Anda di halaman 1dari 26

TUGAS REFERAT FORENSIK

ASPEK MEDIKOLEGAL KORBAN MATI AKIBAT TRAUMA BENDA TUMPUL

Oleh: Tita Luthfia S. Mi!"a Fit!i #. Khai!ula&'a! 0810 1010 0810 1$0%1 0(10 1)01%

Pe*+i*+i&,: -!. Ett. Ku!&ia/ S0F

LABORATORIUM ILMU KEDOKTERAN FORENSIK RSU DR SAIFUL AN1AR MALANG FAKULTAS KEDOKTERAN UNI2ERSITAS BRA1I#A3A MALANG %01$

DAFTAR ISI

DAFTAR ISI.......................................................................................................... %

BAB 1 PENDA4ULUAN 1.1 Lata! Bela5a&, Luka akibat trauma benda tumpul adalah kerusakan jaringan yang disebabkan oleh benda atau alat yang tidak bermata tajam, konsistensi keras atau kenyal, dan permukaan halus atau kasar. Cara kejadian trauma benda tumpul lebih sering disebabkan karena kecelakaan atau penganiayaan, jarang karena bunuh diri (Satyo, 2006). erdasarkan data otopsi di !nstalasi "edokteran #orensik $umah Sakit %mum dr. Sai&ul 'n(ar )alang dari bulan *anuari 20+2 hingga ,esember 20+2 menunjukkan data korban mati akibat trauma benda tumpul sebagian besar disebabkan karena kecelakaan lalu lintas. ,ari total -.2 kasus kematian yang diotopsi, sebanyak -0/ kasus merupakan kecelakaan lalu lintas. Sebagian besar kecelakaan lalu lintas merupakan kecelakaan sepeda motor, pejalan kaki, dan sisa nya bus, truk, dan kereta api. *enis luka yang ditimbulkan akibat trauma benda tumpul yang sering dijumpai dalam kasus kecelakaan lalu lintas antara lain luka memar, luka babras, luka robek dengan tepi tidak rata, serta patah tulang. agian tubuh yang paling banyak terkena adalah kepala dan anggota gerak atas dan ba(ah. Luka0luka tersebut dapat menyebabkan dampak kerusakan jaringan maupun organ ber1ariasi mulai dari ringan hingga berat, bahkan lebih parah yaitu kematian. Sebab kematian terjadi karena kerusakan organ 1ital atau perdarahan yang banyak (2incent dan ,ominick, 200+). Luka trauma benda tumpul yang terjadi akibat kecelakaan lalu lintas merupakan akibat dari benda yang mengenai atau melukai orang yang relati& tidak bergerak dan orang bergerak ke arah benda yang tidak bergerak. ,alam bidang medikolegal kadang0kadang hal ini perlu dijelaskan, (alaupun terkadang sulit dipastikan. Sekilas nampak sama dalam hasil lukanya namun jika diperhatikan lebih lanjut terdapat perbedaan hasil pada kedua mekanisme tersebut. 3leh karena itu, pada re&erat ini akan dibahas lebih lanjut mengenai deskripsi luka trauma benda tumpul, mekanisme luka akibat trauma benda tumpul, serta aspek medikolegal yang diharapkan dapat membantu dalam proses pemeriksaan untuk kepentingan di bidang kedokteran &orensik.

1.% Ru*u6a& Ma6alah a. c. agaimana deskripsi luka akibat trauma benda tumpul 5 agaimana aspek medikolegal dari korban mati akibat trauma benda tumpul 5 1.$ Tu7ua& a. %ntuk mengetahui deskripsi luka akibat trauma benda tumpul b. %ntuk mengetahui sebab kematian akibat trauma benda tumpul c. %ntuk mengetahuia aspek medikolegal dari korban mati akibat trauma benda tumpul 1.) Ma&faat a. )enambah pengetahuan tentang trauma benda tumpul b. )enambah in&ormasi tentang aspek medikolegal dari korban mati akibat trauma benda tumpul c. ,apat dijadikan sumber re&erensi dalam praktik klinis dokter untuk kepentingan di bidang kedokteran &orensik b. 'pakah sebab kematian akibat trauma benda tumpul 5

BAB % TIN#AUAN PUSTAKA

%.1 Defi&i6i Lu5a Luka merupakan gangguan dari kontinuitas jaringan yang disebabkan oleh suatu energi mekanik eksterna. 6erminologi cedera digunakan sebagai sinonim dari kata luka, bahkan dapat memberikan maksud yang lebih luas dan tidak hanya membahas kerusakan yang diakibatkan oleh energi &isik tapi juga kerusakan lain yang diakibatkan oleh panas, dingin, bahan kimia(i, listrik dan radiasi. Sedangkan terminology lesi a(alnya bermaksud cedera namun digunakan untuk mendeskripsikan suatu cedera, penyakit maupun degenerasi lokal pada jaringan yang dapat mengakibatkan perubahan &ungsi atau struktur. 3leh karena itu, penggunaan kata cedera atau luka merujuk kepada kerusakan akibat dari penyebab bukan alami, sementara kata lesi merujuk kepada suatu yang tidak dapat dipastikan apakah disebabkan oleh penyebab alami atau tidak (!dries, 200/). 6raumatologi berasal dari bahasa 7unani, yang berarti luka, adalah cabang ilmu kedokteran yang mempelajari tentang trauma, perlukaan, cedera serta hubungannya dengan berbagai kekerasan (ruda paksa), yang kelainannya terjadi pada tubuh karena adanya diskontinuitas jaringan akibat kekerasan yang menimbulkan jejas. ,i dalam melakukan pemeriksaan terhadap seseorang yang menderita luka akibat kekerasan, pada hakekatnya dokter di(ajibkan untuk dapat memberikan kejelasan dari permasalahan jenis luka yang terjadi, jenis kekerasan yang menyebabkan luka, dan kuali&ikasi luka (Shkrum dan $amsay, 2008). %.% De65!i06i Lu5a ,alam mendeskripsikan luka terbuka harus mencakup jumlah, lokasi, bentuk, ukuran, dan si&at luka. Sedangkan untuk luka tertutup, si&at luka tidak perlu dicantumkan dalam pendeskripsian luka. %ntuk penulisan deskripsi luka jumlah, lokasi, bentuk, ukuran tidak harus urut tetapi penulisan harus selalu ditulis diakhir kalimat. ,eskripsi luka meliputi9 (!dries, 200/) +. *umlah luka 2. Lokasi luka, meliputi9 :

a. Lokasi berdasarkan region anatomi nya b. Lokasi berdasarkan garis koordinat atau berdasarkan bagian0bagian tertentu dari tubuh c. )enentukan lokasi berdasarkan garis koordinat dilakukan untuk luka pada regio yang luas seperti di dada, perut, punggung. "oordinat tubuh dibagi dengan menggunakan garis khayal yang membagi tubuh menjadi dua yaitu kanan dan kiri, garis khayal mendatar yang mele(ati puting susu, garis khayal mendatar yang mele(ati pusat, dan garis khayal mendatar yang mele(ati ujung tumit. ;ada kasus luka tembak harus selalu diukur jarak luka dari garis khayal mendatar yang mele(ati kedua ujung tumit untuk kepentingan rekonstruksi. %ntuk luka di bagian punggung dapat dideskripsikan lokasinya berdasarkan garis khayal yang menghubungkan ujung ba(ah tulang belikat kanan dan kiri. 4. entuk luka, meliputi 9 a. b. entuk sebelum dirapatkan entuk setelah dirapatkan

