in section (2),
pada ayat (2), Perusahaan Penyedia Jasa the Outsourcer may refile the application
Pekerja/Buruh dapat mengajukan for registration. [Permenaker No. 11/2019]
kembali permohonan pendaftaran.
[Permenaker No. 11/2019]

11
Pasal 22 Article 22
Perusahaan penyedia jasa pekerja/buruh tidak A labor supply company shall not operate prior to
dapat melakukan operasional pekerjaannya acquiring the receipt of registration of labor
sebelum mendapatkan bukti pendaftaran supply agreement from the agency to which
perjanjian penyediaan jasa pekerja/buruh dari responsibility for the field of manpower of the
instansi yang bertanggung jawab di bidang district/city where the contract work is performed
ketenagakerjaan kabupaten/kota tempat pekerjaan is assigned.
dilaksanakan.

Pasal 23 Article 23
(1) Dalam hal perjanjian penyediaan jasa (1) If the labor supply agreement is left
pekerja/buruh tidak didaftarkan unregistered as referred to in Article 20 but
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 20 dan the labor supply company continues in the
perusahaan penyedia jasa pekerja/buruh work, the agency to which responsibility for
tetap melaksanakan pekerjaan, maka the field of provincial manpower is assigned
instansi yang bertanggung jawab di bidang shall revoke its operating license upon a
ketenagakerjaan provinsi mencabut izin recommendation of the agency to which
operasional berdasarkan rekomendasi dari responsibility for the field of manpower of
instansi yang bertanggung jawab di bidang the district/city is assigned.
ketenagakerjaan kabupaten/kota.
(2) Dalam hal izin operasional perusahaan (2) If the operating license of the labor supply
penyedia jasa pekerja/buruh dicabut, company is revoked, the entitlement of the
pemenuhan hak-hak pekerja/buruh tetap workers shall remain the responsibility of
menjadi tanggung jawab perusahaan the relevant labor supply company.
penyedia jasa pekerja/buruh yang
bersangkutan.

(1) Perusahaan Penyedia Jasa (1) A Labor Supply Company pending its
Pekerja/Buruh yang belum receipt of registration but continues in
mendapatkan bukti pendaftaran dan the work shall be imposed administrative
tetap melaksanakan pekerjaan, sanctions.
dikenakan sanksi administratif.
(2) Dalam hal Perusahaan Penyedia Jasa (2) If the Labor Supply Company is subject
Pekerja/Buruh dikenakan sanksi to an administrative sanction as referred
administratif sebagaimana dimaksud to in section (1), the exercise of the rights
pada ayat (1), pemenuhan hak of Workers shall remain the
Pekerja/Buruh tetap menjadi tanggung responsibility of the Labor Supply
jawab Perusahaan Penyedia Jasa Company. [Permenaker No. 11/2019]
Pekerja/Buruh yang bersangkutan.
[Permenaker No. 11/2019]

Pasal 23A Article 23A


(1) Sanksi administratif sebagaimana (1) Administrative sanctions as referred to
dimaksud dalam Pasal 23 ayat (1) in Article 23 section (1) shall be:
berupa:
a. teguran tertulis; dan a. a written warning; and

12
b. pembekuan kegiatan usaha. b. suspension of business activities.
(2) Sanksi administratif berupa teguran (2) A written warning as an administrative
tertulis sebagaimana dimaksud pada sanction as referred to in section (1) point
ayat (1) huruf a dikenakan oleh instansi (a) shall be issued by the agency to which
yang bertanggung jawab di bidang responsibility for the field of provincial
ketenagakerjaan provinsi. manpower is assigned.
(3) Sanksi administratif berupa pembekuan (3) Suspension of business activities as an
kegiatan usaha sebagaimana dimaksud administrative sanction as referred to in
pada ayat (1) huruf b dikenakan oleh section (1) point (b) shall be given by the
Menteri. [Permenaker No. 11/2019] Minister. [Permenaker No. 11/2019]

