Anda di halaman 1dari 17

TUGAS PKK ASUHAN KEBIDANAN PADA BAYI R UMUR 2 HARI DENGAN ATRESIA ANI

OLEH : KELOMPOK II TINGKAT II KEBIDANAN B 1. 2. 3. ". #. $. %. ALVIATUSSAHRIA BAIQ QORY HARFINA DEWI ULITA EKA SRI MULDIANI FITRIA LISA HERMAWATI IDHA YULIASARI ESSI&A SU&IMAYANI 8. LALE NURMAYANTI 9. NANI NURBAITI 1!. PRAMITHA PUTRI UTAMI 11. PRIMILIA SEPDIAN 12. RANA SRI WEDARI RAHAYU 13. RENI URIAH WAHYUNI 1". RINA NURSYAMSIAH

UNIVERSITAS NAHDLATUL WATHAN MATARAM FAKULTAS ILMU KESEHATAN PRODI KEBIDANAN D'III 2!!9

KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayah sehingga kami dapat menyelesaikan tugas PKK tentang Atresia Ani. Dalam penyusunan tugas ini kami banyak mendapat dukungan dari berbagai pihak baik dukungan moril maupun materil. Kami menyadari tugas ini masih banyak kekurangannya, oleh sebab itu kami mengharap kritik dan saran yang bersifat membangun demi kesempurnaan tugas ini. Semoga tugas ini bermanfaat bagi pembaca pada umumnya dan penulis pada khususnya.

ataram,

!uni "##$

Penyusun

DAFTAR ISI HALAMAN UDUL............................................................................. KATA PENGANTAR............................................................................ DAFTAR ISI.......................................................................................... BAB I LANDASAN TEORI................................................................ A. Definisi............................................................................................... %. &tiologi............................................................................................... '. (aktor predisposisi.............................................................................. D. Klasifikasi........................................................................................... &. Patofisiologi........................................................................................ (. anifestasi klinis................................................................................ ). Pemeriksaan penunjang...................................................................... *. Komplikasi......................................................................................... +. Penatalaksanaan.................................................................................. BAB II TIN AUAN KASUS ................................................................ A. Pengumpulan data dasar..................................................................... %. +nterpretasi data dasar......................................................................... '. +dentifikasi diagnosa dan masalah potensial...................................... D. +dentifikasi kebutuhan tindakan segera.............................................. &. ,encana tindakan................................................................................ (. Pelaksanaan asuhan............................................................................. ). &-aluasi.............................................................................................. BAB III PENUTUP............................................................................... A. Kesimpulan......................................................................................... DAFTAR PUSTAKA ( (( ((( 1

BAB I LANDASAN TEORI A. Definisi +stilah atresia berasal dari bahasa .unani yaitu /a0 yang berarti tidak ada dan trepsis yang berarti makanan atau nutrisi. Dalam istilah kedokteran, atresia adalah suatu keadaan tidak adanya atau tertutupnya lubang badan normal. Atresia ani adalah malformasi congenital dimana rectum tidak mempunyai lubang keluar 1Walley,2$$34. Ada juga yang menyebutkan bah5a atresia ani adalah tidak lengkapnya perkembangan embrionik pada distal anus atau tertutupnya anus secara abnormal 1Suriadi,"##24. Sumber lain menyebutkan atresia ani adalah kondisi dimana rectal terjadi gangguan pemisahan kloaka selama pertumbuhan dalam kandungan. !adi, atresia ani adalah kelainan congenital anus dimana anus tidak mempunyai lubang untuk mengeluarkan feces karena terjadi gangguan pemisahan kloaka yang terjadi saat kehamilan. Walaupun kelainan lubang anus akan mudah terbukti saat lahir, tetapi kelainan bisa terle5atkan bila tidak ada pemeriksaan yang cermat atau pemeriksaan perineum. %. &tiologi &tiologi secara pasti atresia ani belum diketahui, namun ada sumber mengatakan kelainan ba5aan anus disebabkan oleh gangguan pertumbuhan, fusi, dan pembentukan anus dari tonjolan embriogenik. Pada kelainan ba5aan anus umumnya tidak ada kelainan rectum, sfingter, dan otot dasar panggul. 6amun demikian pada agenesis anus, sfingter internal mungkin tidak memadai. enurut peneletian beberapa ahli masih jarang terjadi bah5a gen autosomal resesif yang menjadi penyebab atresia ani. 7rang tua yang mempunyai gen carrier penyakit ini mempunyai peluang sekitar "89 untuk diturunkan pada anaknya saat kehamilan. :#9 anak yang mempunyai sindrom genetic, kelainan kromosom atau kelainan congenital lain juga beresiko untuk menderita atresia ani. Sedangkan kelainan ba5aan rectum terjadi karena gangguan pemisahan kloaka menjadi rectum dan sinus urogenital sehingga biasanya disertai dengan gangguan perkembangan septum urorektal yang memisahkannya.

