Anda di halaman 1dari 26

petunjuk rekonstruksi

bangunan tahan gempa


dan lingkungan yang berkelanjutan
(versi 1)

ikatan arsitek indonesia


daerah istimewa yogyakarta
2006
1.1
pendahuluan
dasar pemikiran
Philosophy

Gempa berkekuatan 5,9 skala Richter 27 Mei 2006 lalu.


telah mengentak Jogja dan Klaten Sangat cepat, demikian-
lah proses keruntuhan rumahnya yang ternyata dominan
dialami warga Bantul, Klaten dan sekitarnya yang dekat
dengan episentrum gempa.

Selain faktor karakteristik pusat gempa yang dangkal dan


dekat dengan permukiman, sehingga mempunyai daya
rusak yang tinggi, ada satu faktor lagi yang sangat dominan:
kualitas bangunan. Terutama menjadi karakter Bantul, ban-
gunan di sini sebagian besar adalah arsitektur vernakular,
atau dalam bahasa teknis sering disebut non-engineered
building. Ini adalah “arsitektur tanpa arsitek” yang dibangun
berdasar pengetahuan lokal plus sedikit mengadaptasi pen-
getahuan dari luar (misalnya teknik membangun modern).
Namun, proses internalisasi cara membangun modern ini
diiringi dengan kemampuan penyerapan dan memahami
prinsip struktur dan konstruksi yang terkadang salah atau
“seadanya” karena faktor lain (baca: ekonomi).

Rumah bata dengan perekat tanah atau campuran kapur


dengan sedikit semen, dibangun setengah bata, tanpa per-
kuatan beton yang adekuat adalah konstruksi yang jamak
dipakai di daerah ini. Struktur dan dimensi kayu yang se-
benarnya hanya untuk bentang kecil “dipaksakan” untuk
bentang dan lebar ruangan yang seharusnya didukung
oleh struktur yang lebih kompleks (misalnya kuda-kuda
modern). Terlebih lagi, perawatan bangunan yang minimal
menjadikan rayap dan kelembaban menggerogoti kekua-
tan struktur rumah-rumah itu. Juga, “mitos” bahwa rumah
tradisional adalah rumah yang tahan gempa menjadikan
pengetahuan faktual akan kelemahan struktur, material
bangunan, dan kesalahan dalam pembangunan terabaikan
dalam pengetahuan lokal itu. Dua hal ini, karakter gempa
dan kerapuhan bangunan, menjadikan gempa 27 Mei ke-
marin sangat mematikan.
lembar ini didukung oleh:
lembaga bantuan arsitektur
jurusan arsitektur
universitas islam indonesia
yogyakarta

p e n d a h u l u a n
mengapa buku pedoman?
Why Guide Book?

Faktor karakter gempa adalah fenomena yang tidak dapat


ditolak. Tetapi faktor kekuatan bangunan adalah kunci agar
gempa dapat diminimalisir dampaknya. Melihat kondisi di
atas, pengetahuan lokal yang terkandung dalam bangu-
nan vernakular kita harus direvisi dan didampingi dengan
pengetahuan modern tentang cara-cara membangun ban-
gunan tahan gempa. Sebenarnya pengetahuan ini telah
banyak dan menjadi sebuah knowledge base (basis penge-
tahuan) yang sangat komprehensif.

Diseminasi pengetahuan lantas menjadi proses paling


menentukan. Di sinilah kolaborasi antar berbagai elemen
masyarakat arsitektur mengambil peran. Jogja-Jateng Ar-
chQuick Response (JAR) adalah sebuah jaringan kerja
yang melibatkan jurusan arsitektur di perguruan tinggi di
Yogyakarta (Akademi Teknik Arsitektur YKPN, Universitas
Atma Jaya, Universitas Duta Wacana, Universitas Gadjah
Mada, Universitas Islam Indonesia, Universitas Teknologi
Yogyakarta dan Universitas Widya Mataram serta Ikatan
Arsitek Indonesia

Melalui JAR tersebut, brosur dan panduan pembangunan


rumah, “klinik arsitektur”, konsultasi radio, tabloid, majalah SIMPAN BUKU PEDOMAN INI DI
dan koran, serta media elektronik menjadi media penye-
baran pengetahuan dan ketrampilan membangun bangu- TEMPAT YANG MUDAH ANDA TE-
nan tahan gempa sebagai wujud sumbangsih masyarakat
arsitektur. MUKAN.

Sudah saatnya kita menyadari bahwa kompleksitas tata SEBARKAN INFOMASI DARI BUKU
lingkungan binaan kita sudah sangat tinggi. Hanya dengan
terus memodernisir pengetahuan itu, dan menjadikannya INI DENGAN FOTOKOPI ATAU
sebagai bagian dari pengetahuan lokal, lingkungan binaan
kita akan cukup aman sebagai habitat hidup manusia. ALAT DUPLIKASI APAPUN. TIDAK

Seluruh Kontributor ADA HAK CIPTA UNTUK BUKU INI.


Jogja Jateng ArchQuick Response
1.2
daftar isi dan cara membaca
daftar isi
Table of Contents

1. Pendahuluan
1.1 Tentang pedoman ini
1.2 Daftar isi dan cara membaca
1.3 Tentang gempa
1.4 Bersiap terhadap gempa

2. Pedoman Perbaikan dan Perkuatan Bangunan Pasca Gempa


2.1 Menilai kekuatan bangunan
2.2 Perbaikan bangunan bata
2.3 Perbaikan bangunan kayu
2.4 Perbaikan bangunan beton bertulang

3. Pedoman Dokumentasi dan Restorasi Bangunan Cagar Budaya


3.1 Mengapa bangunan cagar budaya penting?
3.2 Menilai bangunan pasca gempa
3.3 Cara Dokumentasi
3.4 Perbaikan Bangunan Rusak
3.5 Perkuatan Bangunan

