Anda di halaman 1dari 1

Sialadenitis Kronis Sialadenitis kronis atau juga disebut dengan parotitis kronis dapat muncul pada anak-anak atau

orang dewasa. Berbeda dengan akut sialadenitis yang prevalensinya lebih banyak terjadi pada orang dewasa dibandingkan pada anakanak, meski kemungkinan itu dapat terjadi. Pada anak-anak biasanya terjadi pada usia 3 dan 5 tahun, dan kebanyakan menghilang menginjak periode pubertas. Beberapa kasus sialadenitis kronis terjadi pada satu kelenjar saja, dan apabila terjadi bilateral maka akan menyerang kelenjar parotis pada waktu yang berbeda. Beberapa etiologi penyakit ini dapat berkaitan dengan penyumbatan saluran , stenosis kongenital , Sjogren sindrom, infeksi virus sebelumnya atau alergi , tetapi kebanyakan kasus adalah idiopatik . Bakteri yang menginfeksi pada sialadenitis kronis ini umunya golongan S. viridans , Escherichia coli, Proteus dan pneumococci.

Manifestasi Klinis Tanda utama parotis kronis adalah pembengkakan unilateral yang tiba-tiba muncul di sudut rahang pasien dengan riwayat kejadian serupa. Gejala klinis sialadenitis tidak separah pada sialadenitis akut. Hal ini diakibatkan pada penyakit ini viruensi bakteri yang terlibat rendah, sehingga menunjukkan gejala yang lebih ringan. Gejalanya antara lain demam dan leukositosis yang sedang atau ringan, nyeri tapi tidak sehebat pada parotitis akut, juga pada penyakit ini pengeluaran pus kemungkinan masih bisa terjadi. Periode dimana gejala mulai hilang dapat terjadi dalam hitungan minggu atau bulan. Apabila kekambuhan terjadi beberapa kali, maka dapat menimbulkan penurunan aliran saliva akibat fibrosis kelenjar parenkim. Sialectasia dapat dilihat melalui pemeriksaan sialografi.