Anda di halaman 1dari 10

LAPORAN TETAP PRAKTIKUM BIOKIMIA I

I. II. III. Nomor Percobaan Nama Percobaan Tujuan Percobaan : 5 : Lipid :

Menguji kelarutan lemak dan minyak pada berbagai jenis pelarut. Menentukan bilangan penyabunan suatu lemak/minyak. IV. Dasar Teori Lipida (dari kata Yunani, Lipos, lemak) dikenal oleh masyarakat awam sebagai minyak (organik, bukan minyak mineral atau minyak bumi), lemak, dan lilin. Istilah "lipida" mengacu pada golongan senyawa hidrokarbon alifatik nonpolar dan hidrofob, yang esensial dalam menyusun struktur dan menjalankan fungsi sel hidup. Karena nonpolar, lipida tidak larut dalam pelarut polar, seperti air atau alkohol, tetapi larut dalam pelarut nonpolar, seperti eter atau kloroform. Lemak atau Lipid tidak sama dengan minyak. Orang menyebut lemak secara khusus bagi minyak nabati atau hewani yang berwujud padat pada suhu ruang. Lemak juga biasanya disebutkan kepada berbagai minyak yang dihasilkan oleh hewan, lepas dari wujudnya yang padat maupun cair. 1 gram lemak menghasilkan 39.06 kjoule atau 9,3 kcal. Lemak terdiri atas unsur-unsur karbon, hidrogen, dan oksigen. Lipid tidak memiliki struktur umum tunggal. Lipid yang paling sering terjadi adalah trigliserida dan fosfolipid. Trigliserida adalah lemak dan minyak. Trigliserida memiliki tulang punggung gliserol terikat tiga asam lemak. Jika tiga lemak yang serupa maka trigliserida ini dikenal sebagai trigliserida sederhana. Jika asam lemak tidak sama maka asam lemak yang dikenal sebagai trigliserida campuran. Lipid yang sangat beragam di kedua struktur masingmasing dan fungsi . Senyawa ini beragam yang membentuk keluarga lipid begitu dikelompokkan karena mereka tidak larut dalam air. Namun mereka larut dalam pelarut organik lainnya seperti eter , aseton dan lipid lainnya . Kelompok lipid utama meliputi lemak , fosfolipid , steroid dan lilin . Sifat-Sifat Lipid Tidak larut dalam air Larut dalam pelarut organik seperti eter, kloroform, dan benzena

Sifat dan Ciri -Ciri Karena struktur molekulnya yang kaya akan rantai unsur karbon (-CH2-CH2CH)maka lemak mempunyai sifat hydrophob. Ini menjadi alasan yang menjelaskan sulitnya lemak untuk larut di dalam air. Lemak dapat larut hanya di larutan yang apolar atau organik seperti: eter, Chloroform, atau benzol. Jenis Lipid Lipid Sederhana atau Homolipids. Lipid sederhana adalah ester asam lemak dengan berbagai alkohol. Lemak dan Minyak (trigliserida dan triasilgliserol) ini adalah ester asam lemak dengan trihidroksi alkohol, gliserol. Sebuah lemak padat pada suhu kamar biasa, minyak yang berbentuk cair. Trigliserida Sederhana - trigliserida sederhana adalah salah satu di mana tiga asam lemak radikula sama atau dari jenis yang sama. Contoh: Tristearin, triolein. Campuran Trigliserida adalah salah satu di mana tiga asam lemak radikula yang berbeda satu sama lain. Contoh: distearo-olein, dioleo-palmitin. Lilin adalah ester asam lemak dengan berat molekul tinggi alkohol monohidroksi. Contoh: Lilin lebah, lilin Carnauba.

Senyawa Lipid atau Heterolipids Heterolipids adalah ester asam lemak dengan alkohol dan memiliki kelompok tambahan juga. Fosfolipid atau Phosphatids adalah senyawa yang mengandung asam lemak dan gliserol selain asam fosfat, basa nitrogen dan substituen lainnya. Mereka biasanya memiliki satu kepala hidrofilik dan belakangnya ekor non-polar. Mereka disebut lipid polar dan amphipathic di alam. Fosfolipid dapat phosphoglycerides, Phosphoinositide dan phosphosphingosides.