-. %kuran luka, meliputi sebelum dan sesudah dirapatkan ditulis dalam bentuk panjang < lebar < tinggi dalam satuan sentimeter atau milimeter. :. Si&at0si&at luka, meliputi 9 a. ,aerah pada garis batas luka, meliputi 9 atas (tegas atau tidak tegas) - 6epi (rata atau tidak rata) - Sudut luka (runcing atau tumpul) b. ,aerah di dalam garis batas luka, meliputi9 - *embatan jaringan (ada atau tidak ada) - 6ebing (ada atau tidak ada, jika ada terdiri dari apa) - ,asar luka c. ,aerah di sekitar garis batas luka, meliputi 9 - )emar (ada atau tidak) d. Lecet (ada atau tidak) e. 6atoase (ada atau tidak) %.$ Kla6ifi5a6i Lu5a Secara umum, luka atau cedera dibagi kepada beberapa klasi&ikasi menurut penyebabnya yaitu, trauma benda tumpul, trauma benda tajam dan luka tembak (2incent dan ,ominick, 200+).

a. 6rauma enda 6umpul Luka trauma benda tumpul dapat terjadi karena dua sebab yaitu alat atau senjata yang mengenai atau melukai orang yang relati& tidak bergerak dan yang lain orang bergerak ke arah objek atau alat yang tidak bergerak. Luka akibat trauma benda tumpul dibagi menjadi beberapa kategori yaitu luka lecet (abrasi), luka memar (kontusio), dan luka robek (laserasi). b. 6rauma enda 6ajam Luka trauma benda tajam merupakan putusnya atau rusaknya kontinuitas jaringan karena trauma akibat alat=senjata yang bermata tajam dan atau berujung runcing. ;ada kematian yang disebabkan oleh benda tajam, (alaupun tetap harus dipikirkan kemungkinan karena suatu kecelakaan> tetapi pada umumnya karena suatu peristi(a pembunuhan atau peristi(a bunuh diri. Luka yang disebabkan oleh beda yang berujung runjing dan bermata tajam dibagi menjadi beberapa kategori, yaitu luka tusuk (stab (ound), luka !ris (incised (ound)/ luka bacok (chop (ound). c. Luka 6embak Luka tembak adalah luka yang disebabkan oleh penetrasi anak peluru atau persentuhan peluru dengan tubuh. 6ermasuk dalam luka tembak adalah luka penetrasi dan per&orasi. Luka penetrasi terjadi bila anak peluru memasuki suatu objek dan tidak keluar lagi, sedangkan pada luka per&orasi anak peluru menembus objek secara keseluruhan. %.) T!au*a Be&-a Tu*0ul 6rauma beda tumpul adalah luka yang disebabkan karena persentuhan tubuh dengan benda yang permukaannya tumpul. enda tumpul yang sering mengakibatkan luka antara lain adalah batu, besi, sepatu, tinju, lantai, jalan dan lain0lain. 'dapun de&inisi dari benda tumpul itu sendiri adalah 9 (!dries, 2006) - 6idak bermata tajam - "onsistensi keras = kenyal - ;ermukaan halus = kasar Luka akibat trauma benda tumpul dapat terjadi karena dua sebab yaitu benda yang mengenai atau melukai orang yang relati& tidak bergerak dan orang bergerak ke arah benda yang tidak bergerak. ,alam bidang medikolegal kadang0 kadang hal ini perlu dijelaskan, (alaupun terkadang sulit dipastikan. Sekilas

nampak sama dalam hasil lukanya namun jika diperhatikan lebih lanjut terdapat perbedaan hasil pada kedua mekanisme itu (2incent dan ,ominick, 200+). 6erdapat beberapa pola trauma akibat kekerasan tumpul yang dapat dikenali, yang mengarah kepada kepentingan medikolegal. ;ola trauma banyak macamnya dan dapat bercerita pada pemeriksa medikolegal. "adangkala sukar dikenali, bukan karena korban tidak diperiksa, namun karena pemeriksa cenderung memeriksa area per area, dan gagal mengenali polanya. #oto korban dari depan maupun belakang cukup berguna untuk menetukan pola trauma. ;ersiapan diagram tubuh yang memperlihatkan gra&ik lokasi dan penyebab trauma adalah latihan yang yang baik untuk mengungkapkan pola trauma (Shkrum dan $amsay, 2008). Contoh pola trauma9 a. Luka terbuka tepi tidak rata pada kulit akibat terkena kaca spion pada saat terjadi kecelakaan, "etika terjadi benturan, kaca spion tersebut akan menjadi &ragmen0&agmen kecil. Luka yang terjadi dapat berupa abrasi, kontusio, dan laserasi yang berbentuk segiempat atau sudut. b. ;ejalan kaki yang ditabrak kendaraan bermotor biasanya mendapatkan &raktur tulang panjang kaki. ?al ini disebut @bumper &racturesA. 'danya &raktur tersebut yang disertai luka lainnya pada tubuh yang ditemukan di pinggir jalan, memperlihatkan bah(a korban adalah pejalan kaki yang ditabrak oleh kendaraan bermotor dan dapat diketahui tinggi bempernya. "arena hampir seluruh kendaraan bermotor @nose di1eA ketika mengerem mendadak, pengukuran ketinggian bemper dan tinggi &raktur dari telapak kaki, dapat mengindikasikan usaha pengendara kendaraan bermotor untuk mengerem pada saat kecelakaan terjadi. c. ;enderita serangan jantung yang terjatuh dapat diketahui dengan adanya pola luka pada dan di ba(ah area @hat bandA dan biasanya terbatas pada satu sisi (ajah. ,engan adanya pola tersebut mengindikasikan jatuh sebagai penyebab, bukan karena dipukul. d. ;ukulan pada daerah mulut dapat lebih terlihat dari dalam. ;ukulan yang kepalan tangan, luka tumpul yang terjadi dapat tidak begitu terlihat dari luar, namun menimbulkan edem jaringan pada bagian dalam, tepat di depan gigi geligi. #renum pada bibir atas kadang rusak, terutama bila korban adalah bayi yang sering mendapat pukulan pada kepala. e. "ekerasan benda tumpul pada leher dapat berakibat patah tulang leher, robek pembuluh darah, otot, oesophagus, trachea=laryn<, dan kerusakan syara& /