'. (aktor predisposisi Atresia ani dapat terjadi disertai dengan beberapa kelainan kongenital saat lahir seperti ; D. Sindrom -actrel 1sindrom dimana terjadi abnormalitas pada -ertebral, anal, jantung, trachea, esofagus, ginjal dan kelenjar limfe4. Kelainan sistem pencernaan. Kelainan sistem pekemihan. Kelainan tulang belakang. Klasifikasi Secara fungsional, pasien atresia ani dapat dibagi menjadi " kelompok besar yaitu ; .ang tanpa anus tetapi dengan dekompresi ade<uate traktus gastrointestinalis dicapai melalui saluran fistula eksterna. Kelompok ini terutma melibatkan bayi perempuan dengan fistula recto-agina atau rectofourchette yang relatif besar, dimana fistula ini sering dengan bantuan dilatasi, maka bisa didapatkan dekompresi usus yang ade<uate sementara 5aktu. .ang tanpa anus dan tanpa fistula traktus yang tidak ade<uate untuk jalan keluar tinja. Pada kelompok ini tidak ada mekanisme apapun untuk menghasilkan dekompresi spontan kolon, memerlukan beberapa bentuk inter-ensi bedah segera. Pasien bisa diklasifikasikan lebih lanjut menjadi : sub kelompok anatomi yaitu ; Anomali rendah

,ectum mempunyai jalur desenden normal melalui otot puborectalis, terdapat sfingter internal dan eksternal yang berkembang baik dengan fungsi normal dan tidak terdapat hubungan dengan saluran genitourinarius. Anomali intermediet

,ectum berada pada atau di ba5ah tingkat otot puborectalis= lesung anal dan sfingter eksternal berada pada posisi yang normal. Anomali tinggi

>jung rectum di atas otot puborectalis dan sfingter internal tidak ada. *al ini biasanya