4. Model Bangunan Tahan Gempa


4.1 Prinsip
4.2 Bangunan bata
4.3 Bangunan kayu
4.4 Bangunan beton bertulang

5. Skema Pendampingan
5.1 Jaringan kerja
5.2 Prosedur pendampingan
5.3 Apa yang dilakukan masyarakat?

6. Lampiran dan Catatan


6.1 Kit bencana untuk keluarga
6.2 Formulir-formulir pelengkap
6.3 Untuk Catatan Anda
lembar ini didukung oleh:
lembaga bantuan arsitektur
jurusan arsitektur
universitas islam indonesia
yogyakarta

p e n d a h u l u a n
bacalah pedoman ini
Read me

Pedoman ini disusun berdasar prinsip „kartu.“


Setiap beberan lembaran merupakan satu
informasi komprehensif yang mudah untuk DI BAGIAN INI ANDA AKAN
dipahami.
MENDAPATI BERBAGAI INFORMA-
Secara umum terdapat 5 kolom yaitu:
1. Kolom pendahuluan (paling kiri) yang beri- SI YANG DAPAT MENJADI BAHAN
si informasi penting materi apa yang dib-
ahas di dalam lembar yang bersangkutan. RUJUKAN MULAI DARI NOMOR
Kadang dalam kolom ini ada pengertian
dasar yang harus dipahami terlebih dahu- TELEPON PENTING HINGGA IN-
lu agar tidak timbul salah tafsir atau salah
pengertian. FORMASI BAHAN BANGUNAN
2. Kolom penjelasan teknis, di bagian kiri ko-
lom ini adalah informasi teknis yang terkait
dengan tema informasi yang disampaikan.
3. Kolom ini juga dimaksudkan sebagai tem-
pat bagi penjelasan teknis namun diuta-
makan bagi penjelasan yang merupakan
prosedur.
4. Kolom di kanan atas (abu-abu) adalah ko-
lom informasi rujukan.
DI KOLOM INI ANDA AKAN MEN-
5. Kolom kanan bawah (merah) adalah ko-
lom “prinsip“ yang merupakan kesimpulan DAPATKAN PRINSIP, PERINGATAN
dari lembar yang bersangkutan.
/ AMAR, STANDARD, ATAU IN-
Anda boleh mencopi buku pedoman ini. Bila
FORMASI LAIN YANG MERUPA-
Anda mencopi dalam bentuk A3 maka pe-
doman ini akan menjadi leaflet yang dapat KAN KESIMPULAN DARI URAIAN
ditempel di dinding. Gunakan metode ini untuk
memberi pendampingan, pengarahan atau DI HALAMAN SEBELUMNYA.
pedoman kerja di lapangan.
1.3
tentang gempa
p e n d a h u l u a n
1.4
menyiapkan diri terhadap gempa
sebelum bencana ketika gempa
Preparatedness On earthquake

Persiapan mengantisipasi bencana gempa ada- JANGAN LAKUKAN


lah tindakan yang bijaksana. Gempa sampai 1. Jangan panik dan berusaha lari.
saat ini belum dapat diprediksi secara tepat 2. Jangan langsung lari ke luar bangunan bila anda di
dan akan datang dengan tiba-tiba. Berikut dalam bangunan.
adalah upaya untuk bersiap menghadapi ben- 3. Jangan gunakan lift bila anda di bangunan tinggi.
cana gempa ini. 4. Jangan berdesakan di gang yang sempit, tangga atau
koridor.
PERSIAPAN KELUARGA 5. Jangan berteriak histeris karena akan memancing
1. Perkuat perabot yang berat dan mungkin kepanikan.
roboh dan mengahalangi jalan evakuasi
dengan dibaut di dinding. LAKUKAN
2. Perhatikan penyimpanan barang berharga 1. Tetap tenang.
(komputer dll. di dalam kompartemen/ 2. Tutupi kepala dengan apa saja yang dapat melindungi
meja yang kuat. (bantal, helm, nampan dll) dan lindungi mata dengan
3. Letakkan perabotan / hiasan dinding / siku tangan.
lukisan berat paling tinggi 1,5 meter atau 3. Cari tempat aman misalnya di kolong meja yang kuat
setinggi anak Anda atau diklem di dinding dan bawah kusen pintu (hati-hati ketika di kusen pin-
dengan kuat. tu karena pintu dapat saja menutup dengan keras).
4. Persiapkan lampu darurat yang otomatis 4. Hindari dekat dengan perabot yang roboh (almari,
menyala ketika listrik padam. kabinet, jendela kaca dll).
5. Letakkan gas Elpiji pada tempat yang 5. Sangat beresiko untuk lari ketika goncangan masih
terbuka dan diklem di dinding agar tidak terjadi. Titik paling rawan adalah ketika anda menca-
mudah terguling. pai pintu luar karena dinding dapat saja Anda panik
6. Letakkan barang yang mudah terbakar di dan tidak dapat membuka pintu ketika plafon atau
ruang terpisah. genteng jatuh dan Anda tidak terlindung.
7. Bila Anda memakai mesin pemanas air, 6. Seandainya bangunan mulai roboh, lakukan evakuasi!
klem alat Anda dengan baut hingga me- 7. Bagi yang telah berada di luar rumah, hindari benda-
nembus dinding dan bukan hanya dengan benda yang jatuh (bilboard, genteng, kawat listrik dll).
pfiser.
8. Periksa menara air, bila tanki air berada PERHATIKAN
di dalam rumah (di atap), pindahkan di 1. Cidera sebagian besar disebabkan oleh jatuhan
tempat yang lebih aman, karena beban air elemen bangunan yang bukan struktural (genteng,
akan menambah beban puntiran ketika plafon dll) dan dinding luar.
gempa yang dapat mengakibatkan kegaga- 2. Dinding ruang dalam adalah bagian yang relatif aman
lan struktur bangunan. dibanding dinding luar.
9. Buatlah “KIT BENCANA“ di keluarga 3. Perhatikan seandainya ada kebakaran atau konsleting
Anda, latih prosedur menghadapi bencana, linstrik.
kenalkan anak-anak pada bencana tanpa 4. Perhatikan diri sendiri dahulu dan kemudian meno-
harus menjadikannya sesuatu yang mena- long orang lain.
kutkan. 5. Jangan langsung menelepon kecuali untuk meminta
bantuan untuk menghindari overload jaringan telepon,
lembar ini didukung oleh:
lembaga bantuan arsitektur
jurusan arsitektur
universitas islam indonesia
yogyakarta

