Anda di halaman 1dari 12

Theory Philosophy and Science of Caring Jean Watson

Dalam posisi ilmu pengetahuan Caring sebagai konteks dan acuan pedoman pengembangan dan kematangan professional, Jean Watson menyatakan bahwa ada sebuah perbedaan diantara bidang keperawatan dan profesi keperawatan. Hal ini sudah diketahui secara luas bahwa bidang ilmu (pada bidang lain) seharusnya menginformasikan profesi. cuan bidang caring membawa metaparadigma, nilai, metafisik, filosofi!moral meta!naratif dengan peduli terhadap apa yang dimaksud dengan manusia, keutuhan pikiran!tubuh! "iwa#seluruhnya. $idang tersebut menawarkan masalah pokok persfektif yang "elas pada masalah utama. %rofesi, tanpa ada ke"elasan dari konteks keilmuannya, menghilangkan "alannya pada tengah!tengah dari perubahan dunia luar. Jean Watson lahir pada tahun &'(), dia adalah $achelor of *cience dalam +eperawatan, ,aster of *cience dalam %sychiatric# ,ental Health -ursing dari .ni/ersity of Colorado ! Dan/er, serta %hD dalam 0ducational %sychology. Watson adalah pengarang banyak artikel, chapter# tulisan ! singkat dalam buku, dan buku lainnya. Hasil penelitiannya adalah tentang manusia dan rasa kehilangan. 1eori Jean Watson yang telah dipublikasikan dalam keperawatan adalah 2Human Science and Human Care3. Watson percaya bahwa fokus utama dalam keperawatan adalah pada faktor care# perhatian pada perawatan yang asalnya dari humanistic perspecti/e dan dikombinasikan dengan dasar ilmu pengetahuan. Dalam keperawatan "uga dikembangkan filosofi kemanusiaan, dan sistem sistem nilai, serta menggunakan seni perawatan yang baik. 1eori Jean Watson ini ternyata merupakan salah satu dari kebutuhan manusia dalam merawat pasien. Definisi Caring Science (diekstraksi/ dimodifikasi dari Watson 2004 ! Watson dan Smith 2002" 4lmu Caring adalah bidang filosofis!etis!epistemik yang berkembang di bidang penelitian, didasarkan pada disiplin keperawatan dan diinformasikan oleh bidang!bidang terkait. Caring dianggap sebagai salah satu ciri utama dalam paradigma yang pengetahuan dan praktik keperawatan. 4lmu Caring

diinformasikan oleh sikap etis!moral spiritual yang mencakup kemanusiaan, ilmu orientasi manusia untuk proses peduli manusia, fenomena, dan pengalaman. %andangan dunia terkadang menun"ukkan5 &. 7. 8. *ebuah paradigma transformatif kesatuan (-ewman, *ime, dan Corcoran!%erry, &''&6 Watson, &''') +esadaran nonlokal (Dossey, &''&) 0ra 444 kedokteran # keperawatan (Dossey, &''&, &''86 Watson &''').

4lmu Caring dalam kehidupan sehari hari bersinggungan dengan seni dan manusia dan bidang terkait studi dan praktek. Caring Science berusaha untuk menggabungkan sains dengan kemanusiaan dan seni. Caring Science tidak netral terhadap nilai!nilai kemausiaan, tu"uan, dan makna persepsi indi/idual yang sub"ektif. Hal ini tidak terlepas dari emosi manusia dan ekspresi yang beragam, baik itu dari keterikatan budaya atau ungkapan secara indi/idual. Disiplin keperawatan dipandu oleh Caring Science yang berorientasi pada berusaha untuk bela"ar, meneliti, mengeksplorasi, mengidentifikasi, men"elaskan, mengekspresikan, dan mempertanyakan hubungan dan persimpangan antara dan diantara etika, ontologis, epistemologis, metodologis, pedagogis, dan praksis aspek keperawatan, termasuk kebi"akan kesehatan dan administrasi praktek. Dengan demikian, orientasi ilmu Caring mencari kesesuaian antara dan diantara ilmu klinis keperawatan, kemanusiaan, seni, dan sub"ek manusia dan fenomena dari Caring Knowledge dan praktek. 1eori Watson ini memahami bahwa manusia memiliki empat cabang kebutuhan yang saling berhubungan, diantaraanya5 &. +ebutuhan dasar biofisikal (kebutuhan untuk hidup) yang meliputi kebutuhan makan dan cairan, kebutuhan eliminasi, dan kebutuhan 9entilasi 7. +ebutuhan dasar psikofisikal (kebutuhan fungsional) yang meliputi kebutuhan aktifitas dan istirahat, serta kebutuhan se:ualitas. 8. +ebutuhan dasar psikososial (kebutuhan untuk 4ntegrasi) yang meliputi +ebutuhan untuk berprestasi dan berorganisasi

