Anda di halaman 1dari 44

KASUS PANJANG

KATARAK KONGENITAL
Oleh : Dimas Bagus R. 0810710036 Tita Luthfia S. 0810710107 Uthaya Kumar 0810714039 Pembimbing : dr. Lely Retno Wulandari, Sp.M (K)

LAB/SMF ILMU KESEHATAN MATA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA RSU DR. SAIFUL ANWAR - MALANG

PENDAHULUAN

Latar Belakang
Katarak kongenital adalah kekeruhan lensa yang telah muncul pada saat bayi lahir atau muncul dalam waktu singkat setelah lahir (Hejtmancik, 2008)

Berdiri sendiri Beberapa kondisi : abnormalitas kromosom, sindrom tertentu, infeksi kongenital, trauma, radiasi (Fkih et al., 2007)

Latar Belakang
Penyebab 10% dari seluruh kebutaan pada anak, di dunia diperkirakan 1 dari 250 bayi lahir memiliki beberapa bentuk katarak (AAO, 2011)

Sebagai dokter umum mengenali secara dini katarak kongenital dengan harapan dapat segera dilakukan penatalaksanaan yang tepat untuk mendukung fungsi penglihatan

RUMUSAN MASALAH
Apakah etiologi dari katarak kongenital ? Bagaimana cara menegakkan diagnosis katarak kongenital ? Bagaimana penatalaksanaan katarak kongenital ?

MANFAAT
Menambah pengetahuan dan referensi menganai katarak kongenital Dapat dijadikan acuan dalam praktek klinis untuk diagnosis dan penatalaksanaan katark kongenital

TINJAUAN PUSTAKA

Definisi
(Hejtmancik, 2008)
Katarak kongenital adalah kekeruhan lensa yang telah muncul pada saat bayi lahir atau muncul dalam waktu singkat setelah lahir

(AAO, 2011)
Kekeruhan lensa yang yang terjadi sebelum perkembangan refleks fiksasi terjadi yaitu sebelum usia 2-3 bulan

Epidemiologi

1 dari 250 bayi lahir

2,49 per 10.000 3,46 per 10.000

Embriologi

Patofisiologi
Kelainan terjadi pada saat pembentukan nukleus lensa, nukleus fetal, atau nukleus embrional, tergantung pada waktu stimulus karaktogenik atau di kutub anterior atau posterior lensa (AAO, 2011)

Etiologi Katarak pada Anak

Etiologi Katarak pada Anak

Morfologi Katarak Kongenital


Jenis Anterior Polar Nuklear Lamelar Sifat Kongenital Kongenital Didapat Penyebaran Sporadik Sporadik, Inherited Sporadik, Inherited Sporadik Sporadik Sporadik Progresifitas Stabil Stabil Stabil, progresif Progresif Stabil Progresif Uni/ Bilateral Bilateral Bilateral Bilateral + Mikroftal mi

Posterior Didapat Lentikonus PFV PSC Kongenital Didapat

Unilateral Unilateral + Bilateral -

Morfologi Katarak Kongenital

Diagnosis : Anamnesis
Bintik putih pada mata Penglihatan kedua mata buruk : anak kurang mampu melihat, tidak dapat fokus, atau kurang berespon terhadap sekitarnya, performa anak di sekolah Onset atau durasi Riwayat keluarga dengan katarak kongenital Riwayat kehamilan ibu (riwayat infeksi maternal trimester pertama) Riwayat persalinan (cara kelahiran, usia kehamilan, BBL, trauma saat persalinan) Riwayat tumbuh kembang anak

(Joseph, 2006)

Diagnosis : Pemeriksaan Fisik


Leukokoria Penurunan Visus Ambliopia Nistagmus Strabismus

Skrining katarak kongenital: a. Illumination test (red reflex test atau brckner test) b. Retinoskop melalui pupil yang tidak berdilatasi (Paul dan John, 2007)

Diagnosis : Pemeriksaan Penunjang


Slit Lamp Funduskopi USG Laboratorium (pemeriksaan urine, TORCH titer, Level kalsium, fosfor, red cell galaktokinase dalam darah, serum ferritin )