pendahuluan
ruang aman
Safe area telepon rujukan penting
(gunakan bila keadaan darurat daja)
Pahami rumah Anda untuk mendapatkan „ruang aman“ RSU. Dr. Sardjito 587 333
dalam kondisi gempa. Karakter struktural rumah Anda RSU. Panti Rapih 514 845
akan sangat menentukan daerah aman dan daerah
RSU. Bethesda 562 246
rawan.
Namun demikian secara umum, ada beberapa ruang RSU. PKU 512 653
aman yang dapat menjadi patokan. Semakin Anda cepat RSU.D Bantul 367 381
Anda dapat mencapai ruang aman semakin sedikit ke- RSUD Sleman 868 437
mungkinan mendapat cidera. RSUD Kulon Progo 773 169
Ruang aman di dalam rumah adalah sebagai berikut: RSUD Gunung Kidul 391 288
> di bawah meja (kolong) yang kuat, termasuk pula di RSUD Kodya Yk 371 195
bed bawah tempat tidur tingkat yang cukup kuat.
RSU DKT Yogyakarta 555 402
> di bawah kusen pintu (hati-hati jangan terjepit daun
RS Mata Yap 584 423
pintu).
> apabila rumah Anda berstruktur dinding dengan PMI (Ambulance) 452 118
penguat beton bertulang, menempel dinding dalam PMI (Pelayanan Ambulance) 412 118
bangunan (pemisah antar ruang, bukan dinding pemi- PLN (Pelayanan Pelanggan) 515 595
sah bangunan dengan ruang luar) adalah daerah yang
relatif aman dibanding dinding keliling rumah. Demi-
kian pula dengan di ruangan yang berdinding empat
sisi yang tidak terlalu besar. Perhatikan apabila mulai
goyah dan runtuh untuk segera evakuasi.

area bahaya
Dangerous area

Ruangan atau area yang berbahaya perlu dikenali se-


hingga dapat dihindari ketika terjadi gempa. LATIHLAH PROSEDUR KESELA-
MATAN DIRI KETIKA GEMPA SETI-
> area jatuhan kabel listrik DAKNYA 2X SETAHUN.
> area luncuran atau rontokan genting, baliho, pot
gantung dari bangunan UTAMAKAN ANAK-ANAK AGAR
> area rubuhan dinding bangunan (terutama bangunan MENGERTI DAN MENJADI RESPON
yang kualitasnya tidak baik) “REFLEK“ KETIKA GEMPA TERJADI.
> dekat dengan kaca (misalnya jendela kaca)
> koridor sempit berdinding menerus (apalagi dinding PAHAMI “RUANG AMAN“ DI
tidak diperkuat dengan beton bertulang) RUMAH ANDA.
> dekat dengan sumber api (gas elpiji, kompor, bensin
dll).
2
perbaikan dan perkuatan
Pada bab ini Anda dapat menemukan berbagai
persoalan kerusakan bangunan akibat gempa
dan penyelesaian kasus-kasus kerusakan ter-
tentu. Perhatikan tipe kerusakan, cara perbai-
kan dan cara perkuatannya agar rumah anda
lebih aman terhadap gempa.

perbaikan
Repairing

Semua langkah yang dimaksudkan untuk men-


gembalikan kekuatan struktur bangunan yang Bangunan tradisional yang terawat dan benar pemasangan
strukturnya mempunyai kemungkinan besar untuk selamat dari
hilang karena gempa ke keadaan semula.
gempa gempa.
Contoh dari langkah ini diantaranya adalah
menambal dinding retak, menambal keretakan
dengan „stitching“ dengan baja (Jawa: sopak),
grouting (suntik) dengan semen atau bahan
perekat lain yang lebih kuat.

perkuatan
Seismic Strengthening / retrofitting

Adalah semua langkah untuk meningkatkan ke-


tahanan terhadap gempa pada suatu bangunan
yang telah jadi.
Contoh perkuatan adalah membuat sabuk ta-
han gempa, mengurangi kelemahan bangunan, Namun dengan perawatan yang buruk dan kesalahan pema-
menghilangkan massa yang terkonsentrasi (ter- sangan struktur, sulit selamat dari gempa gempa.
lalu besar di bagian atas misalnya), menambah
dinding geser (shear walls), menambah kolom,
perkuatan struktur atap dan lantai, memperku-
at hubungan antara atap, dinding dan pondasi
dll.

Bangunan modern pun tak luput dari kerusakan.


Massa yang terlalu besar di bagian atas tanpa
didukung oleh kolom yang diperkuat sangat rentan Keadaan sebelum dan setelah
terhadap gempa. gempa
lembar ini didukung oleh:
lembaga bantuan arsitektur
jurusan arsitektur
universitas islam indonesia
yogyakarta

perbaikan dan perkuatan


3 langkah sebelum perbaikan
atau perkuatan
Pre-evaluation

SATU
lakukan pengecekan sebelum melakukan perbaikan atau
perkuatan.
Periksa hal-hal berikut:
• Lokasi bangunan. Bila lokasi berada di lereng, di pinggir
sungai, di tanah yang telah rekah maka Anda harus me-
manggil konsultan untuk memastikan kondisi aman.
• Jenis material yang dipakai di bangunan untuk memasti-
kan ketersediaan bahan yang sama atau lebih baik.
• Periksa pondasi, jika pondasi telah rusak perbaikan
mungkin membutuhkan biaya besar, keahlian dan alat
khusus. Bangunan non-teknis, walaupun baru, sering tidak
• Periksa secara detail bagian-bagian yang rusak terutama cukup menghadapi gempa karena kesalahan kecil
pada elemen struktur seperti kolom, balok, struktur atap. pada penulangannya. Gambar pertama menunjuk-
Lebih baik berkonsultasi dengan ahli (arsitek, sipil atau kan hubungan antara kolom dan balok atau slof
geoteknik terdekat) untuk mendapatkan gambaran peny- yang patah karena mungkin sekali tidak dirangkai
dengan “besi tulangan penyaluran“. Gambar kedua
elesaian masalahnya.
menunjukkan dinding yang runtuh campuran yang
tidak adekuat dan tidak dilengkapi angkur antara
DUA pasangan batu bata dan rangka beton bertulang-
Periksa tingkat kesulitan, tenaga yang tersedia dan biaya nya.
yang diperkirakan harus disediakan. Utamakan bagian-ba- Bila teknik-teknik ini dipakai mungkin rumah terse-
gian yang paling rawan dan prioritas. but ini selamat dari gempa.

TIGA
Adalah jauh lebih murah untuk mem-
Bila akan melakukan perbaikan atau perkuatan sendiri,
bangun bangunan tahan gempa
periksa penjelasan pada bagian ini untuk memastikan
dibandingkan dengan melakukan
masalah yang Anda hadapi ada di dalam Buku Petunjuk
perbaikan setelah terjadi gempa
ini. Bila tidak ada, mungkin Anda harus memanggil tenaga
ataupun perkuatan setelah bangu-
profesional untuk menanganinya.
nan jadi.

