Anda di halaman 1dari 19

Asma Bronkial Kronik Eksaserbasi Akut et causa Penyakit yang diperberat Pajanan di Tempat Kerja

Gituen Miracline Samantha 102010076

Kasus
Seorang perempuan Ny.A 25 tahun datang dengan keluhan sesak nafas memberat.

Anamnesis
Identitas Keluhan Utama Faktor yang berhubungan
Nama, alamat, umur, pekerjaan Riwayat rhinitis alergi, konjungtivitis alergi, dan eksem atopi Batuk yang sering kambuh (kronik) disertai mengi, flu berulang Sakit akibat perubahan musim atau pergantian cuaca Hambatan beraktivitas karena masalah pernapasan (saat berolahraga), Terbangunmalam hari, gangguan nafas Memelihara binatang Merokok atau tinggal dengan orang yang merokok

Riwayat keluarga (riwayat asma, rinitis atau alergi lainnya dalam keluarga), Riwayat komsumsi obat yang (beta blocker, aspirin atau steroid) Sosial ekonomi

Hasil Anamnesis
Keluhan Utama : Sesak napas memberat sejak 3 hari SMRS Keluhan tambahan : batuk dan rasa tidak nyaman di dada. Pasien mengeluh sesak napas sejak satu minggu yang lalu, disertai bunyi, lebih sesak saat pagi hari, batuk berdahak berwarna putih. Penurunan berat badan (-), keringat malam (-). Sudah berobat ke puskesmas tapi tidak membaik. Riwayat asma (+), riwayat pemakaian OAT (-), riwayat merokok (-). Pasien pedagang sayur keliling, mendorong gerobak. RPD : Sesak napas sejak umur 8 tahun RPK : Hipertensi (-), DM (-)

Pemeriksaan Fisik
Perubahan cara bernapas Perubahan bentuk anatomi toraks Inspeksi dapat ditemukan; napas cepat, kesulitan bernapas, menggunakan otot napas tambahan di leher, perut dan dada Auskultasi dapat ditemukan; mengi, ekspirasi memanjang

Hasil PF
TD 120/70 mmHg RR 20 kali/menit HR 90 kali/menit Suhu 38,5 C

Keadaan umum : Compos mentis, tampak kesakitan (+), gangguan jalan (-), JVP 5+2 cm H2O Inspeksi toraks : Simetris, keadaan normal Palpasi toraks : normal Perkusi toraks : sonor dada kanan dan kiri Auskultasi : vesikuler kanan kiri, napas tambahan ronki basah halus, wheezing (+) kanan kiri

Pemeriksaan Penunjang
Laboratorium Spirometer Peak flow meter X-ray thorax Pemeriksaan IgE Petanda inflamasi Uji hiperaktivitas bronkus

Diagnosis Klinis
Astma Bronkial Kronis Eksaserbasi Akut Ditegakkan oleh gejala berupa sesak episodik, mengi, batuk dan dada sakit/sempit. Pengukuran fungsi paru digunakan untuk menilai berat keterbatasan arus udara dan reversibilitas yang dapat membantu diagnosis. Mengukur status alergi dapat membantu identifikasi faktor risiko

Diagnosis Klinis
Penyakit inflamasi kronik saluran napas yang menyebabkan hipereaktivitas bronkus terhadap berbagai rangsangan Gejala episodic berulang; batuk, sesak napas, mengi dan rasa berat di dada terutama pada malam dan atau dini hari

Diagnosis Klinis
Faktor resiko
Atopi Hiperaktivitas bronkus Jenis kelamin Ras/etnik Obesitas Faktor lingkungan Alergen makanan atau obat2an Polusi udara Exercise indused Perubahan cuaca Status ekonomi

Pajanan yang dialami


Biologis
Bakteri, jamur, parasit, lalat, virus

Fisik
Debu, suhu, radiasi sinar uv, vibrasi, kebisingan

Kimiawi
Emisi gas kendaraan bermotor

Ergonomi
Cara mengangkat beban, mendorong atau menarik gerobak

Psikologis
Stres lingkungan kerja

Hubungan pajanan dengan diagnostik klinis


Kegiat an Fisik Kimia Biologi ergono Psikos mi osial Gangg uan Keseha tan Ganggu an penglih atan, ganggua n pernapa san, ganggua n muskul oskeleta l Resiko kecela kaan kerja Tertabr ak mobil/ motor

Menjual Suhu, sayur bising, dari cahaya subuh siang hari

Debu sulfurok sida, karbon monoks ida, nitrogen dioksida , oksidan, timah hitam

Kutu debu, jamur, bakteri, serbuk sari tanama n, dan organis me lain

Posisi berdiri terus, berjalan terus, memind akann/ mengan gkat sayur jmlah besar

Stres psikis, kenaika n harga sayur, bekerja sendiri

Terluka saat memoto ng sayuran

Jumlah Pajanan
3 mekanisme yang dapat menstimulasi terjadinya bronkospasme:
Degranulasi sel mast dengan melibatkan imunoglobulin E (IgE) Degranulasi sel mast tanpa melibatkan IgE. Degranulasi sel mast menyebabkan terlepasnya histamin, yaitu suatu slow-reacting substance of anaphylaxis, dan kinin yang menyebabkan bronkokonstriksi. Stimulasi langsung otot bronkus tanpa melibatkan sel mast.

Faktor Individu
Apakah pasien ada riwayat atopi/alergi? status kesehatan, fisik Apakah adanya riwayat pajanan serupa sebelumnya sehingga resikonya meningkat? status kesehatan, fisik Apakah ada riwayat penyakit dalam keluarga yang mengakibatkan penderita lebih rentan/lebih sensitif terhadap pajanan yang dialami? status kesehatan, fisik Higiene perorangan kebersihan

Faktor Lain Diluar Pekerjaan


Apakah ada faktor pajanan lain yang dapat menyebabkan penyakit? Perlu adanya anamnesis lebih lanjut mengenai apakah ada kebiasaan merokok, pajanan dirumah atau hobby?

Diagnosis
Asma bronkial et causa penyakit yang diperberat pajanan di tempat kerja

Penatalaksanaan
Medika Mentosa obat antiinflamasi Bronkodilator Non-medika mentosa Penyuluhan mengenai penyakit asma kepada keluarga Menjauhi bahan-bahan pencetus asma Imunoterapi berdasarkan kelayakan

Pencegahan
Menjaga kesehatan Menjaga kebersihan lingkungan Menghindarkan faktor pencetus serangan penyakit asma Menggunakan obat-obat antipenyakit asma

Kesimpulan
Diagnosis kerja ditegakan dengan anamnesis yang lengkap sertai pemeriksaan fisik dan penunjang, sedangkan penggolongan penyakit akibat kerja ataupun penyakit bukan akibat kerja dapat dilihat dari tujuh langkah diagnosis klinis okupasi. Pasien menderita astma kronik eksaserbasi akut yang bukan penyakit akibat kerja tetapi merupakan penyakit yang diperberat oleh pajanan di tempat kerja.

Beri Nilai