(. +ebutuhan dasar intrapersonal dan interpersonal (kebutuhan untuk pengembangan) yaitu kebutuhan aktualisasi diri.

*kema. +ebutuhan Dasar menurut J.Watson

#onsep$konsep %tama Jean Watson adalah se&agai &erik%t' &. +onsep tentang manusia ,anusia merupakan suatu fungsi yang utuh dari diri yang terintegrasi (ingin dirawat, dihormati, mendapatkan asuhan, dipahami dan dibantu) ,anusia pada dasarnya ingin merasa dimiliki oleh lingkungan sekitarnya merasa dimiliki dan merasa men"adi bagian dari kelompok atau masyarakat, dan merasa dicintai dan merasa mencintai.

7. +onsep tentang kesehatan +esehatan merupakan kuutuhan dan keharmonisan pikiran fungsi fisik dan fungsi sosial. ,enekankan pada fungsi pemeliharaan dan adaptasi untuk meningkatkan fungsi dalam pemenuhan kebutuhan sehari!hari. +esehatan merupakan keadaan terbebas dari keadaan penyakit, dan Jean Watson menekankan pada usaha!usaha yang dilakukan untuk mencapai hal tersebut. 8. +onsep tentang lingkungan $erdasarkan teori Jean Watson, caring dan nursing merupakan konstanta dalam setiap keadaan di masyarakat. %erilaku caring tidak diwariskan dari generasi ke generasi berikutnya, akan tetapi hal tersebut diwariskan dengan pengaruh budaya sebagai strategi untuk melakukan mekanisme koping terhadap lingkungan tertentu. (. +onsep tentang keperawatan +eperawatan berfokus pada promosi kesehatan, pencegahan penyakit dan caring ditu"ukan untuk klien baik dalam keadaan sakit maupun sehat.+eperawatan berlandaskan kepada rasa kemanusiaan dan ilmu. 1u"uan pemberian proses keperawatan melalui proses caring adalah untuk menolong masyarakat agar mendapatkan dera"at kesehatan yang optimal. Watson (&''') menekankan bahwa perawat dalam hal ini sebagai care gi/er yang perlu memahami kesadaran dan kehadirannya dalam waktu berinteraksi dengan pasiennya. Carrative Factor 4nter/ensi keperawatan yang terkait dengan perawatan manusia disebut sebagai carrative factors, yakni panduan yang disebut Watson sebagai 24nti +eperawatan3. da &) faktor yang termasuk ke dalam carrative factor, yaitu5 (' Pem&ent%kan sistem nilai yang h%manistik alt%r%istik Humanistik dan altruistik nilai dipela"ari se"ak awal kehidupan tetapi dapat sangat dipengaruhi oleh pendidik perawat. ;aktor ini dapat didefinisikan sebagai kepuasan melalui pemberian dan perpan"angan rasa diri (Watson, &'<').

2'

Penerapan keyakinan dan harapan ;aktor ini, menggabungkan nilai!nilai humanistik dan altruistik, memfasilitasi promosi perawatan holistik keperawatan dan kesehatan yang positif dalam populasi pasien. Hal ini "uga menggambarkan peran perawat dalam mengembangkan hubungan antar perawat!pasien yang efektif dan dalam mempromosikan Wallness dengan membantu pasien mengadopsi perilaku mencari kesehatan (Watson, &'<').

)'

*%daya sensiti+itas %nt%k diri sendiri dan orang lain %engakuan perasaan mengarah ke aktualisasi diri melalui penerimaan diri untuk kedua perawat dan pasien. *ebagai perawat mengakui sensiti/itas dan perasaan mereka, mereka men"adi lebih wa"ar, otentik, dan peka terhadap orang lain (Watson, &'<').