3 tipe bangunan Bangunan Tahan Gempa lebih mahal


Types of building structure kurang lebih 10% daripada yang ti-
Pada Buku Pedoman ini diilustrasikan cara-cara perbaikan dak tahan gempa. Tetapi perbaikan
dan perkuatan untuk tiga macam bangunan yaitu: akan membutuhkan biaya 2 - 3 kali
• bangunan dengan struktur dominan bata. lipat dari biaya itu. Bila perkuatan
• bangunan dengan struktur bata dan beton bertulang. juga dilakukan maka biaya akan
• bangunan dengan struktur dominan kayu. membengkak menjadi 4 - 8 kali lipat!
Untuk bangunan dengan material kombinasi, Anda harus (Arya, 2000).
memeriksa dengan teliti kecocokannya.
2.1
pemeriksaan bangunan
pemeriksaan kerusakan
Building Damage Asessment

Langkah-langkah yang diperlukan untuk men- Dinding retak diagonal, plesteran


entukan kelayakan huni sebuah bangunan yang jatuh yang menandakan kerusakan
terkena dampak gempa. Penilaian ini sangat di- tingkat 2. Bila dinding cenderung mi-
perlukan untuk mengidentifikasi tindakan apa ring maka termasuk kerusakan tingkat
yang harus dilakukan terhadap bangunan yang 3 yang butuh perbaikan serius.
rusak tersebut.

Tabel IDENTIFIKASI MANDIRI KERUSAKAN


BANGUNAN dimaksudkan untuk membe-
ri arahan penilaian kerusakan tersebut secara
Dinding dengan perkuatan beton
mandiri walaupun sebaiknya dilakukan oleh pi-
bertulang akan lebih kuat menahan
hak yang mengerti bangunan. Mintalah bantuan gempa. Dinding dapat retak tetapi
bila anda tidak memahami istilah dan bagian-ba- struktur secara keseluruhan masih
gian bangunan yang tertera di tabel tersebut. utuh yang tidak membahayakan.
TABEL IDENTIFIKASI MANDIRI KERUSAKAN BANGUNAN
Building Damage Self-Asessment
NO. JENIS KERUSAKAN YA TIDAK
1. Apakah penutup atap jatuh atau melorot?
2. Apakah plesteran retak-retak dan jatuh?
3. Apakah dinding retak-retak diagonal?
4. Apakah terjadi keretakan pada sudut-sudut bukaan (jendela dan pintu)?
5. Apakah dinding cenderung terpisah satu bidang dengan bidang lainnya
6. Apakah sudut-sudut dinding mengalami retak dan kehancuran?
7. Apakah ada dinding yang cenderung runtuh/miring?
8. Apakah kerangka atap lepas dari landasannya atau patah sambungannya?
9. Apakah hubungan antara kolom kayu dan blandar yang lepas atau patah?
10. Apakah ada kolom yang lepas dari pondasi?
11. Apakah sebagian besar kolom miring atau cenderung jatuh?
12. Ada keretakan di ujung-ujung beton (ujung bawah/atas kolom, ujung balok)
13. Ada beberapa kolom beton yang pecah hingga tulangannya keluar / putus?
14. Ada pondasi yang retak, bercelah atau amblas?
15. Ada bagian besar bangunan yang miring?

JUMLAHKAN JENIS KERUSAKAN


Dikembangkan oleh Lembaga Bantuan Arsitektur Jurusan Arsitektur Universitas Islam Indonesia)
lembar ini didukung oleh:
lembaga bantuan arsitektur
jurusan arsitektur
universitas islam indonesia
yogyakarta

perbaikan dan perkuatan


klasifikasi kerusakan
Damage Classification

Bila dari Tabel IDENTIFIKASI MANDIRI KERUSAKAN BANGUNAN Anda mendapati


“YA“ kurang dari 5 dan berada di batas area hijau, kemungkinan besar bangunan yang
dinilai masih berada di Tingkat Kerusakan 1 atau 2. Namun bila Anda mendapati antara
5 sampai 10 maka kemungkinan besar bangunan cukup rawan dengan Kerusakan 2
sampai 4. Bila lebih dari 10 maka kemungkinan terbesar adalah rusak berat yang ham-
pir pasti berada pada Tingkat Kerusakan 4 atau lebih.

TABEL TINGKAT KERUSAKAN BANGUNAN


Building Damage Classification
Kerusakan Deskripsi Langkah Pasca Gempa
Tingkai 0 Tidak Tidak mengalami kerusakan Tidak ada yang perlu dilakukan
(Grade 0) Rusak
Tingkat 1 Rusak Keretakan kecil di dinding, ada Bangunan tidak perlu dikosongkan. Per-
(Grade 1) Sangat plesteran dinding yang jatuh, ada baikan dapat dilakukan sendiri.
Ringan bagian kecil genteng atap melorot
atau lepas.
Tingkat 2 Rusak Ada keretakan cukup besar di din- Bangunan tidak perlu dikosongkan. Per-
(Grade 2) Ringan ding namun tidak menyeluruh, ada baikan segera dilakukan dapat dilakukan
bagian pasangan tembok yang jatuh. sendiri dan tidak terlalu mendesak.
Ada bagian cukup besar penutup
atap yang jatuh, kaca pecah tetapi
kusen utuh,
Tingkat 3 Rusak Terdapat celah dan retak di seba- Bangunan harus dikosongkan dan diper-
(Grade 3) Sedang gian besar dinding, ada sebagian ele- baiki oleh orang yang ahli (tukang). Di-
men struktur (kolom, dinding luar, prioritaskan perkuatan di bagian struk-
kerangka atap) yang rusak. Kemam- tural, misalnya di bagian kolom atau
puan struktur untuk mendukung dinding yang rusak.
beban sudah berkurang
Tingkat 4 Rusak Timbul celah di banyak bagian di Bangunan harus dikosongkan. Pertim-
(Grade 4) Berat dinding, ada bagian dari dinding bangan untuk perbaikan atau diroboh-
yang hancur, bagian-bagian bangu- kan sangat tergantung pada nilai ban-
nan kehilangan kesatuannya (misal- gunan. Bangunan bernilai sejarah dan
nya: kusen lepas dari dinding, kolom budaya misalnya harus diusahakan un-
lepas dari balok dan pondasinya, tuk tetap dipertahankan dengan perbai-
dinding satu lepas dari dinding yang kan besar yang harus melibatkan tenaga
lain). profesional.
Tingkat 5 Runtuh Bangunan hancur total, atau ada Memeriksa apakah struktur pondasi ma-
(Grade 5) sebagian besar hancur dan sebagian sih dapat dipakai atau tidak. Bila pondasi
kecil lainnya masih berdiri namun juga mengalami kerusakan maka diper-
mencapai tingkat kerusakan 4. lukan perencanaan bangunan baru yang
memakai kaidah bangunan tahan gempa
Diadopsi dari Great (Gujarat Relief Engineering Advice Team)
2.2
pemeriksaan kerusakan bangunan
Lokasi
No: Tanggal: Jam:

1. Data Umum Bangunan


a. Nama Bangunan :……………………………………………………………..
b. Alamat :.…………………………………………………………….
c. Nama Pemilik :.…………………………………………………………….
d. Kontak Person :.…………………………………………………………….
e. Fungsi Bangunan :.…………………………………………………………….
f. Jenis Struktur Utama :
� 1.Beton Bertulang � 2. Kayu � 3. Batubata � 4. Campuran….. � 5. Lainnya…...
g. Jumlah Lantai :.…………………………………………………………….
h. Jenis Pondasi :
� 1. Menerus � 2. Titik (umpak) � 3. Campuran………… � 4. Lainnya……………
i. Tahun/umur bangunan: .……………………………………………………………
2. Lampirkan Sketsa Denah dan Potongan
3. Pondasi
a. Kondisi Tanah :
� 1. Normal � 2. Retak-retak � 3. Bergeser � 4. Hancur
b. Kondisi Pondasi :
� 1. Tidak Rusak � 2. Retak2 kecil � 3. Retak2 besar � 4. Lepas � 5. Hancur
4. Struktur Utama
a. Tumpuan pada pondasi:
� 1. Tidak Rusak � 2. Retak2 kecil � 3. Retak2 besar � 4. Lepas � 5. Hancur
b. Struktur Utama:
� 1.Beton � 2. Kayu (baja) � 3. Batubata � 4. Campuran….. � 5. Lainnya…...
b.1. Beton Bertulang (baik pada kolom, balok dan pertemuannya)
� 1. Tidak Rusak � 2. Retak2 kecil � 3. Retak2 besar � 4. Bata terurai � 5. Runtuh
b.2. Kayu (baja)
� 1. Tidak Rusak � 2. Berubahbentuk � 3. Patah Elemen � 4. Bergeser � 5. Runtuh
b.3. Batu-bata
� 1. Tidak Rusak � 2. Retak2 kecil � 3. Retak2 besar � 4. Bata terurai � 5. Runtuh
c. Sketsa Kerusakan:
5. Struktur Atap
a. Struktur Utama Atap:
� 1.Kayu (baja) � 2. Beton � 3. Gunung2 � 4. Campuran….. � 5. Lainnya…...
a.1. Rangka Kayu (baja):
� 1. Tidak Rusak � 2. Berubahbentuk � 3. Patah Elemen � 4. Bergeser � 5. Runtuh
a.2. Rangka Beton:
� 1. Tidak Rusak � 2. Retak2 kecil � 3. Retak2 besar � 4. Patah � 5. Runtuh
a.3. Gunung-gunung:
� 1. Tidak Rusak � 2. Retak2 kecil � 3. Retak2 besar � 4. Bata terurai � 5. Runtuh
b. Sketsa kerusakan:
perbaikan d a n p e r k u at a n
6. Komponen Non-Struktural
a. Penutup Atap:
� 1.Tidak rusak � 2. 0-10% lepas � 3. 10-50% lepas � 4. 50-100% lepas
b. Lantai:
� 1.Tidak rusak � 2. retak kecil � 3. retak besar � 4. hancur
c. Dinding:
� 1.Tidak rusak � 2. retak kecil � 3. retak besar � 4. hancur
7. Lainnya:

8. Penilaian:
Setelah dilakukan penelitian yang seksama pada bangunan di atas, maka diambil kesimpulan bahwa
bangunan ini mengalami tingkat kerusakan:

Catatan: Tingkat kerusakan didasarkan pada lima kategori sebagai berikut


Tingkat Kerusakan Rekomendasi
Kategori 1 : Tidak Rusak – Sangat kecil mengalami kerusakan Bangunan masih dapat dipakai dengan perbaikan kecil
Kategori 2 : Kerusakan ringan sampai sedang Bangunan memerlukan perbaikan kecil pada sistem struktur
dan perbaikan sedang pada elemen non struktural
Kategori 3 : Kerusakan sedang sampai agak berat Bangunan memerlukan perbaikan besar pada sistem struktur
Kategori 4 : Kerusakan berat sampai sangat berat Bangunan memerlukan perbaikan besar serta tambahan
pada sistem struktur
Kategori 5 : Kerusakan sangat berat sampai runtuh total Bangunan tidak dapat dipakai lagi
Penilaian tingkat kerusakan ini berdasarkan pada temuan kondisi maksimal yang terpenuhi pada
bangunan pada tabel utama berwarna abu-abu di atas. Satu temuan maksimal akan menentukan kategori
kerusakannya.

9. Rekomendasi dan catatan

……………………., ………………..2006
Peneliti,
2.2.1
perbaikan bangunan batu bata
kerusakan pada dinding
Damage on Wall

Sangat umum ditemukan kerusakan pada din-


ding batu bata berupa keretakan. Bila Anda
menemukan kerusakan seperti ini maka Anda
dapat menemukan cara perbaikan pada lem-
bar ini.

perbaikan keretakan
dinding Jenis kerusakan
Crack repairing dinding berupa patah
pada siar atau patah
RETAK KECIL diagonal.
Untuk retak kecil yang mempunyai lebar celah
antara 0.075 cm dan 0.6 cm), maka Anda da-
pat melakukan perbaikan sebagai berikut: Perbaikan pada
1.. Plesteran lama disekitar retak dikupas, lalu dinding den-
retak diisi dengan air semen. gan melakukan
2. Setelah dinding rapat, dinding diplester pengisian bagian
kembali dengan campuran spesi 1 semen yang retak (tidak
banding 3 pasir. dalam) dengan
adukan semen.
RETAK BESAR
Untuk retak kecil yang mempunyai lebar celah
lebih dari 0.6 cm, maka Anda dapat melakukan
perbaikan sebagai berikut:
1. Plesteran lama disekitar retak dikupas, lalu
retak diisi dengan air semen.
2. Setelah celah rapat,, pada bagian bekas re-
takan dipasang kawat anyaman yang dipaku
kuat.
3. Setelah itu, dinding diplester kembali den-
gan campuran 1 semen banding 3 pasir.