Pasal 23B Article 23B


(1) Sanksi teguran tertulis dikenakan (1) 2 (two) written warnings as sanctions
sebanyak 2 (dua) kali masing-masing shall be issued within 3 (three) working
untuk jangka waktu 3 (tiga) hari kerja days upon receipt of a written warning
terhitung sejak diterimanya teguran from the agency to which responsibility
tertulis dari instansi yang bertanggung for the field of provincial manpower is
jawab di bidang ketenagakerjaan assigned.
provinsi.
(2) Sanksi sebagaimana dimaksud pada ayat (2) Sanctions as referred to in section (1)
(1) dikenakan oleh instansi yang shall be issued by the agency to which
bertanggung jawab di bidang responsibility for the field of provincial
ketenagakerjaan provinsi berdasarkan: manpower is assigned, upon:
a. rekomendasi instansi yang a. a recommendation from the agency
bertanggung jawab di bidang to which responsibility for the field
ketenagakerjaan kabupaten/kota; of manpower of the district/city is
atau assigned; or
b. tindak lanjut hasil pengawasan b. responses following the results of
ketenagakerjaan. the manpower supervision.
(3) Instansi yang bertanggung jawab di (3) The agency to which responsibility for
bidang ketenagakerjaan provinsi the field of provincial manpower is
mengenakan sanksi teguran tertulis assigned shall issue the first written
pertama, paling lama 3 (tiga) hari kerja warning as a sanction within 3 (three)
sejak diterimanya rekomendasi atau working days of the receipt of
tindak lanjut sebagaimana dimaksud recommendation or responses as
pada ayat (2). referred to in section (2).
(4) Dalam hal jangka waktu pengenaan (4) If the period of the first written warning
sanksi teguran tertulis pertama telah as a santion has expired and the company
habis dan perusahaan tidak memenuhi fails to comply with its obligations, the
kewajibannya, instansi yang agency to which responsibility for the
bertanggung jawab di bidang field of provincial manpower is assigned
ketenagakerjaan provinsi mengenakan shall issue the second written warning as
sanksi administratif berupa teguran an administrative sanction.
tertulis kedua.
(5) Perusahaan Penyedia Jasa (5) Failure of a Labor Supply Company to

13
Pekerja/Buruh yang tidak melaksanakan fulfill the obligations following the
kewajiban setelah teguran tertulis kedua, second written warning, the Labor
dikenakan sanksi pembekuan kegiatan Supply Company shall be imposed
usaha. [Permenaker No. 11/2019] suspension of business activities as a
sanction. [Permenaker No. 11/2019]

Pasal 23C Article 23C


(1) Pembekuan kegiatan usaha merupakan (1) Suspension of business activities shall be
sanksi administratif untuk an administrative sanction to terminate
menghentikan pekerjaan dalam waktu the work for a certain period on the scene
tertentu di wilayah terjadinya where the violation occurs.
pelanggaran.
(2) Pembekuan kegiatan usaha dikenakan (2) Suspension of business activities shall be
oleh Menteri berdasarkan rekomendasi imposed by the Minister upon a
dari instansi yang bertanggung jawab di recommendation from the agency to
bidang ketenagakerjaan provinsi. which responsibility for provincial
manpower is assigned.
(3) Menteri menyampaikan pengenaan (3) The Minister shall notify the Labor
sanksi pembekuan kegiatan usaha Supply Company of the imposition of
kepada Perusahaan Penyedia Jasa suspension of business activities as a
Pekerja/Buruh melalui Lembaga OSS. sanction through the OSS Agency.
(4) Sanksi pembekuan kegiatan usaha (4) Suspension of business activities as a
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) sanction as referred to in section (1) shall
berlaku sampai dengan dipenuhinya apply until the fulfillment of the
kewajiban untuk melakukan obligation of registration. [Permenaker No.
pendaftaran. [Permenaker No. 11/2019] 11/2019]