Phosphoglycerides adalah fosfolipid utama, mereka ditemukan dalam membran. Ini berisi molekul asam lemak yang diesterifikasi dengan gugus hidroksil dari gliserol. Kelompok gliserol juga membentuk hubungan dengan ester asam fosfat. Contoh: Lecithin, sefalin.

Phosphoinositide dikatakan terjadi pada fosfolipid jaringan otak dan kedelai. Peran penting lapisan dalam proses transportasi dalam sel. Phosphosphingosides biasanya sfingomielin. Glikolipid adalah senyawa asam lemak dengan karbohidrat dan mengandung nitrogen tapi tidak ada asam fosfat. Para glikolipid juga termasuk senyawa yang terkait secara struktural tertentu yang terdiri dari kelompok gangliosides, sulpholipids dan sulfatids. ditemukan dalam jaringan saraf. Contoh:

Lipid Turunan Lipid Turunan adalah zat yang berasal dari lipid sederhana dan senyawa dengan hidrolisis. Ini termasuk asam lemak, alkohol, monogliserida dan digliserida, steroid, terpen, karotenoid. Yang paling umum lipid diperoleh adalah steroid, terpene dan karotenoid. Steroid tidak mengandung asam lemak, mereka nonsaponifiable, dan tidak terhidrolisis pada pemanasan. Mereka tersebar luas pada hewan, di mana mereka berhubungan dengan
3

proses fisiologis. Contoh: Estranes, androstranes, dll. Terpen mayoritas ditemukan pada tumbuhan. Contoh: Karet alam. gernoil, dll. Karotenoid adalah tetraterpenes. Mereka

tersebar luas di kedua tumbuhan dan hewan. Mereka eksklusif yang berasal dari tumbuhan. Karena adanya banyak ikatan ganda terkonjugasi, mereka berwarna merah atau kuning. Contoh: Lycopreene, karoten, xanthophylls. Asam lemak esensial adalah mereka yang tidak dapat dibangun melalui jalur kimia, diketahui terjadi pada manusia. Mereka harus diperoleh dari makanan. Asam linoleat dan asam linolenat adalah asam lemak esensial. Asam lemak non-esensial adalah mereka yang tidak perlu diambil melalui makanan, mereka disintesis melalui jalur kimia. Asam lemak tak jenuh memiliki satu atau lebih ikatan ganda antara atom karbon. Atom karbon belakangnya terikat satu sama lain melalui ikatan ganda dan dapat terjadi dalam konfigurasi cis atau trans. Asam lemak jenuh rantai panjang asam karboksilat dan tidak memiliki ikatan ganda. Contoh: asam arachidic, asam palmitat, dll V. Alat dan Bahan Pemeriksaan kelarutan lemak Minyak goreng, mentega Bensin, air, alkohol 95%, NaOH 1 N Tabung reaksi, pipet ukur

Reaksi penyabunan dan sifat-sifat asam lemak Larutan NaOH 1 N, HCl 1 N, etanol 96%, bensin Beker gelas, erlenmeyer, batang pengaduk Minyak goreng

Penentuan Kadar Lemak Susu VI. Asam sulfat 90% Amil Alkohol Tabung butirometer Gerber Sentrifuge gerber berdiameter 50 cm Pipet volumerti 10,75 ml

Prosedur Percobaan Pemeriksaan kelarutan lemak

1. Siapkan 5 buah tabung reaksi yang bersih dan kering 2. Tambahkan pada masing-masing tabung reaksi 1 ml minyak goreng, kemudian dicampurkan dengan sebagai berikut: tabung I : ditambah 1 ml air tabuung II : ditambah 1 ml bensin tabung III : ditambah 1 ml alkohol 96% tabung IV : ditambah 1 ml NaOH

3. aduk-aduk sampai homogen. Diamkan beberapa menit dan amati serta catat perubahan yang terjadi 4. ulangi percobaan di atas dengan memakai mentega sebagai sumber lipida

Reaksi Penyabunan dan Sifat-Sifat Asam Lemak 1. 5 gram minyak goreng dimsukkan ke dalam beaker gelas kemudian ditambahkan NaOH 1 N sedikit demi sedikit sambil dipanaskan pada suhu 70
o

C sebanyak 5x 0,142 g = 1,71 g (yang terdapat dalam sekitar 42 ml 1 N

NaOH). Pemanasan dilanjutkan sampai bentuk sabun. Keadaan larutan sabun yang telah terbentuk ditambahkan HCl 1 N kemudian amati apa yang terjadi. 2. Kedalam campuran yang telah ditambahkan HCl ditambahkan bensin atau alkohol 96 % dan amati apa yang terjadi.