Bila retak cukup besar maka Anda harus melakukan perbaikan


dengan menambah kawat ayam pada bagian retak yang telah
rapat ditutup dengan semen.
lembar ini didukung oleh:
lembaga bantuan arsitektur
jurusan arsitektur
universitas islam indonesia
yogyakarta

perbaikan dan perkuatan


PERKUATAN DENGAN PE-
MASANGAN
NGAN ANGKUR DIN- perkuatan dinding
DING DENGAN RANGKA Wall strengthening
BETON

Untuk memperkuat dinding, Anda dapat me-


lakukan langkah-langkah sebagai berikut:

SATU
Dengan membuat balok pondasi, balok
keliling, dan kolom praktis lengkap dengan
angkur-angkur setiap 6 lapis bata ke dinding
yang baru. Panjang angkurnya minimal 30 cm.

Kerusakan seperti ini dapat diperbaiki dengan membuat struktur tambahan beton bertulang (kolom)
DUA
kemudian dilakukan pengangkuran pada tambalan dinding. Menambahkan/menebalkan batu bata pada
PERKUATAN DENGAN PENEBALAN sisi-sisi luar rumah yang dimaksudkan seba-
DINDING BATU BATA gai perkuatan kolom bata dan untuk perkua-
dinding bata lama Penebalan dinding dapat tan penopang atap.
dinding bata
baru dilakukan di titik-titik
tertentu, misalnya setiap TIGA
3 meter lari panjang Membuat “sabuk gempa“ yaitu menambah-
dinding.
kan kawat ayam yang dililit melingkar dinding
dinding bata lama Antara dinding lama
dengan dinding pene- bangunan yang kemudian ditutup dengan
dinding bata baru
balan harus diangkur plesteran.
dinding bata lama / dikunci. Ppenebalan
dapat pula dilakukan EMPAT
dari dalam (misalnya di Selain dengan perkuatan sabuk gempa, kawat
luar untuk lorong antar
dinding bata baru ayam juga dapat digunakan untuk pekuatan di
bangunan).
sisi-sisi/jeda antara pintu dengan jendela yang
kemudian ditutup kembali dengan plester.
PERKUATAN DINDING DENGAN KAWAT AYAM

KETERANGAN Material yang dibutuhkan:


1. pintu - Spesi untuk perbaikan retak: 1 se-
2. jendela
3. kawat ayam men : 3 pasir
4. sabuk gempa - Kawat ayam
5. sabungan antar kawat ayam
- Angkur besi panjang minimal 30
cm diameter 10 mm.
PERKUATAN SABUK GEMPA
KETERANGAN Rujukan
1. dinding 1). SNI 03-1727 Tata Cara Perencanaan Pembebanan untuk
2. pintu Rumah dan Gedung
3. jendela 2). SNI 03-1726 Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa un-
4. sabuk gempa tuk Rumah dan Gedung,
5. sambungan antar kawat ayam 3). Pt-T-02-2000-C Tata Cara Perencanaan Rumah Sederhana
6. plesteran dalam Tahan Gempa.
7. plesteran luar 4). SNI 03-1726 Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa un-
tuk Rumah dan Gedung,
2.2.2
perbaikan bangunan batu bata
perbaikan kerusakan
pada pertemuan din-
ding
T joint repairing

Apabila Anda menemukan kerusakan pada


pertemuan antar dinding (sambungan T)
diperlukan perbaikan dan perkuatan sebagai
berikut:

SATU
Bongkar dinding lama secukupnya kurang PRINSIP PERBAIKAN
lebih 60 cm pada titik pertemuan dinding
tanpa kolom yang tidak lepas / jatuh untuk
dipasang kolom beton ditengahnya.

DUA
Kolom beton diberi perkuatan dengan me-
nambahkan stek angkur besi berdiameter
minimal 8 mm, yang berfungsi menyatukan
pesambungan dinding (sambungan T).

TIGA
Stek angkur tersebut dipasang menerus
keatas dengan jeda antar batanya 6 bata dan
panjang stek yang mengikat bata dihitung dari
sisi luar kolom 30 cm.

EMPAT
Kemudian pasang kembali bata baru yang
kesemuanya mengikat pada kolom yang
ditengah dimana stek memiliki fungsi sebagai
pengikat antar dinding bata. DETAIL

kolom beton dinding baru


dinding yang di-
bongkar

stek diameter 8 60 cm 60 cm

dinding lama

30 cm 30 cm
lembar ini didukung oleh:
lembaga bantuan arsitektur
jurusan arsitektur
universitas islam indonesia
yogyakarta

perbaikan dan perkuatan


PERKUATAN DENGAN perkuatan pada
ANGKUR
pertemuan dinding
T joint strenghthening

PERKUATAN DENGAN Anda dapat melakukan dua langkah perkua-


ANGKUR tan.

SATU
Memberikan angkur pada kolom beton se-
bagai upaya perkuatan untuk mengikat antar
pertemuan dinding dengan jarak antar angkur
6 batu bata.

DUA
Pada ujung dinding (misalnya pada teras
seperti pada denah di samping) bata dapat
jarak antar angkur ada-
lah 6 bata. tambahkan kolom tulangan sebelumnya dan
kemudian ditimbun dengan semen dan bata
Dipasang angkur besi
sebagai perkuatan kembali.