Bagian Ketiga Part Three


Persyaratan Perusahaan Penyedia Jasa Requirements for Labor Supply Companies
Pekerja/Buruh
Pasal 24 Article 24
Perusahaan penyedia jasa pekerja/buruh harus A labor supply company must comply with the
memenuhi persyaratan: following requirements:
a. berbentuk badan hukum Perseroan Terbatas a. be a legal entity in a Limited Liability
(PT) yang didirikan berdasarkan peraturan Company (LLC) form established within
perundang-undangan; the laws and regulations;
b. memiliki tanda daftar perusahaan; b. hold a company registration number;
c. memiliki izin usaha; c. hold a business license;
d. memiliki bukti wajib lapor d. hold the receipt of mandatory report on
ketenagakerjaan di perusahaan; manpower of the company.
e. memiliki izin operasional; e. hold an operating license;
f. mempunyai kantor dan alamat tetap; dan f. have an office and fixed address; and
g. memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak g. hold a Taxpayer ID Number in the name of

14
(NPWP) atas nama perusahaan. the company.

(1) Setiap Perusahaan Penyedia Jasa (1) Any Labor Supply Company must hold a
Pekerja/Buruh wajib memiliki izin usaha labor supply license.
penyediaan jasa Pekerja/ Buruh.
(2) Untuk dapat memiliki izin usaha, (2) To acquire such a license, a Labor Supply
Perusahaan Penyedia Jasa Company shall file an application with
Pekerja/Buruh mengajukan the OSS Agency and comply with the
permohonan kepada Lembaga OSS dan following requirements:
memenuhi persyaratan:
a. badan usaha yang berbentuk a. be a business entity of a legal entity
badan hukum dan didirikan sesuai form and established within the
dengan ketentuan peraturan laws and regulations, and engaged
perundang-undangan serta in the field of labor supply; and
bergerak di bidang usaha
penyediaan jasa Pekerja/Buruh;
dan
b. memiliki Nomor Induk Berusaha b. hold a Business ID Number which
yang diterbitkan oleh Lembaga is issued by the OSS Agency.
OSS.
(3) Permohonan izin usaha sebagaimana (3) An application for a business license as
dimaksud pada ayat (2) dilakukan referred to in section (2) shall be filed
melalui sistem OSS sesuai dengan through the OSS system within the laws
ketentuan peraturan perundang- and regulations.
undangan.
(4) Dalam hal terdapat perubahan data izin (4) In case of changes in the data on the
usaha, Perusahaan Penyedia Jasa business license, a Labor Supply
Pekerja/Buruh menyampaikan Company shall deliver the changes to the
perubahan tersebut kepada Lembaga OSS Agency through the OSS system.
OSS melalui sistem OSS. [Permenaker No. [Permenaker No. 11/2019]
11/2019]

Pasal 25 Article 25
(1) Izin operasional sebagaimana dimaksud (1) An application for operating license as
dalam Pasal 24 huruf e diajukan referred to in Article 24 point (e) shall be
permohonannya oleh perusahaan penyedia filed by the labor supply company with the
jasa pekerja/buruh kepada instansi yang agency to which responsibility for the field
bertanggung jawab di bidang of provincial manpower where the work is
ketenagakerjaan provinsi tempat performed is assigned, enclosing:
pelaksanaan pekerjaan, dengan
melampirkan:
a. copy anggaran dasar yang a. a copy of the articles of association
didalamnya memuat kegiatan usaha retaining the line of business of labor
penyediaan jasa pekerja/buruh; supply;
b. copy pengesahan sebagai badan b. a copy of the validation as legal entity
hukum Perseroan Terbatas (PT); in a Limited Liability Company

