Anda di halaman 1dari 13

Pengaruh Disiplin Belajar dan Prestasi Belajar Terhadap Kesiapan Kerja Siswa

Abdul Rosid (09320086) Mahasiswa PTM Otomotif IKIP Veteran Semarang

Abstrak Konsep pendidikan nasional dewasa ini mengacu kepada penyiapan tenaga kerja siap pakai melalui pendidikan formal seperti Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Permasalahan yang dikaji terhadap siswa kelas XII Jurusan Teknik Mekanik Otomotif SMK Pusponegoro 01 Brebes adalah: (1) bagaimana disiplin belajarnya?; (2) bagaimana prestasi belajarnya?; (3) bagaimana kesiapan kerjanya?; (4) apakah ada pengaruh disiplin belajarnya terhadap kesiapan kerjanya?; (5) apakah ada pengaruh prestasi belajarnya terhadap kesiapan kerjanya?; (6) apakah ada pengaruh disiplin belajarnya dan prestasi belajarnya terhadap kesiapan kerjanya?. Dari hasil penelitian diperoleh Analisis deskriptif disiplin belajar menunjukkan 46,2% memiliki disiplin belajar sangat baik, prestasi belajar menunjukkan nilai rata-rata siswa 76,2 dan lebih tinggi dari KKM. Analisis deskriptif kesiapan kerja, menunjukkan 35,9% mempunyai kesiapan kerja sangat baik. Analisis hasil uji regresi sederhana Y = 10,909 + 0,360X1 menunjukkan variabel disiplin belajar (X1) memiliki pengaruh positif terhadap kesiapan kerja (Y) sebesar 36 %. Analisis hasil uji regresi sederhana Y = -33,708 + 0,756X2 menunjukkan variabel prestasi belajar (X2) memiliki pengaruh positif terhadap kesiapan kerja (Y) sebesar 75,6 %. Analisis hasil uji regresi berganda Y = -24,719 + 0,260X1 + 0,515X2 menunjukkan secara bersama-sama variabel disiplin belajar (X1) dan variabel prestasi belajar (X2) memiliki pengaruh positif terhadap kesiapan kerja (Y). Analisis koefisien determinasi uji regresi berganda dengan R = 0,545 menunjukkan bahwa 54,5% kesiapan kerja dapat dijelaskan oleh variabel disiplin belajar, dan prestasi belajar. Kata Kunci : Disiplin belajar, Kesiapan kerja

PENDAHULUAN Seiring dengan laju pembangunan dewasa ini yang menyangkut dari semua bidang diantaranya bidang industri dengan bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sehingga menuntut masyarakat yang pada gilirannya menjadikan tenaga kerja ahli dan terampil serta memiliki watak kepribadian yang tangguh. Tenaga-tenaga kerja dalam berbagai bidang tersebut tidak hanya harus mampu melaksanakan tugas-tugas dalam pekerjaannya, tetapi juga sangat diharapkan mampu memperluas atau menciptakan lapangan kerja baru. Kegiatan pembangunan tanpa mendayagunakan tenaga-tenaga yang terampil akan menyebabkan pelaksanaan kerja kurang efesien dan kurang atau tidak produktif. Dengan demikian terjadi hambatan atas kelancaran pekerjaan, dan mutu hasil pekerjaan tetap rendah. Pada kenyataan sekarang ini membuktikan bahwa dunia pendidikan berkaitan erat dengan dunia industri, maka dalam perkembangan lebih lanjut keterkaitan antara dunia pendidikan semakin