&. "ekerasan benda tumpul pada dada dapat berakibat patah os costae, sternum, scapula, cla1icula, robek organ jantung, paru, pericardium g. "ekerasan benda tumpul pada perut dapat berakibat patah os pubis, os sacrum, symphysiolysis, lu<atio sendi sacro iliaca, robek organ hepar, lien, ginjal. ;ankreas, adrenal, lambung, usus,1.urinari h. "ekerasan benda tumpul pada 1ertebra dapat berakibat &raktura, dislokasi os 1ertebrae i. "ekerasan benda tumpul pada anggota gerak dapat berakibat patah tulang, dislokasi sendi, robek otot, pembuluh darah, dan kerusakan sara& %.8 #e&i6 Lu5a A5i+at T!au*a Be&-a Tu*0ul Luka akibat trauma benda tumpul dapat berupa salah satu atau kombinasi dari luka memar, luka lecet, luka robek, patah tulang atau luka tekan. ,erajat luka, perluasan luka, serta penampakan dari luka yang disebabkan oleh trauma benda tumpul bergantung kepada9 - "ekuatan dari benda yang mengenai tubuh - Baktu dari benda yang mengenai tubuh agian tubuh yang terkena - ;erluasan terhadap bagian tubuh yang terkena - *enis benda yang mengenai tubuh 3rgan atau jaringan pada tubuh mempunyai beberapa cara menahan kerusakan yang disebabkan objek atau alat, daya tahan tersebut menimbulkan berbagai tipe luka. Luka akibat trauma benda tumpul dibagi menurut beberapa kategori (2incent dan ,ominick, 200+). a Lu5a Le9et :A+!a6i; Luka lecet adalah luka yang super&isial, kerusakan tubuh terbatas hanya pada lapisan kulit epidermis. *ika abrasi terjadi lebih dalam dari lapisan epidermis pembuluh darah dapat terkena sehingga terjadi perdarahan. 'rah dari pengelupasan dapat ditentukan dengan pemeriksaan luka. ,ua tanda yang dapat digunakan. 6anda yang pertama adalah arah dimana epidermis bergulung, tanda yang kedua adalah hubungan kedalaman pada luka yang menandakan ketidakteraturan benda yang mengenainya (2incent dan ,ominick, 200+). "arakteristik luka lecet 9 - Sebagian=seluruh epitel hilang terbatas pada lapisan epidermis - ,isebabkan oleh pergeseran dengan benda keras dengan permukaan kasar dan tumpul

- ;ermukaan tertutup e<udasi yang akan mengering (krusta) - 6imbul reaksi radang (Sel ;)C) - Sembuh dalam +02 minggu dan biasanya pada penyembuhan tidak meninggalkan jaringan parut ;ola dari abrasi sendiri dapat menentukan bentuk dari benda yang mengenainya. Baktu terjadinya luka sendiri sulit dinilai dengan mata telanjang. ;erkiraan kasar usia luka dapat ditentukan secara mikroskopik. "ategori yang digunakan untuk menentukan usia luka adalah saat ini (beberapa jam sebelum), baru terjadi (beberapa jam sebelum sampai beberapa hari), beberapa hari lau, lebih dari benerapa hari. D&ek lanjut dari abrasi sangat jarang terjadi. !n&eksi dapat terjadi pada abrasi yang luas (!dries, 200/). )emperkirakan umur luka lecet9 - ?ari ke + E 4 9 (arna coklat kemerahan - ?ari ke - E 6 9 (arna pelan0pelan menjadi gelap dan lebih suram - ?ari ke 8 E +- 9 pembentukan epidermis baru eberapa minggu 9 terjadi penyembuhan lengkap Luka lecet juga harus dibedakan terjadinya, apakah ante mortem atau post mortem. erikut ini tabel yang menunjukkan perbedaan dari keduanya9 Ta+el 1. Pe!+e-aa& Lu5a Le9et A&te M<te* -a& P<6t M<!te* ANTE MORTEM Coklat kemerahan 6erdapat sisa sisa0sisa epitel 6anda intra1ital (F) Sembarang tempat POST MORTEM "ekuningan Dpidermis terpisah sempurna dari dermis 6anda intra1ital (0) ;ada daerah yang ada penonjolan tulang

Sesuai dengan mekanisme terjadinya, luka lecet dapat diklasi&ikasikan sebagai luka lecet gores (scratch), luka lecet serut (scrape), luka lecet tekan (impact abrasion) dan luka lecet berbekas (patterned abrasion). - Luka lecet gores (Scratch) ,iakibatkan oleh benda runcing (misalnya kuku jari yang menggores kulit) yang menggeser lapisan permukaan kulit (epidermis) di depannya dan mengakibatkan lapisan tersebut terangkat, sehingga dapat menunjukan arah kekerasan yang terjadi. - Luka lecet serut (Scraping)

+0

'dalah 1ariasi dari luka lecet gores yang daerah persentuhannya dengan permukaan kulit lebih lebar. 'rah kekerasan di tentukan dengan melihat letak tumpukan epitel.

Ga*+a! %.1 Be&tu5 -a!i a+!a6i -a0at *e&a&-a5a& 7e&i6 0e!*u5aa& .a&, 5<&ta5 -e&,a& 5ulit. :Di5uti0 -a!i f<!e&6i9 0ath<l<,. %&- e-iti<&; - Luka lecet tekan (!mpact abrasion) ,isebabkan oleh penjejakan benda tumpul pada kulit. "arena kulit adalah jaringan yang lentur maka, bentuk luka lecet tekan belum tentu sama dengan bentuk permukaan benda tumpul tersebut, tetapi masih memungkinkan identi&ikasi benda penyebab yang mempunyai bentuk yang khas, misalnya kisi0kisi radiator mobil, jejas gigitan dan sebagainya. Gambaran luka lecet tekan yang di temukan pada mayat adalah daerah kulit yang kaku dengan (arna yang lebih gelap dari sekitarnya akibat menjadi lebih padatnya jaringan yang tertekan serta terjadinya pengeringan yang berlangsung pasca kematian.

