Anda di halaman 1dari 32

Task Reading Menier Syndrom,Motion Sickness and Benign Postural Vertigo

Sukandrana Arya Sriwinarni Putu Bagus Arisadika

L/O/G/O

Anatomi Telinga
Telinga terdiri dari tiga bagian: telinga luar, telinga tengah, dan telinga dalam. Bagian luar merupakan bagian terluar dari telinga. Telinga luar meliputi daun telinga atau pinna, liang telinga atau meatus auditorius eksternus. - Aurikel (Pinna) - Saluran luar auditori

Telinga Luar

Telinga tengah meliputi gendang telinga, 3 tulang- tulang pendengaran (maleus, inkus dan stapes) dan pinggir tuba Eustachius. Getaran suara yang diterima oleh gendang telinga akan disampaikan ke tulang pendengaran - Membran timpani - Osikula - Saluran Eustachius

Telinga dalam Telinga dalam terdiri atas beberapa rongga yang menyerupai saluransaluran, yaitu vestibula, tiga saluran setengah lingkaran (saluran semi serkuler), dan koklea (rumah siput). - Vestibula - Tiga saluran setengah lingkaran (Saluran semi serkuler), - Koklea

Mekanisme Pendengaran
Bunyi telinga kanalis auditorius ekternus membran timpani bergetar koklea vestibulokoklearis nervus sentral suara

Keseimbangan

Definisi
Sindrom Menier adalah suatu kelainan labirin yang etiologinya belum diketahui, dan mempunyai trias gejala yang khas, yaitu berkurangnya pendengaran secara progresif., tinitus, dan serangan vertigo

Epidemiologi
Sindrom Menier biasanya lebih banyak pada perempuan dibanding laki laki. Terutama terjadi pada wanita dewasa

Etiologi
Penyebab penyakit Meniere tidak diketahui namun terdapat berbagai teori,termasuk : pengaruh neurokimia hormonal abnormal pada aliran darah yang menuju ke labirin gangguan elektrolit dalam cairan labirin reaksi alergi gangguan autoimun.

Gejala
Gejala sindrom Menier sangat bervarisasi, tidak semua penderita memiliki gejala yang sama. Namun demikian, dikenal istilah Classic Menieres yang berhubungan dengan empat gejala berikut : Vertigo yang episodik (baik sensasi maupun gerakan) atau pusing Fluktusasi, progresif, penurunan pendengaran pada unilateral (satu telinga) atau bilateral (kedua telinga), biasanya jarang terjadi Tinitus unilateral atau bilateral (persepsi suara, selalu berdenging, bergemuruh atau berangin) Rasa penuh atau tekanan pada satu atau kedua telinga.

Klasfifikasi
Penyakit Meniere vestibular Penyakit Meniere klasik Penyakit Meniere koklea

Patofisiologi

Diagnosis
Pemeriksaan fisik biasanya normal Audiogram biasanya menunjukkan kehilangan pendengaran sensorineural pada telinga yang sakit. Kadang audiogram dehidrasi dilakukan di mana pasien diminta meminum zat penyebab dehidrasi, seperti gliserol atau urea, yang secara teoritis dapat menurunkan jumlah hidrops endolimfe.

Cont..
Elektrokokleografi menunjukkan abnormalitas pada 60% pasien yang menderita penyakit meniere. Elektronistagmogram bisa normal atau menunjukkan penurunan respons vestibuler.