Penentuan Kadar Lemak Susu 1. Masukkan 10 ml H2SO4 ke dalam tabung butirometer dengan tanpa membasahi leher tabung. 2. Pipet 10,75 ml susu, masukkan ke dalam tabung butirometer dengan tanpa membasahi leher tabung. 3. Tambahkan 1 ml amil alkohol. Tutup tabung dengan penutupnya, kocok merata, sentrifuge selama 4 menit pada 1100 rpm. 4. Tempatkan tabungdalam penangas air 65 oC, selama 3 menit. 5. Baca presentase kadar lemak w/w, sesuai dengan panjang kolom tabung yang telah dikalibrasi.

VII. No. 1

Hasil Pengamatan Hasil pengamatan Reaksi Penyabunan Lemak Minyak Goreng Tabung 1 : 1 ml minyak goreng + 1 ml air 1 ml minyak goreng (kuning) + 1 ml air(tak berwarna) larutan tidak bercampur antara minyak dan air, minyak di atas dan air di bawah

Tabung 2 : 1 ml minyak goreng + 1 ml bensin 1 ml minyak goreng (kuning) + 1 ml bensin (kuning) larutan bercampur

Tabung 3: 1 ml minyak goreng + 1 ml alkohol 96% 1 ml minyak goreng (kuning) + 1 ml alkohol 96% (tak berwarna)

larutan tidak bercampur, alkohol diatas, dan minyak dibawahnya. Tabung 4: 1 ml minyak goreng + 1 ml NaOH 1 ml minyak goreng (kuning) + 1 ml NaOH (tak berwarna) larutan tidak bercampur, minyak di atas dan NaOH di bawah Mentega Tabung 1 : 1 ml mentega + 1 ml air 1 ml mentega (kuning) + 1 ml air (tidak berwarna) larutan tidak bercampur, mentega tidak larut

dalam air. Tabung 2 : 1 ml mentega + 1 ml bensin 1 ml mentega (kuning) + 1 ml bensin (kuning) larutan bercampur Tabung 3: 1 ml mentega + 1 ml alkohol 96% 1 ml mentega (kuning) + 1 ml alkohol 96% ( tak berwarna) larutan tidak bercampur, mentega di atas dan alkohol di bawah

Tabung 4: 1 ml mentega + 1 ml NaOH 1 ml mentega (kuning) + 1 ml NaOH (tak berwarna) larutan tidak bercampur, mentega di atas dan NaOH dibawahnya

Reaksi Penyabunan dan Sifat-Sifat Asam Lemak 5 gram minyak goreng + 42 ml NaOH 1 N Minyak goreng (kuning) + NaOH ( tetes demi tetes, panaskan selama 30 menit tak berwarna) dalam suhu 70 C + HCl, lalu amati
o

terbentuk 2

lapisan larutan yang tidak bercampur, diatas minyak dan dibawahnya NaOH, sesudah ditambahkan HCl batas kedua lapisan tersebut semakin jelas.

Campuran ditambahkan alkohol Larutan bercampur (campuran larut (etanol 96%) dalam alkohol) Tidak larut (diatasnya bensin, dan campuran dibawahnya)

Campuran ditambahkan bensin

Penentuan Kadar Lemak Susu alkohol kocok dalam sentrifuge

Susu (putih) + H2SO4 (tidak

2,5 ml H2SO4 + 2,7 ml susu + 5 tetes amil berwarna) larutan putih dan ada gumpalan kecil + 5 tetes amil alkohol (tidak berwarna) larutan putih, gumpalan susus semakin banyak dari sebelumnya. Kemudian dipusingkan selama 4 menit alat pemutar sentrifuge, filtrat ( tidak berwarna) dan endapan menggumapal diatasnya. Setelah dipanaskan pada suhu 65oC selama 3 menit, gumpalannya menjdai semakin padat dan tidak mudah pecah dibanding sebelumnya.