dirasakan. Konsep pendidikan nasional dewasa ini mengacu kepada penyiapan tenaga kerja siap pakai. Tenaga kerja lulusan lembaga pendidikan formal maupun non formal harus siap ditempatkan dalam lapangan pekerjaan yang sesuai dengan bidang atau jenjang pendidikannya, yang hal ini dikarenakan: (1) Kecenderungan umum bahwa dunia pendidikan mampu menunjukan adanya perubahan pola pikir dan semestinya mampu menyiapkan peserta didik secara utuh yang meliputi pengetahuan, sikap, kemauan dan keterampilan yang fungsional bagi kehidupan pribadi, warga negara, warga masyarakat serta usaha untuk mencari nafkah. (2) Semakin tingginya tuntutan dunia kerja yang sejalan dengan tuntutan pembangunan, baik secara kuantitatif maupun secara kualitatif. (3) Perubahan persyaratan dunia kerja yang semakin kompetentif dan mengandalkan keahlian dalam bidang tertentu tanpa mengabaikan wawasan dan pengetahuan secara interdisipliner. Keberhasilan seorang siswa dalam belajar dapat dilihat dari prestasi belajar siswa yang bersangkutan. Di dalam pendidikan siswa akan dinilai keberhasilannya melalui tes hasil belajar. Hasil yang diharapkan adalah prestasi belajar yang baik karena setiap orang menginginkan prestasi yang tinggi, baik siswa, guru, sekolah, maupun orang tua hingga masyarakat. Namun antara siswa satu dengan siswa yang lainnya berbeda dalam pencapaian prestasi belajar. Ada yang mampu mencapai prestasi yang tinggi, namun ada juga siswa yang rendah prestasi belajarnya. Berkaitan dengan proses interaksi belajar mengajar ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan antara lain adalah motivasi belajar dan metode pembelajaran. Motivasi belajar merupakan salah satu faktor internal yang cukup penting dalam proses belajar mengajar. Motivasi diperlukan untuk menumbuhkan minat terhadap pelajaran yang diajarkan oleh guru. Jenis pendidikan formal yang bertujuan untuk menyiapkan tenaga kerja yang terampil adalah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Kenyataan bahwa lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) banyak diterima langsung sebagai tenaga kerja yang dikarenakan mereka telah memiliki keahlian khusus. Maka agar bisa mendapatkan keahlian dasar untuk terjun ke dunia kerja adalah dengan memiliki pendidikan di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Hasil pengamatan sementara yang dilakukan di SMK Pusponegoro 01 Brebes mengindikasikan masih rendahnya kesiapan siswa dalam memasuki dunia kerja, khususnya siswa kelas XII jurusan Teknik Mekanik Otomotif. Masih rendahnya kesiapan siswa tersebut dikarenakan oleh beberapa faktor, yaitu disiplin belajar dan prestasi belajar. Pada dasarnya usia sekolah, dalam hal ini usia SMK memang masih berorientasi untuk mencari kesenangan pribadi belaka, sehingga kadang kala siswa mengabaikan tugasnya sebagai pelajar, yaitu belajar. Beberapa siswa SMK Pusponegoro 01 Brebes memiliki disiplin belajar rendah yang ditunjukkan dari kebiasaan mereka yang tidak masuk sekolah atau bolos pada jam-jam pelajaran tertentu, tidak mau mengerjakan tugas. Selain disiplin belajar, prestasi belajar juga dapat mempengaruhi kesiapan kerja siswa, karena dengan kesiapan belajar tersebut menggambarkan siswa dapat menguasai dengan baik materi yang ada di sekolah, sehingga dapat digunakan sebagai bekal dalam memasuki dunia kerja yang sesungguhnya. Namun pada siswa SMK juga masih ditemukan

beberapa siswa yang mempunyai prestasi belajar rendah, yang ditunjukkan dengan nilai-nilai yang diperoleh dibawah standar yang ditetapkan sekolah.