Terapi

Definisi
Motion sickness atau kinetosis, juga dikenal sebagai penyakit perjalanan, adalah suatu kondisi dimana ada perbedaan antara sinyal yang diterima otak dari mata dan organ-organ sesnsitif terhadap posisi lainnya termasuk sistem vestibular mengeni posisi tubuh

Etiologi

Berdasarkan penelitian menunjukkan bahwa konflik berasal dari dua organ penting keseimbangan yaitu mata dan koklea di telinga dalam menyesuaikan diri terhadap kecepatan yang berbeda ketika terjadinya gerakan. Mata menyesuaikan diri secara cepat sedangkan telinga dalam lebih lama. Sampai kedua organ ini menyesuaikan diri dan menetapkan sinyal yang indentik untuk dikimkan ke otak maka kekacauan pemusatan perhatian terhadap posisi tubuh dapat terjadi. Penyakit ini dapat diprovokasi oeh gerakan yang tiba-tiba seperti saat berada diperjalanan yang tidak rata, penerbangan yang berputar, dan pelayaran yang bergelombang.

Patofisiologi

Gejala dan Tanda


Sindroma mual. Gangguan epigastrik seperti rasa tidak nyaman epigastrik, mual dan muntah. Gejala-gejala pada kulit seperti pucat, keringat dingin, mulut kering. Gejala-gejala SSP seperti sakit kepala, mengantuk, rasa tegang dimata, dan lesu.

Penatalaksaan dan Pencegahan

Definisi
Didefinisikan sebagai vertigo dengan nistagmus vertikal, horizontal atau rotatoar yang dicetuskan oleh perubahan posisi kepala. Terdapat masa laten sebelum timbulnya nistagmus, reversibilitas, kresendo, dan fenomena kelelahan (fatigue). Lama nistagmus terbatas, umumnya kurang dari 30 detik. BPPV dikenal juga dengan nama vertigo postural atau kupulolitiasis, merupakan gangguan keseimbangan perifer yang sering dijumpai.

Etiologi
(idiopatik) Beberapa kasus BPPV dijumpai setelah mengalami jejas atau trauma kepala atau leher, infeksi telinga tengah atau operasi stapedektomi dan proses degenerasi pada telinga dalam juga merupakan penyebab BPPV sehingga insiden BPPV meningkat dengan bertambahnya usia. Banyak BPPV yang timbul spontan, disebabkan oleh kelainan di otokonial berupa deposit yang berada di kupula bejana semisirkularis posterior. Deposit ini menyebabkan bejana menjadi sensitif terhadap perubahan gravitasi yang menyertai keadaan posisi kepala yang berubah.

Patofisiologi

Gejala Klinis
BPPV terjadi secara tiba-tiba. Kebanyakan pasien menyadari saat bangun tidur, ketika berubah posisi dari berbaring menjadi duduk. Pasien merasakan pusing berputar yang lama kelamaan berkurang dan hilang. Terdapat jeda waktu antara perubahan posisi kepala dengan timbulnya perasaan pusing berputar. Pada umumnya perasaan pusing berputar timbul sangat kuat pada awalnya dan menghilang setelah 30 detik sedangkan serangan berulang sifatnya menjadi lebih ringan. Gejala ini dirasakan berhari-hari hingga berbulan-bulan

Diagnosis
Diagnosis BPPV pada kanalis posterior dan anterior dapat ditegakkan dengan cara memprovokasi dan mengamati respon nistagmus yang abnormal dan respon vertigo dari kanalis semisirkularis yang terlibat. Pemeriksaan dapat memilih perasat Dix-Hallpike atau Sidelying. Perasat Dix-hallpike lebih sering digunakan karena pada perasat tersebut posisi kepala sangat sempurna untuk canalith repositioning treatment. Pada pasien BPPV parasat Dix-Hallpike akan mencetuskan vertigo (perasaan pusing berputar) dan nistagmus

Perasat Dix-Hallpike

Penatalaksanaan
Penatalaksanaan BPPV meliputi observasi, obat-obatan untuk menekan fungsi vestibuler (vestibulosuppressan), reposisi kanalit dan pembedahan. Dasar pemilihan tata laksana berupa observasi adalah karena BPPV dapat mengalami resolusi sendiri dalam waktu mingguan atau bulanan. Oleh karena itu sebagian ahli hanya menyarankan observasi. Akan tetapi selama waktu observasi tersebut pasien tetap menderita vertigo.