15
(LLC) form;
c. copy surat ijin usaha penyediaan jasa c. a copy of the labor supply business
pekerja/buruh; license;
d. copy tanda daftar perusahaan; d. a copy of the company registration
number;
e. copy bukti wajib lapor e. a copy of the receipt of mandatory
ketenagakerjaan di perusahaan; report on manpower of the company;
f. copy pernyataan kepemilikan kantor f. a copy of the statement of
atau bukti penyewaan kantor yang maintaining an office or the proof of
ditandatangani oleh pimpinan office lease signed by the
perusahaan; dan management of the company; and
g. copy Nomor Pokok Wajib Pajak g. a copy of the Taxpayer ID Number in
(NPWP) atas nama perusahaan. the name of company.
(2) Instansi yang bertanggung jawab di bidang (2) An agency to which responsibility for the
ketenagakerjaan provinsi sebagaimana field of provincial manpower as referred to
dimaksud pada ayat (1), menerbitkan izin in section (1) shall issue an operating
operasional terhadap permohonan yang license to the compliant application within
telah memenuhi persyaratan dalam waktu fourteen (14) working days of the receipt of
paling lambat 14 (empat belas) hari kerja the application.
sejak permohonan diterima.
(3) Izin operasional sebagaimana dimaksud (3) An operating license as referred to in
pada ayat (2) berlaku di seluruh section (2) shall be valid in all
kabupaten/kota di provinsi yang districts/cities of the relevant province.
bersangkutan.

(1) Izin usaha penyediaan jasa Pekerja/ (1) A labor supply license as referred to in
Buruh sebagaimana dimaksud dalam Article 24 shall be issued by the OSS
Pasal 24 diterbitkan oleh Lembaga OSS Agency for and behalf of the Minister.
untuk dan atas nama Menteri.
(2) Izin usaha sebagaimana dimaksud pada (2) A license as referred to in section (1) shall
ayat (1) berlaku untuk seluruh wilayah be valid throughout Indonesia.
Indonesia.
(3) Izin usaha sebagaimana dimaksud pada (3) A license as referred to in section (2) shall
ayat (2) berlaku selama Perusahaan be valid to the extent the Labor Supply
Penyedia Jasa Pekerja/Buruh Company is engaged in the business.
menjalankan usaha. [Permenaker No. [Permenaker No. 11/2019]
11/2019]

Pasal 25A Article 25A


Dalam hal perusahaan penyedia jasa If a Labor Supply Company is a foreign
pekerja/buruh merupakan penanam modal investor, the operating license as referred to in
asing, maka izin operasional sebagaimana Article 25 shall be issued by the Investment
dimaksud dalam Pasal 25, diterbitkan oleh Coordinating Agency. [Permenaker No. 27/2014]
Badan Koordinasi Penanaman Modal. [Rescinded by Permenaker No. 11/2019]

16
[Permenaker No. 27/2014] [Dihapus oleh Permenaker No.
11/2019]

Pasal 26 Article 26
(1) Izin operasional sebagaimana dimaksud (1) An operating license as referred to in
dalam Pasal 25 berlaku untuk jangka waktu Article 25 shall be valid for a period of three
3 (tiga) tahun dan dapat diperpanjang untuk (3) years and renewable for another (3)
jangka waktu yang sama. years.
(2) Perpanjangan sebagaimana dimaksud pada (2) The renewal as referred to in section (1)
ayat (1), diberikan berdasarkan persyaratan shall be granted subject to the requirements
yang diatur dalam Peraturan Menteri ini dan governed by this Regulation of the Minister
hasil evaluasi kinerja perusahaan yang and the evaluation results of the company’s
dilakukan oleh instansi yang bertanggung performance delivered by the agency to
jawab di bidang ketenagakerjaan which responsibility for the field of
kabupaten/kota. manpower of the district/city is assigned.
(3) Berdasarkan hasil evaluasi kinerja (3) The agency to which responsibility for the
perusahaan sebagaimana dimaksud pada field of provincial manpower is assigned
ayat (2), instansi yang bertanggung jawab di shall accept or reject the renewal following
bidang ketenagakerjaan provinsi the evaluation results of the company’s
menyetujui atau menolak. [Dihapus oleh performance as referred to in section (2).
Permenaker No. 11/2019] [Rescinded by Permenaker No. 11/2019]