++

Ga*+a! %.% I*0a9t a+!a6i<& 0a-a 6i6i 5a&a& 'a7ah. :Di5uti0 -a!i 5e0u6ta5aa& f<!e&6i9 0ath<l<,. %&- e-iti<&; +. K<&tu6i< :Lu5a Me*a!; "ontusio terjadi karena tekanan yang besar dalam (aktu yang singkat. ;enekanan ini menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah kecil dan dapat menimbulkan perdarahan pada jaringan ba(ah kulit atau organ diba(ahnya. "ontusio adalah suatu keadaan dimana terjadi pengumpulan darah dalam jaringan yang terjadi se(aktu orang masih hidup, dikarenakan pecahnya pembuluh darah kapiler akibat kekerasan benda tumpul (2incent dan ,ominick, 200+). ila kekerasan benda tumpul yang mengakibatkan luka memar terjadi pada daerah dimana jaringan longgar, seperti di daerah mata, leher, atau pada orang yang lanjut usia, maka luka memar yang tampak seringkali tidaka sebanding dengan kekerasan, dalam arti seringkali lebih luas> dan adanya jaringan longgar tersebut memungkinkan berpindahnya HmemarI ke daerah yang lebih rendah, berdasarkan gra1itasi. Salah satu bentuk luka memar yang dapat memberikan in&ormasi mengenai bentuk dari benda tumpul, ialah apa yang dikenal dengan istilah Hperdarahan tepiI (marginal haemorrhages), misalnya bila tubuh korban terlindas ban kendaraan, dimana pada tempat yang terdapat tekanan justru tidak menunjukkan kelainan, kendaraan akan menepi sehingga terbentuk perdarahan tepi yang bentuknya sesuai dengan bentuk celah antara kedua kembang ban yang berdekatan.;erubahan (arna pada memar berhubungan dengan (aktu

+2

lamanya luka, namun (aktu tersebut ber1ariasi tergantung jenis luka dan indi1idu yang terkena. 6idak ada standar pasti untuk menentukan lamanya luka dari (arna yang terlihat secara pemeriksaan &isik. Luka memar dapat diklasi&ikasikan sebagai luka memar super&icial (Super&icial), Luka memar dalam (,eep), dan luka memar berbekas (;atterned= imprint). a. Luka memar super&isial Luka memar super&icial dapat terjadi secara segera, disebabkan oleh akumulasi darah secara subkutan. b. Luka memar dalam Luka memar dalam menandakan adanya akumulasi pendarahan lebih dalam dari lapisan kulit subkutan. iasanya jenis luka ini memerlukan + sampai 2 hari untuk dapat terlihat di permukaan kulit.

c. Luka memar berbekas Luka memar berbekas disebabkan oleh penekanan pada tubuh, biasanya objek yang menekan tubuh meninggalkan bekas pada permukaan kulit. ;ada mayat (aktu antara terjadinya luka memar, kematian dan pemeriksaan menentukan juga karekteristik memar yang timbul. Semakin lama (aktu antara kematian dan pemeriksaan luka akan semakin membuat luka memar menjadi gelap. ;emeriksaan mikroskopik adalah sarana yang dapat digunakan untuk menentukan (aktu terjadinya luka sebelum kematian. Camun sulit menentukan secara pasti karena hal tersebut pun bergantung pada keahlian pemeriksa.

Ga*+a! %.$ Lu5a *e*a! 0a-a +a,ia& -a-a 5i!i :Di5uti0 -a!i 5e0u6ta5aa& f<!e&6i9 0ath<l<,. %&- e-iti<&; D&ek samping yang terjadi pada luka memar antara lain terjadinya penurunan darah dalam sirkulasi yang disebabkan memar yang luas dan masi& +4

sehingga dapat menyebabkan syok, penurunan kesadaran, bahkan kematian. 7ang kedua adalah terjadinya agregasi darah di ba(ah kulit yang akan mengganggu aliran balik 1ena pada organ yang terkena sehingga dapat menyebabkan ganggren dan kematian jaringan. 7ang ketiga, memar dapat menjadi tempat media berkembang biak kuman. "ematian jaringan dengan kekurangan atau ketiadaaan aliran darah sirkulasi menyebabkan saturasi oksigen menjadi rendah sehingga kuman anaerob dapat hidup, kuman tersering adalah golongan clostridium yang dapat memproduksi gas gangrene (!dries, 2006) )emperkirakan umur luka memar 9 - ?ari ke + 9 terjadi pembengkakan (arna merah kebiruan - ?ari ke 2 E 4 9 (arna biru kehitaman - ?ari ke - E 6 9 biru kehijauanEcoklat - J + minggu0- minggu 9 menghilang = sembuh Lebam mayat atau li1or mortis sering salah diinterpretasikan dengan luka memar. Li1or mortis merupakan perubahan (arna ungu kemerahan pada area mengikuti posisi tubuh disebabkan oleh akumulasi darah oleh pembuluh darah kecil secara gra1itasi. erikut ini perbedaan luka memar dengan lebam mayat9 (2incent dan ,ominick, 200+). Ta+el %. Pe!+e-aa& Lu5a Me*a! -a& Le+a* Ma.at LUKA MEMAR ,i sembarang tempat ;embengkakan (F) 6anda !ntra1ital (F) ,itekan tidak menghilang ,iiris 9 tidak menghilang LEBAM MA3AT agian tubuh yang terendah ;embengkakan (0) 6anda !ntra1ital (0) ,itekan )enghilang ,iiris 9 dibersihkan dengan kapas menjadi bersih

Luka memar atau kontusio juga dapar terjadi pada organ dan jaringan dalam. "ontusio pada tiap organ memiliki karakteristik yang berbeda. ;ada organ 1ital seperti jantung dan otak jika terjadi kontusio dapat menyebabkan kelainan &ungsi dan bahkan kematian. "ontusio pada otak, dengan perdarahan pada otak, dapat menyebabkan terjadi peradangan dengan akumulasi bertahap produk asam yang dapat menyebabkan reaksi peradangan bertambah hebat. ;eradangan ini dapat menyebabkan penurunan kesadaran, koma dan kematian. "ontusio dan perangan yang kecil pada otak dapat menyebabkan gangguan &ungsi organ lain

+-

yang luas dan kematian jika terkena pada bagian 1ital yang mengontrol pernapasan dan peredaran darah. ?ampir seluruh kontusio otak super&isial, hanya mengenai daerah abu0 abu. eberapa dapat lebih dalam, mengenai daerah putih otak. "ontusio pada dengan terhambatnya aliran darah menuju otak dan seperti yang telah disebutkan bagian super&isial atau daerah abu0abu sangat penting dalam ilmu &orensik. $upturnya pembuluh darah menyebabkan adanya pembengkakan