berhungan dengan fistuls genitourinarius ? retrouretral 1pria4 atau recto-agina 1perempuan4. !arak antara ujung buntu rectum sampai kulit perineum lebih dari2 cm. Sedangkan menurut klasifikasi Wingspread 12$@A4, atresia ani dibagi " golongan yang dikelompokkan menurut jenis kelamin. Pada laki ? laki golongan + dibagi menjadi A kelainan yaitu kelainan fistel urin, atresia rectum, perineum datar dan fistel tidak ada. !ika ada fistel urin, tampak mekonium keluar dari orifisium eksternum uretra, mungkin terdapat fistel ke uretra maupun ke -esika urinaria. 'ara praktis menentukan letak fistel adalah dengan memasang kateter urin. %ila kateter terpasang dan urin jernih, berarti fistel terletak uretra karena fistel tertutup kateter. %ila dengan kateter urin mengandung mekonuim maka fistel ke -esikaurinaria. %ila e-akuasi feses tidak lancar, penderita memerlukan kolostomi segera. Pada atresia rectum tindakannya sama pada perempuan = harus dibuat kolostomi. !ika fistel tidak ada dan udara B 2 cm dari kulit pada in-ertogram, maka perlu segera dilakukan kolostomi. Sedangkan pada perempuan golongan + dibagi menjadi 8 kelainan yaitu kelainan kloaka, fistel -agina, fistel rekto-estibular, atresia rectum dan fistel tidak ada. Pada fistel -agina, mekonium tampak keluar dari -agina. &-akuasi feces menjadi tidak lancar sehingga sebaiknya dilakukan kolostomi. Pada fistel -estibulum, muara fistel terdapat di-ul-a. >mumnya e-akuasi feses lancar selama penderita hanya minum susu. &-akuasi mulai etrhambat saat penderita mulai makan makanan padat. Kolostomi dapat direncanakan bila penderita dalam keadaan optimal. %ila terdapat kloaka maka tidak ada pemisahan antara traktus urinarius, traktus genetalis dan jalan cerna. &-akuasi feses umumnya tidak sempurna sehingga perlu cepat dilakukan kolostomi.Pada atresia rectum, anus tampak normal tetapi pada pemerikasaan colok dubur, jari tidak dapat masuk lebih dari 2C" cm. Tidak ada e-akuasi mekonium sehingga perlu segera dilakukan kolostomi. %ila tidak ada fistel, dibuat in-ertogram. !ika udara B 2 cm dari kulit perlu segera dilakukan kolostomi. )olongan ++ pada laki ? laki dibagi A kelainan yaitu kelainan fistel perineum, membran anal, stenosis anus, fistel tidak ada. (istel perineum sama dengan pada 5anita = lubangnya terdapat anterior dari letak anus normal. Pada membran anal biasanya tampak bayangan mekonium di ba5ah selaput. %ila e-akuasi feses tidak ada sebaiknya dilakukan terapi definit secepat mungkin. Pada stenosis anus, sama dengan perempuan, tindakan

definiti-e harus dilakukan. %ila tidak ada fistel dan udara Sedangkan golongan ++ pada perempuan dibagi : kelainan yaitu kelainan fistel perineum, stenosis anus dan fistel tidak ada. Dubang fistel perineum biasanya terdapat diantara -ul-a dan tempat letak anus normal, tetapi tanda anus yang buntu menimbulkan obstipasi. Pada stenosis anus, lubang anus terletak di tempat yang seharusnya, tetapi sangat sempit. &-akuasi feses tidak lancar sehingga biasanya harus segera dilakukan terapi definiti-e. %ila tidak ada fistel dan pada in-ertogram udara &. Patofisiologi Anus dan rectum berkembang dari embrionik bagian belakang. >jung ekor dari bagian belakang berkembang menjadi kloaka yang merupakan bakal genitoury dan struktur anorektal. Terjadi stenosis anal karena adanya penyempitan pada kanal anorektal. Terjadi atresia anal karena tidak ada kelengkapan migrasi dan perkembangan struktur kolon antara E dan 2# mingggu dalam perkembangan fetal. Kegagalan migrasi dapat juga karena kegagalan dalam agenesis sacral dan abnormalitas pada uretra dan -agina. Tidak ada pembukaan usus besar yang keluar anus menyebabkan fecal tidak dapat dikeluarkan sehungga intestinal mengalami obstrksi. (. anifestasi Klinis anifestasi klinis yang terjadi pada atresia ani adalah kegagalan le5atnya mekonium setelah bayi lahir, tidak ada atau stenosis kanal rectal, adanya membran anal dan fistula eksternal pada perineum 1Suriadi,"##24. )ejala lain yang nampak diketahui adalah jika bayi tidak dapat buang air besar sampai "A jam setelah lahir, gangguan intestinal, pembesaran abdomen, pembuluh darah di kulit abdomen akan terlihat menonjol 1Adele,2$$34 %ayi muntah ? muntah pada usia "A ? A@ jam setelah lahir juga merupakan salah satu manifestasi klinis atresia ani. 'airan muntahan akan dapat ber5arna hijau karena cairan empedu atau juga ber5arna hitam kehijauan karena cairan mekonium. ). Pemeriksaan Penunjang >ntuk memperkuat diagnosis sering diperlukan pemeriksaan penunjang sebagai