TINJAUAN PUSTAKA Disiplin Manusia memerlukan disiplin dalam hidupnya terutama untuk kelancaran dalam pencapaian tujuan yang dihendaki, sehingga manusia mustahil hidup tanpa disiplin. Jadi disiplin berperan penting dalam membentuk individu yang berciri keunggulan. Apabila dikaitkan dengan dunia pendidikan, disiplin sangat diperlukan terutama dalam kelancaran proses belajar mengajar. Prestasi Belajar Dapat diketahui bahwa belajar itu adalah suatu proses interaksi yang dilakukan individu yang berinteraksi dengan lingkungannya. Proses interaksi adalah proses internalisasi dari sesuatu ke dalam diri pelajar yang dilakukan secara aktif, dengan segenap panca indranya. Dalam proses internalisasi dilakukan secara aktif, dimaksudkan agar anak dapat mengintegrasikan dengan pihak-pihak yang ada di luar individu sehingga terdapat perubahan pada individu tersebut. Di mana perubahan itu disebut perubahan status abilitas yang meliputi tiga ranah perubahan yaitu perubahan kognitif, perubahan afektif dan perubahan psikomotorik. ). Dengan kata lain perubahan tersebut dapat terjadi dikarenakan adanya proses belajar mengajar antara individu, bahan pelajaran dan bahan lain yang disebut input, dan menghasilkan output, yakni anak mendapatkan hasil belajar yang disebut prestasi belajar, sebagaimana yang dimaksud dalam tujuan pembelajaran. Prestasi belajar adalah kemampuan yang didapatkan anak setelah mengikuti proses belajar mengajar, dan hasil tersebut berupa tingkah laku positif, yang direfleksikan dalam wujud nilai anak. Kesiapan Kerja Telah dikemukakan bahwa dampak perkembangan teknologi yang digunakan dalam proses produksi menuntut kemampuan, keahlian dan keterampilan tenaga kerja sehingga, seseorang sebelum melakukan aktifitas harus diawali dengan persiapan dari dirinya sendiri. Berdasarkan kenyataan bahwa setiap individu memiliki karakteristik masing-masing maka kesiapan dari individu berbedabeda. Untuk dapat mencapai suatu tindakan (pekerjaan dan sebagainya) yang efektif dan efesien di perlukan adanya kesiapan dalam diri individu baik kesiapan fisik maupun kesiapan mental. Kesiapan (readiness) adalah suatu titik kematangan untuk dapat menerima dan memperhatikan tingkah laku tertentu. Sebelum masa ini dilewati, tingkah laku tersebut tidak dapat dimiliki walaupun melalui latihan yang intensif dan bermutu. Seseorang baru dapat mengerjakan sesuatu apabila di dalam dirinya sudah terdapat kesiapan untuk dapat mengerjakannya. Sesuai dengan kenyataan adanya karakteristik individu maka pola pembentukan kesiapan berbeda-beda pula di dalam diri masingmasing individu.

METODE PENELITIAN Populasi dan Sampel Penelitian Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek atau subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XII SMK Pusponegoro 01 Brebes sebanyak 96 orang, dengan rincian seperti pada tabel 1 dibawah ini. No 1 2 3 Kelas XII-1 XII-2 XII-2 Total Jumlah 32 32 32 96

Sumber : SMK Pusponegoro 01 Brebes tahun 2011 Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Berdasarkan jumlah populasi sebesar 96 orang, kemudian dikonsultasikan dengan menggunakan tabel krejie dengan tingkat kesalahan pengambilan sampel 5% diperoleh sampel sebanyak 78 orang. Metode pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan jenis proportional sample. Sampel Proporsi atau Proportional Sample adalah jenis teknik pengambilan sampel dimana pengambilan subyek dari setiap strata atau wilayah ditentukan seimbang atau sebanding dengan banyaknya subjek dalam masing-masing strata atau wilayah. Desain Penelitian Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan tiga variabel yaitu variabel independen (disiplin belajar dan prestasi belajar) dan variabel dependen (kesiapan kerja). Sedangkan desain penelitain dapat digambarkan sebagai berikut:

Disiplin belajar (X1) (X1)

H1 H3 Kesiapan kerja (Y)

Prestasi belajar (X2)

H2

Gambar Desain Penelitian Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini dilakukan dengan dua cara, yaitu dokumentasi dan angket.