4'

Pengem&angan h%&%ngan saling percaya yang sifatnya mem&ant% %engembangan hubungan membantu!kepercayaan antara perawat dan pasien sangat penting untuk kepedulian transpersonal. *ebuah hubungan saling percaya mempromosikan dan menerima ekspresi perasaan baik positif dan negatif. 4ni melibatkan kesesuaian, empati, kehangatan non posesif, dan komunikasi yang efektif. +ongruensi melibatkan men"adi nyata, "u"ur, tulus, dan otentik. 0mpati adalah kemampuan untuk mengalami dan dengan demikian, memahami persepsi orang lain dan perasaan dan untuk mengkomunikasikan pemahaman. +ehangatan non posesif ditun"ukkan oleh /olume berbicara moderat, sikap, santai, terbuka, dan ekspresi wa"ah yang kongruen dengan komunikasi lainnya. +omunikasi yang efektif memiliki kognitif, komponen respon afektif, dan perilaku (Watson, &'<').

,'

Penerimaan dan peningkatan %ngkapan perasaan yang positif ma%p%n negatif $erbagi perasaan adalah pengalaman pengambilan risiko untuk kedua perawat dan pasien. %erawat harus siap baik untuk perasaan positif atau negatif. %erawat harus menyadari bahwa pemahaman intelektual dan emosional dari situasi berbeda (Watson, &'<').

-'

Pengg%naaan metode penyelesaian secara ilmiah dan sistematis dalam pengam&ilan kep%t%san %enggunaan proses keperawatan membawa pendekatan pemecahan masalah ilmiah asuhan keperawatan, menghilangkan dalam citra tradisional perawat sebagai hamba dokter. %roses keperawatan ini mirip dengan proses penelitian yang sistematis dan terorganisir (Watson, &'<').

.'

Peningkatan &ela/ar 0 menga/ar interpersonal ;aktor ini merupakan konsep penting untuk keperawatan dalam hal itu memisahkan kepedulian dari menyembuhkan. Hal ini memungkinkan pasien untuk diberitahu dan menggeser tanggung "awab untuk Wallness dan kesehatan kepada pasien. %erawat memfasilitasi proses ini dengan menga"ar teknik bela"ar yang dirancang untuk memungkinkan kebutuhan, dan memberikan kesempatan untuk pertumbuhan pribadi mereka (Watson, &'<').

1'

Penyediaan lingk%ngan mental2 fisik2 sosiok%t%ral2 dan spirit%al yang s%pportif2 protektif dan korektif %erawat harus menyadari pengaruh bahwa lingkungan internal dan eksternal terhadap kesehatan dan penyakit indi/idu. +onsep yang rele/an dengan lingkungan internal meliputi keyakinan mental dan spiritual kese"ahteraan dan sosial budaya dari dan indi/idu. selain /ariabel epidemiologi, /ariabel eksternal lainnya termasuk kenyamanan, pri/asi, keamanan, dan bersih, estetika sekitarnya (Watson, &'<').

3'

*ant%an dalam pemen%han ke&%t%han man%sia %erawat mengakui kebutuhan biofisik, psikofisik, psikososial, dan intrapersonal diri dan pasien. %asien harus memenuhi kebutuhan yg lebih rendah sebelum mencoba untuk mencapai tingkat kebutuhan yang tinggi.

(0' #ek%atan eksistensial$fenomenal kek%atan ;enomenologi menggambarkan data situasi langsung yang membantu orang memahami fenomena tersebut. %sycology eksistensial adalah

ilmu eksistensi manusia yang menggunakan analisis fenomenologis. Watson menganggap faktor ini sulit dimengerti. Hal ini termasuk untuk memberikan pengalaman pemikiran yang mengarah ke pemahaman yang lebih baik tentang diri dan orang lain. s%msi dasar ilm% Caring (diadaptasi dengan sedikit modifikasi dari Watson (3.34 1$3" &. 7. 4lmu Caring merupakan pokok dari keperawatan dan dasar dari profesi Caring paling efektif dilakukan dan dipraktikkan dalam hubungan interpersonal,ba 8. gaimanapun kesadaran akan caring dapat dikomunikasikan# melebihi waktu, ruang dan fisik (Watson, 7))7). $erdasarkan proses hubungan manusia antar manusia dan hubungan yang tetap men"aga pikiran sehat perikemanusiaan6 mereka menga"arkan kepada kita untuk men"adi seseorang dengan mengenali diri kita dan orang lain, dimana manusia merupakan cerminan orang lain (Watson, &'=>5 88). (. Caring terdiri dari faktor caratif# caritas processes yang memfasilitasi penyembuhan, menghormati keseluruhan,dan berkontribusi terhadap perubahan manusia. >. +eefektifan pertumbuhan caring mempromosikan keluarga penyembuhan, keseluruhan kesehatan, perasaan, indi/idu# dan