berikut ; a. Pemeriksaan radiologis Dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya obstruksi intestinal. Pada pemeriksaan radiologi dengan posisi tegak serta terbalik 1dijungkir4 dapat dilihat sampai dimana terdapat penyumbatan. b. Sinar F terhadap abdomen Dilakukan untuk menentukan kejelasan keseluruhan bo5el dan untuk mengetahui jarak pemanjangan kantung rectum dari sfingternya. c. >ltrasound terhadap abdomen Digunakan untuk melihat fungsi organ internal terutama dalam system pencernaan dan mencari adanya faktor re-ersible seperti obstruksi oleh karena massa tumor. d. 'T Scan Digunakan untuk menentukan lesi. e. Pyelografi intra -ena Digunakan untuk menilai pel-iokalises dan ureter. f. Pemeriksaan fisik rectum Kepatenan rectal dapat dilakukan colok dubur dengan menggunakan selang atau jari. g. ,ontgenogram abdomen dan pel-is !uga bisa digunakan untuk mengkonfirmasi adanya fistula yang berhubungan dengan traktus urinarius. (oto dilakukan setelah bayi berumur B"A jam, karena dalam keadaan normal seluruh traktus digesti-us sudah berisi udara 1bayi dibalik selama 8 menit4 *. Komplikasi Komplikasi yang dapat terjadi pada penderita atresia ani antara lain ; a. Asidosis hiperkioremia. b. +nfeksi saluran kemih yang bisa berkepanjangan. c. Kerusakan uretra 1akibat prosedur bedah4.

d. Komplikasi jangka panjang. C &-ersi mukosa anal C Stenosis 1akibat kontriksi jaringan perut dianastomosis4 e. asalah atau kelambatan yang berhubungan dengan toilet training.

f. +nkontinensia 1akibat stenosis a5al atau impaksi4 g. Prolaps mukosa anorektal. h. (istula kambuan 1karena ketegangan diare pembedahan dan infeksi4 16gustiyah, 2$$E ; "A@4 +. Penatalaksaan Penatalaksanaan edis alformasi anorektal dieksplorasi melalui tindakan bedah yang disebut diseksi posterosagital atau plastik anorektal posterosagital. 'olostomi sementara dan setelah umur : bulan dilakukan koreksi sekaligus.

Pera5atan %ayi di infus. 7bser-asi tanda -ital Pada atresia ani perlu di terangkan pada ibu atau keluarga bah5a operasi akan berlangsung " tahap yaitu hanya dibuat anus, dan setelah : bulan atau lebih dilakukan koreksi sekaligus. Pada anus buatan perlu diperhatikan kebersihan daerah tersebut untuk mencegah infeksi. Konsultasi teratur.

BAB II ASUHAN KEBIDANAN PADA BAYI )R UMUR 2 HARI DENGAN ATRESIA ANI DI RUANG NI&U RSUD MATARAM PADA TANGGAL 23 UNI 2!!9
*ariGtanggal pengkajian !am ; selasa, ": !uni "##$ ; 23.## W+TA

+. P&6)> P>DA6 DATA DASA, A. Data subyektif 2. %iodata 6ama pasien ; %ayi /,0 >mur Anak Dahir 6ama +bu >mur Suku Pendidikan Agama Pekerjaan Alamat ; " hari ; Ke 2 ; inggu, "2 !uni "##$, pukul 2E.## W+TA 6ama ayah >mur Suku Pendidikan Agama Pekerjaan Alamat ; Tn. ! ; "8 tahun ; Sasak ;S A ; +slam ; Wiras5asta ; ataram !enis kelamin ; DakiClaki

; 6y. T ; "# tahun ; Sasak ;S A ; +slam ; Wiras5asta ; ataram

". Keluhan utama Perut bayi kembung, bayi muntah ber5arna hijau dan tidak dapat %A% sejak lahir. :. ,i5ayat kehamilan dan persalinan

,i5ayat antenatal a. >K ; :@ c. inggu b. +bu mengatakan memeriksakan kehamilannya secara rutin di puskesmas. endapat imunisasi TT lengkap "H selama hamil d. 7batCobat yang pernah diminum ; (e, kalk, Iit.', Iit %3, Iit %2. Diminum sesuai anjuran e. Tidak ada keluhan selama hamil f. +bu tidak ada ri5ayat alergi terhadap makanan, minuman, maupun obatC obatan. g. Tidak ada penyakit menular dan berbahaya selama kehamilan dan tidak pernah mengalami kelainan selama kehamilan.