Bahan Material :
- Spesi 1 semen : 2 pasir
- Kolom beton 1 semen : 2 pasir : 3 kerikil
- Stek berdiameter minimal 8 mm.
sambungan antar sudut - angkur besi panjang minimum 30 cm

sambungan dinding T
Rujukan

1). SNI 03-1726 Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa un-


Penambahan tulangan tuk Rumah dan Gedung.
pada beberapa jenis per- 2). SNI 03-1727 Tata Cara Perencanaan Pembebanan untuk
Rumah dan Gedung
temuan dinding sebelum 3). SNI 03-1726 Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa un-
ditutup dengan bata dan tuk Rumah dan Gedung,
semen kembali 4). Pt-T-02-2000-C Tata Cara Perencanaan Rumah Sederhana
Tahan Gempa
2.2.3
perbaikan bangunan batu bata
bat
perbaikan dinding Sebagian dinding
runtuh hingga satu sisi retak
Collapssing wall repairing besar, rusak berat
hingga runtuh sebagi-
Ada kalanya dinding tidak hanya retak an sedang bangunan
tetapi juga runtuh terutama pada bagi- secara keseluruhan
an dinding batu atau bata dengan spesi masih utuh. Kerusa-
kurus (dengan sedikit atau tanpa semen). kan ini dapat diper-
baiki dan diperkuat
Bila runtuh dinding tersebut tidak dengan langkah-lang-
mempengaruhi sistem struktur secara kah pada halaman ini.
keseluruhan, maka dapat diperbaiki dan
diperkuat dengan langkah sebagai beri-
kut:

SATU
Bersihkanlah terlebih dahulu puing-puing
sisa reruntuhan. Sangga/sokong bagian-
bagian yang perlu, misalnya rangka atap
atau plafond. Bila ada bagian besar dalam
satu bidang yang retak atau runtuh,
mungkin lebih baik diganti seluruh sisi
dinding tersebut.

DUA
Tata kembali letak penempatan dinding
dengan memasang bata atau batu dengan
perekat campuran semen, pasir, air dan
sedikit saja kapur. Usahakan pada saat
memasang bata atau batu jangan sampai
terjadi siar.

TIGA
Jangan lupa untuk mengunakan tali pe-
lurus yang dipasang diantara dua kolom
sebagai panduan supaya pasangan batu
atau bata dapat berdiri secara datar dan
tegak lurus.

EMPAT
Selain itu, kita juga dapat memperkuat
penempelan bata dengan menambah-
kan tulangan berupa kawat ayam yang
dipasangkan horisontal pada celah antar
bata yang saling menempel.
lembar ini didukung oleh:
lembaga bantuan arsitektur
jurusan arsitektur
universitas islam indonesia
yogyakarta

perbaikan dan perkuatan


perkuatan dinding runtuh
Collapssing wall strenghtening

Untuk memperkuat dinding yang telah diperbaiki


ataupun dinding yang masih utuh untuk menghada-
pi gempa dapat dilakukan langkah perkuatan seba-
gai berikut:

SATU
Lapisilah dinding batu atau bata anda dengan kawat
ayam 50mm x 50 mm yang dipasang vertikal searah DETAIL
dengan dinding sebelum akhirnya diaci/diplester P E R K U ATA N
dengan campuran plester 1 semenmen : 2 pasir
pasir. DINDING

DUA Pot. dinding


Pada ujung kolom ikat salah satu ujung kawat ayam
dengan stek diameter minimal 8 mm dengan jeda
antar bata adalah 6 bata.

PERBAIKAN
DAN PERKUA-
TAN DINDING
YANG RUSAK
SPORADIS (TAK
BERATURAN)

Bahan Material :
3
1. batu atau bata.
2. semen, pasir, sedikit kapur
kapur, air untuk
campuran perekat
3. tali pelurus
4. kawat ayam
5. bahan plester memakai 1 semen : 2
pasir

keterangan Rujukan
1. kawat ayam 50mm x 50mm 1). SNI 03-1726 Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa un-
2. plester 1 semen : 2 pasir tuk Rumah dan Gedung.
3. ring balk 2). SNI 03-1727 Tata Cara Perencanaan Pembebanan untuk
4. stek penyambung kawat Rumah dan Gedung
3). SNI 03-1726 Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa un-
5. steek 8 mm penyambung di- tuk Rumah dan Gedung,
area pojok. 4). Pt-T-02-2000-C Tata Cara Perencanaan Rumah Sederhana
Tahan Gempa
2.3.1
perbaikan bangunan rangka beton
kerusakan umum pada
bangunan rangka beton

Gejala umum kerusakan struktur pada bangu-


nan beton bertulang akibat gempa utama ter- A
jadi pada sambungan-sambungan. Seperti ter-
lihat pada gambar, sambungan antara kolom
dengan balok, kolom/atau balok utama dengan
balok lantai dan patahnya kolom. Hal ini bia-
saya disebabkan karena kesalahan penulangan
atau karena beban gempa yang terlalu besar. B C
Bila kondisi seperti ini Anda temui, maka per-
baikannya dapat dilakukan dengan cara-cara
yang dipaparkan di bagian ini.

perbaikan detail A

SATU
Bersihkan beton yang rusak dari
kolom / balok sehingga tulangan
kelihatan. Sangga dengan pendu-
kung agar selama proses perbaikan
tidak terjadi lendutan.

DUA
Pasang papan bekisting pada ba-
gian yang rusak atau retak.

TIGA
Campurkan beton dengan perban-
dingan 1 semen : 2 pasir : 3 kerikil.

EMPAT
Cor campuran beton pada kolom
yang telah diberi papan bekisting.

LIMA
Tutup pakai papan selama paling ti-
dak 14 hari baru kemudian dilepas.
lembar ini didukung oleh:
lembaga bantuan arsitektur
jurusan arsitektur
universitas islam indonesia
yogyakarta

perbaikan dan perkuatan


perbaikan detail B / C
UNTUK DETAIL C: TAHAP 2
kerusakan hampir Kupas
Kerusakan
sama hanya di bagi- beton dan
an balok yang rusak. bersihkan

TAHAP 1
Pasang TAHAP 3
penyangga Perbaiki
tulangan
dan pasang
bekisting

SATU
Beri penyangga (minimal dengan kayu-kayu beru-
kuran 6x10 cm). Kemudian susun papan bekis-
ting di kolom dan sambungan yang rusak.

DUA
ganti tulangan UNTUK DETAIL C:
Bersihkan beton/tulangan yang rusak sampai tu-
rusak, sambung sesuaikan bekisting
langan kelihatan.Pembobokan hanya bagian yang
dengan las atau dan tulangan den-
rusak saja.
kawat dan gan balok yang yang
beri penyaluran rusak. TIGA
minimal 40cm Perbaiki tulangan yang bengkok, ganti tulangan
yang rusak atau patah dengan yang baru minimal
dengan ukuran tulangan yang lama. Tulangan baru
dan lama dapat dirangkai dengan las atau pun
TAHAP 5 TAHAP 4 Lobangi plat kawat.
cor dari sini
EMPAT
Buat lobang di pelat lantai yang dipakai untuk
mengecor. Lobang ini kemudian ditutup bersa-
maan dengan pengecoran.
TAHAP 6 LIMA
Buka bekis- Cor dengan campuran perbandingan 1 semen : 2
ting pasir : 3 kerikil.