Penatalaksanaan
Medikamentosa Pembedahan ECCE dengan atau tanpa IOL

Paska Operasi
Pasca Operasi - Antibiotik + kortikosteroid topikal (tiap 2 jam selama 2 mgg) - Midriatik agent (Homatropine 2%) (2 kali sehari) Koreksi Apakia - Kacamata, lensa kontak, IOL

Pencegahan Amblopia - Pengukuran visus secara reguler pada setiap mata - Rehabilitasi

Komplikasi
Glaukoma Infeksi mata Ablasio Retina

LAPORAN KASUS

Identitas
Nama Jenis Kelamin Usia Alamat No Reg Tanggal Pemeriksaan : By. D : Perempuan : 2bln : Jenggolo RT 8 RW 2 Kepanjen : 11138xxx : 30 Oktober 2013

Anamnesa
Keluhan utama : Bercak putih di kedua mata sejak lahir Riwayat penyakit sekarang : - Sejak pasien lahir orang tua pasien mengeluhkan ada bercak putih di daerah bagian tengah kedua mata pasien. Bercak tersebut tidak hilang saat berkedip. - Setelah pasien berusia 2 bulan, bercak tersebut tidak hilang dan dirasa semakin membesar - Pasien juga dikeluhkan kurang respon dengan sekitar dan saat melihat seringkali tidak fokus - Keluhan mata merah (-), kotoran mata (-), belek (-), berair (-)

Anamnesa
Riwayat penyakit dahulu : Pasien didiagnosa memiliki kelainan jantung bawaan PDA, 3 minggu yang lalu Riwayat keluarga : Riwayat keluarga dengan keluhan serupa (-) Riwayat kehamilan : ANC di bidan setiap 2 bulan, demam saat hamil muda (+), keputihan (+) bayak, gatal, dan berbau, sering makan lalapan, riwayat sering makan daging yang belum masak (-), konsumsi obat-obatan/jamu selama hamil (-)

Anamnesa
Riwayat persalinan Pasien lahir cukup bulan, persalinan normal di bidan, BBL 2900 gram, riwayat trauma saat persalinan (-) Riwayat pengobatan : Digoxin, Furosemid, Captopril, dan KSR Hewan peliharaan di rumah (-)

Pemeriksaan Fisik

OD
Blink reflex (-) Esotropia Nystagmus (+)

PEMERIKSAAN
VISUS KEDUDUKAN BM

OS
Blink reflex (-) Esotropia Nystagmus (+)

GERAK BOLA MATA

OD
Madarosis (-)

PEMERIKSAAN SUPRASILIA

OS
Madarosis (-)

Trichiasis (-), Entropion (-), Ektropion (-)


Spasme (-), Edema (-) Tidak menyempit CI (-), PCI (-)

SILIA
PALPEBRA RIMA OKULI

Trichiasis (-), Entropion (-), Ektropion (-)


Spasme (-), Edema (-) Tidak menyempit CI (-), PCI (-)

KONJUNGTIVA KORNEA
COA IRIS PUPIL LENSA TIO

Jernih
Dalam Radial line, coklat Bulat, diameter 3mm, RP (+) Keruh tidak rata n/p

Jernih
Dalam Radial line, coklat Bulat, diameter 3mm, RP (+) Keruh tidak rata n/p

Pemeriksaan Fisik
Funduskopi - Refleks fundus ODS (+) dim - Detail : sde

Hasil Laboratorium
Darah Lengkap Hemoglobin Eritrosit (RBC) Leukosit (WBC) Hematokrit Trombosit (PLT) MCV MCH MCHC RDW LED Hitung jenis Eosinofil Basofil Neutrofil Limfosit Monosit 2.6 0.3 34.1 57.6 5.4 % % % % % 0-4 0-1 51-67 25-33 2-5 Normal Normal Menurun Meningkat Meningkat Nilai 10.70 3.85 12.11 31.9 821 82.90 27.80 33.50 15.80 23 Satuan gr/dl 106/L 103/ L % 103/ L fL Pg g/dl % mm/jam Nilai Normal 13.4 17.7 4.0 5.5 4.3 10.3 40 47 142 424 80 93 27 31 32 36 11.5-14.5 Kesan Menurun Menurun Meningkat Menurun Meningkat Normal Normal Normal Meningkat