memaafkan, meningkatkan kesadaran dan perdamaian yang lebih utama dari krisis dan ketakutan akan sakit, diagnosis, penyakit, trauma perubahan hidup dan sebagainya. ?. <. Caring menerima respon seseorang tidak hanya sekarang tetapi "uga perubahannya *ebuah hubungan Caring adalah salah satu yang menimbulkan semangat manusia, membuka potensial asli, menghadirkan pembuktian, mengi"inkan seseorang melakukan banyak pilihan! memilih tindakan terbaik untuk dirinya untuk 2men"adi sesuatu yang benar3 pada saat tersebut. =. Caring lebih healthogenicdaripada curing.

'.

4lmu Caring lebih sempurna daripada ilmu Curing. Proses #epera5atan dalam Teori Caring

Watson (&'<'), menekankan bahwa proses keperawatan memiliki langkah!langkah yang sama dengan proses riset ilmiah, karena kedua proses tersebut mencoba untuk menyelesaikan masalah dan menemukan solusi yang terbaik. @ebih lan"ut Watson menggambarkan kedua proses tersebut sebagai berikut (tulisan yang dimiringkan menandakan proses riset yang terdapat dalam proses keperawatan)5 &. %engka"ian ,eliputi obser/asi, identifikasi, dan re/iew masalah6 menggunakan pengetahuan dari literature yang dapat diterapkan, melibatkan pengetahuan konseptual untuk pembentukan dan konseptualisasi kerangka ker"a yang digunakan untuk memandang dan mengka"i masalah. %engka"ian "uga meliputi pendefinisian variabel yang akan diteliti dalam memecahkan masalah. Watson (&'<') dalam Julia (&''>) men"elaskan kebutuhan yang harus dika"i oleh perawat yaitu5 a. Lower order needs (biophysical needs) yaitu kebutuhan untuk tetap hidup meliputi kebutuhan nutrisi, cairan, eliminasi, dan oksigenisasi. b. Lower order needs (psychophysical needs) yaitu kebutuhan untuk berfungsi, seksualitas. c. Higher order needs (psychosocial needs) beraffiliasi. d. Higher order needs (intrapersonali needs), yaitu kebutuhan untuk aktualisasi diri. yaitu kebutuhan integritas yang meliputi kebutuhan akan penghargaan dan meliputi kebutuhan aktifitas, aman, nyaman,

7.

%erencanaan %erencanaan membantu untuk menentukan bagaimana variable! variabel a"an diteliti atau diu"ur, meliputi suatu pende"atan "onseptual atau design untuk memecahan masalah yang mengacu pada asuhan keperawatan serta meliputi penentuan data apa yang akan dikumpulkan dan pada siapa dan bagaimana data akan dikumpulkan.

8.

4mplementasi ,erupakan tindakan langsung dan implementasi dari rencana serta meliputi pengumpulan data.

(. 0/aluasi ,erupakan metoda dan proses untuk menganalisa data, "uga untuk meneliti efek dari inter/ensi berdasarkan data serta meliputi interpretasi hasil, tingkat dimana suatu tu"uan yang positif tercapai, dan apakah hasil tersebut dapat digeneralisasikan.

#as%s -y. , >) tahun dibawaa sebuah rumah sakit A oleh keluarganya karena sesak tampak kurus, pucat, badan lemah. +eluarganya mengatakan selama mengalami sesak napas. -y. memiliki satu anak yang masih kecil. sehari!hari beker"a sebagai tukang cuci.

nafas. -y. ini -y. -y. -y.

termasuk keluarga kurang mampu, dan harus menghidupi anaknya sendiri tinggal di rumah yang sederhana sekali dengan sedikit /entilasi. Dari hasil

karena suaminya sudah meninggal. -y.