Dokumentasi Penggunaan metode dokumentasi ini adalah untuk mengungkap data tentang jumlah anak setiap kelas, nama-nama anak setiap kelas yang dijadikan sampel, sejarah berdirinya sekolah, sarana dan prasarana yang dimiliki, jumlah guru, jenis kegiatan, dan data lain pendukung penelitian Angket Angket adalah daftar pertanyaan untuk diisi atau dijawab sejumlah responden guna mendapatkan tanggapan tertulis dalam suatu penelitian. Angket dalam penelitian ini diukur dengan menggukana skala skala likert 1-4, dimana untuk tanggapan 4 merupakan tanggapan paling tinggi, dan tanggapan 1 adalah tanggapan paling rendah. Pemberian skornya adalah : a) b) c) d) Jawaban a diberi skor 4, yaitu sangat setuju Jawaban b diberi skor 3, yaitu setuju Jawaban c diberi skor 2, yaitu tidak setuju Jawaban d diberi skor 1, yaitu sangat tidak setuju

Adapun kisi-kisi instrumen penelitian, yaitu variabel disiplin belajar, prestasi belajar dan kesiapan kerja, dapat disusun sebagai berikut: Tabel 2 Kisi-Kisi Instrumen Variabel Indikator 1) Disiplin belajar disekolah a) Persiapan belajar b) Perhatian terhadap kegiatan pembelajaran c) Menyelesaikan tugas pada waktunya. Disiplin Belajar (X1) 2) Disiplin belajar di rumah a) Mempunyai rencana atau jadwal belajar b) Ketaatan dan keteraturan dalam belajar c) Perhatian terhadap materi pelajaran 1) 2) 3) 4) 5) 6) OTO.KR.02.001 OTO.KR.02.018 OTO.KR.04.010 OTO.KR.05.009 Sepeda Motor PRAKERIN 1,2 3,4 5,6 No, Item Jumlah

7,8 9,10 11,12 12

Prestasi Belajar (X2)

1) Tingkat kematangan 2) Pengalaman-pengalaman yang diperlukan 3) Pematangan mental dan emosi yang serasi

13,14,15 16,17,18 8 19,20

Kesiapan kerja (Y)

Jumlah

20

Untuk variabel prestasi belajar, diambil dari dokumentasi dengan cara mengambil nilai raport yaitu nilai rata-rata mata pelajaran yang diperoleh siswa kelas XII SMK Pusponegoro 01 Brebes selama satu semester sehingga dalam instrumen pertanyaan di angket tidak dimasukan.

HASIL PENELITIAN Disiplin Belajar Variabel disiplin belajar dalam penelitian ini diukur dengan menggunakan enam indikator, dimana keenam indikator tersebut meliputi: (1) Persiapan belajar; (2) Perhatian terhadap kegiatan pembelajaran; (3) Menyelesaikan tugas pada waktunya; (4) Mempunyai rencana atau jadwal belajar; (5) Ketaatan dan keteraturan dalam belajar; dan (6) Perhatian terhadap materi pelajaran. Untuk mengetahui tanggapan responden terhadap masing-masing indikator tersebut, dapat dijelaskan sebagai berikut. Persiapan Belajar Tanggapan responden mengenai indikator persiapan belajar dapat dilihat pada tabel 3 dibawah ini.
Frequenc y 36 21 14 7 78 x1.1 Percent 46.2 26.9 17.9 9.0 100.0 Valid Percent 46.2 26.9 17.9 9.0 100.0 Cumulativ e Percent 46.2 73.1 91.0 100.0

Valid

Sangat baik Baik Cukup Kurang Total

Sumber : Data primer yang diolah, 2011 Berdasarkan tabel 3 diatas menunjukkan 36 orang (46,2%) memiliki kategori tanggapan sangat baik, 21 orang (26,9%) memiliki kategori tanggapan baik, 14 orang (17,9%) memiliki kategori tanggapan cukup, dan sisanya 7 orang (9%) memiliki kategori tanggapan kurang. Dapat disimpulkan mayoritas siswa kelas XII SMK Pusponegoro 01 Brebes jurusan mekanik otomotif, yaitu 46,2% mempunyai persiapan belajar yang sangat baik. Perhatian Terhadap Kegiatan Pembelajaran Tanggapan responden mengenai indikator perhatian terhadap kegiatan pembelajaran dapat dilihat pada tabel 4 dibawah ini.
Frequenc y 34 18 17 9 78 x1.2 Percent 43.6 23.1 21.8 11.5 100.0 Valid Percent 43.6 23.1 21.8 11.5 100.0 Cumulativ e Percent 43.6 66.7 88.5 100.0