,i5ayat 6atal a. +bu merasa sakit perut menjalar ke pinggang mulai tanggal "2 !uni "##$, pukul 2".## W+TA sudah mengeluarkan lendir bercampur darah dan ketuban pecah pada tanggal "2 !uni "##$ pukul 23.## W+TA dengan 5arna jernih, bau khas, tidak bercampur mekonium. b. %ayi lahir tanggal "2 !uni "##$ pada pukul 2E.## W+TA ditolong oleh bidan, persalinan secara spontan, jenis kelamin lakiClaki, bayi lahir dengan letak kepala, bayi bernafas spontan.

,i5ayat 6eonatal a. %ayi lahir secara ; Spontan b. AS ; EC$ Tabel AP)A, Score

67 2 " : A

Aspek yang diteliti Appreance Pulse rate )rimace Acti-ity

2 menit pertama &kstremitas

6ilai

8 menit kedua &kstremitas

6ilai

biru, 2

biru, 2 " " "

badan merah B2##HGmnt " Tangisan kuat " &kstremitas fleksi 2

badan merah B2##HGmnt Tangisan kuat &kstremitas fleksi

,espiration !umlah c. %% ; :### gram d. DD ; :# cm e. DK ; :" cm. f. P% ; 8# cm g. D+DA ; 22 cm

sedikit Tidak teratur

2 E

Teratur

" $

A.

Data Psikososial Kontak dini ; segera dilakukan setelah bayi lahir. Pemberian AS+ ; setelah lahir, bayi langsung diberikan ASi, reflek menghisap baik. ,espon orang tua ; keluarga sangat senang dengan kelahiran bayi, tetapi ibu merasa kha5atir dengan keadaan bayinya.

%. Data obyektif 24 Keadaan umum ; cukup baik "4 TandaCtanda -ital J denyut jantung ; 2A# FGmenit. J ,espirasi ; A# FGmenit. J Suhu aHila ;:3,8K ' :4 %erat badan ; :### gram A4 Panjang badan ; 8# cm 84 DikaGlila ; :" cmG22 cm 34 Pemeriksaan fisik Kepala Kepala simetris, tidak ada lukaGlesi, kulit kepala bersih, tidak ada benjolanGtumor, tidak ada caput succedanium, tidak ada chepal hematom. ata

Simetris, bersih, tidak ada pengeluaran secret, konjungti-a tidak pucat, sclera tidak ikterus. *idung Simetris, bersih, tidak ada luka, tidak ada secret, tidak ada pernafasan cuping hidung, tidak ada pus dan lendir. ulut %ibir simetris, mukosa lembab, tidak pucat, tidak ada kelainan. Telinga Simetris dan matur tulang kartilago berbentuk sempurna. Deher 6ormal, tidak ada pembengkakan kelenjar thyroid dan kelenjar limfe, tidak ada kelainan.. ThoraksGdada %entuk dada simetris, putting susu menonjol, pernafasan normal. Abdomen Simetris, perut kembung, tidak terdapat perdarahan pada umbilicus. &ktrimitas atas dan ba5ah Simetris, tidak fraktur, jumlah jari lengkap, telapak tangan maupun kaki dan kukunya tidak pucat )enitalia Terdapat lubang uretra, tidak ada kelainan. Punggung Tidak ada penonjolan pada punggung Anus Tidak terdapat anus System saraf ,eflek morro 1L4, reflek hisap 1L4, reflek menelan 1L4 E4 Pemeriksaan penunjang Pemeriksaan radiologi ; di temukan terdapat penyumbatanGobstruksi intestinal