pemeriksaan saat masuk rumah sakit didapatkan data tekanan darah ')#?> mmmHg, nadi &)) kali#menit, suhu 8< dera"at Celcius, pernafasan 7? kali#menit, dan sklera tampak pucat. Hasil pemeriksaan laboratorium darah didapatkan Hb &) gr#dl, Ht 8(B, leukosit &)))) ul dan trombosit &>).))) ul, dan albumin diperiksa dengan hasil ( gr#dl. Dari hasil rontgen dada menun"ukkan adanya 1$ paru. Pengg%naan karatif faktor &. 4mplementasi a. ,enciptakan lingkungan caring melalui empatik secara . b. ,embangun hubungan saling peduli melalui ekspresi perasaan tentang kondisi -y. . c. ,embangun komunikasi terbuka secara interpersonal dengan melibatkan klien dalam perencanaan tindakan. d. ,enga"arkan klien bagaimana menghadapi konflik atau masalah. e. ;asilitasi hubungan dengan masyarakat dengan meningkatkan otonomi. f. Dorong klien mengka"i interaksi sosialnya dan mengembangkan kepuasan diri. %enekanan pada kepuasan diri lebih dari sekedar kesempurnaan diri. g. +a"i fungsi respirasi, seperti suara nafas, rate, irama, kedalaman dan penggunaan otot pernafasan. h. Catat kemampuan batuk efektif, karakter, "umlah sputum, adanya hemoptisis. i. 1empatkan klien pada posisi semi fowler. ". +a"i klien dengan latihan batuk dan nafas dalam. k. +eluarkan sekret dari mulut dan trakea. *uction "ika perlu. l. %ertahankan intake cairan 7>)) ml#hari "ika tidak ada kontraindikasi.

m. +olaborasi5 $eri udara#oksigen yang dilembabkan, beri obat!obatan sesuai indikasi. *eperti mukolitik, bronkodilator, siapkan atau bantu dengan intubasi darurat. 7. 0/aluasi a. b. pakah hubungan saling percaya telah tercapaiC pakah -y. telah menun"ukkan tanda!tanda normal dalam area yang dika"i, biofisik, psikofisik, psikososial, intrapersonalC c. ,enun"ukkan perilaku mempertahankan "alan nafas yang bersih, berpartisipasi dalam perawatan sesuai kemampuan. d. ,engidentifikasi komplikasi dan melakukan tindakan yang tepat. Pem&ahasan 1eori Watson lebih menekankan caring dalam praktik keperawatan. Watson menyatakan bahwa caring adalah inti dari praktik keperawatan. *elain itu Watson menekankan bahwa praktik perawat yang professional adalah praktik yang menggabungkan ilmu, seni, nilai kemanusiaan dan human care. plikasi teori Watson pada kasus diatas perawat harus memahami bahwa hubungan perawat!klien yang saling percaya dan membantu perlu dikembangkan se"ak kontak awal dengan klien. %erawat harus menu"ukkan sikap caring sedini mungkin kepada klien. *ehingga perawat perlu memahami konsep dasar tentang lansia dan kondisinya supaya dapat melakukan pengka"an dengan lancar dan tepat. *epuluh faktor karatif dan asumsi Watson terhadap caring perlu men"adi landasan yang kuat dalam impelementasi rencana asuhan keperawatan tersebut kemudian dilakukan e/aluasi dan melan"utkan rencana sebelumnya. -y. harus mendapatkan perilaku caring dari perawat. %erilaku caring untuk men"alani pengobatan dapat menumbuhkan semangat hidup -y. dihadapi -y. .

berkelan"utan. %erawat harus caring dan empati terhadap masalah kesehatan yang

D 6T 7 P8ST #
,arriner!1omey and lligood ,.D.(7))?). Nursing Theorists and Their Works. *t. @ouis5 ,osby 0lse/ier, 4nc. ,arriner!1omey and lligood ,.D.(7))?). Nursing Theorist, Utilization and Application. ,osby 0lse/ier, 4nc. Waston, Jean. (7))=). The Philosophy and Science of Caring. De/ised 0dition. %ublished by the .ni/ersity %ress of Colorado. Watson Caring *cience 4nstitute E 4nternational Caritas Consortium. (7)&8). Caring Science !efinitions, Processes, Theory"2 dikutip dari5 http4//5atsoncaringscience'org/a&o%t$%s/caring$science$definitions$ processes$theory/9 Website maintenance by *ee:De:ines'