Valid

Sangat baik Baik Cukup Kurang Total

Sumber : Data primer yang diolah, 2011 Berdasarkan table 4 diatas menunjukkan 34 orang (43,6%) memiliki kategori tanggapan sangat baik, 18 orang (23,1%) memiliki kategori tanggapan baik, 17 orang (21,8%) memiliki kategori tanggapan cukup, dan 9 orang (11,5%) memiliki kategori tanggapan kurang. Dapat disimpulkan mayoritas siswa kelas XII SMK Pusponegoro 01 Brebes jurusan mekanik otomotif, yaitu 43,6% mempunyai perhatian sangat baik terhadap kegiatan pembelajaran yang diselenggarakan oleh SMK Pusponegoro 01 Brebes. Menyelesaikan Tugas Pada Waktunya Tanggapan responden mengenai indikator menyelesaikan tugas pada waktunya dapat dilihat pada tabel 5 dibawah ini.

x1.3 Frequenc y 31 19 18 10 78 Percent 39.7 24.4 23.1 12.8 100.0 V alid Percent 39.7 24.4 23.1 12.8 100.0 Cumulativ e Percent 39.7 64.1 87.2 100.0

V alid

Sangat baik Baik Cukup Kurang Total

Sumber : Data primer yang diolah, 2011 Berdasarkan tabel 5 diatas menunjukkan 31 orang (39,7%) memiliki kategori tanggapan sangat baik, 19 orang (24,4%) memiliki kategori tanggapan baik, 18 orang (23,1%) memiliki kategori tanggapan cukup, dan 10 orang (12,8%) memiliki kategori tanggapan kurang. Dapat disimpulkan mayoritas siswa kelas XII SMK Pusponegoro 01 Brebes jurusan mekanik otomotif, yaitu 39,7% mempunyai kemampuan menyelesaikan tugas sangat baik. Artinya siswa mampu menyelesaikan tugas sesuai waktunya dengan sangat baik. Mempunyai Rencana atau Jadwal Belajar Tanggapan responden mengenai indikator mempunyai rencana atau jadwal belajar dapat dilihat pada tabel 6 dibawah ini.
Frequenc y 28 29 12 9 78 x1.4 Percent 35.9 37.2 15.4 11.5 100.0 Valid Percent 35.9 37.2 15.4 11.5 100.0 Cumulativ e Percent 35.9 73.1 88.5 100.0

Valid

Sangat baik Baik Cukup Kurang Total

Sumber : Data primer yang diolah, 2011 Berdasarkan tabel 6 diatas menunjukkan 29 orang (37,2%) memiliki kategori tanggapan baik, 28 orang (35,9%) memiliki kategori tanggapan sangat baik, 12 orang (15,4%) memiliki kategori tanggapan cukup, dan sisanya 9 orang (11,5%) memiliki kategori tanggapan kurang. Dapat disimpulkan mayoritas siswa kelas XII SMK Pusponegoro 01 Brebes jurusan mekanik otomotif, yaitu 37,2% memiliki rencana atau jadwal belajar yang baik. Ketaatan dan Keteraturan dalam Belajar Tanggapan responden mengenai indikator ketaatan dan keteraturan dalam belaja r dapat dilihat pada tabel 7 dibawah ini.
Frequenc y 27 21 19 11 78 x1.5 Percent 34.6 26.9 24.4 14.1 100.0 Valid Percent 34.6 26.9 24.4 14.1 100.0 Cumulativ e Percent 34.6 61.5 85.9 100.0