++. +6T&,P,&TAS+ DATA DASA, A. Diagnosa ; %ayi lahir cukup bulan, umur " hari dengan atresia ani. Dasar ; Subyektif ; Perut bayi kembung, bayi muntah ber5arna hijau dan tidak dapat %A% sejak lahir. 7byektif ; a. 6adi ; 2A# FGmenit. b. ,espirasi ; A# FGmenit. c. Suhu aHsila ;:3,8K ' Pemeriksaan (isik ; a. ata; simetris, Simetris, bersih, tidak ada pengeluaran secret, konjungti-a tidak pucat, sclera tidak ikterus. b. Abdomen; Simetris, perut kembung, tidak terdapat perdarahan pada umbilicus. c. &kstrimitas 1tangan dan kaki4= simetris, tidak fraktur, jumlah jari lengkap d. Anus; tidak terdapat anus Pemeriksaan penunjang ; radiologi ditemukan penyumbatabGobstruksi intestinal. %. asalah ; )angguan pemenuhan kebutuhan eliminasi )angguan pemenuhan kebutuhan nutrisi '. Kebutuhan ; C C C !elaskan pada ibu mengenai keadaan bayi Pemenuhan kebutuhan nutrisi bayi Persiapan kolostomi sementara ASADA* P7T&6S+AD

+++. +D&6T+(+KAS+ D+A)7SA DA6

Kerusakan uretra, prolaps mukosa anorektal, infeksi saluran kemih, masalah atau kelambatan yang berhubungan dengan toilet training. +I. +D&6T+(+KAS+ K&%>T>*A6 T+6DAKA6 S&)&,A andiri ; penjelasan tentang keadaan bayi Kolaborasi ; Kolaborasi dengan tim medis

I. ,&6'A6A T+6DAKA6 2. %eritahu ibu tentang keadaan bayinya dan tindakan yang akan dilakukan ". 7bser-asi Keadaan umum bayi :. 7bser-asi tanda -ital bayi A. Kolaborasi dengan tim medis untuk pembuatan lubang anus 8. Penuhi kebutuhan nutrisi bayi dengan pemasangan infus I+. P&DAKSA6AA6 AS>*A6 2. emberitahu ibu tentang keadaan bayinya dan memberitahu tindakan yang akan dilakukan yaitu melakukan kolostomi sementara agar bayi dapat %A% dan mekonium keluar, kemudian setelah : bulan atau lebih dilakukan operasi kedua. ". :. engobser-asi keadaan umum bayi yaitu keadaan bayi baik, kesadaran engobser-asi tanda -ital bayi yaitu denyut jantung 2:3HGmenit, suhu :3,8M' dan composmentis, refleH bayi baik. respirasi :3HGmenit. A. %erkolaborasi dengan tim medis untuk pembuatan lubang anus 8. emenuhi kebutuhan nutrisi bayi dengan pemasangan infus ,D.

I++. &IAD>AS+ 2. +bu mengerti tentang keadaan bayinya ". %ayi akan segera dilakukan kolostomi :. Keadaan umum bayi baik, denyut jantung 2:3HGmenit, suhu :3,8M', respirasi :3HGmenit.

BAB III PENUTUP A. Kesimpulan Dalam makalah ini telah dijelaskan mengenai Atresia ani, dimana atresia ani merupakan kelainan congenital anus dimana anus tidak mempunyai lubang untuk mengeluarkan feces karena terjadi gangguan pemisahan kloaka yang terjadi saat kehamilan. Penyebabnya belum diketahui pasti namun ada sumber mengatakan kelainan ba5aan anus disebabkan oleh gangguan pertumbuhan, fusi, dan pembentukan anus dari tonjolan embriogenik. Penatalaksanaan yang dapat diberikan pada bayi yang mengalami atresia ani adalah dengan melakukan kolostomi sementara agar bayi dapat %A% dan mekonium keluar, setelah : bulan atau lebih dilakukan koreksi sekaligus.

DAFTAR PUSTAKA %etN, 'ealy D. O Dinda A. So5den. "##". Buku Saku Keperawatan Pediatrik. &disikeC:. !akarta ; &)'. 'arpenito, Dynda !uall. 2$$E. Buku Saku Diagnosa Keperawatan. &disi keC3. !akarta ; &)'. httpGG555.askebCatresiaCani.com

Anda mungkin juga menyukai