sebelumnya, lingkaran kekerasan dapat terbentuk apabila kontusio yang terbentuk cukup besar, edema otak dapat menghambat sirkulasi darah yang menyebabkan kematian otak, koma, dan kematian total. ;oin kedua terpenting dalam hal medikolegal adalah penyembuhan kontusio tersebut yang dapat menyebabkan jaringan parut yang akan menyebabkan adanya &okus epilepsi. *antung juga sangat rentan jika terjadi kontusio. "ontusio ringan dan sempit pada daeran yang bertanggungja(ab pada inisiasi dan hantaran impuls dapat menyebabkan gannguan pada irama jantung atau henti jantung. "ontusio luas yang mengenai kerja otot jantung dapat menghambat pengosongan jantung dan menyebabkan gagal jantung. "ontusio pada organ lain dapat menyebabkan ruptur organ yang menyebabkan perdarahan pada rongga tubuh. ;erlu dipertimbangkan lokasi kontusio tipe super&isial yang berhubungan dengan arah kekerasan yang terjadi. ?al ini bermakna jika pola luka ditemukan dalam pemeriksaan kepala dan komponen yang terkena pada trauma sepeti pada kulit kepala, kranium, dan otak. "etika bagian kepala terkena benda yang keras dan berat seperti palu atau botol bir, hasilnya dapat berupa, kurang lebihnya, yaitu abrasi, kontusio, dan laserasi dari kulit kepala. "ranium dapat patah atau tidak. *ika jaringan diba(ahnya terkena, hal ini disebut coup. ?al ini terjadi saat kepala relati& tidak bergerak. "ita juga harus mempertimbangkan situasi lainnya dimana kepala yang bergerak mengenai benda yang padat dan diam. ;ada keadaan ini kerusakan pada kulit kepala dan pada kranium dapat serupa dengan apa yang ditemukan pada benda yang bergerak0kepala yang diam. Camun, kontusio yang terjadi, bukan pada tempat trauma melainkan pada sisi yang berla(anan. ?al ini disebut kontusio contra0coup. ;ada pemeriksaan kepala penting untuk mengetahui pola trauma. "arena &oto dari semua komponen trauma kepala dari berbagai tipe kadang tidak tepat sesuai dengan demontrasi yang ada, diagram dapat menjelaskan hubungan trauma yang terjadi. "adang0kadang dapat terjadi hal yang membingungkan, dapat saja kepala yang diam dan terkena benda yang bergerak pada akhirnya +:

akan jatuh atau mengenai benda keras lainnya, sehingga gambaran yang ada akan tercampur, membingungkan, yang tidak memerlukan penjelasan mendetail. 6ipe lain kontusio adalah penetrasi yang lebih dalam, biasanya mengenai daerah putih atau abu0abu, diliputi oleh lapisan normal otak, dengan perdarahan kecil atau besar. ;erdarahan kecil dinamakan Hball haemorrhagesI sesuai dengan bentuknya yang bulat. ?al tersebut dapat serupa dengan perdarahan &okal yang disebabkan hipertensi. ;erdarahan yang lebih besar dan dalam biasanya berbentuk ireguler dan hampir serupa dengan perdarahan apopletik atau stroke. 'namnesis yang cukup mengenai keadaan saat kematian, ada atau tiadanya tanda trauma kepala, serta adanya penyakit penyerta dapat membedakan trauma dengan kasus lain yang menyebabkan perdarahan. ;erdarahan intraserebral tipe apopletik tidak berhubungan dengan trauma biasanya melibatkan daerah dengan perdarahan yang dalam. 6empat predileksinya adalah ganglia basal, pons, dan serebelum. ;erdahan tersebut berhubungan dengan mal&ormasi arteri 1ena. iasanya mengenai orang yang lebih muda dan tidak mempunyai ri(ayat hipertensi. Ddema paru tipe neurogenik biasanya menyertai trauma kepala. )ani&estasi eksternal yang dapat ditemui adalah H &oam coneI busa ber(arna putih atau merah muda pada mulut dan hidung. ?al tersebut dapat ditemui pada kematian akibat tenggelam, o1erdosis, penyakit jantung yang didahului dekompensasio kordis. "eberadaan gelembung tidak membuktikan adanya trauma kepala. 9. La6e!a6i :Lu5a !<+e5; Suatu pukulan yang mengenai bagian kecil area kulit dapat menyebabkan kontusio dari jaringan subkutan, seperti pinggiran balok kayu, ujung dari pipa, permukaan benda tersebut cukup lancip untuk menyebabkan sobekan pada kulit yang menyebabkan laserasi. Laserasi disebabkan oleh benda yang permukaannya runcing tetapi tidak begitu tajam sehingga merobek kulit dan jaringan ba(ah kulit dan menyebabkan kerusakan jaringan kulit dan ba(ah kulit. 6epi dari laserasi ireguler dan kasar, disekitarnya terdapat luka lecet yang diakibatkan oleh bagian yang lebih rata dari benda tersebut yang mengalami indentasi (2incent dan ,ominick, 200+). ;ada beberapa kasus, robeknya kulit atau membran mukosa dan jaringan diba(ahnya tidak sempurna dan terdapat jembatan jaringan. *embatan jaringan, tepi luka yang ireguler, kasar dan luka lecet membedakan laserasi dengan luka oleh benda tajam (Shkrum dan $amsay, 2008).

+6

Ga*+a! . Lu5a !<+e5 -e&,a& te!-a0at&.a 7e*+ata& 7a!i&,a& :Di5uti0 -a!i 5e0u6ta5aa& f<!e&6i9 0ath<l<,. %&- e-iti<&; 6epi dari laserasi dapat menunjukkan arah terjadinya kekerasan. 6epi yang paling rusak dan tepi laserasi yang landai menunjukkan arah a(al kekerasan. Sisi laserasi yang terdapat memar juga kekerasan. entuk dari laserasi dapat menggambarkan bahan dari benda penyebab kekerasan tersebut. "arena daya kekenyalan jaringan regangan jaringan yang berlebihan terjadi sebelum robeknya jaringan terjadi. Sehingga pukulan yang terjadi karena palu tidak harus berbentuk permukaan palu atau laserasi yang berbentuk semisirkuler. Sering terjadi sobekan dari ujung laserasi yang sudutnya berbeda dengan laserasi itu sendiri yang disebut dengan Hs(allo( tailsI. eberapa benda dapat menghasilkan pola laserasi yang mirip. Seiring (aktu, terjadi perubahan terhadap gambaran laserasi tersebut, perubahan tersebut tampak pada lecet dan memarnya. ;erubahan a(al yaitu pembekuan dari darah, yang berada pada dasar laserasi dan penyebarannya ke sekitar kulit atau membran mukosa. ekuan darah yang bercampur dengan bekuan dari cairan jaringan bergabung membentuk eskar atau krusta. *aringan parut pertama kali tumbuh pada dasar laserasi, yang secara bertahap mengisi saluran luka. "emudian, epitel mulai tumbuh ke ba(ah di atas jaringan skar dan penyembuhan selesai. Skar tersebut tidak mengandung apendises meliputi kelenjar keringat, rambut dan struktur lain. ;erkiraan kejadian saat kejadian pada luka laserasi sulit ditentukan tidak seperti luka atau memar. ;embagiannya adalah sangat segera segera, beberapa hari, dan lebih dari beberapa hari. Laserasi yang terjadi setelah mati dapat dibedakan ddengan yang terjadi saat korban hidup yaitu tidak adanya perdarahan. +8 menunjukkan arah a(al