VIII. Persamaan Reaksi 1. Pemeriksaan kelarutan lemak Minyak Kelarutan Minyak dalam NaOH (C17H33COO)3C3H5 + 3NaOH 3C17H33COONa + C3H8O3 Kelarutan Minyak dalam bensin (C17H33COO)3C3H5 + C8H18 3C17H33COOC8H18 + C2H5 Kelarutan Minyak dalam Air (C17H33COO)3C3H5 + H2O (C17H33COO)3C3H5 + H2O Kelarutan minyak dalam Alkohol (C17H33COO)3C3H5 + C2H5OH (C17H33COO)3C3H5 + C2H5OH 2. Reaksi penyabunan dan sifat-sifat Asam Lemak (C17H33COO)3C3H5 + 3NaOH 3C17H33COONa + C3H8O3

3. Penentuan Kadar Lemak Susu IX. Pembahasan Percobaan yang dilakukan kali ini adalah tentang pemeriksaan kelarutan lemak, reaksi penyabunan dan sifat-sifat asam lemak, dan penentuan kadar lemak susu. Percobaan yang pertama yaitu pemeriksaan kelarutan lemak dengan sampel minyak dan mentega da, pelarutnya yaitu menggunakan air, bensin, alkohol, dan mentega. Pada percobaan ini, lemak (mentega dan minyak) hanya larut dalam bensin. Hal ini disebabkan karena bensin bersifat non polar, dan seperti yang diketahui bahwa lemak hanya larut dalam pelarut non polar ( larut dalam pelarut organik). Percobaan kedua yaitu reaksi penyabunan dan sifat-sifat asam lemak. Pada percobaan ini ketika minyak ditambahkan dengan dengan NaOH, terbentuk dua lapisan diatas minyak, dan di bawah NaOH, setelah ditambahkan HCl batas kedua lapisan tersebut semakin jelas. penambahan larutan NaOH dan HCl pada lemak tersebut, terbentuk produk yang sering dikenal dengan sabun. Terbentuknya sabun ini disebabkan karena Sabun ( R COONa atau R COOK ) mempunyai bagian yang bersifat hidrofil (- COO -) dan bagian yang bersifat hidrofob (R atau alkil). Bagian karboksil menuju air dan menghasilkan buih (kecuali pada air sadah), sedangkan alkil (R) menjauhi air dan membelah molekul atau kotoran (flok) menjadi partikel yang lebih kecil sehingga air mudah membentuk emulsi atau suatu lapisan film dengan kotoran. Air adalah senyawa polar sedangkan minyak adalah senyawa non polar, jadi keduanya sukar bercampur oleh karena itu emulsinya mudah pecah. Untuk memantapkan suatu emulsi perlu ditambahkan suatu zat emulgator atau zat pemantap, yaitu NaOH dan HCl. Percobaan ketiga yaitu penentuan kadar lemak susu, ketika susu ditambahkan dengan asam sulfat terbentuk larutan putih dan terdapat gumpalanm kecil, lalu menambahkannya kembali dengan amil alkohol larutan tetap berwarna putih dan gumpalan susu semakin banyak dari sebelumnya. Setelah dipusingkan dengan sentrifuge, filtrat tyang tadinya berwarna putih sekarang menjadi tak berwarna. Setelah dipusingkan larutan tersebut dipanaskan selama 3 menit, gumpalan menjadi semakin padat dan tidak mudah pecah jika dibang=dingkan dengan sebelumnya.

X. -

Kesimpulan Lemak larut dalam pelarut non polar atau senyawa organik Lemak tidak larut dalam pelarut polar, yang ditandai dengan terbentukya dua lapisan pada larutan tersebut Sabun mempunyai bagian yang bersifat hidrofil (-COO-) dan bagian yang bersifat hidrofob (R- atau alkil)

XI.

Daftar Pustaka Tati. 2013. Struktur Fungsi Lipid. Online :

Sridianti,

(http://smabiologi.blogspot.com/2013/09/struktur-fungsi-lipid.html) diakses 07-112013 Vheenhie. 2011. Lipida. Onlie: (http://vheenvhien.wordpress.com/2011/11/11/chemistryzone/) diakses 07-11-2013 Yulianto, Petrus. 2011. Kelarutan dan Reaksi Penyabunan pada Lemak/ Minyak. Online : (http://petrusyulianto.blogspot.com/2011/09/kelarutan-dan-reaksi-penyabunanpada.html) diakses 07-11-2013

10

Anda mungkin juga menyukai