Valid

Sangat baik Baik Cukup Kurang Total

Sumber : Data primer yang diolah, 2011 Berdasarkan table 7 diatas menunjukkan 27 orang (34,6%) memiliki kategori tanggapan sangat baik, 21 orang (26,9%) memiliki kategori tanggapan baik, 19 orang (24,4%) memiliki kategori tanggapan cukup, dan 11 orang (14,1%) memiliki kategori tanggapan kurang. Dapat disimpulkan mayoritas siswa kelas XII SMK Pusponegoro 01 Brebes jurusan mekanik otomotif, yaitu 34,6% mempunyai ketaatan dan keteraturan dalam belajar yang sangat baik. Perhatian Terhadap Materi Belajar Tanggapan responden mengenai indikator perhatian terhadap materi pelaj aran dapat dilihat pada tabel 8 dibawah ini.
x1.6 Frequenc y 32 17 13 16 78 Percent 41.0 21.8 16.7 20.5 100.0 Valid Percent 41.0 21.8 16.7 20.5 100.0 Cumulativ e Percent 41.0 62.8 79.5 100.0

Valid

Sangat baik Baik Cukup Kurang Total

Sumber : Data primer yang diolah, 2011 Berdasarkan tabel 8 diatas menunjukkan 32 orang (41%) memiliki kategori tanggapan sangat baik, 17 orang (21,8%) memiliki kategori tanggapan baik, 16 orang (20,5%) memiliki kategori tanggapan kurang, dan 13 orang (16,7%) memiliki kategori tanggapan cukup. Dapat disimpulkan mayoritas siswa kelas XII SMK Pusponegoro 01 Brebes jurusan mekanik otomotif, yaitu 41% memiliki perhatian terhadap materi pelajaran dengan sangat baik. Secara keseluruhan tanggapan responden mengenai disiplin belajar dapat dilihat pada tabel 9 dibawah ini.

Dis iplin belajar (X1) Frequenc y 36 17 13 12 78 Percent 46.2 21.8 16.7 15.4 100.0 Valid Percent 46.2 21.8 16.7 15.4 100.0 Cumulativ e Percent 46.2 67.9 84.6 100.0

Valid

Sangat baik Baik Cukup Kurang Total

Sumber : Data primer yang diolah, 2011 Berdasarkan tabel 4.7 menunjukkan 36 orang (46,2%) memiliki kategori tanggapan sangat baik, 17 orang (21,8%) memiliki kategori tanggapan baik, 13 orang (16,7%) memiliki kategori tanggapan cukup, dan sisanya 12 orang (15,4%) memiliki kategori tanggapan kurang. Dapat disimpulkan mayoritas siswa kelas XII SMK Pusponegoro 01 Brebes jurusan mekanik otomotif, yaitu 46,2% mempunyai disiplin belajar sangat baik.

HASIL PENELITIAN Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan yang dilakukan, dapat diambil simpulan sebagai berikut: 1. Analisis deskriptif variabel didiplin belajar menunjukkan 46,2% siswa kelas XII jurusan Teknik Mekanik Otomotif SMK Pusponegoro 01 Brebes memiliki disiplin belajar sangat baik. 2. Analisis deskriptif variabel prestasi belajar menunjukkan rata-rata siswa kelas XII jurusan Teknik Mekanik Otomotif SMK Pusponegoro 01 Brebes memiliki nilai 76,2 yang lebih tinggi dari nilai KKM yang ditetapkan sekolah yaitu 72. 3. Analisis deskriptif kesiapan kerja, menunjukkan 35,9% siswa kelas XII jurusan Teknik Mekanik Otomotif SMK Pusponegoro 01 Brebes mempunyai kesiapan kerja sangat baik. 4. Analisis hasil uji regresi sederhana Y = 10,909 + 0,360X1 menunjukkan variabel disiplin belajar (X1) memiliki pengaruh positif terhadap kesiapan kerja (Y) sebesar 36 %.