Hasil Laboratorium
Faal Hemostasis PPT Nilai 13.7 Satuan detik Kontrol 11.6 Kesan Normal

APTT
Kimia Klinik SGOT SGPT

39.7
Nilai 29 9

detik
Satuan U/l U/l

24.9
Nilai Normal 0-32 0-33

Memanjang
Kesan Normal Normal

Ureum
Kreatinin GDS Kolesterol Total TG

14.7
0.53 90 181 335

mg/dl
mg/dl mg/dl mg/dl mg/dl

16.6-48.5
< 1.2 < 200

Normal
Normal Normal Normal

<150

Meningkat

Hasil Laboratorium
Imunoserologi Anti Rubella IgM Nilai 12.30 Satuan COI Intepretasi Negatif < 0.8 Intermediete 0.8 sd 1.0 Positif 1.0 Negatif < 10 Positif 10 Negatif < 0.8 Intermediete 0.8 sd 1.0 Positif 1.0 Negatif < 1 Intermediete 1 sd 3 Positif 3

Anti Rubella IgG

53.47

IU/ml

Anti Toxoplasma IgM

0.468

COI

Anti Toxoplasma IgG

141.6

IU/ml

Hasil USG

Diagnosis
ODS Katarak Kongenital ec Rubella Syndrome Nystagmus Esotropia Sensory Deprivasi dd Esotropia Kongenital

Planning Terapi
Pro ODS ECCE dengan GA Homatropin ed 3 x 1 ODS Konsul anak

Planning Monitoring
Visus Keluhan Perdarahan

Planning Edukasi
KIE mengenai kondisi pasien KIE mengenai rencana operasi, tujuan, prosedur, dan komplikasinya

Follow Up
Pasien telah dilakukan ECCE + capsulotomy posterior + perifer iridectomy dengan GA pada tanggal 30 Oktober 2013 Terapi Medikamentosa : - Tobroson ed 6x1 ODS - Homatropin ed 4x1 ODS - Cefadroxil syr 2x1/2 cth - Pondex syr 3x1/2 cth - Methilprednisolon 3x2mg - Lain lain TS Pediatri

Follow up H-1 OD
Subjective nrocoh (-)

Objective

VA : follow light slowly Eyelid : spasm(-), edema (-) Conjunctiva : CI (-) , PCI (-) , SCH (+) Sclera : suture( +) Cornea : edema (-) , striae (-) AC : dalam Iris : rad line (+) Pupil : round, RP (+) Lens : afakia IOP : n/p

Follow up H-1 OS
Subjective nyeri (-), nrocoh (-)

Objective

VA : follow light slowly Eyelid : spasm(-), edema (-) Conjunctiva : CI (-) , PCI (-) Cornea : clear AC : dalam Iris : rad line (+) Pupil : round, RP (+) Lens : afakia IOP : n/p

PEMBAHASAN

Etiologi
KASUS
Riwayat demam dan keputihan saat hamil muda Riwayat sering makan sayur yang tidak dimasak Bilateral leukokoria Mikrosefali + PDA IgM dan IgG anti Rubella (+), IgG anti Toxo (+), IgM anti Toxo (-)

TEORI
Gejala dan tanda infeksi maternal Katarak kongenital bilateral sindrom atau penyakit sistemik tertentu Trias Sindrom Rubella : tuli sensorineural, kelainan mata (retinopathy, katarak, microphthalmia), dan kelainan jantung >> PDA Uji serologi (+)

Diagnosis
KASUS
Gejala : bintik putih pada mata, pandangan anak kurang fokus, kurang respon terhadap sekitar Tanda : Blink reflex (-), Lensa ODS keruh tidak rata, Nystagmus, Esotropfia

TEORI
Gejala : bintik putih pada bagian tengah mata (leukokoria), gejala gangguan visus Tanda : Penurunan visus, lensa keruh, nystagmus, strabismus

Penatalaksanaan
KASUS
ECCE + capsulotomy posterior + perifer iridectomy dengan GA Pro Secondary Implant IOL

TEORI
Katarak yang memberi efek pada penglihatan dipertimbangkan pembedahan untuk ekstraksi lensa (AAO, 2011) Teknik operasi >> ECCE dengan atau tanpa IOL PPI mencegah glaukoma GA pertimbangan bayi + PJB