ENAM
Tunggu hingga paling tidak 14 hari sebelum be-
kisting dibuka.
4.
skema pendampingan
tujuan pendampingan rakat harus didampingi, untuk masyarakat
Aims yang sudah mampu bisa untuk melakukan
sendiri proses rahabilitasi dan rekonstruk-
Pendampingan ditujukan untuk memberi si.
fasilitas dan bantuan teknis kepada masyara- 2. Identifikasi pendamping / lembaga pe-
kat agar secara swadaya dan swakelola untuk nyedia pendamping ketersediaan tenaga
mendapat tempat tinggal/rumah dan lingkun- pendamping dan Lembaga yang memiliki
gannya yang: pendamping dan dampingan.
1. layak desain (aspek sosial & kultural as- 3. Penentuan Kompetensi Pendamping ter-
pek) masuk di dalamnya adalah untuk pening-
2. layak konstruksi tahan gempa katan kemampuan Pendamping (persiapan,
3. legal karena berijin dan jelas status kepe- training dll)
milikannya 3. Identifikasi teritori: pendampingan akan
4. mendapat kemudahan akses pendanaan meliputi beberapa level misalnya lembaga
(bantuan ataupun swadana). di tingkat kecamatan dan kelurahan/desa.
Untuk kondisi-kondisi tertentu tidak
menutup kemungkinan suatu wilayah
proses pendampingan dampingan/Kelurahan akan difasilitasi oleh
Process konsorsium beberapa beberapa lembaga.
1. Penentuan / penyepakatan Kelompok sa- 4. Koordinasi dengan pemerintah local dan
saran karena tidak semua wilayah/masya- instansui terkait.

skema
pendampingan
Aims
skema pendampingan
skema forum pendampingan
Forum

izin membangun bangunan cepat


Building Permit
5
organisasi dan relawan
UNITED NATIONS DEVELOPMENTPROGRAME - ERTR Emer- UN. HABITAT – PBB
gency Response and Transitional Recovery Menara Thamrin Bldg, 14th Floor
Jl. Kesatria No. 6 Geuceu Komplek, Banda Aceh Jl. Thamrin Kav.3, Jakarta 10250 Indonesia
Contacts Person: Robin Willison 081396401930 Contacts Person : Anindito Tlp. 08551036153
Clarence Shubert 08121056916 www://unhabitat.org;www.undp.org
email : robin.wilson@undp.org
email : clarence_shubert@yahoo.com
IKATAN ARSITEK INDONESIA (IAI) IKATAN ARSITEK INDONESIA, IAI - DIY
Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 53 Jakarta Jl. Kemetiran Kidul No. 54 Jogjakarta
www.iai.or.id Contacts Person: Munichy B. Edrees.
Contacts Person : Asfarinal , tlp. 08158792396
HABITAT FOR HUMANITY COMBINE RESOURCE INSTITUTION
Jl. Pandega Asih II No 426 Jogjakarta Jl. Ngadisurya 26 Jogjakarta JOGJAKARTA
Contacts Person : Ir. Edward S Tlp. 0811253438 telpon 0274 – 418929
www.habitatindonesia.org Contacts Person : Imam Prakosa 0811256903
www.combine.or.id www.saksigemps.org
POSKO UGM CENTER FOR UNIVERSAL DESIGN & DIFFABILITY
Jl. Bulak-sumur A-11 Jogjakarta - Indonesia
Contacts Person
CENTER FOR HERITAGE & CONSERVATION UGM – JOGJA JURUSAN TEKNIK SIPIL UNIVERSITAS GADJAH MADA
Jl. Grafika No. 2 Jogjakarta 55281 Indonesia
Contacts Person: Nizam .
JARINGAN RELAWAN JOGJAKARTA YAYASAN PONDOK RAKYAT JOGJAKARTA
Jl. Krasak 11 Kotabaru 55224 Jl. Nagan Cor 19 Jogjakarta (0274) 372525
Contacts Person : Eko Prastowo 0811259383 Contacts Person: Kusen 081392186027, Yosi 08121578398.
www:jogjacare.org www.ypr.or.id
YAYASAN GRIYA MANDIRI JOGJAKARTA SUARA KORBAN BENCANA JOGJAKARTA
Jl. Pandu No. 138 RT.9 RW.23 Panggungsari, Ngaglik Sleman. 0274- Jl. Pangkur No 19, Ganjuran Manukan Condongcatur, Depok,
4463832 Contacts Person: Endah Setyawati081328017566, Wijang Sleman Jogjakarta. Contacts Person : Tomo 0818260261
Wijanarko 08164271114. email: ygmdiy@indosat.net.id
LEMBAGA BANTUAN HUKUM JOGJAKARTA
Jl. H. Agus Salim No 36 Jogjakarta 55262
Contacts Person : Muh. Irsyad Thamrin 08164266208
Email : bintangkiri@yahoo.com
JURUSAN ARSITEKTUR JURUSAN ARSITEKTUR UNIVERSITAS ATMAJAYA
AKADEMI ARSITEKTUR YKPN YOGYAKARTA Jl. Babarsari 44 Jogjakarta Tlp. 0274 - 487711
Contacts Person : Purwanto Hadi 08157920871
JURUSAN ARSITEKTUR JURUSAN ARSITEKTUR UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA
UNIVERSITAS GADJAH MADA Kampus Terpadu
Jl. Grafika No. 2 Jogjakarta 55281 Indonesia Jl. Kaliurang km 14,4 Sleman Jogjakarta
Contacts Person: Ikaputra 08156810085 Contacts Person: Prihatmaji 08164226455
Email: ikaputra@ugm.ac.id www:uii.ac.id
JURUSAN ARSITEKTUR JURUSAN ARSITEKTUR
UNIVERSITAS KRISTEN DUTA WACANA (UKDW) UNIVERSITAS TEKNOLOGI YOGYAKARTA (UTY)

JURUSAN ARSITEKTUR
UNIVERSITAS KRISTEN IMANUEL (UKI) JAKARTA