5. Analisis hasil uji regresi sederhana Y = -33,708 + 0,756X2 menunjukkan variabel prestasi belajar (X2) memiliki pengaruh positif terhadap kesiapan kerja (Y) sebesar 75,6 %. 6. Analisis hasil uji regresi berganda Y = -24,719 + 0,260X1 + 0,515X2 menunjukkan secara bersamasama variabel disiplin belajar (X1) dan variabel prestasi belajar (X2) memiliki pengaruh positif terhadap kesiapan kerja (Y). 7. Analisis koefisien determinasi uji regresi berganda dengan R = 0,545 menunjukkan bahwa 54,5% kesiapan kerja dapat dijelaskan oleh variabel disiplin belajar, dan prestasi belajar sedangkan 45,5% kesiapan kerja dapat dijelaskan oleh variabel lain.

DAFTAR PUSTAKA Arikunto, Suharsimi, 1990, Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan, Jakarta: Bina Aksara. Arikunto, Suharsimi, 2006, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek, Jakarta: Rineka Cipta Azwar, 2000, Tes Prestasi: Fungsi dan Pengembangan Pengukuran Prestasi Belajar .

Yogyakarta: Pustaka Pelajar Dali, Gulo, 1987, Kamus Psikologi, Bandung: Tonsi Djamarah, Syaiful, Bahri, 2002, Psikologi Belajar, Jakarta: PT. Asdi Mahasatya. Ghozali, I, 2005, Analisis Multivariate dengan Program SPSS, Semarang : Badan Penerbit Undip Gujarati, D.N, 1995, Ekonometrika Dasar, Edisi Bahasa Indonesia, Jakarta : Penerbit Erlangga Hadi, Sutrisno, 1994, Analisa Regresi, Yogyakarta : Andi Offset Hurlock, Elizabeth. B, 1999, Perkembangan Anak Jilid 2. Jakarta: Erlangga Kartono, Kartini, 1985, Metode-metode Penelitian Masyarakat, Jakarta : Gramedia Mappa, Syamsu, dan Baslemen, Anisah, 1994, Teori Belajar Orang Dewasa, Jakarta: Depdikbud Ali, Mohammad, 1995, Penelitian Pendidikan, Prosedur dan Strategi, Bandung : Angkasa Marat, 1984, Sikap Manusia Perubahann Serta Pengukurannya.. Bandung: Ghalia Indonesia Nasution, S, 1994, Sosiologi Pendidikan, Jakarta: Bumi Aksara Sukirin. 1975. Tingkat Kesiapan Sebagai Titik Permulaan Baru , Yogyakarta : Pidato Pengukuhan Lektor Kepala Psikologi Perkembangan Pada FIP IKIP Yogyakarta, November :1975 Sugiyono, 2008, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R & D, Bandung: Alfabeta Sukardi, 2011, Metodologi Penelitian Pendidikan Kompetensi dan Praktiknya, Jakarta: PT. Bumi Aksara. Suwarno. 1985. Pengantar Umum Pendidikan. Jakarta: Aksara Baru Tuu, Tulus. 2004. Peran Disiplin pada Perilaku dan Prestasi Siswa. Jakarta: PT Gramedia Widiasarana Indonesia Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang sistem Pendidikan Nasional (SISDIKNAS). Bandung : Citra Umbara Winkel, W.S, 1983, Psikologi Pengajaran, Jakarta: Grasindo Winkel, W.S, 1996, Psikologi Pendidikan dan Evaluasi Belajar, Jakarta: Grasindo

http://id.shvoong.com/social-sciences/education/2114583-ciri-ciri-disiplin-belajar/#ixzz1qNXkKs5w

http://id.shvoong.com/social-sciences/education/2114600-indikator-indikator-dalam-disiplinbelajar/#ixzz1qh5YnIfl

http://www.scribd.com/doc/46494721/Kontribusi-Minat-Kerja-Dan-Kemampuan-AkademisTerhadap-Kesiapan-Memasuki-Dunia-Kerja