Bagian Keempat Part Four


Perjanjian Kerja Penyediaan Jasa Pekerja/Buruh Employment Agreements for Labor Supply
Pasal 27 Article 27
(1) Setiap perusahaan penyedia jasa (1) Any labor supply company must enter into
pekerja/buruh wajib membuat perjanjian an employment agreement with its workers
kerja secara tertulis dengan pekerja/buruh. in writing.
(2) Perjanjian kerja sebagaimana dimaksud (2) An employment agreement as referred to in
pada ayat (1) harus dicatatkan kepada section (1) must be registered with the
instansi yang bertanggung jawab di bidang agency to which responsibility for the field
ketenagakerjaan kabupaten/ kota tempat of manpower of the district/city where the
pekerjaan dilaksanakan. work is performed is assigned.
(3) Dalam hal perjanjian kerja tidak dicatatkan (3) If an employment agreement is left
sebagaimana dimaksud pada ayat (2), maka unregistered as referred to in section (2), the
instansi yang bertanggung jawab di bidang agency to which responsibility for the field
ketenagakerjaan provinsi mencabut izin of provincial manpower is assigned shall
operasional berdasarkan rekomendasi dari revoke the operating license upon a
instansi yang bertanggung jawab di bidang recommendation of the agency to which
ketenagakerjaan kabupaten/ kota. responsibility for the field of manpower of
the district/city is assigned.
(4) Pencatatan perjanjian kerja sebagaimana (4) Registration of the employment agreement
dimaksud pada ayat (2) tidak dikenakan as referred to in section (2) shall be charged
biaya. no fee.

(1) Setiap Perusahaan Penyedia Jasa (1) Any Labor Supply Company must enter

17
Pekerja/Buruh wajib membuat into an Employment Agreement for
Perjanjian Kerja secara tertulis baik indefinite period of time and/or
perjanjian kerja waktu tidak tertentu employment agreement for definite
dan/atau perjanjian kerja waktu period of time with its workers in writing.
tertentu dengan Pekerja/Buruh.
(2) Perjanjian Kerja sebagaimana dimaksud (2) An Employment Agreement as referred
pada ayat (1) harus dicatatkan pada to in section (1) shall be registered with
instansi yang bertanggung jawab di the agency to which responsibility for the
bidang ketenagakerjaan kabupaten/kota field of manpower of the district/city
tempat pekerjaan dilaksanakan. where the work is performed is assigned.
(3) Instansi yang bertanggung jawab (3) The agency to which responsibility for
dibidang ketenagakerjaan kabupaten/ the field of manpower of the district/city
kota menerbitkan bukti pencatatan is assigned shall issue receipt of
paling lama 3 (tiga) hari kerja sejak registration within three (3) working
berkas permohonan pencatatan diterima days upon full receipt of the application
lengkap. documents for the registration.
(4) Pencatatan Perjanjian Kerja (4) Registration of the Employment
sebagaimana dimaksud pada ayat (3) Agreement as referred to in section (3)
tidak dikenakan biaya. [Permenaker No. shall be charged no fee. [Permenaker No.
11/2019] 11/2019]

Pasal 28 Article 28
Setiap perjanjian kerja penyediaan jasa Any employment agreement for labor supply
pekerja/buruh wajib memuat ketentuan yang must retain the provisions that guarantee the
menjamin terpenuhinya hak-hak pekerja/buruh employment entitlement of workers within the
dalam hubungan kerja sebagaimana diatur dalam employment relationship as governed by the laws
peraturan perundang-undangan. and regulations.