Laserasi dapat menyebabkan perdarahan hebat. Sebuah laserasi kecil tanpa adanya robekan arteri dapat menyebabkan akibat yang &atal bila perdarahan terjadi terus menerus. Laserasi yang multipel yang mengenai jaringan kutis dan sub kutis dapat menyebabkan perdarahan yang hebat sehingga menyebabkan sampai dengan kematian. 'danya diskontinuitas kulit atau membran mukosa dapat menyebabkan kuman yang berasal dari permukaan luka maupun dari sekitar kulit yang luka masuk ke dalam jaringan. ;ort d entree tersebut tetap ada sampai dengan terjadinya penyembuhan luka yang sempurna. ila luka terjadi dekat persendian maka akan terasa nyeri, khususnya pada saat sendi tersebut di gerakkan ke arah laserasi tersebut sehingga dapat menyebabkan dis&ungsi dari sendi tersebut. enturan yang terjadi pada jaringan ba(ah kulit yang memiliki jaringan lemak dapat menyebabkan emboli lemak pada paru atau sirkulasi sistemik. Laserasi juga dapat terjadi pada organ akibat dari tekanan yang kuat dari suatu pukulan seperi pada organ jantung, aorta, hati dan limpa. ?al yang harus di(aspadai dari laserasi organ yaitu robekan yang komplit yang dapat terjadi dalam jangka (aktu lama setelah trauma yang dapat menyebabkan perdarahan hebat (!dries, 200/). -. K<*+i&a6i -a!i lu5a le9et/ *e*a! -a& la6e!a6i Luka lecet, memar dan laserasi dapat terjadi bersamaan. enda yang sama dapat menyebabkan memar pada pukulan pertama, laserasi pada pukulan selanjutnya dan lecet pada pukulan selanjutnya. 6etapi ketiga jenis luka tersebut dapat terjadi bersamaan pada satu pukulan. Luka robek atau luka terbuka akibat kekerasan benda tumpul dapat dibedakan dengan luka terbuka akibat kekerasan benda tajam, yaitu dari si&at0 si&atnya serta hubungan dengan jaringan sekitar luka. Luka robek mempunyai tepi yang tidak teratur, terdapat jembatan0jembatan jaringan yang menghubungkan kedua tepi luka, akar rambut tampak hancur atau tercabut bila kekerasannya di daerah yang berambut, di sekitar luka robek sering tampak adanya luka lecet atau luka memar. 3leh karena luka pada umumnya mendatangkan rasa nyeri yang hebat dan lambat mendatangkan kematian, maka jarang dijumpai kasus bunuh diri dengan membuat luka terbuka dengan benda tumpul mengenai tubuh korban (2incent dan ,ominick, 200+). %.( A60e5 Me-i5<le,al Lu5a

+/

Luka Dalam Kitab Undang Undang Hukum Pidana ,alam "%?; dikenal luka akibat kelalaian atau karena yang disengaja. Luka yang terjadi ini disebut "ejahatan 6erhadap 6ubuh atau )isdrij1en 6egen ?et Lij&. "ejahatan terhadap ji(a ini diperinci menjadi dua yaitu kejahatan doleuse (yang dilakukan dengan sengaja) dan kejahatan culpose (yang dilakukan karena kelalaian atau kejahatan). *enis kejahatan yang dilakukan dengan sengaja diatur dalam ab KK, pasal 4:+ sampai dengan 4:/. *enis kejahatan yang disebabkan karena kelalaina diatur dalam pasal 4:., 460, dan 46+ "%?;. ,alam pasal0pasal tersebut dijumpai kata0kata Hmati, menjadi sakit sementar, atau tidak dapat menjalankan pekerjaan sementaraI yang tidak disebabkan secara langsung oleh terdak(a, akan tetapi karena @salahnyaA diartikan sebagai kurang hati0hati, lalai, lupa, dan amat kurang perhatian (Satyo, 2006). ;asal 46+ "%?; menambah hukuman nya sepertiga lagi jika kejahatan ini dilakukan dalam suatu jabatan atau pekerjaan. ;asal ini dapat dikenakan pada dokter, bidan, apoteker, supir, masinis kereta api dan lain0lain. ,alam pasal0pasal tersebut tercantum istilah penganiayaan dan merampas dengan sengaja ji(a orang lain, suatu istilah hukum semata0mata dan tidak dikenal dalam istilah medis (Satyo, 2006). 7ang dikatakan luka berat pada tubuh pada pasal .0 "%?; adalah penyakit atau luka yang tidak bisa diharapkan akan sembuh lagi dengan sempurna atau yang dapat mendatangkan bahaya maut, terus0menerus tidak cakap lagi dalam memakai salah satu panca indera, lumpuh, berubah pikiran atau akal lebih dari empat minggu lamanya, menggugurkan atau memnbunuh anak dari kandungan ibu (Satyo, 2006). ,isinilah dokter berperan bear sebagai saksi ahli di depan pengadilan. ?akim akan mendengarkan keterangan spesialis kedokteran &orensik maupun ahli lain nya (setiap dokter) dalam tiap kejadian secara kasus demi kasus. VeR Dalam KUHP Sebagai seorang dokter, hendaknya dapat membantu pihak penegak hukum dalam melakukan pemeriksaan terhadap pasien atau korban perlukaan. ,okter sebaiknya dapat menyelesaikan permasalahan mengenai 9 *enis luka apa yang ditemui *enis kekerasan=senjata apakah yang menyebabkan luka dan

+.

agaimana kuali&ikasi dari luka itu Sebagai seorang dokter, ia tidak mengenal istilah penganiayaan. *adi

istilah penganiayaan tidak boleh dimunculkan dalam 2isum et $epertum. 'kan tetapi sebaiknya dokter tidak boleh mengabaikan luka sekecil apapun. Sebagai misalnya luka lecet yang satu0dua hari akan sembuh sendiri secara sempurna dan tidak mempunyai arti medis, tetapi sebaliknya dari kaca mata hukum. ,alam "itab %ndang0undang ?ukum 'cara ;idana tidak dijumpai istilah 2isum et $epertum. ;asal +44 "%?'; memakai istilah Hsurat keterangan ahliI yang dibuat oleh spesialis kedokteran &orensik atau Hsurat keteranganI bila dibuat oleh dokter umum atau dokter spesialis lainnya, adalah identik dengan 2isum et $epertum. ;ro&esionalisme seorang dokter dapat dimunculkan pada kesimpulan 2isum et $epertum yang dapat menjadi pertimbangan pihak penegak hukum. 'da empat kuali&ikasi (derajat) yang dapat dipilih dokter 9 +. 3rang yang bersangkutan tidak menjadi saksi atau mendapat halangan dalam melakukan pekerjaan atau jabatan. 2. 3rang yang bersangkutan menjadi sakit tetapi tidak ada halangan untuk melakukan pekerjaan atau jabatan. 4. 3rang yang bersangkutan menjadi sakit dan berhalangan untuk melakukan pekerjaan atau jabatannya. -. 3rang yang bersangkutan mengalami 9 a. b. c. d. e. ;enyakit atau luka yang tidak dapat diharapkan akan sembuh. ,apat mendatangkan bahaya maut. 6idak dapat menjalankan pekerjaan. 6idak dapat memakai salah satu panca indera. 6erganggu pikiran lebih dari empat minggu.

