Anda di halaman 1dari 6

Makalah Pengantar Bioteknologi

BIOTEKNOLOGI KONVENSIONAL TAPE SINGKONG

Disusun Oleh : Kelompok 4 Muliana GH (091404018) Nuraisyah A (091404027) Dewi Kusuma (091404033) Kelas A Pendidikan Biologi

Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Makassar

2012

Deskripsi Produk

Tape merupakan makanan fermentasi tradisional. Tape dibuat dari beras, beras ketan, atau dari singkong (ketela pohon). Berbeda dengan makanan-makanan fermentasi lain yang hanya melibatkan satu mikroorganisme yang berperan utama, seperti tempe atau minuman alkohol, pembuatan tape melibatkan banyak mikroorganisme. Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan mikroorganisme yang terdapat di dalam ragi tape adalah kapang Amylomyces rouxii, Mucor sp., dan Rhizopus sp.; khamir Saccharomycopsis fibuligera, Saccharomycopsis malanga, Pichia burtonii, Saccharomyces cerevisiae, dan Candida utilis; serta bakteri Pediococcus sp. dan Bacillus sp. Kedua kelompok mikroorganisme tersebut bekerja sama dalam menghasilkan tape. Mikroorganisme dari kelompok kapang akan menghasilkan enzim-enzim amilolitik yang akan memecahkan amilum pada bahan dasar menjadi gula-gula yang lebih sederhana (disakarida dan monosakarida). Proses tersebut sering dinamakan sakarifikasi (saccharification). Kemudian khamir akan merubah sebagian gula-gula sederhana tersebut menjadi alkohol. Inilah yang menyebabkan aroma alkoholis pada tape. Semakin lama tape tersebut dibuat, semakin kuat alkoholnya. Fermentasi adalah proses produksi energi dalam sel dalam keadaan anaerobik (tanpa oksigen). Secara umum, fermentasi adalah salah satu bentuk respirasi anaerobik, akan tetapi, terdapat definisi yang lebih jelas yang mendefinisikan fermentasi sebagai respirasi dalam lingkungan anaerobik dengan tanpa akseptor elektron eksternal.

Bagan reaksi biokimia fermentasi

Gula adalah bahan yang umum dalam fermentasi. Beberapa contoh hasil fermentasi adalah etanol, asam laktat, dan hidrogen. Akan tetapi beberapa komponen lain dapat juga dihasilkan dari fermentasi seperti asam butirat dan aseton. Ragi dikenal sebagai bahan yang umum digunakan dalam fermentasi untuk menghasilkan etanol dalam bir, anggur dan minuman beralkohol lainnya. Respirasi anaerobik dalam otot mamalia selama kerja yang keras (yang tidak memiliki akseptor elektron eksternal), dapat dikategorikan sebagai bentuk fermentasi. Pada proses fermentasi, terdapat beberapa mikroba yang bekerja, yaitu : Endomycopsis fibuliger (mengubah pati menjadi gula, yang menjadikan tape pada awal fermentasi berasa manis) Saccharomyces dan Cabdida (mengubah gula menjadi alkohol) Acetobacter aceti (bakteri pengoksidasi alkohol)

Cara Pembuatan
1. Alat dan Bahan : a. Alat: 1) Pisau

2) Panci 3) Plastik 4) Ember b. Bahan: 1) 1.5 kg singkong, kupas, cuci bersih, potong menurut selera 2) 1.5 butir ragi tape, dihaluskan 3) daun pisang

2. Cara Pembuatan : 1) Kukus singkong hingga matang. Dinginkan. 2) Setelah dingin, tata singkong dalam wadah bertutup yang telah dialasi daun pisang. 3) Taburi dengan ragi tape hingga rata. 4) Tutup kembali dengan daun pisang lalu tutup dengan tutup wadahnya. Diamkan di tempat hangat selama 2-3 hari.

Bagan Langkah-Langkah Pembuatan Tape Singkong

Sistem Batch Kultur (fermentasi sederhana), sekali memasukkan substrat & sekali menginokulasi Saccharomyces, ditutup, kemudian 3 hari produk (tape singkong) jadi. Reaksi dalam fermentasi berbeda-beda tergantung pada jenis gula yang digunakan dan produk yang dihasilkan. Secara singkat, glukosa (C6H12O6) yang merupakan gula paling sederhana, melalui fermentasi akan menghasilkan etanol (2C2H5OH). Reaksi fermentasi ini dilakukan oleh ragi, dan digunakan pada produksi makanan.

Persamaan Reaksi Kimia : 2(C6H10O5)n+ nH2O C12H22O11 (Amilum) (Air) enzim patiamilase (Matosa)

C12H22O11+ H2O2C6H12O6 (Maltosa) (Air) enzim maltase (Glukosa)

C6H12O6 2C2H5OH+ 2CO2+ 2 ATP (Gula) (Alkohol) (Karbon dioksida) (Energi (118 kJ/mol))

Jalur biokimia yang terjadi, sebenarnya bervariasi tergantung jenis gula yang terlibat, tetapi umumnya melibatkan jalur glikolisis, yang merupakan bagian dari tahap awal respirasi aerobik pada sebagian besar organisme. Jalur terakhir akan bervariasi tergantung produk akhir yang dihasilkan.

Manfaat

Manfaat bioteknologi konvensional dalam hal ini adalah dapat menghasilkan makanan berfermentasi, yaitu tape singkong yang mengandung alkohol (etanol) yang dapat digunakan sebagai bahan makanan.

Daftar Pustaka

Amien, Muhammad. 1985. Pegangan Umum Bioteknologi 3. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Maggy, Themawidjaja. 1990. Bioteknologi. Jakarta: Erlangga. Sumber Internet :

www.wikipedia..com www.blogspot.com www.http://edukasi.kompasiana.com/2010/03/26/makalah/ www.http://id.wikipedia.org/wiki/Tapai