Pasal 29 Article 29
(1) Hubungan kerja antara perusahaan (1) The employment relationship between the
penyedia jasa pekerja/buruh dengan labor supply company and its workers as
pekerja/buruhnya sebagaimana dimaksud referred to in Article 28 may be subject to
dalam Pasal 28 dapat didasarkan atas the employment agreement for indefinite
perjanjian kerja waktu tidak tertentu atau period of time or employment agreement
perjanjian kerja waktu tertentu. for definite period of time.
(2) Dalam hal hubungan kerja didasarkan atas (2) If the employment relationship is subject to
perjanjian kerja waktu tertentu yang objek the employment agreement for definite
kerjanya tetap ada sebagaimana dimaksud period of time whose objects of labor
pada ayat (1), sekurang-kurangnya harus remain as referred to in section (1), such an
memuat: agreement must retain at least:
a. jaminan kelangsungan bekerja; a. the guarantee of continuing
employment;
b. jaminan terpenuhinya hak-hak b. the guarantee of entitlement of
pekerja/buruh sesuai dengan workers within the laws and
peraturan perundang-undangan dan regulations and agreements; and
yang diperjanjikan; dan

18
c. jaminan perhitungan masa kerja c. the guarantee of calculation of length
apabila terjadi pergantian perusahaan of service in case of replacement of
penyedia jasa pekerja/buruh untuk labor supply company to set the
menetapkan upah. wages.
(3) Hak-hak pekerja/buruh sebagaimana (3) The rights of workers as referred to in
dimaksud pada ayat (2) huruf b meliputi: section (2) point (b) shall include the
entitlement to:
a. hak atas cuti apabila telah memenuhi a. leave of absence upon compliance
syarat masa kerja; with the requirements for length of
service;
b. hak atas jaminan sosial; b. social security;
c. hak atas tunjangan hari raya; c. holiday allowances;
d. hak istirahat paling singkat 1 (satu) d. rest time at least one (1) day a week;
hari dalam 1 (satu) minggu;
e. hak menerima ganti rugi dalam hal e. compensation where the employment
hubungan kerja diakhiri oleh relationship is terminated by the labor
perusahaan penyedia jasa supply company prior to the
pekerja/buruh sebelum perjanjian expiration of the employment
kerja waktu tertentu berakhir bukan agreement for definite period of time,
karena kesalahan pekerja; through no fault of the worker;
f. hak atas penyesuaian upah yang f. wage adjustment as applied to the
diperhitungkan dari akumulasi masa accumulated length of service
kerja yang telah dilalui; dan performed; and
g. hak-hak lain yang telah diatur dalam g. other entitlement as governed by the
peraturan perundang-undangan laws and regulations and/or the prior
dan/atau perjanjian kerja sebelumnya. agreement.

Pasal 30 Article 30
Dalam hal perjanjian kerja waktu tertentu tidak If the employment agreement for definite period
memuat ketentuan sebagaimana dimaksud dalam of time is silent on the provisions of Article 28 and
Pasal 28 dan Pasal 29, maka hubungan kerja Article 29, the employment relationship between
antara perusahaan penyedia jasa pekerja/buruh the labor supply company and the worker shall
dengan pekerja/buruh berubah menjadi hubungan become the employment relationship subject to
kerja yang didasarkan atas perjanjian kerja waktu the employment agreement for indefinite period
tidak tertentu sejak ditandatanganinya perjanjian of time as of the signing of that non-compliant
kerja yang tidak memenuhi persyaratan. employment agreement.

Pasal 31 Article 31
Dalam hal pekerja/buruh tidak memperoleh If a worker is denied the guarantee of continuing
jaminan kelangsungan bekerja, maka employment, the worker may file a lawsuit with
pekerja/buruh dapat mengajukan gugatan kepada the Industrial Relation Court.
Pengadilan Hubungan Industrial.