20

BAB $ PERMASALA4AN

6rauma benda tumpul

merupaka luka yang

disebabkan karena

persentuhan tubuh dengan benda atau alat yang permukaan nya tumpul. Cara kejadian trauma benda tumpul lebih sering disebabkan karena kecelakaan atau penganiayaan, jarang karena bunuh diri. erdasarkan data otopsi di !nstalasi "edokteran #orensik $umah Sakit %mum dr. Sai&ul 'n(ar )alang dari bulan *anuari 20+2 hingga ,esember 20+2 menunjukkan data korban mati akibat trauma benda tumpul sebagian besar disebabkan karena kecelakaan lalu lintas. ,ari total -.2 kasus kematian yang diotopsi, sebanyak -0/ kasus merupakan kecelakaan lalu lintas. Sebagian besar kecelakaan lalu lintas merupakan kecelakaan sepeda motor, pejalan kaki, dan sisa nya bus, truk, dan kereta api. *enis luka yang ditimbulkan akibat trauma benda tumpul yang sering dijumpai dalam kasus kecelakaan lalu lintas antara lain luka memar, luka babras, luka robek dengan tepi tidak rata, serta patah tulang. agian tubuh yang paling banyak terkena adalah kepala dan anggota gerak atas dan ba(ah. Luka0luka tersebut dapat menyebabkan dampak kerusakan jaringan maupun organ ber1ariasi mulai dari ringan hingga berat, bahkan lebih parah yaitu kematian. Sebab kematian terjadi karena kerusakan organ 1ital atau perdarahan yang banyak. Luka trauma benda tumpul yang terjadi akibat kecelakaan lalu lintas merupakan akibat dari benda yang mengenai atau melukai orang yang relati& tidak bergerak dan orang bergerak ke arah benda yang tidak bergerak. ,alam bidang medikolegal kadang0kadang hal ini perlu dijelaskan, (alaupun terkadang sulit dipastikan. Sekilas nampak sama dalam hasil lukanya namun jika diperhatikan lebih lanjut terdapat perbedaan hasil pada kedua mekanisme tersebut. 3leh karena itu, pada re&erat ini akan dibahas lebih lanjut mengenai deskripsi luka trauma benda tumpul, mekanisme luka akibat trauma benda tumpul, serta aspek medikolegal yang diharapkan dapat membantu dalam proses pemeriksaan untuk kepentingan di bidang kedokteran &orensik.

2+

BAB ) PEMBA4ASAN

).1 De65!i0i6i Lu5a A5i+at Be&-a Tu*0ul 6rauma benda tumpul adalah luka yang disebabkan karena persentuhan tubuh dengan benda atau alat yang tidak bermata tajam, konsistensi keras atau kenyal, dan permukaan halus atau kasar (So&yana, 2006). Luka trauma benda tumpul dapat terjadi karena dua sebab yaitu benda yang mengenai atau melukai orang yang relati& tidak bergerak dan orang bergerak ke arah benda yang tidak bergerak. Luka akibat trauma benda tumpul dibagi menjadi beberapa kategori yaitu luka lecet (abrasi), luka memar (kontusio), dan luka robek (laserasi) (2incent dan ,ominick, 200+). Cara mendeskripsikan luka akibat benda tumpul sama dengan desktipsi luka secara umum. ,alam mendeskripsikan luka harus mencakup jumlah, lokasi, bentuk, ukuran, dan si&at luka. *umlah luka tunggal atau multipel> lokasi luka yang meliputi lokasi berdasarkan regio anatomi, garis koordinat atau bagian0 bagian tertentu dari tubuh> bentuk luka yang meliputi bentuk sebelum dan sesudah dirapatkan> ukuran luka ditulis dalam bentuk panjang < lebar < tinggi dalam satuan sentimeter atau millimeter> si&at0si&at luka yang meliputi batas (tegas atau tidak tegas), tepi (rata atau tidak rata), sudut luka (runcing atau tumpul), ada atau tidak nya jembatan jaringan, dasar luka, dan daerah di sekitar garis batas luka. %ntuk luka tertutup tidak perlu dideskripsikan si&at nya (!dries, 200/). Cara kejadian trauma benda tumpul lebih sering disebabkan karena kecelakaan atau penganiayaan, jarang karena bunuh diri. *enis luka yang ditimbulkan akibat trauma benda tumpul yang sering dijumpai dalam kasus kecelakaan lalu lintas antara lain luka memar, luka babras, luka robek dengan tepi tidak rata, serta patah tulang. agian tubuh yang paling banyak terkena adalah kepala dan anggota gerak atas dan ba(ah. ).% Se+a+ Ke*atia& A5i+at T!au*a Be&-a Tu*0ul Luka akibat trauma benda tumpul dapat berupa salah satu atau kombinasi dari luka memar, luka lecet, luka robek, patah tulang atau luka tekan. ,erajat luka, perluasan luka, serta penampakan dari luka yang disebabkan oleh

22

trauma benda tumpul bergantung kepada kekuatan dari benda yang mengenai tubuh, (aktu dari benda yang mengenai tubuh, bagian tubuh yang terkena, perluasan terhadap bagian tubuh yang terkena, jenis benda yang mengenai tubuh. 3rgan atau jaringan pada tubuh mempunyai beberapa cara menahan kerusakan yang disebabkan objek atau alat, daya tahan tersebut menimbulkan berbagai tipe luka. Luka0luka tersebut dapat menyebabkan dampak kerusakan jaringan maupun organ ber1ariasi mulai dari ringan hingga berat, bahkan lebih parah yaitu kematian (2incent dan ,ominick, 200+). erikut ini data otopsi di !nstalasi #orensik $S dr. Sai&ul )alang yang melaporkan mengenai jenis luka dan lokasi luka akibat trauma benda tumpul9 L<5a6i T!au*a D<*i&a& "epala 'nggota Gerak 'tas 'nggota Gerak a(ah ,ada ;erut *umlah #e&i6 Lu5a Luka robek, luka memar, luka babras Luka memar, luka babras, luka robek, patah tulang Luka memar, luka babras, luka robek, patah tulang Luka memar, luka babras Luka memar, luka babras 42 28 -0/ // :6 = Ka6u6 20:

Sebab kematian akibat trauma benda tumpul terjadi karena kerusakan organ 1ital atau perdarahan yang banyak. ;ada organ 1ital seperti jantung dan otak jika terjadi kontusio dapat menyebabkan kelainan &ungsi dan bahkan kematian. "ontusio pada otak, dengan perdarahan pada otak, dapat menyebabkan terjadi peradangan dengan akumulasi bertahap produk asam yang dapat menyebabkan reaksi peradangan bertambah hebat. ;eradangan ini dapat menyebabkan penurunan kesadaran, koma dan kematian. "ontusio dan perangan yang kecil pada otak dapat menyebabkan gangguan &ungsi organ lain yang luas dan kematian jika terkena pada bagian 1ital yang mengontrol pernapasan dan peredaran darah. *antung juga sangat rentan jika terjadi kontusio. "ontusio ringan dan sempit pada daeran yang bertanggungja(ab pada inisiasi dan hantaran impuls dapat menyebabkan gannguan pada irama jantung atau henti jantung. "ontusio luas yang mengenai kerja otot jantung dapat menghambat pengosongan jantung

24

dan menyebabkan gagal jantung. "ontusio pada organ lain dapat menyebabkan ruptur organ yang menyebabkan perdarahan pada rongga tubuh. Selain kontusio, sebab kematian lain nya adalah luka laserasi yang dapat menyebabkan perdarahan hebat. Sebuah laserasi kecil tanpa adanya robekan arteri dapat menyebabkan akibat yang &atal bila perdarahan terjadi terus menerus. Laserasi yang multipel yang mengenai jaringan kutis dan sub kutis dapat menyebabkan perdarahan yang hebat sehingga menyebabkan sampai dengan kematian. 'danya diskontinuitas kulit atau membran mukosa dapat menyebabkan kuman yang berasal dari permukaan luka maupun dari sekitar kulit yang luka masuk ke dalam jaringan. ;ort d entree tersebut tetap ada sampai dengan terjadinya penyembuhan luka yang sempurna. ila luka terjadi dekat persendian maka akan terasa nyeri, khususnya pada saat sendi tersebut di gerakkan ke arah laserasi tersebut sehingga dapat menyebabkan dis&ungsi dari sendi tersebut. enturan yang terjadi pada jaringan ba(ah kulit yang memiliki jaringan lemak dapat menyebabkan emboli lemak pada paru atau sirkulasi sistemik. Laserasi juga dapat terjadi pada organ akibat dari tekanan yang kuat dari suatu pukulan seperi pada organ jantung, aorta, hati dan limpa. ?al yang harus di(aspadai dari laserasi organ yaitu robekan yang komplit yang dapat terjadi dalam jangka (aktu lama setelah trauma yang dapat menyebabkan perdarahan hebat (!dries, 200/). ).$ A60e5 Me-i5<le,al K<!+a& Mati A5i+at Tau*a Be&-a Tu*0ul Sebagai seorang dokter, hendaknya dapat membantu pihak penegak hukum dalam melakukan pemeriksaan terhadap pasien atau korban perlukaan. ,okter sebaiknya dapat menyelesaikan permasalahan mengenai 9 *enis luka apa yang ditemui *enis kekerasan=senjata apakah yang menyebabkan luka dan agaimana kuali&ikasi dari luka itu (!dries, 200/) Sebaiknya dokter tidak boleh mengabaikan luka sekecil apapun karena akan berarti dalam proses hukum. erikut ini beberapa contoh kepentingan luka akibat trauma benda tumpul dalam aspek medikolegal9 ,alam "%?; dikenal luka akibat kelalaian atau karena yang disengaja. Luka yang terjadi ini disebut "ejahatan 6erhadap 6ubuh atau )isdrij1en 6egen ?et Lij&. "ejahatan terhadap ji(a ini diperinci menjadi dua yaitu kejahatan doleuse (yang dilakukan dengan sengaja) dan kejahatan culpose (yang 2-

dilakukan karena kelalaian atau kejahatan). *enis kejahatan yang dilakukan dengan sengaja diatur dalam ab KK, pasal 4:+ sampai dengan 4:/. *enis kejahatan yang disebabkan karena kelalaina diatur dalam pasal 4:., 460, dan 46+ "%?;. ,alam pasal0pasal tersebut dijumpai kata0kata Hmati, menjadi sakit sementar, atau tidak dapat menjalankan pekerjaan sementaraI yang tidak disebabkan secara langsung oleh terdak(a, akan tetapi karena @salahnyaA diartikan sebagai kurang hati0hati, lalai, lupa, dan amat kurang perhatian (Satyo, 2006). ;asal 46+ "%?; menambah hukuman nya sepertiga lagi jika kejahatan ini dilakukan dalam suatu jabatan atau pekerjaan. ;asal ini dapat dikenakan pada dokter, bidan, apoteker, supir, masinis kereta api dan lain0lain. ,alam pasal0pasal tersebut tercantum istilah penganiayaan dan merampas dengan sengaja ji(a orang lain, suatu istilah hukum semata0mata dan tidak dikenal dalam istilah medis (Satyo, 2006). 7ang dikatakan luka berat pada tubuh pada pasal .0 "%?; adalah penyakit atau luka yang tidak bisa diharapkan akan sembuh lagi dengan sempurna atau yang dapat mendatangkan bahaya maut, terus0menerus tidak cakap lagi dalam memakai salah satu panca indera, lumpuh, berubah pikiran atau akal lebih dari empat minggu lamanya, menggugurkan atau memnbunuh anak dari kandungan ibu (Satyo, 2006). ,isinilah dokter berperan bear sebagai saksi ahli di depan pengadilan. ?akim akan mendengarkan keterangan spesialis kedokteran &orensik maupun ahli lain nya (setiap dokter) dalam tiap kejadian secara kasus demi kasus.

2:

DAFTAR PUSTAKA 'le<andropoulou, C. '., dan ;anagiotopoulos, D. 20+0. Bound allistics9 'nalysis o& lunt and ;enetrating 6rauma )echanisms. Health Science Journal, 1ol. -, issue -, pp. 22:0246 !dries, '. ). 200/. Sistematik ;emeriksaan !lmu "edokteran #orensik "husus ;ada "orban ;erlukaan. Penerapan Ilmu Kedokteran Forensik dalam Proses Pen idikan! ab 8, hal. +440+-4. *akarta9 Sagung Seto Satyo, '. C. 2006. 'spek )edikolegal Luka pada #orensik "linik. "a#alah Kedokteran $usantara! 1ol. 4., no. -, pp. -400-44 Shkrum, ). *. dan $amsay, ,. '. 2008. &rauma! Chapter /, pp. -0:0:+/ lunt 6rauma. Forensic Patholog o%

2incent *. ,. dan ,ominick, ,. 200+. lunt 6rauma Bounds. Forensic Patholog Second 'dition! Chapter -, pp. +026

26