19
Pasal 32 Article 32
(1) Dalam hal perusahaan pemberi pekerjaan (1) If the outsourcer ceases to continue the
tidak melanjutkan perjanjian penyediaan labor supply agreement and transfers the
jasa pekerja/buruh dan mengalihkan labor supply work to the new labor supply
pekerjaan penyediaan jasa pekerja/buruh company, the new labor supply company
kepada perusahaan penyedia jasa must proceed with the existing employment
pekerja/buruh yang baru, maka perusahaan agreement without derogating the existing
penyedia jasa pekerja/buruh yang baru, terms of the agreed-upon employment
harus melanjutkan perjanjian kerja yang agreement.
telah ada sebelumnya tanpa mengurangi
ketentuan yang ada dalam perjanjian kerja
yang telah disepakati.
(2) Dalam hal terjadi pengalihan pekerjaan (2) If there is transfer of work to the new labor
kepada perusahaan penyedia jasa supply company as referred to in section
pekerja/buruh yang baru sebagaimana (1), the original length of service performed
dimaksud pada ayat (1), maka masa kerja by the worker of the labor supply company
yang telah dilalui para pekerja/buruh pada must be held still existing and counted in by
perusahaan penyedia jasa pekerja/buruh the new labor supply company.
yang lama harus tetap dianggap ada dan
diperhitungkan oleh perusahaan penyedia
jasa pekerja/buruh yang baru.

BAB IV CHAPTER IV
PENGAWASAN SUPERVISION
Pasal 33 Article 33
Pengawasan pelaksanaan peraturan ini dilakukan The implementation of this regulation shall be
oleh Pengawas Ketenagakerjaan. supervised by the Labor Supervisors.

BAB V CHAPTER V
KETENTUAN PERALIHAN TRANSITIONAL PROVISIONS
Pasal 34 Article 34
(1) Setiap perusahaan pemberi pekerjaan, (1) Any outsourcer, contractor company or
perusahaan penerima pemborongan atau labor supply company must accommodate
perusahaan penyedia jasa pekerja/buruh to the provisions of this Regulation of the
wajib menyesuaikan dengan ketentuan Minister within twelve (12) months of the
dalam Peraturan Menteri ini paling lama 12 promulgation of this Regulation of the
(dua belas) bulan sejak diundangkannya Minister.
Peraturan Menteri ini.
(2) Dalam hal perusahaan penerima (2) If a contractor company or a labor supply
pemborongan pekerjaan atau perusahaan company fails to accommodate to the
penyedia jasa pekerja/buruh tidak provisions of section (1), the contractor
menyesuaikan dengan ketentuan company or a labor supply company shall
sebagaimana dimaksud pada ayat (1), maka remain responsible for the rights of the
perusahaan penerima pemborongan workers under the employment agreement.
pekerjaan atau perusahaan penyedia jasa
pekerja/buruh tetap bertanggung jawab
terhadap hak-hak pekerja/buruh sesuai
perjanjian kerja.

20
Pasal 34A Article 34A
(1) Pada saat Peraturan Menteri ini mulai (1) Upon this Regulation of the Minister
berlaku: coming into effect:
a. izin usaha dan/atau izin a. a business license and/or operating
operasional yang telah dimiliki oleh license already held by a Labor
Perusahaan Penyedia Jasa Supply Company shall continue to
Pekerja/Buruh masih tetap have effect until the expiration of
berlaku sampai dengan that business license and/or
berakhirnya izin usaha dan/atau operating license; and
izin operasional tersebut; dan
b. izin usaha yang telah diajukan oleh b. an application for business license
Perusahaan Penyedia Jasa already filed by a Labor Supply
Pekerja/Buruh sebelum Company prior to this Regulation
berlakunya Peraturan Menteri ini of the Minister coming into effect
dan belum diterbitkan izin and still pending (not yet issued)
usahanya, diproses melalui sistem shall be processed through the OSS
OSS. system.
(2) Izin usaha dan/atau izin operasional (2) A business license and/or operating
yang telah dimiliki oleh perusahaan license already held by the labor supply
penyedia jasa sebagaimana dimaksud company as referred to in section (1)
pada ayat (1) huruf a didaftarkan ke point (a) shall be registered in the OSS
sistem OSS oleh Perusahaan Penyedia system by the Labor Supply Company.
Jasa Pekerja/Buruh. [Permenaker No. [Permenaker No. 11/2019]
11/2019]

BAB VI CHAPTER VI
KETENTUAN PENUTUP CONCLUDING PROVISIONS
Pasal 35 Article 35
Pada saat Peraturan Menteri ini mulai berlaku, Upon this Regulation of the Minister coming into
Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan effect, Decision of the Minister of Manpower and
Transmigrasi Nomor KEP.101/MEN/VI/2004 Transmigration Number KEP.101/MEN/VI/2004
tentang Tata Cara Perijinan Penyediaan Jasa concerning Procedures for Licensing of Labor
Pekerja/buruh dan Keputusan Menteri Tenaga Supply Companies and Decision of the Minister
Kerja dan Transmigrasi Nomor KEP. of Manpower and Transmigration Number
220/MEN/X/2004 tentang Syarat-syarat KEP.220/MEN/X/2004 concerning Requirements
Penyerahan Sebagian Pelaksanaan Pekerjaan for Outsourcing (The Contracting Out of Partial
Kepada Perusahaan Lain, dicabut dan dinyatakan Work to Other Companies) is revoked and
tidak berlaku. declared to no longer be in effect.

Pada saat Peraturan Menteri ini mulai Upon this Regulation of the Minister coming
berlaku, Peraturan Menteri Tenaga Kerja into effect, Regulation of the Minister of
Nomor 6 Tahun 2015 tentang Standar Manpower Number 6 of 2015 concerning
Operasional Prosedur Penerbitan Izin Usaha Standard Operating Procedures for Issuance
Penyediaan Jasa Pekerja/Buruh dalam of Labor Supply License Through One-Stop
Pelayanan Terpadu Satu Pintu di Badan Services at the Investment Coordinating
Koordinasi Penanaman Modal (Berita Negara Agency (State Gazette of the Republic of
Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 123), Indonesia Number 123 of of 2015) is revoked

21
dicabut dan dinyatakan tidak berlaku. and declared to no longer be in effect.
[Permenaker No. 11/2019] [Permenaker No. 11/2019]

Pasal 36 Article 36
Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal This Regulation of the Minister shall come into
diundangkan. effect from the date it is promulgated.
Agar setiap orang mengetahuinya, In order that every person may know of it, the
memerintahkan pengundangan Peraturan Menteri promulgation of this Regulation of the Minister is
ini dengan penempatannya dalam Berita Negara ordered by placement in the State Gazette of the
Republik Indonesia. Republic of Indonesia.

Ditetapkan di Jakarta Issued in Jakarta


pada tanggal 14 November 2012 on November 14, 2012
MENTERI TENAGA KERJA DAN MINISTER OF MANPOWER AND
TRANSMIGRASI REPUBLIK TRANSMIGRATION OF THE
INDONESIA, REPUBLIC OF INDONESIA
ttd. sgd.
Drs. H. A. MUHAIMIN ISKANDAR, Drs. H. A. MUHAIMIN ISKANDAR,
M.Si M.Si

Diundangkan di Jakarta Promulgated in Jakarta


pada tanggal 19 November 2012 on November 19, 2012
MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MINISTER OF LAW AND HUMAN RIGHTS
MANUSIA REPUBLIK INDONESIA, OF THE REPUBLIC OF INDONESIA,
ttd. sgd.
AMIR SYAMSUDIN AMIR SYAMSUDIN

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA STATE GAZETTE OF THE REPUBLIC OF


TAHUN 2012 NOMOR 1138 INDONESIA NUMBER 1138 OF 2012

Translated by: Wishnu Basuki


wbasuki@gmail.com

22